ErabaruNews – Intelijen Amerika melihat gelagat bahwa pihak Rusia tengah bersiap mencampuri pemilihan Anggota Kongres Amerika Serikat tahun 2018. Oleh sebab itu, penyelenggara pemilu di Amerika diharapkan meningkatkan kewaspadaan.
“Saya belum melihat penurunan signifikan pada aktivitas mereka (Rusia di AS). Saya memperkirakan mereka akan terus mencoba melakukan itu, tapi saya yakin bahwa Amerika bisa melaksanakan pemilu dengan bebas dan adil,” ujar Direktur Pusat Agensi Intelijen (CIA), Mike Pompeo, kepada BBC Rusia.
Pompeo mengaku akan menggelar operasi kontra intelijen, seperti dikutip CNN Indonesia dari AFP, Selasa (30/1/2018). Sehingga, Amerika bisa mengeliminir dampak dari operasi intelijen militer Rusia, sehingga dampak pada pemilu kami tidak akan besar.
Baca Juga :
Presiden Donald Trump Sangat Siap Diinterogasi FBI dalam Kasus Kolusi Rusia

Laporan Strategi Pertahanan AS : Teror Tiongkok dan Rusia Melebihi Terorisme
Pusat pengumpul dan penganalisa data intelijen Amerika itu mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan operasi intelijen untuk memengaruhi pemilu AS akhir 2016 lalu.

Operasi Rusia di AS diantaranya termasuk meretas dan merilis dokumen dan email dari tim kampanye pasangan calon. Rusia juga diyakini memenuhi media sosial dengan berita-berita yang dapat mempengaruhi suara hati pemilih. (waa)