SURABAYA — Belum lama ini, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi yang cukup dahsyat. Rumah-rumah roboh, jalan terputus, dan banyak warga kehilangan tempat tinggal. Melihat kondisi itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tidak tinggal diam. Lewat tim Satgas Kemanusiaannya, kampus ini mengirimkan bantuan dan “otak-otak” terbaik untuk membantu pemulihan di sana.
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, bilang kalau pihaknya memang sengaja menerjunkan para ahli. “Karena perguruan tinggi menghadirkan solusi tepat dan nyata bagi masyarakat dan wilayah terdampak agar cepat bangkit,” ujarnya. Mulai dari memperbaiki dermaga, jalan, hingga jembatan yang jadi penghubung antardaerah.
Nasi Hangat dan Trauma Healing untuk Korban
Bantuan yang dikirimkan ITS tidak hanya berupa logistik. Ada dapur umum yang didirikan di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, yang setiap harinya menyediakan sekitar 250 porsi makanan. Selain itu, tim juga mengadakan kegiatan trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis para korban, terutama anak-anak yang mungkin masih ketakutan.
Bantuan tahap kedua ini menyasar lima daerah paling parah, seperti Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 400 juta, yang digunakan untuk membeli tenda darurat, selimut, hingga paket-paket berisi obat, vitamin, dan perlengkapan kebersihan.
Bikin Rumah Anti-Gempa dan Drone Pemetaan

Yang menarik, ITS juga menyiapkan teknologi untuk jangka panjang. Tim dari Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS berencana mengembangkan rumah tahan gempa yang bisa dibangun dengan biaya terjangkau. Mereka juga akan membuat sensor pendeteksi dini gempa serta drone untuk memetakan bangunan-bangunan yang rusak.
“Prototipe teknologi dan modul bangunan yang dikembangkan dirancang agar mudah diaplikasikan oleh tenaga lokal secara ekonomis dan efektif,” jelas Hepi Hapsari Handayani, ketua pusat studi tersebut. Artinya, teknologi ini nantinya bisa dibuat dan dirawat oleh warga setempat sendiri.
Gotong Royong dari Kampus untuk NTT
Aksi kemanusiaan ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja sama banyak pihak. ITS menggandeng Yayasan Manarul Ilmi (YMI) dan Ikatan Alumni (IKA) ITS untuk menggalang dana dan mengirimkan bantuan. Gerakan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal menyediakan pemukiman yang layak dan aman bagi masyarakat.


