Perundingan AS-Iran Picu Penurunan Harga Minyak, Pakar Prediksi Kembali ke Level Sebelum Konflik 

EtIndonesia.com Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran telah membuahkan hasil, sehingga krisis di Selat Hormuz untuk sementara mereda. Menyusul perkembangan tersebut, harga minyak mentah internasional langsung mengalami penurunan.

Dalam wawancara dengan NTD Television, pendiri sekaligus CEO organisasi advokasi energi Future Energy, Daniel Turner, mengatakan bahwa seiring meredanya kekhawatiran geopolitik yang mengganggu jalur logistik, harga minyak diperkirakan akan segera kembali ke tingkat sebelum konflik.

“Saya rasa harga minyak akan segera kembali turun ke tingkat sebelum konflik. Pasar minyak sangat menantikan sinyal stabilitas dari Timur Tengah karena masalah utama yang dihadapi bukanlah pasokan, melainkan logistik dan kepanikan di pasar. Ketika pasar tidak yakin apakah Selat Hormuz akan tetap terbuka, kekhawatiran seperti itu sangat bisa dimengerti,” katanya. 

“Pasar selalu menginginkan kepastian dalam transportasi dan rantai pasok. Melihat harga minyak turun dengan cepat dan bertahan di level tersebut selama lima atau enam hari terakhir menunjukkan kondisi pasar minyak saat ini, sekaligus pentingnya penyelesaian konflik ini bagi industri minyak global,” ujarnya. 

Pendiri sekaligus CEO organisasi advokasi energi Future Energy, Daniel Turner (tangkapan layar)

Mengapa harga di SPBU tidak langsung turun?

Turner juga menjelaskan alasan mengapa penurunan harga minyak mentah internasional tidak serta-merta diikuti oleh turunnya harga bensin di stasiun pengisian bahan bakar.

“Harga minyak memang bisa turun hampir setiap hari, sedikit demi sedikit, tetapi dampaknya memerlukan waktu beberapa minggu. Bensin yang dijual di SPBU dibeli menggunakan kontrak atau dana yang telah dikeluarkan sebelumnya, bahkan persediaannya bisa mencukupi lima hingga tujuh minggu ke depan,” katanya. 

“Dengan kata lain, SPBU di sudut jalan yang Anda lewati saat berangkat kerja mungkin sudah membeli pasokan untuk bulan Agustus. Mereka harus mempertimbangkan rantai pasok,” jelasnya. 

“Jadi meskipun ingin menurunkan harga, mereka telah membayar lebih dulu untuk stok tersebut dan membutuhkan waktu sebelum dapat menyesuaikan harga jual dengan perubahan harga minyak,” tambahnya. 

Produksi domestik dinilai kunci ketahanan energi

Di akhir wawancara, Turner menekankan bahwa minyak mentah merupakan komoditas global. Menurutnya, Amerika Serikat hanya dapat benar-benar menjamin keamanan energinya dengan memaksimalkan produksi dalam negeri serta menerapkan kebijakan pasar yang tepat.

“Cara terbaik untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan meningkatkan produksi di Amerika Serikat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memastikan pihak-pihak yang tepat memimpin proses tersebut,” katanya. 

“Lihat saja kerja sama antara Amerika Serikat dan Venezuela, yang telah membantu meningkatkan produksi minyak negara itu sekitar 5% hingga 10% per bulan karena adanya mitra yang kompeten dari Amerika. Hal itu baik bagi rakyat Venezuela, baik bagi pasar minyak global, dan juga baik bagi Amerika Serikat,” katanya. 

Laporan disusun oleh reporter NTD Television, Cary Dunster, dari Washington, Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

Berawal dari Ruang Kelas, Guru Anak Berkebutuhan Khusus Ini Sabet Penghargaan Internasional

oleh: Fadjar Pratikto PEKALONGAN – Ketulusan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus membawa Angga Pratama Armadi Putra melangkah dari ruang kelas di Kota Pekalongan menuju panggung internasional....

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine