Israel Tingkatkan Tekanan terhadap Hamas,  Mendesak Melucuti Senjata

EtIndonesia. Pada Minggu (30 Maret), Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa setelah pemungutan suara sepanjang malam, diputuskan untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Hamas guna memaksa kelompok tersebut membebaskan sandera yang tersisa. Netanyahu juga mengatakan bahwa Hamas harus meletakkan senjata, dan para pemimpinnya akan diizinkan meninggalkan Gaza.

Pada hari yang sama, sebuah rudal diluncurkan dari Yaman menuju Israel. Sirene peringatan berbunyi di wilayah tengah Israel, termasuk Tel Aviv, sehingga warga bergegas ke tempat perlindungan. Akhirnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berhasil mencegat rudal tersebut sebelum memasuki wilayah Israel.

Dalam pidatonya kepada kabinet pada Minggu, Netanyahu bersumpah bahwa Israel akan mengambil tindakan paling tegas untuk menghadapi ancaman keamanan dari Hamas, Hizbullah, dan kelompok Houthi di Yaman.

 “Semalam, kabinet mengadakan pertemuan dan memutuskan untuk lebih meningkatkan tekanan guna menghancurkan Hamas serta menciptakan kondisi terbaik bagi pembebasan para sandera,” katanya.

Pada Sabtu (29 Maret), media melaporkan bahwa Hamas setuju dengan usulan Mesir untuk membebaskan lima sandera sebagai imbalan atas gencatan senjata selama 50 hari. Namun, Israel bersikeras agar setidaknya 10 sandera dibebaskan.

Netanyahu menegaskan bahwa pemimpin Hamas akan diizinkan meninggalkan Gaza setelah kelompok tersebut melucuti senjata.

Netanyahu mengatakan:  “Hamas harus meletakkan senjata. Para pemimpinnya akan diizinkan pergi. Kami akan memastikan keamanan menyeluruh di Jalur Gaza dan mengizinkan pelaksanaan program imigrasi sukarela yang diusulkan oleh Trump.”

Sementara itu, Netanyahu kembali mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Trump atas perintahnya kepada militer AS untuk membantu memerangi kelompok Houthi di Yaman demi menjaga keamanan Timur Tengah.

Netanyahu menyatakan:  “Kami bersekutu dengan negara terkuat di dunia, yang mendukung kami sepenuhnya. Warga Israel dan pemerintah sangat menghargai hal ini.”

Pada Minggu, Iran menolak surat yang dikirim oleh Presiden Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang mengusulkan negosiasi langsung mengenai pembongkaran senjata nuklir Iran.

Sebelumnya, Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran, bahwa jika negara tersebut tidak mencapai kesepakatan dengan AS terkait program nuklirnya, maka Amerika Serikat mungkin akan melakukan serangan terhadap Iran. (Hui)

Laporan lengkap oleh reporter New Tang Dynasty Television Yu Liang

FOKUS DUNIA

NEWS