Empat pekerja asal Myanmar yang terlibat perselisihan ketenagakerjaan diduga memukuli seorang bos asal Tiongkok hingga tewas di Thailand beberapa hari lalu. Setelah itu, mereka bersembunyi di sebuah kebun tebu. Namun, karena tidak tahan dengan rasa lapar dan haus serta kehabisan tenaga, akhirnya mereka menyerahkan diri setelah dikepung polisi.
EtIndonesia.com Laporan sejumlah media Thailand, termasuk Daily News menyebutkan pada 27 Oktober, empat pekerja berkewarganegaraan Myanmar tidak puas karena dimarahi oleh bos mereka yang berasal dari Tiongkok dan upah mereka ditahan. Mereka kemudian memukuli bos tersebut hingga tewas di sebuah lokasi konstruksi di Bangkok, Thailand. Setelah kejadian itu, keempatnya segera melarikan diri dan bersembunyi di sebuah kebun tebu.
Pada 28 Oktober larut malam, polisi setempat mengepung sebuah kebun tebu di sekitar lokasi yang luasnya sekitar 16 hektare. Polisi juga mengerahkan drone pencitraan termal untuk melakukan pencarian.
Setelah pengepungan berlangsung lebih dari lima jam, keempat orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut akhirnya kehabisan tenaga. Mereka keluar sendiri dari kebun tebu dan menyerahkan diri kepada polisi. Mereka mengakui sebagai tersangka yang melarikan diri setelah membunuh bos asal Tiongkok tersebut.
Karena bersembunyi dalam waktu lama tanpa makan dan minum, keempatnya sudah sangat kelelahan. Begitu menyerahkan diri, mereka langsung meminta air dan makanan.
Saat ini, mereka telah dibawa ke kantor polisi untuk membantu penyelidikan. Keempat pekerja tersebut terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, yang merupakan dua pasangan suami istri.
Menurut laporan sebelumnya, pada hari kejadian, bos asal Tiongkok bermarga Yang sedang membagikan upah kepada para pekerja. Namun, ia mengkritik kualitas pekerjaan konstruksi yang dilakukan oleh keempat pekerja Myanmar tersebut. Mereka kemudian mengajukan pengunduran diri.
Yang menolak membayar upah mereka dengan alasan bahwa mereka tidak memberikan pemberitahuan pengunduran diri sesuai ketentuan waktu yang telah disepakati. Perselisihan antara kedua pihak pun berkembang menjadi pertengkaran hebat, yang akhirnya berujung pada pembunuhan tersebut.
Hasil penyelidikan awal polisi menunjukkan bahwa keempat orang itu menggunakan sebatang besi beton berulir sepanjang sekitar 60 sentimeter serta senjata tajam untuk mengeroyok dua warga Tiongkok di lokasi kejadian.
Yang tewas di tempat. Sementara itu, seorang pria Tiongkok berusia 49 tahun bermarga He, yang datang bersamanya, mengalami luka parah di kepala dan luka tusuk di punggung. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat. Kondisi terkininya belum diketahui.
Sumber : NTDTV.com


