Honduras Sebut Rombongan Ribuan Imigran Menuju AS Didanai oleh Venezuela

EpochTimesId – Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence mengatakan bahwa Venezuela diduga mendanai rombongan ribuan migran yang sedang bergerak menuju perbatasan AS-Meksiko. Informasi itu diperolehnya dari Presiden Honduras.

“Saya berbicara dengan Presiden Hernandez dari Honduras. Dia memberi tahu saya bahwa kafilah yang sekarang berjalan melalui Meksiko menuju perbatasan selatan diselenggarakan oleh organisasi sayap kiri (Honduras) dan dibiayai oleh Venezuela,” kata Pence dalam video bersama Presiden Donald Trump pada 23 Oktober.

“Apa yang Presiden Honduras katakan kepada saya, (rombongan itu) diselenggarakan oleh kelompok-kelompok kiri di Honduras, dibiayai oleh Venezuela, dan dikirim ke utara untuk menantang kedaulatan kami dan menantang perbatasan kami,” ujar Pence kepada The Washington Post, yang mengupload siaran langsung video dari pernyataannya kepada salah satu wartawannya.

Dalam klip itu, Pence mengatakan dia mengadakan diskusi dengan presiden Guatemala, Jimmy Morales dan pejabat Meksiko tentang kafilah tersebut, yang diyakini berjumlah sekitar 7.200 orang.

Sementara itu, wakil presiden AS itu juga membela pernyataan Presiden Donald Trump, bahwa orang-orang dari Timur Tengah turut ambil bagian dalam rombongan pengembara tersebut.

“Tidak dapat dibayangkan bahwa tidak ada orang keturunan Timur Tengah di kerumunan lebih dari 7.000 orang yang bergerak menuju perbatasan kami,” kata Pence. “Pada tahun fiskal terakhir, kami menangkap lebih dari 10 teroris atau tersangka teroris per hari di perbatasan selatan kami dari negara-negara yang disebut dalam leksikon sebagai ‘selain Meksiko’, yang berarti orang-orang dari kawasan Timur Tengah.”

Otoritas Honduras mengatakan bahwa setidaknya dua orang tewas sejauh ini di jalan-jalan Meksiko selama pergerakan kafilah. Salah satu pria jatuh dari sebuah truk di Meksiko, dan yang lainnya meninggal saat mencoba melompat ke sebuah truk di Guatemala, kata pihak berwenang, menurut Reuters.

Pengembara itu sudah berjarak sekitar 1.110 mil dari perbatasan AS-Meksiko.

Presiden Donald Trump berkicau pada 18 Oktober 2018 akan menghentikan bantuan ke El Salvador, Honduras, dan Guatemala karena negara-negara tersebut tidak menghentikan rombongan pengembara imigran gelap. “Mereka tampaknya hampir tidak memiliki kendali atas warga mereka,” kicau Trump.

“Saya harus, dalam hal terkuat, meminta Meksiko untuk menghentikan serangan gencar ini, dan jika tidak dapat melakukannya saya akan mengerahkan Militer AS dan menutup perbatasan kami!” (JACK PHILLIPS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://www.youtube.com/watch?v=JGc59EiEYwQ

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA