Petir Sambar Pesawat Rusia Sebelum Mendarat Darurat

ETIndonesia — Petir menyambar sebuah pesawat Sukhoi Superjet 100 Rusia yang merusak sistem pilot otomatis sesaat sebelum kecelakaan. Pesawat itu mendarat di Moskow bulan lalu, menewaskan 41 penumpang dan awak, menurut para penyelidik Rusia pada Jumat (14/6/2019).

Penyelidik keselamatan transportasi Rusia mengatakan bahwa pesawat itu mendekat dan mendarat terlalu cepat dan terlalu kasar. Pendaratan darurat yang tidak maksimal karena rusaknya sistem operasional pilot.

Pesawat penumpang Aeroflot Rusia, yang dijadwalkan terbang dari Moskow ke kota Murmansk di Rusia utara, terbakar ketika melakukan pendaratan darurat yang bergelombang di bandara Sheremtyevo, Moskow pada 5 Mei 2019.

Pesawat itu, yang mengangkut 73 penumpang dan lima anggota awak, menghantam landasan pacu dengan keras dan memantul di sepanjang landasan, dengan badan pesawat segera dilalap bola api.

Sejumlah penumpang dan kru berhasil melarikan diri dengan menggunakan peluncur darurat dari pintu dan jendela darurat. Akan tetapi, para penumpang dan awak yang lain tidak dapat segera keluar dari pesawat, meskipun ada kru pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Investigasi kecelakaan itu diawasi dengan ketat karena Superjet adalah jet penumpang baru pertama yang dikembangkan di Rusia sejak Uni Soviet runtuh. Reputasinya sekarang dipertanyakan, dengan tanda-tanda seruan evaluasi sistem keselamatan yang muncul setelah kecelakaan, baik dari penumpang dan operator.

Penyelidik pada hari Jumat tidak menyebutkan satu penyebab kecelakaan, kecelakaan mematikan kedua yang melibatkan Superjet dalam sembilan tahun pelayanan, mengatakan mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan percobaan dan akan mengeluarkan laporan akhir di kemudian hari.

Namun laporan pendahuluan, dari Komite Penerbangan Antar Negara yang menyelidiki kecelakaan pesawat di Rusia, untuk pertama kalinya menyajikan rekonstruksi terperinci tentang apa yang terjadi, menyoroti beberapa momen penting.

“Ya Tuhan!” Salah satu anggota awak berseru setelah petir menghantam pesawat, dan mematikan sistem alarm dan mematikan sistem pilot otomatis pesawat, menurut laporan investigasi.

Tidak lama kemudian, sistem komunikasi mati. Sehingga memaksa kru untuk beralih ke frekuensi darurat untuk berkomunikasi dengan petugas menara kontrol lalu lintas udara.

Awalnya dan meskipun ada masalah-masalah itu, para penyelidik mengatakan para kru kelihatannya yakin bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, mereka mengatakan kepada pengawas lalu lintas udara bahwa mereka akan kembali ke bandara.

Namun, ketika pesawat itu mendarat, pesawat itu nampaknya kelebihan berat, dan laju pesawat terlalu cepat, sehingga proses pendaratannya menjadi tidak stabil.

Terlepas dari pengamatan itu, para penyelidik tidak menyebutkan kesalahan pilot sebagai penyebab kecelakaan. Mereka mengatakan bahwa cara pesawat itu diterbangkan dan didaratkan, mirip dengan bagaimana pilot lain menerbangkannya secara rutin dan sewajarnya.

Penyelidik Rusia juga telah membuka investigasi kriminal atau pidana, dalam insiden kecelakaan itu. Mereka turut mencari berbagai versi penyebab kecelakaan, termasuk kegagalan teknis, kesalahan manusia, dan kondisi cuaca buruk.

Tidak jelas kapan laporan akhir mengenai kecelakaan itu akan dikeluarkan. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/M_mC5lLx2Ow

Simak Juga :

https://youtu.be/rvIS2eUnc7M