Operasi Balas Dendam! Serangan Udara Rusia Hanguskan Infrastruktur Ukraina

EtIndonesia. Pada dini hari Kamis, 6 Juni, ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi saksi keganasan perang saat Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran menggunakan drone kamikaze dan rudal jelajah ke sejumlah titik vital. Serangan yang berlangsung sebelum fajar ini menewaskan sedikitnya 4 orang, melukai 20 lainnya, serta melumpuhkan total sistem metro di jantung ibu kota.

Serangan Balasan Rusia yang Mematikan

Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, termasuk Reuters dan Associated Press, serangan ini diyakini sebagai aksi balas dendam Rusia terhadap Operasi “Jaring Laba-laba” yang sebelumnya dilancarkan Ukraina. Operasi tersebut diketahui menghantam beberapa pangkalan militer strategis Rusia dengan drone kecil yang diselundupkan ke dalam wilayah Rusia dan berhasil menghancurkan sejumlah pesawat pembom jarak jauh.

Pada serangan balasan dini hari tersebut, Rusia mengerahkan puluhan drone kamikaze tipe Shahed-136 buatan Iran serta rudal jelajah Kalibr dan Iskander ke berbagai kota besar di Ukraina. Kyiv menjadi sasaran utama, disusul kota Ternopil di barat dan Lutsk di barat laut.

Kerusakan Parah di Ibu Kota

Salah satu drone dilaporkan menabrak sisi sebuah gedung apartemen bertingkat di distrik Dnipro, Kyiv. Akibat benturan keras, tercipta lubang besar menganga di dinding bangunan, diikuti ledakan yang menimbulkan asap tebal dan menyemburkan serpihan beton ke jalanan di bawahnya. Sejumlah mobil yang terparkir di sekitar lokasi turut hancur tertimpa puing. Polisi Ukraina menemukan sisa-sisa mesin drone di lokasi kejadian, menambah bukti bahwa serangan kali ini menggunakan perangkat modern dan mematikan.

Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa empat orang warga tewas, sementara 16 lainnya harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka serius, termasuk luka bakar dan trauma akibat ledakan.

Metro Kyiv Lumpuh Total, Jalur Kereta Dialihkan

Badan administrasi militer Kota Kyiv melaporkan, salah satu rudal menghantam jalur rel metro, sehingga memaksa seluruh operasional kereta bawah tanah dihentikan. Warga yang biasanya mengandalkan metro sebagai transportasi utama di ibu kota terpaksa mencari alternatif lain atau bertahan di stasiun bawah tanah yang juga dijadikan tempat perlindungan darurat. Operator kereta nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia, juga mengumumkan bahwa sejumlah rute utama kereta api harus dialihkan lantaran infrastruktur yang rusak berat di sekitar Kyiv.

Kepanikan sempat melanda warga Kyiv, terutama mereka yang tinggal di gedung tinggi. Suara sirene peringatan serangan udara terus terdengar sepanjang malam, memaksa ribuan warga mencari perlindungan di bunker dan stasiun bawah tanah.

Serangan Meluas ke Ternopil dan Lutsk

Selain Kyiv, Kota Ternopil yang berada di wilayah barat Ukraina juga menjadi sasaran serangan. Walikota Ternopil, Serhiy Nadal, menyebut bahwa fasilitas industri strategis dan jaringan infrastruktur di kotanya mengalami kerusakan parah. Serangan ini juga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa distrik, dan warga diimbau untuk tetap berada di dalam rumah karena diduga terdapat sisa-sisa zat beracun di udara akibat hancurnya pabrik kimia di sekitar lokasi ledakan.

Di Kota Lutsk, yang berlokasi di barat laut Ukraina, Walikota Ihor Polishchuk melaporkan setidaknya lima orang luka-luka. Sejumlah rumah warga, sekolah, hingga gedung perkantoran pemerintah dilaporkan mengalami kerusakan hebat akibat hantaman rudal. Tim penyelamat setempat terus berupaya mengevakuasi korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.

Gelombang Balasan Rusia dan Peringatan Trump

Serangan udara yang terjadi pada 6 Juni ini dinilai para analis sebagai salah satu aksi balasan paling agresif yang dilakukan Rusia sejak invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022. Intensitas dan cakupan serangan menandai adanya perubahan strategi Kremlin, yang kini menargetkan infrastruktur sipil dan transportasi publik, serta berusaha melumpuhkan mobilitas warga di kota-kota besar Ukraina.

Beberapa hari sebelum serangan ini, sejumlah drone kecil milik Ukraina berhasil diselundupkan ke wilayah Rusia dan menghancurkan pesawat pembom strategis Rusia di salah satu pangkalan udara utama. Hal ini memicu kemarahan Moskow. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat memperingatkan dalam pernyataannya bahwa Kremlin akan membalas setiap serangan langsung ke pangkalan militer Rusia. 

“Serangan balasan dari Rusia hanya tinggal menunggu waktu,” ujar Trump saat itu.

Dampak Kemanusiaan dan Reaksi Internasional

Organisasi kemanusiaan internasional langsung mengutuk serangan yang menyasar warga sipil dan fasilitas publik di Ukraina. PBB dan Uni Eropa menuntut Rusia untuk segera menghentikan serangan ke permukiman dan mengingatkan bahwa tindakan ini berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah konflik. Sementara itu, Pemerintah Ukraina menyerukan kepada negara-negara sekutu untuk mempercepat bantuan sistem pertahanan udara demi melindungi kota-kota strategis di Ukraina.

Situasi Terkini dan Kondisi di Lapangan

Pantauan terakhir menyebutkan, operasi penyelamatan masih terus berlangsung di lokasi-lokasi terdampak. Tim medis dan pemadam kebakaran dikerahkan sepanjang malam untuk mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, memadamkan kebakaran, dan membersihkan sisa-sisa bahan berbahaya di sekitar lokasi ledakan.

Warga Kyiv dan kota-kota lain di Ukraina kini dihadapkan pada hari-hari penuh ketidakpastian. Dengan infrastruktur transportasi yang rusak, jaringan listrik yang terganggu, serta ancaman serangan udara susulan, krisis yang terjadi di Ukraina kembali memasuki babak baru yang lebih berbahaya dan tak menentu.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine