Gunung Pelangi yang Mencengangkan di Peru adalah Pemandangan yang Wajib Dilihat

LOUISE CHAMBERS

Gunung bergaris pelangi di Peru ini mungkin menyerupai lukisan abstrak tetapi, pada kenyataannya, merupakan fenomena yang sepenuhnya alami, menarik pengunjung dari jauh untuk mencari tahu apakah rumor berwarna permen itu benar adanya.

Vinicunca, atau dikenal sebagai Gunung Pelangi atau Montaña de Siete Colores (Gunung Tujuh Warna), adalah bagian dari Pegunungan Andes Amerika Selatan di wilayah Cusco di Peru. Puncaknya menjulang 5.200 meter di atas permukaan laut.

Fasad gunung yang berwarna-warni berasal dari lapisan batuan sedimen yang terbuka. Saat es yang menutupi Vinicunca berangsur-angsur mencair, tanah terus terkikis, dan berbagai lapisan mineral terbuka meninggalkan segudang warna.

Yang merah adalah besi yang teroksidasi, yang merah muda adalah tanah liat, lumpur, dan pasir, yang putih adalah berbagai bentuk kalsium karbonat, yang coklat tanah merupakan batuan yang kaya akan magnesium, yang kuning karena adanya besi sulfida, ungu dari goethite, atau limonit teroksidasi, dan pirus disebabkan oleh adanya klorit dan bukan karena tumbuh-tumbuhan, menurut penjelasan Peru Grand Travel.

(Michaellbrawn/CC BY 4.0)

Meski fenomena pelangi itu nyata, calon pengunjung perlu menyadari bahwa beberapa foto yang diunggah di media sosial bisa menyesatkan, karena banyak yang tergoda untuk menggunakan pengeditan foto dengan perangkat lunak untuk menambah variasi warna sebelum mengunggah foto ke media sosial.

Wisatawan dapat mengakses jalan setapak Vinicunca di Qesoyuno dengan berkendara tiga jam dari Cusco dengan mobil atau bus wisata. Titik pengamatan paling spektakuler dapat diakses dengan mendaki perjalanan sejauh 10 km yang menantang dan yang terbaik adalah tiba sebelum fajar, menurut Pure Wow.

Pemandangan terbaik akan terlihat pada hari yang terang dan cerah, sehingga warna akan tampak paling semarak dalam foto yang diambil pada saat fajar atau senja. Gunung Pelangi Peru menyarankan untuk berkunjung antara Maret dan November saat langit berwarna biru dan cuaca sedang hangat.

Secara historis, penambang litium menargetkan gunung tersebut, tetapi semua aktivitas penambangan di Vinicunca berhenti pada 2018. Situs tersebut dinyatakan sebagai Kawasan Konservasi Regional pada tahun berikutnya. (osc)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine