Sosok Moch. Afan Zulkarnain: Mengajar dengan Hati, Menginspirasi Generasi Digital

oleh: Sang Fajar

Dunia pendidikan Indonesia terus berubah dengan cepat, terutama setelah pandemi COVID-19. Transformasi digital menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari, dan guru-guru di garis depan dituntut beradaptasi agar tetap relevan. Moch. Afan Zulkarnain, S.Pd, guru Matematika di MAN 3 Banyuwangi, adalah salah satu sosok yang berhasil menavigasi perubahan ini dengan penuh kreativitas dan dedikasi.

Menurut Afan, digitalisasi pendidikan membuka peluang sekaligus tantangan. “Teknologi membantu guru mengotomatisasi tugas rutin seperti rekap nilai, absensi, dan penyusunan rancangan pembelajaran. Ini memberi guru lebih banyak ruang untuk mendampingi siswa secara personal dan membimbing karakter mereka,” ujarnya.

Namun, ia menambahkan, kemudahan akses informasi dan penggunaan AI dapat membuat siswa tergoda untuk mencari jalan pintas. Tanpa arahan yang tepat, kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan kreativitas bisa menurun.

Moch. Afan Zulkarnain, S.Pd, guru Matematika di MAN 3 Banyuwangi (Dok Pribadi)

Afan menggambarkan anak-anak zaman sekarang sebagai generasi yang cepat menguasai teknologi, namun juga rentan terhadap kecemasan akibat tekanan media sosial.

“Daya juang, kesabaran, dan sopan santun semakin jarang terlihat karena dunia digital membuat segalanya instan,” katanya.

Untuk mengatasi hal itu, Afan membiasakan siswa melalui proyek kelompok, kontrak belajar, dan refleksi singkat di akhir pelajaran agar mereka belajar berproses dan membangun ketahanan mental.

Metode pembelajaran yang paling hidup responnya adalah problem-based learning, dipadukan dengan gamifikasi dan teknologi. Contohnya, saat mengajar statistika, Afan meminta murid menganalisis performa konten viral di TikTok atau Reels. Murid menghitung rata-rata interaksi, jam unggah paling efektif, dan sebaran data untuk memahami mengapa suatu konten lebih viral dibanding yang lain.

Aktivitas itu membuat matematika terasa relevan dan menyenangkan, sekaligus melatih kemampuan analisis. Video pembelajaran dan komik digital yang ia buat semakin memudahkan siswa memahami materi dengan cara yang kreatif.

Kolaborasi Digital dan Cerita Kebaikan

Perjalanan Afan sebagai pendidik dimulai di MAN 3 Jombang pada 2019, di mana ia mengajar hingga 2023 sebelum mutasi ke MAN 3 Banyuwangi pada 2024. Selain fokus pada akademis, Afan menekankan nilai agama, karakter, dan adab.

Sejak 2025, Afan aktif di Gan Jing World (GJW) dan tak hanya menggunakan platform tersebut untuk dirinya sendiri. Bersama murid-muridnya, Afan membuat konten edukatif yang positif. Beberapa muridnya berhasil menorehkan prestasi, seperti Juara 3 Lomba Reportase Pendidikan dan pemenang Lomba Etika Digital yang diadakan GJW.

Salah satu inisiatif Afan yang menarik perhatian banyak orang adalah membuat “cerita kebaikan” yang ia jilid dan cetak sendiri. Ide ini lahir dari kebiasaan Afan mendongeng kepada anaknya sebelum tidur.

“Saya selalu mendongeng cerita kepada anak saya sebelum tidur, dan ini sangat bagus untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.

Cerita-cerita ini kemudian dibagikan kepada muridnya melalui GJW, menjadi media belajar yang menyenangkan dan mendorong imajinasi serta nilai moral anak-anak. Banyak murid yang kemudian terinspirasi untuk membuat cerita kebaikan mereka sendiri, menciptakan lingkaran positif yang memperkuat karakter.

Prestasi Afan di bidang inovasi pendidikan tak kalah mengagumkan. Pada 2020, ketika masih di MAN 3 Jombang, ia membuat video pembelajaran dengan boneka bernama Iqro di Perpustakaan Menara Ilmu. Inovasi ini membuahkan juara dua Bibliobattle tingkat nasional.

Tak hanya itu, ia juga masuk tiga besar Lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Radio dengan tema Pandemi COVID-19 yang diselenggarakan Radio Saka FM Yogyakarta. Aktivitas ini menunjukkan Afan selalu mencari cara kreatif untuk menghidupkan pembelajaran dan menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.

Pada 2022, Afan menorehkan prestasi lain yang cukup istimewa, yaitu Juara 1 Lomba Podcast Tingkat Nasional yang diselenggarakan SUARAA.IN dari PT. Ruang Kreasi Muda dengan tema keberagaman. Podcast berjudul “Keberagaman di Sekolah Tempatku Mengajar” bercerita tentang pengalaman Afan mengajar di beberapa sekolah, termasuk MAN 3 Jombang yang muridnya berasal dari berbagai daerah.

Moch. Afan Zulkarnain, S.Pd, guru Matematika di MAN 3 Banyuwangi

“Saya bercerita tentang toleransi di sekolah saya dahulu. Lewat podcast ini, saya ingin menyampaikan pentingnya menghargai keberagaman untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya. Podcast ini menarik perhatian juri meski Afan sempat pesimis karena radang tenggorokan saat proses pembuatan.

Tahun lalu, Afan juga meraih Juara 2 Lomba Video Inovasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka Tingkat Nasional yang diadakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ia pernah meraih Juara 1 Podcast Bumi Pancasila Badan Sosialisasi MPR RI pada 2021 dan 2022.

Selain itu, Afan dikenal sebagai MC dan Voice Over Talent, serta aktif membagikan pengalaman melalui webinar. Pada 16 Februari 2026, ia menjadi narasumber utama dalam webinar Bestari Literasi Indonesia dengan tema “Pentingnya Kemampuan Komunikasi Publik bagi Pendidik.”

Membimbing dengan Hati dan Teladan

Bagi Afan, prestasi akademis dan penghargaan hanyalah bagian dari perjalanan pendidikannya. Hal yang paling penting adalah menanamkan nilai positif dan membimbing murid menjadi pribadi yang inspiratif. Ia berharap murid-muridnya tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal bermanfaat.

Pengalaman Afan mengajarkan bahwa pendidikan modern bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kreativitas melalui pendekatan yang relevan dengan kehidupan nyata. Aktivitas kolaboratif di GJW, cerita kebaikan, serta lomba-lomba yang diikuti menunjukkan bahwa guru bisa menjadi inspirator tidak hanya di kelas, tetapi juga di ruang digital.

Tak hanya itu, Afan juga aktif merekomendasikan GJW kepada rekan guru dan siswa. Ia berharap platform ini tidak hanya menjadi media belajar, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, mempraktikkan etika digital, dan menebar inspirasi.

Moch. Afan Zulkarnain, S.Pd, guru Matematika di MAN 3 Banyuwangi

Pesan Afan untuk guru-guru di seluruh Indonesia sangat tegas: “Mengajarlah dengan hati, karena hanya hati yang bisa menyentuh hati. Selamat berjuang, Bapak dan Ibu Guru hebat Indonesia!” Filosofi ini tercermin dalam setiap kegiatan belajar mengajar, kolaborasi digital, dan proyek kreatif yang ia jalankan.

Moch. Afan Zulkarnain adalah contoh guru modern yang berhasil memadukan teknologi, karakter, kreativitas, dan prestasi menjadi satu paket inspiratif. Dengan aktivitas di kelas, kolaborasi digital, dan berbagai prestasi tingkat nasional, ia menjadi teladan bagi guru lain dalam membimbing generasi muda yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan berintegritas tinggi.

Dari MAN 3 Jombang hingga Banyuwangi, dari kelas matematika hingga layar digital, Afan terus menunjukkan bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mengajarkan hati, akal, dan keberanian untuk berkreasi.

April Gunawan berkontribusi dalam laporan ini

INSPIRASI ERABARU

Kearifan Kesehatan Tiongkok Ribuan Tahun : Apa yang Dikatakan Kitab Ritus tentang Tubuh

Dalam Pemikiran Klasik Tiongkok, Kebajikan Menghasilkan Dampak Fisik yang Dapat Diamati pada Tubuh Kitab Ritus (Liji) adalah salah satu dari tiga kitab ritual kanonik Tiongkok...

Mengapa Kopi yang Anda Seduh Tidak Enak? Perhatikan Empat Detail Penting Ini

EtIndonesia.com Bagi banyak orang, hari yang menyenangkan dimulai dengan secangkir kopi. Namun, terkadang meskipun biji kopi yang digunakan cukup baik, hasil seduhannya terasa terlalu...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine