Guizhou, Tiongkok Diguyur Hujan Lebat, Pelepasan Air Waduk Memperparah Banjir, Guangxi Terus Terdampak

Provinsi Guizhou, Tiongkok terus dilanda hujan deras. Ditambah dengan pelepasan air dari sejumlah waduk dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), banyak kota dan desa mengalami banjir untuk kedua bahkan ketiga kalinya. Wilayah hilir di Provinsi Guangxi juga ikut terdampak. Pada 22 Juni, permukiman dan pertokoan di sepanjang sungai di Kota Liuzhou terendam banjir dalam skala luas.

EtIndonesia.com Sungai Liujiang mengalami banjir pertama tahun 2026 pada 22 Juni. Saat puncak banjir melintas, ketinggian muka air di wilayah perkotaan Liuzhou mencapai 85,64 meter, melampaui batas siaga 82,5 meter. Air sungai meluap ke kawasan di sepanjang bantaran, menggenangi banyak rumah dan toko. Pada 23 Juni pagi, permukaan air telah turun di bawah batas siaga dan warga mulai membersihkan lumpur sisa banjir.

“Ini karena pelepasan air waduk. Permukaan air naik lebih dari satu meter di atas garis siaga dan membanjiri rumah-rumah. Banyak toko di lantai bawah ikut terendam, jumlahnya sulit dihitung. Kami tidak mengungsi. Hampir setiap tahun saat hujan deras, daerah bawah di sini memang kebanjiran,” ujar seorang warga Liuzhou bermarga Wei. 

Hulu Sungai Liujiang berada di Provinsi Guizhou dan dikenal sebagai Sungai Duliu (Duliujiang). Sungai ini bermula dari Kabupaten Dushan, mengalir melewati sejumlah wilayah di Guizhou sebelum memasuki Guangxi. Pelepasan air dari PLTA Mashi, yang berada di perbatasan Kabupaten Sanjiang, Rong’an, dan Rongshui di Liuzhou, disebut memperburuk kondisi banjir.

“Karena pelepasan air, air sungai meluap masuk ke kota tua Liyong. Kedalamannya sekitar satu meter, dan di beberapa tempat mencapai pinggang orang dewasa. Rumah kami sering kebanjiran sehingga kerugiannya besar. Jalanan penuh sampah. Kami sudah terbiasa menghadapi banjir, jadi barang-barang di rumah dipindahkan lebih dulu,” ujar seorang pemilik toko di Kota Liyong, Distrik Yufeng, Liuzhou, bermarga Zheng. 

Hujan Ekstrem Kembali Melanda Guizhou

Dari pukul 06.00 pada 22 Juni hingga pukul 06.00 pada 23 Juni, wilayah selatan Guizhou kembali diguyur hujan sangat lebat. Curah hujan tertinggi tercatat di Kota Yundong, Kota Duyun, mencapai 268,6 milimeter.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan derasnya arus banjir menggenangi jalan-jalan di pusat Kota Duyun.

“Banyak daerah sekarang diguyur hujan deras. Hujannya terlalu lebat sampai kami tidak bisa tidur. Air sudah menggenangi pintu masuk kompleks Phoenix City Country Garden dengan kedalaman lebih dari satu meter. Mobil sama sekali tidak bisa lewat. Semua jalan tergenang, dan banyak orang di pusat kota ingin memindahkan mobil mereka tetapi tidak bisa. Mobil saya sendiri nilainya lebih dari seratus ribu yuan,” ujar Seorang warga Duyun bermarga Yang. 

Sejumlah Daerah Mengalami Banjir Berulang

Hujan deras yang terus-menerus, ditambah pelepasan air dari berbagai waduk dan PLTA di Guizhou, menyebabkan banyak kota dan desa mengalami banjir perkotaan. Beberapa wilayah bahkan telah terdampak banjir untuk kedua atau ketiga kalinya dalam waktu singkat.

Video yang beredar di internet juga memperlihatkan sebuah PLTA di Kota Longshan, Kabupaten Anlong, Prefektur Qianxinan, dilaporkan jebol akibat banjir sehingga wilayah sekitarnya berubah menjadi lautan air.

Seorang warga Kota Kaili mengungkapkan bahwa pada 22 Juni malam, banyak lokasi di pusat kota mengalami genangan air. Daerah pedesaan di sekitar aliran sungai kecil mengalami kerusakan yang lebih parah, tetapi menurutnya tidak ada penanganan yang memadai dan para korban tidak memperoleh bantuan.

“Selain pelepasan air waduk, hujan semalam memang sangat deras sehingga bencananya semakin parah. Yang paling serius justru terjadi di tempat-tempat yang jarang terlihat, seperti desa-desa dan sungai-sungai kecil. Beberapa kolam budidaya ikan jebol dan semua ikannya hanyut. Setiap tahun menjelang Festival Perahu Naga kejadiannya selalu seperti ini,” kata seorang warga Kaili bermarga Wu. 

Laporan disusun oleh reporter NTD Television, Xiong Bin dan Zhou Tian

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

Berawal dari Ruang Kelas, Guru Anak Berkebutuhan Khusus Ini Sabet Penghargaan Internasional

oleh: Fadjar Pratikto PEKALONGAN – Ketulusan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus membawa Angga Pratama Armadi Putra melangkah dari ruang kelas di Kota Pekalongan menuju panggung internasional....

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine