Arab Saudi Mengalami Hujan Salju Pertama dalam 3 Dekade, Islandia Mencatat Suhu Hangat

EtIndonesia. Warga Arab Saudi terbangun di tengah keajaiban musim dingin karena salju menutupi sebagian wilayah kerajaan itu untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade. Sementara itu, Islandia mencatat suhu yang sangat hangat, yaitu 20 derajat Celcius.

Bakkageroi di Islandia mencatat suhu 19,7 derajat Celcius pada tengah malam tanggal 25 Desember, hampir 10 derajat Celcius di atas suhu rata-rata bulan Juli biasanya.

Para ahli klimatologi menggambarkan fenomena ini sebagai “kegilaan mutlak,” menyebutnya sebagai salah satu peristiwa iklim paling ekstrem yang pernah tercatat dalam sejarah negara tersebut.

Sementara Arab Saudi, yang dikenal dengan gurunnya yang luas dan musim panas yang terik, mengalami badai salju yang langka, Islandia, negara Nordik yang terkenal dengan lanskap es dan musim dingin di bawah nol derajat, menyaksikan kondisi ekstrem yang berlawanan.

Orang-orang membagikan foto dan video cuaca yang luar biasa hangat di Islandia di media sosial.

Seseorang berkomentar: “Anomali suhu di belahan bumi utara, terutama di AS dan Islandia, sungguh gila. Rekor suhu panas untuk Natal dan Desember dipecahkan di mana-mana.”

Yang lain menulis: “Suhu di Islandia 7 derajat Celcius lebih panas daripada di Timur Tengah pada hari Natal.Suhu di Islandia 7°C lebih panas daripada di Timur Tengah pada hari Natal?!?!? Ya, kita masih punya sekitar 5 Natal lagi maksimal????”

Sementara Islandia menikmati kehangatan yang tidak biasa, orang-orang di Arab Saudi takjub dengan pemandangan langka, salju menutupi gurun dan pegunungan, mengubah lanskap yang biasanya terjal dan kering menjadi negeri ajaib putih.

Seseorang menulis: “Pemanasan global. Salju telah turun di Arab Saudi. Bagi banyak penduduk setempat, ini adalah keajaiban nyata, karena mereka melihatnya untuk pertama kalinya dalam hidup mereka.”

Yang lain berkomentar: “Dari pegunungan yang tertutup salju dan perkemahan musim dingin hingga unta yang berjalan melintasi gurun putih — tanah ini menyimpan kontras yang terasa tidak nyata.”

Orang-orang keluar untuk menikmati pola cuaca yang langka.

Di bagian utara kerajaan, seperti Jabal Al Lawz dan dataran tinggi Trojena, suhu turun di bawah titik beku, memungkinkan salju turun untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun.

Di daerah dekat Tabuk, seperti Jabal Al Lawz dan dataran tinggi Trojena, suhu turun hingga sekitar -4°C. Di ketinggian yang lebih tinggi, sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut.

Menurut laporan di Khaleej Times, sebagian gurun Arab mengalami hujan salju pada tanggal 18 Desember di Arab Saudi dan Qatar. Laporan tersebut mengatakan bahwa periode sistem tekanan rendah di Timur Tengah telah membawa curah hujan lebat di seluruh wilayah selama seminggu terakhir. (yn)

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Perairan Taiwan

Wilayah Pesisir Tiongkok Termasuk Fujian dan Zhejiang Merasakan Getaran Kuat


EtIndonesia. Pada  27 Desember malam, gempa bumi berkekuatan 7,0 magnitudo terjadi di perairan lepas pantai Yilan, Taiwan. Guncangan terasa kuat di berbagai wilayah Taiwan, dan getarannya juga dirasakan dengan jelas di sejumlah provinsi dan kota di pesisir Tiongkok daratan, termasuk Fujian, Guangdong, Shanghai, dan Zhejiang.

Menurut laporan media lokal Taiwan, Badan Meteorologi Pusat Taiwan menyampaikan bahwa gempa terjadi pada pukul 23.05 waktu setempat. Pusat gempa berada sekitar 32,3 kilometer di sebelah timur Kantor Pemerintah Kabupaten Yilan, di wilayah perairan timur Taiwan. Kedalaman gempa tercatat 72,8 kilometer, dengan kekuatan 7,0 magnitudo.

Di Taipei, guncangan terasa sangat kuat hingga menyebabkan gedung-gedung tinggi bergoyang. Sebanyak 17 kabupaten dan kota, termasuk Yilan, Taoyuan, Hsinchu, Miaoli, dan Changhua, mencatat intensitas gempa maksimum tingkat 4. Sementara itu, Kaohsiung dan Pingtung mencatat intensitas maksimum tingkat 3.

Sementara itu, menurut data China Earthquake Networks Center, pada 27 Desember pukul 23.05, gempa berkekuatan 6,6 magnitudo terjadi di perairan Kabupaten Yilan, Taiwan, pada koordinat 24,67° LU dan 122,06° BT, dengan kedalaman sumber gempa sekitar 60 kilometer.

Di Tiongkok daratan, getaran dirasakan secara jelas di berbagai wilayah pesisir. Di Xiamen, Fuzhou, Quanzhou (Provinsi Fujian) serta Hangzhou dan Wenzhou (Provinsi Zhejiang), banyak bangunan bertingkat tinggi dilaporkan bergoyang. Warganet menggambarkan getaran tersebut sebagai “sangat kuat”.

Selain itu, Guangdong, Shanghai, Jiangsu, dan sebagian wilayah Shandong juga melaporkan adanya getaran.

Pada tanggal 27 Desember, berbagai tagar seperti “Getaran Fujian”, “Getaran Fuzhou”, “Getaran Hangzhou”, “Getaran Shanghai”, “Getaran Quanzhou”, dan “Getaran Shantou” langsung masuk dalam daftar trending topic Weibo di Tiongkok daratan.

Sejumlah warganet mengungkapkan pengalaman mereka:

  • “Untuk pertama kalinya saya punya dorongan untuk menggendong anak dan langsung lari turun.”
  • “Lokasi Shantou Chenghai, tiba-tiba kepala terasa pusing karena goyangan, pakaian di gantungan rumah juga ikut bergoyang, benar-benar kaget.”
  • “Sangat menakutkan, sedang berbaring di tempat tidur tapi terasa berayun hebat, jendela juga bergetar keras.”
  • “Sekitar jam sebelas lebih saya kira hanya pusing berputar, sampai melihat sapu yang tergantung di dinding ikut bergoyang.”
  • “Getaran di Fuzhou sangat jelas!”
  • “Baru saja saya bilang Hangzhou tidak terasa apa-apa, detik berikutnya saya terbangun karena guncangan… bahkan sempat mengira kaki tempat tidur rusak, sampai mendengar anak menangis baru sadar itu gempa.”

Ada pula komentar lain seperti:

  • “Shanghai dan Nanjing juga tidak luput.”
  • “Sichuan dan Chongqing sampai mengeluarkan peringatan gempa, malam ini tak bisa tidur.”
  • “Shandong juga terasa sedikit.”

(Jhon)

Kecelakaan Beruntun di Jepang Libatkan Lebih dari 50 Kendaraan, Kebakaran 7 Jam Tewaskan 1 Orang dan Lukai 26 Lainnya

EtIndonesia. Pada Jumat malam (26 Desember), sebuah kecelakaan beruntun berskala besar terjadi di Jalan Tol Kan-Etsu, wilayah Minakami, Prefektur Gunma, Jepang. Diduga kuat, jalan yang membeku akibat salju menyebabkan kendaraan tergelincir. Lebih dari 50 kendaraan terlibat dalam kecelakaan ini, dengan sejumlah mobil terbakar. 

Hingga saat ini, tercatat satu orang meninggal dunia dan 26 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kejadian tersebut.

Insiden terjadi sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Awalnya, sebuah truk terlibat tabrakan, lalu kendaraan-kendaraan di belakangnya tidak sempat menghindar dan menabrak secara beruntun.

Menurut laporan NHK (Japan Broadcasting Corporation), lokasi kejadian berada di Jalan Tol Kan-Etsu, dekat simpang susun Minakami, Prefektur Gunma, pada jalur menuju arah Niigata.

Akibat kecelakaan ini, ruas Jalan Tol Kan-Etsu dari Simpang Susun Yuzawa di Prefektur Niigata hingga Simpang Susun Tsukiyono di Prefektur Gunma ditutup total untuk kedua arah lalu lintas.

26 Desember 2025 malam, kecelakaan beruntun besar terjadi di Jalan Tol Kan-Etsu, wilayah Minakami, Prefektur Gunma, Jepang. Lebih dari 50 kendaraan terlibat, sejumlah kendaraan terbakar. Insiden ini menyebabkan 1 perempuan meninggal dunia dan 26 orang mengalami luka-luka. (Cuplikan video)

Hingga 27 Desember dini hari, lokasi kejadian masih tertutup salju dan dipenuhi bau gosong. Kendaraan-kendaraan yang hangus terbakar tampak mengeluarkan asap, median jalan tol mengalami pembengkokan parah, dan terlihat sebuah truk dengan bagian depan ringsek parah.

Salah satu sopir truk yang terlibat kecelakaan mengatakan: “Jarak pandang sangat buruk. Saat kami menyadari bahaya, semuanya sudah terlambat.”

Polisi menyatakan bahwa total kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini mencapai 57 unit, dengan lebih dari 10 kendaraan terbakar. Api baru berhasil dipadamkan setelah sekitar 7 setengah jam.

Dalam peristiwa ini, seorang perempuan berusia 77 tahun asal Tokyo yang mengemudikan mobil penumpang dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah. Selain itu, 5 orang mengalami luka berat dan 21 orang lainnya mengalami luka ringan.

Pada saat kejadian, pemerintah setempat Minakami telah mengeluarkan peringatan badai salju, dan hujan salju terus turun. Polisi menduga permukaan jalan yang membeku menyebabkan kendaraan kehilangan kendali, dan saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan tersebut. (jhon)

 Israel Jadi Negara Pertama Akui Somaliland sebagai Negara Merdeka, Trump Sebut AS Belum Akan Mengikuti

EtIndonesia. Israel pada Jumat (26 Desember) secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Langkah ini langsung menuai kecaman keras dari Somalia dan Uni Afrika. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington masih perlu “mengkaji lebih lanjut” dan untuk sementara tidak akan mengikuti langkah Israel.

Menurut laporan AFP, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa sang perdana menteri “hari ini (26 Desember) secara resmi mengumumkan pengakuan terhadap Republik Somaliland sebagai negara yang merdeka dan berdaulat”, menjadikan Israel sebagai negara pertama di dunia yang melakukan pengakuan tersebut.

Kantor Netanyahu juga menyebutkan bahwa “pengumuman ini sejalan dengan semangat Abraham Accords.” Kesepakatan Abraham merupakan inisiatif yang didorong oleh Presiden AS Donald Trump pada akhir masa jabatan pertamanya pada tahun 2020, yang membuka jalan bagi normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab dan Maroko—keduanya merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel memang berupaya memperluas dan memperkuat hubungan diplomatiknya dengan negara-negara di Timur Tengah dan Afrika.

Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, menyambut baik pengakuan tersebut dan menyebutnya sebagai awal dari sebuah “kemitraan strategis”.

Somaliland terletak di kawasan strategis Teluk Aden. Wilayah ini memiliki mata uang sendiri, paspor sendiri, serta angkatan bersenjata sendiri. Namun sejak mendeklarasikan pemisahan diri dari Somalia pada tahun 1991, Somaliland selama puluhan tahun berada dalam kondisi terisolasi secara internasional.

Sejak Abdullahi menjabat sebagai presiden tahun lalu, pengakuan internasional atas Somaliland telah menjadi prioritas utamanya.

Sumber-sumber menyebutkan bahwa di ibu kota Somaliland, Hargeisa, warga turun ke jalan untuk merayakan pengumuman tersebut. Banyak dari mereka mengibarkan bendera nasional Somaliland dengan penuh antusias.


Kecaman dari Somalia dan Sekutunya

Menanggapi langkah Israel tersebut, Kementerian Luar Negeri Somalia mengeluarkan pernyataan keras yang menyebut pengakuan itu sebagai “serangan yang disengaja terhadap kedaulatan Somalia” dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat merusak stabilitas dan perdamaian kawasan. Sejumlah negara lain juga ikut mengecam keputusan Israel.

Turki, yang merupakan sekutu dekat Somalia, menuduh Israel telah “mencampuri urusan dalam negeri Somalia”.

Kementerian Luar Negeri Mesir juga mengecam langkah Israel dan menegaskan kembali “dukungan penuh Mesir terhadap persatuan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Somalia”.

Uni Afrika menyatakan “penolakan tegas” terhadap keputusan Israel tersebut, serta memperingatkan bahwa “setiap upaya untuk merusak persatuan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Somalia dapat menciptakan preseden berbahaya, yang berpotensi berdampak luas terhadap perdamaian dan stabilitas seluruh benua Afrika”.

Ketua Komisi Uni Afrika, Mahamoud Ali Youssouf, menegaskan bahwa Somaliland “tetap merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Federal Somalia”. Somalia sendiri adalah negara anggota Uni Afrika.


Trump: AS Belum Akan Mengikuti Langkah Israel

Dalam wawancara telepon dengan New York Post saat berada di lapangan golf di West Palm Beach, Florida, Trump mengatakan, “Tidak, belum sekarang.” Ia bahkan melontarkan pertanyaan retoris dengan nada tinggi, “Apakah benar-benar ada orang yang memahami situasi Somaliland?”

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Somaliland mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pelabuhan di kawasan strategis Teluk Aden, Trump menanggapi dengan santai dan menyebutnya sebagai “dibesar-besarkan”.

Ia menambahkan, “Semua ini masih dalam tahap kajian.”

Trump berkata, “Kami akan mempelajarinya. Saya mempelajari banyak hal, dan saya selalu membuat keputusan yang hebat—dan pada akhirnya terbukti sebagai keputusan yang benar.” 


Pertimbangan Strategis

Para analis menilai bahwa keputusan Israel untuk mengakui Somaliland didorong oleh berbagai pertimbangan strategis.

Sebuah laporan dari Institut Studi Keamanan Nasional Israel bulan lalu menyebutkan bahwa Israel membutuhkan mitra di kawasan Laut Merah berdasarkan berbagai kepentingan strategis, termasuk kemungkinan langkah di masa depan terhadap kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, kelompok Houthi telah berulang kali melancarkan serangan terhadap Israel, yang mereka klaim sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina di Gaza. Sebagai balasan, Israel juga telah berkali-kali melancarkan serangan udara terhadap target-target di Yaman.

Selain itu, negara daratan Ethiopia tahun lalu mencapai kesepakatan dengan Somaliland untuk menyewa sebagian garis pantai wilayah tersebut guna memperoleh akses pelabuhan dan pangkalan militer—langkah yang memicu kemarahan pemerintah Somalia.

Karena tidak diakui secara internasional, Somaliland menghadapi kesulitan besar dalam memperoleh pinjaman luar negeri, bantuan internasional, dan investasi asing. Akibatnya, wilayah ini hingga kini masih berada dalam kondisi kemiskinan yang sangat parah. (jhon)

Badai Salju di Wilayah Timur Laut Amerika Serikat, Lebih dari 23 Juta Orang Terdampak

EtIndonesia. Badai salju yang melanda wilayah Danau-Danau Besar (Great Lakes) dan timur laut Amerika Serikat telah mengacaukan lalu lintas perjalanan. Pada Sabtu (27 Desember) pagi, hampir 1.300 penerbangan mengalami keterlambatan atau dibatalkan.

Menurut data dari situs pelacakan penerbangan FlightAware, hingga Sabtu pagi saja sudah terdapat lebih dari 650 penerbangan tertunda dan sedikitnya 600 penerbangan dibatalkan, dengan kondisi terparah terjadi di tiga bandara utama New York.

Sehari sebelumnya, tercatat sekitar 8.500 penerbangan tertunda dan 1.700 penerbangan dibatalkan.

Salju dan es yang menumpuk juga merobohkan pohon-pohon dan kabel listrik. Berdasarkan data dari situs pemantau listrik PowerOutage.us, lebih dari 30.000 rumah tangga di negara bagian Michigan mengalami pemadaman listrik.

Hingga hari Sabtu, lebih dari 23 juta orang telah terdampak oleh badai salju ini.

Gubernur Negara Bagian New York, Kathy Hochul, pada Jumat sore mengumumkan status darurat.

Badan Meteorologi memperkirakan bahwa wilayah dari Long Island, New York, hingga Connecticut akan mengalami curah salju setinggi 8 hingga 12 inci (sekitar 20–30 cm).

Sebagai respons, New York telah melakukan persiapan selama beberapa hari, termasuk menyiagakan tambahan personel untuk menghadapi badai. Sejak Jumat, berbagai langkah telah dilakukan, seperti penaburan garam di jalan, menyiapkan alat pembersih salju, serta menutup layanan feri lebih awal. (Jhon)

Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata Segera, Akhiri Konflik Mematikan di Perbatasan

EtIndonesia. Thailand dan Kamboja menggelar perundingan gencatan senjata terkait konflik perbatasan. Pada Sabtu, 27 Desember, menteri pertahanan kedua negara mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan persetujuan untuk melakukan gencatan senjata segera, sekaligus berkomitmen mengakhiri konflik perbatasan mematikan yang telah berlangsung selama beberapa pekan.

Kedua menteri pertahanan menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 20 hari. Bentrokan tersebut dilaporkan telah menyebabkan sedikitnya 101 orang tewas, serta lebih dari 500.000 warga dari kedua negara terpaksa mengungsi.

Menurut laporan AFP, pihak Kamboja merilis pernyataan dari Komite Umum Perbatasan Khusus (Special General Border Committee) yang menyebutkan:

“Kedua pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata segera setelah penandatanganan pernyataan bersama ini. Gencatan senjata berlaku mulai 27 Desember 2025 pukul 12.00 siang waktu setempat, mencakup semua jenis senjata, termasuk serangan terhadap warga sipil, sasaran sipil, infrastruktur, serta target militer dari pihak mana pun, dan berlaku di semua situasi dan wilayah.”

Reuters melaporkan bahwa dalam pernyataan bersama terkait gencatan senjata tersebut, menteri pertahanan Thailand dan Kamboja juga menyatakan bahwa kedua pihak sepakat mempertahankan posisi pasukan yang ada saat ini, tanpa melakukan pergerakan atau pengerahan tambahan.

Berdasarkan pernyataan bersama itu, kedua negara sepakat mengizinkan warga sipil yang mengungsi di wilayah perbatasan untuk kembali ke rumah masing-masing, serta menegaskan bahwa tidak akan ada penggunaan kekuatan terhadap warga sipil.
Disebutkan pula bahwa apabila gencatan senjata dapat bertahan selama 72 jam, maka Thailand akan memulangkan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak konflik meletus pada  Juli.

Namun demikian, kesepakatan baru ini tidak memengaruhi aktivitas penetapan batas wilayah yang sedang berlangsung, dan penyelesaian sengketa wilayah perbatasan tetap akan ditangani melalui mekanisme bilateral yang telah ada.

Pernyataan tersebut kembali menegaskan bahwa kedua pihak akan mempertahankan posisi pasukan saat ini dan tidak melakukan pergerakan tambahan. Selain itu, AFP juga melaporkan bahwa Thailand dan Kamboja sepakat memperkuat kerja sama dalam bidang pembersihan ranjau darat serta pemberantasan kejahatan siber.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, sebelumnya menyampaikan dalam konferensi pers: “Yang terpenting adalah kita harus mematuhi komitmen yang telah dibuat—tidak melakukan invasi, tidak mengancam, tidak memprovokasi, dan tidak memperburuk ketegangan di antara kedua belah pihak.”

Ia menambahkan: “Anda dapat mempercayai Thailand. Kami selalu mematuhi perjanjian dan janji kami. Semoga penandatanganan ini menjadi keputusan final untuk memulihkan perdamaian, sehingga rakyat dapat kembali ke rumah mereka.”


Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan bahwa pada Sabtu pagi, Thailand mengerahkan jet tempur F-16 dan menjatuhkan empat bom ke sebuah target di Provinsi Banteay Meanchey, wilayah barat laut Kamboja.

Disebutkan pula bahwa pada  26 Desember, total 40 bom telah dijatuhkan di kawasan tersebut, mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah penduduk dan infrastruktur, meskipun tidak ada laporan korban jiwa.

Militer Thailand mengonfirmasi serangan udara yang dilakukan pada hari sebelumnya, dengan alasan bahwa tindakan tersebut bertujuan melindungi Provinsi Sa Kaeo di Thailand. Provinsi Sa Kaeo berbatasan langsung dengan Provinsi Banteay Meanchey, dan wilayah perbatasan ini merupakan area klaim teritorial yang tumpang tindih antara kedua negara. (Jhon)

Setahun Akuisisi Eastlakes, One Global Capital Bagikan Dividen Natal Perdana

Jakarta — One Global Capital membagikan dividen Natal perdana kepada para investornya, hanya satu tahun setelah mengakuisisi Eastlakes Shopping Centre di Australia. Langkah ini menandai keberhasilan strategi pengelolaan aset dan penciptaan nilai yang dijalankan perusahaan yang didirikan oleh pengembang properti Iwan Sunito.

Aset yang diakuisisi pada akhir 2024 senilai AUD19,5 juta tersebut kini beroperasi dengan nama One Global Gallery – Eastlakes. Dalam waktu 12 bulan, pusat perbelanjaan ini berhasil ditransformasi melalui optimalisasi operasional dan strategi penyewaan, sehingga seluruh unit ritel terisi penuh.

Hasilnya, valuasi aset meningkat signifikan menjadi sekitar AUD33 juta, berdasarkan laporan valuasi independen Savills Sydney per Oktober 2025.

Chairman dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, mengatakan capaian ini bertolak belakang dengan anggapan umum bahwa sektor ritel tengah mengalami penurunan. Menurutnya, perusahaan justru fokus pada fundamental ritel yang tidak tergantikan oleh e-commerce.

“Kami menitikberatkan pada kenyamanan, aksesibilitas, dan ritel kebutuhan sehari-hari. Inilah fundamental yang paling tangguh dan berkelanjutan,” ujar Iwan Sunito dalam keterangan resminya.

Untuk tahun buku 2025, One Global Capital membagikan dividen sebesar AUD1,8 juta, setara dengan sekitar 18,5 persen imbal hasil tunai atas ekuitas yang diinvestasikan. Para pemegang saham tetap mempertahankan kepemilikan penuh atas aset tersebut.

Bagi investor internasional, kinerja investasi ini semakin diperkuat oleh penguatan nilai tukar dolar Australia (AUD). Kombinasi dividen tunai dan keuntungan selisih kurs menghasilkan total imbal hasil gabungan sekitar 28,5 persen atas ekuitas investasi.

One Global Gallery – Eastlakes mengusung konsep neighbourhood retail generasi baru, yang berfokus pada kebutuhan harian masyarakat sekitar dan relatif tahan terhadap disrupsi digital. Pusat perbelanjaan ini memiliki anchor tenant ALDI seluas 1.600 meter persegi serta didukung oleh Woolworths sebagai penyewa utama.

Kinerja Woolworths tercatat meningkat tajam, dengan omzet bulanan yang melonjak dari sekitar AUD150.000 menjadi lebih dari AUD520.000 sejak akuisisi. Penyewa lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

Keberhasilan tersebut mendapat respons positif dari para investor global. Seorang investor asal Sydney, Dr. Pankaj, menyebut dividen ini sebagai “hadiah Natal terbaik”, sementara investor asal Amerika Serikat, Dr. Maha, menilai realisasi imbal hasil jauh lebih cepat dari proyeksi awal lima tahun.

Iwan Sunito menambahkan, tingginya minat investor untuk melakukan reinvestasi mencerminkan kepercayaan jangka panjang terhadap platform One Global Capital.

Ke depan, perusahaan memproyeksikan pertumbuhan nilai berkelanjutan yang didorong oleh kenaikan pendapatan sewa, potensi penurunan suku bunga, serta meningkatnya permintaan terhadap ritel berbasis komunitas.

“Dividen ini baru permulaan. Investor telah menikmati imbal hasil tunai yang kuat dan tetap memiliki eksposur penuh terhadap pertumbuhan nilai aset ke depan,” tutup Iwan Sunito.

Kematian Seorang Bayi Perempuan di Tiongkok Usai Operasi Jantung Memicu Kemarahan Publik

Kematian seorang bayi perempuan berusia lima bulan setelah menjalani operasi jantung di sebuah rumah sakit besar di Tiongkok timur telah memicu kemarahan publik secara nasional, menimbulkan pertanyaan serius tentang dugaan malapraktik medis, serta memperparah ketidakpercayaan masyarakat yang telah lama mengendap terhadap institusi layanan kesehatan negara itu.

Bayi tersebut dipanggil “Xiaoluoxi” (小洛熙) — yang berarti “Luoxi kecil” — oleh orang tuanya dan publik. Ia meninggal dunia pada November 2024 setelah menjalani operasi yang menurut pihak rumah sakit diperlukan untuk menangani cacat jantung bawaan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Afiliasi Universitas Ningbo. 

Dalam beberapa minggu setelah kematiannya, orang tua Luoxi mulai melakukan kampanye publik untuk menuntut kejelasan. Kontroversi ini meningkat tajam pada Desember ketika laporan otopsi bertentangan dengan diagnosis awal dan dasar pembenaran operasi yang diberikan pihak rumah sakit.


Hasil Otopsi Bertentangan dengan Diagnosis Rumah Sakit

Pada 19 Desember, ibu Luoxi merilis laporan otopsi secara daring. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa cacat jantung Luoxi hanyalah defek septum atrium sekunder berukuran 3 milimeter — suatu kondisi umum dan ringan yang biasanya dapat sembuh sendiri tanpa operasi. Para spesialis jantung anak yang dikutip oleh keluarga menyatakan bahwa lebih dari 80 persen cacat semacam itu akan menutup secara alami dalam waktu satu tahun, dan pasien tanpa gejala umumnya tidak pernah memerlukan intervensi bedah.

Yang sangat krusial, otopsi tidak menemukan bukti adanya kelainan jantung kompleks seperti yang sebelumnya diklaim pihak rumah sakit, termasuk “defek septum atrium tipe sinus koroner” atau “sindrom sinus koroner terbuka.” Temuan ini memicu tuduhan luas bahwa para dokter telah merekayasa atau melebih-lebihkan diagnosis untuk membenarkan tindakan operasi.

Dalam pernyataan emosional, ibu Luoxi menulis bahwa ia “hancur tak terkatakan” setelah membaca laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa tenaga medis kemudian mengatakan kepadanya bahwa putrinya “seharusnya bisa hidup normal tanpa operasi.”


Prosedur Operasi Menimbulkan Pertanyaan Serius

Otopsi juga mengangkat pertanyaan yang mengkhawatirkan tentang prosedur operasi itu sendiri. Menurut laporan, sayatan antar tulang rusuk sepanjang 6,5 sentimeter dan sayatan perikardium sepanjang 5 sentimeter tidak dijahit secara internal, dan hanya kulit luar yang ditutup. Penyelidik menemukan sekitar 30 mililiter darah menggenang di rongga dada kanan bayi — sekitar sepertiga dari total volume darah bayi — serta cairan bercampur darah yang masih tersisa di dalam trakea.

Meski catatan operasi menyebutkan bahwa “seluruh tambalan telah diangkat,” otopsi menemukan sebuah tambalan perikardium berukuran 1,4 × 0,5 sentimeter masih tertinggal di dalam jantung.

“Catatan-catatan ini secara terang-terangan telah dipalsukan,” kata ayah Luoxi dalam unggahan terpisah. “Apa lagi yang masih bisa dipercaya dari seluruh berkas medis ini?”

Sebuah postingan di akun media sosial ayah Luoxi yang memperlihatkan ibunya dalam keadaan emosional yang kacau. (Gambar: Screenshot dari media sosial Tiongkok)

Respons Resmi Menyisakan Banyak Pertanyaan; Orang Tua Mengalami Tekanan karena Bersuara

Pada 15 Desember, Komisi Kesehatan Kota Ningbo mengeluarkan pernyataan singkat yang mengakui adanya “kekeliruan dalam proses penilaian pra-operasi.” Komisi menyebut bahwa ahli bedah utama telah dicopot dari jabatannya dan diskors dari praktik, namun tidak menyebutkan namanya maupun menjawab pertanyaan tentang kualifikasi profesionalnya, ketiadaan rekaman pengawasan ruang operasi, atau kemungkinan kegagalan sistemik yang lebih luas.

Otopsi sendiri dilakukan pada 26 November atas penugasan otoritas kesehatan dengan persetujuan rumah sakit dan keluarga. Namun, laporan tersebut baru dirilis hampir sebulan kemudian tanpa penjelasan resmi mengenai keterlambatan tersebut.

Pada 18 Februari — hari ke-35 sejak kematian putri mereka, yang merupakan hari berkabung penting dalam tradisi Tiongkok — orang tua Luoxi kembali berbicara secara publik, menggambarkan dampak pribadi dari upaya mereka menuntut pertanggungjawaban.

Sang ayah mengatakan ia kehilangan pekerjaannya pada akhir November setelah mulai menuntut keadilan atas dugaan malapraktik tersebut. Sang ibu kemudian juga dipaksa mengundurkan diri. Dengan terputusnya sumber pendapatan, keluarga itu menjual mobil mereka untuk membiayai upaya hukum dan investigasi. Mereka mengatakan akun media sosial mereka berulang kali dibatasi, unggahan dihapus, siaran langsung diturunkan, bahkan nama anak mereka pun kadang disensor di dunia maya.

Meski tekanan finansial semakin berat, orang tua Luoxi secara konsisten menolak sumbangan publik. “Kami tidak mencari kompensasi,” kata sang ayah. “Kami hanya menginginkan kebenaran.”


Ketidakpercayaan Publik Kian Meningkat

Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap kasus ini, sejumlah orang yang mengaku sebagai “orang dalam” dunia medis mulai membagikan analisis rinci secara daring. Seorang dokter menulis bahwa cacat jantung sebesar milik Luoxi tidak akan memerlukan operasi berdasarkan praktik klinis standar, karena kasus-kasus seperti ini biasanya hanya dipantau tanpa intervensi.

Yang lain mempertanyakan kredensial ahli bedah utama, mencatat bahwa ia kabarnya hanya memiliki gelar sarjana dan awalnya dilatih di bidang pediatri, bukan bedah kardiotoraks. Para pengamat mempertanyakan bagaimana ia bisa diizinkan melakukan operasi jantung berisiko tinggi Level 4 — klasifikasi paling kompleks.

Sejumlah tenaga medis berpendapat bahwa pihak rumah sakit seharusnya secara terbuka merilis dokumen yang menunjukkan riwayat pelatihan, daftar kasus, otorisasi risiko, dan evaluasi kompetensi sang dokter bedah. Tanpa bukti tersebut, mereka mengatakan, masalah ini mungkin menunjuk pada pelanggaran institusional, bukan sekadar kesalahan individu.

Tuduhan yang lebih eksplosif datang dari orang-orang yang mengklaim memiliki pengetahuan internal tentang rumah sakit tersebut. Menurut mereka, sang dokter bedah sedang mengejar promosi akademik dan kualifikasi riset, dengan fokus pada bedah jantung pada bayi prematur.

Mereka menuduh bahwa setelah berhasil mengoperasi seorang bayi yang lahir sangat prematur di bawah pengawasan ahli di Shanghai, sang dokter berupaya melakukan prosedur serupa secara mandiri. Luoxi — yang lahir prematur dengan berat hanya 1,5 kilogram — diduga dipilih sebagai “kasus berikutnya,” meski secara medis ia tidak memerlukan operasi.

Pihak rumah sakit hingga kini belum menanggapi klaim-klaim tersebut.

Kasus ini telah mengguncang perasaan publik Tiongkok secara mendalam, menyentuh skeptisisme luas terhadap institusi medis. Dalam beberapa tahun terakhir, kepercayaan publik telah tergerus oleh laporan tentang perawatan berlebihan, layanan yang berorientasi pada keuntungan, pemalsuan catatan, dan mekanisme pertanggungjawaban yang tidak transparan.

“Ini bukan kecelakaan medis,” tulis sebuah komentar yang banyak dibagikan. “Seorang anak yang sehat dioperasi sampai meninggal.”

Leo Timm turut berkontribusi dalam laporan ini.

Pemerintah Tiongkok Mengisyaratkan Kemungkinan Pelonggaran Sensor Tentang Aktor Yu Menglong

Simbolisme, Keheningan, dan Pergeseran Halus di Ranah Hiburan Tiongkok

Kreator media independen Edward Wenming baru-baru ini mengamati bahwa penekanan (sensor) Tiongkok terhadap nama aktor Yu Menglong tampaknya mulai melunak.

Dalam sebuah video yang diunggah di kanalnya, Wenming mencatat bahwa nama Yu — yang selama ini disapu bersih dari platform daratan Tiongkok — kini mulai muncul kembali dalam konten yang dipublikasikan oleh akun-akun resmi atau semi-resmi, sehingga memicu perbincangan luas di kalangan warganet.


Nama Yu Menglong Kembali Muncul di Media Terkait Negara

Hampir seratus hari telah berlalu sejak laporan yang menuduh Yu Menglong telah meninggal dunia. Dalam beberapa bulan terakhir, peringatan spontan bermunculan di berbagai belahan dunia.

Para pendukung menggambarkan para pengagumnya sebagai “bintang di malam musim dingin” atau “lilin di padang gelap.” Nama dan citranya muncul di materi petisi di Taiwan, di layar-layar publik dan kendaraan di dalam daratan Tiongkok, di jalan-jalan Australia, bahkan di sebuah bangku memorial di Victoria Embankment Gardens, London — lengkap dengan plakat dan bunga.

Bagi banyak orang, peringatan terhadap Yu telah menjadi simbol bahwa nurani publik dapat bertahan melampaui sensor.

Para pengguna daring juga memperhatikan bahwa platform besar — Bilibili, Douyin, Xiaohongshu, dan Weibo — kini tampaknya kembali mengizinkan pencarian “Yu Menglong.” Gambar-gambar terkait dan bahkan akun-akun yang sebelumnya “tertidur” pun kembali bermunculan.

Yang lebih mencolok adalah serangkaian unggahan dari akun Weibo terverifikasi atau berafiliasi dengan negara — seperti People’s Daily Science, Taman Lahan Basah Nasional Xixi Hangzhou, Administrasi Meteorologi Tiongkok, serta sebuah biro ekologi di Zhenjiang — yang memuat frasa-frasa puitis dengan menggunakan karakter persis nama Yu Menglong. Unggahan-unggahan itu sendiri tidak berkaitan langsung dengan sang aktor, tetapi menyinggung ide-ide seperti “menemukan arah di tengah kabut” atau “menyentuh sejarah dan masa kini melalui cahaya samar.”

Mengingat sensitivitas nama tersebut, sebagian warganet berpendapat bahwa penggunaan semacam ini kecil kemungkinan bersifat kebetulan. Namun yang lain mengingatkan bahwa banyak akun resmi memang gemar memakai bahasa sastra, sehingga kemiripan itu bisa saja kebetulan.

Ketidakpastian ini memicu kecemasan. Beberapa pengguna memperingatkan bahwa pelonggaran yang tampak ini bisa jadi jebakan untuk mengidentifikasi para pendukung yang vokal: “Siapa tahu ini sedang memancing?” tulis seorang komentator. Yang lain mengatakan bahwa mereka kini menghindari media sosial daratan Tiongkok sama sekali demi keselamatan.

Edward Wenming, bagaimanapun, menyarankan bahwa belas kasih ada baik di dalam maupun di luar sistem — dan bahwa empati yang ditekan, “seperti rumput di musim semi,” pada akhirnya akan menerobos celah-celah.


Para Seniman Beralih ke Simbolisme sebagai Isyarat Dukungan Halus

Para pengamat mencatat bahwa dukungan terhadap Yu Menglong tidak terbatas pada penggemar biasa. Rujukan simbolik — nyata ataupun yang ditafsirkan — bermunculan di dunia hiburan.

Sahabat dekat Yu, Hua Chenyu, dilaporkan memasukkan citra simbolik setelah kematian Yu: siluet yang jatuh, kaca pecah, bunga, dan jam yang berhenti — motif-motif yang oleh sebagian penonton ditafsirkan sebagai metafora.

Belakangan, penyanyi Zhou Shen merilis dua lagu, Like a Human dan Mercy. Penampilan Like a Human menampilkan figur mirip boneka yang tergantung oleh tali.

Dalam Mercy, panggung berpusat pada seekor ikan raksasa yang menggantung di ruang biru tua — citra yang oleh warganet dianggap sangat sensitif.

Lirik Like a Human antara lain berbunyi:

“Mereka menatapku lewat mikroskop,
antusias namun dingin,
menukar satu nyawa dengan berapa banyak emas.
Seperti manusia, namun sama sekali bukan manusia…”

Sementara Mercy mempertahankan atmosfer akuatik gelap sembari menggambarkan kapal-kapal yang rusak, kematian berulang, penundukan paksa, serta penafsiran suram atas “belas kasih.” Para pendengar menggambarkan lagu-lagu ini sebagai berlapis, ambigu, dan mengusik.


Pengakuan Hati-Hati Jackson Yee Memicu Perdebatan

Aktor sekaligus penyanyi Jackson Yee (Yi Yangqianxi) untuk pertama kalinya menyinggung Yu Menglong secara publik dalam wawancara majalah luar negeri baru-baru ini. Ia merujuk pada siaran langsung kontroversial yang digelar pada 16 September — pada saat spekulasi mengenai kematian Yu sedang memuncak.

Dalam siaran berdurasi 17 menit itu, Jackson Yee diam-diam menumpuk batu sambil menghindari kolom komentar.

Ia kemudian menjelaskan bahwa siaran tersebut adalah interaksi spontan pascakonser dan menolak adanya maksud politik, mengatakan bahwa itu dimaksudkan sebagai gestur hening untuk menjalin koneksi setelah delapan tahun tidak melakukan siaran langsung.

Ia mengakui pernah berinteraksi secara profesional dengan Yu dan mengatakan bahwa kematian Yu sangat memengaruhinya, sehingga mendorongnya untuk lebih memperhatikan kesehatan mental.

Namun, banyak warganet tetap skeptis. Sebagian mempertanyakan waktu pelaksanaan siaran langsung tersebut; yang lain menilai keheningan itu sebagai sinyal yang disengaja. Para pengamat juga mencatat bahwa tumpukan batu itu menyerupai batu mani, yang dalam tradisi Tibet dikaitkan dengan doa bagi orang yang telah meninggal — sehingga memicu spekulasi lebih lanjut.


Simbolisme dalam Penampilan Jackson Yee Memicu Teori Konspirasi

Para komentator daring meninjau kembali rekaman konser Jackson Yee sebelumnya, Que Xue, menggambarkan atmosfernya sebagai ritualistik: pencahayaan gelap, asap, citra terdistorsi, mata-mata raksasa, manekin, dan latar merah.

Penyelenggara membantah adanya makna okultisme dan mengancam akan mengambil tindakan hukum, namun perdebatan terus berlanjut.

Seorang praktisi Qimen Dunjia yang menyebut dirinya Master Shanyun mengklaim bahwa konser tersebut melibatkan praktik “meminjam keberuntungan,” dengan tuduhan bahwa praktik semacam ini lazim di lingkaran hiburan — di mana para penampil mungkin tanpa sadar menjadi saluran “ekstraksi energi” yang menguntungkan pihak lain.

YouTuber lain menggemakan klaim serupa, berargumen bahwa teknik musik tertentu dirancang untuk menarik energi emosional atau psikologis dari penonton.

Klaim-klaim ini tetap tidak terverifikasi, namun mencerminkan iklim ketidakpercayaan dan selera publik terhadap penafsiran simbolik di lingkungan yang sangat disensor.


Keterkaitan Keluarga Jackson Yee Kembali Disorot dalam Kisah Yu Menglong

Warganet juga menyoroti peran Yi Shu, paman Jackson Yee dan mantan eksekutif Tianyu Media — agensi Yu Menglong — yang kemudian mendirikan Fuxing Media, yang sebelumnya juga menaungi aktor almarhum Qiao Renliang.

Rekaman arsip dari sebuah acara penghargaan tahun 2010 kembali beredar, memperlihatkan Qiao Renliang secara terbuka mengkritik seorang individu bernama Yi Shu, menuduhnya memiliki perilaku manipulatif. Sebagian warganet menarik kaitan spekulatif antara komentar tersebut, rujukan masa lalu Yu Menglong tentang “kematian sebagai seni,” serta tumpang tindih lingkaran sosial, meski tidak ada bukti yang diajukan.

Spekulasi lanjutan berpusat pada laporan tentang sebuah pertemuan yang melibatkan 17 orang yang terkait dengan kasus Yu Menglong, dengan beberapa peserta diduga memiliki hubungan dengan Yi Shu.

Umat Kristen Tiongkok Menghadapi Natal yang Berat

Putri  seorang pemimpin gereja Tiongkok yang dipenjara dan para pendeta berbagi kesedihan serta keteguhan iman di tengah penindasan partai komunis Tiongkok yang terus berlanjut terhadap kebebasan beragama.

EtIndonesia. Tidak ada surat, tidak ada panggilan telepon, tidak ada kunjungan langsung.

Dua setengah bulan terakhir menjadi masa yang sangat sulit bagi keluarga Jin, sejak otoritas partai komunis Tiongkok memenjarakan Pendeta Ezra Jin Mingri setelah menggerebek salah satu gereja bawah tanah terbesar di Tiongkok yang ia pimpin.

Pada malam Natal, mata Grace Jin Drexel memerah ketika ia membacakan sebuah surat terbuka untuk ayahnya yang ditahan, berharap pesan itu entah bagaimana bisa sampai kepadanya dan membawa penghiburan dari Amerika Serikat.

Grace Jin Drexel, putri dari pendeta pendiri Ezra Jin dari Gereja Zion di Tiongkok, setelah memberikan kesaksian di depan Komisi Kongres-Eksekutif tentang Tiongkok (CECC) di Capitol Hill, Washington, pada 20 November 2025. Madalina Kilroy/The Epoch Times.

Pendeta yang mendirikan Gereja Zion di Beijing pada tahun 2007 itu kini berada dalam satu sel bersama lebih dari 30 orang, tidur di atas tikar yang dibentangkan di lantai, kata Jin Drexel.

Ia menggambarkan sebuah sel tanpa panel kaca, sehingga angin dan hujan masuk selama musim dingin yang keras. Ketika neneknya mencoba mengirimkan pakaian, selimut, dan obat-obatannya, para penjaga menolaknya, kata Jin Drexel.

“Sangat menyedihkan memikirkan bahwa ayah saya tidak bisa merayakan Natal bersama kami—dan kemungkinan bahkan tidak bisa merayakannya sama sekali,” ujar Jin Drexel, seorang warga negara AS, kepada The Epoch Times. “Ia akan berada di pusat tahanan, dan masih harus menghafal Pemikiran Xi Jinping.”


“Takut terhadap Iman yang Independen”

Natal tahun ini tampak sangat suram bagi umat Kristen di Tiongkok, yang telah menyaksikan meningkatnya penganiayaan sepanjang setahun terakhir.

Ayah Jin Drexel adalah salah satu dari 18 anggota Gereja Zion yang masih ditahan setelah tindakan penindakan besar-besaran oleh rezim Tiongkok pada Oktober lalu, yang mencakup tujuh provinsi dan kotamadya. Namun, penangkapan massal terus berlanjut sejak saat itu.

Saat makan malam Thanksgiving, polisi Beijing menerobos sebuah penginapan dan membawa lebih dari 10 jemaah Kristen ke kantor polisi untuk diinterogasi, menurut pengumuman dari Gereja Zion.

Ezra Jin Mingri, gembala utama Gereja Zion, berpose di Beijing pada 12 September 2018. Ia ditahan di rumahnya di Beihai, sebuah kota di Provinsi Guangxi, Tiongkok bagian tenggara, pada 10 Oktober 2025. Fred Dufour/AFP via Getty Images

Pada pertengahan Desember, lebih dari 1.000 polisi menyerbu sebuah kota kecil bernama Yayang di Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, untuk menargetkan sebuah gereja lokal, menginterogasi ratusan orang dan mengeluarkan surat buronan terhadap dua pemimpin gereja, menurut kelompok HAM China Aid. Beberapa bulan sebelumnya, anggota Gereja Golden Lampstand di Tiongkok utara dijatuhi hukuman bertahun-tahun, dengan hukuman terpanjang mencapai 15 tahun, menurut China Aid.

“Umat Kristen di Tiongkok saat ini menghadapi penganiayaan terburuk sejak berakhirnya Revolusi Kebudayaan,” kata pendiri organisasi tersebut, Bob Fu, kepada The Epoch Times.

 “Rezim bertenaga nuklir seperti Tiongkok mulai menangkap umat Kristen dan pemeluk keyakinan damai dan mandiri lainnya—ini menunjukkan ketakutan mereka terhadap iman yang independen. Mereka benar-benar ingin melancarkan perang terhadap Tuhan.”

Bob Fu, pendiri sekaligus presiden ChinaAid, memberikan kesaksian di depan Komisi Kongres-Eksekutif tentang Tiongkok (CECC) di Capitol Hill, Washington, pada 20 November 2025. Madalina Kilroy/The Epoch Times.

China Aid mendokumentasikan bahwa kembang api berskala tidak biasa dinyalakan di alun-alun pemerintah setempat di tengah operasi Yayang. Ini merupakan pertanda yang mengganggu, kata Fu, karena tidak ada festival tradisional maupun alasan resmi lain untuk perayaan tersebut.

“Rezim yang bangkrut secara moral seperti apa yang merayakan penangkapan dan penindasan terhadap umat Kristen yang damai dan tidak berbahaya pada malam Natal?” katanya.


Pembatasan yang Semakin Ketat

Diperkirakan terdapat sekitar 70 juta umat Kristen di Tiongkok, menurut perkiraan pemerintah AS. Rezim Tiongkok secara resmi mengakui lima agama—Buddha, Katolik, Islam, Protestan, dan Taoisme—dan mengaturnya melalui organisasi-organisasi yang dikendalikan negara untuk menegakkan loyalitas kepada Partai Komunis.

Mereka yang ingin beribadah secara bebas hampir tidak punya pilihan selain bergabung dengan gereja-gereja bawah tanah, yang memicu berkembangnya jaringan seperti Zion. Bermula dari 20 orang pada tahun 2007, Zion berkembang ke lebih dari 40 kota dengan sekitar 100 cabang, menurut Fu.

Namun, ibadah daring pun kini menghadapi pembatasan.

Aturan baru Tiongkok yang dikeluarkan pada September melarang rohaniwan menggunakan siaran langsung, video pendek, pertemuan daring, atau lingkar pertemanan di media sosial WeChat, serta melarang mereka berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan daring—kecuali jika berlangsung di platform yang mendapat persetujuan resmi negara.

David Lin, warga negara AS dan pendeta, ditangkap saat melakukan perjalanan misi ke Tiongkok pada tahun 2006. Ia menghabiskan 18 tahun di penjara Tiongkok hingga memperoleh kebebasannya pada September 2024 melalui pertukaran tahanan.

Pendeta David Lin pada Desember 2025. (David Lin)

Mereka memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk mengekspresikan iman di dalam penjara. Pada masa Natal di tahun-tahun awal, kata Lin kepada The Epoch Times, ada kue dan buah sebagai penanda perayaan, dan ia dapat berkhotbah—termasuk kepada narapidana sekuler. Namun, hal itu berubah kemudian.

Para penjaga penjara secara rutin menggeledah sel dan menyita barang-barang yang mereka anggap tidak seharusnya dimiliki para tahanan. Tiga kali mereka menyita Alkitabnya, tetapi ia berhasil mendapatkannya kembali dengan bersikeras bahwa ia tidak bisa hidup tanpanya, katanya.

Ia tidak bisa berdoa dengan suara keras atau menyanyikan kidung pujian, sehingga ia melakukannya secara diam-diam setiap malam sebelum tidur. Karena kurangnya asupan gizi di penjara, Lin—dengan tinggi sekitar 170 cm—berat badannya turun hingga kurang dari 50 kilogram ketika ia dibebaskan. Ia mengatakan bahwa imannya-lah yang menopangnya setiap hari.


Menderita dengan Sukacita

Jin Drexel bersyukur karena ayahnya baru-baru ini mendapatkan sebuah Alkitab, yang ia sebut sebagai “keajaiban Natal.”

Pada tahun-tahun sebelumnya, keluarga mereka pergi ke gereja bersama dan melakukan panggilan dengan Jin ketika mereka dan para tetangga berkumpul untuk makan malam besar. Hal itu tidak terjadi tahun ini, tetapi Jin Drexel dan saudara-saudaranya merasa terhibur karena mengetahui bahwa ayah mereka memiliki penuntun rohani di sisinya.

“Kami sangat bangga dengan apa yang ia lakukan dan bangga menjadi anak-anaknya,” katanya, seraya menambahkan bahwa ayahnya telah menunjukkan kepadanya “bagaimana menderita bahkan pada masa seperti ini dengan cinta, kesabaran, dan sukacita.”

Ezra Jin, pendiri Gereja Zion di Tiongkok, bersama keluarganya dalam foto tanpa tanggal. (Courtesy of Grace Jin Drexel)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengunjungi Tiongkok pada April 2026. Namun, di tengah memburuknya kebebasan beragama di Tiongkok, Fu mengatakan bahwa pemerintahan Trump seharusnya menetapkan sejumlah tolok ukur.

Presiden seharusnya tidak berkunjung kecuali Beijing membebaskan para tahanan nurani Tiongkok yang terkemuka, seperti ayah Jin Drexel dan Jimmy Lai, taipan media Hong Kong yang juga beragama Katolik, kata Fu.

“PKT perlu menunjukkan bahwa mereka tulus.”

The Epoch Times telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar.

Meskipun umat Kristen Tiongkok mungkin tidak dapat merayakan Natal secara terbuka, Fu percaya bahwa tidak ada penindasan yang dapat menaklukkan iman.

“Saya pikir jutaan umat Kristen Tiongkok akan memiliki perasaan yang sama seperti saya—mereka akan terus merayakan Natal di dalam hati mereka,” katanya.

Pemboman Masjid di Suriah Tewaskan 8 Orang dan Lukai 18 Lainnya

The Associated Press

Etindonesia— Pemboman di sebuah masjid di kota Homs, Suriah, saat salat Jumat menewaskan  delapan orang dan melukai 18 lainnya. Hal demikian disampaikan oleh pihak berwenang. Insiden ini terjadi di tengah retakan sektarian, etnis, dan politik yang telah lama mengoyak Suriah dan terus mengganggu stabilitas negara itu, meskipun pertempuran berskala besar telah mereda.

Gambar-gambar yang dirilis kantor berita pemerintah Suriah, Arab News Agency (SANA), memperlihatkan karpet masjid berlumuran darah, dinding berlubang, jendela-jendela pecah, serta bekas kebakaran. Masjid Imam Ali bin Abi Thalib terletak di Homs — kota terbesar ketiga di Suriah — di kawasan Wadi al-Dhahab yang didominasi oleh minoritas Alawi.

SANA, mengutip sumber keamanan, menyebutkan bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahan peledak ditanam di dalam masjid. Pihak berwenang tengah memburu para pelaku yang belum teridentifikasi, dan garis pengamanan telah dipasang di sekitar bangunan tersebut, demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Suriah.

Sebuah kelompok yang kurang dikenal yang menamakan dirinya Saraya Ansar al-Sunna mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu melalui pernyataan di kanal Telegram mereka. Kelompok yang sama sebelumnya juga mengklaim serangan bunuh diri pada Juni lalu, di mana seorang penyerang bersenjata menembaki jemaat lalu meledakkan rompi berisi bahan peledak di dalam sebuah gereja Ortodoks Yunani di Dweil’a, pinggiran Damaskus, yang menewaskan 25 orang saat umat tengah berdoa pada hari Minggu.

Pemerintah Suriah menyalahkan serangan terhadap gereja tersebut pada sel teroris ISIS, seraya menyatakan bahwa ISIS juga merencanakan serangan terhadap sebuah tempat suci Muslim Syiah. ISIS sendiri tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok itu menganut tafsir ekstrem Islam Sunni dan menganggap kaum Syiah sebagai kafir.

Suriah baru-baru ini bergabung dengan koalisi global melawan ISIS dan melancarkan penindakan terhadap sel-sel ISIS, terutama setelah serangan terhadap pasukan AS awal  ini yang menewaskan dua personel militer dan seorang penerjemah sipil.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres “dengan tegas mengutuk serangan teroris mematikan tersebut” dan menekankan bahwa para pelaku harus diidentifikasi serta dibawa ke pengadilan, ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric. Kepala PBB juga mencatat komitmen Suriah untuk memerangi terorisme dan menuntut pertanggungjawaban para pelaku.


Kekerasan Terarah terhadap Kaum Alawi

Negara itu telah mengalami beberapa gelombang bentrokan sektarian sejak jatuhnya Presiden Bashar Assad tahun lalu. Assad, yang sendiri berasal dari kelompok Alawi, melarikan diri ke Rusia. Anggota-anggota sektenya telah menjadi sasaran penindakan.

Pada Maret, sebuah penyergapan yang dilakukan pendukung Assad terhadap pasukan keamanan memicu berhari-hari kekerasan yang menewaskan ratusan orang, sebagian besar di antaranya adalah kaum Alawi.

Dalam sebuah pernyataan, Dewan Islam Tertinggi Alawi di Suriah dan Diaspora menggambarkan serangan itu sebagai “kelanjutan dari terorisme ekstremis terorganisasi yang secara khusus menargetkan komunitas Alawi, dan semakin meluas ke kelompok Suriah lainnya.”

Dewan tersebut menyatakan pemerintah Suriah “sepenuhnya dan secara langsung bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan ini,” seraya menambahkan bahwa “tindakan kriminal ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan.”

Pejabat lokal mengecam serangan Jumat itu, menyebutnya terjadi “dalam konteks upaya putus asa yang berulang untuk merusak keamanan dan stabilitas serta menabur kekacauan di tengah rakyat Suriah.”

“Kami menegaskan kembali sikap tegas Suriah dalam memerangi terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya,” tambah Kementerian Luar Negeri Suriah dalam pernyataannya.

“Sisa-sisa rezim lama, militan ISIS, dan para kolaborator telah menyatu dalam satu tujuan: menghalangi jalannya negara baru dengan merusak stabilitas, mengancam perdamaian sipil, dan menggerogoti koeksistensi bersama serta takdir bersama rakyat Suriah sepanjang sejarah,” kata Menteri Informasi Suriah dalam unggahan di platform X.


Ledakan Dahsyat Menghancurkan Jendela Masjid

Wakil imam masjid — pejabat agama yang membantu memimpin salat — mengatakan kepada televisi pemerintah Al-Ikhbariyah bahwa para jamaah tengah salat ketika mereka “mendengar ledakan keras yang menjatuhkan kami ke tanah. Api menyala di salah satu sudut masjid. Kami yang tidak terluka bergegas membantu mengevakuasi para korban luka. Dalam hitungan menit, pasukan keamanan dan Palang Merah tiba.”

“Ledakannya sangat besar,” katanya. “Ledakan itu menghancurkan jendela-jendela masjid dan memicu kebakaran yang membakar salinan Al-Qur’an.”

Negara-negara tetangga, termasuk Arab Saudi, Yordania, dan Lebanon, juga mengecam serangan tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan kembali “dukungan Lebanon kepada Suriah dalam perang melawan terorisme.”

Pada Senin, bentrokan kembali pecah secara sporadis antara pasukan pemerintah Suriah dan pejuang Kurdi pimpinan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di kawasan campuran di kota Aleppo bagian utara, memaksa penutupan sementara sekolah dan lembaga publik serta mendorong warga sipil berlindung di dalam rumah. Gencatan senjata kemudian diumumkan oleh kedua belah pihak pada larut malam di tengah upaya de-eskalasi yang sedang berlangsung.

Ketegangan kembali meningkat pada Jumat antara pasukan keamanan pemerintah dan pasukan Kurdi di Aleppo, dengan kedua pihak saling menyalahkan.

Kepala keamanan internal Provinsi Aleppo, Kolonel Mohammad Abdul Ghani, mengatakan dalam pernyataan bahwa penembak jitu dari SDF melepaskan tembakan ke pos pemeriksaan Kementerian Dalam Negeri, melukai seorang perwira, dan pasukan keamanan membalas tembakan.

SDF dalam pernyataannya mengatakan bahwa “faksi-faksi yang berafiliasi dengan pemerintah Damaskus” menyerang pos pemeriksaan yang dijaga pasukan Kurdi dengan granat berpeluncur roket, dan mereka pun membalas tembakan.

Oleh Ghaith Alsayed dan Sally Abou Aljoud

 Setiap Rintangan adalah Sebuah Keberhasilan

EtIndonesia. Di panggung megah Academy Awards (Oscar), dia berbicara dengan tenang dan penuh percaya diri. Humor tajamnya memikat jutaan pasang mata, dan siaran langsung selama tiga jam itu membuat penonton tetap terpaku tanpa kehilangan antusiasme. Dialah Ellen DeGeneres, pembawa acara dan komedian talk show ternama asal Amerika Serikat.

Saat berusia 13 tahun, orangtua Ellen bercerai. Dia memilih tinggal bersama sang ibu. Kegagalan pernikahan dan tekanan hidup yang berat membuat ibunya mengalami depresi berat. Suatu pagi, setelah selesai membersihkan diri, Ellen hendak ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Namun baru sampai di ambang pintu, dia melihat ibunya berdiri di depan meja dapur. Pemandangan itu membuatnya heran—sudah lama ibunya tidak pernah menyiapkan sarapan.

Ellen mendekat dengan perasaan waswas. Betapa terkejutnya dia ketika melihat ibunya sedang bersiap mengiris pergelangan tangan dengan pisau buah. Ellen langsung berlari dan merebut pisau itu dari tangan ibunya. Sejak hari itu, semua pisau di rumah dia sembunyikan.

Karena khawatir, Ellen berkonsultasi dengan dokter. Dokter menyarankan agar pasien depresi sering diajak berbicara dan diberi suasana gembira untuk meredakan kondisi mentalnya. Ellen pun menuruti saran tersebut. Setiap pulang sekolah, dia selalu menceritakan kejadian di sekolah kepada ibunya. Pada awalnya, sang ibu tidak menunjukkan respons apa pun.

Agar menarik perhatian, Ellen mulai bermain dengan bahasa dan gerak tubuh. Dia menyadari bahwa semakin lucu ceritanya, semakin ibunya mau mendengarkan. Sejak saat itu, membuat ibunya tersenyum menjadi hal terpenting dalam hidup Ellen setiap hari.

Ellen gemar membaca buku untuk mencari kisah-kisah menarik yang bisa dia ceritakan. Seiring waktu, kebiasaan yang awalnya tampak sederhana ini bukan hanya membantu memulihkan kondisi ibunya, tetapi juga melatih kemampuan berbicara Ellen. Dia pun jatuh cinta pada bentuk ekspresi ini. Di acara-acara sekolah, Ellen sering mengangkat kejadian sehari-hari menjadi pertunjukan monolog lucu yang mengundang tawa.

Namun perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Setelah masuk tahun pertama kuliah, karena tak mampu membayar biaya pendidikan, Ellen terpaksa drop out. Demi bertahan hidup, dia bekerja serabutan: menjadi pelayan restoran, supervisor wanita, bartender, tukang cat, hingga penjual penyedot debu.

Suatu hari, dalam perjalanan pulang kerja, dia melihat sebuah kafe yang sedang membuka lowongan stand-up comedy. Dengan penuh semangat, Ellen melamar dan berhasil diterima. Sayangnya, tak lama kemudian dia kehilangan pekerjaan itu karena kurang mendapat sambutan dari penonton.

Melihat Ellen terpuruk, sang ibu menenangkannya dengan berkata: “Dalam sebuah buku yang pernah kubaca tertulis: setiap kegagalan adalah sebuah keberhasilan. Karena dari kegagalan itu, kamu belajar bagaimana agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Sedikit demi sedikit, kegagalan akan menjadi fondasi menuju kesuksesan.”

Kata-kata itu membangkitkan semangat Ellen. Dia kembali menguatkan hati dan mengejar dunia stand-up comedy yang dia cintai.

Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, pada era 1980-an, Ellen mulai tampil berkeliling Amerika bersama klub komedinya. Suatu hari, dia melihat iklan kompetisi komedi di televisi dan langsung mendaftar. Dalam ajang tersebut, Ellen tampil gemilang dengan humor cerdas dan timing yang tepat, hingga akhirnya meraih gelar “Orang Paling Lucu di Amerika”.

Sejak itu, panggung Ellen berpindah dari klub kecil ke layar televisi. Dia perlahan masuk ke jajaran komedian profesional nasional.

Berbekal wawasan luas dan gaya humor khas, Ellen sering diundang menjadi rekan pembawa acara di berbagai talk show terkenal dan juga bermain dalam sejumlah film. Namun dia kerap hanya mendapat peran pendukung, sesuatu yang sempat membuatnya kembali kecewa.

Pada 1994, Ellen membintangi serial televisi berjudul “Ellen”, yang menggunakan namanya sendiri. Bakat aktingnya mendapat pengakuan luas dan mengantarkannya meraih dua nominasi Emmy Awards.

Tahun 2003, melalui usaha dan kemampuannya sendiri, dia akhirnya memiliki acara talk show yang memakai namanya—The Ellen DeGeneres Show. Program ini langsung meraih rating tinggi sejak penayangan perdananya.

Kerja keras memang tidak pernah mengkhianati hasil. Hingga kini, Ellen telah memenangkan 14 Emmy Awards. Pada Forbes Global 100 Celebrities tahun 2013, dia menempati peringkat ke-10. Dia juga tercatat sebagai satu-satunya pembawa acara dalam sejarah yang pernah memandu Oscar, Grammy Awards, dan Emmy Awards.

Dalam hidup setiap orang, rintangan pasti datang. Ada yang menjadikannya batu sandungan lalu mundur. Namun ada pula yang mengubah setiap kegagalan menjadi tenaga pendorong, hingga akhirnya menaiki tangga kesuksesan.(jhn/yn)

Ketangguhan Lebih Penting daripada Sekadar Kuat

EtIndonesia. Manusia tentu perlu memiliki rencana hidup. Namun, ketika peristiwa baru terjadi, kita juga harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan rencana tersebut. Tentu yang dimaksud di sini adalah rencana jangka pendek, bukan tujuan hidup besar yang berubah-ubah sesuka hati. Jika seseorang terlalu terpaku pada kehidupan yang sudah direncanakan, dia justru akan kehilangan kesempatan untuk menyambut kehidupan baru yang sedang menantinya.

Ketika melangkah keliru, apakah masih bisa kembali ke titik awal dan memulai ulang?
Kadang bisa, tetapi sebagian besar waktu tidak. Sebab yang telah hilang bukan hanya arah, melainkan juga kepercayaan dan waktu. Manusia tidak mungkin menginjak sungai yang sama untuk kedua kalinya—apalagi kembali ke titik awal yang persis sama. Setiap perubahan, sekecil apa pun, akan memengaruhi arah dan proses perkembangan. Untuk itu, kita harus memiliki kesiapan mental sepenuhnya.

Orang yang sangat pandai melarikan diri—pada kali pertama, biarlah dia pergi. Pada kali kedua, mungkin masih bisa dimaafkan. Namun pada kali ketiga, kita tidak boleh lagi membiarkan diri sendiri atau orang lain terus lari dari kenyataan. Terus-menerus menyerah tidak akan pernah membawa kemajuan.

Orang yang memiliki daya kreativitas tinggi biasanya memelihara hati seperti anak kecil—penuh rasa ingin tahu. Pada anak-anak, rasa ingin tahu adalah naluri alami. Pada orang dewasa, dia harus dipelihara dengan kesadaran. Yang dimaksud bukanlah bersikap berlebihan atau pura-pura kagum pada segalanya, melainkan kenikmatan batin untuk menjelajahi dunia. Ini sebenarnya tidak sulit, karena dunia memang dipenuhi hal-hal yang belum kita pahami. Selama kita tidak dengan sengaja mematikan mata batin untuk mengeksplorasi, rasa ingin tahu akan setia menemani kita—seperti hewan peliharaan yang tak pernah meninggalkan tuannya.

Kita juga perlu memiliki rasa humor. Humor lahir dari kemampuan menerima diri sendiri dan memahami kondisi manusia, lalu muncullah keluwesan dalam memandang hidup. Humor sejati tidak mengandung permusuhan. Jika ada niat menyakiti, itu bukan humor—melainkan sindiran tajam. Jika kamu merasa tidak pandai berhumor, tak perlu rendah diri. Tak perlu pula memaksakan diri untuk mempelajarinya. Tetaplah menjadi dirimu sendiri, dan jangan terlalu memikirkannya.

Bagi orang yang benar-benar ingin berhasil, ketangguhan jauh lebih penting daripada sekadar kekuatan.  “Kuat” berarti tidak mudah dihancurkan. Namun tangguh bukan hanya soal kerasnya daya tahan—di dalamnya terkandung makna bertahan ratusan, bahkan ribuan kali.

Apa arti “tangguh”? Artinya tidak mudah digoyahkan. Percaya pada diri sendiri, dan tetap teguh tanpa goyah.(jhn/yn)

Kegagalan Juga Memiliki Nilai

EtIndonesia. Pada Desember 1914, di Kota West Orange, New Jersey, meskipun malam musim dingin telah larut, Thomas Edison masih sibuk bekerja di pabriknya. Sang penemu besar itu tengah mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya, berusaha mewujudkan impian-impian yang ia kejar sepanjang hidup.

Bengkel kerja Edison dibangun dari baja dan beton, dan konon dirancang tahan api. Namun kenyataan berkata lain. Di tengah kesibukan para pekerja, tiba-tiba api menjilat atap bengkel, membubung tinggi dan menerangi langit malam yang gelap gulita.

Putra Edison yang berusia 24 tahun, Charles, panik mencari ayahnya ke sana kemari. Ketika akhirnya menemukannya, dia melihat sang ayah berdiri terpaku, menatap dengan pilu hasil kerja keras seumur hidupnya yang kini berubah menjadi abu. Rambut putih Edison yang berantakan tertiup angin, sementara wajahnya diterangi cahaya api yang menari-nari.

“Aku benar-benar merasa iba kepadanya,” kenang Charles.  “Ayah sudah 67 tahun. Seluruh jerih payah hidupnya musnah hanya dalam sekejap.”

Saat Edison melihat Charles, dia justru berteriak cemas : “Charles, di mana ibumu?”

Ketika Charles menjawab bahwa dia tidak tahu, Edison malah bercanda : “Cepat cari dia dan bawa ke sini untuk menonton kembang api ini. Pemandangan semegah ini mungkin tak akan pernah dia lihat lagi seumur hidupnya.”

Keesokan paginya, Edison berdiri di hadapan puing-puing bengkel yang hancur total. 

Namun alih-alih meratap, dia tersenyum dan mulai menarik kesimpulan: “Bencana ini sangat berharga. Semua kesalahan yang pernah kita buat ikut musnah bersama api. Syukurlah, kini kita bisa memulai kembali dari awal.”

Sungguh sebuah sikap mental yang luar biasa lapang.

Nilai kegagalan terletak pada kenyataan bahwa tanpa kegagalan, tak akan ada keberhasilan. Semakin sering gagal, semakin dekat kita pada kesuksesan.(jhn/yn)