Modus Baru Penipuan Pencucian Uang di Tiongkok : Menyerahkan Rekening Bisa Berujung Penjara

EtIndonesia. Di Tiongkok, kasus penipuan terus bermunculan, bahkan ada warga yang tanpa sadar terseret ke dalam kasus pencucian uang. Para pelaku menggunakan berbagai modus seperti “kerja paruh waktu dengan imbalan tinggi” atau “memanipulasi arus transaksi untuk pinjaman” guna menipu korban agar memberikan rekening bank mereka, sehingga dana ilegal dapat “dicuci” menjadi tampak sah. Akibatnya, korban tidak hanya mengalami pembekuan rekening, tetapi juga menghadapi ancaman hukuman penjara.

Metode penipuan di Tiongkok sangat beragam. Banyak warga tertipu dan menyerahkan rekening mereka untuk membantu pencucian uang. Bahkan ada toko dan perusahaan yang menerima pembayaran yang ternyata merupakan uang hasil kejahatan, sehingga rekening mereka dibekukan dan polisi meminta pengembalian dana, yang akhirnya menyebabkan operasional usaha terhenti.

Seorang anggota keluarga korban bermarga Liu (nama samaran) mengatakan:
“Adik saya bekerja sebagai kurir (melalui aplikasi), menerima satu pesanan, lalu ditransfer 13.000 yuan untuk menerima pembayaran barang. Namun kemudian pemilik barang mengatakan pesanan dibatalkan dan meminta adik saya menarik uang itu untuk diserahkan kembali. Tidak lama kemudian, dia dibawa oleh kantor polisi setempat.”

Korban lain bermarga Zhang (nama samaran) mengungkapkan bahwa karena ketidaktahuannya, ia menjadi kaki tangan dalam pencucian uang oleh pelaku penipuan. Korban tersebar di seluruh negeri, dan polisi dari berbagai daerah secara bergantian menetapkan dirinya sebagai tersangka, membuatnya sangat terbebani.

Zhang mengatakan:  “Saat mencari kerja paruh waktu, saya menemukan sebuah situs. Mereka memindahkan kepemilikan sebuah perusahaan ke atas nama saya, meminta saya menandatangani surat pernyataan, lalu membuka rekening perusahaan. Total transaksi mencapai 5 juta yuan, dengan transaksi tunggal sekitar 9.800 yuan. Korbannya sangat banyak. Polisi sudah datang—di Anhui saya didakwa ‘membantu kejahatan’, di Sichuan didakwa ‘menyembunyikan hasil kejahatan’. Saya ditahan selama 21 hari, lalu dikenakan tahanan rumah.”

Diketahui, pelaku pencucian uang sering menggunakan dalih “imbal hasil tinggi” atau “membantu memperlancar pinjaman” untuk memancing pekerja paruh waktu agar menyerahkan rekening mereka. Melalui “platform perantara dana (running score)”, sejumlah besar uang dipecah dan dialirkan sehingga tampak sebagai sumber yang sah. Komisi dari aktivitas ini bahkan bisa mencapai 50%.

Seorang anggota kelompok “running score” mengungkapkan bahwa mereka membantu mencuci uang hasil penipuan dengan berpura-pura mengajukan pinjaman, serta merekrut orang secara online. Mereka menawarkan komisi 10% hingga 18% bagi siapa saja yang menyediakan kartu bank, akun WeChat, atau kode pembayaran Alipay. Ia sendiri bisa memperoleh pendapatan 100.000 hingga 200.000 yuan per bulan.

Anggota kelompok tersebut bermarga Yang (nama samaran) mengatakan:  “Saya merekrut orang untuk ‘memikul utang’ atas nama pinjaman. Klien datang untuk pinjaman, lalu dikatakan bahwa arus transaksi mereka tidak cukup dan perlu ‘dipoles’, padahal sebenarnya itu adalah aktivitas pencucian uang. Kami juga memasang iklan, menawarkan 10% komisi untuk yang ikut, dan untuk kode QR online bisa 15% sampai 18%.”

Seorang pengacara bermarga Wu mengungkapkan bahwa salah satu kliennya dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara karena membantu teman mentransfer hampir 1 juta yuan. Saat itu, temannya beralasan kartu banknya diblokir dan meminta bantuan untuk menerima uang dengan imbalan tertentu. Ternyata uang tersebut adalah hasil kejahatan.

Pengacara Wu mengatakan:  “Undang-undang anti-penipuan telekomunikasi secara jelas melarang memberikan kartu bank kepada orang lain, membantu penarikan tunai, transfer, atau manipulasi arus transaksi. Orang-orang yang terlibat dalam ‘running score’ ini sebenarnya juga tertipu, tetapi karena ikut terlibat, mereka akhirnya memiliki catatan kriminal.”

Laporan oleh Xiong Bin dan Huang Yuning, NTDTV.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine