Pesawat Kecil Menabrak Gedung Tertinggi di Beijing, Pakar : Xi Jinping Mungkin Khawatir Adanya Upaya Pembunuhan

EtIndonesia.com Pada Jumat, 26 Juni malam, sebuah pesawat ringan buatan Tiongkok menabrak CITIC Tower (China Zun), gedung pencakar langit tertinggi di Beijing. Insiden tersebut menarik perhatian internasional. Mengingat wilayah udara pusat kota Beijing berada di bawah pengawasan yang sangat ketat, di mana drone maupun pesawat pribadi tidak diizinkan terbang tanpa izin khusus, sejumlah saksi menyebut kemunculan pesawat di kawasan tersebut sebagai sesuatu yang “sangat tidak biasa”. 

Seorang pakar berpendapat bahwa Xi Jinping kemungkinan akan mengkhawatirkan insiden ini sebagai potensi upaya pembunuhan dan berusaha keras menutupi fakta yang sebenarnya.

Wilayah Udara Beijing Dijaga Sangat Ketat

Menurut laporan Financial Times, seorang mantan pilot mengatakan bahwa penerbangan apa pun di dalam kawasan Lingkar Kedua (Second Ring Road) Beijing dilarang keras.

Ia menjelaskan bahwa apabila ada pesawat memasuki kawasan tersebut, sistem akan segera mengeluarkan peringatan dan Angkatan Udara kemungkinan akan mengambil tindakan.

Sementara itu, CITIC Tower berada di dekat kawasan Lingkar Ketiga (Third Ring Road).

Setelah insiden terjadi, puluhan mobil pemadam kebakaran dan kendaraan polisi mengepung gedung pencakar langit tersebut.

Pengamanan di lokasi sangat ketat. Seluruh blok di sekitar CITIC Tower ditutup, dan siapa pun yang mencoba memasuki area tersebut diperingatkan oleh polisi.

Hingga Jumat malam, media resmi Tiongkok tidak memberitakan insiden ini. Foto maupun video yang beredar di media sosial juga disebut mengalami penyensoran ketat.

Kecelakaan atau Tindakan yang Disengaja?

Gedung China Zun memiliki tinggi 528 meter dengan 108 lantai, menjadikannya bangunan tertinggi di Beijing.

Kawasan pusat bisnis tempat gedung itu berada hanya berjarak beberapa kilometer dari Zhongnanhai, kompleks pemerintahan tempat para pemimpin tertinggi Partai Komunis Tiongkok berkantor dan tinggal.

Karena alasan keamanan para pemimpin negara, wilayah udara maupun pembangunan gedung tinggi di kawasan tersebut berada di bawah pembatasan khusus.

Hingga kini belum diketahui apakah tabrakan tersebut merupakan kecelakaan atau tindakan yang disengaja.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa ia mendengar suara ledakan keras dan menilai: “Sangat aneh ada pesawat yang bisa terbang ke kawasan ini.”

Tak lama kemudian, seorang polisi meminta wartawan Reuters meninggalkan lokasi.

Ketika ditanya alasannya, polisi itu menjawab: “Kita semua tahu alasannya.”

Pakar: Xi Jinping Mungkin Menganggapnya Sebagai Upaya Pembunuhan

Masih menurut Financial Times, mantan kepala analis Tiongkok di CIA, Dennis Wilder, mengatakan bahwa Xi Jinping kemungkinan akan langsung mempertimbangkan skenario terburuk.

“Xi akan berusaha sekuat mungkin menutupi apa yang sebenarnya terjadi, tetapi pada saat yang sama akan memperketat pengamanan. Sangat mungkin ia akan memecat orang yang menyetujui penerbangan pesawat itu karena ia khawatir ini merupakan upaya pembunuhan,” katanya. 

Lokasi Gedung Dinilai Sangat Sensitif

CITIC Tower berada tidak jauh dari gedung kantor pusat CCTV, dan kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas bisnis yang banyak dikunjungi warga asing maupun pebisnis internasional.

Menurut laporan Ming Pao Hong Kong pada tahun 2018 yang mengutip sumber anonim, dari tiga lantai teratas China Zun (lantai 106–108), dalam kondisi cuaca cerah, kompleks Zhongnanhai dapat terlihat dengan mata telanjang.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa saat gedung selesai dibangun pada 2017, pemeriksaan resmi menemukan bahwa gedung itu memiliki titik pandang langsung ke Zhongnanhai, yang dianggap sebagai celah keamanan.

Setelah dilakukan penyesuaian, tiga lantai paling atas disebut-sebut kemungkinan dikelola oleh badan keamanan negara Tiongkok.

Penyebaran Informasi Diklaim Dikendalikan

Berbagai unggahan mengenai insiden ini beredar luas di media sosial luar negeri, tetapi sulit ditemukan di internet dalam negeri Tiongkok.

Hingga kini belum diketahui secara pasti jumlah korban maupun penyebab kecelakaan.

Menurut laporan, polisi melarang masyarakat mengambil foto dan meminta mereka menghapus rekaman yang telah dibuat, serta mengarahkan warga menjauh dari gedung.

Seorang kurir makanan yang berada di dekat lokasi mengatakan kepada Reuters bahwa sekitar pukul 18.00 waktu setempat, ia mendengar ledakan keras lalu bergegas menuju CITIC Tower.

Ia mengaku sempat merekam video pesawat yang tersangkut di gedung, tetapi kemudian menghapusnya karena takut ditangkap polisi.

Artikel tersebut juga menyebut bahwa berbagai unggahan mengenai CITIC Tower segera dihapus dari media sosial Tiongkok. Ketika nama gedung itu dicari di aplikasi Xiaohongshu (RedNote), hanya unggahan sebelum hari kejadian yang masih dapat ditemukan.

Dugaan Identitas Pesawat

Berdasarkan foto-foto puing yang beredar di internet, pesawat tersebut memiliki nomor registrasi B-12PP.

Data dari Flightradar24 menunjukkan bahwa pesawat itu diduga merupakan Sunward SA60L Aurora, pesawat olahraga ringan bermesin tunggal dengan dua tempat duduk yang diproduksi oleh Sunward Star Aviation.

Beberapa foto juga memperlihatkan tulisan Eastern Pioneer (东方时尚), sebuah sekolah penerbangan yang berlokasi di bagian timur Beijing, pada badan pesawat.

Koresponden Financial Times di Tiongkok, Eleanor Olcott, menulis di platform X bahwa polisi telah dikerahkan ke lokasi sekolah tersebut.

Ketika ia tiba pada Jumat malam, terlihat lima mobil polisi sedang melakukan penyelidikan di area sekolah.

Di Bandara Shifosi, Distrik Pinggu, Beijing timur, yang juga menjadi basis sekolah penerbangan tersebut, sejumlah polisi dan petugas berpakaian hitam tampak berjaga di luar bandara.

Seorang pria mengkonfirmasi kepada Financial Times bahwa pesawat yang menabrak CITIC Tower memang berasal dari sekolah itu, tetapi ia menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Diterbitkan ulang dari The Epoch Times / Editor Yue Yuan

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia.Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine