Pemerintah Amerika Terancam Tutup Hingga Tahun Depan

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membatalkan rencana liburan Natal yang dijadwalkan di Florida. Trump gagal liburan karena penutupan sebagian pemerintah yang secara resmi dimulai 22 Desember 2018 waktu setempat, seperti diumumkan Gedung Putih pada hari yang sama.

Sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan ‘First Lady’ Melania Trump, yang telah pergi ke Florida, akan kembali ke Washington. Presiden berencana menghabiskan 16 hari libur di klub Mar-a-Lago bersama keluarganya. Dia mengatakan sebelumnya bahwa dia akan tetap di ibukota negara jika Kongres tidak dapat mencapai solusi Anggaran.

“Karena ‘Shut Down’, Presiden Trump akan tetap di Washington, D.C., dan ibu negara akan kembali dari Florida sehingga mereka dapat menghabiskan Natal bersama,” kata Sanders dalam sebuah pernyataan.

Sidang Senat ditunda setelah anggota parlemen (DPR AS) gagal untuk memecahkan kebuntuan pada rancangan undang-undang anggaran, termasuk permintaan Trump pada pendanaan untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko. Pemimpin Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell, ‘mengirim’ para senator untuk pulang hingga 27 Desember 2018, setelah tampaknya tidak ada harapan akan kesepakatan baru dalam RUU tersebut.

“Ini adalah penutupan sebagian yang berdampak pada 25 persen pemerintah. Ini bukan situasi normal di mana semua pendanaan diskresioner telah lewat,” kata seorang pejabat senior pemerintahan kepada wartawan pada rilis 21 Desember 2018. “Kami berurusan dengan sekitar 15 persen dari tenaga kerja federal.”

Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) dan Pejabat Sementara Kepala Staf Gedung Putih, Mick Mulvaney mengatakan pada 23 Desember 2018 bahwa penutupan sebagian berpotensi berlanjut hingga tahun depan. Dia mengatakan Gedung Putih sejak itu telah mengurangi $ 5 miliar yang diminta dalam pendanaan tembok-perbatasan dan berharap Demokrat dapat bergerak dan menyetujui lebih tinggi dari jumlah yang sebelumnya $ 1,3 miliar.

“Kami turun dari 5 (miliar dolar) dan kami berharap mereka naik dari 1,3 mereka,” kata Mulvaney kepada Fox News.

Mulvaney tidak menyebutkan jumlah baru yang diminta dan mengatakan bahwa Demokrat “bergerak ke arah yang salah” setelah mereka menawarkan $ 1,6 miliar dana tembok perbatasan sekitar dua minggu lalu. Dia mengatakan bahwa Gedung Putih memberikan “tawaran balasan” pada 22 Desember untuk Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, Dan saat ini masih menunggu tanggapan.

Dia juga menambahkan bahwa gaji federal akan tetap dibayar pada 28 Desember 2018. Hanya masa pembayaran gaji dan honor yang dijadwalkan pada masa 11 Januari 2019, yang akan terpengaruh.

“Sangat mungkin penutupan ini akan melampaui tanggal 28 dan memasuki Kongres pada tahun baru,” kata Mulvaney.

Beralih ke Twitter pada 23 Desember, Trump kembali meminta dana untuk pagar-perbatasan.

“Satu-satunya cara untuk menghentikan narkoba, geng, perdagangan manusia, unsur-unsur kriminal dan banyak lagi yang datang ke Negara kita adalah dengan Tembok atau Penghalang,” tulisnya. “Drone dan yang lainnya bagus dan menyenangkan, tetapi hanya tembok kuno yang bagus yang bisa (berfungsi) digunakan!”

Trump juga berpotensi mengadakan sesi khusus Kongres yang akan memaksa Senat atau bahkan kedua kamar untuk melewatkan waktu istirahat dan liburan mereka.

Sektor yang Terkena Dampak
Sebagian besar layanan pemerintah diatur untuk berjalan seperti biasa, karena mayoritas pemerintah telah didanai oleh undang-undang yang ada.

‘Shutdown’ kini hanya mempengaruhi sembilan dari 15 departemen federal yang akan menutup atau mengurangi operasi, menurut proyeksi yang dirilis oleh staf Komite Alokasi Senat. Di antara mereka yang terpengaruh adalah departemen Kehakiman, Perdagangan, Dalam Negeri, Pertanian, dan Keamanan Dalam Negeri.

Lebih dari 420.000 pegawai pemerintah akan bekerja tanpa bayaran dan lebih dari 380.000 akan Dirumahkan, menurut proyeksi oleh staf Komite Alokasi Senat.

“Kami menghargai layanan publik mereka. Harapan kami adalah bahwa pada saat mereka kembali dari liburan, kami akan memiliki re-solusi,” kata seorang pejabat senior administrasi pada konfrensi via telepon dengan wartawan.

Mayoritas program seperti diantaranya Jaminan Sosial, Medicare, Medicaid, layanan pos A.S., militer, patroli perbatasan, dan museum akan tetap terbuka.

Badan Makanan dan Obat-obatan dan NASA adalah di antara departemen dan lembaga yang tutup karena penutupan (pemerintah) sebagian. Karena setiap agen memiliki rencana sendiri ketika shutdown tiba, IRS dan taman nasional dapat membuka layanan terbatas. Layanan Taman Nasional mengatakan bahwa taman akan tetap terbuka tetapi tidak akan dikelola dan sebagian besar ‘toilet’ akan ditutup. IRS juga mengindikasikan rencana untuk memangkas sekitar 52.000 staf.

Pekerja yang melapor untuk melakukan pekerjaan, biasanya menerima pembayaran kembali begitu undang-undang alokasi anggaran yang baru disetujui.

Tidak jelas berapa lama shutdown akan berlangsung. Demokrat telah berulang kali menentang pendanaan tembok-perbatasan yang diminta oleh Trump. Presiden juga mengindikasikan bahwa penutupan bisa berlangsung lebih lama dari biasanya karena oposisi mereka.

“Demokrat, yang suaranya kita butuhkan di Senat, mungkin akan memilih melawan Keamanan dan Pagar Perbatasan, meskipun mereka tahu itu SANGAT DIBUTUHKAN,” tulis Trump di Twitter pada 21 Desember. “Jika Dems (para politisi Demokrat) memilih tidak, akan ada shutdown yang akan berlangsung untuk waktu yang sangat lama. Rakyat tidak ingin Perbatasan Terbuka dan Kejahatan.” (BOWEN XIAO/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Simak Juga :

https://youtu.be/rvIS2eUnc7M