Menurut laporan NTD, seorang pemilik mobil Huawei Xiangjie di Tiongkok mengeluhkan bahwa mobil barunya mengalami kebocoran cairan pembersih kaca. Akibat pihak dealer 4S mengelak dari tanggung jawab dan memberikan informasi yang menyesatkan, mobil yang baru dibawa pulang lebih dari sepuluh hari itu akhirnya berubah menjadi seperti “mobil bekas terendam banjir”.
EtIndonesia.com Baru-baru ini, seorang pengguna media sosial Xiaohongshu mengunggah serangkaian keluhan. Ia mengatakan bahwa mobil Xiangjie G9 yang baru dibelinya sudah berubah menjadi seperti “mobil bekas terendam banjir”. Lebih dari 20 liter cairan pembersih kaca bocor seluruhnya hingga masuk ke bawah karpet kabin.
Kendaraan listrik sangat rentan terhadap air. Kabel-kabel, komponen elektronik, dan modul terintegrasi dapat mengalami korsleting atau gangguan fungsi kapan saja, sehingga menimbulkan risiko keselamatan yang serius. Pemilik mobil tersebut meminta saran kepada warganet mengenai langkah yang harus diambil selanjutnya.
Cairan pembersih kaca terus berkurang, dealer diduga menyesatkan pemilik
Pada 13 Oktober, pemilik mobil tersebut sebenarnya sudah mengunggah pertanyaan di internet. Ia mengatakan bahwa setelah mengisi 4,5 liter cairan pembersih kaca, cairan itu habis hanya dalam lima hari. Selama periode tersebut, ia hanya sekali mencoba menyemprotkan cairan untuk membersihkan kaca.
Ketika mobil diperiksa di pusat layanan purnajual pengguna HarmonyOS, petugas memastikan bahwa cairan pembersih kaca memang telah habis. Namun, mereka tidak menemukan titik kebocorannya dan kembali mengisi 4,5 liter cairan. Pemilik mobil kemudian meminta saran dari warganet.
Setelah mulai memperjuangkan haknya melalui internet, ia mengeluhkan bahwa sejak pemeriksaan pertama, dirinya sudah khawatir cairan tersebut mungkin merembes ke dalam kabin. Namun, seorang pegawai dealer 4S mengatakan bahwa kebocoran hanya mungkin terjadi di kompartemen depan mobil.
Karena penjelasan itu, ia tidak terlalu mengkhawatirkannya. Setiap kali cairan pembersih kaca habis, ia kembali mengisinya. Secara keseluruhan, ia telah menambahkan sekitar 20 liter cairan.
Selama periode tersebut, ia juga sempat mencium bau tidak sedap di dalam mobil. Namun, karena mendapat penjelasan yang menyesatkan dari pegawai dealer, ia bahkan mengira bau tersebut berasal dari gas lambungnya sendiri.
Ia juga mengatakan bahwa pada pemeriksaan pertama, petugas tidak menemukan masalah. Baru pada pemeriksaan kedua diketahui bahwa seluruh cairan pembersih kaca ternyata telah bocor ke dalam kabin.
Pemilik mobil mengeluhkan bahwa pegawai dealer 4S bahkan tidak memahami fitur kendaraan yang mereka jual sendiri. Mereka tidak mengetahui bahwa Xiangjie G9 memiliki fitur penyemprotan cairan pembersih kaca belakang.
Seorang warganet yang mengetahui persoalan tersebut menjelaskan bahwa Xiangjie G9 memiliki fitur untuk menyemprotkan cairan pembersih pada kamera belakang. Ia menduga kebocoran terjadi di bagian tengah selang yang menyalurkan cairan pembersih ke bagian belakang mobil.
Warganet lain memeriksa akun pengguna yang mengunggah keluhan tersebut dan menemukan bahwa mobil itu baru dibawa pulang selama libur panjang Hari Nasional Tiongkok pada awal Oktober tahun ini. Saat itu, pemiliknya berkali-kali memamerkan mobil baru tersebut di internet dengan penuh kebanggaan. Kini, belum genap setengah bulan
去他主页逛了下,车主是个大爷,家里环境看起来也不是很富裕 https://t.co/vJ8Ux1D1WH
— 松果盘搜资源分享 (@Chel2336) October 26, 2026
Warganet mengejek mobil Huawei dan pemiliknya
Setelah pemilik mobil mulai mengajukan keluhan secara terbuka, warganet di Tiongkok maupun luar negeri ramai-ramai melontarkan sindiran.
Sebagian mengulangi sebuah komentar terkenal yang beredar di internet:
“Ketika kekayaan seseorang tidak sebanding dengan tingkat pemahamannya, uangnya akan mengalir ke Huawei.”
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, Xiangjie G9 merupakan kendaraan yang dikembangkan melalui kerja sama antara BAIC (Beijing Automotive Industry Corporation) dan Huawei, serta berada di bawah ekosistem otomotif pintar Harmony Intelligent Mobility. Mobil ini disebut sebagai “SUV tangguh mewah berteknologi pertama” dari merek tersebut.
Harga awal resmi kendaraan itu adalah RMB.429.800 .
Di kolom komentar unggahan pemilik mobil, banyak warganet Tiongkok melontarkan ejekan terhadap mobil Huawei dan para pembelinya yang dianggap membeli mobil tersebut sebagai bentuk patriotisme.
Berikut beberapa komentar mereka:
- “Mengapa mobil-mobil merek Xiangjie selalu mengalami masalah yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya?”
- “Karena teknologinya selalu jauh di depan.” — Sindiran terhadap slogan promosi Huawei.
- “Mobil yang dibuat terburu-buru seperti itu berani juga dibeli?”
- “Selamat, Anda telah menjadi penguji mobil yang dibuat terburu-buru!”
- “Tanggung sendiri akibat dari tingkat pemahamanmu.”
- “Sekali mengalami kerugian, jadilah lebih bijaksana.”
- “Inilah yang disebut warganet sebagai membeli mobil ini untuk menambah kecerdasan.”
Warganet lainnya menyindir bahwa pemilik mobil tersebut baru memiliki kendaraannya selama sekitar setengah bulan, tetapi sudah hampir memasuki tahap kedua dari pengalaman membeli mobil Huawei, yaitu “Teman-teman di internet, tolong bantu saya!”
Mereka memperkirakan bahwa pemilik mobil itu akan segera memasuki tahap ketiga: “Unggahannya sudah dihapus.”
Sumber : NTDTV.com


