Biden Deklarasi Kemenangan, Trump : Pemilu Masih ‘Jauh dari Selesai’

Zachary Stieber

Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden mendeklarasikan kemenangan dalam pemilu AS 2020 pada 7 November 2020,  deklarasi yang disangsikan oleh Presiden Donald Trump.

Biden (77) menyatakan : bahwa dirinya “merasa terhormat oleh kepercayaan yang diberikan rakyat Amerika kepada saya dan pada Wakil Presiden terpilih Harris,” pernyataannya merujuk kepada pasangannya, Senator Kamala Harris (D-Calif.).

“Menghadapi rintangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sejumlah besar warga Amerika memberikan suara. Membuktikan sekali lagi, bahwa demokrasi berdetak jauh di jantung Amerika. Dengan berakhirnya kampanye, sekarang saatnya untuk melupakan amarah dan retorika keras kita dan bersatu sebagai satu bangsa. Saatnya Amerika bersatu untuk pulih kembali. Kami adalah Amerika Serikat. Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan, jika kita melakukannya bersama,” tambahnya.

Trump yang bersaing untuk masa jabatan kedua, menanggapi dalam sebuah pernyataaan :

“Kita semua mengetahui mengapa Joe Biden terburu-buru untuk berpura-pura menjadi pemenang, dan mengapa sekutu medianya berusaha keras untuk membantunya: mereka tidak ingin kebenaran terungkap. Fakta sederhananya adalah pemilihan ini masih jauh dari selesai. Joe Biden belum disertifikasi sebagai pemenang di negara bagian mana pun, apalagi negara bagian yang diperebutkan menuju wajib penghitungan ulang, atau negara bagian di mana kampanye kami memiliki gugatan hukum yang sah dan legitimasi  yang mana dapat menentukan pemenang akhir, Di Pennsylvania, misalnya, pengacara kami tidak diizinkan mengakses secara total untuk melihat proses penghitungan. Suara hukum menentukan siapa presiden, bukan berita media.”

Tim Kampanye Trump mulai Senin (09/11) akan mulai menuntut gugatan hukum di pengadilan untuk memastikan Undang-Undang Pemilu ditegakkan sepenuhnya dan pemenang yang legal, menurut presiden. Sementara itu, banyak negara bagian memiliki pemenang yang jelas, hasil di beberapa negara bagian medan pertempuran hampir mendekati hasil akhir.

Perolehan suara di negara bagian Arizona, Nevada, Georgia, North Carolina, Pennsylvania, dan Wisconsin sedang diperebutkan oleh tim kampanye Trump. Adapun Georgia sedang proses penghitungan ulang.

Trump terus memperoleh keunggulan dengan Biden di negara bagian Arizona. Anggota parlemen AS menyerukan audit secara total di Pennsylvania. Sedangkan gugatan kasus pengadilan di sana dan tempat lainnya sedang dilakukan terutama terkait surat suara yang dikirim lewat pos.

Sejumlah outlet media pada 7 November 2020 menyatakan Biden sebagai pemenang pemilu.

Manajer kampanye Biden, Jen O’Malley Dillon mengatakan kepada wartawan di Wilmington, Delaware bahwa dia “sangat gembira”, menyebutnya sebagai “hari yang luar biasa untuk negara ini.”

Di Philadelphia, pengacara Trump Rudy Giuliani mengatakan kepada wartawan: “Networks tidak bisa memutuskan hasil pemilu. Pengadilan bisa. “

The Epoch Times tidak mencantumkan hasil penghitungan hingga semua gugatan hukum diselesaikan. (asr)

Keterangan Foto : (Kiri) Presiden Donald Trump berbicara pada rapat umum “Make America Great Again” di Bandara Internasional Oakland County, di Waterford Township, Mich., Pada 30 Oktober 2020. Kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berbicara dalam acara kampanye drive-in di the Iowa State Fairgrounds di Des Moines, Iowa, pada 30 Oktober 2020. (Mandel Ngan dan Jim Watson / AFP via Getty Images)

Ikuti Zachary di Twitter: @zackstieber

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=czXHXeS7mpY