Inggris Desak FIFA Selidiki Aksi Argentina yang Bentangkan Spanduk Kepulauan Falkland di Piala Dunia

Tim nasional Argentina berpotensi menghadapi sanksi FIFA setelah dianggap menyampaikan pernyataan bermuatan politik dalam perayaan kemenangan mereka di Piala Dunia.

EtIndonesia.com Lionel Messi dan sejumlah pemain tim nasional Argentina kini berada dalam penyelidikan Komite Disiplin Independen FIFA. Hal demikian setelah perayaan kemenangan semifinal mereka atas Inggris pada 15 Juli berubah menjadi ajang penyampaian pesan politik terkait Kepulauan Falkland.

Gelandang Giovani Lo Celso terlihat mengambil sebuah spanduk yang sebelumnya dibawa oleh penonton di tribun bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” (“Malvinas adalah milik Argentina”). Ia kemudian mengangkat spanduk tersebut bersama Messi, sementara sejumlah rekan setim mereka menari di belakang, sebelum akhirnya meletakkannya di lapangan.

Pejabat Inggris mengecam aksi tersebut dan mendesak FIFA untuk menegakkan peraturannya dengan menjatuhkan hukuman kepada para pemain Argentina yang terlibat, termasuk kemungkinan melarang mereka tampil pada pertandingan final mendatang.

Dalam berbagai kasus sebelumnya, pernyataan politik yang disampaikan selama atau setelah pertandingan telah berujung pada denda puluhan ribu dolar AS hingga hukuman larangan bermain.

Malvinas adalah nama yang digunakan Argentina untuk menyebut Kepulauan Falkland, wilayah seberang laut Britania Raya di Samudra Selatan yang terletak sekitar 480 kilometer dari daratan utama Argentina.

Argentina menginvasi kepulauan tersebut pada tahun 1982. Namun, Inggris berhasil merebutnya kembali setelah perang yang berlangsung dari 2 April hingga 14 Juni 1982. Konflik itu menewaskan 255 tentara Inggris, 649 tentara Argentina, dan tiga warga sipil.

Perang Falkland meninggalkan luka sejarah yang masih terasa hingga kini. Argentina terus mengklaim kedaulatan atas wilayah yang dikuasai Inggris tersebut.

Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel mengunggah video di platform X yang menampilkan prajurit Argentina dalam Perang Falkland. Dalam video itu, salah satu veteran terlihat kembali menghadap kamera dan membuat gestur kasar. Villarruel berterima kasih kepada tim nasional Argentina dan menulis, “Ini bukan sekadar pertandingan biasa.”

Ia juga mengunggah foto Messi dan rekan-rekannya yang memegang spanduk tersebut dengan keterangan: “Malvinas adalah milik Argentina! Mereka melarang spanduk itu dibawa ke stadion, tetapi lupa bahwa kami membawanya dalam darah dan hati kami.”

Sementara itu, Presiden Argentina Javier Milei membagikan ulang sejumlah pernyataan di X yang mendukung klaim negaranya atas kepulauan tersebut.

Salah satunya adalah nota diplomatik resmi yang dikirim Kementerian Luar Negeri Argentina kepada Kedutaan Besar Inggris di Buenos Aires yang memprotes keberadaan kapal patroli Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Medway di sekitar kepulauan tersebut.

Pernyataan lain memperingati 16 Juli sebagai Hari Kepentingan Maritim Argentina, sementara unggahan lainnya mengutip Milei yang menyatakan bahwa “Malvinas” akan direbut kembali melalui diplomasi dan kecerdasan.

Di seberang Atlantik, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menanggapi kontroversi itu dengan mengatakan: “Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Falkland jelas milik kami.”

Namun, sejumlah anggota parlemen Inggris mengambil sikap yang lebih keras. Pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey mengirim surat kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, mendesak Komite Disiplin FIFA segera bertindak dan melarang para pemain Argentina tampil di partai final.

FIFA Larang Pernyataan Politik

FIFA memiliki aturan ketat yang melarang pernyataan politik, keagamaan, maupun pribadi di dalam arena sepak bola.

Dalam peraturan International Football Association Board (IFAB) disebutkan: “Perlengkapan pemain tidak boleh memuat slogan, pernyataan, atau gambar yang bersifat politik, keagamaan, maupun pribadi. Pemain juga tidak boleh memperlihatkan pakaian dalam yang menampilkan slogan, pernyataan, atau gambar politik, keagamaan, pribadi, ataupun iklan selain logo produsen.”

Peraturan itu juga menyatakan: “Untuk setiap pelanggaran, pemain dan/atau tim akan dikenai sanksi oleh penyelenggara kompetisi, asosiasi sepak bola nasional, atau FIFA.”

FIFA selama ini dikenal berupaya mempertahankan netralitas politik secara ketat. Pada Piala Dunia terbaru, FIFA bahkan menolak permintaan tim nasional Prancis untuk mengenakan ban lengan hitam guna mengenang wafatnya ibu pelatih Didier Deschamps.

Pada tahun 2016, FIFA juga menjatuhkan denda kepada Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara karena mengenakan ban lengan bergambar bunga poppy dalam pertandingan yang bertepatan dengan Armistice Day, hari peringatan berakhirnya Perang Dunia I.

Dalam suratnya kepada FIFA, Davey mengingatkan kasus tahun 2024 ketika UEFA menjatuhkan larangan bermain satu pertandingan kepada pemain Spanyol Rodri dan Álvaro Morata, itu setelah mereka meneriakkan slogan “Gibraltar adalah milik Spanyol” saat perayaan pasca pertandingan.

“UEFA dengan tepat memutuskan bahwa membawa sengketa wilayah dan politik ke dalam arena olahraga melanggar prinsip dasar perilaku yang pantas, merusak citra sepak bola, dan merupakan tindakan yang tidak sportif,” tulis Davey.

“FIFA harus menerapkan standar etika yang sama kepada seluruh peserta kompetisinya.”

Argentina Pernah Didenda karena Kasus Serupa

Argentina sebelumnya pernah dijatuhi hukuman disipliner terkait klaim atas Falkland. Pada tahun 2014, FIFA mengenakan denda sebesar US$26.000 setelah para pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” usai kemenangan 2–0 atas Slovenia dalam laga persahabatan.

Pada 16 Juli, FIFA mengumumkan bahwa Komite Disiplin Independen telah mulai menelaah laporan terkait insiden tersebut. Namun, FIFA belum menyebutkan batas waktu maupun kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan.

Sumber : Theepochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

4 Makanan Tinggi Protein yang Membantu Lansia Meningkatkan Imunitas dan Mempertahankan Massa Otot

Asupan protein cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan dampaknya sering kali muncul secara perlahan tanpa disadari. Ketika massa otot melemah, infeksi menjadi lebih lama...

Kelelahan yang Tidak Dapat Dijelaskan Mungkin Menandakan Terkurasnya Energi, Bukan Penyakit Fisik

Dalam pemahaman kebanyakan orang,  “pandemi” biasanya dikaitkan dengan virus, bakteri, atau laporan medis. Namun, dalam sejarah penelitian spiritual di Amerika Serikat pada abad ke-20,...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine