Saksi Mata Tornado di Hubei, Tiongkok, Ceritakan Pengalaman Selamat dari Maut : “Mengerikan, Sulit Dibayangkan” 

EtIndonesia.com. Kota Huanggang, Provinsi Hubei, Tiongkok dilanda tornado berkekuatan EF2 yang disebut sebagai salah satu yang paling langka dalam sejarah pada 6 Juli malam. Universitas Normal Huanggang, yang berada tepat di jalur utama tornado, mengalami kerusakan parah. Atap stadion kampus terangkat oleh angin, sementara puluhan mahasiswa dan dosen mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejumlah penyintas menceritakan kepada media tentang detik-detik yang mereka alami, yang mereka gambarkan sebagai “mengerikan hingga sulit dibayangkan.” Dalam salah satu kisah paling tragis, seorang pria menyaksikan langsung kedua orang tuanya tersapu tornado hingga ratusan meter ke udara sebelum akhirnya tewas.

Menurut laporan resmi pemerintah Tiongkok, hingga pukul 12.00 siang pada 7 Juli, sebanyak 45 mahasiswa telah mendapatkan perawatan di rumah sakit, dengan 17 orang masih dirawat. Selain itu, 7 staf dan dosen juga menjalani pemeriksaan medis, dan 4 orang masih menjalani observasi. 

Pemerintah menyatakan bahwa seluruh korban luka tidak berada dalam kondisi yang mengancam jiwa. Namun, artikel ini menyebut bahwa data resmi pemerintah sering dipertanyakan sehingga kondisi sebenarnya belum dapat dipastikan.

Tornado tersebut menumbangkan lebih dari 2.000 pohon di dalam kampus. Gedung administrasi, ruang kuliah, perpustakaan, gedung olahraga, serta berbagai fasilitas umum mengalami kerusakan besar pada jendela, dinding luar, plafon, peralatan pembelajaran, dan infrastruktur. Kampus dipenuhi puing-puing.

Pada malam kejadian, pihak universitas mengumumkan bahwa mahasiswa yang belum lulus diperbolehkan pulang lebih awal, sementara ujian akhir semester ditunda hingga awal semester berikutnya.

Universitas Normal Huanggang, yang terletak di pusat tornado, mengalami kerusakan parah dan hancur lebur. (Gambar dari internet)

Dosen: “Saya sampai berlutut karena ketakutan”

Pada 7 Juli, beberapa dosen Universitas Normal Huanggang menceritakan pengalaman mereka kepada media Hongxing News.

Sekitar pukul 20.00 malam sebelumnya, dua dosen Fakultas Sastra, Zhou Meihua dan Zhou Minhua, sedang lembur di lantai 10 gedung administrasi kawasan selatan kampus ketika tornado tiba-tiba menerjang.

Listrik gedung padam. Rangka besi tempat unit pendingin udara dipasang tercabut oleh angin. Gedung mulai berguncang disertai suara kaca pecah di mana-mana.

“Saya sampai tanpa sadar berlutut karena sangat ketakutan,” kata Zhou Meihua.

Ia menambahkan:”Kami pernah mengalami topan sebelumnya. Tetapi angin tadi malam berputar. Saat itu kami langsung tahu bahwa ini bukan topan. Itu pertama kalinya kami melihat pemandangan seburuk itu. Mengerikan sampai tidak bisa dibayangkan.”

“Saya pikir hari itu adalah akhir hidup saya”

Saat listrik padam, dosen lain, Hu Xiaoxing, sedang hendak meninggalkan kampus utara dengan mobilnya.

Ketika hampir mencapai gerbang kampus, pagar-pagar besi roboh menghantam mobilnya. Pohon-pohon beterbangan ke arahnya, dan ia merasa mobilnya hampir terangkat oleh angin.

“Semuanya terjadi dalam sekejap,” katanya.

“Saat itu saya berpikir, ‘Hari ini saya tamat.'”

Kaca jendela sisi pengemudi dan penumpang pecah seluruhnya. Baru beberapa menit kemudian angin mulai melemah sehingga ia berani keluar dari mobil.

“Saya benar-benar merasa seperti baru lolos dari kematian.”

Mahasiswa: Plafon runtuh, kaca beterbangan

Seorang mahasiswa yang menggunakan nama samaran Liu Ya mengatakan bahwa sekitar pukul delapan malam ia sedang belajar di asrama ketika hujan deras dan angin kencang datang secara tiba-tiba.

Semakin lama angin bertambah kuat dan berbagai benda beterbangan di udara.

Beberapa detik kemudian listrik asrama padam. Tidak lama setelah itu, plafon lorong runtuh. Banyak jendela kamar asrama tercabut, sementara pecahan kaca beterbangan ke mana-mana hingga melukai sejumlah mahasiswa yang tidak sempat menghindar.

Menyaksikan kedua orang tuanya diterbangkan tornado

Tidak semua orang seberuntung para penyintas.

Seorang pengelola kawasan logistik di dekat rumah Li You, bermarga Wu, mengatakan kepada China News Weekly bahwa saat tornado datang, ia sedang mengantar seseorang di pintu masuk kawasan logistik.

Di hadapannya sendiri, kedua orang tuanya yang sedang duduk di halaman rumah diterbangkan tornado hingga ratusan meter ke udara sebelum akhirnya jatuh.

Sekitar pukul 02.00 dini hari pada 7 Juli, jenazah ayahnya berhasil ditemukan. Jenazah ibunya baru ditemukan sekitar pukul 12.00 siang.

Seorang pria tersedot keluar dari apartemen di lantai 12

Seorang warga Huanggang bermarga Wang mengatakan kepada media daratan bahwa adik iparnya tersedot keluar dari apartemennya di lantai 12 akibat angin tornado dan jatuh ke area taman di kompleks perumahan.

Korban kini masih dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

Wang mengatakan: “Seluruh gedung, dari lantai atas sampai bawah, semua jendela yang menghadap utara dan selatan hilang. Kaca dan kusennya lenyap semua. Lemari, sofa, meja tamu, meja makan, kursi—semuanya hilang dalam sekejap. Rasanya seluruh isi gedung dikosongkan.”

Menurut Wang, Rumah Sakit Pusat Huanggang kini sudah penuh. Sebagian besar korban dirawat di bagian ortopedi dan ICU.

Atap rumah terbang, loteng runtuh

Seorang warga Kota Jinniu, Kota Huangshi, bermarga Chen, juga menceritakan pengalamannya.

Saat tornado datang, ia sedang mandi di kamar mandi belakang rumah. Mendengar suara ledakan keras, ia bahkan tidak sempat mengenakan pakaian dan langsung berlari ke bagian depan rumah untuk menyelamatkan diri.

Angin menerbangkan seluruh atap rumahnya, sementara loteng ambruk hingga lenyap. Rumah mengalami kebocoran parah dan tidak lagi layak dihuni.

Rumah-rumah di sekitar juga mengalami kerusakan serupa. Panel surya dan berbagai peralatan rumah tangga tersapu angin.

Beruntung, seluruh anggota keluarganya selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Hingga saat ini, pemerintah Provinsi Hubei menyatakan bahwa tornado tersebut telah menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan 1 orang masih hilang. Artikel ini menyebutkan bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin lebih tinggi daripada angka resmi.

Beredar informasi di media sosial yang menyebut bahwa dalam satu keluarga beranggotakan empat orang, tiga orang tersapu keluar dari rumah oleh tornado. Selain itu, ada juga korban tewas akibat tertimpa benda di jalan, sementara rumah-rumah di tepi sungai dilaporkan kehilangan seluruh kaca jendelanya akibat terjangan angin. (***)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Membangun Nostalgia Hari Ini: Apa yang Akan Diingat Anak-Anak Anda di Masa Depan?

Perjalanan berkemah tahunan, buku cerita favorit, atau tradisi hari raya dapat menjadi kenangan emosional yang melekat sepanjang masa kanak-kanak. oleh Walker Larson Kata nostalgia berasal dari...

Cara Mengurangi Ketergantungan Anak pada Layar dan Mengajak Mereka Kembali Bermain di Alam Terbuka

Sekarang waktu di depan layar telah menjadi bagian utama masa kanak-kanak bagi jutaan keluarga. Perangkat digital dirancang untuk menarik dan mempertahankan perhatian jauh lebih...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine