Para Tamu Pernikahan Terkejut Saat Pengantin Wanita Membacakan Pesan Selingkuh dari Tunangannya, Bukannya Sumpah

EtIndonesia. Jika Anda ingin menggagalkan pernikahan Anda sendiri, sebaiknya itu dilakukan karena alasan yang sangat bagus, dan mengetahui bahwa pasangan Anda telah selingkuh adalah alasan yang sangat bagus.

Tentu saja Anda bisa membatalkan semuanya dan putus dengan mereka, tetapi Anda juga bisa memanfaatkan hari besar yang telah Anda rencanakan sejak lama sehingga orang-orang terdekat Anda tidak ragu lagi mengapa semuanya berakhir.

Mengungkap perselingkuhan di depan para tamu pernikahan yang berkumpul adalah langkah yang langka dan dramatis, tetapi hal ini akan memastikan semua orang tahu bahwa Anda telah ditipu dan berakhirnya hubungan bukanlah kesalahan Anda.

Calon pengantin Casey, bukan nama aslinya tetapi nama samaran yang dia gunakan untuk menceritakan kisahnya Tubuh dan Jiwa, tiba-tiba menerima kabar bahwa tunangannya Alex (juga bukan nama sebenarnya) telah berselingkuh dengan wanita lain.

Faktanya, wanita selingkuhan tunangannya yang mengulurkan tangan dan membagikan bukti perselingkuhan tersebut, termasuk foto selfie dan pernyataan perasaan calon suaminya terhadapnya, dengan disertai pesan yang berbunyi: “Saya tidak akan menikah dengannya. Maukah kamu?”

Casey dikirimi serangkaian tangkapan layar percakapan antara Alex dan seorang wanita yang tidak dikenalnya yang memberi tahu dia bahwa pria yang akan dinikahinya telah lama berselingkuh.

“Teks-teks tersebut berasal dari beberapa bulan hingga hanya beberapa hari sebelumnya,” tulis Casey. “Otakku benar-benar tidak bisa memproses apa yang sedang terjadi. Tidak ada keraguan mengenai keaslian pesan-pesan ini. Aku hanya tahu.”

Salah satu pesan dari Alex berbunyi: “Akhir pekan ini. Kamu dan aku. Ini jadi, sayang. Bawa permainan terbaikmu.”

Pesan lainnya berbunyi: “Tubuhmu benar-benar luar biasa. Dan sialan, kamu tahu cara menggunakannya. Aku berharap pacarku punya setengah keterampilan yang kamu miliki.”

Casey membagikan pesan tersebut kepada pengiring pengantinnya yang bereaksi dengan marah dan menyarankan agar dia membatalkan pernikahannya.

Namun, Casey memutuskan untuk melanjutkan upacaranya – semacam itu.

“Saya akan melanjutkan pernikahan seperti yang diharapkan, dan ‘mengeksposnya’ di depan teman dan keluarga kami,” lanjutnya.

Dan itulah yang dia lakukan – keesokan paginya, dia bangun dan bersiap-siap, seolah-olah pernikahannya masih berlangsung, dan menuju ke upacara di mana Alex yang tidak menaruh curiga telah menunggu.

Setelah berjalan menuju Alex, dia mengumumkan: “Tidak akan ada pernikahan hari ini. Tampaknya Alex tidak seperti yang saya kira.”

Ketika para tamu yang terkejut melihatnya, Casey mengeluarkan ponselnya dan ‘membaca setiap pesan’ yang dikirim wanita itu – sebelum memberi tahu teman-teman dan keluarganya yang ketakutan: “Saya mencintai kalian semua dan betapapun buruknya ini, saya senang Anda semuanya ada di sini.

“Tidak akan ada resepsi pernikahan hari ini, tapi yang ada adalah perayaan kejujuran, menemukan cinta sejati dan mengikuti kata hati meski itu menyakitkan.” (yn)

Sumber: ladbible

Xi Jinping Klaim AS Berusaha Membujuk PKT untuk Menyerang Taiwan, Dibantah oleh Amerika Serikat dan Taiwan

NTD

Baru-baru ini media Inggris melaporkan bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping mengatakan kepada pejabat Uni Eropa bahwa Amerika Serikat berusaha membujuk Partai Komunis Tiongkok untuk menyerang Taiwan. Berita tersebut menarik perhatian dari semua lapisan masyarakat. Pada 18 Juni Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan bahwa komunitas internasional sangat jelas mengenai siapa yang ingin mencoba mengubah status quo Selat Taiwan.

Media Inggris “Financial Times” mengutip sumber yang mengetahui masalah ini pada 15 Juni mengatakan bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping mengatakan kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bahwa Washington berusaha membujuk Beijing untuk menyerang Taiwan.

Kepada “Financial Times” sumber mengatakan bahwa Xi Jinping mengeluarkan pernyataan itu ketika dia bertemu dengan Ursula von der Leyen pada April 2023. “Amerika Serikat berusaha menghasut Tiongkok agar menginvasi Taiwan, namun dirinya tidak mau terpancing”, kata Xi Jinping.

Opini publik pun menjadi heboh begitu berita di atas tersebar. Pejabat dari Amerika Serikat dan Taiwan pun bergantian membantahnya.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby dalam tanggapan atas pertanyaan media pada 17 Juni mengatakan : “Pertama-tama saya katakan bahwa itu tidak benar. Sama sekali tidak berdasar”. John Kirby mengaku dirinya tidak tahu bagaimana Xi Jinping bisa berpikir seperti itu. Yang pasti itu tidak benar.”

Pada konferensi pers di hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Matthew Miller juga membantah bahwa pernyataan Xi Jinping “jelas tidak benar”. Miller mengatakan Amerika Serikat telah menjelaskan, termasuk secara langsung ditujukan kepada pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok, bahwa AS masih memberlakukan kebijakan Satu Tiongkok, dan itu pun tidak berubah, juga tidak akan berubah. Bahkan Amerika Serikat akan terus mendesak kedua sisi di Selat Taiwan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.

Pada 18 Juni, Wang Liang Yu, Direktur Urusan Amerika Serikat dari Kementerian Luar Negeri Republik Tiongkok menegaskan dalam konferensi pers rutinnya, bahwa selama ini Republik Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara-negara dengan cita-cita serupa terus mendiskusikan cara untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan secara bersama. Komunitas internasional pun tahu betul dalam beberapa tahun terakhir ini siapa yang terus berdalih dan berusaha mengubah status quo.

Dalam beberapa tahun terakhir, provokasi militer Tiongkok terhadap Taiwan semakin meningkat. Pada  Maret tahun ini, Kementerian Luar Negeri AS menyebutkan bahwa tindakan provokatif yang terus dilakukan Beijing di Selat Taiwan dan tekanan terhadap Taiwan menunjukkan bahwa PKT yang secara sepihak berupaya mengubah status quo Selat Taiwan. (sin)

Lebih 20 Orang Tentara Korut Mendapat Tembakan Peringatan dari Tentara Korsel Karena Melintasi Garis Demarkasi

NTD

Markas Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan bahwa banyak tentara Korea Utara yang menjalankan tugas dalam zona Demiliterisasi (DMZ) antara Korea Utara dengan Selatan menjadi korban ledakan ranjau darat yang ditebar di sana baru-baru ini. Selain itu, pada  Selasa (18 Juni), lebih dari 20 orang tentara Korea Utara yang melintasi Garis Demarkasi Militer (MDL) baru mundur setelah mendapat tembakan peringatan dari tentara Korea Selatan.

Kantor berita Central News Agency mengutip laporan dari Kantor Berita Yonhap memberitakan bahwa, menurut informasi yang diperoleh dari militer Korea Selatan, sejak  April tahun ini sejumlah tentara Korea Utara telah ditugaskan untuk membabat alang-alang, memasang ranjau darat, memperkuat konstruksi jalan taktis, membangun tembok pelindung dan sebagainya guna memperkuat pertahanan perbatasan di wilayah garis depan seperti Garis Batas Utara dalam jarak 2 kilometer sebelah utara Zona Demiliterisasi Militer antara Korea Utara dengan Selatan.

Terdapat puluhan hingga ratusan orang tentara Korea Utara yang melakukan berbagai tugas secara bersamaan di lebih dari 10 wilayah di zona demiliterisasi. Menurut penilaian militer Korea Selatan, militer Korea Utara dapat mengirimkan hingga beberapa ribu orang setiap harinya untuk melakukan berbagai tugas terkait kepentingan militer di zona demiliterisasi.

Seorang pejabat yang terkait dengan Markas Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan kepada media, bahwa beberapa ledakan terjadi selama pemasangan ranjau darat menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan terluka, namun pekerjaan tersebut tetap berjalan.

Keterangan Foto : Pada 11 Juni 2024, di dekat Zona Demiliterisasi di garis pemisah antar Korea Selatan dengan Utara di Paju, seorang tentara Korea Selatan sedang berjaga di dekat fasilitas militer (kanan, kotak hijau) tempat keberadaan sebuah stasiun penyiaran yang dibongkar pada tahun 2018. (Anthony Wallace/AFP/Getty Images)

Militer Korea Selatan juga menyatakan, sekitar pukul 08.30 pagi itu, ada sekitar 20 hingga 30 orang tentara Korea Utara yang semula beroperasi di Zona Demarkasi Militer telah melintasi Garis Demarkasi Militer (MDL) sampai sejauh lebih kurang 20 meter. Akibatnya, militer Korea Selatan mengeluarkan siaran dan melepaskan tembakan peringatan, Saat itu juga tentara Korea Utara segera mundur ke utara, mungkin saja mereka melewati garis tersebut tanpa disadari.

Pada 9 Juni di tempat lain juga terjadi insiden tentara Korea Utara melintasi garis demarkasi dan mereka juga segera mundur setelah penjaga perbatasan Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan.

Keterangan Foto : Desa propaganda Korea Utara, Kaipyeong dapat terlihat dari platform observasi terpadu yang dibangun di dekat DMZ di Paju, Korea Selatan. (Chung Sung-Jun/Getty Images)

Setelah Korea Utara secara sepihak menyatakan pembatalan “Perjanjian Militer 9.19” (September 2018 inter-Korean summit) tahun lalu, Korea Utara memulai kembali pekerjaan bersenjata di garis depan. Pada  Januari tahun ini, Korea Utara menyelesaikan proyek restorasi terhadap pos-pos garis depan dan memasang ranjau darat di sepanjang jalan yang menghubungkan Korea Utara dengan Korea Selatan, seperti Jalur Gyonggui, Jalur Laut Tiongkok Timur, dan Arrowhead Heights. Baru-baru ini, penerangan jalur Tokai di Korea Utara dan fasilitas kereta api juga telah mulai dikerjakan kembali.

Personel militer Korea Selatan lainnya mengatakan, bahwa Korea Utara mungkin bermaksud untuk mengubah garis demarkasi militer menjadi garis perbatasan untuk mencegah warganya membelot. Namun hal tersebut belum dapat dipastikan. (sin)

Mengapa Hiu Putih Besar Tidak Akan Pernah Dipelihara di Akuarium?

EtIndonesia. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hiu putih besar tidak ada di akuarium? Ada alasan yang sangat penting untuk hal ini.

Mengunjungi akuarium bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Anda akan menjumpai berbagai makhluk laut yang menakjubkan seperti lumba-lumba, ubur-ubur, dan penyu besar.

Namun, satu spesies yang tidak akan pernah Anda temukan di akuarium adalah hiu putih besar.

Meskipun ukurannya serupa atau bahkan lebih kecil dari beberapa hewan laut, ada alasan kuat mengapa mereka tidak ditempatkan di akuarium.

Hiu putih besar memerlukan ruang yang luas untuk berenang bebas, sesuatu yang tidak dapat disediakan oleh akuarium.

Mereka cenderung menjadi stres dan sakit di penangkaran.

Oleh karena itu, untuk menjamin kesejahteraannya, hiu putih besar dibiarkan di habitat aslinya, yaitu lautan luas.

Biasanya, hiu putih besar tidak dapat bertahan hidup di penangkaran.

Upaya awal untuk menampung hiu putih besar di akuarium terjadi pada tahun 1955 di Marineland of the Pacific di Los Angeles.

Sayangnya, hiu tersebut hanya bertahan kurang dari sehari.

Sejak saat itu, berbagai upaya lain untuk memelihara hiu putih besar telah dilakukan, namun semuanya gagal.

Hiu putih besar ini harus dilepaskan kembali ke lingkungan alaminya atau mati hanya dalam beberapa hari.

Akuarium Monterey Bay di California mencapai durasi terlama dalam memelihara hiu putih besar, yaitu dua minggu lebih, tepatnya 16 hari.

Namun, upaya memecahkan rekor ini pun berakhir buruk, karena hiu tersebut mati tak lama setelah dilepaskan kembali ke laut.

Jadi, apa yang membuat memelihara hiu putih besar di akuarium begitu menantang?

Pertama, pertimbangkan kebutuhan makanan mereka.

Hiu putih besar adalah hewan karnivora, artinya mereka hanya mengonsumsi daging.

Makanan pilihan mereka meliputi mangsa hidup seperti tuna, pari, dan hiu kecil.

Mereka juga diketahui memakan hewan mati seperti lumba-lumba dan paus.

Selain itu, mereka juga mengonsumsi anjing laut, penyu, berang-berang, dan burung.

Hal ini menciptakan tantangan dan biaya yang signifikan untuk memberi makan mereka di akuarium.

Selain itu, pengunjung akan merasa sedih jika menyaksikan anjing laut hidup dan lumba-lumba diumpankan ke hiu.

Masalah lainnya adalah hiu putih besar terus bergerak.

Mereka tidak bisa berhenti tiba-tiba atau berenang mundur. Mereka harus terus berenang ke depan untuk memudahkan pernapasan.

Air perlu mengalir melalui insang dengan masuk melalui mulut, sehingga memungkinkan mereka menyerap oksigen.

Hal ini memerlukan ruang yang cukup besar.

Hiu putih besar bisa mencapai panjang hingga 6,1 meter, sehingga membutuhkan tangki besar untuk menampung mereka dengan nyaman.

Membangun dan memelihara tangki sebesar itu akan memerlukan sumber daya finansial yang besar.

Selain itu, hiu putih besar umumnya tidak dapat hidup dengan baik di penangkaran.

Seringkali, mereka berhenti makan dan kelaparan.

Sebagaimana dicatat oleh Shark Bookings, yang menyelenggarakan tur menyelam hiu di Afrika Selatan:

“Hiu Putih Besar yang dipelihara di dalam akuarium diketahui akan membenturkan hidungnya ke dinding kaca dan kehilangan nafsu makan.”

“Juga diketahui bahwa mereka menjadi semakin agresif dalam kondisi depresi.”

Mempertimbangkan semua faktor ini, yang terbaik adalah membiarkan Jaws dan rekan-rekannya berkeliaran bebas di lautan luas tempat mereka berkembang biak. (yn)

Sumber: thoughtnova

Waspada!  Hingga Mei 2024,  DBD Meningkat dengan 119.709 Kasus dan 777 Kematian

Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa hingga minggu ke-17 tahun 2024, tercatat 88.593 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Berdasarkan laporan, dari 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, kematian akibat DBD terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 provinsi.

Dikutip dari situs Kemenkes RI, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Pambudi menyampaikan, kemarau diperkirakan akan meningkatkan frekuensi gigitan nyamuk. Sebab, nyamuk akan sering menggigit ketika suhu meningkat.

dr. Imran melanjutkan, kasus DBD di Indonesia mengalami pemendekan siklus, yang mengakibatkan peningkatan Incidence Rate (IR) dan penurunan Case Facility Rate (CFR). Ia menerangkan,  pemendekan siklus tahunan dari 10 tahun menjadi 3 tahun bahkan kurang, yang disebabkan oleh fenomena El Nino. 

Kasus DBD berhasil diturunkan sekitar 35% pada 2023 dan awal 2024. Kendati demikian, pada minggu ke-22 2024, kasus DBD kembali mengalami kenaikan mencapai 119.709 kasus. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan total kasus DBD pada 2023 yang mencapai 114.720 kasus.

Meskipun kasus DBD meningkat, jumlah kasus kematian akibat DBD menunjukkan penurunan. Pada 2023, jumlah kematian akibat DBD mencapai 894 kasus, sedangkan pada 2024 minggu ke-22 terdapat 777 kasus kematian.

Ia mencontohkan penangananan di DKI Jakarta, begitu terdeteksi demam berdarah langsung masuk rumah sakit untuk diopname karena kalau pulang akan susah dilakukan monitoring, Itulah kunci untuk menurunkan case facility rate seminimal mungkin. 

dr. Imran menjelaskan, berdasarkan data distribusi kasus DBD sesuai kelompok umur dalam tiga tahun terakhir, kelompok umur 15 hingga 44 tahun merupakan kelompok yang paling banyak terkena DBD dalam tiga tahun terakhir. Sedangkan, untuk kasus kematian akibat DBD dalam tujuh tahun terakhir, kelompok umur 5 hingga 14 tahun merupakan yang paling rentan.

Pada 2024, terdapat lima kabupaten/kota dengan jumlah kasus DBD tertinggi, yaitu Bandung, Depok, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Sementara itu, terdapat lima kabupaten/kota dengan jumlah kasus dengan IR tertinggi, yaitu Kendari, Gianyar, Kutai Barat, Klongkong, dan Tomohon.

Kasus kematian DBD terbanyak pada 2024 terjadi di lima kabupaten/kota, yaitu Bandung, Klaten, Subang, Kendal, dan Jepara. Sedangkan CFR tertinggi terdapat di lima kabupaten/kota yaitu Tidore Kepulauan, Purworejo, Mandailing, Barru, dan Surakarta.

dr. Imran menyampaikan, Kemenkes melakukan enam strategi nasional penanggulangan dengue sebagai respons kenaikan kasus DBD. Pertama, penguatan manajemen vektor yang efektif, aman, dan berkesinambungan. Kedua, peningkatan akses dan mutu tata laksana dengue.

Ketiga, penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsif. Keempat, peningkatan pelibatan masyarakat yang berkesinambungan. Kelima, penguatan komitmen pemerintah, kebijakan manajemen program, dan kemitraan. Keenam, pengembangan kajian, invensi, inovasi, dan riset sebagai dasar kebijakan dan manajemen program berbasis bukti.

“Yang sangat penting adalah poin kelima dan keenam ini, karena bagaimanapun juga daerah yang mempunyai kendali, dan kepala daerah yang memimpin langsung pemberantasan DBD akan memberikan dampak yang sangat positif,” kata dr. Imran. (Kemenkes RI/asr)

Penata Rambut dengan Ujung Jari Seperti Bola Mengubah Kondisi Langkanya Menjadi Kekuatan

EtIndonesia. Shogo Yoshida, seorang penata rambut muda dari Nagoya, Jepang, menderita penyakit genetik langka yang menyebabkan ujung jarinya membengkak seperti bola ping-pong, namun dia berhasil mengubah cacat fisik ini menjadi sebuah aset.

Yoshida, yang dikenal dengan Bachi Yubi-san (Mr. Drumstick Fingers) di media sosial, mulai menarik perhatian di Jepang pada akhir tahun 2022 dengan memposting foto dan video jari-jarinya yang cacat di media sosial. Tanggapan yang diberikan tidak selalu positif, karena beberapa orang menyebut tangannya ‘kotor’ atau ‘aneh’ dan memarahinya karena mencoba menghasilkan uang dari kecacatannya, namun pemuda Jepang ini sudah terbiasa dengan kritik sejak lama.

Sejak ia didiagnosis mengidap pachydermoperiostosis (PDP), suatu kondisi genetik langka yang menyebabkan ujung jarinya membengkak seperti bola kecil, Shogo Yoshida harus menghadapi ejekan dan tatapan jijik dari teman-temannya, namun seiring bertambahnya usia, dia belajar untuk menerima keunikannya dan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif.

Dalam sebuah wawancara dengan Majalah Oricon, Shogo Yoshida mengatakan bahwa dia dan saudaranya menderita kondisi yang sama dan dia mulai memperhatikan gejalanya saat pubertas. Dia masih duduk di bangku sekolah dasar ketika dia menyadari bahwa bentuk ujung jarinya mulai berubah, namun jari-jarinya mengalami perubahan dramatis pada tahun-tahun berikutnya. Awalnya dia membenci tangannya dan berusaha menyembunyikannya sebisa mungkin, namun seiring berjalannya waktu, dia mulai menerima kondisinya dan menyadari bahwa dia bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang positif.

Saat remaja, Shogo Yoshida mulai menerima bahwa pachydermoperiostosis dan jari-jari stik drumnya adalah bagian dari dirinya, bagian yang harus dia jalani. Tapi dia melakukan lebih dari itu, dia mengubah lemon menjadi limun, seperti yang mereka katakan. Yoshida segera menyadari bahwa keunikan fisiknya membuatnya menonjol, jadi dia mulai memposting foto dan video jari uniknya di media sosial. Dia memperhatikan bahwa rekan-rekan SMA-nya menjadi lebih menerima keburukan dirinya ketika dia mulai membuat lelucon tentang hal itu di sekitar mereka, dan dia pikir dia bisa melakukan hal yang sama secara online.

Ketika dia masih di sekolah menengah pertama, Shogo mengunjungi salon rambut dan tahu itulah yang ingin dia lakukan dalam hidup, tapi ujung jarinya membuat hal itu menjadi sebuah tantangan. Dia tidak bisa memakai sarung tangan biasa, bahkan tidak bisa memegang gunting dengan benar, atau memegang alat pengeriting rambut. Dia harus bekerja ekstra keras untuk berhasil dalam bisnis ini, namun dia senang melakukannya, dan pada akhirnya, kecacatannya terbukti menjadi sebuah aset.

“Bahkan ketika saya menjadi asisten di salon rambut, saya sering dipuji atas betapa nikmatnya pijatan di kepala,” kata Yoshida. “Juga, orang-orang bisa dengan mudah mengenaliku, seperti, ‘Pria yang punya jari-jari itu,’ atau ‘Dia pandai memijat.’ Bahkan sekarang aku sudah menjadi penata rambut, merupakan sebuah keuntungan besar jika orang-orang bisa mengingatku karena fisikku karakteristik.”

@bachiyubisan ⁡ ヘッドスパと他メニューの組み合わせが人気です。 美容院での施術の『ついで』に頭を揉むのもあり。 ヘッドスパをメニューの『メイン』にするのもあり。 自分に合った頭皮ケアを。 ———————————- 昔はコンプレックスだった、『肥厚性皮膚骨膜症』の症状である『バチ指』。これを逆手に取り、様々な事にチャレンジしてます。『バチ指でめちゃくちゃ遊ぶ男』です。 (バチ指ヘッドスパや他メニューのネット予約のリンクはインスタのハイライトにございます。) ⁡ #バチ指 #バチ指美容師 #handihand #バチ指ヘッドスパ  #vlog #バチ指ネイル #頭浸浴 #Handihand #ASMR #ヘッドスパ #名古屋ヘッドスパ #vlog ⁡#おすすめ #名古屋美容師 #ヘッドスパマッサージ #プレゼント ♬ Chopin Nocturne No. 2 Piano Playing – moshimo sound design

Mengambil persona Bachi Yubi-san di media sosial, Shogo Yoshida terus-menerus menggunakan ujung jarinya yang bulat untuk mempromosikan dirinya, baik dengan memfilmkan dirinya sedang memberikan pijatan kulit kepala yang menenangkan kepada klien atau mengecat kuku jarinya yang besar. Meski terkadang dia dikritik karena menghasilkan uang dengan mempromosikan disabilitasnya, Yoshida tidak peduli, sama seperti orang lain yang menggunakan aset terbaiknya untuk mempromosikan dirinya, dia pun melakukan hal tersebut.

Terkenal di media sosial karena ujung jarinya yang unik, Bachi Yubi-san kini menjadi salah satu penata rambut paling dicari di Nagoya, dengan banyak orang yang mengantri untuk mendapatkan pijatan kulit kepala dengan ujung jari berbentuk bola tersebut. (yn)

Sumber: odditycentral

Makanan Super Ini Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan dan Mencegah Penyakit Jantung

EtIndonesia. Telur telah lama menjadi bahan perdebatan di kalangan pakar kesehatan, dan beberapa orang menyatakan bahwa telur adalah neraka bagi jantung.

Namun, penelitian menghilangkan anggapan bahwa telur berbahaya bagi sistem kardiovaskular dan bahkan menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan super ini dalam dosis harian bisa memberikan manfaat yang lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Hasil penelitian skala besar terhadap hampir setengah juta orang di Tiongkok selama sembilan tahun menemukan bahwa mereka yang makan hingga satu butir telur per hari memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke.

Prof. Nita Forouhi dari Universitas Cambridge menjelaskan: “Pesan penting dari penelitian ini adalah, setidaknya, mengonsumsi satu butir telur sehari tidak terkait dengan peningkatan risiko kardiovaskular, dan paling tidak, mengonsumsi satu butir telur per hari bahkan mungkin memiliki manfaat kesehatan.”

Pada abad ke-21, telur sudah tidak lagi disukai karena adanya laporan mengenai efek negatifnya terhadap kolesterol dan perubahan kebiasaan makan, yang menyebabkan banyak orang menukar telur dengan smoothies, kecuali kelompok penggila telur yang mengonsumsi telur rebus setiap hari dalam upaya menurunkan berat badan.

Berbiaya rendah dan rendah kalori, sebutir telur berukuran rata-rata mengandung sekitar 6 hingga 7 gram protein.

Menurut penulis dan spesialis dr. Federica Amati, kebutuhan protein kita berubah seiring bertambahnya usia, dan telur adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dia menjelaskan bahwa setelah usia 40 tahun: “Biasanya, kita menjadi lebih resisten terhadap insulin. Dan insulin adalah hormon yang sangat penting untuk penyerapan semua nutrisi ke dalam sel, itulah sebabnya ada rekomendasi untuk mengonsumsi lebih banyak protein untuk orang dewasa yang lebih tua.”

Amati menekankan pentingnya makanan padat nutrisi pada setiap usia, terutama di kalangan lansia, yang lebih menderita akibat dehidrasi dan malnutrisi.

Pola makan kaya protein juga dikaitkan dengan penurunan berat badan, karena telur terbukti meningkatkan rasa kenyang, mengurangi keinginan untuk makan berlebihan, terutama bila dikonsumsi saat sarapan.

Ian Marber, seorang terapis nutrisi, mengatakan kepada The Times: “Telur adalah sumber protein yang baik, yang membuat Anda kenyang, dan mengandung asam amino, asam lemak omega 3, vitamin D dan B12. Mereka juga secara alami merupakan sumber kolin yang baik, yang diperlukan untuk transmisi sinyal saraf, serta lutein dan zeaxanthin yang membantu melindungi mata kita seiring bertambahnya usia.”

Lutein dan zeaxanthin, yang ditemukan dalam kuning telur ayam, telah terbukti mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula, penyebab utama kebutaan pada orang berusia 55 tahun ke atas, sedangkan putih telur mengandung asam amino prolin, yang dibutuhkan tubuh menghasilkan kolagen.

Rendah lemak jenuhnya, telur juga merupakan sumber Riboflavin, zat besi, seng, fosfor, folat, dan kolin yang sangat baik. (yn)

Sumber:nypost

Pernyataan Bersama The Epoch Times dan NTD Television

Selama lebih dari dua dekade, The Epoch Times dan NTD Television telah berada di garis depan dalam mengungkap kekejaman hak asasi manusia rezim komunis Tiongkok, propaganda beracun dan pengaruh jahatnya di panggung global.

Ketika kami melanjutkan misi kritis ini, beberapa outlet berita telah menggunakan laporan tentang dugaan kesalahan mantan direktur keuangan kami (Chief Financial Officer -CFO) sebagai kesempatan untuk menggambarkan The Epoch Times secara keseluruhan dengan cara yang salah. Lebih mengerikan lagi, berbagai laporan ini telah menjelek-jelekkan Falun Gong, keyakinan para pendiri kami.

Tuduhan kesalahan yang dilakukan oleh satu orang tidak mewakili seluruh staf atau seluruh organisasi, dan pada kenyataannya, tindakan yang dituduhkan itu bertentangan dengan standar dan budaya organisasi kami, dan realitas rekam jejak kami. Selain itu, tindakan yang dituduhkan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Falun Gong dan sama sekali tidak mencerminkan praktik spiritual tersebut.

Sesat pikir yang saat ini dipromosikan oleh outlet berita lain mirip dengan menyerang seluruh Iman Kristen atas tuduhan kesalahan terhadap satu karyawan di sebuah perusahaan yang didirikan oleh Umat Kristen, sementara pada saat yang sama mengutuk perusahaan itu.

Beberapa media telah melangkah lebih jauh dengan mencari entitas lain yang didirikan oleh praktisi Falun Gong, seperti Shen Yun Performing Arts – sebuah perusahaan seni pertunjukan independen – dan merekayasa hubungan yang salah dengan cerita ini.

Epoch Times dan NTD Television didirikan secara independen oleh beberapa praktisi Falun Gong pada awal 2000-an sebagai tanggapan atas kebrutalan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Tiongkok.

Falun Gong adalah sebuah disiplin spiritual kuno yang berfokus pada prinsip-prinsip utama Sejati-Baik-Sabar , dan mereka yang berlatih telah dianiaya dengan kejam oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) sejak tahun 1999. Rezim ini telah mempekerjakan lebih dari sepuluh ribu media di seluruh Tiongkok untuk menjelek-jelekkan mereka.

Ketika The Epoch Times dan NTD Television didirikan, kami disponsori melalui donasi dari para praktisi Falun Gong. Selama lebih dari dua dekade, kami hampir berdiri sendiri dalam upaya kami untuk mengekspos rezim Tiongkok, pelanggaran hak asasi manusianya, dan upayanya untuk menyusup dan menumbangkan negara-negara di seluruh dunia. Namun, kami telah melakukannya tanpa dukungan finansial dari pemerintah atau perusahaan mana pun. Sebaliknya, kami sekarang didukung melalui para pelanggan kami.

Banyak staf utama kami berasal dari Tiongkok dan memiliki pengetahuan langsung selama puluhan tahun tentang kejahatan dan cara kerja PKT. Ini adalah landasan dari misi editorial kami untuk mengekspos hal ini kepada dunia, terlepas dari pengaruh global PKT. Sebagai contoh, pada tahun 2006, media kami pertama kali mengekspos bahwa PKT membunuh para tahanan hati nurani, terutama para praktisi Falun Gong, untuk mengambil organ tubuh mereka guna membangun industri transplantasi organ tubuh besar-besaran yang dikelola oleh negara. Sebagian besar organisasi media Barat lainnya telah gagal melaporkan hal ini.

Kenyataannya adalah bahwa PKT hanya takut pada The Epoch Times dan NTD Television di antara semua media di seluruh dunia

Para pendiri kami datang ke Amerika Serikat untuk melarikan diri dari penganiayaan, dan mereka sangat menghargai apa yang diperjuangkan oleh Amerika. Kami selalu merayakan nilai-nilai Amerika sambil membunyikan alarm tentang upaya terus menerus PKT untuk merongrong Amerika.

Kami tetap berkomitmen untuk memberikan laporan yang benar kepada para pembaca kami yang mematuhi standar tertinggi jurnalisme etis, dan kami tetap berkomitmen untuk mengekspos PKT dan kampanye penganiayaannya di seluruh dunia – termasuk di Amerika Serikat – pada saat yang sangat krusial dalam sejarah ini.

Kami berterima kasih kepada semua pembaca dan pendukung kami, dan kami tidak menganggap remeh kepercayaan yang Anda berikan kepada kami. Anda adalah alasan kami berjuang setiap hari untuk membawa kebenaran dan harapan ke dunia yang kacau, dan kami tahu bahwa kami berhutang kesuksesan kami kepada Anda semua.

SIPRI : Tiongkok Terus Mengekspansi Persenjataan Nuklirnya Melebihi Kecepatan Negara Lain

Laporan terbaru : Ekspansi senjata nuklir Tiongkok melebihi negara lain

NTD

Pada  Minggu (16 Juni) Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (Stockholm International Peace Research Institute. SIPRI) di Swedia merilis laporan tahunan yang menyatakan bahwa Tiongkok terus memperluas persenjataan nuklirnya, tidak hanya lebih cepat dibandingkan negara-negara lain, tetapi juga untuk pertama kalinya menempatkan hulu ledak nuklir miliknya pada level “siaga tempur tingkat tinggi”.

Laporan memperkirakan jumlah hulu ledak di persenjataan nuklir Tiongkok telah meningkat dari 410 pada Januari 2023 menjadi 500 pada  Januari 2024, dan mungkin masih terus bertambah.

Laporan menyebutkan bahwa meskipun jumlah persediaan senjata nuklir Tiongkok masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Rusia, berdasarkan perkembangan, Tiongkok mungkin akan memperluas jumlah rudal balistik antarbenua dalam dekade berikutnya, dan bahkan melampaui Amerika Serikat dan Rusia. 

Menurut data yang ada, jumlah hulu ledak nuklir di dunia diperkirakan mencapai 12.121 unit per Januari tahun ini, dimana 2.536 di antaranya telah dinonaktifkan tetapi tidak sepenuhnya dibongkar selama Perang Dingin. Selain itu ada 3.904 hulu ledak nuklir yang masih terpasang pada rudal dan pesawat, dan sekitar 2.100 buah hulu ledak berada pada level “siaga tempur tingkat tinggi”.

Laporan juga menyebutkan bahwa hampir semua hulu ledak yang ditempatkan dalam level “siaga tempur tingkat tinggi” adalah milik Amerika Serikat dan Rusia. Namun, ini adalah pertama kalinya Tiongkok menempatkan sejumlah kecil hulu ledak nuklirnya yang dipasang pada rudal sebagai hulu ledak level “siaga tempur tingkat tinggi” selama masa damai alias tidak ada peperangan.

Mantan Sekretaris Partai di Tibet Wu Yingjie dipecat, dunia luar berfokus pada dua hal

Wu Yingjie, mantan wakil ketua eksekutif Partai Komunis Tiongkok dan sekretaris partai Daerah Otonomi Tibet, diberitahu oleh Komisi Pusat Inspeksi Disiplin pada 16 Juni bahwa dirinya sedang diselidiki atas dugaan “pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum”. Dengan demikian ia menjadi kader pimpinan pusat ke-33 yang akan diperiksa pada tahun 2024.

Komisi Pusat Inspeksi Disiplin tidak merinci keterlibatan Wu Yingjie, namun karena dia cukup lama bertugas di Tibet, dan sudah 2 tahun pensiun, jadi berita tersebut menarik perhatian masyarakat.

Wu Yingjie yang pernah terlibat dalam penganiayaan Falun Gong, mendapat sanksi dari Amerika Serikat.

Menurut Minghui.org, ketika Wu Yingjie menjabat sebagai sekretaris Komite Partai Tibet dari tahun 2016 hingga 2021, praktisi Falun Gong setempat dianiaya dengan kejam. Dia terdaftar sebagai orang utama yang bertanggung jawab setidaknya terhadap 2 kasus penganiayaan Falun Gong.

Pada 9 Desember 2022, menjelang Hari Hak Asasi Manusia Internasional, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan pengenaan sanksi terhadap 65 individu dan entitas Tiongkok, termasuk Wu Yingjie, dan Zhang Hongbo, Direktur Kepala Keamanan Publik Tibet.

Komentator independen Cai Shenkun mengatakan di platform “X” hari itu bahwa Wu Yingjie diketahui memiliki hubungan dengan Hu Chunhua, Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok.

Hu Chunhua dianggap sebagai panji terakhir dari faksi Liga Pemuda Tiongkok, ia juga seorang penerus yang ditunjuk oleh Hu Jintao. Lantaran pernah selama 2 kali bertugas di Tibet sehingga ia memiliki ikatan emosional dengan Tibet.

Cai Shenkun percaya bahwa kasus dugaan pelanggaran disiplin yang menimpa Wu Yingjie itu bertalian dengan tujuan pihak penguasa ingin menutup kesempatan bagi  Hu Chunhua untuk muncul kembali di atas panggung politik. (sin)

8 Orang Wanita di Henan, Tiongkok  yang Naik Truk Pendingin Semuanya Tewas

Pada Sabtu (15 Juni), sebuah truk pendingin milik perusahaan di Ye County, Provinsi Henan yang secara ilegal membawa 8 orang penumpang yang semuanya wanita mengalami mati lemas meskipun perjalanan hanya memakan waktu 20-an menit. Menurut orang dalam, kedelapan orang yang tewas itu bekerja di perusahaan yang sama

oleh Luo Tingting – NTD

Pada 15 Juni, sebuah truk pendingin milik perusahaan di Ye County, Provinsi Henan secara ilegal mengangkut 8 orang penumpang wanita satu tempat kerja yang semuanya mengalami mati lemas. Kejadian tersebut menarik perhatian masyarakat.

Seorang anggota staf pemerintah setempat mengatakan kepada reporter “China News Weekly” bahwa kedelapan orang wanita itu semuanya adalah penduduk Desa Hongzhuangyang, Henan.

Seorang anggota staf Komite Desa Caolicun mengatakan : “Mereka semua bekerja di pabrik pengemasan daging sapi. Saksi mata mengatakan bahwa masih ada beberapa daging sapi yang didinginkan dan es kering dalam box truk pendingin tersebut”.

Staf mengatakan bahwa di antara 8 korban, yang termuda berusia 40-an tahun dan yang tertua berusia 50-an tahun. Mereka semua mempunyai anak, yang bungsu sudah remaja dan yang tertua sudah kuliah.

“Setahu saya, mereka pergi bekerja setiap pagi dengan mengendarai motor listrik masing-masing ke SPBU yang berjarak sekitar satu kilometer dari desa. Bos mereka biasanya mengirim kendaraan untuk menjemput mereka menuju tempat kerja. Dan begitu pula bos mengirim kendaraan untuk menghantar mereka ke SPBU tersebut setelah pulang kerja”. Hal itu dilakukan karena di malam hari tidak ada lagi shuttle bus menuju desa yang beroperasi.

Seorang penduduk desa lain yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya kedelapan orang tersebut kembali ke desa dengan naik truk pendingin, hanya saja selama ini tidak terjadi apa apa. Padahal Ye County relatif dekat dengan desa, perjalanan dengan kendaraan paling memakan waktu sekitar 20 menit.

Mengenai alasan tewasnya kedelapan orang wanita tersebut, seorang blogger penyelamat senior menjelaskan bahwa jika 8 orang tersebut berada dalam ruang tertutup yang begitu kecil, mereka bisa kehilangan kesadaran karena konsentrasi karbon dioksida yang tinggi. “Selama proses tersebut, orang yang bersangkutan akan merasa sangat mengantuk, kemudian  hilang kesadaran”.

Kejadian tragis ini pun menyedot perhatian. Beberapa netizen mengatakan : “Masih juga membawa es kering. Begitu menguap es kering dapat membentuk karbon dioksida. Selain itu, ruangnya tertutup, pernapasan manusia juga menghasilkan karbon dioksida. Jadi orang bisa mati lemas karena konsentrasi karbon dioksida yang berlebihan.”

Ada juga netizen mengatakan : “Jika perjalanan cuma memakan waktu 20 menit, jadi dugaan kemungkinan mati lemas karena es kering yang menyebabkan peningkatan pesat karbon dioksida. Kalau hanya karena kekurangan oksigen, rasanya tidak akan mati lemas secepat itu, karena mereka sudah terbiasa pulang pergi setiap hari seperti itu. Tentu saja, truk pendingin tidak untuk mengangkut penumpang dalam box truk. Tetapi selalu ada saja orang yang coba-coba melanggarnya, dan baru jera setelah jatuh korban”.

Beberapa netizen mengatakan : “Ini juga merupakan masalah sosial, merupakan cerminan dari besarnya tekanan hidup yang dihadapi masyarakat. Mereka terdesak untuk mencari nafkah, mencari uang untuk menutupi kebutuhan keluarga, atas desakan itu mereka melakukan hal-hal yang melanggar peraturan. Dan inilah kesedihan yang dialami lapisan masyarakat bawah.” (sin)

KTT Ukraina Menyaksikan Jalan Sulit Menuju Perdamaian Sebagai Jalan ke Depan yang Tidak Pasti

Reuters

BUERGENSTOCK, Swiss—–Pada Minggu, kekuatan Barat dan sekutu-sekutunya pada KTT di Swiss mengecam invasi Rusia ke Ukraina, namun kekuatan Barat dan sekutu-sekutunya gagal membujuk negara-negara non-blok untuk menyetujui pernyataan akhir mereka, dan tidak ada negara yang bersedia menjadi tuan rumah lanjutannya.

Lebih dari 90 negara menghadiri pembicaraan selama dua hari di sebuah resor di Alpen Swiss atas perintah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang disebut sebagai “KTT perdamaian” meskipun Moskow tidak diundang.

Rusia mencemooh KTT itu dari jauh. Keputusan Tiongkok untuk tidak melakukan apa pun tetapi yakin bahwa KTT itu akan gagal mencapai tujuan Ukraina untuk membujuk negara-negara besar dari “Selatan global” untuk ikut mengisolasi Rusia.

Brazil hadir hanya sebagai “pengamat.” Dan pada akhirnya, India, Indonesia, Meksiko, Arab Saudi, dan Afrika Selatan semuanya tidak menandatangani komunike KTT tersebut, meskipun beberapa isu kontroversial dihilangkan dengan harapan untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas.

Meski begitu, KTT tersebut memberikan Kyiv sebuah kesempatan untuk menunjukkan dukungan dari sekutu Barat kepada Kyiv yang mengatakan bahwa Kyiv perlu terus-menerus berjuang melawan sebuah musuh yang jauh lebih besar.

“Kami menanggapi invasi besar-besaran oleh Rusia ke Ukraina tidak hanya dengan pertahanan skala-penuh terhadap kehidupan manusia, tetapi juga dengan pertahanan skala-penuh terhadap diplomasi,” kata Volodymyr Zelenskyy.

Para pemimpin termasuk Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris, Kanselir Jerman Olaf Scholz, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berkumpul di resor puncak gunung Buergenstock. Presiden Amerika Serikat Joe Biden, berada di Eropa untuk acara-acara lain minggu lalu, tidak menghadiri KTT tersebut meskipun ada undangan publik dari Volodymyr Zelenskyy.

Garis-garis depan di Ukraina hampir tidak bergerak sejak akhir tahun 2022, meskipun puluhan ribu orang tewas di kedua belah pihak dalam perang parit perlindungan yang tiada henti, pertempuran yang paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Dalam pidato penutupnya, Presiden Swiss Viola Amherd memperingatkan bahwa “jalan masa depan masih panjang dan menantang.”

Rusia, seperti yang telah terjadi selama berminggu-minggu, mengejek KTT tersebut.

“Tidak ada satu pun peserta ‘forum perdamaian’ yang mengetahui apa yang ia lakukan di sana dan apa perannya ia di sana,” kata Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia dan sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia.

‘Segala Sesuatunya Tidak Bisa Terus Seperti Ini’

Setelah keberhasilan awal Ukraina yang membuat Kyiv berhasil menghalau serangan terhadap ibukota dan merebut kembali wilayah pada tahun pertama perang, upaya serangan balasan besar Ukraina yang menggunakan tank-tank sumbangan Barat adalah gagal tahun lalu. Pasukan Rusia masih menguasai seperlima wilayah Ukraina dan sekali lagi mengalami kemajuan, meskipun secara perlahan. Tidak ada pembicaraan-pembicaraan damai diselenggarakan selama lebih dari dua tahun.

“Kami tahu bahwa perdamaian di Ukraina tidak akan tercapai dalam satu langkah, melainkan sebuah  perjalanan,” kata Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, menyerukan “kesabaran dan tekad.”

“Itu bukanlah perundingan damai karena [Presiden Rusia] Vladimir Putin tidak serius untuk mengakhiri perang tersebut, Vladimir Putin bersikeras Ukraina menyerah, Vladimir Putin bersikeras Ukraina menyerahkan wilayahnya–—bahkan wilayah yang saat ini tidak diduduki Rusia.”

Karena tidak ada jalan yang jelas untuk mengakhiri perang, Volodymyr Zelenskyy menekankan isu-isu praktis, seperti keselamatan nuklir dan pengamanan pasokan makanan dari Ukraina, salah satu eksportir biji-bijian terbesar di dunia.

Deklarasi akhir KTT tersebut menyerukan Ukraina mengendalikan wilayah pembangkit nuklir Zaporizhzhia dan pelabuhan Laut Azov milik Ukraina dipulihkan. Tetapi sejalan dengan tujuan-tujuan KTT yang lebih sederhana, isu-isu yang lebih sulit dihilangkan, yaitu seperti apa penyelesaian pasca-perang bagi Ukraina, apakah Ukraina bisa bergabung dengan aliansi NATO, atau bagaimana penarikan pasukan dari kedua belah pihak mungkin berhasil.

“Semakin banyak sekutu yang mengatakan ‘Segala sesuatunya tidak bisa terus seperti ini’, ‘Ini sudah keterlaluan’, ‘Ini sudah melampaui batas’, yang juga meningkatkan tekanan moral pada Federasi Rusia,” kata Kanselir Austria Karl Nehammer.

Ketika pembicaraan-pembicaraan pada hari Minggu beralih ke isu-isu ketahanan pangan dan tenaga nuklir, beberapa pemimpin pergi lebih awal.

Tidak ada negara yang bersedia menjadi tuan rumah pertemuan seperti itu lagi, di mana Arab Saudi bersikap diam luar biasa, di mana Arab Saudi diperdebatkan sebagai kemungkinan tuan rumah pertemuan di masa depan. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan Kerajaan Arab Saudi siap membantu proses perdamaian namun penyelesaian yang layak akan bergantung pada “kompromi-kompromi yang sulit.”

Sejak perundingan damai awal pada bulan-bulan pertama setelah invasi bulan Februari 2022, Ukraina secara konsisten menuntut Rusia menarik diri dari seluruh wilayahnya, sementara  Moskow menuntut pengakuan atas kekuasaannya terhadap wilayah yang ditaklukkan oleh pasukannya.

Minggu lalu, dalam sambutannya yang jelas-jelas ditujukan pada KTT tersebut, Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak akan menghentikan perang sampai Kiev menarik seluruh pasukannya dari empat provinsi yang hanya dikuasai sebagian oleh Moskow dan diklaim telah dicaplok oleh Moskow.

Kyiv dengan cepat mengecam hal itu sebagai tuntutan untuk menyerah.

“Tentu saja kami…memahami dengan sempurna bahwa akan tiba waktunya perlu untuk berbicara dengan Rusia,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.

“Tetapi posisi kami sangat jelas: Kami tidak akan membiarkan Rusia berbicara dalam bahasa ultimatum seperti yang diucapkan sekarang.”

Para pemimpin Barat di KTT tersebut mendukung penolakan Kyiv untuk melakukan negosiasi dalam ketentuan seperti itu.

“Membingungkan perdamaian dengan penaklukan akan menjadi preseden yang berbahaya bagi setiap orang,” kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. (Vv)

Para Pemimpin G7 Mengutuk Praktek Perdagangan Tidak Adil yang Dilakukan Tiongkok dan Dukungan Tiongkok kepada Rusia

Negara-negara G7 berjanji untuk terus ‘mengambil tindakan terhadap aktor di Tiongkok yang secara signifikan membantu mesin perang Rusia

PUGLIA, Italia—Para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) berjanji pada 14 Juni untuk mengatasi  praktik perdagangan tidak adil yang dilakukan Tiongkok dan dukungan Tiongkok kepada upay militer Rusia. Pernyataan KTT tersebut menandai perubahan signifikan dari pernyataan-pernyataan sebelumnya yang mencerminkan sikap lebih tegas terhadap Tiongkok.

Para pemimpin G7 menyatakan “keprihatinan yang mendalam” atas dukungan Beijing terhadap dasar  industri pertahanan Rusia, menyatakan bahwa hal itu memungkinkan perang ilegal Rusia di Ukraina.

“Kami menyerukan Tiongkok untuk menghentikan transfer bahan-bahan yang memiliki kegunaan ganda, termasuk komponen-komponen dan perlengkapan persenjataan yang menjadi masukan bagi sektor pertahanan Rusia,” demikian bunyi komunike KTT itu.

Para pemimpin G7 juga berjanji untuk terus-menerus “mengambil tindakan melawan aktor-aktor di Tiongkok” yang secara bermakna membantu mesin perang Rusia, termasuk bank-bank dan entitas-entitas lainnya yang “memfasilitasi Rusia untuk memperoleh barang-barang untuk dasar industri pertahanan Rusia.”

Masalah besar lainnya yang dibahas pada KTT ini adalah masalah kelebihan kapasitas Tiongkok. Dalam komunike tersebut, para pemimpin mengatakan “kebijakan-kebijakan dan praktik-praktik non-pasar” Tiongkok melemahkan “pekerja, industri, dan ketahanan ekonomi dan keamanan” di negara-negara G7.

“Kami akan memperkuat upaya-upaya diplomatik dan kerja sama internasional, termasuk di Organisasi Perdagangan Dunia, untuk mendorong praktik yang adil dan membangun ketangguhan terhadap pemaksaan ekonomi,” kata rancangan komunike tersebut.

“Kami akan terus-menerus mengambil tindakan-tindakan, jika diperlukan dan sesuai, untuk melindungi para pekerja dan bisnis-bisnis kita dari praktik yang tidak adil, untuk menyamakan kedudukan dan memperbaiki kerusakan yang berkelanjutan.”

Taktik-taktik berbahaya yang dilakukan Tiongkok yang melemahkan aturan dan norma internasional, khususnya masalah kelebihan kapasitas industri yang terjadi baru-baru ini, menjadi fokus utama KTT tahun ini.

Perusahaan Tiongkok dengan cepat merebut pangsa pasar di industri-industri strategis seperti panel surya, turbin angin, baja, dan kendaraan listrik. Baru-baru ini, pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah negara-negara Eropa telah menyatakan kekhawatirannya mengenai kelebihan kapasitas Tiongkok, yang sebagian besar didorong oleh subsidi-subsidi pemerintah yang besar. Pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah negara-negara Eropa prihatin mengenai masalah kelebihan kapasitas yang berdampak pada pengembangan dan inovasi industri di negara-negara lain.

“Kami selanjutnya menyerukan Tiongkok untuk menahan diri dalam mengadopsi langkah-langkah pengendalian ekspor, khususnya pada mineral-mineral penting, yang dapat menyebabkan gangguan rantai pasokan global yang bermakna,” kata rancangan komunike itu.

Para pemimpin juga menyampaikan keprihatinan mengenai situasi hak asasi manusia di Tiongkok, khususnya praktik-praktik kerja paksa di Tibet dan Xinjiang, serta penindasan otonomi di Hong Kong oleh Beijing.

“Ekspansi persenjataan nuklir Tiongkok yang semakin cepat dan tidak jelas” adalah sumber kekhawatiran lain yang dinyatakan dalam rancangan komunike itu.

Seperti komunike tahun lalu, para pemimpin G7 menegaskan kembali pentingnya “perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan” dan mendesak resolusi damai untuk permasalahan lintas selat. Para pemimpin G7 juga menyatakan keprihatinan serius mengenai situasi di Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan dan menggarisbawahi penolakan mereka yang kuat terhadap “setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan.”

“Lebih jelas lagi bahwa ambisi Presiden Xi Jinping adalah memulihkan dominasi Tiongkok setidaknya di Indo-Pasifik dan mungkin di luarnya,” kata seorang pejabat pemerintahan kepada para wartawan melalui panggilan telepon pada 14 Juni. “Dan upaya tersebut adalah paling berhasil berlangsung melalui sebuah upaya membangun keunggulan ekonomi dan teknologi.”

“Tindakan-tindakan Tiongkok untuk mendukung mesin perang Rusia kini tidak hanya mengancam keberadaan Ukraina tetapi juga mengancam keamanan negara-negara Eropa dan keamanan trans-Atlantik.” (Vv)

Mantan Direktur CDC Memperkirakan Virus Flu Burung Akan Menyebabkan Pandemi Berikutnya

Tom Ozimek

Dr. Robert Redfield, mantan Direktur the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, mengeluarkan perkiraan yang suram bahwa pandemi besar berikutnya akan terjadi, yang mana akan disebabkan oleh flu burung.

“Saya benar-benar berpikir kemungkinan besar kita akan mengalaminya, suatu saat nanti—–pertanyaannya bukanlah apakah akan terjadi, tetapi kapankah kita akan mengalami pandemi flu burung,” kata Dr. Robert Redfield kepada NewsNation dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada  Jumat.

Para pejabat Amerika Serikat baru-baru ini memastikan bahwa virus flu burung yang sangat patogen telah terdeteksi pada sekelompok kawanan sapi di Wyoming, negara bagian ke-12 yang melaporkan adanya sebuah infeksi.

Mantan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ini mengatakan jika flu burung menular ke manusia maka berdampak kematian yang “signifikan.”

“Mungkin angka kematian antara 25 persen hingga 50 persen, jadi memang begitu rumit,” kata Dr. Robert Redfield.

Sejak sekitar 2019, terjadi peningkatan progresif dalam jumlah spesies mamalia yang menjadi sumber penyebaran virus flu burung, di mana alpaka menjadi spesies terbaru yang jatuh sakit setelah melakukan kontak dengan patogen tersebut, menurut Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Departemen Pertanian Amerika Serikat.

Dr. Robert Redfield mengatakan karena flu burung telah menyebar ke lebih dari puluhan mamalia di Amerika Serikat, virus ini telah beradaptasi dan mempelajari cara untuk mengubah penggunaan reseptor-reseptornya, dengan risiko menular ke manusia berkembang dari hari ke hari.

“Jadi virus ini sedang mengalami banyak perubahan. Dan karena virus ini mengambil beberapa reseptor-reseptornya yang baru, maka virus ini dapat semakin dekat dengan manusia,” ujarnya.

“Setelah virus ini memperoleh kemampuan untuk menempel pada reseptor manusia, dan kemudian menular dari manusia ke manusia lain, saat itulah anda mengalami pandemi. Menurut saya ini hanyalah masalah waktu saja,” katanya. 

Sementara Dr. Robert Redfield mengatakan tidak mungkin memperkirakan secara akurat kapan flu burung itu mungkin mulai menular dari manusia ke manusia lain, Dr. Robert Redfield mengatakan perkembangan terkini dari sapi perah yang tertular virus ini mengkhawatirkan karena sapi sering berada di dekat babi, dan babi cenderung menjadi batu loncatan terakhir untuk virus ini sebelum berpindah ke manusia.

Dr. Robert Redfield menambahkan bahwa evolusi alami dari virus ini menjadi virus yang sangat menular pada manusia tidak terlalu menjadi perhatian Dr. Robert Redfield dibandingkan kemungkinan virus ini akan meningkatkan virulensinya dalam kondisi-kondisi laboratorium–—melalui penelitian gain-of-function.

“Resep” untuk membuat flu burung sangat menular ke manusia sudah ditetapkan, kata Dr. Robert Redfield, mengingat penelitian gain-of-function terhadap virus flu burung dilakukan pada tahun 2012, bertentangan dengan anjurannya.

Sejak akhir  Maret, virus flu burung yang sangat patogen dilaporkan telah menyebar di lebih dari 80 peternakan sapi perah di Amerika Serikat. Sejauh ini, tiga manusia yang telah terinfeksi dilaporkan di Amerika Serikat–—dua orang di Michigan dan satu orang di Texas, mereka semua adalah pekerja peternakan sapi perah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan dalam laporan terkini mengenai flu burung pada  12 Juni bahwa pihaknya sedang memantau situasi secara ketat dan risiko terhadap kesehatan masyarakat saat ini adalah masih rendah.

“Flu burung H5N1 tersebar luas pada burung liar di seluruh dunia dan menyebabkan penyakit wabah pada unggas dan sapi perah di Amerika Serikat, di mana satu kasus pada manusia baru-baru ini dialami seorang pekerja peternakan sapi perah di Amerika Serikat,” kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

“Meskipun risiko kesehatan masyarakat saat ini adalah rendah, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperhatikan situasi tersebut dengan hati-hati dan bekerja sama dengan negara-negara bagian untuk memantau orang-orang yang terpapar binatang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menggunakan sistem-sistem pengawasan flu miliknya untuk memantau aktivitas H5N1 pada orang-orang tersebut,” tambah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Penelitian Gain-of-Function untuk Flu Burung?

Dr. Robert Redfield di masa lalu telah memperingatkan akan bahaya penelitian gain-of-function, yang melibatkan perubahan sifat-sifat suatu patogen, misalnya virulensi patogen tersebut, untuk mempelajari potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Para pendukung penelitian semacam itu berpendapat bahwa penelitian semacam itu dapat membantu para ilmuwan mempelajari lebih baik bagaimana virus ini berperilaku dan menyebar, sehingga perlu melakukan tindakan pencegahan lebih lanjut secara efektif. Para penentang penelitian semacam itu mengatakan potensi risiko lebih besar daripada manfaatnya di mana penelitian semacam itu dapat membuat virus-virus menjadi lebih mematikan bagi manusia.

Dalam sidang Subkomite Pemilihan DPR mengenai Pandemi Virus Corona pada tanggal 8 Maret 2023, Dr. Robert Redfield menyerukan moratorium jenis penelitian ini, sambil mengutarakan pandangan bahwa pandemi COVID-19 disebabkan oleh suatu kebocoran yang tidak disengaja dari sebuah laboratorium yang berbasis di Tiongkok tempat virus itu menjadi sasaran eksperimen-eksperimen.

“Meskipun banyak yang percaya bahwa penelitian gain-of function sangat penting untuk memajukan virus-virus dengan mengembangkan vaksin-vaksin, dalam hal ini, saya yakin yang terjadi justru sebaliknya, akibatnya, menyebarkan sebuah virus baru ke dunia tanpa ada cara untuk menghentikannya dan mengakibatkan kematian jutaan orang,” kata Dr. Robert Redfield saat itu, mengacu pada COVID-19. 

“Karena itu, menurut saya, kita harus menyerukan moratorium terhadap semua penelitian gain-of function sampai kita dapat mencapai perdebatan yang lebih luas dan mencapai konsensus sebagai komunitas mengenai nilai penelitian gain-of-function.”

Dr. Robert Redfield juga mengatakan bahwa pembayar-pembayar pajak akhirnya secara tidak sadar mendanai penelitian gain-of-function yang berisiko di Institut Virologi Wuhan, laboratorium yang berbasis di Tiongkok di pusat teori asal usul kebocoran laboratorium dari virus yang menyebabkan COVID-19.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat sedang mempersiapkan sebuah skenario di mana flu burung mulai menyebar ke manusia.   (Vv)

Aturan Baru Penjaga Pantai Tiongkok Meningkatkan Krisis di Laut Tiongkok Selatan, Militer Filipina Imbau Para Nelayan Tidak Takut 

Peraturan No 3 Penjaga Pantai Tiongkok resmi berlaku Sabtu (15 Juni). Setiap orang asing yang memasuki wilayah laut yang diklaim oleh Tiongkok dapat ditahan oleh Penjaga Pantai Tiongkok selama 30 hingga 60 hari. Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Romeo Brawner Jr  menyatakan akan terus mengerahkan pasukan untuk melindungi wilayah dan kedaulatan, serta mengimbau para nelayan Filipina untuk terus melakukan aktivitas penangkapan ikan secara normal di zona ekonomi eksklusif mereka. Anggota legislatif Taiwan juga mengutuk tindakan tersebut

oleh Jiang Ziyang – NTDTV Asia Pasifik

Kantor berita AFP melaporkan Tiongkok baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menahan warga Filipina yang menangkap ikan atau menebar jaring di zona ekonomi eksklusif mereka, yang mereka klaim sebagai milik mereka.”

Perintah Penjaga Pantai Partai Komunis Tiongkok No. 3 mulai berlaku Sabtu (15 Juni), yang memungkinkan Penjaga Pantai PKT menahan orang asing yang memasuki perairan teritorial Tiongkok selama 30 hingga 60 hari tanpa pengadilan. 

Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Romeo Brawner Jr  mengatakan militer Filipina akan terus mengerahkan pasukan untuk melindungi wilayah dan kedaulatannya di Laut Filipina Barat.

Romeo Brawne berkata: “Kami (militer) akan terus mengerahkan pasukan, kami akan terus merotasi pasukan kami di seluruh Laut Filipina Barat, dan kemudian kami akan terus melindungi wilayah dan kedaulatan kami.”

Jenderal Filipina itu mengimbau para nelayan Filipina untuk tidak takut dan tetap melanjutkan aktivitas normal di zona ekonomi eksklusif Filipina.

Sementara itu, anggota parlemen Taiwan mengkritik PKT karena memprovokasi perselisihan dan bermaksud merusak perdamaian dan stabilitas regional. Ia juga menyerukan penarikan Perintah Penjaga Pantai No.3.

Legislator Republik Taiwan, Wang Dingyu berkata: “Prosedur administratif yang diadopsi oleh Penjaga Pantai Tiongkok kali ini memungkinkan orang asing ditangkap sesuka hati tanpa pengadilan atau pemeriksaan bukti, dan mereka dapat dipenjara hingga 60 hari.”

Hal senada diungkapkan, Hsu Chi-chie, legislator Taiwan dengan berkata: “Kebangkitan imperialisme Xi Jinping di Tiongkok, menganggap seluruh dunia adalah milik Tiongkok, memicu perselisihan di laut dan darat, merusak perdamaian dan stabilitas regional, Filipina, India, Vietnam, Taiwan, dan lain-lain. Seluruh negara sangat tidak puas dan menyerukan Tiongkok untuk mencabut Perintah Penjaga Pantai No.3.”

Wang Dingyu mengatakan bahwa perilaku hegemonik PKT menunjukkan tindakan para pembuat onar, tetapi sebaliknya akan membuat negara-negara di rantai pulau pertama lebih bersatu dan bekerja sama. PKT pada akhirnya akan kehilangan lebih banyak daripada yang diperolehnya. (Hui)