AS Tindak Jaringan Kejahatan IT Korea Utara, Dakwa 14 Orang Termasuk 10 Warga Tiongkok

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menindak jaringan kejahatan Korea Utara dan menyita lebih dari 180 komputer serta perangkat lainnya. Sebanyak 14 orang didakwa, termasuk 10 orang yang berada di Tiongkok. Departemen Kehakiman menuduh personel IT Korea Utara menyamar menggunakan identitas warga Amerika Serikat untuk memperoleh penghasilan sekitar US$3 juta guna mendukung program persenjataan Korea Utara.

EtIndonesia.com Departemen Kehakiman AS mengumumkan pada Selasa (13 Oktober) bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) telah melancarkan “Operasi Lone Star” pada September tahun ini. Dalam operasi tersebut, petugas menggeledah lebih dari 40 rumah di Texas dan menyita 187 laptop serta perangkat lainnya.

Departemen Kehakiman menuduh bahwa personel teknologi informasi (IT) Korea Utara menggunakan identitas warga Amerika yang dicuri atau dipalsukan agar perusahaan-perusahaan AS mengira mereka berada di Amerika Serikat. 

Dengan cara itu, mereka berhasil direkrut untuk bekerja dari jarak jauh (remote work). Sementara itu, dua warga negara Amerika lainnya diduga membantu dengan menyiapkan komputer agar personel IT Korea Utara dapat mengoperasikannya dari jarak jauh.

Jaksa menuduh bahwa kegiatan kriminal ini berlangsung sejak 2019 hingga tahun lalu dan berdampak pada lebih dari 70 perusahaan Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan, komunikasi, ritel, dan manufaktur. Kegiatan tersebut menghasilkan pendapatan sekitar US$3 juta.

Jaksa menyatakan bahwa personel IT Korea Utara tersebut sebenarnya bekerja untuk pemerintah Korea Utara, mengumpulkan dana bagi rezim negara itu untuk mendukung program persenjataan yang dikenai sanksi internasional.

Sebanyak 14 orang didakwa dalam kasus ini. Sepuluh di antaranya berada di Tiongkok, termasuk Sun Sheng Ming, Pei Li Guang , dan Weng Shou Cheng Hingga kini, belum diketahui apakah kesepuluh orang tersebut memiliki hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Dua terdakwa berkewarganegaraan Amerika Serikat telah ditangkap. Mereka adalah Michael James Bostelle, dari Pennsylvania, dan Juan Cecilio Pena Carrillo, dari Texas. Keduanya diduga terlibat dalam penipuan melalui sarana telekomunikasi, pencucian uang, dan pencurian identitas.

Asisten Jaksa Agung AS John A. Eisenberg mengatakan bahwa Korea Utara menggunakan kegiatan semacam ini untuk mengumpulkan dana bagi pengembangan senjata. Aktivitas tersebut juga mengancam keamanan sistem dan data perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Departemen Kehakiman AS akan berupaya maksimal untuk melacak pihak-pihak yang membantu Korea Utara dan melindungi keamanan nasional Amerika Serikat.

Reporter Zhao Ziting dari NTD Television, Amerika Serika

INSPIRASI ERABARU

Ketika Kehidupan Modern Bergerak Lebih Cepat daripada Kemampuan Tubuh Anda

Kebutuhan untuk terus terburu-buru memiliki istilah tersendiri: “hurry sickness” atau sindrom terburu-buru. Sheridan Genrich Anda mungkin merasa tidak membutuhkan waktu istirahat tambahan atau menganggap tubuh yang...

Apa yang Terjadi pada Tubuh Anda jika Rutin Minum Kopi?

Kebiasaan minum kopi setiap hari? Dampaknya terhadap tubuh mungkin jauh lebih luas daripada yang dibayangkan kebanyakan orang.* Oleh Jennifer Sweenie Ditinjau secara medis oleh DeMario Butts,...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine