EtIndonesia.com Insiden patahnya pedal rem mobil mewah Zunjie V800 buatan Huawei, yang harganya mencapai lebih dari satu juta yuan, memicu kehebohan di seluruh internet. Sejumlah calon pemilik mobil menolak mengambil kendaraan mereka karena khawatir terhadap masalah keselamatan.
He, seorang calon pemilik Zunjie V800 di Chengdu, Provinsi Sichuan, mengatakan kepada The Beijing News bahwa ia telah memutuskan untuk tidak mengambil mobil tersebut, meskipun uang tanda jadinya tidak dapat dikembalikan.
He sebelumnya telah membayar uang tanda jadi sebesar 50.000 yuan (mata uang yang digunakan dalam artikel ini adalah yuan Renminbi). Ia juga memilih warna bodi mobil dan menambahkan mesin kopi sebagai opsi. Setelah seluruh biaya dihitung, harga mobil itu akan melebihi 1,2 juta yuan.
Ia mengatakan bahwa Zunjie V800 diposisikan sebagai mobil mewah kelas atas. Konsumen bersedia membayar lebih mahal karena percaya pada keselamatan dan standar kualitasnya. “Kualitas mobil kelas atas seharusnya jauh melampaui standar biasa,” ujarnya.
Namun, insiden pedal rem Zunjie V800 yang patah ketika diinjak membuatnya meragukan kinerja keselamatan mobil tersebut.
“Tidak peduli apakah mereka menggunakan teknologi baru atau apa pun tujuan pengujiannya, semua itu tidak penting. Sampai-sampai penyangga pedal rem bisa patah hanya karena diinjak, ini tidak dapat diterima,” kata He.
Ia menambahkan bahwa sebagai pemilik mobil, dirinya kini kehilangan rasa aman yang mendasar.
He juga mengatakan bahwa bukan hanya dirinya yang mengambil keputusan tersebut. Beberapa calon pemilik Zunjie V800 di lingkaran pertemanannya yang belum menerima mobil juga tidak ingin mengambil kendaraan mereka.
Sebuah video yang beredar di internet memperlihatkan seorang calon pemilik Zunjie V800 yang telah membayar uang tanda jadi. Setelah kabar mengenai patahnya pedal rem tersebar, ia segera menghubungi tenaga penjualan mobil pada malam hari dan mengatakan, “Saya akan membatalkan pembelian mobil ini. Uang tanda jadinya pun saya relakan.”
Menanggapi situasi ketika calon pemilik membatalkan pesanan atau menolak mengambil mobil, layanan pelanggan Zunjie menyatakan bahwa bagi pelanggan yang telah memesan kendaraan dan pesanannya sudah memasuki periode penguncian, uang tanda jadi tidak dapat dikembalikan.
Pada 8 Oktober, platform informasi otomotif dan layanan transaksi kendaraan Tiongkok, Dongchedi, merilis video pengujian langsung. Dalam pengujian pengereman darurat dari kecepatan 100 kilometer per jam hingga berhenti, penyangga pedal rem pada ketiga unit Zunjie V800 baru yang diuji semuanya patah, sehingga kendaraan kehilangan fungsi pengeremannya.
Video tersebut dengan cepat memicu perdebatan luas di internet. Keamanan dan kualitas mobil energi baru Huawei pun mendapat sorotan dan keraguan serius.
Pihak Huawei Zunjie menanggapi insiden tersebut dengan berjanji memberikan peningkatan secara gratis kepada pelanggan. Perusahaan menyatakan bahwa rencana peningkatan akan dikonfirmasi pada akhir Oktober dan pelaksanaannya akan dimulai secara bertahap pada November. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan penyebab patahnya pedal rem tersebut.
Seorang blogger otomotif Tiongkok mengatakan bahwa insiden pedal rem ini hanyalah puncak gunung es. Menurutnya, industri mobil energi baru buatan Tiongkok menyimpan banyak praktik bermasalah yang jauh melampaui bayangan masyarakat.
Ia menilai bahwa demi mempercepat produksi dan peluncuran kendaraan, perusahaan otomotif Tiongkok berlomba-lomba menekan biaya, sehingga menimbulkan cacat kualitas yang serius. Banyak perusahaan otomotif menarik kembali kendaraan dengan dalih memberikan layanan peningkatan, tetapi diam-diam hanya melakukan perbaikan tambal sulam.
Seorang warganet berkomentar, “Persaingan diantara perusahaan-perusahaan otomotif pendatang baru sekarang sangat sengit. Demi mengejar jadwal dan menghemat biaya, banyak bagian yang dikerjakan asal-asalan dan menggunakan material atau proses yang tidak sesuai standar. Kita lihat saja masalah apa lagi yang akan terungkap nanti.”
Warganet lainnya bahkan berkata secara blak-blakan, “Saya tidak akan membeli mobil energi baru. Saya tidak akan membeli mobil buatan dalam negeri. Bahkan untuk melihatnya saja saya tidak sudi!”
Dilaporkan oleh Luo Tingting – NTDTV.com berdasarkan berbagai sumber / Editor: Wen Hui


