Berdasarkan laporan terbaru dari industri teknologi serta investigasi Financial Times, setidaknya ada lima aplikasi VPN yang tersedia di toko aplikasi ponsel di Amerika Serikat yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan militer PKT, Qihoo 360. Perusahaan ini telah dimasukkan dalam Entity List oleh pemerintah AS sejak lima tahun lalu karena hubungannya dengan militer Partai Komunis Tiongkok (PKT). Pengguna yang memakai VPN ini berisiko data pribadinya dikumpulkan oleh otoritas PKT.
EtIndonesia. Menurut laporan dari Technology Transparency Project dan investigasi lebih lanjut oleh Financial Times, lima aplikasi VPN gratis yang tersedia di toko aplikasi Apple dan Google memiliki hubungan dengan Qihoo 360, sebuah perusahaan yang terdaftar di bursa saham Shanghai.
Qihoo 360, atau 360 Security Technology, pada tahun 2020 dimasukkan dalam daftar perusahaan yang memiliki hubungan dengan militer PKT oleh Departemen Pertahanan AS. Pada Mei di tahun yang sama, perusahaan ini juga masuk dalam Entity List AS, yang bertujuan untuk membatasi aksesnya terhadap teknologi Amerika.
Lima aplikasi yang dimaksud adalah Turbo VPN, VPN Proxy Master, Thunder VPN, Snap VPN, dan Signal Secure VPN. Setelah Financial Times menghubungi Apple untuk meminta komentar, Thunder VPN dan Snap VPN langsung dihapus dari toko aplikasi Apple.
Laporan menyebutkan bahwa aplikasi-aplikasi ini dikelola oleh perusahaan Singapura bernama Innovative Connecting, yang pada Januari 2020 diakuisisi oleh perusahaan induk Qihoo 360, Lemon Seed Technology. Pada tahun 2023, divisi pengembangan VPN milik Qihoo 360, Guangzhou Lianchuang Technology, dijual kepada perusahaan yang baru didirikan di Beijing dan dikendalikan oleh direktur tunggal Lemon Seed.
Perusahaan Guangzhou Lianchuang menyatakan bahwa aplikasi mereka telah digunakan di lebih dari 220 negara, dengan 10 juta pengguna aktif harian. Mereka bahkan sedang mencari karyawan dengan tugas memantau dan menganalisis data platform, dengan syarat memahami budaya Amerika.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa dari 100 aplikasi teratas yang paling banyak diunduh di Apple App Store, 20 diantaranya berasal dari perusahaan Tiongkok. Diperkirakan pada tahun 2025, total unduhan aplikasi VPN ini di toko aplikasi Apple dan Google akan melebihi 1 juta kali.
Karena layanan VPN memiliki akses untuk memantau aktivitas online pengguna, dan berdasarkan hukum Tiongkok, semua perusahaan dan individu wajib menyerahkan data kepada pemerintah jika diminta, ini berarti jutaan pengguna di AS tanpa sadar bisa saja mengekspos data internet mereka ke otoritas PKT, sehingga menimbulkan potensi ancaman keamanan nasional bagi Amerika Serikat.
Sumber : NTDTV.com


