Donald Trump dan Melanie Nyoblos di Florida, Mengimbau Kepada Para Pendukungnya untuk ‘Tetap di Antrian’

ETIndonesia. Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan suaranya pada  Selasa 5 November 2024  di tempat pemungutan suara di Palm Beach, Florida, dan mengimbau para pendukungnya untuk tetap berada di antrian saat Hari Pemilihan.

Berbicara di samping istrinya, mantan Ibu Negara Melania, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa “lebih banyak Republikan” tampaknya memberikan suara dibandingkan Demokrat. 

“Saya mendengar bahwa kita melakukannya dengan sangat baik di mana-mana,” katanya, merujuk pada pemungutan suara pada Hari Pemilihan.

Trump beberapa kali meminta Partai Republik dalam acara pers tersebut untuk “tetap di antrian” di tempat pemungutan suara di seluruh Amerika Serikat pada Hari Pemilihan. Di platform media sosial X, calon presiden dari Partai Republik ini menyatakan bahwa “antusiasme pemilih sangat tinggi” dan bahwa “antrian akan panjang.”

“Saya butuh kalian untuk memberikan suara tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan. Tetap di antrian!” katanya kepada para pendukungnya di platform tersebut, seraya menambahkan bahwa Demokrat “ingin kalian menyerah dan pulang.”

Trump juga menyatakan bahwa imigrasi ilegal adalah “masalah nomor satu” dalam pemilihan presiden tahun 2024.

“Kita tidak bisa membiarkan para kriminal masuk kembali ke negara kita atau masuk ke negara kita,” katanya tentang para imigran ilegal. Menurutnya, masalah ini lebih mendesak daripada inflasi atau ekonomi.

Sebelumnya pada Selasa, rekan calon wakil presiden Trump, Senator JD Vance (R-Ohio), memberikan suaranya di sebuah gereja di Cincinnati, Ohio, dan mengatakan dia memiliki firasat baik tentang pemilu.

Mengacu pada bagaimana dia akan memimpin jika terpilih sebagai wakil presiden, Vance mengatakan kepada wartawan bahwa sikapnya akan berfokus pada pemulihan perpecahan politik.

“Cara terbaik memulihkan perpecahan di negara ini adalah mencoba memimpin negara sebaik mungkin, menciptakan sebanyak mungkin kesejahteraan bagi rakyat Amerika, dan mengingatkan sesama warga Amerika bahwa kita semua pada dasarnya berada di tim yang sama, apa pun pilihan suara kita.”

Dalam wawancara dengan MSNBC pada Selasa, ketua kampanye calon presiden Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris, Jen O’Malley Dillon, mengatakan, “Kami akan bersabar,” memperingatkan bahwa beberapa negara bagian penting mungkin belum selesai hingga malam nanti.

“Kami akan sangat fokus pada apa yang terjadi di awal malam. Tetapi kami mengetahui beberapa negara bagian utama kami tidak akan sepenuhnya dihitung sampai larut malam atau pagi hari.”

O’Malley Dillon menyatakan harapan bahwa tingginya partisipasi awal di Georgia dan North Carolina menjadi tanda positif bagi kampanye Harris.

Pada akhir pemungutan suara awal di North Carolina pada Sabtu, lebih dari 4,4 juta pemilih memberikan suara mereka, terutama di 25 County di barat yang terdampak Badai Helene. Sementara itu, Georgia mencatat lebih dari 4 juta pemilih memberikan suara awal, jumlah tertinggi yang pernah ada di negara bagian tersebut.

Rekan kandidat Harris, Gubernur Minnesota Tim Walz,  memberikan suaranya pada 23 Oktober.

Berbeda dengan sikap mereka pada tahun 2020, Partai Republik, termasuk Vance dan Trump, kali ini mendesak pendukungnya untuk memberikan suara lebih awal. Data dari Universitas Florida menunjukkan bahwa jauh lebih banyak orang memberikan suara secara langsung lebih awal dalam pemilu 2024 dibandingkan pada pemilu 2020, yang didominasi oleh pemungutan suara melalui pos karena pandemi COVID-19 dan pembatasan pemerintah.

Harris berencana menghadiri acara malam pemilihan di Howard University di Washington, sebuah universitas bersejarah bagi kaum kulit hitam, tempat ia lulus dengan gelar ekonomi dan ilmu politik pada tahun 1986 serta aktif sebagai anggota sororitas Alpha Kappa Alpha.

Trump mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa ia berencana menyaksikan hasil Hari Pemilihan dari kediamannya di Mar-a-Lago.

Jack Phillips, Associated Press berkontribusi dalam laporan ini

Sumber : The Epoch Times

Pria Sakit Dibawa ke Bank dengan Ranjang Rumah Sakit untuk Memastikan Identitasnya

EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok yang sakit parah didorong ke cabang bank setempat dengean ranjang rumah sakit oleh keluarganya untuk memastikan identitasnya untuk transfer uang.

Sebuah video yang beredar di media sosial Tiongkok menunjukkan seorang wanita berjuang untuk mendorong seorang pria di ranjang rumah sakit di sebuah bank di Provinsi Shandong setelah diberi tahu bahwa satu-satunya cara untuk mengakses rekeningnya adalah dengan memastikan identitasnya secara langsung.

Meskipun telah menjelaskan kepada manajer bank bahwa pemegang rekening dirawat di rumah sakit karena masalah kesehatan yang parah, keluarga tersebut diberi tahu bahwa satu-satunya cara untuk mengakses rekening mereka adalah dengan membawa mereka ke sana secara langsung.

Pria itu sakit parah sehingga dia tidak dapat bergerak sendiri, tetapi bahkan bukti rawat inapnya gagal meyakinkan staf bank, jadi mereka tidak punya pilihan selain mencari cara untuk membawanya masuk guna memastikan identitasnya.

@vivitots_ai #歌曲望故乡 本人到场! #离谱到家了 #搞笑#fyp #fypage #fypシ゚viral #fypppppppppppppppppppp ♬ 原聲 – ViviTots

Bank Shandong memberi tahu keluarga tersebut bahwa mereka dapat membawa pemegang rekening tersebut dengan ambulans, tetapi rumah sakit dengan jelas memberi tahu mereka bahwa ambulans mereka hanya tersedia untuk keadaan darurat terkait kesehatan, dan mereka tentu tidak mampu membayar ambulans pribadi, jadi satu-satunya solusi yang tersedia adalah mendorong ranjang rumah sakit tempat dia berbaring sampai ke bank.

Keluarga pria yang sakit itu dilaporkan membutuhkan uang untuk membayar perawatannya, tetapi ironisnya, satu-satunya cara untuk mendapatkan uang itu adalah dengan membahayakan nyawanya dengan membawanya keluar dari rumah sakit.

Seorang wanita muda yang diyakini sebagai putri pria tua itu terlihat berjuang untuk mendorong ranjang rumah sakitnya sampai ke meja kasir bank sambil berusaha untuk tidak menabrak apa pun.

Tontonan itu memicu perdebatan daring yang panas, dengan sebagian besar pengguna media sosial mengklaim bahwa bank dapat membuat pengecualian berdasarkan bukti rawat inap yang diajukan oleh keluarga pria itu, dan yang lain menyebutnya sebagai hal yang memalukan bagi masyarakat Tiongkok bahwa hal-hal seperti itu dapat terjadi tanpa akibat apa pun.(yn)

Sumber: odditycentral

Rusia Luncurkan Roket Soyuz Membawa Dua Satelit Iran

EtIndonesia. Pada Selasa (5/11), Rusia berhasil meluncurkan sebuah roket yang membawa dua satelit Iran ke orbit. Peluncuran ini mencerminkan hubungan kerja sama yang semakin meningkat antara Rusia dan Iran.

Badan Antariksa Federal Rusia mengumumkan bahwa roket Soyuz berhasil lepas landas sesuai rencana dari landasan peluncuran di Vostochny, Rusia, dan berhasil mengirimkan muatan ke orbit yang ditetapkan sembilan menit setelah peluncuran. Roket tersebut membawa dua satelit observasi ionosfer buatan Rusia serta sejumlah satelit kecil lainnya, termasuk dua satelit Iran.

Dua satelit ini adalah satelit penginderaan resolusi tinggi bernama Kowsar dan satelit komunikasi kecil bernama Hodhod, yang diluncurkan atas nama sektor swasta Iran untuk pertama kalinya.

Pada tahun 2022, sebuah roket Rusia meluncurkan satelit observasi Bumi Iran, Khayyam, yang dipesan oleh Iran dan diproduksi di Rusia. Kemudian pada Februari tahun ini, Rusia kembali meluncurkan satelit Iran lainny, Pars-1 ke orbit.

Peluncuran ini terjadi di saat Rusia dan Iran memperkuat hubungan di berbagai bidang. Ukraina dan Barat menuduh Iran memasok ratusan drone eksplosif untuk digunakan di medan perang Ukraina, serta membantu produksi drone tersebut di Rusia. Moskow dan Teheran membantah tuduhan ini. Drone-drone Iran tersebut memungkinkan Rusia untuk terus menyerang infrastruktur Ukraina.

Rusia dan Iran berencana memperkuat hubungan melalui “kemitraan strategis komprehensif,” yang akan ditandatangani saat Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengunjungi Rusia. Tanggal kunjungan ini belum ditentukan, namun Kremlin menyatakan bahwa kunjungan tersebut mungkin akan segera terjadi.

Program antariksa sipil Iran dalam beberapa tahun terakhir mengalami sejumlah kegagalan peluncuran. Roket pembawa satelit proyek Simorgh telah gagal dalam lima peluncuran berturut-turut.

Pada Februari 2019, sebuah kebakaran terjadi di Bandar Antariksa Imam Khomeini, yang menyebabkan tiga peneliti tewas. Di akhir tahun yang sama, roket di landasan peluncuran meledak.

Sementara itu, program antariksa independen yang dioperasikan oleh Korps Pengawal Revolusi Iran berhasil melakukan peluncuran roket. Namun, gambar satelit yang dianalisis oleh Associated Press menunjukkan bahwa pangkalan militer yang melakukan peluncuran tersebut mungkin telah terkena serangan bom dalam serangan balasan Israel terhadap Iran pada 26 Oktober lalu.

Laporan penilaian ancaman global intelijen AS tahun ini menyebutkan bahwa pengembangan kendaraan peluncur satelit oleh Iran “akan mempercepat” jadwal pengembangan rudal balistik antarbenua, karena kedua teknologi ini menggunakan teknologi serupa.

Rudal balistik antarbenua dapat digunakan untuk meluncurkan senjata nuklir. Setelah perjanjian nuklir dengan negara-negara besar dunia gagal, Iran saat ini sedang memproduksi uranium yang mendekati tingkat senjata nuklir. Kepala Badan Energi Atom Internasional memperingatkan bahwa uranium yang diperkaya milik Iran cukup untuk memproduksi “beberapa” senjata nuklir.

Iran terus membantah sedang mengembangkan senjata nuklir dan menyatakan bahwa program antariksa dan nuklirnya murni untuk tujuan sipil. Namun, badan intelijen AS dan Badan Energi Atom Internasional menyatakan bahwa Iran memiliki program nuklir militer terorganisir sebelum tahun 2003.(jhn/yn)

Beijing Dilanda Kabut Asap dan Longsor, Tingkat Air Sungai Yangtze Turun Tajam Hingga Mencapai Rekor Terendah

Baru-baru ini, Beijing mengalami kabut asap tebal dengan polusi udara berat sehingga menyebabkan jarak pandang sangat rendah. Namun demikian, pemerintah Tiongkok berusaha menutupi kondisi ini dan tetap melaksanakan maraton yang diikuti oleh 30.000 orang, meski banyak kritikan dari masyarakat. Sementara itu, penurunan drastis tingkat air di bagian tengah dan bawah Sungai Yangtze memicu kepanikan masyarakat.

ETIndonesia. Beijing dari 30 Oktober 2024 sore hingga 3 November 2024 terus-menerus dilanda kabut asap, dengan jarak pandang di siang hari hanya sekitar 500 meter di beberapa wilayah. Bahkan, beberapa tempat hanya 200 meter. Pada malam hari, jarak pandang semakin rendah, membuat banyak warga merasa takut dan enggan keluar rumah.

Sebuah rekaman video menampilkan seorang warga yang berkata, “Mari kita lihat persimpangan ini. Ke empat arah di persimpangan ini hampir tidak terlihat. Bahkan lampu merah tampak tidak terlalu merah.”

Pada 2 November, kabut asap mencapai tingkat terparah, membuat beberapa jalan tol di Beijing ditutup sementara. Beberapa penerbangan di Bandara Ibu Kota dan Bandara Daxing pun mengalami penundaan atau pembatalan.

Namun demikian, media pemerintah Tiongkok hanya melaporkan kondisi ini sebagai “kabut tebal,” dan hanya situs web China Environmental News yang menyebutkan kabut asap.

Pengamat politik Tang Hao mengatakan, “Jika media pemerintah menyebutkan ‘kabut asap,’ itu sama saja dengan mengakui kegagalan pemerintah dalam mengatasi polusi udara dan kegagalan kebijakan lingkungan. Jadi, media pemerintah hanya berani menyebutnya kabut untuk menutupi kegagalan kebijakan Partai Komunis dalam mengelola negara.”

Rekaman lain menunjukkan seorang warga  berkomentar, “Ini jelas kabut asap, bukan sekadar kabut. Polusi berat.”

Untuk menutupi fakta kabut asap, pemerintah Tiongkok tetap melaksanakan maraton yang diikuti 30.000 orang di depan Lapangan Tiananmen pada  Minggu (3 November), yang mengundang kritik keras dari warga Beijing.

Di saat yang sama, tingkat air di bagian tengah dan bawah Sungai Yangtze yang biasanya melimpah bahkan di musim kering turun tajam. Hal ini berdampak besar terhadap transportasi dan kebutuhan air masyarakat, serta menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna internet.

Di wilayah Honghu di sepanjang Sungai Yangtze, dasar sungai yang penuh pasir terlihat sudah sepenuhnya terungkap. Di bagian Danau Poyang, dua bulan lalu daerah sekitar landmark terkenal “Batu Luoxing” yang biasanya terendam air sekarang telah berubah menjadi padang rumput.

Seorang warganet berkomentar, “Di paruh pertama tahun ini kami menghadapi banjir, sekarang kami justru menghadapi kekeringan.”

Warganet lainnya menganggap penurunan drastis tingkat air Sungai Yangtze dan banjir besar di pesisir bulan lalu sebagai pertanda buruk, dengan komentar, “Di satu sisi terjadi pasang laut dan banjir, sementara di sisi lain air Sungai Yangtze turun drastis. Semuanya kacau.”

Ada juga yang berkomentar tegas, “Inilah dampak negatif dari pembangunan Bendungan Tiga Ngarai. Akan semakin kering di masa depan.” (Hui)

Sumber :  Yu Liang, reporter New Tang Dynasty Television

Mantan Pemimpin Redaksi The Economist: Jika Trump Terpilih, Dia Tidak Akan Menunjukkan Kelemahan pada Beijing

EtIndonesia. Bill Emmott menganalisis bahwa terdapat dua faktor yang membuat Beijing yakin bahwa jika Trump kembali menduduki Gedung Putih, dia tidak akan bersikap lemah dalam isu terkait Tiongkok dan Taiwan serta tidak akan mengabaikan komitmennya terhadap Taiwan. 

Bill Emmott, Ketua Dewan dari think tank Inggris “International Institute for Strategic Studies” (IISS) dan mantan pemimpin redaksi majalah The Economist, berbicara kepada Voice of America, menganalisis strategi militer Tiongkok terhadap Taiwan, dan menegaskan bahwa jika Trump terpilih kembali, dia tidak akan menunjukkan kelemahan terhadap Beijing.

Emmott menganalisis strategi dua sisi Tiongkok terhadap Taiwan. Di satu sisi, Tiongkok memperluas kekuatan militernya sehingga Amerika Serikat melihat biaya keterlibatan militer yang sangat tinggi; di sisi lain, Tiongkok berupaya meyakinkan Amerika Serikat bahwa Taiwan tidak begitu penting dan tidak perlu diintervensi. Emmott menyebutkan bahwa strategi “dua sisi” ini sebenarnya kontradiktif.

Menurut Emmott, di bawah kepemimpinan Biden, Pemerintah Amerika Serikat telah mencapai kemajuan dalam memperkuat aliansi. Jika Kamala Harris terpilih sebagai Presiden AS, dia akan membawa banyak anggota dari tim Biden dan Obama.

Mengenai Trump, Emmott mengatakan bahwa Tiongkok tidak terlalu memperhatikan apa yang dikatakan Trump secara verbal, tetapi lebih memperhatikan tindakan yang akan diambilnya. Meskipun Washington Post pernah melaporkan bahwa Trump mengatakan, jika Tiongkok menyerang Taiwan, dia akan membom Beijing, dan Trump juga pernah mempertanyakan kemampuan Amerika untuk mempertahankan Taiwan dalam Bloomberg Businessweek, mengatakan: “Taiwan berada di 9500 mil jauhnya, sedangkan jaraknya hanya 68 mil dari Tiongkok.”

Emmott menganalisis bahwa ada dua faktor yang membuat Beijing percaya bahwa jika Trump kembali ke Gedung Putih, dia tidak akan menunjukkan kelemahan dalam isu terkait Tiongkok dan Taiwan serta tidak akan mengabaikan komitmennya terhadap Taiwan. 

Dia mengatakan: “Seluruh Partai Republik, termasuk orang-orang di sekitar Trump, memiliki sikap yang sangat keras terhadap Tiongkok.”

 Dia menambahkan: “Trump bukan tipe orang yang ingin terlihat lemah.” Dia percaya bahwa Tiongkok juga memahami kedua hal ini.

Selain itu, Emmott menyoroti kelemahan besar Trump dalam strateginya, yaitu kebiasaannya untuk mengatakan akan mengenakan tarif hingga 10% atau bahkan 20% kepada negara-negara sekutu. Emmott percaya bahwa hal ini adalah sesuatu yang disukai oleh Tiongkok karena akan melemahkan aliansi strategis dan militer Amerika Serikat.

Dalam menganalisis kekuatan Tiongkok, Emmott berpendapat bahwa pengaruh Tiongkok di dunia internasional sangat berbeda dengan aliansi strategis dan militer yang sebenarnya. Menurutnya: “Dalam arti tertentu, selain Rusia dan Korea Utara, Tiongkok tidak memiliki sekutu. Yang dimiliki Tiongkok hanyalah hubungan diplomatik dan hubungan ekonomi.” (jhn/yn)

G7 Peringatkan Rusia: Jangan Gunakan Pasukan Korea Utara di Ukraina

Pada Selasa (5/11), para Menteri Luar Negeri dari negara-negara G7 serta tiga sekutu utama mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan serius mereka terhadap pengerahan pasukan Korea Utara ke Rusia dan kemungkinan keterlibatan mereka dalam perang di Ukraina. Departemen Pertahanan AS juga mengungkapkan bahwa lebih dari 10.000 tentara Korea Utara telah tiba di wilayah Kursk, Rusia.

Para menteri luar negeri dari G7 dan tiga negara sekutu dalam pernyataan tersebut menyatakan : “Dukungan langsung Korea Utara terhadap agresi Rusia terhadap Ukraina menunjukkan bahwa Rusia berusaha keras untuk menutupi kerugian yang dialaminya dan memperlihatkan adanya eskalasi konflik yang berbahaya.”

Selain anggota G7, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Italia, Inggris, Jerman, Prancis, dan Kanada, pernyataan ini juga ditandatangani oleh Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Para menteri luar negeri tersebut menyatakan bahwa mereka “mengutuk dengan keras” meningkatnya kerja sama militer antara Korea Utara dan Rusia, termasuk “pembelian ilegal” rudal balistik Korea Utara oleh Rusia. Mereka mengkhawatirkan kemungkinan Rusia mentransfer teknologi nuklir atau rudal balistik kepada Korea Utara, serta menyatakan akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk “menghadapi perkembangan baru ini secara terkoordinasi.”

Lebih dari 10.000 Tentara Korea Utara di Rusia

Pada 4 November, Departemen Pertahanan AS menyebutkan bahwa terdapat sekitar 11.000 hingga 12.000 tentara Korea Utara di wilayah Kursk, Rusia. Departemen Pertahanan AS memperingatkan bahwa jika tentara-tentara Korea Utara tersebut bergabung dalam pertempuran, mereka akan menjadi target sah bagi tentara Ukraina.

Mayor Jenderal Pat Ryder dari Angkatan Udara dalam konferensi pers mengatakan: “Kami telah melihat laporan terkait aktivitas pertempuran (tentara Korea Utara), dan sedang menyelidikinya. Saat ini, kami belum dapat memastikan laporan tersebut. Namun, seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Lloyd Austin minggu lalu, jika pasukan ini terlibat dalam aksi dukungan pertempuran di Ukraina, mereka akan menjadi target militer yang sah bagi (Ukraina).”

Pejabat AS menyatakan bahwa pasukan Korea Utara memasuki Rusia bulan lalu, dan tentara Rusia saat ini sedang melatih mereka dalam taktik infanteri, pengoperasian drone, taktik artileri, hingga pembersihan parit.

Ryder mengatakan: “Semua indikasi menunjukkan bahwa mereka akan menyediakan kemampuan pertempuran atau dukungan pertempuran tertentu. Kami sepenuhnya yakin bahwa Ukraina akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi diri dan personelnya.”

Dia juga menyebutkan bahwa Rusia telah menyediakan seragam dan perlengkapan militer Rusia kepada tentara Korea Utara, dan mengatakan: “Kita akan melihat bagaimana mereka berintegrasi dalam operasi militer Rusia dan bagaimana mereka akan digunakan di medan perang, dengan asumsi bahwa mereka berperan sebagai pengganti pasukan Rusia.”

Dia menambahkan bahwa Austin minggu lalu mengungkapkan bahwa pasukan Rusia telah mengalami kerugian besar, sehingga penilaian yang masuk akal adalah pasukan Korea Utara mungkin berfungsi sebagai “pengganti bagi kehilangan personel yang dialami Rusia.” (jhn/yn)

Elon Musk: X Platform Bisa Terancam Ditutup Jika Kamala Harris Terpilih

EtIndonesia. Elon Musk, orang terkaya sedunia dan pemilik platform X, baru-baru ini menyatakan dalam sebuah podcast bahwa jika Wakil Presiden Kamala Harris terpilih sebagai presiden, pemerintahannya kemungkinan besar akan menggunakan kekuatan Departemen Kehakiman untuk menutup platform X.

Menurut laporan New York Post, dalam acara The Joe Rogan Experience yang ditayangkan pada hari Senin (4/11), Musk dengan gamblang mengungkapkan kekhawatirannya: “Di bawah rezim boneka seperti Kamala Harris, platform X tidak mungkin terus bertahan.”

Sebagai pendiri Tesla, Musk mengungkapkan bahwa sejak akuisisi Twitter pada 2022, dia menghadapi berbagai tekanan, terutama dari organisasi non-pemerintah berhaluan kiri yang mendorong pemboikotan oleh para pengiklan.

Berbicara mengenai prospek ke depan, Musk mengatakan: “Meskipun beberapa boikot telah mulai mereda, namun jika Trump menang, saya yakin sebagian besar boikot akan berakhir.”

“Tetapi jika Kamala Harris terpilih situasinya akan berbalik. Intensitas boikot akan meningkat, dan mereka pada akhirnya akan mencari cara untuk menutup platform X,” tambahnya. 

Ketika ditanya apakah pemerintahan Kamala Harris benar-benar memiliki cara untuk menutup platform tersebut, Musk yang sudah menyatakan dukungan untuk Trump dengan tegas menjawab: “Pasti bisa.”

“Mereka sepenuhnya bisa memanfaatkan Departemen Kehakiman untuk menghadapi kami,” katanya. “Mereka sering menggunakan alasan ‘ujaran kebencian’ dan ‘informasi palsu’ untuk menekan kami, namun ironisnya, mereka sendirilah yang justru menyebarkan informasi palsu. Namun, ini tidak menghalangi mereka untuk melakukan tuntutan besar dan memanfaatkan kekuatan Departemen Kehakiman.”

Dalam bagian lain wawancara, pemimpin SpaceX ini juga mengakui bahwa akuisisi platform media sosial ini dengan harga fantastis sebesar 44 miliar dolar memang merupakan keputusan yang “gila” dan harga yang dibayarkan “terlalu tinggi”. Namun, dia merasa bahwa keputusan itu perlu diambil untuk menghadapi ancaman sensor yang semakin parah.

Mengenang keputusannya untuk membeli platform ini, Musk mengatakan: “Saya ingat pernah berkata, ‘Ini tentang kelangsungan hidup Amerika, tentang nasib demokrasi.'”

Di akhir program, Musk menekankan pentingnya kebebasan berbicara. “Tanpa kebebasan berbicara, tidak ada demokrasi sejati. Tanpa kebebasan berbicara, pemilih tidak bisa membuat keputusan yang bijak. Jika orang hanya menerima propaganda dan tidak dapat berbicara dengan bebas, maka demokrasi hanyalah ilusi,” ujarnya.(jhn/yn)

Israel Tahan Terduga Operator Iran Saat Luncurkan Operasi di Suriah

Pasukan Pertahanan Israel menyebut pria tersebut sebagai Ali Soleiman al-Assi, seorang warga Suriah dari wilayah Saida di bagian selatan negara itu

ETIndonesia. Israel menggelar operasi darat di Suriah dan menahan seorang individu yang dinyatakan bekerja sebagai operatif Iran yang mengumpulkan intelijen tentang pasukan Israel di daerah perbatasan, kata militer negara Yahudi itu pada 3 November.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut pria yang mereka tangkap tersebut sebagai Ali Soleiman al-Assi, seorang warga Suriah dari wilayah Saida di selatan negara itu.

IDF menyatakan bahwa penangkapan tersebut adalah bagian dari operasi khusus “yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir,” namun tidak merinci kapan tepatnya operasi itu dilakukan.

“Operasi  Pasukan Pertahanan Israel untuk menahan al-Assi mencegah serangan di masa depan dan mengungkapkan metode operasional jaringan teror Iran yang berada di dekat Dataran Tinggi Golan,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Setelah beberapa bulan pengawasan, al-Assi dibawa ke Israel untuk penyelidikan, menurut pernyataan tersebut. Rekaman penggerebekan dari kamera tubuh yang dirilis oleh IDF menunjukkan tentara Isrek menangkap seorang pria dengan kaos putih di dalam sebuah bangunan.

Israel telah melakukan serangan udara di Suriah beberapa kali sepanjang tahun lalu, menargetkan anggota Hizbullah dari Lebanon dan pejabat dari Iran, sekutu dekat Hizbullah dan Suriah. Namun, ini adalah pertama kalinya dalam konflik saat ini bahwa negara Yahudi itu mengungkapkan bahwa pasukannya telah beroperasi di darat di Suriah.

Damaskus belum mengonfirmasi penyusupan tersebut, namun stasiun radio pro-Assad, Sham FM, melaporkan pada 3 November bahwa Israel telah melakukan “operasi penculikan” di Suriah selatan selama musim panas.

Israel telah melakukan ratusan serangan terhadap sasaran di wilayah yang dikontrol pemerintah di Suriah dalam beberapa tahun terakhir, sering kali menargetkan pasukan Suriah atau kelompok yang didukung Iran. 

Bulan lalu, Israel melancarkan serangan udara di Suriah bagian barat, menurut kementerian pertahanan di Damaskus, yang menyebutkan bahwa serangan tersebut menghantam situs militer di Hama dan pabrik perakitan mobil di Hassia.

Pada September, serangan Israel menghantam beberapa daerah di Suriah tengah, merusak jalan raya di Provinsi Hama dan menyebabkan kebakaran, lapor kantor berita negara Suriah, SANA, saat itu. Empat belas orang tewas, dan lebih dari 40 lainnya terluka, menurut SANA.

Israel menyatakan akan menghentikan penguatan Iran di Suriah, terutama karena negara tersebut menjadi jalur utama yang digunakan Iran untuk mengirim senjata ke Hizbullah di Lebanon. Hizbullah  terlibat bentrok dengan pasukan Israel selama 11 bulan terakhir dengan latar belakang perang Israel–Hamas di Gaza. Israel mengatakan kampanyenya di Lebanon bertujuan untuk menjauhkan Hizbullah dari perbatasan dan mengakhiri lebih dari setahun serangan kelompok itu ke Israel utara.

Saat mengunjungi perbatasan dengan Lebanon pada 3 November, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan fokusnya adalah mencoba mencegah Hizbullah dari mempersenjatai kembali melalui “jalur oksigen” senjata Iran yang dikirim ke Lebanon melalui Suriah. Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 2.500 orang sepanjang tahun lalu, menurut Beirut, sementara di Israel, 69 orang tewas oleh roket Hizbullah.

Pasukan Israel melanjutkan serangan mereka di Gaza utara, di mana militer menyatakan bahwa mereka bertempur melawan militan Hamas yang berkumpul kembali di sana. Ekspansi operasi darat ke Suriah berarti bahwa pasukan Israel kini beroperasi di tiga negara berdaulat lainnya—Lebanon, Iran, dan Suriah—serta di wilayah Palestina di Gaza.

Associated Press dan Reuters berkontribusi pada laporan ini.

Sumber : The Epoch Times

700 Ribu Korban dan Pemberontakan di Medan Tempur: Dinamika Baru Perang Rusia-Ukraina di Ambang Krisis!

EtIndonesia. Pada  hari ke-984 perang Rusia-Ukraina, medan pertempuran semakin memanas dengan angka korban yang terus meningkat di kedua belah pihak. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Rusia mengalami kerugian personil yang sangat signifikan, mencapai 700.390 orang, termasuk korban tewas dan luka berat. Kerugian ini memaksa militer Rusia untuk mencari cara alternatif dalam mobilisasi, seperti menggunakan sepeda listrik menggantikan kendaraan tempur konvensional.

Krisis Logistik dan Perubahan Taktik Militer Rusia

Rusia kini menghadapi krisis logistik di garis depan. Data terbaru menunjukkan kehilangan 9.193 tank, 18.538 kendaraan lapis baja, 18.280 truk, 28.237 truk bahan bakar, dan 3.587 perangkat khusus. Keadaan ini menunjukkan bahwa sumber daya militer Rusia semakin terbatas. Sebagai langkah antisipasi, beberapa pasukan Rusia telah menggunakan sepeda listrik sebagai alat transportasi.

Di medan pertempuran timur Ukraina, pertempuran sengit terus terjadi. Dalam 24 jam terakhir, tercatat sebanyak 173 pertempuran, dengan titik terparah berada di Kuraakhovo. Tentara Rusia berhasil merangsek maju 150 hingga 500 meter di beberapa garis pertempuran, meskipun secara keseluruhan garis pertahanan Ukraina masih bertahan.

Strategi Pertahanan Ukraina di Kuraakhovo

Posisi Kuraakhovo menjadi fokus utama dalam strategi pertahanan Ukraina. Kota ini memiliki nilai strategis yang tinggi karena merupakan titik pertahanan utama yang memisahkan pasukan Rusia dari wilayah pusat Ukraina. Jatuhnya Kuraakhovo dapat membuka peluang bagi pasukan Rusia untuk memperluas serangan dari Avdiivka dan Ugledar, yang dapat menambah tekanan signifikan bagi pasukan Ukraina. Hingga kini, Kuraakhovo tetap bertahan meski dalam kondisi terancam pengepungan pasukan Rusia yang bergerak dari timur dan selatan.

Pemberontakan Pasukan Rusia di Zaporizhzhia

Di wilayah Zaporizhzhia, kondisi semakin pelik bagi Rusia. Resimen Mekanis ke-1440 Rusia dilaporkan melakukan pemberontakan akibat taktik “umpan meriam” yang mengorbankan nyawa tentara tanpa memedulikan keselamatan mereka. Pasukan Rusia ini menolak melancarkan serangan yang dijadwalkan pada 28 Oktober, hingga akhirnya mereka ditahan oleh polisi militer Rusia.

Inovasi dan Dukungan Baru untuk Ukraina

Di tengah kekhawatiran ini, Amerika Serikat mengumumkan bantuan militer senilai 425 juta dolar untuk Ukraina, yang mencakup sistem roket HIMARS, rudal antipesawat Stinger, rudal antitank Javelin, kendaraan lapis baja Stryker, serta sejumlah peralatan medis. Pengiriman kendaraan Stryker ini diperkirakan akan meningkatkan mobilitas dan kemampuan bertahan pasukan Ukraina dalam menghadapi pertempuran musim dingin yang diprediksi semakin berat.

Negara-negara Nordik juga menyatakan komitmen untuk mendukung Ukraina dengan strategi yang unik, yakni membeli peralatan pertahanan dari industri Ukraina, termasuk produk-produk unggulan seperti howitzer dan drone. Dukungan ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan militer langsung, tetapi juga mendorong kemandirian industri pertahanan Ukraina.

Kehadiran Pasukan Korea Utara: Faktor Baru di Medan Pertempuran

Keberadaan pasukan khusus Korea Utara di Rusia menambah kompleksitas konflik ini. Menurut laporan terbaru, tentara Korea Utara telah bergabung dengan pasukan Rusia, namun terlibat dalam insiden salah tembak yang melukai dua tentara Rusia. Selain itu, unit Korea Utara ini dilaporkan mengalami kesulitan operasional di medan pertempuran. Para prajurit ini tidak terbiasa dengan senjata asing yang mereka bawa, yang dapat menurunkan efektivitas tempur mereka.

Peran Komandan Pasukan Khusus Korea Utara

Kehadiran Wakil Kepala Staf Umum Korea Utara, Jenderal Kim Young-bok, yang ditunjuk sebagai komandan pasukan Korea Utara di Rusia, menegaskan bahwa pasukan yang dikirim adalah Korps Angin Badai ke-11. Unit elit ini beranggotakan sekitar 100.000 prajurit, namun analis menilai bahwa di tengah kondisi teknologi tempur modern, pasukan Korea Utara hanya berperan layaknya infanteri ringan yang kurang efektif dibandingkan pasukan khusus negara lain.

Tentara Bayaran Tiongkok dalam Konflik Rusia-Ukraina

Di medan perang, para tentara bayaran asal Tiongkok yang dikirim untuk mendukung Rusia, dilaporkan mengalami nasib tragis. Seorang tentara Tiongkok, Xi Shuai, mengeluhkan bahwa mereka hanya diperalat sebagai “umpan meriam” oleh pemerintah Rusia. Dalam siaran langsung, Xi menyatakan kekecewaannya karena pembayaran yang dijanjikan sebesar 250 ribu rubel tidak dipenuhi, bahkan hanya dibayar beberapa ribu rubel tanpa kompensasi. Hingga kini, hanya tersisa satu tentara bayaran Tiongkok di batalion tersebut setelah enam orang tewas di garis depan.

Perubahan Dinamika dalam Pertempuran Kursk

Pertempuran di Kursk memperlihatkan dominasi sementara Ukraina di beberapa titik, dengan Brigade Marinir ke-810 Rusia mengalami kekalahan dari Brigade ke-82 Ukraina. Kurangnya drone pengintai memaksa Rusia mengandalkan tim pengintai darat yang menghadapi risiko tinggi. Brigade Marinir ke-36 Ukraina berhasil mempertahankan wilayah ini, didukung oleh senjata modern seperti M2 Bradley yang digunakan untuk meluncurkan rudal antitank TOW. Pertempuran di Kursk menunjukkan bahwa Rusia mulai mengkonsolidasikan kekuatan untuk melancarkan serangan baru.

Penutup dan Fokus pada Masa Depan

Situasi ini menggambarkan ketegangan geopolitik dan meningkatnya kompleksitas pertempuran antara Rusia dan Ukraina. Keterlibatan pasukan Korea Utara dan Tiongkok, serta pemberontakan dalam tubuh militer Rusia, menunjukkan dinamika yang tak terduga dalam konflik ini. Bantuan militer dari negara-negara Barat dan Nordik akan sangat memengaruhi jalannya perang ke depan, sementara Ukraina terus beradaptasi dengan inovasi teknologi pertahanan.

Konflik ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, dan kedua belah pihak bersiap untuk fase pertempuran yang lebih berat. Dengan dukungan aliansi internasional dan inovasi di medan tempur, Ukraina berharap untuk tetap mempertahankan posisi strategisnya dalam menghadapi tekanan besar dari pasukan Rusia.

Kesepakatan Gelap Korea Utara-Rusia: Pasukan Bayaran hingga Teknologi Roket, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

EtIndonesia. The Korea Herald melaporkan bahwa mereka berhasil memperoleh rincian perjanjian antara Korea Utara dan Rusia yang tercapai sebelum pengiriman tentara Korea Utara ke medan perang di Ukraina. Berdasarkan dokumen tersebut, selain memberikan gaji bulanan sebesar 2.000 dolar  kepada setiap prajurit Korea Utara, Rusia juga berjanji untuk menyediakan 600.000 hingga 700.000 ton beras setiap tahun. Bantuan pangan ini dianggap krusial untuk membantu Korea Utara mengatasi krisis kekurangan makanan yang parah. Di samping itu, Rusia berjanji memberikan teknologi luar angkasa yang akan memperkuat kemampuan roket jarak jauh Korea Utara.

Yang paling mengundang perhatian adalah janji Rusia untuk membantu militer Korea Utara jika terjadi konflik dengan Korea Selatan. Jaminan ini diduga menjadi motivasi utama Kim Jong-un untuk mengirimkan ribuan tentara yang minim pengalaman dalam medan perang datar Ukraina.

Tindakan Strategis Kim Jong-un di Tengah Krisis Pangan dan Politik

Langkah Kim Jong-un ini mengindikasikan strategi yang berorientasi pada kepentingan pribadi dan pemerintahan. Bagi Kim, pengiriman ribuan prajurit Korea Utara bukanlah upaya membela Rusia dalam “perang melawan fasisme” atau “melindungi tanah air”. Sebaliknya, tindakan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan mempertahankan kestabilan politik di tengah ancaman kelaparan. Rusia pun telah memberi jaminan perlindungan militer jika Korea Utara membutuhkan bantuan dalam menghadapi Korea Selatan di masa mendatang.

Nasib Tentara Korea Utara di Medan Perang Ukraina

Namun, kenyataannya di medan perang Ukraina cukup tragis. Dalam pertempuran awal di garis depan Kursk, tentara Korea Utara dilaporkan mengalami kekalahan besar, dengan 39 dari 40 tentara tewas. Satu-satunya tentara yang selamat pun ditawan oleh militer Ukraina. Setelah insiden ini, Arman, perwakilan organisasi kemanusiaan Lithuania, Blue Yellow, mengungkapkan bahwa kesalahan artileri Rusia mungkin menjadi penyebab kematian sebagian besar tentara Korea Utara.

Strategi Rusia yang Mengorbankan Prajurit Asing

Menurut Arman, meskipun artileri biasanya berhenti menembak selama kontak dekat untuk menghindari serangan keliru, tentara Korea Utara tampaknya sengaja digunakan sebagai “umpan” oleh militer Rusia. Ini terlihat dari minimnya dukungan yang diberikan kepada pasukan Korea Utara dan diposisikan di garis depan. Bahkan, dalam sebuah video yang beredar, terlihat tiga kendaraan lapis baja Rusia yang mendekati posisi Ukraina, menurunkan tentara Korea Utara tanpa perlindungan atau dukungan, lalu segera pergi.

Pengamat militer menilai bahwa tentara Korea Utara yang baru tiba di Ukraina tampak kebingungan dan kurang terlatih dalam taktik tempur bersama. Video tersebut memperlihatkan para tentara yang berlindung di sekitar kendaraan lapis baja tanpa tujuan jelas, menandakan lemahnya koordinasi antara militer Korea Utara dan Rusia. Hal ini menunjukkan bahwa Rusia tidak menganggap tentara Korea Utara sebagai sekutu yang memiliki nilai dalam medan pertempuran.

Tentara Bayaran Asing: Meriam Hidup yang Tak Terbayar

Tidak hanya tentara Korea Utara yang merasakan ketidakadilan ini. Xishai, seorang tentara bayaran asal Tiongkok yang bertempur di Ukraina, menyampaikan rasa frustrasinya dalam siaran langsung. Dia menyebut bahwa banyak tentara bayaran terluka atau tewas di garis depan, sementara gaji yang dijanjikan belum sepenuhnya dibayarkan. Xishai bahkan menyatakan bahwa para tentara hanya dijadikan “umpan meriam” dan gaji yang dijanjikan belum sepenuhnya direalisasikan.

Dinamika Konflik Timur Tengah: Penangkapan Agen dan Serangan Presisi Israel

Dalam perkembangan yang terkait, Israel mengubah strategi militernya dari serangan presisi tanpa jejak menjadi penangkapan target penting. Pada 3 November 2024, Israel merilis video penangkapan Ali Suleiman Assi, agen Iran yang berperan dalam mengoordinasikan pengiriman senjata antara Suriah dan Hizbullah di Lebanon. Setelah penangkapan ini, Israel terus melakukan serangan presisi terhadap pangkalan Hizbullah, sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran konflik lebih lanjut.

Serangan Hamas dan Pembalasan Israel

Dalam serangkaian serangan balasan, Israel memburu anggota Hamas yang terlibat dalam serangan teror pada Oktober lalu. Tiga anggota Hamas yang terlibat dalam insiden tersebut berhasil ditemukan dan dibunuh oleh pasukan Israel di Gaza. Insiden ini menambah panjang deretan konflik yang semakin mengacaukan stabilitas di wilayah tersebut.

Kesimpulan

Berbagai laporan ini mengungkap kompleksitas konflik yang semakin melibatkan banyak negara di medan perang Ukraina dan Timur Tengah. Dengan adanya kesepakatan yang diduga tercapai antara Korea Utara dan Rusia serta ketegangan di Timur Tengah, dunia internasional menghadapi tantangan diplomatik yang semakin rumit. Di tengah ketegangan ini, nyawa para prajurit dan tentara bayaran menjadi taruhan dari kepentingan politik yang lebih besar.

Hasil Pemilu AS Pertama Dibuka, Trump dan  Kamala Dimulai dengan Ketat

Pada pemilu sebelumnya, desa tersebut hanya memiliki lima pemilih terdaftar, dan menurut hasil penghitungan setempat, kelima suara tersebut diberikan kepada Biden. Pada pemilu 2024, petugas pemilihan setempat mengumumkan bahwa Kamala Harris dan Trump masing-masing memperoleh 3 suara, yang menunjukkan bahwa persaingan dalam pemilu kali ini sangat ketat

ETIndonesia. Pada Selasa (5 November) dini hari, pukul 00:01 waktu setempat, pemilu AS dimulai di Dixville Notch, New Hampshire, menandai dimulainya pemilihan presiden AS yang ke-60 secara resmi.

Dixville Notch, sebuah kota kecil di dekat perbatasan Amerika-Canada di New Hampshire, adalah salah satu tempat pertama di AS yang mengumumkan hasil pemungutan suara dalam pemilihan presiden. 

Sejak 1960, tempat pemungutan suara di tengah malam di desa tersebut dibuka, dan semua pemilih yang memenuhi syarat akan berkumpul di “ruang pemungutan suara” di resor terkenal, The Balsams, untuk memberikan suara. Setelah semua suara diberikan, hasilnya segera dihitung dan diumumkan.

Meskipun desa Dixville Notch memiliki populasi yang sangat sedikit, tradisi ini tetap menarik perhatian nasional. Tradisi pemungutan suara tengah malam ini menjadi simbol kebanggaan bagi penduduk setempat dan merupakan ritual pemilu yang unik.

Pemilu tahun ini sangat ketat, masyarakat berharap hasil penghitungan di desa tersebut bisa menjadi indikator awal hasil pemilu. Pada pemilu sebelumnya, desa tersebut hanya memiliki lima pemilih terdaftar, dan seluruh suara diberikan kepada Biden.

Pada pemilu 2024, petugas pemilihan setempat mengumumkan bahwa Kamala Harris dan Trump masing-masing memperoleh 3 suara, yang menunjukkan bahwa persaingan sangat ketat.

Menurut laporan CNN, suara pertama di seluruh AS ini tidak memiliki pengaruh prediktif. Dalam dua pemilihan presiden sebelumnya, Dixville mendukung kandidat dari Partai Demokrat; pada tahun 2020, kelima suara desa ini diberikan kepada Biden, sedangkan pada pemilu 2016, Clinton mendapatkan 4 suara, Trump 2 suara, dan kandidat Partai Libertarian Gary Johnson mendapatkan 1 suara. (Jhon)

Sumber : Aboluowang.com

Kasus Mpox Meningkat 500 Persen di Afrika dalam Setahun Terakhir

Lebih dari 99 persen kematian akibat penyakit ini dilaporkan di Afrika Tengah. 

ETIndonesia. Kasus monkeypox di negara-negara Afrika mengalami lonjakan besar, dengan negara-negara di Afrika Tengah menyumbang lebih dari delapan dari 10 infeksi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Africa).

Sejak Januari, total 48.093 kasus monkeypox, yang dikenal sebagai mpox, dilaporkan dari 19 negara anggota Uni Afrika, dengan 10.372 infeksi terkonfirmasi dan 1.048 kematian, kata lembaga itu dalam konferensi pers pada 31 Oktober. Jumlah kasus terkonfirmasi sejauh ini pada tahun ini meningkat lebih dari 500 persen dibandingkan dengan keseluruhan tahun 2023.

Afrika Tengah—Burundi, Chad, Guinea Khatulistiwa, Gabon, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, dan São Tomé dan Príncipe—menyumbang lebih dari 85 persen kasus dan lebih dari 99 persen kematian. Jumlah kasus terkonfirmasi terbanyak dilaporkan di Republik Demokratik Kongo.

Lima negara belum melaporkan kasus terkonfirmasi dalam lima minggu terakhir—Kamerun, Gabon, Guinea, Rwanda, dan Afrika Selatan. 

Kasus di Liberia dan Uganda meningkat. Uganda melaporkan kematian pertama dari kasus terkonfirmasi pada akhir Oktober. Ditambah dengan kematian sebelumnya di Kenya, hanya dua orang yang meninggal di luar Afrika Tengah sejauh tahun ini.

Mpox memiliki dua klad genetik—1 dan 2. Para ahli menunjukkan bahwa klad 1 menyebabkan kasus yang lebih parah dan lebih mudah menyebar, sehingga menimbulkan risiko kesehatan yang lebih tinggi. 

 CDC Afrika melaporkan adanya dua subklad pada klad 1—a dan b. Anak-anak di bawah usia 15 tahun “terpengaruh secara tidak proporsional” oleh klad 1a, mencakup hampir 66 persen dari sampel sekuens.

Lembaga tersebut mencatat bahwa 53 persen kasus klad 1b terjadi pada individu berusia 15 tahun ke atas, yang menunjukkan bahwa “kontak intim dan dekat adalah rute penularan utama.”

Rencana vaksinasi sedang disiapkan untuk enam negara—Republik Demokratik Kongo, Nigeria, Rwanda, Republik Afrika Tengah, Afrika Selatan, dan Pantai Gading. CDC Africa menyerukan peningkatan upaya dalam pemantauan aktif, pengujian universal, vaksinasi yang ditargetkan, dan manajemen kasus holistik untuk menangani peningkatan kasus mpox.

“Dukungan politik dan keuangan sangat penting untuk mengendalikan wabah saat ini dan mencegah pandemi yang ditularkan melalui kontak seksual yang lebih parah daripada COVID-19,” kata  CDC Africa.

Penyebaran Mpox Global

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaktifkan Korps Darurat Kesehatan Global pada  Oktober untuk pertama kalinya guna memberikan dukungan kepada negara-negara yang mengalami wabah mpox. Dibentuk pada tahun 2023, Korps ini adalah platform kolaborasi bagi negara-negara dan jaringan darurat kesehatan.

“WHO dan mitra mendukung pemerintah Republik Demokratik Kongo dan negara-negara lain untuk menerapkan pendekatan terpadu dalam deteksi kasus, pelacakan kontak, vaksinasi yang ditargetkan, perawatan klinis dan di rumah, pencegahan dan pengendalian infeksi, serta keterlibatan dan mobilisasi masyarakat,” kata Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO.

Bulan lalu, WHO menyetujui uji diagnostik mpox pertama untuk penggunaan darurat, yang memungkinkan deteksi varian klad 1 dan 2 dari virus dari swab lesi kulit manusia.

Dr. Yukiko Nakatani, asisten direktur jenderal WHO untuk akses terhadap obat-obatan dan produk kesehatan, mengatakan bahwa uji diagnostik baru ini adalah “tonggak penting” dalam memastikan pengujian untuk virus ini berkembang di negara-negara yang terkena dampak. “Meningkatkan akses ke produk medis yang terjamin kualitasnya merupakan pusat upaya kami dalam membantu negara-negara mengendalikan penyebaran virus dan melindungi rakyatnya, terutama di wilayah yang kurang terlayani,” kata Nakatani.

Hingga 20 Oktober, sebagian besar negara di luar Afrika hanya mendeteksi klad 2b dari mpox, menurut laporan WHO. Pengecualian dari tren ini adalah Swedia, Thailand, dan Jerman, yang masing-masing mendeteksi satu kasus klad 1b pada pelancong dari Afrika. India juga mengidentifikasi kasus klad 1b pada seorang pelancong dari Uni Emirat Arab. Di Afrika, semua klad virus monkeypox telah dilaporkan, menurut laporan tersebut.

Di Amerika Serikat, “belum ada kasus mpox klad I yang dilaporkan,” menurut pembaruan CDC AS pada 23 Oktober. “Mpox klad II masih beredar pada tingkat rendah.” 

Banyak kasus di daerah dengan wabah monkeypox biasa diidentifikasi pada anak-anak, ini menimbulkan kekhawatiran apakah anak-anak di Amerika Serikat dapat terdampak jika penyakit ini menyebar secara signifikan di negara tersebut. Namun, CDC AS  tidak memperkirakan risiko tersebut.

Lembaga tersebut menjalankan simulasi wabah klad 1 yang terjadi di Amerika Serikat, dengan model juga memperhitungkan dampaknya pada anak-anak. 

“Hasilnya menunjukkan bahwa penularan melalui kontak dekat di dalam dan antar rumah tangga tidak mungkin menghasilkan banyak kasus mpox klad I di Amerika Serikat,” kata lembaga itu.

Sumber : The Epoch Times 

Korea Utara Tembakkan Beberapa Rudal Balistik di Tengah Meningkatnya Ketegangan 

Peluncuran rudal terjadi hanya beberapa jam sebelum pemilihan presiden AS

ETIndonesia. Korea Utara meluncurkan beberapa rudal balistik ke perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang pada 5 November dini hari.  Baik Korea Selatan maupun Jepang melaporkan peluncuran tersebut, di mana rudal-rudal tersebut mendarat di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. 

Rudal jarak pendek tersebut ditembakkan dari daerah Sariwon di provinsi Hwanghae Utara, Korea Utara, sekitar pukul 7.30 pagi waktu setempat, menurut Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan.

JCS memperkirakan bahwa rudal-rudal tersebut menempuh jarak sekitar 400 kilometer (248 mil) ke arah pantai timur Semenanjung Korea, namun tidak merinci berapa jumlah rudal yang diluncurkan. 

Kementerian Pertahanan Jepang juga mendeteksi peluncuran Korea Utara tersebut, mencatat bahwa rudal-rudal itu jatuh di Laut Jepang di dekat pantai timur Semenanjung Korea, di luar ZEE Jepang. Laut Jepang juga dikenal sebagai Laut Timur di Korea Selatan.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa setidaknya tujuh rudal mencapai ketinggian maksimum 100 kilometer dan menempuh jarak sekitar 400 kilometer (248 mil). 

Perdana Menteri Jepang, Ishiba Shigeru, menyatakan bahwa negaranya akan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk menganalisis peluncuran rudal tersebut dan meningkatkan pengawasan “untuk persiapan terhadap keadaan yang tak terduga.”

Komando Indo-Pasifik AS menyatakan  mengetahui peluncuran tersebut dan mendesak Korea Utara untuk tidak terlibat dalam tindakan yang “melanggar hukum dan meresahkan.” 

“Meskipun kami telah menilai bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan ancaman langsung bagi personel AS, wilayah, atau sekutu kami, kami terus memantau situasi,” demikian pernyataan pada 4 November.

Militer AS mengutuk peluncuran tersebut dan menegaskan kembali “komitmen kokoh” untuk pertahanan Jepang dan Korea Selatan. Peluncuran ini terjadi hanya beberapa jam sebelum pemilihan presiden AS.

Peluncuran ICBM

Pekan lalu, Korea Utara meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM), yang dilaporkan Jepang mencapai ketinggian 7.000 kilometer . Pada lintasan yang lebih datar, ini menunjukkan jangkauan potensial lebih dari 15.000 km (9.300 mil), menempatkan seluruh daratan utama Amerika Serikat dalam jangkauan.

Sebelum peluncuran ICBM, anggota parlemen Korea Selatan memperingatkan bahwa Korea Utara telah menyiapkan peluncur ICBM, yang kemungkinan akan diluncurkan sekitar waktu pemilihan presiden AS pada 5 November.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Sean Savett, mengatakan dalam pernyataan pada 30 Oktober bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan negara tersebut dan sekutu-sekutunya, Korea Selatan dan Jepang. 

Savett menyebut uji coba rudal tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB, yang meningkatkan ketegangan dan berisiko mengacaukan kawasan tersebut.

Setelah peluncuran ICBM, Amerika Serikat menerbangkan pembom jarak jauh B-1B di wilayah tersebut pada 3 November dalam latihan bersama dengan angkatan udara Korea Selatan dan Jepang sebagai unjuk kekuatan, menurut Komando Indo-Pasifik AS.

Laporan ini disumbangkan oleh Stephen Katte

Sumber : The Epoch Times

Maskapai Penerbangan Tiongkok Diterpa Penurunan Keuntungan Secara Signifikan Meskipun Lalu Lintas Penumpang Menembus Rekor Tertinggi

Ekonomi Tiongkok yang lesu menyebabkan harga tiket turun, yang mempengaruhi keuntungan maskapai

ETIndonesia. Tiga maskapai terbesar Tiongkok, yang dimiliki oleh negara, melaporkan penurunan keuntungan kuartal ketiga meskipun jumlah penumpang menembusi rekor tertinggi. Analis mengatakan hal ini disebabkan oleh penurunan harga tiket di tengah melambatnya perekonomian Tiongkok. 

China Eastern Airlines melaporkan laba bersih sebesar 2,63 miliar yuan ($369 juta), turun 28,2 persen dari periode yang sama tahun lalu. China Southern Airlines, maskapai terbesar di Tiongkok, mengumumkan pada 28 Oktober bahwa laba bersih kuartal ketiganya turun 23,9 persen YoY menjadi 3,19 miliar yuan ($448 juta), meskipun melayani lebih banyak penumpang. 

Data dari China Southern Airlines menunjukkan kapasitas mereka meningkat 11 persen pada kuartal ketiga dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun pendapatan operasional hanya naik 4,6 persen, menunjukkan adanya penurunan tarif.

Air China yang berbasis di Beijing melaporkan pada 30 Oktober bahwa laba bersihnya pada kuartal ketiga mencapai 4,14 miliar yuan ($581,34 juta), turun dari 4,24 miliar yuan ($595 juta) pada periode yang sama tahun lalu, atau turun lebih dari 2 persen. 

Perusahaan data penerbangan ForwardKeys mengatakan bahwa dari Januari hingga September tahun ini, harga tiket pesawat ke luar negeri dari Tiongkok turun 39 persen YoY. .

Sementara itu, maskapai-maskapai Tiongkok menawarkan tarif lebih murah untuk bersaing dengan maskapai Eropa, beberapa di antaranya membatalkan rute ke Tiongkok karena menganggap subsidi negara Tiongkok menyebabkan persaingan tidak adil.

Spring Airlines, maskapai berbiaya rendah swasta terbesar di Tiongkok, kembali meraih keuntungan lebih awal daripada maskapai layanan penuh seperti China Southern Airlines, China Eastern Airlines, dan Air China setelah pandemi COVID-19. Namun, pada kuartal ketiga tahun ini, mereka juga mengalami penurunan laba bersih sebesar 32,4 persen dari tahun ke tahun menjadi 1,2 miliar yuan ($168 juta) berdasarkan data yang dirilis pada 30 Oktober.

Harga tiket penerbangan domestik di Tiongkok pada Juli dan Agustus rata-rata 17 persen lebih rendah daripada tahun 2023 dan 1 persen lebih rendah dari tahun 2019, menurut FlightMaster, sebuah perusahaan data penerbangan yang berbasis di Tiongkok. Tarif internasional 25 persen lebih rendah dibandingkan musim panas lalu dan 12 persen lebih rendah dibandingkan tahun 2019, kata FlightMaster.

Pada kuartal ketiga, total perjalanan penumpang maskapai Tiongkok mencapai 200 juta, yang merupakan rekor tertinggi, menurut data resmi. 

Sebuah laporan dari perusahaan data dan konsultasi penerbangan Ishka menyatakan bahwa perbedaan signifikan antara peningkatan kapasitas dan pertumbuhan laba bersih, menunjukkan situasi ekonomi di Tiongkok lebih parah dibandingkan dengan perlambatan yang terjadi di tempat lain.

Frank Xie, profesor Bisnis di University of South Carolina–Aiken, mengatakan kepada The Epoch Times pada 31 Oktober bahwa alasan utama penurunan laba adalah kondisi pasar domestik. 

“Meskipun jumlah penumpang meningkat, penurunan tarif menyebabkan penurunan laba maskapai,” kata Xie. 

“Situasi sebenarnya adalah bahwa ekonomi Tiongkok terus memburuk, dan orang-orang terus mengurangi anggaran mereka dan mencari cara lain yang lebih murah untuk bepergian, seperti menggunakan kereta cepat atau mengendarai mobil pribadi. Maskapai harus menurunkan harga untuk bertahan hidup. Akibat penurunan harga adalah penurunan laba mereka.”

Ekonom Tionghoa-Amerika Davy J. Wong mengatakan kepada The Epoch Times pada 31 Oktober bahwa maskapai-maskapai Tiongkok membuat keputusan yang salah terkait perjalanan pasca-pandemi. 

“Mereka berpikir bahwa konsumsi akan meningkat tajam, sehingga mereka secara signifikan memperluas armada mereka dalam beberapa tahun terakhir,” kata Wong. 

“Sementara itu, pemerintah Tiongkok sering menggunakan pembelian pesawat dalam negosiasi dengan Uni Eropa. Pesawat digunakan sebagai alat tawar dalam negosiasi diplomatik pemerintah Tiongkok.

“Kita melihat bahwa jumlah pesawat dalam armada maskapai meningkat sekitar 8 persen pada 2023, yang menambah pengeluaran tetap dan biaya pemeliharaan bagi maskapai. Pada saat yang sama, penerbangan dan rute berkurang dengan cepat, dan pendapatan menurun.

“Selain itu, ketiga perusahaan milik negara besar Tiongkok juga bersaing satu sama lain di pasar.” 

Wong mengatakan bahwa penyebab penurunan laba maskapai adalah pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang lesu dan melemahnya konsumsi.

“Dengan aktivitas ekonomi yang secara keseluruhan tidak aktif, profitabilitas yang menurun, peningkatan pengangguran, dan seriusnya populasi yang menua, pendapatan masyarakat biasa semakin ketat dan mereka enggan menghabiskan lebih banyak untuk konsumsi kelas atas, seperti tiket pesawat, barang-barang mahal, perjalanan ke luar negeri, dan perjalanan lintas wilayah,” katanya.

Di pasar internasional, “maskapai-maskapai Tiongkok dibatasi oleh kebijakan visa, risiko geopolitik internasional, dan permintaan luar negeri yang lemah dalam membuka rute ke luar negeri,” kata Wong.

 ”Kemampuan Tiongkok untuk menarik orang asing atau pengusaha asing untuk berinvestasi, pertukaran, belajar, dan berkunjung ke Tiongkok juga menurun, yang berarti lebih sedikit perusahaan dan lembaga riset akan datang ke Tiongkok, yang menyebabkan penurunan pengaruh internasional dan daya tarik investasi Tiongkok di masa depan.”

Reporter Epoch Times Luo Ya dan Reuters berkontribusi pada laporan ini.

Sumber : The Epoch Times