Pneumonia Wuhan Menyebar ke Asia dan Misteri Penyebarannya

Xu Zhengqi – Epochtimes.com

Komunis Tiongkok tidak menyediakan informasi yang memadai terkait virus dan penyebaran pneumonia atau radang paru-paru Wuhan. Itu menjadi tantangan dalam melakukan meneliti wabah mematikan itu. 

Hingga pukul 19.00, Sabtu (22/1/2020) waktu Beijing, 440 kasus pneumonia atau radang pernafasan yang disebabkan coronavirus baru atau yang umum dikenal sebagai pneumonia Wuhan, telah dikonfirmasi di Tiongkok dan menyebabkan 9 kematian. 

Virus itu juga telah menyebar ke seluruh dunia. Saat ini, asal muasal dan frekuensi penularan coronavirus baru dari manusia ke manusia ini masih menjadi misteri. Selain itu juga belum ada vaksin pencegahannya.

Coronavirus baru itu memiliki nama ilmiah 2019-nCoV atau  Korona virus baru 2019. Sudah semakin banyak bukti menunjukkan virus ini dapat ditularkan dari orang ke orang.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengumumkan pada Selasa 18 Januari 2020, kasus pertama pneumonia Wuhan di Negara Bagian Washington, Amerika. Namun, informasi tentang virus baru itu masih sedikit.

Coronavirus terutama ditularkan pada hewan seperti kelelawar, babi dan hewan lainnya. Otoritas Tiongkok awalnya mengatakan bahwa pasien terinfeksi saat mengadakan kontak dengan hewan di pasar. Namun, karena semakin banyaknya pasien yang mengatakan bahwa mereka belum pernah ke pasar terutama di Pasar Makanan Laut China Selatan, Komunis Tiongkok mau tidak mau harus meralat pernyataannya dan mengakui pada hari Senin 20 Januari 2020  bahwa virus itu kini telah menyebar antar manusia.

Melansir laman The New York Times, William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, mengatakan: “Masih banyak masalah yang kita tidak tahu, lebih dari yang kita ketahui. Misalnya, apa dan dari mana sumbernya? Kita tidak tahu persis. Lokasi itu mungkin adalah pasar hewan hidup, tetapi kita tidak tahu hewan apa itu.”

“Pertanyaan yang lebih mendesak sekarang adalah seberapa tinggi frekuensi penularan dari orang ke orang?” kata William Schaffner dengan tanda tanya.

“Bisakah orang dengan infeksi ringan menyebarkan virus ini dari orang ke orang?” “Semua ini masih dalam penyelidikan,” tambah William Schaffner. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat pada hari Selasa 21 Januari 2020 mengatakan bahwa saat ini tidak jelas seberapa tinggi virus ini akan menular dari satu orang ke orang lain.

Dalam kasus penularan dari orang ke orang, virus dapat ditularkan melalui batuk dan bersin, kontak dengan orang yang terinfeksi, kontak dengan permukaan yang terinfeksi, melalui mulut, hidung atau mata, dan dalam kasus yang jarang terjadi dapat menular melalui kontaminasi tinja.

Tantangan dalam penelitian virus, karena Tiongkok belum memberikan informasi yang cukup

The Washington Post mengutip ahli kesehatan umum di Tiongkok mengatakan, bahwa salah satu tantangan dalam meneliti dan menghentikan virus adalah pemerintah Tiongkok belum memberikan informasi tentang bagaimana virus itu menyebar. Untuk mengendalikan wabah, penting untuk mengetahui apakah kasus yang ditemukan di kota-kota lain terkait dengan pneumonia Wuhan yang merupakan awal merebaknya wabah ini.

Tom Inglesby, Direktur Johns Hopkins Center for Health Security, mengatakan, jika wabah penyakit itu menyebar secara independen di bagian lain di Tiongkok, maka informasi tersebut tidak hanya akan memengaruhi cara Tiongkok mengendalikan penyakit itu, tetapi juga berdampak pada lembaga kesehatan publik lainnya di dunia dalam mengambil langkah-langkah pencegahan.

Ilmuwan AS mulai mengembangkan vaksin virus korona Wuhan

Tidak ada pengobatan khusus untuk virus baru, dan tidak ada vaksin untuk mencegahnya. CNN melaporkan bahwa saat ini tidak ada pengobatan secara spesifik, dan dalam kebanyakan kasus, hanya bisa membiarkan gejalanya hilang dengan sendirinya.

Dokter dapat meredakan gejala dengan memberi resep obat penghilang rasa sakit atau antipiretik. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan bahwa pelembab ruangan atau mandi air panas dapat membantu meredakan sakit tenggorokan atau batuk. Minumlah banyak air, istirahatlah sebanyak mungkin dan pastikan tidur yang cukup. Jika gejala  terasa lebih buruk daripada pilek biasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

CDC mengatakan pada hari Selasa 21 Januari 2020 bahwa mereka telah mengembangkan metode pengujian baru untuk mengidentifikasi virus, yang dapat mempercepat waktu yang diperlukan untuk mendeteksi infeksi. Saat ini, CDC harus menguji virus terkait, tetapi dalam beberapa hari dan minggu ke depan, CDC akan membagikan tes itu dengan mitra dalam dan luar negeri.

Sementara itu The National Institutes of Health (NIH) yang berlokasi di Amerika Serikat tengah menciptakan vaksin Virus korona Wuhan.

Directur of National Institutes of Allergy and Infectious Diseases Dr. Anthony Fauci menyatakan bahwa NIH sedang mengambil langkah pertama untuk pengembangan vaksin Virus korona Wuhan. Fauci menjelaskan, penciptaan vaksin itu akan memakan waktu yang lama.

“Butuh beberapa bulan sampai fase pertama uji klinis berlangsung dan lebih dari setahun waktu yang dibutuhkan peneliti sampai akhirnya vaksin bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Fauci seperti dilansir dari CNN.

CDC juga sedang membahas dengan National Institutes of Health tentang pengembangan vaksin. National Institutes of Health mengonfirmasikan pada hari Selasa 21 Januari 2020 bahwa vaksin saat ini sedang dalam tahap “penelitian awal” tetapi NIH menolak untuk memberikan rinciannya.

Mengenai situasi wabah pneumonia terbaru di dalam Tiongkok dan luar negeri, berikut data-datanya. 

Penyebaran wabah di Tiongkok : 270 di Hubei, 10 di Beijing, 1 di Shadong, 6 di Shanghai, 5 di Zhejiang, 2 di Guangdong, 2 di Sichuan, 1 di Yun-nan, 2 di Jiangxi, 2 di Tianjin, 5 di Chongqing, 1 di Hunan dan 1 di Henan.

Kasus-kasus yang diduga penyakit terkait di Tiongkok meliputi: 3 di Shanghai, 4 di Guangdong, 2 di Guangxi, 1 di Jilin, 2 di Anhui, 1 di Hainan, 1 di Guizhou, 1 di Ningxia, dan 1 di Heilongjiang.

Kasus yang dikonfirmasi di luar daratan Tiongkok: ada 2 di Thailand, 1 di Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

Kasus-kasus yang dicurigai wabah Wuhan di luar daratan Tiongkok meliputi: 117 di Hong Kong, 7 di Singapura, dan 1 di Australia. (jon)

Gambar atas :  Penumpang sedang diskrining di Bandar Udara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose, Kolkata, India. (Handout / Ministry of Civil Aviation/ AFP)

Video Rekomendasi :