Manusia Mati Menjadi Hantu, Lalu Hantu Menjadi Apa Setelah Mati? 

EtIndonesia. Tiongkok memiliki banyak legenda tentang berbagai hantu dan dewa. Budaya makhluk gaib ini penuh misteri dan memiliki sejarah panjang, dengan catatan yang melimpah sejak zaman dahulu. Misalnya, dalam buku kuno seperti Shan Hai Jing dan Tai Ping Guang Ji, terdapat banyak deskripsi menarik tentang makhluk-makhluk tersebut. Orang yang paling terkenal dalam mempelajari hantu dan setan adalah Pu Songling.

Pu Songling (1640 – 1715) adalah penulis buku Kisah Aneh Liaozhai yang hidup pada Dinasti Qing. Kegilaannya pada cerita hantu, siluman dan makhluk halus lainnya yang dia baca di buku Kisah Aneh Enam Negara yang memuat cerita tentang makhluk Mitologi Tiongkok pada akhirnya memengaruhi dirinya untuk menulis Kisah Aneh Liaozhai yang menjadi karya sastranya yang paling terkenal.

Pada masa Dinasti Utara dan Selatan, sebuah novel catatan berjudul You Ming Lu mencatat bahwa “manusia mati menjadi hantu, dan hantu mati menjadi (聻) (siluman)”. Karakter 聻 ini terdiri dari bagian atas yang merupakan karakter jian (漸) dalam bentuk tradisional, dan bagian bawah yang merupakan karakter ěr (耳, telinga). Karakter ini jarang digunakan, tetapi dikatakan sebagai sesuatu yang bahkan ditakuti oleh hantu.

Ada ungkapan yang mengatakan: “Hantu takut pada (siluman), seperti manusia takut pada hantu.” Mengapa demikian? Karena hanya memiliki satu tujuan: memakan hantu. Begitu hantu dimakan oleh , mereka benar-benar lenyap, jiwanya hancur dan menghilang sepenuhnya. Oleh karena itu, adalah musuh alami hantu dan merupakan “sumber kekhawatiran terbesar bagi hantu.” Namun, sendiri adalah bentuk transformasi dari hantu yang mati. Karena itu, karakter 聻 sering digunakan oleh orang zaman dahulu sebagai simbol perlindungan terhadap kejahatan. Mereka akan meminta seorang pendeta Tao menulis karakter ini dalam gaya kaligrafi zhuan (篆) di atas kertas mantra untuk ditempel di pintu atau dibawa sebagai jimat, dengan keyakinan bahwa ini akan mengusir roh jahat. Dengan demikian, karakter 聻 dianggap sebagai karakter dalam bahasa Mandarin yang bahkan ditakuti oleh hantu.

Dalam You Ming Lukumpulan kisah supranatural dari Tiongkok awal abad pertengahan, juga disebutkan bahwa manusia mati menjadi hantu, hantu mati menjadi , mati menjadi (希), dan mati menjadi (夷). Disebutkan bahwa setelah adalah dan , yang merupakan inti dari ajaran Tao dan pencapaian keabadian. Artinya, yang mati berubah menjadi , dan yang mati berubah menjadi . Ini dianggap sebagai hukum alam yang tidak dapat dilawan.

Lalu apa itu ? Apa itu ? Dalam Dao De Jing karya Laozi, ada kalimat yang mengatakan: “Melihat tetapi tidak tampak disebut , mendengar tetapi tidak terdengar disebut .” Artinya, setelah mati, dia berubah menjadi keadaan di mana tidak ada suara yang terdengar, tidak ada warna atau wujud yang terlihat, dan berada dalam kondisi “melihat tetapi tidak terlihat, mendengar tetapi tidak terdengar.” Oleh karena itu, ini disebut juga “kematian roh yang kembali ke kehampaan.”

Bagi orang-orang zaman dahulu, semua kehidupan di dunia akan mengalami siklus reinkarnasi kehidupan dan kematian, sulit untuk melepaskan diri dari penderitaan duniawi. Oleh karena itu, mereka mencari berbagai cara untuk mengejar keabadian dan menghindari siklus kehidupan dan kematian, melangkah ke ranah abadi. Dalam mitologi kuno Tiongkok, serta karya-karya seperti Perjalanan ke Barat dan Liao Zhai, menggambarkan keinginan manusia untuk memahami hal-hal misterius dan mengejar tingkat yang lebih tinggi dalam siklus kehidupan dan kematian.

Legenda tentang hantu dan dewa sebenarnya mencerminkan eksplorasi orang-orang kuno terhadap kehidupan dan kematian. Penulis seperti Pu Songling menggabungkan pemikiran tentang kehidupan dan filsafatnya ke dalam cerita-cerita aneh Liao Zhai, memberikan karakteristik manusia pada setiap makhluk gaib, sehingga memuat makna tertentu yang membutuhkan pembaca untuk meresapi dan memahaminya dengan baik.

Dunia ini penuh dengan kompleksitas. Kadang-kadang orang mengatakan bahwa hantu dan setan sebenarnya tidaklah menakutkan; yang benar-benar menakutkan adalah hati dan sifat manusia. Namun, di sisi lain dari sifat manusia, terdapat cahaya kesucian, mendekati jalan kebenaran yang diasosiasikan dengan dewa, buddha, dan kebajikan. Dunia yang diwarnai oleh kebaikan dan kejahatan, serta hukum alam yang mengatur segalanya, menciptakan beragam budaya dan legenda yang menakjubkan hingga hari ini.(jhn/yn)

FOKUS DUNIA

NEWS