Satelit Eropa Bantu Ukraina Serang Tepat Sasaran? Pangkalan Udara Rusia Diserang, 96 Rudal Kh-101 Hancur

EtIndonesia. Pada dini hari tanggal 20 Maret, militer Ukraina melancarkan serangan besar-besaran dengan drone ke Pangkalan Udara Engels di wilayah Saratov, Rusia. Serangan itu memicu ledakan dahsyat dan kebakaran besar.

Sekitar pukul 04.00 waktu setempat, kawanan drone Ukraina menyusup dan menyerang Pangkalan Engels, yang terletak sekitar 750 kilometer dari perbatasan Ukraina. Saat kejadian berlangsung menjelang fajar, tampak jelas awan jamur raksasa membumbung di atas lokasi, menandakan kekuatan ledakan yang luar biasa besar.

Serangan itu memicu ledakan berantai yang terus terjadi hingga siang hari. Gubernur Saratov, Roman Busargin, melaporkan bahwa sekitar 30 bangunan di dalam kompleks militer rusak, sementara 180 rumah warga di sekitar area juga terdampak oleh gelombang kejut, memaksa sekitar 120 warga sipil dievakuasi darurat.

Bukan Pesawat yang Jadi Target, Tapi Gudang Amunisi Strategis

Pangkalan Udara Engels adalah instalasi militer strategis Rusia dengan dua landasan pacu beton sepanjang 3.500 meter, mampu melayani pesawat-pesawat pembom berat seperti Tu-95MS, Tu-160, dan Tu-22M3. Namun, sasaran utama Ukraina kali ini bukanlah pesawat-pesawat tersebut, melainkan gudang amunisi yang terletak di sudut timur laut kompleks pangkalan.

Citra Satelit Ungkap Gudang Dihancurkan Total, 96 Rudal Kh-101 Musnah

Foto satelit pasca-serangan menunjukkan bahwa gudang amunisi tersebut benar-benar hancur lebur, dengan beberapa fasilitas penyimpanan lain juga mengalami ledakan berantai. Para analis menyimpulkan bahwa Ukraina kemungkinan telah mengantongi informasi intelijen soal pengiriman amunisi bernilai tinggi ke pangkalan itu, dan memilih menyerang saat amunisi belum sempat dimuat ke pesawat pembom.

Pada 27 Maret, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengumumkan bahwa serangan ini telah menghancurkan total 96 rudal jelajah Kh-101 milik Rusia. Kerugian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta dolar AS, setara dengan dua bulan kapasitas produksi Biro Desain Raduga—pabrik pembuat rudal itu.

Selain kehilangan rudal, Rusia juga kehilangan bahan bakar penerbangan dan amunisi lainnya yang disiapkan untuk serangan ke Ukraina. Para pakar memperingatkan bahwa serangan ini kemungkinan besar akan berdampak pada kemampuan pengeboman strategis Rusia dalam beberapa bulan ke depan.

Peran Satelit: Ukraina Diduga Gunakan Data dari Satelit Eropa

Walaupun sebagian fasilitas penyimpanan di area tersebut berada di ruang terbuka, amunisi strategis Rusia umumnya disimpan dalam bangunan beratap, sehingga sulit dideteksi secara langsung oleh satelit. Namun, citra sebelum serangan menunjukkan aktivitas pengangkutan kontainer GK-120 yang diyakini berisi rudal Kh-101 ke fasilitas penyimpanan khusus.

Indikasi ini memperkuat dugaan bahwa Ukraina mendapat dukungan intelijen dari satelit milik negara-negara Eropa untuk melacak dan mengawasi pergerakan amunisi Rusia secara real-time, sebelum akhirnya meluncurkan serangan drone tepat sasaran.

Pertahanan Udara Rusia Bocor, S-300/400 Ditarik Sebelum Serangan

Sebelum serangan terjadi, Rusia memiliki setidaknya dua unit pertahanan udara S-300/S-400 yang ditempatkan di sekitar Pangkalan Engels. Namun salah satunya ditarik belum lama ini, kemungkinan untuk memperkuat front lain. Penarikan ini menciptakan celah pertahanan besar, yang dimanfaatkan Ukraina untuk menyusun rute penerbangan drone melalui zona buta radar, menembus sistem pertahanan udara Rusia.

Era Baru Perang Jarak Jauh: Drone Murah, Efek Maksimal

Serangan ini menunjukkan bahwa dalam peperangan modern, serangan jarak jauh tidak lagi hanya dilakukan dengan rudal balistik atau pesawat pengebom. Drone murah sekalipun kini bisa menjadi alat serang efektif jarak jauh.

Ukraina telah mengembangkan berbagai jenis drone murah, termasuk memodifikasi pesawat ringan Aeroprakt A-22 menjadi drone kamikaze, yang mampu membawa 90 kg bahan peledak. Daya hancurnya setara dengan roket presisi 227 mm milik sistem HIMARS buatan AS, tetapi biaya produksinya jauh lebih rendah daripada rudal jelajah.

Teknologi dan Intelijen: Faktor Penentu Kemenangan Perang Modern

Serangan ini juga menegaskan bahwa presisi serangan jarak jauh tidak hanya bergantung pada senjata jarak jauh, tapi juga pada kemampuan pengintaian yang mumpuni. Negara-negara dengan akses ke teknologi satelit mampu mengidentifikasi, melacak, dan menghancurkan target strategis musuh dengan akurat. Meski Ukraina tidak memiliki kapabilitas pengintaian satelit secara penuh, dukungan teknologi dari AS dan mitra Barat lainnya diyakini sangat menentukan keberhasilan operasi seperti ini. Dengan bantuan tersebut, Ukraina mampu mengawasi pergerakan logistik Rusia, lalu menyerang saat yang paling tepat.

Sejak Desember 2022, Pangkalan Engels telah beberapa kali diserang drone Ukraina. Dalam empat bulan terakhir saja, sudah terjadi setidaknya empat serangan besar terhadap fasilitas ini. Namun, Rusia belum juga melakukan perbaikan sistem pertahanan secara signifikan. Bahkan, pengiriman besar-besaran amunisi masih dilakukan secara terbuka, membuat pangkalan tersebut seperti sasaran tembak berjalan bagi Ukraina.

Keberhasilan serangan ini tidak hanya melumpuhkan kekuatan pembom strategis Rusia, tapi juga mengungkap kelemahan serius dalam sistem pertahanan udara Rusia di wilayah dalam negerinya sendiri.Dengan perkembangan teknologi drone dan pengintaian satelit, masa depan peperangan akan sangat ditentukan oleh keunggulan informasi dan teknologi, bukan lagi oleh jumlah besar pasukan atau senjata berat konvensional. (jhn/yn)

FOKUS DUNIA

NEWS