Bayi Dievakuasi di Dalam Ember Saat Banjir Melanda Hubei, Tiongkok, Warga Menuding Ada Pelepasan Air Bendungan Tanpa Peringatan (Disertai Video)

Sejak memasuki musim panas, berbagai wilayah di Tiongkok terus dilanda banjir. Beredar video di internet yang menunjukkan banjir mendadak melanda Kota Longgang, Kabupaten Yangxin, Provinsi Hubei, sehingga warga yang tidak sempat menyelamatkan diri harus mengevakuasi seorang bayi dengan meletakkannya di dalam sebuah ember plastik. Sejumlah warganet setempat menuduh pihak berwenang melakukan pelepasan air bendungan tanpa memberikan peringatan sebelumnya.

EtIndonesia.com Pada 24 Juni, sebuah video yang direkam oleh warga dari lantai atas sebuah bangunan memperlihatkan air banjir tiba-tiba menerjang Longgang. Pertokoan di lantai dasar dengan cepat terendam, dengan ketinggian air mencapai bahu orang dewasa.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mendorong sebuah ember plastik yang mengapung di air banjir. Di dalam ember itu terdapat seorang bayi kecil, sementara anggota keluarga lainnya tidak terlihat di sekitarnya.

Di lokasi yang tidak jauh dari sana, petugas penyelamat menggunakan perahu untuk mengevakuasi anak-anak sekolah. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa banjir datang secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan sebelumnya, bahkan ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.

Orang yang merekam video terdengar berkata, “Ya Tuhan, airnya masih terus mengalir masuk!”

Menurut laporan media Tiongkok, hujan lebat mengguyur Kabupaten Yangxin pada  22 Juni malam hingga 23 Juni setelah memasuki musim hujan. Curah hujan tinggi di Ruichang dan Wuning di Provinsi Jiangxi, ditambah aliran air dari wilayah hulu Tongshan, menyebabkan permukaan Sungai Longgang dan anak-anak sungainya naik dengan cepat sehingga beberapa jalan di Kota Longgang terendam banjir.

Pihak berwenang menyatakan bahwa “tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka”, namun pernyataan tersebut dipertanyakan oleh sejumlah warganet.

Sebagian warga setempat mengeluhkan bahwa banjir seperti ini terjadi hampir setiap tahun. Mereka menuduh pelepasan air dari waduk dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan juga mengkritik lambatnya merespons penyelamatan dari pihak berwenang.

Saat ini, wilayah selatan Tiongkok sedang memasuki musim banjir, dan banyak daerah mengalami bencana banjir yang meluas.

Di wilayah utara Tiongkok, cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan hujan es juga terus terjadi selama beberapa hari terakhir.

Pada 24 Juni, Kabupaten Otonom Manchu Kuancheng di Provinsi Hebei dilanda hujan deras dan hujan es, sehingga jalan-jalan berubah menjadi “sungai es” yang mengalir. Warga yang terdampak harus bekerja semalaman untuk membersihkan bongkahan es dari jalan.

Bahkan Gurun Xinjiang, yang dikenal sebagai wilayah kering, dilaporkan juga mengalami banjir dalam beberapa hari terakhir.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine