EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada hari Kamis (3/4) menyampaikan kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force One bahwa dia berharap Elon Musk dapat “bertahan selama mungkin” dalam tim pemerintahannya, dan mengungkapkan bahwa kantor yang dipimpin Musk, yaitu Kantor Efisiensi Pemerintahan (DOGE), pada hari itu baru saja menemukan sejumlah masalah besar dan mengerikan, yang detailnya akan segera diumumkan ke publik.
“Pertama, saya menyukainya. Kedua, dia bekerja luar biasa. Ketiga, dia seorang patriot,” ujar Trump.
Menurut laporan New York Post, Musk saat ini menjabat sebagai kepala tidak resmi DOGE, yang berada di bawah pemerintahan Trump. Dia diperkirakan akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir Mei, bertepatan dengan berakhirnya masa kerja resminya sebagai Pegawai Pemerintah Khusus (Special Government Employee).
Sesuai peraturan federal, status Pegawai Pemerintah Khusus hanya dapat berlangsung maksimal 130 hari berturut-turut, sehingga hari terakhir Musk di DOGE secara resmi adalah 30 Mei 2025.
“Kami tidak terburu-buru, tapi akan tiba waktunya Elon harus pergi,” ujar Trump, sambil menyebut bahwa Musk masih memiliki “banyak perusahaan yang harus dia kelola”.
Meskipun tidak menjelaskan secara spesifik kapan tepatnya Musk akan mundur, Trump memperkirakan hal itu akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Dia menekankan bahwa selama Musk masih ingin, “dia bisa tetap bertahan di pemerintahan.”
Ketika ditanya apakah dia akan mempertimbangkan untuk memberikan posisi resmi lain agar Musk tetap bisa bekerja di dalam pemerintahan, Trump menjawab: “Saya akan (mempertimbangkannya). Menurut saya, Elon sangat luar biasa.”
DOGE Akan Tetap Berjalan Tanpa Musk
Trump menjelaskan bahwa meski Musk mundur nantinya, DOGE akan tetap melanjutkan reformasi terhadap pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan dalam pemerintahan. Tugas-tugas DOGE selanjutnya akan diambil alih sepenuhnya oleh para menteri kabinet, dan staf DOGE akan dialihkan menjadi pegawai tetap di berbagai lembaga federal.
“Kami punya banyak orang pintar,” kata Trump, memuji tim yang dipimpin Musk. “Saya yakin banyak dari mereka akan masuk ke lembaga-lembaga federal dan terus mendorong reformasi dari dalam.”
“Penemuan Mengerikan” DOGE Akan Segera Dibuka ke Publik
Trump mengungkapkan bahwa DOGE baru saja menemukan sebuah masalah yang sangat serius, meski belum mau membeberkan detailnya.
“DOGE hari ini menemukan sesuatu yang sangat mengerikan. Benar-benar mengerikan. Kalian akan segera tahu,” katanya kepada media.
“Temuan itu benar-benar mengguncang. Kita harus berterima kasih sebesar-besarnya kepada (Musk). Dia membawa sekelompok orang yang sangat cerdas.”
Gedung Putih: Musk Akan Tetap Menjabat hingga Tugas Selesai
Munculnya rumor soal pengunduran diri Musk menarik perhatian publik. Namun pada Rabu (2/4), Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan klarifikasi bahwa Musk akan tetap menjabat hingga menyelesaikan misi-misinya, termasuk pemangkasan pengeluaran pemerintah dan efisiensi tenaga kerja federal.
Sebelumnya, media Politico dan ABC News mengutip sumber internal yang menyebut bahwa Trump telah memberitahu para menteri kabinet bahwa Musk akan mengundurkan diri dalam beberapa minggu ke depan, meski belum dipastikan apakah itu akan lebih cepat dari akhir masa kerja resminya.
Pasar Merespons Positif Isu Pengunduran Diri Musk
Meski jabatan Musk di pemerintahan bersifat sementara, pengaruhnya terhadap pasar tetap besar. Saham Tesla pada Rabu sempat turun 6,4% akibat angka pengiriman yang mengecewakan, namun kemudian berbalik naik 5% setelah muncul kabar tentang kemungkinan pengunduran dirinya dari posisi pemerintah. Saham beberapa kontraktor pemerintah juga ikut menguat.
Dalam wawancaranya pekan lalu di acara Fox News “Special Report with Bret Baier”, Musk menyatakan keyakinannya bahwa dia akan mampu memangkas pengeluaran federal sebesar 1 triliun dolar AS sebelum masa jabatannya berakhir.
Misi DOGE Akan Berlanjut hingga 2026
Menurut Reuters, misi DOGE dijadwalkan berlangsung hingga 4 Juli 2026. Namun sejumlah anggota inti DOGE yang dikenal dekat dengan Musk belum menyatakan apakah mereka akan tetap melanjutkan tugas setelah Musk mundur. Banyak pihak menilai bahwa Musk adalah kekuatan penggerak utama di balik reformasi ini.
Wakil Presiden AS, JD Vance, dalam wawancaranya dengan Fox News pada hari Kamis (3/4), menyatakan bahwa Musk masih menjadi teman dekat Trump dan dirinya pribadi, dan bahwa meskipun Musk nanti meninggalkan jabatannya di DOGE, ia akan tetap menjadi penasihat bagi mereka.
“Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan di DOGE,” tegas Vance. “Bahkan jika Elon pergi, reformasi ini akan terus berjalan.” (jhn/yn)