AS Akan Mengirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, India Diberikan Pengecualian 30 Hari untuk Membeli Minyak Rusia

EtIndonesia. Menurut laporan Fox News, Amerika Serikat akan mengirim kapal induk ketiga, USS George H.W. Bush, ke wilayah Mediterania timur. Ini akan menjadi kapal induk ketiga yang dikerahkan AS di wilayah dekat Iran.

Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada 6 Maret mengatakan bahwa Amerika Serikat mungkin akan mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Rusia.

Kemungkinan Terkait Keterlibatan Kelompok Houthi

Dilaporkan bahwa penempatan ini kemungkinan terkait dengan kelompok pemberontak Houthi di Yaman (Houthis / Gerakan Pemuda), yang diduga bergabung dalam operasi militer Iran dalam konflik saat ini.

Menurut laporan Associated Press, berdasarkan gambar yang dirilis di situs resmi Pentagon, kapal induk terbesar di dunia USS Gerald R. Ford pada  5 Maret telah melewati Terusan Suez dari Laut Mediterania menuju Laut Merah.

Dalam video terbaru yang dirilis militer AS, USS Gerald R. Ford bertemu dengan kapal induk USS George H.W. Bush di Laut Mediterania.

USS Gerald R. Ford sebelumnya diperintahkan pada pertengahan Februari untuk berlayar dari kawasan Karibia menuju Timur Tengah, dan pada tahap awal konflik AS-Iran melaksanakan misi di Mediterania timur.

Rekaman di situs resmi juga menunjukkan bahwa setidaknya satu kapal perusak pengawal juga telah melewati Terusan Suez.

Menurut laporan USNI News, saat ini terdapat dua kelompok tempur kapal induk AS yang bertugas di wilayah Timur Tengah:

  • USS Gerald R. Ford berada di Laut Merah
  • USS Abraham Lincoln berada di Laut Arab

AS Memberi India Pengecualian 30 Hari untuk Membeli Minyak Rusia

Di sisi lain, meningkatnya konflik di Timur Tengah menyebabkan ketegangan pasokan bahan bakar, termasuk bahan bakar kapal.

Amerika Serikat mengumumkan pengecualian sementara selama 30 hari bagi perusahaan minyak India, sehingga India masih dapat membeli minyak Rusia.

Menurut laporan India Today, pengecualian ini berlaku untuk minyak Rusia yang sudah dimuat ke kapal sebelum putaran sanksi terbaru AS diberlakukan.

Minyak tersebut diperbolehkan untuk dibongkar dan dijual ke India dalam jangka waktu terbatas, guna mencegah gangguan pasokan yang dapat memperburuk ketegangan di pasar energi global.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan: “India adalah mitra penting bagi Amerika Serikat. Langkah ini akan membantu meredakan tekanan yang timbul dari upaya Iran untuk menyandera pasokan energi global.”  (hui)

Sumber : NTDTV.com

Trump Peringatkan Iran Harus Menyerah Tanpa Syarat, Kuba Akan Segera Runtuh

ETIndonesia. Pada hari ketujuh serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, militer Israel telah mengumumkan bahwa perang memasuki tahap baru. Sebagai pihak yang memimpin operasi yang disebut “Epic Fury” (Amarah Epik) ini, bagaimana pandangan Presiden AS Donald Trump mengenai situasi saat ini? Berikut laporan dari koresponden NTD di Washington, Zhang Liang.

Trump: Iran Harus Menyerah Tanpa Syarat

Pada Jumat pagi (6 Maret), Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social, menegaskan tujuan serangan terhadap Iran.

Ia menulis: “Kami tidak akan membuat kesepakatan apa pun dengan Iran kecuali mereka menyerah tanpa syarat! Setelah itu, setelah seorang pemimpin yang hebat dan memuaskan terpilih, kami bersama banyak sekutu dan mitra yang luar biasa dan berani akan bekerja tanpa lelah untuk membawa Iran keluar dari tepi kehancuran dan membuat ekonominya lebih kuat dari sebelumnya. Iran pasti akan memiliki masa depan yang indah.”

Beberapa jam sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkonfirmasi bahwa beberapa negara telah mulai melakukan mediasi untuk mencoba mengakhiri perang secepat mungkin. Ia mengklaim bahwa Teheran “berkomitmen untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.”

Sementara itu, Menteri Perang AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa seiring operasi militer AS dan Israel memasuki tahap baru, jumlah serangan udara terhadap Teheran akan meningkat secara signifikan.

Trump Ingin Terlibat dalam Pemilihan Pemimpin Baru Iran

Mengenai pemerintahan Iran di masa depan, Trump menyatakan bahwa ia harus terlibat dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya. Ia menegaskan bahwa putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, tidak boleh menggantikannya.

Trump menekankan bahwa Amerika Serikat ingin seorang pemimpin yang dapat membawa perdamaian bagi Iran.

Sebelum meninggal dunia, Ali Khamenei tidak secara resmi menunjuk penerusnya. Setelah kematiannya, kekuasaan sementara diserahkan kepada komite tiga orang sampai pemimpin tertinggi baru dipilih.

Trump juga mengatakan bahwa “kandidat penerus urutan kedua dan ketiga Iran sudah meninggal.”

Dalam wawancara dengan CNN pada Jumat, Trump mengatakan bahwa ia memberi nilai 12 atau bahkan 15 dari 10 untuk operasi militer terhadap Iran, menilai operasi tersebut sangat berhasil dan melampaui semua perkiraan.

Trump: Setelah Iran, Kuba Akan Menjadi Target Berikutnya

Trump juga menyatakan bahwa setelah operasi militer terhadap Iran selesai, Kuba akan menjadi target berikutnya. Ia mengatakan bahwa warga Kuba yang berada di luar negeri akan segera dapat kembali ke tanah air mereka.

Trump mengatakan: “Situasi di Kuba sangat baik. Kami ingin menyelesaikan perang ini (dengan Iran) terlebih dahulu. Tapi itu hanya soal waktu. Anda dan banyak orang hebat lainnya cepat atau lambat akan kembali ke Kuba. Kami berharap Anda tidak tinggal terlalu lama di luar negeri. Kami ingin kalian kembali. Kami tidak ingin kehilangan kalian.”

Ia juga menyinggung situasi di Venezuela, dengan mengatakan: “Situasi di Venezuela juga sangat baik. Presiden terpilih Rodriguez dan timnya bekerja sama dengan kami dengan sangat baik. Kami sedang mengekstraksi ratusan juta barel minyak yang akan dikirim ke Houston dan banyak tempat lainnya.”

Gedung Putih juga telah mengumumkan bahwa hubungan diplomatik dengan Venezuela telah dipulihkan, dan Venezuela sedang aktif bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam bisnis minyak.

Perubahan di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS

Pada Kamis (5 Maret), Trump mengumumkan bahwa Menteri Keamanan Dalam Negeri saat ini, Kristi Noem, akan ditugaskan ke posisi baru.

Senator dari Oklahoma Markwayne Mullin akan menggantikan Noem sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri. Mullin mengatakan kepada wartawan di Capitol bahwa ia akan berkoordinasi dengan Noem dan memuji kinerjanya.

Mullin mengatakan: “Sejujurnya, saya sama sekali tidak menyangka akan menerima telepon ini hari ini, tetapi saya sangat bersemangat. Kami akan memastikan Departemen Keamanan Dalam Negeri tetap fokus pada perlindungan keamanan nasional. Baik Anda mendukung saya atau tidak, saya akan menjalankan tugas ini dengan fokus seperti sinar laser.”

Trump juga mengumumkan di Truth Social bahwa Noem akan menjadi utusan khusus program “Shield of the Americas” (Perisai Amerika), sebuah proyek keamanan baru di belahan bumi Barat yang dipromosikan oleh Trump.

Trump dijadwalkan mengumumkan proyek tersebut secara resmi pada Sabtu (7 Maret).

Catatan Kinerja Kristi Noem

Trump juga berterima kasih kepada Kristi Noem atas lebih dari satu tahun pengabdiannya dan memuji berbagai pencapaiannya selama menjabat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Noem:

  • Jumlah penyeberangan ilegal di perbatasan mencapai tingkat terendah dalam sejarah.
  • Dalam setahun terakhir, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyita sekitar 600.000 pon narkoba ilegal.
  • Lebih dari 3 juta imigran ilegal telah dideportasi, sebagian besar secara sukarela.
  • Ratusan ribu imigran ilegal dengan catatan kriminal ditangkap di berbagai kota besar.

Noem juga menulis di platform X, mengucapkan terima kasih kepada Trump atas penunjukan dirinya sebagai utusan “Shield of the Americas”, dan menyatakan siap bekerja sama dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Perang Pete Hegseth.

Hegseth mengatakan: “Kami semua diangkat oleh presiden. Saya yakin Markwayne Mullin akan melakukan pekerjaan yang luar biasa—dia adalah sahabat saya selama bertahun-tahun. Namun Kristi telah meletakkan dasar keberhasilan, jadi saya tidak khawatir mengenai kelanjutan keamanan dalam negeri.”

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan bahwa Noem akan menjadi bantuan besar bagi tim pemerintah.

Penunjukan Mullin masih memerlukan persetujuan Senat AS. Diperkirakan ia akan secara resmi menggantikan Noem pada 31 Maret. (Hui)

Mengambil Pelajaran dari Perang Ukraina, AS Akan Menempatkan Sistem Anti-Drone di Timur Tengah

EtIndonesia. Menurut laporan The Epoch Times, pada Jumat (6 Maret), pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sistem pertahanan buatan AS “Merops”, yang telah terbukti efektif melawan drone Rusia di medan perang Ukraina, akan segera dikerahkan ke Timur Tengah untuk memperkuat kemampuan pertahanan militer AS terhadap drone Iran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengonfirmasi hal tersebut melalui platform X. Ia mengatakan bahwa Ukraina telah menerima permintaan resmi dari Amerika Serikat dan beberapa negara Timur Tengah untuk mengirim pakar serta peralatan militer guna membantu di lapangan.

Menurut Zelenskyy, operasi tersebut diperkirakan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Menggunakan Drone untuk Melawan Drone “Shahed”

Dua pejabat AS mengatakan kepada Associated Press bahwa sistem Merops menggunakan teknologi “drone melawan drone” untuk mencegat target.

Sistem ini berukuran relatif kecil dan dapat dipasang di bagian belakang truk pickup ukuran menengah. Drone pencegatnya mampu mengidentifikasi target dan secara aktif menabraknya untuk menghancurkan drone musuh.

Keunggulan utamanya adalah integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI). Bahkan ketika GPS atau komunikasi elektronik terganggu oleh perang elektronik musuh, sistem ini masih dapat bernavigasi secara mandiri dan menghantam target secara akurat.

Pejabat Departemen Perang AS mengatakan bahwa kemampuan pertahanan terhadap drone di Timur Tengah saat ini masih terbatas, sementara drone bunuh diri “Shahed” milik Iran termasuk dalam seri yang sama dengan drone yang digunakan Rusia di Ukraina.

Karena itu, pengalaman tempur Ukraina dalam menghadapi drone tersebut dianggap sangat berharga.

Rudal Patriot Terlalu Mahal untuk Menjatuhkan Drone Murah

Saat ini, banyak sekutu AS di Timur Tengah masih mengandalkan sistem rudal Patriot atau THAAD untuk mencegat ancaman udara.

Namun, biaya satu rudal bisa mencapai jutaan dolar, sedangkan harga drone Iran sering kali kurang dari 50.000 dolar. Menggunakan rudal mahal untuk menembak jatuh drone murah dinilai sangat tidak efisien.

Seorang pejabat pertahanan mengatakan bahwa sistem Merops akan ditempatkan di beberapa lokasi di Timur Tengah, termasuk di wilayah yang tidak memiliki pangkalan militer AS.

Sebagian besar sistem tersebut akan dipasok langsung oleh perusahaan pertahanan AS Perennial Autonomy, yang didukung oleh mantan CEO Google Eric Schmidt, sehingga tidak akan mempengaruhi penempatan pertahanan di Eropa.

Drone Melawan Drone untuk Mengurangi Biaya Pertahanan

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa drone Iran sulit dideteksi oleh radar tradisional, karena radar biasanya dirancang untuk mendeteksi rudal berkecepatan tinggi.

Drone juga kadang keliru diidentifikasi sebagai burung atau pesawat biasa. Sistem Merops dirancang khusus untuk mendeteksi dan menghancurkan drone tersebut.

Anggota Partai Demokrat senior di Komite Intelijen DPR AS, Jim Himes, mengatakan minggu ini : “Kami cukup ahli dalam menembak jatuh rudal. Tantangan yang lebih besar bagi kami adalah persediaan drone Iran yang sangat banyak—sulit dideteksi dan sulit ditembak jatuh.”

Ia menambahkan bahwa serangan drone menciptakan “masalah matematika”: “Menggunakan rudal mahal untuk menembak drone murah itu terlalu mahal.”

Presiden dan CEO organisasi industri drone AUVSI, Michael Robbins, mengatakan pengalaman di Timur Tengah dan Ukraina menunjukkan bahwa Amerika Serikat harus mempercepat penerapan teknologi anti-drone canggih.

Menurutnya, dengan teknologi ini : “Pasukan kita dapat melindungi pangkalan dan warga tanpa harus menghabiskan satu juta dolar untuk menghentikan ancaman senilai 50.000 dolar.”

Ukraina Tawarkan Kerja Sama Pertahanan

Baru-baru ini, Zelenskyy telah berbicara dengan para pemimpin Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait untuk membahas kerja sama pertahanan.

Pada Selasa, Zelenskyy juga mengajukan proposal agar Ukraina menyediakan drone pencegat, sebagai imbalan atas rudal Patriot yang sangat dibutuhkan Ukraina dari persediaan negara-negara Timur Tengah untuk menghadapi ancaman rudal balistik Rusia.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan bantuan Ukraina, Presiden AS Donald Trump mengatakan: “Tentu saja. Saya akan menerima bantuan dalam bentuk apa pun dari negara mana pun.”  (hui)

Apakah Rusia Memberikan Informasi Intelijen Militer AS kepada Iran? Menteri Perang AS Menanggapi

EtIndonesia. Menurut laporan The Epoch Times, pada Jumat (6 Maret), beberapa media mengungkapkan bahwa intelijen Amerika Serikat menunjukkan Rusia kemungkinan memberikan informasi kepada Iran mengenai posisi dan pergerakan pasukan, kapal perang, serta pesawat militer AS di Timur Tengah.

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa pemerintah Amerika sedang memantau semuanya dengan ketat.

Surat kabar The Washington Post pertama kali melaporkan berita ini. Tiga pejabat yang mengetahui informasi intelijen tersebut mengatakan bahwa sejak perang pecah pada Sabtu lalu (28 Februari), Rusia telah memberikan Iran informasi mengenai lokasi aset militer Amerika seperti kapal perang dan pesawat.

Ketika ditanya mengenai laporan tersebut, Hegseth mengatakan dalam wawancara dengan program berita “60 Minutes” dari CBS bahwa Presiden Donald Trump sepenuhnya mengetahui situasinya.

“Panglima tertinggi kami sangat memahami siapa berbicara dengan siapa,” kata Hegseth.
“Kami memiliki intelijen terbaik di dunia. Kami tahu siapa yang berkomunikasi, mengapa mereka berkomunikasi, dan seberapa akurat informasi tersebut.”

Ia menambahkan: “Kami sedang melacak semuanya.”

Hegseth juga menegaskan bahwa rakyat Amerika dapat merasa tenang karena presiden Trump mengetahui dengan jelas semua komunikasi yang terjadi.

“Jika ada sesuatu yang seharusnya tidak terjadi—baik secara terbuka maupun secara diam-diam—itu akan dihentikan dan ditindak dengan tegas.”

Tanggapan Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan pada  Jumat (6/3) bahwa kemungkinan Rusia berbagi intelijen dengan Iran “jelas tidak mempengaruhi jalannya perang Iran.”

Ia mengatakan kepada reporter CNN Kristen Holmes: “Kami tidak mengomentari laporan intelijen yang bocor ke media. Terus terang, apakah hal ini benar-benar terjadi atau tidak sebenarnya tidak penting, karena Presiden Trump dan militer Amerika sedang secara menyeluruh menghancurkan rezim teroris nakal Iran.”

Sementara itu, Presiden Trump saat menghadiri sebuah acara tentang olahraga perguruan tinggi di Gedung Putih mengatakan kepada reporter Fox News Peter Doocy:

“Dibandingkan dengan apa yang sedang kita bahas sekarang, itu hanyalah hal kecil.”
“Mengajukan pertanyaan seperti itu pada saat ini bukanlah hal yang bijak. Kami sedang membahas hal lain.”

Dukungan Rusia dan Sikap PKT

Saat ini belum jelas seberapa besar Rusia membantu Iran dalam menentukan target militer AS. Para pejabat mengatakan bahwa kurang dari seminggu setelah perang dimulai, kemampuan Iran untuk secara mandiri menemukan posisi militer AS sudah menurun.

Dua pejabat yang mengetahui dukungan Rusia kepada Iran mengatakan kepada The Washington Post bahwa meskipun Tiongkok memiliki hubungan dekat dengan Iran, Beijing tampaknya belum memberikan bantuan pertahanan kepada Iran.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam wawancara dengan NBC pada Kamis (5 Maret) bahwa Tiongkok dan Rusia memberikan dukungan kepada Iran secara politik dan “dalam aspek lainnya.”  Ia menolak menjelaskan apakah dukungan tersebut termasuk bantuan militer.

Latar Belakang

Selama perang Rusia-Ukraina, Iran merupakan salah satu pendukung utama Rusia. Iran bahkan berbagi teknologi produksi drone serangan satu arah berbiaya murah, yang mana kemudian sering digunakan Rusia dalam perang di Ukraina. (Hui)

AS Tenggelamkan 30 Kapal Perang Iran, Serangan Gabungan Dua Kapal Induk dan Pesawat Pengebom B-52

Media New Tang Dynasty Television melaporkan bahwa operasi militer gabungan AS–Israel terhadap Iran terus berlanjut. Militer AS mengumumkan perkembangan terbaru bahwa mereka telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal perang Iran, termasuk sebuah kapal induk drone.

EtIndonesia. Pada 5 Maret 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa kemajuan operasi militer AS terhadap Iran jauh melampaui rencana awal.

Konferensi Pers Militer AS

Pada 5 Maret, Menteri Perang AS  Pete Hegseth dan komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengadakan konferensi pers di markas CENTCOM di Tampa, Florida.

Cooper mengatakan bahwa dalam 24 jam terakhir:

  • Serangan rudal balistik Iran berkurang 90%
  • Serangan drone berkurang 83%

Sementara itu, militer AS meningkatkan serangan terhadap angkatan laut Iran, menenggelamkan 30 kapal serta menghantam sebuah kapal tak berawak yang berfungsi sebagai kapal induk drone, yang ukurannya disebut setara dengan kapal induk pada era Perang Dunia II.

“Saat kita berbicara sekarang, kapal itu masih terbakar,” kata Cooper.

Pada 4 Maret 2026, rekaman yang diambil dari periskop kapal selam AS Minnesota (SSN-783) menunjukkan torpedo yang digunakan menenggelamkan kapal fregat Angkatan Laut Iran Dena di Samudra Hindia. (Departemen Perang Amerika Serikat)

200 Target Diserang dalam 72 Jam

Cooper juga mengatakan bahwa dalam 72 jam terakhir, militer AS telah:

  • Menyerang 200 target di wilayah dalam Iran
  • Menjatuhkan puluhan bom pada lokasi peluncuran rudal balistik
  • Menyerang komando luar angkasa Iran

Ia menegaskan bahwa AS sedang berusaha sepenuhnya untuk meraih kemenangan, namun perang ini masih memerlukan waktu.

Pernyataan Menteri Perang AS

Hegseth mengatakan: “Kami memiliki persediaan senjata defensif dan ofensif yang cukup untuk mempertahankan operasi ini selama yang diperlukan. Ini baru awal pertempuran, dan ini adalah pertarungan sampai akhir.”

Ia juga mengatakan bahwa rakyat Iran sebaiknya tidak melakukan protes selama operasi militer berlangsung, tetapi menambahkan bahwa suatu hari nanti Presiden Trump atau rakyat Iran mungkin akan menilai waktunya sudah matang untuk bangkit melawan pemerintah saat ini.

Cooper juga menyebut bahwa militer AS sedang menyerang pasukan rezim yang menindas para demonstran di Iran.

Pernyataan Trump

Pada 5 Maret di Gedung Putih, Presiden Donald Trump mengatakan:  “Militer Amerika bersama mitra hebat kami, Israel, terus menghancurkan musuh secara menyeluruh. Kemajuan operasi jauh melampaui rencana awal, pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya.”

Trump menyatakan bahwa di bawah serangan gabungan AS–Israel:  Angkatan laut Iran telah hancur

  • Sistem pertahanan udara dihancurkan
  • Angkatan udara tidak lagi berfungsi
  • Pesawat, sistem komunikasi, dan rudal mereka telah dilumpuhkan

Trump kembali menyerukan anggota Garda Revolusi Iran, militer, dan polisi untuk meletakkan senjata.

Ia memperingatkan bahwa jika tidak, mereka hanya akan mengorbankan nyawa secara sia-sia.

Trump juga mengatakan:  “Sekarang adalah saatnya berdiri membela rakyat Iran dan membantu merebut kembali negara kalian.”

Ia juga mendorong para diplomat Iran di seluruh dunia untuk mencari suaka politik.

Operasi “Epic Fury”

Komando Pusat AS secara rutin mempublikasikan video dan foto perkembangan perang Iran di platform X (Twitter).

Pada 6 Maret, CENTCOM menyatakan bahwa kekuatan udara AS tetap tak tertandingi. Dalam 100 jam pertama operasi “Epic Fury”, pembom strategis B‑52 Stratofortress telah menyerang:

  • lokasi peluncuran rudal balistik Iran
  • pusat komando dan kendali

Pada 5 Maret, CENTCOM juga merilis video pesawat tempur lepas landas dari kapal induk untuk menjalankan misi serangan udara, menunjukkan kemampuan menguasai supremasi udara dari laut.

Selain itu, militer AS menyatakan sedang mencari dan menghancurkan peluncur rudal bergerak milik Iran, dengan “ketepatan yang mematikan”.

Dua Gugus Kapal Induk Tekan Iran

CENTCOM juga mengatakan bahwa USS Gerald R. Ford (CVN‑78) dan kelompok tempur kapal induknya terus menjalankan operasi Epic Fury di Mediterranean Sea selama 24 jam sehari.

Sementara itu, satu kelompok kapal induk AS lainnya juga telah dikerahkan ke Timur Tengah, memberikan tekanan terhadap Iran dari arah laut. (hui)

Peneliti Wadah Pemikir Hudson Institute Zineb Riboua : Perang Iran Membuat Penataan Strategi Beijing di Kawasan Timur Tengah Runtuh

EtIndonesia. Media New Tang Dynasty Television melaporkan bahwa program The Epoch Times berbahasa Inggris “American Thought Leaders” pada Kamis (5/3/2026) menayangkan wawancara dengan peneliti Hudson Institute, Zineb Riboua.

Zineb Riboua, menyatakan bahwa selama lebih dari dua dekade, rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus merangkul, berinvestasi, dan berkoordinasi dengan rezim Iran, para proksinya, serta negara-negara Teluk, untuk membangun basis bagi apa yang mereka sebut sebagai “tatanan dunia baru” global. Namun, operasi “Epic Fury” yang dilancarkan Amerika Serikat telah membuat tata letak strategi PKT tersebut mencapai titik akhir.

Ia mengatakan bahwa masalah Iran pada dasarnya berkaitan dengan Partai Komunis Tiongkok. Menurutnya, serangan Amerika terhadap Iran tidak hanya menghancurkan “pion” partai komunis Tiongkok di Timur Tengah, tetapi juga memberi pukulan terhadap ambisi Beijing untuk menyerang Taiwan dengan kekuatan militer.

Tiongkok telah membangun kekuatan militer Iran dan menerima banyak imbalan dari hubungan itu, tetapi keterlibatan Amerika Serikat dalam menyerang dan menggulingkan kepemimpinan rezim Iran kini “membalik perhitungan itu,” tambahnya.

“Saya pikir penyesuaian ulang ini akan sangat merugikan Tiongkok,” katanya.

Iran Berperan Penting dalam Rencana Serangan ke Taiwan

Riboua menjelaskan bahwa Iran memiliki peran penting dalam rencana invasi Taiwan oleh Beijing, terutama karena dua alasan utama.

“Iran sangat penting dalam rencana invasi (PKT) terhadap Taiwan, terutama karena dua alasan. Pertama, Iran memainkan peran yang sangat penting dalam membantu menghindari sanksi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa PKT dan Iran telah lama membangun sistem paralel perdagangan, yang memungkinkan transaksi barter (tukar barang) untuk menghindari sistem keuangan Barat.

Sebelumnya, Beijing menggunakan sistem ini untuk membantu Iran menghindari sanksi internasional. Jika suatu saat invasi terhadap Taiwan memicu sanksi global, maka Iran dapat membantu PKT menghindari sanksi tersebut.

Mengalihkan Perhatian Amerika

Alasan kedua, menurut Riboua, adalah mengalihkan perhatian Amerika Serikat.“Begitu invasi terjadi, PKT ingin memastikan bahwa perhatian Amerika Serikat akan terpecah.”

Ia mencontohkan kelompok Houthi yang didukung Iran. Jika PKT menyerang Taiwan, kelompok Houthi bisa menyerang kapal-kapal di Laut Merah, menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi AS dan Eropa setiap hari.

Hal ini dapat memaksa Amerika terlibat konflik di Laut Merah, sementara taktik gerilya Houthi juga dapat memicu ketidakpercayaan di antara negara-negara sekutu Barat.

“Saya pikir mengakhiri garis konflik seperti ini sangat penting bagi keamanan kawasan Indo-Pasifik,” kata Riboua.

Artikel Analisis tentang PKT dan Iran

Baru-baru ini Riboua menerbitkan dua artikel penting:

  • “Masalah Iran Sepenuhnya Berkaitan dengan PKT” (ditulis Sabtu)
  • “PKT Sedang Menanggapi dengan Mendesak” (diterbitkan Rabu, 4 Maret)

Ia mengatakan bahwa dalam dua dekade terakhir, Tiongkok telah menginvestasikan dana besar untuk membangun hubungan dengan negara-negara Teluk, Iran, dan berbagai kelompok proksi Iran.

Pengaruh PKT di Iran

Menurut Riboua, Beijing membantu Iran dalam berbagai bidang, termasuk:

  • membangun sistem pengawasan mirip “Skynet”
  • membangun kembali infrastruktur telekomunikasi
  • mendukung pengembangan industri Iran

Namun, PKT tetap mengendalikan teknologi inti seperti teknologi kimia, yang memberinya kemampuan untuk menekan Iran.

Selain itu, Beijing juga mengenakan biaya atas fasilitas yang dibangunnya, sekaligus menguasai pasar Iran yang berpenduduk sekitar 90 juta orang.

Riboua menambahkan bahwa semua ini terjadi karena pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah sebelumnya melemah.

Bagaimana Tiongkok Membantu Iran

Meski Tiongkok telah menginvestasikan banyak upaya untuk membangun kekuatan militer Iran dan memperluas pengaruhnya di kawasan tersebut, betapa cepatnya rezim itu kini runtuh akan memiliki efek berantai di seluruh dunia serta membuat negara-negara yang sedang bernegosiasi dengan Tiongkok mempertimbangkan kembali apakah Beijing benar‑benar berada di posisi unggul, menurut Riboua.

Riboua, yang mempelajari dampak Tiongkok di Timur Tengah, menerbitkan sebuah tulisan berjudul “The Iran Question Is All About China” (Isu Iran Seluruhnya Tentang Tiongkok), menyebut Iran sebagai “pembuka” bagi abad Indo‑Pasifik tak lama setelah serangan dimulai.

Tiongkok telah membantu Iran memperoleh berbagai komponen dari arsenal militernya, termasuk pembangunan misilnya, terutama dalam komponen kimia penting yang dibutuhkan rezim Iran. Produksi Iran sendiri fokus pada petrokimia, dan industri domestiknya kekurangan kapasitas serta keahlian untuk memproduksi bahan kimia lain yang diperlukan tersebut.

Tiongkok juga telah mengekspor otoritarianisme digitalnya ke Iran, menjual kepada rezim tersebut teknologi pengawasan massal yang menjadi sorotan awal tahun ini ketika rezim Iran membunuh ribuan pengunjuk rasa dan mencoba menyensor peristiwa tersebut. Infrastruktur telekomunikasi Iran juga sangat bergantung pada perusahaan‑perusahaan Tiongkok seperti Huawei dan ZTE.

Bantuan semacam ini berarti sedikit di hadapan serangan terkoordinasi terhadap rezim pada 28 Februari, kata Riboua.
“Dunia sedang menyaksikan itu. Negara‑negara Afrika juga melihatnya,” ujarnya. Banyak rezim, termasuk di Afrika dan Asia Tenggara, menghadapi masalah ketidakstabilan dan “juga putus asa untuk mempertahankan kekuasaan.”

Perusahaan‑perusahaan Tiongkok bisa menjual teknologi seperti itu kepada rezim‑rezim otoriter sebagai alat penindasan dan menunjukkan kepada mereka keuntungan berbisnis dengan Tiongkok, tetapi “semua itu kini benar‑benar menghilang,” kata Riboua.

“Faktanya, banyak teknologi mereka sendiri terbukti sebenarnya tidak begitu bagus,” kata Riboua, merujuk pada sistem deteksi misil yang dibeli Venezuela dan Iran dari Tiongkok yang tidak mampu menghentikan operasi AS. “Ini adalah aib besar ketika Anda mencoba menggambarkan diri sebagai pesaing Amerika Serikat.”

Riboua memperkirakan bahwa negara‑negara akan tetap berurusan dengan Tiongkok, tetapi Tiongkok “tidak lagi akan memiliki posisi unggul” untuk menentukan syarat seperti yang mereka lakukan sebelumnya dengan Belt and Road Initiative yang sangat menguntungkan Beijing.

Ia mengatakan bahwa perubahan cepat di Iran juga dapat menjadi aib bagi rezim Tiongkok di dalam negeri.

“Beijing telah menjual kepada rakyatnya sendiri, 1,4 miliar orang, bahwa Amerika sedang menurun … bahwa Timur sedang bangkit, bahwa Barat berada dalam penurunan dan runtuh total, bahwa orang‑orang Amerika tidak bisa berbuat banyak,” katanya. “Dan Amerika Serikat telah membuktikan bahwa mereka salah.”

Operasi Militer AS Mengubah Situasi

Riboua mengatakan bahwa membalikkan situasi ini—di mana pengaruh AS melemah dan PKT bangkit—sedang dicapai melalui operasi militer AS yang disebut “Epic Fury”.

“Saya pikir memahami hal ini sangat penting untuk mengamati perkembangan situasi selanjutnya,” katanya.

Laporan oleh jurnalis New Tang Dynasty Television, Ren Hao, dari Amerika Serikat.

Hari Pertama Sidang “Dua Sesi” PKT di Beijing, Terjadi Ledakan di Jining, Shandong Seperti Zona Perang — Netizen : “Dikira Itu Iran”

EtIndonesia. Pada hari pertama “Dua Sesi” (rapat politik tahunan Partai Komunis Tiongkok) pada 4 Maret, sebuah toko penjualan gas cair (LPG) di Jining, Shandong, meledak hebat. Api menjulang tinggi disertai asap pekat, dan setengah jalan di sekitar lokasi ikut terdampak. Beberapa netizen mengatakan lokasi ledakan terlihat seperti medan perang di Iran, bahkan ada yang mengira “Amerika sedang menyerang.”

Menurut beberapa video yang beredar di internet, lokasi kecelakaan adalah sebuah toko gas LPG di kawasan Xiaonanmen (Gerbang Selatan Kecil) di Jining. Ledakan terjadi pada 4 Maret malam dan memicu ledakan berantai pada beberapa toko daging sapi dan kambing di sekitar lokasi.

Dari video terlihat bahwa kebakaran menyebar sangat luas. Ledakan keras terdengar berulang kali, sementara orang-orang di sekitar lokasi berlarian untuk menghindar. Bola api besar dan asap hitam tebal terus membubung ke udara, membuat setengah jalan tertutup asap dan kobaran api.

Sejumlah netizen lokal berkomentar bahwa pemandangan ledakan itu seperti medan perang Iran, dengan komentar seperti:

  • “Kalau tidak tahu, saya kira ini terjadi di Timur Tengah.”
  • “Apa yang terjadi? Saya kira ini Iran.”
  • “Saya kira Amerika sudah menyerang.”
  • “Apakah ini bom yang dijatuhkan Amerika?”
  • “Seram sekali, orang Amerika sampai menyerang Xiaonanmen.”
  • “Apakah ini serangan Israel?”

Pada 5 Maret, pihak berwenang setempat menutup lokasi ledakan dan setengah jalan yang terdampak dengan terpal, dengan area penutupan lebih dari 100 meter. 

Hingga kini penyebab pasti ledakan dan jumlah korban belum diumumkan secara resmi.

Beberapa video ledakan yang diunggah netizen juga telah dihapus dari internet.

Pemblokiran informasi mengenai ledakan tersebut oleh otoritas Tiongkok memicu berbagai spekulasi dan diskusi di kalangan netizen.

Seorang netizen dari Shandong mengatakan:

  • “Video dari Jining semuanya sudah dihapus.”
  • “Tadi ada video paling jelas, diambil tepat di dekat area ledakan. Dalam beberapa menit saja tiba-tiba sudah diturunkan.”
  • “Beberapa video juga sudah dihapus.”

Netizen lain menambahkan:

  • “Tadi saya melihat video kebakaran dan ledakan di Jining. Saya meninggalkan komentar, tapi komentar saya dihapus dan videonya juga dihapus.”

Sumber : NTDTV.com

Target Pertumbuhan Produk Domestik Bruto dan Kenaikan Anggaran Militer Sama-sama Turun — Apa Perhitungan Partai Komunis Tiongkok ?

EtIndonesia. Pada 5 Maret 2026, dalam sidang Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengumumkan bahwa target pertumbuhan GDP tahun 2026 dan kenaikan anggaran militer keduanya lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Para ahli menilai, penurunan target pertumbuhan GDP mencerminkan runtuhnya ekonomi makro Tiongkok secara keseluruhan, sementara kenaikan anggaran militer yang tetap meningkat meski persentasenya turun menunjukkan sifat militeristik PKT.

Ketika menyampaikan laporan kerja pemerintah di sidang parlemen, Li Qiang, Perdana Menteri Dewan Negara Tiongkok, mengatakan bahwa pertumbuhan GDP Tiongkok pada 2025 mencapai target 5%, dengan total ekonomi melebihi 140 triliun yuan. Untuk tahun ini, target pertumbuhan ekonomi diperkirakan antara 4,5% hingga 5%, angka yang menjadi yang terendah sejak 1991.

Para analis menilai bahwa penurunan target GDP tahun ini mencerminkan tekanan besar dari dalam dan luar negeri, termasuk lingkungan perdagangan global yang semakin sulit. Mereka menilai target 4,5% tersebut hanyalah janji kosong.

Komentator politik Chen Pokong mengatakan: “Ekonomi Tiongkok terus memburuk. Sekarang ekspor minyak dari Venezuela dan Iran juga berada di bawah pengaruh Amerika Serikat. Prospek ekonomi Tiongkok menjadi semakin tidak jelas dan sangat bergantung pada Amerika Serikat. Ditambah perang dagang dan tarif, target 4,5% itu hanya janji kosong dan tidak dapat dipercaya.”

Analisis juga menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok menghadapi tekanan yang semakin kompleks, termasuk:

  • pasar properti yang lesu
  • keluarnya investasi asing
  • lemahnya konsumsi domestik
  • memburuknya lingkungan perdagangan internasional

Semua faktor tersebut membuat prospek ekonomi ke depan semakin tidak pasti.

Chen Pokong menambahkan: “Ekonomi Tiongkok sebenarnya tidak tumbuh, bahkan kemungkinan mengalami pertumbuhan negatif. Istilah ‘perlambatan ekonomi’ hanyalah cara halus untuk menyebut resesi dan penurunan besar. Sekarang jelas bahwa perusahaan asing menarik diri, banyak perusahaan swasta tidak bisa bertahan, banyak perusahaan bangkrut, pengangguran meningkat, dan banyak anak muda menganggur begitu lulus.”

Dari sisi fiskal daerah, pemerintah provinsi juga tidak optimistis terhadap kondisi ekonomi ke depan. Menurut statistik media Caixin, 21 provinsi termasuk Jiangsu, Guangdong, dan Shanghai menetapkan target pertumbuhan pendapatan fiskal 2026 hanya sekitar 2%–3%.

Anggaran Militer Tetap Naik

Sementara target GDP menurun, Kementerian Keuangan PKT dalam laporan anggaran menyebutkan bahwa anggaran militer tahun ini sekitar 1,91 triliun yuan, meningkat 7% dibanding tahun sebelumnya, sedikit lebih rendah dari kenaikan 7,2% dalam tiga tahun terakhir.

Namun, anggaran militer PKT sudah lima tahun berturut-turut tumbuh sekitar 7% atau lebih, jauh lebih tinggi daripada target pertumbuhan GDP.

Para komentator ekonomi mengatakan pengeluaran militer sebenarnya jauh lebih besar daripada angka resmi, karena terdapat banyak “anggaran militer tersembunyi.”

Komentator ekonomi yang dikenal sebagai “Caijing Lengyan” menjelaskan: “Tiongkok memiliki banyak anggaran militer tersembunyi. Misalnya banyak perusahaan milik negara atau swasta yang menjalankan penelitian militer tanpa dana langsung dari pemerintah. Di negara demokrasi Barat hal seperti ini hampir tidak mungkin. Karena itu pengeluaran militer sebenarnya jauh lebih besar dari yang diumumkan.”

Chen Pokong juga mengatakan bahwa PKT tidak akan mengurangi anggaran militer meskipun menghadapi kesulitan ekonomi.

“Anggaran militer yang diumumkan biasanya lebih rendah dari kenyataannya. Banyak biaya seperti penelitian senjata dan pengadaan senjata tidak dimasukkan. Jadi meskipun ekonomi sulit, PKT tidak akan menghentikan ambisi militernya.”

Para ahli memperkirakan anggaran pertahanan sebenarnya bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari angka resmi, karena sebagian pengeluaran militer disebar di berbagai kementerian lain atau melalui perusahaan pertahanan milik negara.

Peneliti dari Institute for National Defense and Security Research Taiwan, Shen Mingshi, mengatakan bahwa anggaran militer tersembunyi biasanya digunakan untuk proyek yang sangat sensitif, seperti:

  • pengembangan sistem senjata rahasia
  • teknologi militer sensitif
  • penelitian rekayasa balik (reverse engineering)

Ia menjelaskan bahwa aliran dana dalam proyek-proyek tersebut sangat sulit dilacak oleh pihak luar.

Shen Mingshi juga menyebutkan bahwa di banyak negara dunia kenaikan anggaran militer biasanya hanya sekitar 3%–5%, sementara Tiongkok meningkat sekitar 7%, yang menunjukkan ambisi militer yang kuat.

Biaya “Stabilitas” Lebih Besar dari Militer

Chen Pokong menambahkan bahwa anggaran militer adalah pengeluaran terbesar kedua PKT, sedangkan yang terbesar justru adalah biaya “menjaga stabilitas sosial”.

“Saat ‘Dua Sesi’ berlangsung, penjagaan diperketat di mana-mana—jembatan, jalan layang, tiang listrik, pintu samping, bahkan toilet. Pemerintah takut muncul slogan menentang rezim, sehingga sangat tegang. Apa pun yang terjadi, dua pengeluaran ini tidak akan dikurangi.”

Ia juga mengatakan bahwa pengeluaran besar lainnya adalah gaya hidup mewah para pejabat PKT, termasuk pengeluaran elit di Zhongnanhai (kantor pusat dan komplek partai komunis Tiongkok di Beijing). 

Menurutnya, anggaran untuk pendidikan, kesejahteraan rakyat, dan pensiun kemungkinan akan terus ditekan. Struktur fiskal yang memprioritaskan stabilitas politik dan militer ini dinilai mirip dengan model ekonomi Korea Utara, yang dapat memperbesar tekanan ekonomi dan sosial jangka panjang di Tiongkok.

Editor: Li Yun   Wawancara: Luo Ya

Perang Iran Mempengaruhi Pasokan BBM, Tiongkok Dikabarkan Menghentikan Ekspor Solar dan Bensin

EtIndonesia. Media New Tang Dynasty Television melaporkan bahwa sekitar 90% minyak Iran diekspor ke Tiongkok, sehingga perang di Timur Tengah secara langsung mengancam pasokan minyak Tiongkok. Ada kabar bahwa pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah memerintahkan beberapa kilang minyak terbesar di dalam negeri untuk menghentikan ekspor solar dan bensin.

Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, pejabat dari National Development and Reform Commission of Tiongkok (NDRC) awal pekan ini mengadakan pertemuan dan memberi tahu para eksekutif perusahaan kilang agar segera menghentikan ekspor produk minyak olahan.

Selain itu, perusahaan kilang juga diminta untuk:

  • menghentikan penandatanganan kontrak ekspor baru,
  • serta menegosiasikan kembali kontrak ekspor yang sudah ada.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Tiongkok adalah eksportir produk minyak terbesar ketiga di Asia. Namun, hanya enam hari setelah pecahnya perang Iran, Beijing langsung mengumumkan pembatasan tersebut, yang menunjukkan bahwa pemerintah memprioritaskan kebutuhan energi domestik.

Perusahaan milik negara seperti:

  • PetroChina,
  • CNOOC,
  • Sinopec,
  • Sinochem Group,

serta perusahaan swasta Zhejiang Petrochemical secara rutin memperoleh kuota ekspor bahan bakar dari pemerintah. Namun perusahaan-perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan terkait laporan ini.

Laporan itu juga menambahkan bahwa bahkan dalam kondisi normal, Beijing tidak mengizinkan ekspor produk minyak seperti bensin, solar, dan bahan bakar jet secara bebas. Sistem yang digunakan adalah kuota ekspor, dan hanya beberapa kilang besar serta pedagang yang ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok yang dapat memperoleh kuota tersebut.

Sejak Russian invasion of Ukraine, Beijing sering mengurangi atau menunda pemberian kuota ekspor energi, yang menyebabkan volume ekspor menurun.

Sejak Sabtu lalu (28 Februari), ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara gabungan terhadap Iran, kapal tanker minyak dan kapal pengangkut gas alam cair yang melewati Selat Hormuz mengalami gangguan.

Saat ini hampir setengah impor minyak Tiongkok berasal dari kawasan Teluk, termasuk dari Iran. (Hui)

Reporter: Chen Zhenjin / Editor: Chen Zhenjin

Jejak Percepatan Kehancuran Diri : Membongkar Daftar Berbagai Krisis yang Diciptakan oleh Xi Jinping

EtIndonesia. Dunia saat ini sedang terjerumus ke dalam kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya: perang Rusia–Ukraina berlangsung berkepanjangan, konflik perbatasan Thailand–Kamboja terus meningkat, peperangan berkobar di Timur Tengah, rantai pasokan global terputus, inflasi melonjak tinggi, gelombang pengungsi membludak, lembaga-lembaga multilateral lumpuh, dan persaingan hegemoni antara Amerika Serikat dan Tiongkok memanas secara menyeluruh.

Menurut artikel dengan penulis Xin Gaodi di globalleadernews.com , jika ditelusuri lebih jauh, salah satu tokoh utama yang dianggap memicu “kekacauan global” tersebut adalah Xi Jinping, Presiden PKT. Ia disebut menggunakan proyek Belt and Road Initiative (BRI) sebagai kedok untuk membangun jaringan aliansi anti-Amerika di lebih dari 150 negara, secara terbuka mendorong de-dolarisasi, serta mengekspor sistem pengawasan, senjata, model korupsi, jaringan intelijen, dan pengaruh budaya ke negara-negara mitra.

Tulisan itu juga menuduh bahwa di balik konflik seperti perang Rusia-Ukraina dan konflik perbatasan Thailand–Kamboja, terdapat strategi yang dirancang secara hati-hati. Melalui pembelian pengaruh dan infiltrasi, Beijing disebut berusaha menguasai wacana di organisasi internasional seperti United Nations.

Akibatnya, menurut artikel tersebut, pada Januari 2026 pemerintah Amerika Serikat mengumumkan keluar dari 66 organisasi internasional, termasuk 31 badan PBB dan 35 organisasi non-PBB, karena menilai lembaga-lembaga tersebut telah dipengaruhi oleh Tiongkok. Namun langkah ini juga membuat AS menghadapi dilema strategis: keluar dari lembaga yang dianggap telah “terpengaruh”, tetapi juga tidak ingin memberi ruang bagi Tiongkok untuk semakin dominan.

“Belt and Road”: Jaringan Geopolitik Global

Secara resmi, Belt and Road Initiative dipromosikan sebagai proyek kerja sama “saling menguntungkan”. Namun artikel tersebut menilai proyek itu sebenarnya merupakan jaringan geopolitik yang melibatkan lebih dari 150 negara.

Pada 2025, sekitar 146–150 negara telah menandatangani nota kerja sama BRI, meliputi Asia, Eropa, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania—mencakup sekitar 75% populasi dunia dan lebih dari setengah PDB global.

Beberapa contoh pengaruh yang disebut dalam artikel:

Timur Tengah
Melalui pinjaman besar, Tiongkok mempererat hubungan dengan Iran, serta membangun proyek infrastruktur di Syria dan Iraq untuk memperoleh pijakan strategis.

Amerika Selatan
Dengan skema pinjaman berbasis minyak, Tiongkok memperdalam hubungan dengan Venezuela dan menjalin hubungan dengan Argentina serta Bolivia.

Asia Timur
Tiongkok mempertahankan pengaruh kuat terhadap North Korea, serta memperluas pengaruh ekonomi di Mongolia.

Asia Pasifik
Tiongkok memperluas pengaruh di negara pulau Pasifik seperti Solomon Islands, serta membangun kerja sama militer dan ekonomi di Kamboja, Laos, dan Philippines.

Eropa
Melalui diplomasi utang, Tiongkok meningkatkan pengaruh di Hungary, Serbia, dan Greece, termasuk investasi di Pelabuhan Piraeus.

Afrika
Tiongkok mendirikan pangkalan militer di Djibouti, sementara negara seperti Zambia, Kenya, dan Angola disebut menghadapi tekanan hutang.

Asia Tenggara
Tiongkok memperkuat kerja sama militer dan ekonomi dengan Kamboja, yang disebut sebagai sekutu strategis.

Pengaruh di Organisasi Internasional

Artikel tersebut menyebut Beijing menggunakan kombinasi “uang + infiltrasi” untuk memperluas pengaruhnya di organisasi internasional. Metodenya disebut mencakup pendanaan proyek BRI, pemberian keuntungan kepada pejabat tertentu, serta penggunaan organisasi non-pemerintah yang dikendalikan negara (GONGO).

Akibatnya, berbagai lembaga internasional dalam bidang hak asasi manusia, iklim, dan pembangunan berkelanjutan disebut semakin dipengaruhi oleh Tiongkok.

Ekspor Model “Sistem Tiongkok”

Tulisan tersebut juga menuduh Tiongkok mengekspor berbagai model kebijakan ke negara lain, antara lain:

  1. Sistem pengawasan digital seperti jaringan kamera dan pengenalan wajah yang diproduksi oleh perusahaan seperti Hikvision dan Dahua Technology, yang disebut telah diekspor ke puluhan negara.
  2. Penjualan senjata ke negara seperti Myanmar, Pakistan, Iran, dan Kamboja.
  3. Pengaruh elit politik lokal melalui kerja sama ekonomi dan investasi.
  4. Pendirian lebih dari 100 “kantor polisi luar negeri” di sekitar 53 negara.
  5. Promosi lembaga budaya seperti Confucius Institute di berbagai negara.
  6. Diplomasi utang, yang disebut mengikat negara-negara berkembang melalui pinjaman besar.

Upaya De-Dolarisasi

Xi Jinping juga disebut mendorong penggunaan sistem pembayaran lintas batas Cross-Border Interbank Payment System (CIPS) dan memperluas penggunaan mata uang renminbi dalam perdagangan internasional.

Menurut beberapa data yang disebutkan dalam artikel:

  • Sekitar 30–34% perdagangan barang Tiongkok pada 2025 diselesaikan menggunakan yuan.
  • Nilai penyelesaian perdagangan dalam yuan mencapai sekitar 12–13 triliun yuan.
  • Total transaksi lintas batas dalam yuan mencapai sekitar 64 triliun yuan pada 2024.

Artikel tersebut menyebut langkah ini sebagai tantangan terhadap dominasi dolar AS dalam sistem keuangan global.

Kesimpulan Artikel

Artikel tersebut menyimpulkan bahwa berbagai kebijakan Xi Jinping—mulai dari konflik geopolitik, pengaruh di organisasi internasional, diplomasi utang, hingga tantangan terhadap sistem keuangan global—telah memperburuk ketegangan dunia.

Penulis menyatakan bahwa dunia perlu memahami apa yang mereka sebut sebagai “sifat ekspansionis” dari kebijakan tersebut, dan bahwa tanpa respons internasional yang terkoordinasi, ketegangan global dapat terus meningkat.

Judul asli terbit di globalleadernews.com  :  “Xi Jinping adalah salah satu akar dari kekacauan dunia saat ini”

Disunting oleh Yue Yuan

Menteri Perang AS Serukan Rakyat Iran: “Tetap di Rumah, Tunggu Sampai Penindas Dibom Habis” 

EtIndonesia. Dalam pernyataannya pada 5 Maret, Menteri Perang AS Pete Hegseth menyampaikan pesan kepada rakyat Iran:  “Tetaplah di rumah. Kami sedang mengebom orang-orang yang menindas kalian. Tetap tenang dulu, tunggu sampai para penindas itu kami habisi.”

Konferensi pers tersebut digelar di markas CENTCOM di Florida, Amerika Serikat, untuk mengumumkan perkembangan terbaru operasi militer terhadap Iran.

Hegseth mengatakan bahwa serangan balasan Iran terhadap negara-negara di sekitarnya merupakan kesalahan strategis yang serius. Menurutnya, langkah itu tidak berhasil mengisolasi Amerika Serikat, tetapi justru mendorong negara-negara Teluk yang sebelumnya ingin netral untuk lebih dekat ke kubu Amerika.

Ia juga menegaskan bahwa persediaan amunisi militer AS sangat cukup, dan kekuatan serangan yang akan diluncurkan selanjutnya bisa mencapai beberapa kali lipat dari serangan saat ini.

Serangan B-2 dan Target Militer Iran

Satu jam sebelum konferensi pers, militer AS mengerahkan B-2 Spirit, pesawat pengebom siluman, yang menjatuhkan puluhan bom penghancur bunker seberat 2.000 pon untuk menghancurkan peluncur rudal balistik Iran yang tertanam jauh di bawah tanah.

Laksamana Cooper mengkonfirmasi bahwa tujuan strategis militer AS kini telah bergeser menjadi “melumpuhkan secara sistematis industri produksi rudal Iran.”

Dalam 72 jam terakhir, pasukan gabungan telah menyerang sekitar 200 target di wilayah Iran.

Ia mengatakan : “Kami tidak hanya menyerang peralatan yang mereka miliki sekarang, tetapi juga menghancurkan kemampuan mereka untuk membangun kembali.”

Cooper juga menyebut bahwa militer AS menyerang lembaga Iran yang setara dengan Komando Luar Angkasa AS, yang menurutnya melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam warga Amerika.

Pesan kepada rakyat Iran

Mengenai cara melindungi warga sipil selama serangan, Hegseth menyampaikan pesan kepada rakyat Iran agar tidak turun ke jalan untuk melakukan protes.

Ia mengatakan: “Tidak ada yang telah melakukan lebih banyak daripada Presiden Donald Trump untuk menciptakan kembali peluang bagi rakyat Iran yang menginginkan kebebasan.”

Ia menambahkan: “Pada akhirnya, seperti yang sudah ia katakan sejak awal—ini adalah akal sehat. Ketika bom jatuh di Tehran dan tempat lain, jangan keluar untuk berdemonstrasi.”

Hegseth mengatakan bahwa suatu hari nanti Presiden Trump atau rakyat Iran mungkin akan merasa waktunya telah tiba untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan bangkit melawan pemerintah saat ini.

Ia menambahkan: “Kami melakukan banyak hal, begitu juga militer Israel, yang secara khusus menargetkan orang-orang yang menindas para demonstran. Semakin banyak yang Anda lakukan untuk melemahkan kemauan dan kemampuan mereka, semakin besar peluang bagi rakyat untuk berani berdiri melawan.”

Cooper juga menekankan bahwa target prioritas serangan adalah markas dan pemimpin aparat yang menindas demonstran.

Ia mengatakan:  “Saya sepenuhnya setuju dengan pesan Presiden Trump kepada rakyat Iran: tetaplah di rumah, tetap tenang, dan untuk sementara jangan keluar.”

Menurutnya, Amerika Serikat dan Israel telah mengerahkan kekuatan militer besar dan menyerang banyak target, sehingga langkah terbaik bagi rakyat Iran saat ini adalah tetap rendah hati dan tidak keluar rumah.

Reaksi di media sosial

Di platform X (Twitter), beredar video yang memperlihatkan warga Iran berdiri di balkon rumah mereka pada malam hari sambil menyaksikan serangan udara gabungan AS-Israel. Ketika melihat ledakan yang mengenai target, sebagian warga terdengar bersorak “Wow!”, karena menurut mereka rezim yang menindas mereka sedang dihancurkan.

Beberapa pengguna internet memuji operasi tersebut dengan komentar: “Inilah ciri perang di dunia modern: perang tidak ditujukan kepada rakyat. Hanya orang yang pantas mati yang disingkirkan. Menghancurkan para pelaku kejahatan bisa membuat dunia menjadi lebih baik.”

Ada juga yang berkomentar:  “Kota itu terlihat hampir tidak rusak sama sekali, bahkan tidak ada pemadaman lampu. Sepertinya model perang di masa depan akan benar-benar berbeda.”

Sebagian netizen Tiongkok juga menyatakan harapan bahwa rakyat Tiongkok suatu hari nanti juga dapat menyambut kebebasan, dengan menulis:  “Semoga suatu hari nanti setiap rumah yang pernah ikut gerakan kertas putih (2022) juga bisa berdiri di balkon dan bersorak menyaksikan kembang api kebebasan.”

Reporter: Luo Tingting  Editor: Wen Hui – NTDTV.com

Energi Shen Yun Sangat Kuat dan Menggugah Hati — Seorang Profesor : Pertunjukan yang Belum Pernah Dilihat Sebelumnya

0

Etindonesia. Pada 4 Maret 2026 malam, Shen Yun Performing Arts (rombongan Shen Yun New World Company) dari Amerika Serikat menampilkan pertunjukan spektakuler di Steven Tanger Center for the Performing Arts di Greensboro, negara bagian North Carolina, Amerika Serikat. Para penonton mengungkapkan kekaguman mereka, mengatakan bahwa pertunjukan tersebut belum pernah mereka lihat sebelumnya, penuh energi, dan membuat mereka merasa bersemangat serta segar kembali saat meninggalkan teater.

Seorang profesor universitas sekaligus wakil dekan, Corina Van de Pol, mengatakan: “Ini adalah pertunjukan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Perpaduan antara tarian klasik dan berbagai gerakan teknis yang sangat sulit benar-benar luar biasa.”

Sementara itu, seorang pemilik perusahaan, Denice Staley, mengatakan: “Tarian benar-benar yang paling menarik bagi saya. Saat meninggalkan teater, saya merasa sangat bersemangat. Rasanya seperti Anda berada di dalam cerita itu sendiri, dan setelah menonton pertunjukan Anda merasa begitu segar dan bahagia.”

Para penonton juga mengagumi bagaimana Shen Yun menampilkan kedalaman peradaban Tiongkok melalui seni tanpa kata-kata, menghadirkan energi kuat yang membuat tubuh dan pikiran terasa menyenangkan.



Pada 4 Maret 2026 malam, pemilik bisnis Denice Staleyl menyaksikan pertunjukan Shen Yun New World Company di Steven Tangier Center for the Performing Arts di Greensboro, North Carolina. (NTD Television)

Denice Staley mengatakan: “Saya sangat menyukai Shen Yun. Saya datang setiap tahun, jadi ini hampir menjadi tradisi bagi saya. Saya menikmati berdandan rapi dan menonton berbagai jenis budaya serta tarian tradisional Tiongkok. Luar biasa bahwa hanya melalui satu pertunjukan Anda bisa mendapatkan inspirasi dan melihat gambaran kehidupan mereka yang begitu nyata. Ini pengalaman yang sangat unik.”

Corina Van de Pol menambahkan : “Saya merasa belajar banyak tentang budaya tradisional Tiongkok. Hanya dengan memahami sejarah, masyarakatnya, serta melihat berbagai jenis tarian etnis saja sudah sangat menyenangkan.”

Denice Staley juga memuji cara para seniman Shen Yun menyampaikan emosi melalui tarian dan warna.

“Melalui gerakan tubuh dan latar belakang digital yang dinamis, meskipun tanpa sepatah kata pun, mereka bisa menceritakan sebuah kisah. Jadi ya, pertunjukan ini benar-benar datang dari hati.”

Corina Van de Pol mengatakan bahwa ia sangat menyukai irama gerakan serta keindahan lengan baju panjang yang melayang-layang dalam tarian klasik Tiongkok, yang terlihat sangat elegan dan penuh perkembangan artistik.

Denice Staley menambahkan: “Warna-warna, keluwesan gerakan, serta cara mereka menggambarkan cerita tanpa berbicara membuat Anda merasakan sesuatu. Anda benar-benar bisa merasakan energi itu.”

Ia juga mengatakan bahwa energi dalam pertunjukan tersebut sangat hidup dan menyenangkan.

“Energi itu terasa sangat penuh vitalitas. Bahkan jika Anda datang ke teater dengan suasana hati yang kurang baik, Anda akan keluar dengan perasaan luar biasa.”

Selain kesempurnaan artistik, makna spiritual yang terkandung dalam pertunjukan Shen Yun juga membuat para penonton sangat tersentuh dan kagum.

Denice Staley mengatakan: “Itulah inti dari pertunjukan ini. Menampilkan dimensi spiritual sangatlah penting, terutama di masyarakat saat ini. Memahami budaya lain dan makna sebenarnya—baik melalui doa, ajaran, atau bentuk lainnya—dimensi spiritual itu sangat penting. Anda bisa melihatnya dalam pertunjukan dan benar-benar merasakannya.”

Corina Van de Pol mengatakan bahwa salah satu pesan penting dari pertunjukan tersebut adalah melihat ke dalam diri sendiri dan menemukan kekuatan batin.

Ia mencontohkan kisah Sun Wukong (Raja Kera) yang sangat inspiratif: “Ia mengalami perubahan dari dalam dirinya, terus maju dengan berani, dan akhirnya menjadi karakter yang sangat positif.”

Denice Staley juga memuji para seniman Shen Yun: “Saya pikir ini luar biasa. Pertunjukan seni adalah cara yang sangat baik untuk menyampaikan cerita dan benar-benar membantu orang lain.”

Corina Van de Pol mengatakan: “Saya sangat, sangat berterima kasih kepada para seniman Shen Yun atas semua usaha mereka untuk menghadirkan seni yang luar biasa ini.”

Denice Staley menambahkan: “Saya ingin mengatakan kepada para seniman Shen Yun: teruslah melakukan pekerjaan indah ini. Kalian sangat berbakat. Apa yang kalian lakukan tidak dapat dilakukan oleh kebanyakan orang. Kalian benar-benar menceritakan sebuah kisah yang kami semua rasakan, dan kami sangat bersyukur bisa menyaksikannya.”

Reporter: Wen Qian & Annie
Lokasi liputan: Greensboro, North Carolina, Amerika Serikat.

Banjir Bandang Menerjang Buleleng, Bali : 2 Orang  Meninggal Dunia dan 2 Orang Lainnya Masih Hilang

EtIndonesia- Banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Jumat (6/3/2026) pukul 20.00 WITA, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Derasnya aliran air menyebabkan delapan warga terseret arus. Akibatnya dua orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, dan empat orang lainnya berhasil selamat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis bahwa pada Sabtu (7/3), seluruh korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka oleh tim gabungan. 

BPBD Kabupaten Buleleng bersama tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur, seperti Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Buleleng, Tim SAR, Palang Merah Indonesia (PMI), pemerintah desa setempat, serta masyarakat sekitar terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue-SAR) terhadap dua warga yang masih hilang.

Tim gabungan berupaya mencari dua korban yang masih hilang akibat banjir bandang di Desa Banjar, Kacamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Sabtu (7/3). FOTO: BPBD Kabupaten Buleleng

Di samping itu, tim gabungan juga melakukan pembersihan awal material lumpur, tanah, dan sampah pada rumah warga yang terdampak serta pembersihan material longsoran yang sempat menutup akses jalan. BPBD Kabupaten Buleleng telah menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak dan melakukan kaji cepat untuk mengetahui dampak bencana secara menyeluruh.

Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak material lumpur, tanah, dan sampah yang terbawa arus. Hingga saat ini, kerugian materiel masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Tim gabungan berupaya mencari dua korban yang masih hilang akibat banjir bandang di Desa Banjar, Kacamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Sabtu (7/3). FOTO: BPBD Kabupaten Buleleng

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bali masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam dua hari ke depan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah aliran sungai.

Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta langkah mitigasi bencana. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat pemantauan kondisi cuaca dan potensi ancaman bencana, memastikan kesiapan personel dan peralatan penanganan darurat, serta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana.

Tim gabungan berupaya mencari dua korban yang masih hilang akibat banjir bandang di Desa Banjar, Kacamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Sabtu (7/3). FOTO: BPBD Kabupaten Buleleng

Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai dan wilayah perbukitan diimbau untuk tetap waspada, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama. Warga juga disarankan untuk membersihkan saluran drainase, tidak membuang sampah ke sungai, serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD setempat, dan BMKG terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana di wilayahnya. Kesiapsiagaan dan langkah mitigasi sejak dini diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana serta melindungi keselamatan masyarakat. (***)

OJK Nilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga meski Dibayangi Risiko Geopolitik dan Volatilitas Pasar Global

Jakarta, 5 Maret 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang digelar pada 25 Februari 2026, yang hasilnya dipublikasikan Kamis (5/3).

OJK mencatat perekonomian global masih menunjukkan kinerja relatif baik seiring penguatan manufaktur dan pemulihan keyakinan konsumen. Namun, eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah serta fragmentasi geoekonomi, termasuk dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat, menjadi risiko penurunan (downside risk) yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Perekonomian Amerika Serikat pada kuartal IV-2025 tumbuh 1,4 persen secara qtq, jauh di bawah ekspektasi pasar akibat government shutdown dan pelemahan konsumsi. Tekanan inflasi kembali meningkat, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mulai menurun dengan kecenderungan kebijakan higher for longer.

Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 tercatat solid sebesar 5,39 persen (yoy), sehingga keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,11 persen. Inflasi headline meningkat akibat efek basis rendah tahun sebelumnya, sementara Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di zona optimistis meski sedikit melambat.

Pasar Modal Terkoreksi, Investor Baru Terus Bertambah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 27 Februari 2026 ditutup di level 8.235,49 atau terkoreksi 1,13 persen secara month-to-date (mtd) dan 4,76 persen year-to-date (ytd). Rerata Nilai Transaksi Harian saham pada Februari tercatat Rp25,62 triliun, dengan proporsi transaksi investor ritel mencapai 53 persen. Investor asing tercatat net sell Rp0,36 triliun pada Februari, berkurang dibanding Januari yang mencapai Rp9,88 triliun.

Di pasar obligasi, indeks ICBI terapresiasi 0,45 persen (mtd), meski yield SBN rata-rata naik tipis. Investor nonresiden tercatat net sell Rp3,35 triliun di pasar SBN secara mtd.

Meski pasar bergejolak, industri pengelolaan investasi mencatatkan kinerja positif. Nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.115,71 triliun per 26 Februari, naik 1,11 persen (mtd). Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tumbuh 3,55 persen (mtd) menjadi Rp726,26 triliun, didukung net subscription Rp16,09 triliun.

Jumlah investor pasar modal juga bertambah 1,8 juta sejak awal tahun, sehingga total investor mencapai 22,88 juta atau tumbuh 12,34 persen (ytd). Penghimpunan dana korporasi melalui penawaran umum hingga 27 Februari mencapai Rp39,09 triliun dari 32 emisi EBUS.

Dalam rangka penegakan hukum, OJK mengenakan sanksi administratif denda total Rp23,635 miliar kepada 33 pihak atas pelanggaran di pasar modal, termasuk sanksi kepada PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL), PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA), dan PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) beserta penjamin emisi efeknya. OJK juga menjatuhkan sanksi denda Rp11,05 miliar kepada tiga pihak terkait manipulasi perdagangan saham.

Kredit Perbankan Tumbuh 9,96 Persen, Likuiditas Memadai

Intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko terjaga. Pada Januari 2026, kredit tumbuh 9,96 persen (yoy) menjadi Rp8.557 triliun, meningkat dibanding Desember 2025 (9,63 persen). Kredit investasi tumbuh tertinggi 22,38 persen, disusul kredit konsumsi 6,58 persen, dan kredit modal kerja 4,13 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,48 persen (yoy) menjadi Rp10.076 triliun. Likuiditas industri tetap memadai dengan rasio AL/NCD 121,23 persen dan AL/DPK 27,54 persen, di atas threshold. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 25,87 persen, menjadi buffer kuat menghadapi ketidakpastian.

Kualitas kredit terjaga dengan NPL gross 2,14 persen dan NPL net 0,82 persen. OJK juga telah mencabut izin usaha tiga BPR, yakni PT BPR Prima Master Bank (Surabaya), Perumda BPR Bank Cirebon, dan PT Bank Perekonomian Rakyat Kamadana (Bali). Terkait pemberantasan judi online, OJK meminta bank memblokir 32.556 rekening yang terindikasi terkait.

Asuransi dan Dana Pensiun Tumbuh, Pengawasan Khusus Diperketat

Aset industri asuransi pada Januari 2026 mencapai Rp1.214,82 triliun atau naik 5,96 persen (yoy). Premi asuransi komersil terkumpul Rp36,38 triliun, tumbuh 4,67 persen (yoy), dengan rincian premi jiwa terkontraksi 6,15 persen dan premi umum & reasuransi tumbuh 17,92 persen.

Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa tercatat 478,06 persen, sedangkan asuransi umum & reasuransi 323,47 persen, jauh di atas ambang batas 120 persen. Total aset dana pensiun mencapai Rp1.686,11 triliun, tumbuh 11,21 persen (yoy).

OJK tengah mengawasi khusus 7 perusahaan asuransi dan reasuransi serta 7 dana pensiun untuk memperbaiki kondisi keuangan demi kepentingan pemegang polis. Sebanyak 114 dari 143 perusahaan asuransi (79,72 persen) telah memenuhi kewajiban modal minimum tahap pertama tahun 2026.

Pembiayaan dan Fintech: BNPL Tumbuh Tinggi, Risiko Terjaga

Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 0,78 persen (yoy) menjadi Rp508,27 triliun pada Januari 2026, ditopang pembiayaan modal kerja yang naik 10,27 persen. Non Performing Financing (NPF) gross tercatat 2,72 persen.

Pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 71,13 persen (yoy) menjadi Rp12,18 triliun dengan NPF gross 2,77 persen. Outstanding pinjaman online (Pindar) tumbuh 25,52 persen (yoy) menjadi Rp98,54 triliun, dengan tingkat risiko kredit macet (TWP90) 4,38 persen.

OJK mencatat 9 dari 144 perusahaan pembiayaan belum memenuhi modal inti minimum Rp100 miliar, dan 9 dari 95 penyelenggara Pindar belum memenuhi ekuitas minimum Rp12,5 miliar. Seluruhnya telah menyampaikan action plan. Selama Februari 2026, OJK mengenakan sanksi administratif kepada 17 perusahaan pembiayaan, 2 modal ventura, 22 Pindar, 8 pergadaian, dan lainnya.

Aset Kripto dan Inovasi Teknologi: Jumlah Konsumen Tembus 20,7 Juta

Jumlah konsumen aset keuangan digital mencapai 20,70 juta pada Januari 2026, tumbuh 2,56 persen (mtm). Nilai transaksi aset kripto Januari tercatat Rp29,24 triliun, turun 10,53 persen (mtm) seiring penurunan harga aset kripto utama. Transaksi derivatif aset keuangan digital mencapai Rp8,01 triliun.

OJK telah menyetujui perizinan 29 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto, termasuk 1 bursa, 1 kliring, 2 kustodian, dan 25 pedagang. Selain itu, 4 peserta regulatory sandbox dinyatakan lulus uji coba, antara lain PT Indonesia Blockchain Persada (Blocktogo) dengan produk tokenisasi emas GIDR, dan PT Teknologi Gotong Royong (GORO) dengan tokenisasi properti.

Perlindungan Konsumen: IASC Blokir Rp566 Miliar dari Rekening Penipuan

Sepanjang Januari hingga 20 Februari 2026, OJK menyelenggarakan 251 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 299.119 peserta. Melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang beroperasi sejak 22 November 2024, hingga 26 Februari 2026 telah diterima 477.600 laporan penipuan, dengan 436.727 rekening diblokir dan total dana korban yang diblokir mencapai Rp566,1 miliar. IASC juga berhasil mengembalikan Rp167 miliar kepada 1.072 korban.

Satgas PASTI menemukan dan menghentikan 951 entitas pinjol ilegal serta 2 investasi ilegal pada periode 1 Januari–26 Februari 2026. Sejak 2017, total entitas ilegal yang dihentikan mencapai 14.959, terdiri dari 1.884 investasi ilegal, 12.824 pinjol ilegal, dan 251 gadai ilegal.

Arah Kebijakan OJK: Reformasi Pasar Modal dan Penguatan Regulasi

OJK bersama BEI dan KSEI mengakselerasi reformasi struktural pasar modal, termasuk publikasi data pemegang saham di atas 1 persen, granularitas klasifikasi investor, kebijakan free float minimal 15 persen, serta rencana pembentukan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal.

Di sektor perbankan, OJK menerbitkan POJK tentang penggunaan tenaga kerja asing dan PADK tentang teknologi informasi. Sedang disusun RPOJK tentang modal minimum BPR, pelaporan fintech lending, perilaku penyampai informasi sektor jasa keuangan, serta aturan teknis BNPL bagi perusahaan pembiayaan.

OJK juga memperkuat keuangan syariah melalui penyusunan pedoman produk ijarah, IMBT, dan wakalah, serta menggelar Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026. Dalam penegakan hukum, hingga 28 Februari 2026, penyidik OJK telah menyelesaikan 181 perkara dengan 157 perkara telah diputus pengadilan, termasuk penetapan tersangka dan pelimpahan berkas perkara BPR, pasar modal, dan fintech lending.

Bersyukur pada Bulan, Melupakan Matahari

EtIndonesia. Ada sebuah kisah Yahudi yang sederhana namun penuh makna.

Suatu hari, seseorang bertanya kepada seorang pria tua, “Menurut Anda, mana yang lebih penting—matahari atau bulan?”

Pria tua itu berpikir cukup lama, lalu menjawab, “Bulan lebih penting.”

“Mengapa?”

“Karena bulan bersinar di malam hari, saat kita paling membutuhkan cahaya. Sementara siang hari sudah cukup terang, tetapi justru matahari bersinar saat itu,” jawabnya.

Kita mungkin akan tersenyum mendengar jawaban itu dan menganggap sang pria tua keliru. Namun, bukankah dalam kehidupan nyata banyak orang bersikap serupa?

Orang yang setiap hari menjaga dan memperhatikan kita, sering kali kita anggap biasa saja. Namun jika seorang asing melakukan hal yang sama, kita langsung merasa sangat tersentuh. Orang tua, pasangan, keluarga—yang terus memberi dan berkorban—kita anggap itu sudah sewajarnya, bahkan kadang masih kita keluhkan. Tetapi ketika orang luar melakukan kebaikan yang serupa, kita merasa begitu berutang budi dan terharu.

Bukankah ini seperti “bersyukur pada bulan, tetapi mengabaikan matahari”?


Semangkuk Mi yang Menyadarkan

Seorang gadis pernah bertengkar hebat dengan ibunya. Dalam kemarahan, ia membanting pintu dan bersumpah tak akan kembali ke rumah yang ia anggap menyebalkan itu.

Seharian ia berjalan tanpa tujuan. Perutnya keroncongan, tetapi ia tidak membawa uang saku. Rasa gengsi membuatnya enggan pulang untuk makan.

Menjelang malam, ia berhenti di depan sebuah warung mi. Aroma kuah yang hangat menggoda perutnya yang kosong. Ia hanya bisa menelan ludah.

Tiba-tiba sang pemilik warung bertanya ramah, “Nona, mau makan mi?”

Gadis itu menjawab pelan, “Saya mau… tapi saya tidak membawa uang…”

Pemilik warung tertawa kecil. “Tidak apa-apa. Anggap saja malam ini saya yang traktir.”

Gadis itu hampir tak percaya. Ia duduk dan tak lama kemudian semangkuk mi hangat tersaji. Ia makan dengan lahap.

“Pak, Anda baik sekali,” katanya terharu.

“Kenapa begitu?” tanya si pemilik warung.

“Kita tidak saling kenal, tapi Anda begitu baik pada saya. Tidak seperti ibu saya… dia tidak pernah mengerti apa yang saya rasakan. Benar-benar menyebalkan!”

Pemilik warung tersenyum lagi. “Saya hanya memberi kamu semangkuk mi, dan kamu sudah begitu berterima kasih. Ibumu sudah memasakkan makanan untukmu lebih dari dua puluh tahun. Bukankah kamu seharusnya lebih berterima kasih kepadanya?”

Ucapan itu seperti petir yang menyambar kesadarannya. Air matanya langsung mengalir. Ia bahkan tak menghabiskan mi di mangkuknya. Ia berlari pulang.

Di ujung gang rumahnya, ia melihat ibunya berdiri cemas di depan pintu, menoleh ke kiri dan kanan mencari keberadaannya. Hatinya langsung terasa sesak.

Seribu kata maaf ingin ia ucapkan.

Namun sebelum ia sempat berbicara, ibunya sudah mendekat dan berkata dengan nada penuh khawatir, “Kamu dari mana saja seharian ini? Ibu cemas sekali! Ayo masuk, cuci tangan, makan malam sudah siap.”

Malam itu, untuk pertama kalinya ia benar-benar merasakan betapa besar cinta ibunya.


Matahari Selalu Ada

Matahari selalu bersinar, sehingga kita lupa betapa penting cahayanya.
Keluarga selalu ada, sehingga kita lupa betapa hangatnya perhatian mereka.

Orang yang setiap hari dipedulikan justru sering lupa untuk bersyukur. Apakah karena siang sudah terang, lalu matahari dianggap tidak diperlukan?


Renungan

Tulisan ini mungkin sudah sering beredar. Namun bacaan yang sama, dibaca dengan hati yang berbeda, bisa memberi makna yang berbeda pula.

Dalam cerita ini, matahari diibaratkan sebagai orang tua—kasih dan pengorbanan mereka yang terus-menerus. Bulan melambangkan orang luar—mereka yang membantu kita di saat-saat tertentu.

Kita sering menganggap kebaikan orang tua sebagai sesuatu yang wajar. Namun ketika orang lain melakukan hal yang sama, kita merasa sangat terharu.

Mengapa kita bersyukur pada bulan, tetapi mengabaikan matahari?

Itulah sifat manusia. Hubungan darah, kedekatan, dan keterikatan membuat kita merasa semua itu memang sudah seharusnya.

Namun mari kita lihat dari sudut lain.

Jika anak atau orang tua meminta sejumlah uang dalam keadaan mendesak, banyak dari kita akan memberi—bahkan tanpa banyak bertanya. Tetapi jika orang asing datang meminta jumlah yang sama, berapa banyak yang akan langsung memberikannya?

Semakin besar jumlahnya, semakin besar pula perbedaan antara memberi kepada keluarga dan kepada orang luar.

Dalam konteks ini, matahari seperti kasih orang tua yang menyinari kita setiap hari—terus-menerus, tanpa henti. Bulan seperti sahabat atau kerabat yang membantu kita ketika orang tua tidak berada di sisi kita.

Keduanya penting.

Namun kita perlu sadar satu hal: cahaya bulan sejatinya berasal dari matahari. Bulan hanya memantulkan sinarnya.

Begitu pula dalam hidup. Terkadang ada orang lain yang membantu kita, tetapi itu bisa jadi karena menghormati orang tua kita, atau karena nilai-nilai yang ditanamkan keluarga kepada kita.

Maka selain berterima kasih kepada “bulan” yang menerangi malam kita, jangan pernah lupa pada “matahari” yang setiap hari tanpa lelah memberi cahaya dan kehangatan.

Karena tanpa matahari, bulan pun tak akan pernah bersinar. (jhon)