Kamera Pengawas yang Ada di Mana-mana Gagal Menjamin Keamanan Publik; Pakar Ungkap Kebenaran di Balik Pengawasan oleh PKT

Kamera pengawas tersebar luas di jalan-jalan Tiongkok dan dipandang oleh pemerintah sebagai bukti keberhasilan dalam meningkatkan efisiensi tata kelola masyarakat. Namun, sejumlah kalangan media mempertanyakan mengapa sistem pengawasan dapat dengan akurat merekam pelanggaran lalu lintas dan langsung mengeluarkan surat tilang, tetapi justru berulang kali “gagal berfungsi” ketika menghadapi kasus anak hilang.

EtIndonesia.com Para analis menunjukkan bahwa masalahnya terletak pada tujuan pembangunan proyek Skynet yang menghabiskan dana sangat besar oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Proyek tersebut bukan ditujukan untuk melindungi masyarakat, melainkan menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan rezim. Dalam sistem yang tidak memiliki keadilan peradilan dan kepercayaan sosial, pengawasan berteknologi tinggi justru membuat masyarakat Tiongkok menghadapi lebih banyak risiko.

Di jalan-jalan besar maupun gang-gang kecil di Tiongkok, kamera pengawas dengan kepadatan tinggi hampir menutupi setiap sudut tanpa celah. PKT memanfaatkan sistem ini untuk menciptakan kesan bahwa masyarakat dapat keluar rumah pada malam hari dengan aman. Namun, komentator terkenal dari Tiongkok daratan, Liang Hongda, secara terus terang menyatakan dalam sebuah acara bahwa rasa aman dan keamanan yang sesungguhnya merupakan dua hal yang berbeda.

Ia memberikan contoh: kamera pengawas tersebar di seluruh jalan dan pelanggaran lalu lintas dapat segera dideteksi sehingga pemilik kendaraan bisa dikenai denda. Namun, ketika seorang anak hilang dan masyarakat meminta rekaman kamera pengawas, mereka justru sering diberi tahu bahwa kameranya rusak, gambarnya buram, atau orang yang dicari tidak dapat ditemukan.

Selain itu, kasus kekerasan berdarah di depan gerbang sekolah terus terjadi. Bahkan, sekolah harus mengatur orang tua murid untuk bergiliran berjaga guna melindungi siswa dari serangan. Keselamatan anak-anak saat pergi dan pulang sekolah pun menjadi kekhawatiran besar bagi para orang tua. Kasus penculikan dan perdagangan anak juga masih kerap terjadi.

Di sisi lain, banyak orang takut menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal karena khawatir menjadi korban penipuan. Lansia ditipu melalui berbagai modus, seperti layanan pengukuran tekanan darah gratis serta pemberian minyak goreng dan telur. Pinjaman di lingkungan kampus, penipuan pesanan palsu, dan penipuan investasi juga sulit dihindari.

Jebakan dalam transaksi konsumen dan ketentuan kontrak yang rumit turut menimbulkan keresahan. Sementara itu, masalah keamanan pangan telah lama menjadi persoalan kronis yang belum terselesaikan.

Wu Shaoping, ketua Aliansi Pengacara Hak Asasi Manusia Tiongkok di Luar Negeri, mengatakan bahwa berbagai persoalan tersebut mengungkap kelemahan sistemik PKT yang telah mengakar.

“Masalah anak hilang, termasuk kasus keamanan dan ketertiban yang terjadi di jalanan, seperti pemukulan atau perselisihan lainnya, sampai batas tertentu sebenarnya dapat dibantu penyelesaiannya melalui sistem pengawasan seperti kamera CCTV,” ujarnya. 

Lantas, mengapa berbagai persoalan ini tetap sulit diselesaikan?

Wu Shaoping menjelaskan: “Meskipun sistem pengawasan tidak kekurangan perangkat, ketika menyangkut hak dan kepentingan masyarakat secara konkret, sistem tersebut seringkali secara selektif tidak berfungsi. Namun, begitu menyangkut keamanan publik, khususnya keamanan kekuasaan PKT, seluruh sistem langsung aktif. Sebab, PKT menempatkan stabilitas kekuasaan di atas semua urusan keamanan lainnya sebagai prioritas tertinggi.

“Persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, seperti cedera fisik, anak hilang, dan sebagainya, tidak termasuk dalam daftar prioritas mereka.”

Wu Shaoping mengatakan, dalam kasus anak hilang, misalnya, pelaporan dapat menghadapi kendala berupa waktu pencatatan yang baru dilakukan setelah lebih dari 24 jam. Jika polisi menerima laporan resmi tetapi tidak berhasil memecahkan kasus tersebut, tingkat penyelesaian perkara mereka dapat terpengaruh.

Sementara itu, pengambilan rekaman kamera pengawas lintas wilayah membutuhkan persetujuan berlapis-lapis sehingga petugas yang menangani perkara dapat memilih untuk tidak bertindak. Sebaliknya, ketika terjadi aksi protes massal, sistem yang sama justru beroperasi dengan sangat cepat dan tanggap.

Wu Shaoping menambahkan: “Bagaimana kesan yang dirasakan masyarakat? Jika saya melakukan kegiatan biasa yang tidak berkaitan dengan politik, sistem pengenalan ini seolah-olah tidak terlalu berfungsi terhadap saya.

“Namun, misalnya, jika Anda membentangkan spanduk bertuliskan ‘Gulingkan Partai Komunis Tiongkok’ atau ‘Gulingkan Xi Jinping’, sistem ini langsung aktif. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika menyangkut keamanan konkret yang dirasakan masyarakat, seperti anak hilang atau masalah ketertiban umum lainnya, jumlah kasus tersebut tidak berkurang hanya karena keberadaan sistem pengawasan ini.”

Proyek Skynet, Sharp Eyes (Xueliang), dan Safe City (Kota Aman) milik PKT bersama-sama membentuk jaringan pengawasan video berskala sangat besar. Saat ini, jumlah kamera pengawas di Tiongkok diperkirakan telah melampaui 700 juta unit.

Zhu Yufu, salah satu pendiri Partai Demokrat Tiongkok: “Kamera-kamera yang dipasang oleh rezim PKT bukan untuk melayani rakyat, melainkan untuk menjaga stabilitas rezim dan mengawasi masyarakat. Sekarang, seluruh Tiongkok telah menjadi penjara besar, dengan semua orang berada di bawah pengawasan mereka. Namun, mereka sama sekali tidak peduli terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan langsung masyarakat.”

Zhu Yufu menunjukkan bahwa masyarakat terus-menerus merasa tidak aman. Mereka bukan hanya menghadapi masalah keamanan pangan, keamanan konsumen, dan keamanan harta benda, tetapi juga khawatir menjadi korban serangan tanpa pandang bulu serta pengambilan organ secara paksa.

“Rezim PKT menggunakan seluruh teknologi tinggi dan kekayaan untuk menjaga stabilitas mereka sendiri serta mempertahankan kestabilan kekuasaan. Padahal, mereka sendiri juga merasa tidak aman. Lihat saja betapa cemasnya mereka. Begitu terjadi sedikit saja gejolak, mereka langsung panik dan kehilangan kendali. Sebenarnya, mereka sendiri juga tahu bahwa bagi PKT, akhir zaman telah tiba,” katanya. 

Komentar dalam laporan tersebut menyatakan bahwa masyarakat yang benar-benar aman harus dibangun di atas fondasi kekuasaan yang diawasi, hukum yang ditegakkan secara adil, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dan martabat masyarakat.

PKT memanfaatkan teknologi pengawasan canggih untuk memantau seluruh masyarakat dengan tujuan mempertahankan stabilitas kekuasaannya. Namun, hal tersebut hanyalah obat penenang bagi rezim totaliter dan tidak mampu menyembunyikan rapuhnya sistem yang mereka bangun.

Editor, peliputan, dan wawancara: Li Yun Pascaproduksi: Zhong Yuan – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Ketika Kehidupan Modern Bergerak Lebih Cepat daripada Kemampuan Tubuh Anda

Kebutuhan untuk terus terburu-buru memiliki istilah tersendiri: “hurry sickness” atau sindrom terburu-buru. Sheridan Genrich Anda mungkin merasa tidak membutuhkan waktu istirahat tambahan atau menganggap tubuh yang...

Apa yang Terjadi pada Tubuh Anda jika Rutin Minum Kopi?

Kebiasaan minum kopi setiap hari? Dampaknya terhadap tubuh mungkin jauh lebih luas daripada yang dibayangkan kebanyakan orang.* Oleh Jennifer Sweenie Ditinjau secara medis oleh DeMario Butts,...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine