Gempa Dahsyat di Venezuela : Ajaib! Bayi Merangkak Keluar dari Reruntuhan Tanpa Terluka (Beredar Banyak Video)

EtIndonesia.com Pada 24 Juni 2026, Venezuela diguncang gempa bumi kembar berkekuatan lebih dari 7 magnitudo yang menyebabkan banyak bangunan runtuh dan menewaskan ratusan orang. Di tengah bencana tersebut, beredar sebuah kisah yang disebut sebagai keajaiban: seorang ayah yang menangis sambil memanggil nama anaknya melihat bayinya merangkak keluar dari reruntuhan dalam keadaan selamat dan tanpa luka.

Menurut laporan, pada pukul 18.04 dan 18.05 waktu setempat, Venezuela dilanda dua gempa kuat berkekuatan M7,2 dan M7,5. Ibu kota Caracas beserta wilayah sekitarnya mengalami kerusakan parah dengan banyak bangunan ambruk. Hingga saat ini, dilaporkan 235 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka.

Bayi Merangkak Keluar Setelah Mendengar Panggilan Ayahnya

Sebuah video yang beredar di platform X memperlihatkan warga kembali ke rumah mereka yang telah berubah menjadi puing-puing untuk mencari anggota keluarga yang hilang.

Dalam rekaman tersebut, seorang ayah muda tampak menangis dan memanggil nama anaknya dengan penuh keputusasaan. Tak lama kemudian, seorang bayi berusia beberapa bulan yang hanya mengenakan popok dan belum bisa berjalan perlahan merangkak keluar dari sela-sela reruntuhan setelah mendengar suara ayahnya.

Meskipun tampak ketakutan dan menangis pelan, bayi itu dilaporkan tidak mengalami cedera fisik.

Para petugas penyelamat yang berada di lokasi terkejut sekaligus gembira melihat kejadian tersebut. Mereka mengangkat bayi itu dari reruntuhan dan menyerahkannya kepada sang ayah, yang memeluk anaknya dengan ekspresi penuh haru dan tidak percaya.

Banyak warganet mengomentari kejadian tersebut dengan mengatakan:

  • “Ini benar-benar sebuah keajaiban.”
  • “Kadang-kadang harapan muncul dari tempat yang paling tidak terduga.”

Anak Perempuan dan Seorang Wanita Juga Berhasil Diselamatkan

Video lain menunjukkan tim penyelamat berhasil membongkar puing-puing hingga seorang anak perempuan berusia sekitar beberapa tahun dapat keluar dari reruntuhan dan diselamatkan.

Sementara itu, seorang wanita lain yang juga terjebak berhasil mengeluarkan bagian atas tubuhnya dari reruntuhan, namun bagian bawah tubuhnya tampak masih terjepit. Petugas penyelamat menenangkannya dan memintanya untuk tidak panik sambil menunggu proses evakuasi lebih lanjut.

Seorang Perempuan Keturunan Tionghoa Turut Diselamatkan

Rekaman lain memperlihatkan tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang perempuan muda keturunan Tionghoa dari bawah reruntuhan. Ia tampak tidak mengalami cedera serius. Setelah berhasil diselamatkan, terdengar sorak-sorai dari orang-orang di sekitar, sementara perempuan tersebut melambaikan tangan sebagai ungkapan terima kasih.

Warga Berdatangan Membawa Bantuan

Video-video yang beredar juga memperlihatkan warga dari daerah sekitar secara sukarela mengendarai sepeda motor maupun mobil untuk mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak gempa.

Seorang pengguna media sosial yang membagikan rekaman tersebut menulis:

“Sekarang adalah waktunya untuk saling melayani dan mengorganisasi diri. Kita harus bersatu lebih erat daripada sebelumnya.”

Muncul Laporan tentang Cahaya Gempa dan Tsunami

Sebuah rekaman kamera pengawas diklaim memperlihatkan kemunculan cahaya gempa” berwarna-warni di langit sesaat sebelum gempa besar terjadi. Fenomena serupa juga pernah dilaporkan oleh sebagian saksi sebelum Gempa Tangshan tahun 1976 di Tiongkok, meskipun penyebab ilmiahnya masih menjadi bahan penelitian.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa gempa memicu tsunami. Video yang beredar menunjukkan gelombang besar menghantam pesisir Venezuela, membalikkan kapal-kapal yang sedang berlabuh dan menerjang daratan.

Amerika Serikat Umumkan Bantuan Kemanusiaan

Setelah gempa terjadi, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan bantuan senilai 150 juta dolar AS untuk Venezuela. Dari jumlah tersebut:

  • 50 juta dolar AS dialokasikan bagi organisasi-organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Venezuela.
  • 100 juta dolar AS diberikan kepada Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Selain itu, Amerika Serikat juga berencana mengirim Tim Respons Bantuan Bencana, termasuk dua tim khusus pencarian dan penyelamatan yang akan didukung oleh Departemen Pertahanan AS.

Departemen Luar Negeri AS juga membentuk sebuah gugus tugas untuk mengkoordinasikan upaya bantuan dari sektor publik maupun swasta.

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine