EtIndonesia.com Banyak pekerja kantoran modern menghabiskan hampir sepanjang hari duduk di kursi karena kesibukan pekerjaan. Pola hidup yang minim gerak ini telah lama dianggap sebagai “pembunuh tersembunyi” bagi kesehatan.
Namun, sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine membawa kabar baik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa berjalan kaki selama lima menit setiap jam kerja dapat secara efektif mengurangi risiko kesehatan akibat terlalu lama duduk, sekaligus memperbaiki suasana hati dan mengurangi rasa lelah tanpa mengganggu kinerja pekerjaan.
Studi melibatkan lebih dari 19.000 orang
Menurut laporan Daily Mail, penelitian ini melibatkan 19.342 orang dewasa di Amerika Serikat dengan latar belakang usia, profesi, dan lingkungan kerja yang beragam.
Dalam eksperimen yang berlangsung selama tiga minggu, mulai minggu kedua para peserta diminta mencoba beristirahat dengan berjalan kaki selama lima menit pada interval yang berbeda, yaitu setiap 30 menit, 60 menit, atau 120 menit selama jam kerja.
Hasilnya menunjukkan bahwa semakin sering seseorang berjalan kaki di sela-sela pekerjaan, semakin besar penurunan tingkat kelelahan yang dirasakan. Selain itu, suasana hati dan produktivitas kerja mereka juga mengalami peningkatan.
Lima menit setiap jam dinilai sebagai pilihan terbaik
Penelitian tersebut menemukan bahwa berjalan kaki lima menit setiap dua jam memang paling mudah dilakukan, tetapi manfaatnya terhadap peningkatan semangat kerja relatif kecil.
Sebaliknya, beristirahat lima menit setiap 30 menit dianggap sulit diterapkan oleh banyak pekerja karena padatnya aktivitas kerja.
Pilihan yang paling ideal adalah berjalan kaki lima menit setiap satu jam, dan hampir setengah dari peserta secara alami memilih frekuensi ini sebagai yang paling sesuai.
Pakar: Kebiasaan sederhana ini baik untuk kesehatan jantung
Para ahli yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut juga memberikan tanggapan positif.
Perawat spesialis jantung senior dari British Heart Foundation, Emily McGrath, memperingatkan bahwa duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan sistem peredaran darah, serta kematian dini.
Menurutnya, melakukan “pengisian energi” secara berkala, misalnya dengan berjalan kaki selama lima menit setiap jam, tidak hanya membantu memperbaiki suasana hati saat itu juga, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan jantung.
Aktivitas ringan pun memberikan manfaat besar
Jangan meremehkan olahraga ringan yang dilakukan sesekali. Penelitian independen lain yang diterbitkan awal tahun ini juga mendukung temuan serupa, yaitu:
- Menambah lima menit berjalan kaki setiap hari dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 10%.
- Mengurangi waktu duduk selama 30 menit per hari diperkirakan dapat menurunkan angka kematian sebesar 3% hingga 7%.
Para ahli menyarankan agar masyarakat melakukan perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti lebih sering berjalan kaki atau memilih menggunakan tangga daripada lift. Kebiasaan sederhana seperti ini diyakini berpotensi membantu mencegah hingga 10% kematian pada populasi. (***)


