EtIndonesia.com Pada 16 Oktober, gempa bumi bermagnitudo 6,9 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia. Menurut hasil pengukuran Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi pada pukul 11.35 waktu setempat pada 16 Oktober di Semenanjung Kamchatka, Rusia, dengan magnitudo 6,9. Lokasi koordinatnya berada pada 51,985° lintang utara dan 157,270° bujur timur.
Episentrum gempa terletak sekitar 76 kilometer di timur laut Ozernovskiy, Rusia, dengan kedalaman hiposentrum mencapai 135 kilometer.
Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC) juga mendeteksi gempa bermagnitudo 6,9 di kawasan Semenanjung Kamchatka pada 16 Oktober, dengan kedalaman hiposentrum sekitar 130 kilometer.
Pada sekitar pukul 12.36 siang pada 16 Oktober, Badan Meteorologi Jepang sempat menyatakan bahwa magnitudo gempa mencapai 9,9. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa guncangan kuat mungkin terjadi di Hokkaido, wilayah Tohoku di bagian timur laut Pulau Honshu, Kanto-Koshinetsu, Hokuriku, Tokai, serta Kepulauan Izu.
Namun, setelah pukul 12.48 siang, Badan Meteorologi Jepang membatalkan peringatan dini gempa darurat tersebut. Saat ini, lembaga itu sedang menyelidiki penyebab sistem peringatan tersebut terpicu.
Dalam konferensi pers pada sore harinya, Ayaki Ebita, kepala bagian pemantauan gempa dan tsunami Badan Meteorologi Jepang, menyampaikan permintaan maaf.
“Karena perkiraan magnitudo gempa terlalu tinggi, kami mengeluarkan peringatan dini darurat dengan tingkat kewaspadaan yang terlalu serius sehingga menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan besar bagi masyarakat,” katanya.
Ia menyatakan, “Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya” atas kejadian tersebut.
Semenanjung Kamchatka terletak di wilayah Timur Jauh Rusia dan menghadap ke Samudra Pasifik Utara. Kawasan ini berada di Cincin Api Pasifik, salah satu wilayah dengan aktivitas gempa bumi paling tinggi di dunia.
Daerah tersebut berada di dekat pertemuan beberapa lempeng tektonik, sehingga aktivitas gempa bumi dan vulkaniknya sangat tinggi.
Hingga saat ini, belum ada laporan lebih lanjut mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Informasi lebih lanjut masih menunggu pengumuman dari pihak berwenang terkait.
Sumber : NTDTV.com


