Baru-baru ini, seorang mahasiswa asal Tiongkok bernama Ze Guo mengatakan dalam sebuah wawancara dengan wartawan NTD bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) tidak sama dengan Tiongkok, dan ia menyerukan kepada masyarakat Tiongkok untuk segera menjauh dari PKT.
EtIndonesia. Ze Guo, seorang mahasiswa asal Shandong, Tiongkok, mengatakan bahwa dibandingkan dengan sejarah panjang budaya Tiongkok, Partai Komunis Tiongkok baru berdiri lebih dari seratus tahun. Namun, banyak orang masih bingung membedakan antara PKT dan Tiongkok.
“Tiongkok memiliki banyak budaya dan tradisi yang luar biasa, yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kebrutalan dan otoritarianisme Partai Komunis Tiongkok. Namun, PKT secara paksa menghubungkan budaya Tiongkok dengan partai mereka, serta mencuci otak anak-anak sejak taman kanak-kanak melalui sistem pendidikan,” ujarnya.
Ia menyatakan bahwa sejarah Partai Komunis Tiongkok adalah sejarah penuh pembunuhan dan bahwa PKT adalah organisasi jahat yang mempertahankan kekuasaannya melalui kekerasan dan kebohongan.
“PKT adalah organisasi yang sangat munafik, otoriter, dan tirani. Dalam arti yang lebih dalam, ia lebih mirip dengan organisasi teroris,” ujarnya.
Menurutnya, di bawah kekuasaan PKT, anak-anak di Tiongkok sejak kecil sudah dicekoki ajaran tentang perlawanan dan kebencian.
“Sejak sekolah dasar, semua anak diharuskan mengenakan syal merah dan mengikuti upacara pengibaran bendera. Semua orang mengalami proses pencucian otak oleh PKT. Namun, sejak usia belasan tahun, saya mulai sadar dan tidak ingin mengikuti mereka. Saya memutuskan untuk sepenuhnya memutus hubungan dengan PKT,” katanya.
Ia menyerukan kepada para pemuda Tiongkok untuk melepaskan diri dari kebohongan Partai Komunis Tiongkok dan tidak lagi dikendalikan oleh rezim jahat tersebut.
Laporan oleh wartawan NTDTV Yang Yang dan Lin Yongfeng dari Los Angeles