EtIndonesia.com Pada Rabu (28 Oktober) pagi, kecelakaan tabrakan kereta cepat terjadi di Spanyol. Sebuah kereta cepat AVE milik perusahaan kereta api nasional Spanyol (Renfe) menabrak bagian belakang kereta Iryo di dekat Urda, Provinsi Toledo. Laporan awal mengkonfirmasi sedikitnya 10 orang tewas. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal telah mencapai 68 orang.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengumumkan pada 28 Oktober bahwa pemerintah akan menetapkan tiga hari masa berkabung resmi nasional untuk mengenang para korban.
Rekaman komunikasi menunjukkan dugaan kesalahan manusia
Tiga rekaman audio yang diperoleh media Spanyol El País menunjukkan bahwa kecelakaan kereta api pada 28 Oktober, yang menewaskan sedikitnya 68 orang, diduga disebabkan oleh kesalahan manusia.
Rekaman tersebut berisi percakapan antara dua masinis kereta yang terlibat dan pusat kendali. Meskipun salah satu masinis menyatakan bahwa keretanya telah berhenti, masinis lainnya tetap diperintahkan untuk melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal.
Menurut El País, sesuai prosedur, masinis seharusnya mengurangi kecepatan untuk memastikan kedua kereta tidak bertabrakan. Bahkan, hingga lima menit sebelum tabrakan terjadi, masinis kereta yang masih berjalan belum menerima peringatan untuk mengerem atau memperlambat laju kereta.
Padahal, pihak stasiun telah mengetahui bahwa ada kereta lain di jalur yang sama yang tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat gangguan teknis.
🔴Antonio Tobal, responsable de seguridad en la circulación de UGT en ADIF 🗣️"El compañero estaba gestionando la incidencia con ocho trenes detenidos. Hay llamadas de teléfono constantes. Eso conlleva una serie de procesos mentales, bajo la presión y el estrés, un profesional, por muy preparado que esté, puede cometer ese lapsus."
— Radio 5 (@radio5_rne) October 29, 2026
Warga berunjuk rasa, menuntut pemerintah mundur
Pada Rabu malam, demonstrasi digelar di depan gedung Kementerian Transportasi di ibu kota Spanyol, Madrid, untuk menuntut pemerintah mengundurkan diri dan bertanggung jawab atas kecelakaan kereta api tersebut. Setelah itu, para demonstran terlibat bentrokan dengan polisi.
Televisi Spanyol TVE melaporkan bahwa sekitar 1.500 orang mengikuti demonstrasi tersebut. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Menteri Transportasi Spanyol menyatakan bahwa otoritas pengendali lalu lintas mengizinkan sebuah kereta tetap berjalan meskipun sistem keselamatannya mengalami gangguan. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang “sulit dipahami”.
Layanan darurat mengonfirmasi: 107 orang dirawat di rumah sakit
Layanan darurat regional Castilla-La Mancha mengumumkan melalui platform X bahwa saat ini terdapat 107 orang yang dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan kereta api tersebut.
Malam telah tiba di Spanyol, tetapi operasi penyelamatan masih terus berlangsung. Pejabat wilayah tempat kecelakaan terjadi menyatakan bahwa jumlah korban meninggal masih mungkin bertambah dalam beberapa jam mendatang.
Serikat pekerja menuntut pengunduran diri Menteri Transportasi: Jangan jadikan pegawai sebagai kambing hitam
Serikat pekerja CSIF, yang mewakili pegawai sektor publik Spanyol, menyatakan melalui platform X bahwa mereka menuntut Menteri Transportasi Óscar Puente mengundurkan diri menyusul kecelakaan yang terjadi hari ini.
CSIF menuduh sang menteri berusaha mengalihkan tanggung jawab kepada seorang pegawai, alih-alih mengakui tanggung jawab politik dan kelembagaan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Transportasi.
CSIF menulis di X: “Dengan memalukan, sang menteri menjadikan seorang pegawai sebagai ‘kambing hitam’, alih-alih mengambil tanggung jawab sendiri.”
Pihak berwenang menyatakan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia di pihak ADIF, badan yang mengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol. Seorang operator mengizinkan salah satu kereta melanjutkan perjalanan hingga menabrak kereta lainnya, meskipun kedua kereta sebelumnya telah diperintahkan berhenti akibat gangguan komputer.
Ibu yang kehilangan putrinya: Tragedi seperti ini tidak boleh terulang
Seorang ibu yang kehilangan putrinya dalam kecelakaan tersebut mengatakan bahwa masyarakat membayar pajak dalam jumlah besar, tetapi pemerintah gagal memberikan jaminan keselamatan dasar.
Ia mengatakan: “Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Kami membayar pajak agar mereka menjaga kami dan menjalankan tugas mereka. Kami membayar pajak dalam jumlah besar. Mereka mengambil banyak uang dari kami, tetapi tidak mampu mengelola negara dan tidak mampu melakukan hal-hal yang benar-benar penting.
Saya tidak peduli partai mana yang berkuasa. Yang harus mereka lakukan adalah menjalankan tugas dengan baik, melakukannya secara benar, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.”
Serikat pekerja kereta api Spanyol tetap akan menggelar pemogokan sesuai jadwal
Serikat masinis dan awak kereta Spanyol, Semaf, tetap akan melaksanakan pemogokan sesuai rencana yang telah ditetapkan sebelum kecelakaan serius tersebut terjadi.
Pemogokan dijadwalkan berlangsung selama 24 jam pada Kamis.
Menurut Semaf, alasan utama pemogokan adalah perbedaan pendapat antara pihak-pihak terkait mengenai kesepakatan keselamatan perkeretaapian. Serikat tersebut mengumumkan hal ini melalui akun Telegram resminya dan turut menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban.
Pihak berwenang Spanyol kini sedang menyelidiki penyebab tabrakan kedua kereta tersebut. Sejauh ini, informasi yang tersedia menunjukkan bahwa gangguan komputer dan kesalahan manusia diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan.
Penyintas menceritakan pengalamannya: Selamat karena sedang minum kopi!
Menurut laporan, gerbong nomor 7 pada kereta Iryo mengalami kerusakan paling parah akibat tabrakan.
Rafael Barcelo, salah seorang penumpang kereta tersebut, mengatakan bahwa ia selamat karena sedang berada di gerbong restoran bersama seorang rekan kerja untuk “minum kopi” ketika kedua kereta bertabrakan.
Se elevan a 200 los militares de la #UME, con 70 medios, desplegados en el accidente de Los Yébenes. El principal objetivo del despliegue es la localización urgente y el rescate de personas atrapadas, así como la estabilización del entorno mediante la apertura de vías de acceso y la retirada de elementos ferroviarios de gran tonelaje.
— UME (@UMEgob) October 28, 2026
Jumlah korban meninggal meningkat menjadi sedikitnya 68 orang
Ketua Pemerintah Daerah Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, mengumumkan bahwa kecelakaan fatal yang terjadi pada Rabu pagi itu telah menewaskan sedikitnya 68 orang.
Perdana Menteri Spanyol: Negara sedang diliputi duka
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan pernyataan di lokasi kejadian: “Hari ini, Spanyol diliputi kesedihan.”
Menteri Transportasi Spanyol: Gangguan komunikasi sistem mungkin menyebabkan kecelakaan
Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengatakan bahwa kereta milik Renfe tetap diizinkan melanjutkan perjalanan meskipun lampu sinyal menunjukkan warna merah.
Menurutnya, kecelakaan tersebut mungkin terjadi akibat gangguan komunikasi pada sistem teknologi informasi yang menyebabkan sistem keselamatan jalur kereta tidak berfungsi.
Setelah itu, kereta tersebut melaju sejauh 25 kilometer dengan kecepatan sekitar 200 kilometer per jam sebelum akhirnya menabrak kereta Iryo yang sedang berhenti di sisi jalur.
Mantan Menteri Tenaga Kerja Spanyol turut menjadi korban
Menurut laporan, mantan Menteri Tenaga Kerja Spanyol Fátima Báñez meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Saat kejadian, Báñez sedang dalam perjalanan menuju Sevilla untuk menghadiri acara “Hari Bisnis” sebagai perwakilan yayasan CEOE, yang dipimpinnya.
Wilayah Andalusia menetapkan tiga hari masa berkabung
Ketua Pemerintah Daerah Andalusia, Juan Manuel Moreno, mengumumkan tiga hari masa berkabung di seluruh wilayah tersebut.
Masa berkabung dimulai pada Rabu pukul 14.00 dan berakhir pada Sabtu pukul 14.00.
Dalam unggahan di media sosial X, ia menulis: “Kami merasakan kesedihan yang luar biasa.”
Ia juga menyatakan bahwa seluruh masyarakat Andalusia turut berduka bersama para korban dan keluarga mereka.
Sementara itu, wilayah lain yang terdampak, Castilla-La Mancha, telah meminta pengerahan Unit Darurat Militer Spanyol (UME). Kendaraan militer telah tiba di lokasi kecelakaan untuk membantu operasi penyelamatan bersama petugas dari berbagai instansi.
64 orang tewas, penyintas: Ada penumpang yang terlempar keluar dari kereta
Menurut laporan Reuters dan surat kabar Spanyol El País, pemerintah daerah Castilla-La Mancha menyatakan bahwa jumlah korban meninggal telah mencapai 64 orang.
Perdana Menteri Pedro Sánchez dilaporkan sedang menuju Urda, kota yang paling dekat dengan lokasi kecelakaan.
Petugas darurat Spanyol memberikan pertolongan pertama kepada para korban luka.
Seorang penyintas berusia 54 tahun, Jesús Jerónimo, mengatakan kepada El País bahwa dalam kecelakaan yang disebutnya “mengerikan” tersebut, “ada orang yang terlempar keluar dari kereta”.
Video yang dibagikan warganet menunjukkan tiga gerbong dari salah satu kereta keluar dari rel, dengan dua gerbong terbalik dan terpisah dari rangkaian. Sementara itu, dua gerbong kereta lainnya juga keluar dari rel, dan salah satunya terlepas dari rangkaian.
Federasi Sepak Bola Spanyol menunda 24 pertandingan Copa del Rey
Sebanyak 24 pertandingan Copa del Rey yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam ditunda oleh Federasi Sepak Bola Spanyol menyusul kecelakaan di dekat Toledo.
Penundaan ini disebut sebagai bentuk “penghormatan dan solidaritas kepada seluruh korban kecelakaan kereta api”.
Ketua pemerintah daerah: Sebanyak 30 jenazah telah ditemukan
Ketua Pemerintah Daerah Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, melaporkan bahwa hingga saat itu, 24 jenazah telah ditemukan di salah satu kereta dan enam jenazah lainnya di kereta kedua.
Ia memperkirakan akan ada lebih banyak korban yang ditemukan ketika petugas penyelamat berhasil mencapai bagian bawah gerbong yang rusak parah.
Menurut laporan, lebih dari 80 orang mengalami luka-luka, dengan 50 orang di antaranya mengalami luka serius.
Sebelumnya, cabang regional badan penanganan keadaan darurat nasional mengumumkan bahwa kecelakaan tersebut telah menewaskan 50 orang.
Keluarga kerajaan Spanyol menyampaikan belasungkawa
Keluarga kerajaan Spanyol mengeluarkan pernyataan mengenai kecelakaan tersebut melalui platform X. Mereka menyatakan sangat berduka dan prihatin atas tragedi yang terjadi.
Pernyataan itu berbunyi: “Kami turut merasakan kesedihan keluarga para korban dan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada mereka. Kami juga menyampaikan simpati kepada para korban luka dan semua pihak yang terdampak.”
Keluarga kerajaan Spanyol turut menyampaikan dukungan kepada petugas yang melakukan operasi penyelamatan di lokasi kejadian.
Jumlah korban meninggal dikonfirmasi sedikitnya 30 orang; layanan darurat menyebut 50 orang tewas
Surat kabar El País melaporkan bahwa pemerintah daerah Castilla-La Mancha mengkonfirmasi sedikitnya 30 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Sementara itu, surat kabar La Razón melaporkan bahwa layanan darurat daerah, Protección Civil, merilis angka awal sebanyak 50 korban meninggal. Sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka.
Tabrakan kereta cepat di Spanyol menewaskan 46 orang
Kecelakaan terjadi pada pukul 08.54 waktu setempat, Rabu pagi, 28 Oktober, di Provinsi Toledo, Spanyol bagian tengah, di sebelah selatan Madrid.
Sebuah kereta cepat AVE milik Renfe menabrak bagian belakang kereta Iryo di dekat Urda.
Juru bicara setempat saat itu mengkonfirmasi 10 orang meninggal dunia, tetapi memperingatkan bahwa “jumlah korban meninggal hampir pasti akan bertambah”.
Tak lama kemudian, berdasarkan laporan stasiun televisi Spanyol ABC, layanan darurat Spanyol mengumumkan jumlah korban meninggal telah mencapai 46 orang.
Hingga saat itu, belum ada angka final resmi mengenai jumlah korban meninggal. Kedua kereta yang terlibat kecelakaan mengangkut total 544 penumpang.
Wali Kota Urda, Manuel Galán, segera memberitahu televisi nasional Spanyol TVE setelah kecelakaan terjadi: “Dua kereta bertabrakan dan ada orang-orang yang terluka.”
Menurut ABC, sejumlah sumber daya dari wilayah metropolitan Madrid telah dikerahkan ke lokasi. Sebanyak delapan mobil pemadam kebakaran dan delapan ambulans dikirim ke tempat kejadian.
Perdana Menteri Pedro Sánchez membatalkan agenda hariannya, sedangkan Menteri Transportasi Óscar Puente menuju pusat kendali Atocha.
Jalur kereta cepat yang menghubungkan Madrid dan Andalusia ditutup.
Parlemen Spanyol juga mengumumkan pembatalan seluruh kegiatan yang dijadwalkan pada hari itu akibat kecelakaan tersebut.
Penyebab kecelakaan masih diselidiki. El País, dengan mengutip sumber pemerintah, melaporkan bahwa dugaan utama mengarah pada kesalahan manusia. Akibat kesalahan tersebut, delapan kereta di kawasan itu dihentikan, tetapi kereta cepat AVE justru diperintahkan untuk terus berjalan.
Laporan lain menyebut adanya kemungkinan kerusakan pada sistem kendali kereta LZB.
Perusahaan pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, ADIF, belum mengkonfirmasi kedua dugaan tersebut.
Kecelakaan ini merupakan kecelakaan besar kedua yang melibatkan kereta cepat di Spanyol pada tahun ini. Sebelumnya, kecelakaan kereta di Adamuz, Spanyol selatan, pada Januari telah menewaskan lebih dari 40 orang. (***)
Sumber : NTDTV.com


