Kebakaran Hebat di Pabrik BYD Shenzhen, Tiongkok Kembali Picu Kekhawatiran Soal Keamanan Kendaraan Listrik

Pada Selasa (14 April), perusahaan kendaraan listrik terkemuka Tiongkok, BYD, mengalami kebakaran besar di sebuah garasi yang berada di kawasan Pingshan, Shenzhen, Tiongkok.  Video yang beredar di internet menunjukkan asap hitam tebal membumbung tinggi, hampir menutupi seluruh area pabrik, dengan kobaran api yang sangat besar.

EtIndonesia. Pada Selasa (14/4/2026) dini hari, kebakaran hebat terjadi di sebuah garasi di kompleks BYD di Pingshan, Shenzhen, Tiongkok. 

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa penyebab kebakaran adalah kesalahan operasi oleh pihak kontraktor eksternal saat membongkar peralatan yang sudah tidak terpakai, yang mana secara tidak sengaja memicu bahan mudah terbakar seperti kapas isolasi.

BYD membantah bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh baterai yang terbakar sendiri atau akibat “thermal runaway”.

Namun, dari rekaman di lokasi terlihat bahwa api sempat sangat besar. Saksi mata mengatakan bahwa dengan bantuan angin, asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, dan hingga pukul 06.00 pagi masih terlihat api dan asap terus keluar. Banyak kendaraan yang terparkir di garasi tersebut langsung dilalap api, menciptakan pemandangan yang mengerikan.

Mobil pemadam kebakaran segera tiba di lokasi untuk memadamkan api. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Setelah kejadian ini terungkap, kata kunci “BYD terbakar” langsung menjadi trending di platform media sosial Tiongkok, memicu kembali perdebatan mengenai keamanan kendaraan listrik.

Sejumlah ahli menunjukkan bahwa cara kendaraan listrik terbakar berbeda dengan kendaraan berbahan bakar bensin. Kebakaran pada kendaraan listrik lebih sulit dipadamkan, dapat berlangsung lebih lama, dan memiliki risiko menyala kembali.

Dilaporkan oleh reporter NTD, Liu Jiajia dari Amerika Serikat.

“Goes to Barcelona” Jadi Magnet, BRI Youth Champions League 2026 Jaring Talenta Muda Sepak Bola Jatim

SURABAYA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan sepak bola usia muda. Lewat BRI Region 12 Surabaya, perseroan menggelar BRI Youth Champions League 2026 di BRILiaN Stadium Surabaya pada 11–12 April 2026, sebuah turnamen yang tidak hanya kompetitif tetapi juga membawa konsep istimewa: Goes to Barcelona.

Turnamen ini diikuti oleh enam tim muda berbakat asal Jawa Timur, yakni U-14 Indo Barca Surabaya, Mitra Surabaya FC, Persela U-14 Lamongan, Cahaya Muda FC Pamekasan, New Star Salam FC Sidoarjo, dan Indonesia FC Bojonegoro. Keenam tim bertanding sengit untuk menunjukkan kualitas sekaligus meraih mimpi merasakan pengalaman sepak bola internasional.

Komitmen BRI: Dari Hulu ke Hilir

Regional CEO BRI Region 12 Surabaya, Reza Syahrizal Setiaputra, menegaskan bahwa BRI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi generasi muda melalui kegiatan positif.

“BRI tidak hanya sekadar berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga senantiasa hadir memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan generasi muda melalui berbagai kegiatan positif, salah satunya melalui kompetisi sepak bola usia muda seperti ini,” ujar Reza dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Menurut Reza, pembinaan usia dini merupakan fondasi penting untuk mencetak generasi emas sepak bola Indonesia. Melalui kompetisi terstruktur, BRI berharap dapat memfasilitasi lahirnya bibit-bibit potensial dari Jawa Timur yang kelak mampu mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional.

“Sejak awal, kami meyakini bahwa pembinaan usia dini adalah fondasi penting untuk mencetak generasi emas sepak bola Indonesia. Melalui kompetisi ini, kami melihat semangat, kerja keras, dan potensi luar biasa dari para pemain muda yang menjadi harapan masa depan sepak bola nasional,” tuturnya.

Konsep “Goes to Barcelona” Pemantik Semangat

Daya tarik utama turnamen ini terletak pada tajuk Goes to Barcelona. BRI yang diketahui menjalin kerja sama dengan FC Barcelona mengusung konsep tersebut sebagai suntikan motivasi bagi para peserta agar berani merajut mimpi lebih tinggi. Konsep ini bukan sekadar pemanis acara, melainkan sebuah jembatan imajinasi menuju pengalaman sepak bola internasional.

Reza menambahkan, program ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang untuk mempererat kebersamaan, menjunjung tinggi fair play, dan membangun semangat juang generasi muda.

BRI dan Ekosistem Sepak Bola Nasional

Dukungan BRI terhadap ekosistem sepak bola nasional telah berlangsung konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Selain turnamen usia muda, BRI juga bertindak sebagai sponsor titling pada kasta teratas kompetisi profesional Indonesia, yaitu BRI Liga 1.

Dukungan tersebut tidak lepas dari potensi ekonomi yang besar. Berdasarkan kajian BRI Research Institute pada Juli 2024, penyelenggaraan BRI Liga 1 berpotensi menciptakan perputaran uang (output ekonomi) bagi perekonomian Indonesia sebesar Rp10,42 triliun. Dari angka tersebut, tercipta nilai tambah ekonomi (PDB), tambahan pendapatan rumah tangga, potensi pendapatan pajak, serta penciptaan lapangan kerja sekitar 45 ribu orang.

“Dengan berbagai program pembinaan yang dijalankan, BRI Youth Champions League 2026 diharapkan dapat terus menjadi wadah terbaik bagi talenta muda untuk berkembang, mengasah keterampilan, dan mendapatkan pengalaman bertanding yang kompetitif, serta membuka peluang lebih besar dalam meniti karier di dunia sepak bola profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Reza.

Harga Bahan Bakar Global Melonjak, Penerbangan dari Tiongkok ke Asia Tenggara Dibatalkan Secara Besar-besaran

EtIndonesia. Menjelang libur Hari Buruh (1 Mei), banyak wisatawan di Tiongkok yang berencana bepergian ke luar negeri mengeluhkan di media sosial karena penerbangan ke Asia Tenggara dibatalkan secara besar-besaran. Disebutkan bahwa penyebabnya adalah lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah.

(Tangkapan layar dari internet)

Baru-baru ini, banyak netizen Tiongkok memposting bahwa penerbangan ke Asia Tenggara dan Australia selama periode liburan dan sekitarnya telah dibatalkan. Beberapa keluhan di antaranya:

  • “Tiket AirAsia dari Shanghai ke Bangkok untuk libur 1 Mei dibatalkan.”
  • “Penerbangan ke Vietnam saat libur 1 Mei dibatalkan tanpa pemberitahuan. Saya sudah memilih jadwal dua bulan sebelumnya agar tidak perlu cuti, tapi tiba-tiba dibatalkan. Memang bisa refund penuh, tapi harga tiket langsung untuk periode yang sama sudah melonjak sampai 5.000 yuan.”
  • “Tiket dari 1 sampai 5 Mei semuanya dibatalkan, padahal hotel sudah dipesan, bagaimana ini?”
  • “Penerbangan ke Kuala Lumpur yang seharusnya tiba tanggal 3 dini hari tiba-tiba dibatalkan dan diganti ke 4 Mei pukul 03.30. Tapi penerbangan pulangnya pukul 04.30. Belum keluar imigrasi sudah harus balik, ini keterlaluan…”

Menurut laporan sejumlah media Tiongkok, data dari platform “Hangban Guanjia” menunjukkan bahwa dari 1 hingga 12 April, banyak rute dari Tiongkok ke Asia Tenggara telah membatalkan seluruh penerbangan, termasuk:  Xi’an–Phuket, Chongqing–Phuket, Yantai–Bangkok, Ordos–Vientiane, Shanghai–Tawau, Xiamen–Vientiane, Nanjing–Dak Mao, Hohhot–Bangkok, dan lain-lain.

Untuk rute ke Australia:

  • Guangzhou–Darwin: tingkat pembatalan 83,3%
  • Hangzhou–Auckland: 57,1%
  • Wuhan–Sydney: 50%

Pada 7 April, Air China mengumumkan pembatalan rute Chengdu Tianfu–Kuala Lumpur hingga 30 Juni.

AirAsia X juga mengumumkan bahwa mulai 17 April, rute pulang-pergi Bangkok Don Mueang–Shanghai Pudong akan dihentikan hingga akhir musim penerbangan.

Thai AirAsia menghentikan layanan rute Xi’an–Bangkok setelah 11 Mei.

Pada 11 April, Cathay Pacific menyatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah telah berdampak negatif pada harga bahan bakar penerbangan. 

Untuk mengurangi tekanan biaya, mereka akan menggabungkan sebagian penerbangan penumpang antara 16 Mei hingga 30 Juni. HK Express juga akan melakukan penyesuaian serupa antara 11 Mei hingga 30 Juni.

Selain itu, maskapai seperti Spring Airlines, China Eastern, dan China Southern meskipun tidak mengumumkan pembatalan secara menyeluruh, juga membatalkan sebagian penerbangan ke Asia Tenggara selama periode libur melalui sistem internal, layanan pelanggan, maupun pemberitahuan agen.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa penyesuaian penerbangan secara besar-besaran ini bukanlah keputusan sepihak dari maskapai tertentu, melainkan respons kolektif industri penerbangan terhadap lonjakan tajam harga bahan bakar global dan meningkatnya tekanan biaya operasional.

Dilaporkan oleh Li Li / Editor: Lin Qing – NTDTV.com

Sejumlah Slogan Anti-Xi Jinping Disemprotkan di Jalanan Xi’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok,  Videonya Menjadi Viral

Sejak pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping, berkuasa, situasi politik dan ekonomi di Tiongkok memburuk, dan suara penentangan dari masyarakat semakin meningkat. Baru-baru ini, muncul slogan anti-Xi yang disemprotkan di dinding di suatu lokasi di Xi’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok.  Video terkait beredar luas di internet dan memicu perbincangan hangat.

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang netizen mengunggah video di media sosial luar negeri yang menunjukkan bahwa di Xi’an, Shaanxi, sebuah dinding dicoret dengan tulisan: “Xi Jinping mencari uang kotor, memotong tangan buruh migran dari Nanjing…” dan lain-lain. Dalam video tersebut terlihat beberapa pejalan kaki berhenti untuk melihat tulisan di dinding tersebut.

Saat ini belum diketahui siapa yang membuat grafiti tersebut, kapan tepatnya dibuat, maupun di jalan mana di Xi’an lokasi tersebut berada.

Sebagian netizen berkomentar:
“Sangat memuaskan, sangat memuaskan.”
“Semoga seluruh tembok di negara ini dipenuhi slogan anti-Xi dan anti-PKT.”
“Kedua ‘saudara’ ini kini menjadi seperti tikus yang dibenci semua orang.”

Ada juga yang mengatakan:
“Orang ini benar-benar pahlawan, saya akui saya pengecut, tidak berani melakukannya.”
“Saya mungkin tidak memahami logika di balik semua cerita ini, tetapi saya mengagumi keberaniannya.”

Komentar lain menyebutkan :
“Seharusnya ada gerakan besar-besaran untuk membuat grafiti di seluruh Tiongkok. Sekarang banyak kamera pengawas sudah seperti pajangan, dan polisi juga terbatas, tidak mungkin bisa menangkap semua orang.”

“Para penentang di dalam negeri, proyeksi tulisan memang berisiko, tapi grafiti menurut saya cukup efektif. Bawa saja cat semprot, cari titik buta kamera, semprot cepat lalu pergi. Pemerintah tidak punya cukup sumber daya untuk menjaga setiap jalan dan setiap tembok.”

Ada juga yang bercanda:
“Nanti akan ada pekerjaan baru: penjaga tembok.”
“Sudah ada penjaga jembatan, penjaga toilet, sekarang tambah penjaga tembok, nanti setiap tiang listrik juga harus dijaga…”
“Satu miliar penjaga tembok siap bertugas.”

Istilah “penjaga jembatan” merujuk pada orang yang ditugaskan menjaga jembatan penyeberangan, dengan tugas memantau secara ketat agar tidak ada yang memasang spanduk atau melakukan aksi protes. 

Hal ini diduga berkaitan dengan “Insiden Jembatan Sitong” di Beijing pada Oktober 2022, menjelang Kongres Nasional PKT ke-20. Saat itu, seorang warga bernama Peng Lifa memasang beberapa spanduk anti-PKT dan anti-Xi di Jembatan Sitong. Peristiwa tersebut membuat pihak berwenang sangat khawatir, dan sejak itu mulai merekrut banyak orang untuk menjaga jembatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Tiongkok terus melemah, berbagai sektor mengalami kemunduran, dan kehidupan masyarakat semakin sulit. Ditambah dengan meningkatnya insiden kekerasan, ketidakpuasan terhadap pemerintah semakin meningkat, dan masyarakat mengekspresikan perlawanan melalui berbagai cara.

Sejak “Insiden Jembatan Sitong”, banyak orang di Tiongkok daratan menempelkan atau menuliskan slogan anti-pemerintah di tiang jembatan, tiang listrik, pintu toilet, dan jembatan penyeberangan. Isi slogan tersebut antara lain:
“Turunkan PKT, turunkan Xi Jinping”
“PKT tidak sama dengan Tiongkok”
“Buka larangan partai, bebaskan pembentukan partai”
“Perlawanan rakyat, hancurkan rezim komunis”, dan sebagainya.

Pada September 2025, menjelang parade militer PKT, di beberapa toilet umum di Beijing juga muncul slogan seperti:
“Turunkan diktator”
“PKT seharusnya sudah lama runtuh.”

Pada  29 Agustus 2025 malam, di kawasan Universitas Chongqing, di Xijie, sebuah gedung menampilkan proyeksi besar slogan anti-PKT, antara lain:
“Jatuhkan fasisme merah, gulingkan tirani Partai Komunis”
“Tanpa Partai Komunis, akan ada Tiongkok baru; kebebasan bukan hadiah, harus direbut kembali”
“Bangkitlah, mereka yang tidak ingin menjadi budak, bangkit melawan untuk merebut hak kalian.”

Menurut sumber internal PKT, slogan-slogan anti-PKT dan anti-Xi ini dianggap sebagai sinyal risiko politik dan telah memicu kekhawatiran di kalangan pimpinan tinggi.

Dilaporkan oleh Li Enzhen / Editor: Li Quan – NTDTV.com

172 Kapal Tanker Minyak Menuju Teluk AS, Menjadi Pergeseran Energi Global yang Besar 

Mulai pekan ini, sejumlah besar kapal tanker kosong, termasuk puluhan kapal tanker super, sedang menuju pelabuhan di sepanjang Teluk Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kapal-kapal ini akan mengangkut penuh minyak mentah dari AS untuk memasok pasar energi global yang sedang mengalami kekurangan. Amerika Serikat kini menjadi produsen minyak terbesar di dunia. Trump juga mengatakan bahwa minyak mentah AS memiliki kadar sulfur rendah dan kualitas tinggi, bahkan disebut sebagai “minyak mentah paling manis di dunia”.

EtIndonesia. Setelah Presiden Trump mengumumkan blokade terhadap pelabuhan Iran, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sempat mengalami kelumpuhan.

Perusahaan analisis maritim asal Inggris, Windward, menyebutkan bahwa arus pengangkutan minyak mentah global kini jelas beralih ke pelabuhan di Teluk AS. Laporan menunjukkan sekitar 172 kapal tanker sedang dalam perjalanan menuju kawasan tersebut.

Menurut lembaga riset pasar energi Kpler, ekspor minyak mentah AS pada  April diperkirakan meningkat menjadi sekitar 5,2 juta barel per hari, naik sekitar sepertiga dibandingkan 3,9 juta barel per hari pada bulan Maret.

Pada saat yang sama, sekitar 28 kapal tanker super besar (VLCC) dengan kapasitas hingga 2 juta barel per kapal telah dijadwalkan menuju AS untuk memuat minyak mentah, sementara pada bulan biasa rata-rata hanya sekitar 5 kapal.

Di tengah meningkatnya aktivitas di Teluk AS, negara-negara di Eropa dan Asia juga sedang mencari sumber energi alternatif. Harga minyak di berbagai kawasan pun mengalami kenaikan signifikan, dan ketergantungan pasar global terhadap minyak dan gas dari Amerika Serikat semakin meningkat.

Presiden Trump pada Sabtu lalu (11 April) mengatakan bahwa “sejumlah besar kapal tanker kosong” sedang menuju AS untuk membeli energi. Pada Senin (13 April), ia kembali menegaskan:  “Para pembeli asing memberikan suara melalui kapal mereka: energi Amerika berarti stabilitas, kekuatan, dan kebebasan dari tekanan Timur Tengah.”

Pada  Maret, otoritas Pelabuhan Houston mengumumkan selesainya proyek pelebaran jalur pelayaran “Project 11”, yang menghapus pembatasan pelayaran malam hari yang telah berlaku lebih dari satu abad. Kini kapal besar dapat beroperasi dengan aman selama 24 jam tanpa harus menunggu siang hari untuk masuk pelabuhan.

Setelah harga minyak melonjak tajam pada Senin, pada hari Selasa harga kembali turun akibat munculnya kabar bahwa kedua pihak mungkin akan melanjutkan perundingan. Minyak Brent turun 0,8% menjadi USD 98,57 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,65% menjadi USD 97,45 per barel. (Hui)

Dilaporkan oleh reporter NTD, Liu Jiajia dari Amerika Serikat.

Blokade AS Terhadap Pelabuhan Iran: Kapal Tanker Minyak Tiongkok Berbalik Arah – Pukulan Besar bagi Mesin Propaganda Tiongkok

Pada hari pertama blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran, beberapa kapal dagang terpaksa berbalik arah, termasuk kapal dari Tiongkok. Media daratan Tiongkok sempat mengklaim dengan gembar-gembor bahwa kapal tanker berhasil menembus blokade, namun segera “terbantahkan fakta”, karena data menunjukkan kapal-kapal tersebut justru berbalik di perairan kunci dan mundur. 

Analisis menyebutkan bahwa blokade ini tidak hanya menghantam ekspor minyak Iran, tetapi juga secara langsung memukul pasokan energi Tiongkok, dengan dampak yang terus meluas.

EtIndonesia. Pada hari kedua blokade, setidaknya tiga kapal tanker melewati Selat Hormuz. Namun, ketiga kapal tersebut tidak menuju pelabuhan Iran, sehingga tidak terpengaruh oleh blokade AS.

 “Area yang diblokade (oleh militer AS) berada di sebelah timur Selat Hormuz, bukan di titik sempitnya. Dan blokade ini bukan berarti semua kapal tidak boleh lewat, melainkan menargetkan kapal yang berasal dari atau menuju pelabuhan Iran. Artinya, meskipun Iran mengizinkan kapal lewat, AS tetap tidak mengizinkannya,” kata peneliti dari Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi. 

Pada hari pertama blokade, media Tiongkok sempat mengklaim bahwa dua kapal tanker Tiongkok berhasil menembus blokade. Salah satunya adalah “Fuxing”, yang membawa sekitar 250.000 barel metanol dengan tujuan Tiongkok Kapal lainnya, berbendera Botswana namun dimiliki Tiongkok, diduga mencoba menyamarkan identitas.

Namun klaim tersebut segera dipatahkan oleh data pelayaran. Data pelacakan kapal secara real-time menunjukkan bahwa kedua kapal tersebut berbalik arah segera setelah mencapai titik tikungan di selat.

Komando Pusat Militer AS juga mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan informasi: pada hari pertama blokade, tidak ada satu pun kapal yang berhasil melewati garis blokade AS. Sebaliknya, enam kapal dagang mengikuti instruksi militer AS untuk berbalik arah dan kembali menuju sebuah pelabuhan Iran di Teluk Oman.

Pembawa acara program “Wenzhao Talks”, Wen Zhao, mengatakan:  “Keseriusan situasi ini adalah bahwa selama blokade berlangsung, Tiongkok tidak dapat membeli setetes pun minyak dari Iran. Bahkan minyak yang dimuat dari Uni Emirat Arab atau Arab Saudi pun, jika saat melewati selat membayar biaya transit kepada Iran, tetap akan dicegat oleh militer AS di sisi lain. Ini berarti seluruh impor minyak Tiongkok dari Teluk Persia bisa terhenti.”

Selat Hormuz sangat penting bagi keamanan energi Tiongkok.  Berdasarkan data tahun 2025, minyak mentah yang diangkut melalui selat ini menyumbang hampir setengah dari impor minyak Tiongkok, dan sekitar 40% dari total konsumsi minyaknya.

Jika jalur ini terganggu, hal itu akan langsung menyentuh urat nadi ekonomi Tiongkok serta stabilitas sistem keuangan internasional, dan berpotensi memicu efek domino ekonomi.

“Ini setara dengan secara tidak langsung memblokir jalur Tiongkok untuk memperoleh energi murah dari kawasan tersebut. Selain itu, bisa memicu krisis ekonomi berantai yang mempengaruhi para pekerja di sektor terkait. Hal ini juga dapat mendorong kenaikan harga pupuk, pangan, dan kebutuhan pokok lainnya,” ujar wakil peneliti dari Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Hsieh Pei-hsueh. 

“Sebelumnya Iran juga meminta pembayaran biaya transit dengan yuan atau mata uang kripto, yang dipandang sebagai peluang internasionalisasi yuan. Intervensi militer AS sekarang memaksa negara-negara memilih antara hubungan dengan Iran atau risiko sanksi AS, yang secara langsung menekan upaya ekspansi yuan di tingkat global,” tambahnya. 

Meski Tiongkok dan Iran telah bekerja sama mengembangkan jalur transportasi kereta api untuk mengurangi ketergantungan pada jalur laut, sejauh ini belum ada bukti bahwa Iran menyalurkan minyak ke Tiongkok melalui jalur darat tersebut.

Di sisi lain, dampak ekonomi dari langkah militer AS terhadap Iran terlihat signifikan. Perkiraan awal menunjukkan bahwa setelah pelabuhan Iran diblokade, Iran dapat kehilangan lebih dari 400 juta dolar AS per hari. (Hui)

Dilaporkan oleh reporter NTD, Chen Yue dan Chang Chun.

AS Membekukan Ekspor Iran, Pakar : Fluktuasi Jangka Pendek, Tren Jangka Panjang Kembali ke Supply-Demand

Amerika Serikat mengumumkan pemblokiran pelabuhan Iran, yang langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak sempat menembus USD 100 per barel. Para ahli menyatakan bahwa langkah ini tidak hanya menghantam urat nadi ekonomi Iran, tetapi juga berdampak pada negara-negara pengimpor utama seperti Tiongkok. Namun, apakah dampaknya akan berlanjut, masih bergantung pada kemampuan penyesuaian rantai pasokan serta arah geopolitik ke depan.

EtIndonesia. Setelah perundingan AS-Iran gagal, pihak AS beralih ke tekanan intensitas tinggi. Komando Pusat AS mengumumkan pemblokiran semua kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, namun sengaja tidak menyentuh hak pelayaran di Selat Hormuz. 

Strategi ini menciptakan situasi “tidak menutup selat, tetapi mengunci ekspor”, sehingga tekanan difokuskan pada sisi ekspor Iran, sekaligus menghindari gangguan besar terhadap pelayaran global.

Inti dari langkah ini adalah mengendalikan konflik pada level “pemutusan aliran ekonomi”, bukan “blokade jalur pelayaran” secara menyeluruh.

 Para ahli menyebutkan, jika Selat Hormuz ditutup, sekitar 20% pengiriman energi global akan terdampak. Sebaliknya, dengan menargetkan ekspor Iran, AS dapat melemahkan sumber pendapatan Iran sekaligus menekan risiko pasar lepas kendali.

Dari sisi pasokan, Iran mengekspor sekitar 1,7 juta barel minyak per hari, dengan stok terapung di laut mendekati 180 juta barel. Jika ekspor terhambat, pasokan akan “dibekukan” dalam jangka pendek, sehingga menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran—yang menjadi pendorong langsung lonjakan harga minyak di atas USD 100.

Dampak yang lebih dalam adalah perubahan dalam logika operasional pasar energi. Analisis menunjukkan bahwa sebelumnya Iran mencoba menantang tatanan yang ada melalui pengaturan jalur pelayaran dan rute. Namun kali ini, AS langsung menyerang dari sisi pasokan, dengan tujuan merebut kembali kendali atas pasar.

 “Dalam proses Iran mengenakan biaya pada kapal-kapal yang melintas, mereka juga mendorong penggunaan yuan atau mata uang kripto sebagai pengganti dolar untuk transaksi. Ini secara langsung melemahkan posisi dolar sebagai mata uang internasional. Selain itu, Iran membatasi jumlah tanker yang dapat melintas setiap hari, sehingga banyak kapal terpaksa tertahan di kawasan Teluk, yang sangat mengganggu ritme perdagangan dan logistik global,” kata komentator urusan internasional, Jason. 

Analisis juga menunjukkan bahwa dari sisi permintaan, dampak pertama akan dirasakan di Asia yang sangat bergantung pada minyak Timur Tengah.

Jason menambahkan :  “Banyak maskapai di Asia terpaksa menyesuaikan atau mengurangi penerbangan. Selain itu, industri pupuk dan berbagai sektor petrokimia juga mengalami krisis di pasar internasional. Pemerintah Iran tampaknya ingin menggunakan alasan pembersihan ranjau dan risiko keamanan untuk mendefinisikan ulang siapa yang mengontrol arus di selat, serta siapa yang menetapkan aturan perdagangan global.”

Namun, apakah dampaknya akan meluas sangat bergantung pada durasi konflik. Para ekonom memperkirakan bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar 10% dapat mendorong inflasi AS sekitar 2%, menunjukkan bahwa guncangan energi dapat dengan cepat merambat ke inflasi, tetapi belum tentu berkembang menjadi krisis struktural jangka panjang.

 “Jika kita melihat kembali krisis energi di Timur Tengah pada tahun 1970-an, kita melihat dua krisis besar. Saya pikir krisis kali ini lebih mirip dengan Perang Teluk pertama tahun 1990–1991, di mana setelah perang berakhir, rantai pasokan minyak dan harga dengan cepat kembali ke kondisi normal sebelum konflik,” kata ekonom UCLA, Yu Weixiong. 

Para ahli menilai bahwa gelombang ini lebih merupakan “guncangan pasokan jangka pendek”, bukan “terputusnya pasokan jangka panjang”. Jika konflik mereda atau pasokan alternatif tersedia, harga dan logistik berpeluang cepat kembali stabil. (Hui)

Dilaporkan oleh reporter NTD, Yi Xin dan Qiu Yue.

Terungkap Kisah di Balik Negosiasi AS-Iran, Delegasi Iran Sepenuhnya Tidak Memiliki Wewenang untuk Mengambil Keputusan Hingga Sempat Menemui Jalan Buntu

EtIndonesia. Putaran pertama perundingan antara Amerika Serikat dan Iran belum menghasilkan kesepakatan, namun kontak antara kedua pihak masih terus berlanjut. Wakil Presiden AS, JD Vance, bersama sejumlah sumber, baru-baru ini mengungkap detail di balik layar negosiasi tersebut, yang berlangsung penuh dinamika.

JD Vance, yang memimpin delegasi AS ke Pakistan untuk perundingan, mengatakan kepada Fox News bahwa delegasi Iran tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan. Proses ini juga membuat pihak AS memahami siapa sebenarnya yang memegang kendali keputusan di Teheran.

Vance menjelaskan bahwa tim Iran yang hadir saat itu harus kembali ke Teheran untuk mendapatkan persetujuan dari Pemimpin Tertinggi atau pihak lain sebelum dapat menerima syarat dari AS. Karena tidak dapat mencapai kesepakatan saat itu, kedua pihak akhirnya kembali ke negara masing-masing.

Sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut juga mengatakan kepada Reuters secara anonim bahwa semua peserta dilarang membawa ponsel saat memasuki ruang utama perundingan. Hal ini memaksa Vance dan perwakilan lainnya, seperti Ghalibaf, untuk keluar ruangan saat jeda guna menyampaikan informasi kepada negara masing-masing.

Di tengah jalannya perundingan, kedua pihak sempat optimistis bahwa kesepakatan bisa tercapai, dengan sekitar 80% isu telah mencapai konsensus. Namun pada akhirnya, negosiasi menemui jalan buntu pada beberapa isu yang tidak dapat diputuskan di tempat.

Setelah itu, suasana perundingan menjadi tegang. Meskipun perwakilan Pakistan berusaha meredakan situasi, kedua pihak tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengalah.

Baru pada Minggu pagi suasana sedikit membaik, namun perbedaan masih tetap ada. Sumber dari pihak AS menyatakan bahwa Iran belum sepenuhnya memahami bahwa tujuan utama AS adalah mencapai kesepakatan yang “memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir”. Sementara itu, salah satu kekhawatiran Iran adalah ketidakpercayaan terhadap niat Amerika.

Vance menegaskan bahwa “garis merah” AS tetap sama, yaitu Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ini mencakup penghapusan seluruh uranium yang telah diperkaya di dalam negeri Iran, serta pembentukan mekanisme verifikasi yang dapat dipercaya. Ia menyebutkan bahwa hal ini merupakan perbedaan terbesar dalam negosiasi saat ini.

Selain itu, kedua pihak juga membahas hak pelayaran di Selat Hormuz.

 “Terus terang, Iran mencoba mengubah syarat dalam negosiasi, dan ini adalah salah satunya. Kami telah menyatakan dengan jelas bahwa hal tersebut tidak dapat diterima,” kata Vance. 

Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan pemblokiran seluruh pelabuhan Iran, serta memperingatkan bahwa kapal cepat Iran tidak boleh mendekati garis blokade militer AS, atau akan menghadapi tindakan militer.

Menurut laporan Associated Press, kedua pihak sedang membahas kemungkinan mengadakan putaran kedua perundingan sebelum perjanjian gencatan senjata berakhir pada 22 April. Presiden Trump sebelumnya juga mengungkapkan bahwa Iran telah menghubungi pihak AS dengan harapan dapat mencapai kesepakatan.

Dilaporkan oleh reporter NTD, Li Jiayin dari Amerika Serikat.

Desa Ngunut Belajar ke Malang, Wujudkan Ekosistem Air Berkelanjutan Lewat Studi Tiru Lingkungan

KOTA MALANG, 14 Mei 2026 – Pemerintah Desa Ngunut, Kabupaten Ponorogo, menempuh langkah strategis dengan menggelar kunjungan studi tiru ke Kampung Semar (Senang Menanam Ramai-Ramai) Arjosari dan Kampung Glintung Go Green di Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (14/5) ini menjadi akselerasi program Desa Menabung Air yang diinisiasi Menabung Air Foundation (MAF) serta didukung penuh oleh Maesa Group.

Sebanyak 40 perwakilan warga dan perangkat Desa Ngunut turut serta dalam kunjungan tersebut. Mereka mempelajari secara langsung praktik pengelolaan lingkungan terintegrasi yang telah terbukti sukses di dua kampung tersebut. Fokus utama meliputi konservasi air tanah, pengelolaan sampah organik mandiri, penguatan ruang terbuka hijau berbasis komunitas, serta pemanfaatan media sosial untuk penguatan kapasitas.

Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Kesadaran Kolektif

Kepala Desa Ngunut, Siti Khotijah, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam pengelolaan lingkungan bukanlah pada aspek teknologi, melainkan pada perubahan perilaku masyarakat.

“Tantangan utama bukan pada teknologi, melainkan bagaimana membangun kesadaran kolektif. Kami berharap semangat dari Kampung Semar dan Glintung Go Green dapat diadopsi oleh masyarakat Desa Ngunut sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Siti di sela-sela kunjungan.

Komitmen MAF: Masyarakat sebagai Aktor Utama Konservasi

Perwakilan Public Relation dan Kemitraan Menabung Air Foundation (MAF), Andi Widodo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen MAF dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sebagai aktor utama konservasi lingkungan.

“Kami ingin Desa Ngunut tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Melalui studi tiru ini, masyarakat dapat melihat langsung praktik baik yang dapat direplikasi di wilayahnya,” ungkap Andi.

Inovasi Langsung: Biopori Jumbo hingga Ekonomi Sirkular

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori, tetapi juga praktik lapangan. Berbagai inovasi lingkungan diperkenalkan, antara lain pembangunan sumur resapan, lubang resapan biopori jumbo, serta penguatan ekonomi sirkular. Kelompok masyarakat, termasuk perempuan, dilibatkan aktif dalam pengembangan UMKM ramah lingkungan.

Program Desa Menabung Air yang didukung Maesa Group ini menargetkan peningkatan daya dukung lingkungan di wilayah yang rentan terhadap krisis air, seperti Desa Ngunut. Melalui kegiatan ini, Desa Ngunut diharapkan mampu mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan yang komprehensif—mulai dari konservasi di hulu hingga pengelolaan limbah di hilir.

Peta Jalan Menuju Desa Hijau dan Berkelanjutan

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah desa, masyarakat, dan Menabung Air Foundation untuk menyusun peta jalan (roadmap) implementasi program konservasi lingkungan. Targetnya jelas: mewujudkan Desa Ngunut yang lebih hijau, mandiri air, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sungguh Menyedihkan! Ibu Meninggal Dunia, Ayah Menghilang, Saudara-saudaranya Ditinggalkan di Pusat Penitipan Anak

Kasus tragis dalam keluarga terus terjadi di Tiongkok. Sepasang kakak-adik di Changchun, Provinsi Jilin, ditinggalkan oleh ayah mereka di tempat penitipan setelah ibunya meninggal dunia. Hingga kini sudah dua tahun. Setelah kasus ini terungkap dan mendapat perhatian publik, pihak berwenang menyatakan telah mengatur agar anak-anak tersebut bisa bersekolah, namun masalah pengasuhan selanjutnya masih menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

EtIndonesia. Menurut laporan media daratan Tiongkok, Zhao Jin, pengelola sebuah tempat penitipan kecil di Distrik Chaoyang, Changchun, mengatakan bahwa kakak perempuan berusia 10 tahun dan adik laki-laki berusia 8 tahun telah ditinggalkan oleh ayah mereka di tempat tersebut sejak dua tahun lalu, dan hingga kini tidak ada kabar lagi dari sang ayah.

Dilaporkan bahwa pada November 2023, ayah anak-anak tersebut, melalui perantara seorang teman, menitipkan kedua anaknya ke tempat penitipan milik Zhao Jin. Saat itu, sang kakak bersekolah di sebuah SD di Distrik Luyuan, sementara adiknya masih di taman kanak-kanak di distrik yang sama.

Zhao Jin mengatakan, “Awalnya kami tidak ingin menerima karena jarak antar-jemput cukup jauh, tetapi karena diperkenalkan oleh teman dan diberi tahu bahwa orang tua mereka sudah bercerai, kami jadi tidak tega.”

Ia juga menjelaskan bahwa ayah anak-anak tersebut mengatakan ibu mereka telah meninggal karena kanker. Karena merasa kasihan, Zhao Jin menurunkan biaya dari 3.000 yuan per bulan per anak menjadi 2.500 yuan, termasuk makan, tempat tinggal di rumahnya, serta antar-jemput sekolah.

Pada Desember 2023, sang ayah bahkan mengurus pengunduran diri anak perempuan dari sekolah, dengan alasan akan membawa anak-anak tersebut ke Jepang untuk tinggal dan belajar. Namun setelah keluar dari sekolah, sang kakak tetap tinggal di tempat penitipan. Selama periode itu, nenek mereka sempat pulang dari Jepang, membawa kedua anak tersebut tinggal di rumah sewaan selama belasan hari, bahkan mengajari mereka sedikit bahasa Jepang, sebelum akhirnya mengembalikan mereka ke tempat penitipan.

Sejak April 2024, ayah anak-anak tersebut mulai terlambat membayar biaya, dan sejak Desember 2024 pembayaran benar-benar terhenti. Pada April 2025, ia mengaku berada di Jepang dan tidak bisa mentransfer uang melalui WeChat. Ia hanya sempat mengirim 4.000 yuan (saat itu sudah menunggak lebih dari 20.000 yuan), lalu benar-benar menghilang tanpa kabar.

Zhao Jin mengatakan bahwa adik laki-laki yang kini berusia 8 tahun sudah memasuki usia untuk mendaftar sekolah dasar, namun bahkan tidak memiliki dokumen kependudukan dasar. Sementara kakaknya yang berusia sekitar 10 tahun telah putus sekolah lebih dari dua tahun—di usia yang seharusnya duduk di bangku kelas, ia hanya bisa belajar membaca dan berhitung secara terbatas di tempat penitipan.

Zhao Jin berkata, “Saya juga kesulitan, tapi saya masih berusaha bertahan. Saya berharap bisa menemukan ayah mereka atau kerabat lainnya, karena pendidikan anak adalah hal yang sangat penting.”

Warganet pun ramai berkomentar:

  • “Anak-anak ini terlalu kasihan, ini termasuk penelantaran.”
  • “Sangat tidak masuk akal.”
  • “Terlalu kejam.”
  • “Ini sebenarnya seperti anak yatim yang terlantar… kasihan sekali.”
  • “Tingkat perceraian di Changchun tinggi, ini bukan satu-satunya kasus… masih banyak yang lebih sulit.”
  • “Bukankah ini sudah termasuk anak tanpa pengasuh?”
  • “Selama dua tahun tidak ada campur tangan dari dinas pendidikan atau organisasi perempuan?”

Setelah kasus ini diberitakan, pihak berwenang setempat menyatakan telah mengatur agar anak-anak tersebut bisa kembali bersekolah. Namun warganet menilai, “Hanya menyelesaikan masalah sekolah saja tidak cukup, yang lebih penting adalah bagaimana pengasuhan mereka ke depan.” (Hui)

Sumber : ntdtv.com

Selat Hormuz Resmi Ditutup, Trump: Iran Tidak Akan Diizinkan untuk Memeras Dunia

EtIndonesia. Setelah militer AS secara resmi memulai operasi dan memblokade Selat Hormuz pada 14 April, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada media bahwa pihak Iran telah menghubungi mereka dan sangat ingin mencapai kesepakatan. Ia juga memperingatkan Iran agar tidak bertindak gegabah—setiap kapal yang mendekati garis blokade militer AS akan langsung diserang.

Setelah perundingan damai antara AS dan Iran gagal dan menemui jalan buntu, Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz dan pelabuhan Iran, serta “mencegat” setiap kapal yang telah membayar biaya transit kepada Iran.

Trump menegaskan bahwa meskipun Amerika Serikat tidak bergantung pada minyak Timur Tengah, dunia masih membutuhkannya, sehingga tidak dapat membiarkan Iran melakukan “aksi perompakan” di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump:  “Kita tidak boleh membiarkan satu negara memeras seluruh dunia. Itulah yang mereka (Iran) lakukan—mereka benar-benar memeras dunia. Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”

Iran kembali menghubungi Trump, sangat ingin mencapai kesepakatan

Trump juga memperingatkan bahwa jika hingga batas waktu gencatan senjata belum tercapai kesepakatan, maka itu akan menjadi kabar buruk bagi Iran. Meski demikian, ia optimistis kesepakatan dapat dicapai.

Trump:  “Saya bisa memberitahu kalian, pihak mereka sudah menghubungi kami. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan—sangat, sangat ingin. Bahkan pagi ini, orang-orang yang tepat dari pihak mereka telah menghubungi kami. Mereka ingin mewujudkan kesepakatan ini, dan kami juga bersedia melakukannya.”

Ia kembali menegaskan bahwa garis merah dalam negosiasi adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Trump:  “Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kami sudah mencapai banyak kesepakatan, hanya pada poin ini mereka sebelumnya tidak setuju. Namun saya yakin pada akhirnya mereka akan setuju. Saya sangat yakin.”

Trump juga menyatakan bahwa pihak AS telah menenggelamkan 158 kapal Iran, dan kapal “serangan cepat” yang tersisa tidak lagi menjadi ancaman. Namun ia memperingatkan bahwa jika kapal-kapal tersebut berani mendekati garis blokade AS, militer akan menggunakan sistem serangan yang sama seperti untuk memberantas kapal penyelundup narkoba di laut.

Menurut laporan Reuters, Komando Pusat AS telah mengeluarkan pemberitahuan kepada para pelaut bahwa blokade akan diberlakukan di Teluk Oman dan Laut Arab di sebelah timur selat, mencakup seluruh garis pantai Iran. Semua kapal di wilayah tersebut, tanpa memandang bendera, akan terdampak.

Sementara itu, Komando Pusat AS juga menegaskan bahwa kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) masih berpatroli di Laut Arab dan mendukung operasi penerbangan malam. Militer menyatakan bahwa dalam misi intensif, kapal ini mampu mendukung lebih dari 20 pesawat tempur F-35B.

Menurut laporan The Times of Israel, Menteri Pertahanan sementara Iran, Majid ibn Reza, sebelumnya menyatakan melalui televisi pemerintah bahwa Iran telah siap menghadapi “segala kemungkinan”.

Menurut Channel 12 Israel yang mengutip sumber, mediator dari Mesir, Pakistan, dan Turki sedang berupaya menjembatani perbedaan antara AS dan Iran.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa seorang pejabat tinggi AS mengungkapkan bahwa negosiasi masih berlangsung. Setelah pertemuan di Islamabad, pembicaraan mengalami kemajuan.

Selain itu, AS dilaporkan melunakkan posisinya dengan mengusulkan agar Iran membekukan program pengayaan uranium selama 20 tahun, bukan menghentikannya sepenuhnya. Iran pada dasarnya setuju untuk membekukan, tetapi hanya bersedia untuk jangka waktu kurang dari 10 tahun.

Di sisi lain, baku tembak lintas perbatasan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon terus berlangsung pada Senin (13 April). Sirine peringatan terdengar di sepanjang wilayah perbatasan Israel, dan warga bergegas masuk ke tempat perlindungan.

Laporan oleh reporter NTD, Wang Ziyi, dari Amerika Serikat.

Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS dalam Sehari, Blokade Selat Hormuz Picu Gejolak Energi dan Keuangan

Harga minyak internasional langsung melonjak sekitar 8% saat pembukaan perdagangan hari ini, sementara kontrak berjangka gas alam naik lebih tajam lagi. Penyebab utamanya adalah gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang kemudian diikuti oleh aksi blokade militer AS di Selat Hormuz. Hal ini langsung memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan gas, serta memperburuk krisis energi global.

EtIndonesia. Pada pembukaan perdagangan Senin (13 April), harga minyak langsung melonjak. Minyak mentah Brent sempat naik 8,17% menjadi 102,95 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bahkan melonjak 9,28% menjadi 105,53 dolar AS per barel. Sementara itu, kontrak berjangka gas alam di Eropa juga sempat melonjak hingga 18%.

Di saat yang sama, aset safe haven mengalami pergerakan berlawanan. Harga emas spot sempat turun tajam 2,2%, menghapus seluruh kenaikan pada pekan sebelumnya.

Pemicu utama gejolak pasar ini adalah runtuhnya negosiasi antara AS dan Iran. Media Iran menyebut syarat dari pihak AS “terlalu keras”, sementara Wakil Presiden AS menyatakan bahwa fokus utama AS adalah memastikan Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir—namun jaminan tersebut tidak diperoleh.

Komando Pusat AS mengumumkan bahwa mulai Senin pukul 10.00 pagi, akan dilakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa jika blokade tersebut dilawan, AS akan memberikan respons keras. Setiap serangan terhadap pihak AS atau kapal sipil akan “dihancurkan sepenuhnya”. Ia juga menyebut bahwa banyak kapal kosong besar sedang menuju Amerika Serikat untuk memuat minyak mentah dan gas alam berkualitas tinggi, serta menegaskan bahwa minyak AS tidak hanya melimpah, tetapi juga berkualitas lebih baik.

Di pasar keuangan, musim laporan keuangan perusahaan AS resmi dimulai minggu ini. Menurut data FactSet, laba perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh 13,2% secara tahunan pada kuartal pertama. Jika melihat tren revisi sebelumnya, angka ini bahkan bisa naik hingga 19%, menjadi yang tertinggi sejak kuartal keempat 2021.

Sektor perbankan akan menjadi pembuka musim laporan keuangan. Di tengah volatilitas pasar yang tinggi, pendapatan dari aktivitas perdagangan lima bank besar di Wall Street diperkirakan naik 13% secara tahunan, dengan total kemungkinan menembus 40 miliar dolar AS—tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Namun demikian, pasar juga mencermati apakah perusahaan mampu menahan tekanan biaya akibat lonjakan harga energi.

Laporan oleh reporter NTD, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

Trump Kecam Keras Iran Memeras Dunia, Teheran Kembali Ajukan Perdamaian

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (13 April) dengan keras mengecam Iran karena dianggap memeras seluruh dunia, dan menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Ia juga mengkonfirmasi bahwa militer AS telah memblokade Selat Hormuz. 

Di saat yang sama, seiring lonjakan besar produksi minyak AS, Trump menyatakan bahwa produksi diperkirakan akan kembali berlipat ganda tahun depan. Menariknya, sesuai rencana awal Gedung Putih, hari ini tidak ada jadwal bertemu media. Namun, kedatangan seorang pengantar makanan secara tidak terduga justru memicu terjadinya sesi wawancara ini.

 “Kami sama sekali tidak akan membiarkan sebuah rezim memeras atau mengancam seluruh dunia, karena itulah yang sedang mereka (Iran) lakukan. Mereka benar-benar memeras dunia,” kata Trump. 

Duta Besar Iran untuk India pada  Senin menyatakan bahwa Teheran berharap dapat memulai putaran baru perundingan dengan Washington.

Trump kemudian mengkonfirmasi hal tersebut.

Trump:  “Saya bisa memberitahu kalian, kami menerima telepon dari pihak mereka (Iran). Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, sangat ingin (bersepakat).”

Namun, Trump kembali menegaskan garis merah AS: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir—bukan hanya dalam tiga tahun ke depan, tetapi selamanya.

Trump:  “Saya pikir mereka (Iran) akan setuju (untuk sepenuhnya meninggalkan senjata nuklir), saya hampir yakin. Bahkan, saya sangat yakin. Jika mereka tidak setuju, maka tidak akan ada kesepakatan—tidak akan pernah ada. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir, kami akan mengambil kembali uranium yang diperkaya.”

Trump juga mengkonfirmasi bahwa pada pukul 10 pagi Senin, militer AS telah memblokade Selat Hormuz, dan beberapa negara telah menyatakan keinginan untuk turut membantu.

Saat ini, banyak kapal sedang menuju Amerika Serikat untuk membeli minyak mentah, sementara produksi minyak AS telah melampaui gabungan Rusia dan Arab Saudi, dan diperkirakan akan berlipat ganda tahun depan.

Pada hari yang sama, Trump juga menyinggung Kuba.

Trump:  “Kuba adalah negara yang sedang menurun, kami akan (membantu rakyat Kuba mendapatkan energi, dan lain-lain.). Setelah kami menyelesaikan (urusan Iran), kami mungkin akan menangani masalah Kuba.”

Awalnya, Trump tidak dijadwalkan bertemu wartawan pada hari Senin. Namun, hal itu berubah karena seorang pengantar makanan bernama Simmons yang datang mengantarkan beberapa pesanan McDonald’s ke Gedung Putih.

Pengantar makanan yang sudah seperti nenek ini mengetuk pintu presiden dan memperkenalkan dirinya, serta menceritakan bahwa berkat kebijakan bebas pajak atas tip, ia berhasil menghemat sekitar 11.000 dolar AS saat melaporkan pajaknya tahun ini.

Laporan oleh reporter NTD, Ren Hao, dari Washington DC.

“The Symphony of Nineteen” Meriahkan Puncak 19 Tahun Mercure Surabaya Grand Mirama

Surabaya, 13 April 2026 – Suasana harmoni dan kebersamaan menyelimuti Grand Ballroom Mercure Surabaya Grand Mirama pada Senin (13/4) malam. Hotel berbintang tersebut menggelar puncak perayaan hari jadinya yang ke-19 dengan tajuk “The Symphony of Nineteen”, sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal bersama seluruh staf dan keluarga besar hotel.

Mengusung konsep layaknya sebuah simfoni, acara ini menjadi simbol perjalanan panjang hotel dalam menghadirkan pelayanan terbaik yang selaras, dinamis, dan penuh makna. Angka sembilan belas dipilih sebagai representasi kedewasaan, pencapaian, serta komitmen untuk terus berkembang menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi setiap tamu.

The Symphony of Nineteen mencerminkan perjalanan yang tidak hanya panjang, tetapi juga penuh makna. Harmoni yang terbangun selama ini akan terus menjadi fondasi dalam menghadirkan kualitas dan pelayanan yang lebih baik ke depannya,” ujar Yohan Setia, Direktur Utama PT Mirama Wisata.

Penampilan Spesial Airlangga Orchestra Meriahkan Acara

Sebagai highlight utama, perayaan ini dimeriahkan oleh penampilan Airlangga Orchestra yang membawakan sajian musikal berkelas. Alunan musik simfoni yang elegan dan hangat sepanjang acara selaras dengan tema yang diusung, menggambarkan perjalanan hotel yang penuh warna, ritme, dan harmoni.

Tidak hanya itu, berbagai departemen di lingkungan hotel juga turut unjuk kebolehan melalui pertunjukan yang menunjukkan kreativitas serta keahlian mereka di luar peran profesional sehari-hari. Setiap penampilan menjadi bukti nyata bahwa setiap individu dalam tim memiliki kontribusi unik yang memperkaya “simfoni” besar Mercure Surabaya Grand Mirama.

Apresiasi Doorprize hingga Kulkas dan Komitmen ke Depan

Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai doorprize menarik yang disediakan bagi para tamu yang hadir. Beragam hadiah istimewa mulai dari televisi, mesin cuci, hingga kulkas menjadi bagian dari apresiasi hotel kepada seluruh staf yang telah menjadi bagian dari perjalanan selama 19 tahun.

Sugito Adhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni. “Perayaan 19 tahun ini menjadi momentum untuk merayakan perjalanan kami, sekaligus refleksi atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para tamu, mitra, dan seluruh tim. Melalui The Symphony of Nineteen, kami ingin menunjukkan bahwa setiap bagian memiliki peran penting dalam menciptakan harmoni pelayanan yang berkesan. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan pengalaman terbaik bagi seluruh tamu,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan harmoni yang terus terjaga, Mercure Surabaya Grand Mirama optimis untuk terus berkembang dan menjadi pilihan utama bagi seluruh tamu di Surabaya. Sepanjang bulan April, hotel ini juga menghadirkan berbagai promo menarik, termasuk penawaran spesial untuk staycation dan halal bihalal. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui +62 811-3456-155, situs resmi all.accor.com/6155, atau akun Instagram @mercuresurabayagrandmirama.

Food, Hotel & Tourism Bali 2026 Hadir sebagai Panggung Utama Inovasi dan Inspirasi Sektor Hospitality di Indonesia Timur

BALI, 15 April 2026 – Sebanyak lebih dari 200 perusahaan global dari 14 negara dipastikan akan memeriahkan pameran internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026 yang digelar pada 28–30 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Memasuki edisi ke-14, ajang dua tahunan ini mengusung misi strategis: menjadi destinasi inovasi dan inspirasi terbaru bagi industri perhotelan, makanan, minuman, serta pariwisata di kawasan Indonesia Timur.

PT Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara menegaskan komitmennya menghadirkan FHTB bukan sekadar pameran dagang, melainkan pusat pertukaran ide, kolaborasi bisnis, dan ekspansi pasar yang dinamis. Portofolio Director Meysia Stephanie menyatakan bahwa pameran ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk memahami percepatan perkembangan industri.

“FHTB 2026 akan menjadi panggung utama bagi pelaku usaha untuk mengetahui bagaimana industri perhotelan, pariwisata dan F&B berkembang pesat. Pengunjung akan merasakan pengalaman yang lebih nyata dan berkualitas. Kami berharap FHTB terus menjadi platform penting untuk ekspansi usaha, penjajakan kemitraan strategis, serta penetrasi pasar Indonesia Timur yang semakin menjanjikan,” ujar Meysia dalam siaran persnya, Selasa (15/4).

Pertumbuhan Industri yang Semakin Kuat

Keyakinan tersebut didukung oleh data positif dari sektor terkait. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga Desember 2025 terdapat 1,41 juta kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, naik 14,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Khusus Bali, sepanjang 2025 menyumbang sekitar 5,25 juta kunjungan wisatawan mancanegara, atau lebih dari 44 persen dari total kedatangan internasional ke Indonesia.

Sementara itu, belanja konsumen untuk sektor F&B di Indonesia diproyeksikan meningkat lebih dari 5 persen per tahun hingga 2030. Pasar global pembelian tiket perjalanan secara daring diperkirakan mencapai US$1.835,6 miliar pada 2031, dengan Indonesia menguasai pangsa hingga US$22 miliar pada 2026.

Kompetisi Kuliner Bergengsi Kembali Digelar

Salah satu sorotan utama FHTB 2026 adalah The 13th Salon Culinaire Bali, kompetisi memasak dua tahunan yang diselenggarakan oleh Bali Culinary Professional (BCP). Mengusung tema Bali Biennial Prestigious Cooking Competition, ajang ini menghadirkan kategori istimewa yang sempat vakum delapan tahun, yakni The Return of Dewata Gastronomy Challenge.

“Kompetisi ini ditujukan untuk mengembangkan kemampuan dan bakat para chef muda. Ada beberapa kategori, tapi yang menarik adalah kelas Asian Chef Menu dan Dewata Gastronomy Challenge. Sebagai kategori prestigious national team, kelas ini dilombakan bersama Chef, Sommelier/Barista, Waiters Service Team, serta Manager Team dalam satu payung restoran atau hotel yang sama,” jelas Bayu Retno Timur, President Bali Culinary Professional yang juga Executive Chef Mandapa A Ritz Carlton Reserve Bali.

Kompetisi tersebut tidak hanya diikuti peserta nasional, tetapi juga tim internasional dari Taiwan, Malaysia, Sri Lanka, dan negara lainnya.

Inklusivitas Lewat Kompetisi Barista Perempuan

Untuk pertama kalinya secara spesial, FHTB 2026 menyelenggarakan Barista Female Creation oleh Last.Brew. Kompetisi ini diikuti 12 perempuan dari berbagai perusahaan dan merek ternama di Indonesia, tanpa batasan usia.

Project Head Yani Elok Pratiwi mengatakan, “Ajang ini hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan peran perempuan di industri F&B, khususnya di sektor kopi, yang hingga saat ini masih memiliki ruang besar untuk terus berkembang. Kami percaya bahwa kemampuan, pengalaman, dan passion di dunia kopi tidak dibatasi oleh usia.”

Tren Wellness Tourism dan Keberlanjutan Jadi Sorotan

Selain kompetisi dan seminar industri, FHTB 2026 juga mengangkat isu wellness tourism (wisata kebugaran) yang tengah tumbuh pesat di Bali, serta komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan. Pameran ini menghadirkan perusahaan dan merek dengan produk ramah lingkungan, solusi hemat energi, kemasan berkelanjutan, serta inovasi pengurangan limbah.

Nilai pasar pariwisata berkelanjutan global diperkirakan mencapai US$11,4 triliun pada 2032, dan 83 persen wisatawan dunia menilai perjalanan berkelanjutan sebagai hal yang penting. Sejalan dengan itu, digelar sustainability workshop bertajuk Sustainable and Impactful Food Management: Social & Environmental Actions oleh Scholars of Sustainable (SOS) Bali.

Pendaftaran Gratis Hingga 22 April

Calon pengunjung dapat memperoleh akses masuk gratis selama tiga hari penyelenggaraan dengan melakukan pra-pendaftaran melalui tautan https://www.fhtbali.com/preregistration2026/ paling lambat 22 April 2026.

Informasi lebih lanjut tersedia di www.fhtbali.com serta media sosial Instagram (@fhtbali), Facebook (FHTBali), LinkedIn (Food, Hotel & Tourism Bali), TikTok (@foodhospitalityindonesia), dan kanal YouTube Food & Hospitality Series_ID.