Setelah Sidang Pleno Kelima Partai Komunis Tiongkok, Terungkap Xi Jinping Memperketat Pengawasan terhadap Pertemuan Pribadi Pejabat Tinggi

EtIndonesia.com Baru-baru ini, seorang sumber yang dekat dengan kalangan elite Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengungkapkan kepada The Epoch Times bahwa selama Sidang Pleno Kelima, para pejabat tinggi PKT tidak diperbolehkan sembarangan mengadakan jamuan makan bersama, berbincang secara pribadi, ataupun menggelar pertemuan informal. Pembatasan semacam ini semakin diperketat.

Para analis menunjukkan bahwa PKT sebenarnya telah melakukan pengawasan ketat terhadap pejabat tinggi dalam setiap sidang pleno sebelumnya. Hanya saja, praktik tersebut kini terungkap ke publik. Mereka menilai bahwa para pejabat PKT tidak bersedia meninggalkan Partai Komunis, sehingga situasi saat ini membuat setiap orang merasa terancam dan hidup dalam ketakutan.

Dalam laporan eksklusif The Epoch Times, seorang sumber dari Beijing yang menggunakan nama samaran Tang Ming mengungkapkan bahwa sejak pemimpin PKT Xi Jinping menjalankan kebijakan yang disebut sebagai “penegakan disiplin partai secara ketat”, pemerintah pusat terus memperketat hubungan pribadi di antara para pejabat tinggi.

Pembatasan tersebut awalnya mencakup jamuan makan pribadi dan kunjungan informal di antara anggota Politbiro yang masih menjabat. Kini, pengawasan bahkan meluas hingga percakapan telepon di antara para anggota Komite Tetap yang sudah pensiun.

Wang He, pakar masalah Tiongkok sekaligus komentator politik, mengatakan: “PKT sudah lama melakukan hal seperti ini. Hanya saja sekarang ada orang yang membongkar persoalan tersebut, terlebih lagi bertepatan dengan momen sensitif seperti Sidang Pleno Kelima. Sebenarnya, masih banyak rahasia internal PKT lainnya yang belum terungkap.”

Sedangkan Lan Shu, seorang jurnalis senior, mengatakan: “Sidang Pleno Kelima maupun semua sidang pleno lainnya, para pesertanya tidak boleh pulang ke rumah. Semua anggota yang menghadiri sidang pleno harus tinggal di Beijing. Biasanya mereka menginap di Hotel Jingxi, yang merupakan hotel milik militer PKT.”

 “Perbedaan terbesar PKT adalah tidak adanya pemilihan umum yang demokratis. Bukankah ini sangat sederhana? Pemilihan umum secara langsung, kapan rakyat Tiongkok pernah melakukannya?” lanjutnya. 

Sumber bernama samaran Tang Ming juga mengungkapkan bahwa sistem keamanan nasional yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Negara PKT, Chen Yixin, melakukan pengawasan ketat terhadap hubungan pribadi para pejabat tinggi.

Sistem tersebut tidak hanya membatasi jumlah orang yang boleh menghadiri suatu pertemuan, tetapi juga mewajibkan mereka melaporkan kegiatan tersebut kepada Kantor Umum Komite Sentral untuk mendapatkan persetujuan.

Bahkan, pernah beredar informasi bahwa percakapan dalam jamuan makan yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi yang kemudian tersingkir dari jabatan, seperti Zhang Youxia, Li Ganjie, dan Ma Xingrui, turut dipantau. Isi pembicaraan tersebut bahkan dilaporkan langsung kepada Xi Jinping.

Langkah ini diduga bertujuan mencegah terbentuknya kelompok-kelompok kecil dan kekuatan politik informal di dalam tubuh partai.

Para komentator menilai bahwa pengawasan ketat PKT tidak hanya ditujukan kepada masyarakat Tiongkok, tetapi juga terhadap para pejabatnya sendiri. Pembatasan terus diperketat di setiap tingkatan. Hal ini dinilai berkaitan dengan karakter dasar PKT serta keinginan Xi Jinping untuk mempertahankan kekuasaan Partai Komunis dengan caranya sendiri.

Wang He mengatakan: “PKT tidak hanya melakukan hal seperti ini terhadap rakyat biasa dan praktisi Falun Gong, tetapi sekarang juga menerapkannya terhadap pejabat tinggi mereka sendiri. Ini menunjukkan betapa absurd dan jahatnya sistem PKT. Mereka bukan hanya tidak mempercayai rakyat, tetapi juga tidak mempercayai pejabat tinggi mereka sendiri. Karena itu, pernyataan dalam buku Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis bahwa PKT adalah roh jahat, menurut saya, benar-benar tepat. Setidaknya, hal ini dapat membuktikannya.”

Lan Shu mengatakan: “Xi Jinping memainkan kartu ideologi. Dia mempertaruhkan segalanya pada ideologi. Dia ingin melihat siapa di antara kalian yang berani meninggalkan komunisme dan siapa yang berani meninggalkan Partai Komunis. Itulah yang sedang dipertaruhkan.

Sebab, mereka yang menentang Xi saat ini belum sampai pada tahap menentang komunisme. Karena itu, mereka tidak akan bisa mengalahkan Xi Jinping. Mereka tidak bersedia meninggalkan PKT, dan inilah persoalan yang paling mendasar.”

Reporter NTDTV: Qiu Yue, laporan wawancara.

INSPIRASI ERABARU

Cara Menaklukkan Rasa Takut

Menghadapi ketakutan secara langsung, berulang kali, dapat menguranginya hingga ke tingkat yang bisa dikendalikan atau bahkan menghilangkannya. Mike Donghia Tidak ada yang salah dengan merasa takut....

Jangan Biarkan Hal Sepele Merusak Harimu

Tiga perubahan sudut pandang untuk menyikapi kembali situasi yang berpotensi menjengkelkan. Mike Donghia Salah satu keyakinan saya yang mungkin cukup kontroversial adalah bahwa rasa kesal merupakan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine