Banyak Orang Dibuat Menangis oleh Seorang Anak Laki-laki yang Berbisik ‘Aku Mencintaimu’ pada Ibunya yang Terbaring Sekarat Karena Kanker

EtIndonesia. Media sosial Tiongkok dibuat patah hati oleh kisah mengharukan seorang anak laki-laki berusia empat tahun di Tiongkok yang terus memanggil ibunya di samping tempat tidurnya hingga kanker merenggut napas terakhirnya.

Lima juta pengguna Douyin menyaksikan klip video yang menyentuh dari Yang Yucheng, 4 tahun, yang dengan lembut memanggil : “ibu,” dan berbisik: “Aku mencintaimu,” saat dia duduk di samping tempat tidur ibunya di rumah mereka di Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya.

Ibunya, Cun Caituan, didiagnosis menderita kanker kandung empedu stadium akhir pada bulan Agustus tahun lalu.

Sekitar 70 persen pasien kanker kandung empedu menerima diagnosis lanjutan pada saat deteksi, dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun yang suram hanya lima persen, seperti yang terungkap dalam pertemuan puncak operasi hepato-pankreato-bilier tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Anti-Kanker Jiangsu.

Pada 17 Oktober, suaminya, Yang Fan, mengumumkan kematiannya pada usia 30 tahun di akun Douyin miliknya, yang memiliki 200.000 pengikut.

Sebuah video yang diambil oleh sang ayah lima hari sebelum kematiannya memperlihatkan anak laki-laki kecil itu berbaring di sampingnya, dengan polos bertanya mengapa dia tidak berbicara kepadanya.

Cun, yang telah kehilangan berat badan 20 kg hanya dalam waktu satu bulan dan tampak lemah, mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah putranya dengan lembut dan menyuruhnya “tidur”.

Sang ayah mengatakan bahwa putranya berangsur-angsur menjadi dewasa saat dia melihat kehidupan ibunya berlalu begitu saja.

“Dia tampaknya memahami segalanya dan tidak memahami apa pun sekaligus,” kenangnya.

Dia mencatat bahwa putranya dulu selalu menangis meminta pelukan ibunya tetapi belajar untuk merawatnya dengan memberinya air dan memijatnya setelah kesehatannya menurun.

Sang suami menceritakan bahwa dia bertemu Cun pada kencan buta pada tahun 2017 dan menikahinya dua tahun kemudian. Putra mereka lahir pada tahun 2020.

Orangtuanya awalnya menentang pernikahan tersebut karena Yang berasal dari latar belakang pedesaan yang sederhana.

Namun, Yang tidak pernah goyah dalam komitmennya kepada Cun. Sebagai pemilik toko reparasi ponsel kecil, dia meminjam uang dan membawanya ke dokter spesialis di kota-kota besar. Dia juga membuka akun Douyin untuk mencari sumbangan dan menghasilkan pendapatan melalui penjualan streaming langsung.

Orangtuanya juga sangat berdedikasi dalam perawatannya, menjual apa pun yang mereka bisa untuk mengumpulkan dana.

Dia mengatakan kepada Guangzhou Daily bahwa dia telah menghabiskan 700.000 yuan (sekitar Rp 1,5 miliar) untuk perawatannya.

“Dia pasti patah hati karena meninggalkan anaknya di usia yang begitu muda,” seorang komentator mengenang Douyin.

“Dia menghadapi kemalangan dalam penyakitnya tetapi beruntung memiliki keluarga yang penuh kasih. Beristirahatlah dengan tenang,” komentar yang lain. (yn)

Sumber: scmp

Wanita di Tiongkok dari ‘Anak Kecil Gendut’ Menjadi Gadis Berotot, Bian Ruiying Mengenang Transformasinya

EtIndonesia. Seorang wanita muda Tiongkok, yang pernah menghadapi body shaming karena berat badannya, telah membuat banyak orang di media sosial Tiongkok kagum dengan mengenakan pakaian tradisional Tiongkok yang menonjolkan bentuk tubuhnya yang mengagumkan setelah 12 tahun berlatih keras.

Wanita tersebut, yang dikenal sebagai Bian Ruiying, berasal dari Suzhou di Provinsi Jiangsu di Tiongkok tenggara dan memiliki 2,9 juta pengikut di Douyin.

Baru-baru ini, dia berbagi pengalamannya bercosplay sebagai Wu Zetian, kaisar wanita pertama dan satu-satunya di Tiongkok, selama kunjungannya ke Luoyang di Provinsi Henan bagian tengah.

Dalam videonya, dia memulai dengan bercanda, bertanya: “Bagaimana rasanya mengunjungi Luoyang sebagai seorang kaisar?” Dan dengan jenaka menambahkan: “Lihatlah bentuk tubuhku – apakah aku bisa bercosplay sebagai Lin Daiyu?”

Lin adalah karakter terkenal dari novel klasik Tiongkok abad ke-18 Dream of the Red Chamber karya Cao Xueqin, yang terkenal karena kecantikannya yang lembut, kesehatannya yang rapuh, dan sifatnya yang melankolis.

Dalam video tersebut, Bian menghiasi dirinya dengan hiasan kepala yang indah dan pakaian tradisional, dengan percaya diri menghunus pedang dari sarungnya.

Kamera menangkapnya saat dia melepaskan selendangnya, memperlihatkan lengannya yang berotot – kontras yang jelas yang menggarisbawahi kekuatan yang dimilikinya dan keanggunan pakaiannya.

Suara latar bergema dengan kuat: “Dunia ini tidak hanya milik pria. Saya ingin semua orang memahami bahwa kekuatan yang dimiliki pria, juga dapat dimiliki wanita. Saya mungkin bukan permaisuri yang paling cantik, tetapi saya tidak diragukan lagi akan menjadi kaisar yang paling berkuasa.”

Lahir pada tahun 1984, Bian berjuang melawan berat badannya selama masa kanak-kanak, sering diejek sebagai “anak kecil yang gemuk” meskipun tingginya 154 cm dan beratnya 70 kg.

Bertekad untuk menurunkan berat badan, dia mencoba berbagai metode, termasuk pil diet, akupunktur, dan puasa, sebelum akhirnya bergabung dengan pusat kebugaran pada usia 30 tahun.

“Tujuan saya bergabung dengan pusat kebugaran adalah untuk mendapatkan tubuh model Victoria’s Secret. Saya tidak pernah bercita-cita menjadi wanita berotot. Awalnya, saya pikir memiliki otot besar itu berlebihan, dan saya tidak menghargainya,” ungkapnya kepada Yangtse Evening Post.

Setelah berlatih selama setahun, Bian memenangkan kejuaraan pertamanya di kompetisi binaraga di Suzhou pada tahun 2015.

Pada tahun 2020, dia mengklaim gelar di kualifikasi IFBB Chicago Pro Women’s Physique, mengukir sejarah sebagai binaragawan wanita pertama dari Tiongkok yang berkompetisi di panggung Olimpiade.

Saat ini, Bian tidak hanya menjadi atlet profesional tetapi juga influencer kebugaran dan kencan di Douyin.

Kisah hidupnya yang inspiratif dan perannya sebagai Permaisuri Wu Zetian telah memikat penonton di media sosial Tiongkok, membuatnya mendapat pujian luas.

Seorang penonton berkomentar: “Wah, dia sangat kuat!”

Yang lain menyindir: “Jika Wu Zetian benar-benar terlihat seperti ini, Dinasti Tang bisa saja bertahan selama seratus tahun lagi.” (yn)

Sumber:scmp

Arkeolog : ‘Vampir di Dunia Nyata’ Dianggap Sangat Berbahaya Hingga Dia Digembok di Dalam Kuburan dengan Sabit di Lehernya

EtIndonesia. Tepat pada saat musim seram, arkeolog telah mengungkap informasi baru yang mengerikan tentang bagaimana seorang “vampir di dunia nyata” menghabiskan saat-saat terakhirnya.

Seorang “vampir” wanita elit yang meninggal sekitar 350 tahun lalu pertama kali ditemukan dua tahun lalu di sebuah kuburan abad pertengahan di Pień, Polandia. Dijuluki Zosia oleh para peneliti, ilustrasi baru tentang seperti apa rupa vampir wanita berusia 18 tahun itu menunjukkan bahwa dia memiliki kulit putih, mata biru, rambut pendek, dan satu gigi seri yang menonjol.

Zosia juga dibaringkan dengan topi sutra di kepalanya, yang menandakan bahwa dia memiliki status sosial yang tinggi.

Namun, statusnya tidak akan menyelamatkannya dari tuduhan kejahatan: Dari sekitar 100 kerangka lainnya di lokasi kuburan, hanya Zosia yang ditutupi sabit di lehernya dan gembok raksasa di jari kakinya.

Profesor Dariusz Polinski, yang memimpin penelitian terbaru tentang Zosia bersama mitra studi Magda Zagrodzka, mengatakan kepada Daily Mail: “Dapat diasumsikan bahwa karena suatu alasan mereka yang menguburkan wanita itu takut dia akan bangkit dari kubur. Mungkin mereka takut dia adalah vampir.”

Para ahli percaya bahwa sabit dan gembok dipasang pada mayat sebagai bentuk “perlindungan ganda” bagi penduduk desa karena takut “vampir” itu bisa bangkit dari kubur; sabit itu akan memastikan bahwa dia akan dipenggal jika dia mencoba bangkit dari kuburnya.

“Sabit itu tidak diletakkan datar, tetapi diletakkan di leher sedemikian rupa sehingga jika almarhum mencoba untuk bangun kemungkinan besar kepalanya akan terpenggal atau terluka,” jelas Polinski.

Polinski dan Zagrodzka bekerja sama dengan Oscar Nilsson, seorang ahli pengenalan wajah yang mengambil pemindaian digital tengkorak Zosia dan membuat salinannya menggunakan printer 3D. Dia menggunakan tanah liat untuk membentuk “otot” baru di wajahnya, serta silikon untuk memberi kulit baru.

Pemindaian tulang yang diperiksa oleh penyelidik medis dr. Heather Edgar di Universitas New Mexico menemukan kelainan pada tulang dada Zosia.

Kelainan tersebut menunjukkan kemungkinan adanya kelainan fisik yang menyebabkan rasa sakit yang hebat dan “menandai orang ini [di mata orang lain] dengan cara yang negatif,” menjadi alasan dia ditakuti sebagai vampir sebelum dia dikorbankan dan dikubur, Edgar mengatakan kepada Times.

Dengan perang Swedia-Polandia yang terjadi pada saat kematiannya, para peneliti percaya bahwa mungkin saja Zosia adalah orang Swedia dan dianggap sebagai “orang luar yang tidak diinginkan.”

Sekitar 30 dari 100 makam ditemukan dengan tanda-tanda dikekang, yang akhirnya menyebabkan situs tersebut dijuluki, “Ladang Vampir”.

Polinski mengatakan bahwa pemakaman tersebut khusus untuk orang-orang yang “dikucilkan dari masyarakat;” namun, semua makam dibiarkan tanpa tanda dan tidak ada catatan tertulis mengenai mayat-mayat tersebut.

Di antara makam-makam lainnya terdapat seorang anak yang sebagian tubuhnya telah digali, seorang wanita yang menderita sifilis stadium lanjut, seorang wanita hamil, dan seorang pria dengan mayat anak di kakinya.

Beberapa mayat dibalikkan, beberapa dibebani dengan batu, dan yang lainnya memiliki koin di mulutnya.

“Cara untuk melindungi diri dari kembalinya orang mati termasuk memotong kepala atau kaki, meletakkan mayat dengan posisi wajah menghadap ke bawah untuk menggigit tanah, membakarnya, dan memukulnya dengan batu,” kata Polinski kepada Daily Mail.

Zosia yang memiliki sabit di lehernya menunjukkan bahwa dialah yang paling ditakuti oleh mereka yang membunuhnya.

Menurut majalah Smithsonian, orang Eropa Timur awalnya menjadi takut pada vampir pada abad ke-11, percaya bahwa “beberapa orang yang meninggal akan merangkak keluar dari kubur sebagai monster penghisap darah yang meneror yang hidup.”

Pada abad ke-17, “praktik penguburan yang tidak biasa menjadi umum di seluruh Polandia sebagai tanggapan terhadap wabah vampir yang dilaporkan,” lapor Science Alert.

Polinkski dan Zagrodzka berencana untuk kembali melakukan penggalian lebih lanjut, termasuk penggalian malam hari menggunakan lampu neon yang dapat mengungkap tulang-tulang baru.

Penemuan terbaru tentang Zosia, “vampir di dunia nyata,” menjadi subjek film dokumenter dua bagian baru berjudul “Field of Vampires,” yang akan ditayangkan di Sky History pada tanggal 29 Oktober dan 5 November pukul 9 malam. (yn)

Sumber: nypost

Hizbullah Tunjuk Pengganti Hassan Nasrallah,  Israel : ‘Tidak Akan Lama’

Naim Qassem, seorang anggota pendiri Hizbullah, telah diangkat sebagai pemimpin baru.

ETIndonesia. Kelompok yang disematkan oleh AS dan Eropa sebagai teroris Lebanon, Hizbullah,  menunjuk Naim Qassem sebagai pengganti pemimpin mereka yang terbunuh, Hassan Nasrallah, dan Israel sudah menargetkan nyawanya.

“Penunjukan sementara. Tidak akan lama,” tulis Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, di X pada  Senin bersama foto Qassem. “Hitungan mundur telah dimulai.”

Qassem, 71 tahun, menjabat sebagai pemimpin sementara setelah Nasrallah tewas dalam serangan udara Israel di Beirut pada 27 September. Kepemimpinan baru Hizbullah awalnya diperkirakan akan diberikan kepada sepupu Nasrallah, Hashem Safieddine, namun pada 22 Oktober terungkap bahwa dia juga tewas dalam serangan udara Israel hampir tiga minggu sebelumnya.


Sebagai anggota pendiri Hizbullah, Qassem telah mengabdi lebih dari 30 tahun sebagai wakil Nasrallah dan muncul sebagai juru bicara utama kelompok tersebut, terutama ketika ketegangan dengan Israel di perbatasan Lebanon meningkat sejak Oktober lalu.


Dia juga salah satu dari sedikit pemimpin senior Hizbullah yang masih hidup setelah serangan udara Israel yang menargetkan banyak pemimpin senior kelompok tersebut dalam beberapa minggu terakhir.


Dalam peringatan keras, Israel menyatakan bahwa Qassem mungkin akan segera mengalami nasib yang sama seperti para rekan-rekannya.


“Masa jabatannya dalam posisi ini mungkin menjadi yang terpendek dalam sejarah organisasi teroris ini jika ia mengikuti jejak pendahulunya Hassan Nasrallah dan Hashem Safieddine,” tulis sebuah unggahan dari akun X pemerintah Israel dalam bahasa Arab. “Tidak ada solusi di Lebanon kecuali membubarkan organisasi ini sebagai kekuatan militer.”

Qassem lahir pada tahun 1953 di Lebanon selatan. Dia adalah seorang ulama Syiah sampai akhir 1970-an ketika dia bergabung dengan gerakan Amal selama Perang Saudara Lebanon antara Kristen Maronit dan Muslim.


Pada tahun 1979, setelah Revolusi Islam Iran, Qassem memisahkan diri dari Amal ketika gerakan itu bergerak ke arah yang lebih sekuler. Pada tahun 1982, bersama beberapa mantan anggota Amal yang sejalan dengan ideologi  radikalnya, mereka mendirikan Hizbullah.
Pada tahun 1991, Qassem diangkat sebagai wakil pemimpin di bawah pemimpin pendiri Abbas al-Musawi, yang tewas dalam serangan Israel pada tahun berikutnya. Qassem melanjutkan perannya ini ketika Nasrallah menjadi pemimpin dan menjabat sebagai wakilnya hingga Nasrallah tewas.

Sejak tewasnya Nasrallah, Qassem telah memberikan beberapa pidato televisi, termasuk pada 30 September, di mana ia mengatakan kepada para pendukung bahwa kelompoknya akan “mengisi posisi kepemimpinan secara permanen” dan terus berjuang melawan Israel dalam solidaritas dengan Palestina.

“Apa yang kami lakukan adalah yang paling minimal… Kami tahu bahwa pertempuran ini mungkin panjang,” katanya dalam pidato berdurasi 19 menit, berbicara di depan panel kayu dari lokasi yang dirahasiakan.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah telah berlangsung selama beberapa dekade dan meningkat pada tahun lalu sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023—juga kelompok  yang didukung Iran—yang menewaskan 1.200 orang, melukai ribuan orang, dan menculik lebih dari 250 orang.

Serangan balasan Israel di Gaza pada hari itu juga disambut dengan roket, misil, dan drone dari Hizbullah sebagai dukungan untuk Hamas, yang mendorong Israel untuk membalas.

Sumber : The Epoch Times

Wanita Amerika Meninggal Setelah Menabrak Baling-baling Pesawat yang Sedang Melaju Saat Mengambil Foto

EtIndonesia. Seorang fotografer di Amerika Serikat meninggal setelah menabrak baling-baling pesawat saat mengambil foto. Insiden tragis itu terjadi di bandara milik swasta di Kansas. Laporan menunjukkan korban adalah seorang fotografer perjalanan berpengalaman bernama Amanda Gallagher.

Menurut Kantor Sheriff Sedgwick County, wanita berusia 37 tahun itu meninggal sekitar pukul 14:40 pada hari Sabtu (26/10) saat mengambil foto di lapangan terbang di luar Wichita setelah menabrak baling-baling pesawat saat pesawat itu mendarat. Menurut pihak berwenang, wanita itu “melakukan kontak dengan pesawat yang mendarat dan diam, tetapi masih melaju.”

Dia segera dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal.

Administrasi Penerbangan Federal dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional diberitahu tentang insiden itu dan sedang melakukan penyelidikan.

Air Capital Drop Zone, sebuah perusahaan terjun payung yang berbasis di Kansas, mengatakan bahwa Gallagher telah dipesan sebagai pengamat untuk mengambil foto para penerjun payung saat berada di salah satu penerbangannya sore itu.

Menurut berita dan laporan FAA. Amanda kembali ke lokasi pendaratan di Lapangan Terbang Cook di Derby dan kelompok penerjun berikutnya mulai menaiki pesawat Cessna 182 yang mendarat.

“Setelah pesawat mendarat, karena alasan yang tidak diketahui, saat kelompok penerjun berikutnya naik, dia bergerak di depan sayap, yang merupakan pelanggaran terhadap prosedur keselamatan dasar,” kata Air Capital Drop Zone dalam sebuah pernyataan.

“Dengan kameranya terangkat untuk mengambil foto saat dia melakukannya, dia melangkah mundur sedikit dan tanpa menyadari ke arah baling-baling yang berputar.”

Lapangan Terbang Cook, bandara milik swasta di Kansas tempat insiden itu terjadi, mengonfirmasi kematiannya. “Saya tidak ada di sana saat itu terjadi, jadi saya tidak akan berspekulasi tentang apa yang mungkin terjadi atau seharusnya terjadi secara berbeda,” tulis pejabat dari lapangan terbang itu.

Gallagher adalah seorang fotografer berpengalaman yang mencatat perjalanannya sendiri dan mengambil gambar pengalaman terjun payung orang lain. Dia memiliki perusahaan fotografinya sendiri, AG Photography.

GoFundMe telah disiapkan untuk membantu mengumpulkan uang untuk biaya pemakaman Gallagher. (yn)

Sumber: wionews

Kegagalan Kebijakan Terbaru Beijing Menambah Serangkaian Kesalahan yang Melemahkan Ekonomi Tiongkok

Sebagai upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi Tiongkok  pada  September mengalami hambatan. Meskipun ada janji dari Beijing, kepercayaan publik tetap rendah akibat kesalahan sebelumnya

Milton Ezrati

Upaya Beijing pada September lalu untuk menghidupkan kembali ekonomi Tiongkok yang terpuruk telah mengecewakan. Pihak berwenang menjanjikan lebih banyak lagi, tetapi setelah serangkaian kegagalan, jelas ada sedikit keyakinan bahwa apa pun yang terjadi selanjutnya akan berhasil. Bahkan tidak jelas apakah Beijing mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya. Taruhan cerdasnya adalah bahwa ekonomi Tiongkok akan terus tertekan.

Program September merupakan upaya terbesar sejauh ini untuk menggerakkan ekonomi Tiongkok. Namun, seperti yang penulis bahas pada 2 Oktober dalam artikel “Beijing Pasti Putus Asa: Stimulus Baru Masih Belum Cukup untuk Menghidupkan Kembali Ekonomi Tiongkok,” ada banyak kekurangan. Pada awalnya, pasar menunjukkan antusiasme terhadap skala upaya Beijing, namun kekurangan tersebut segera tampak, dan antusiasme itu baru-baru ini berubah menjadi tanda-tanda kekecewaan.

Belakangan ini, pengamat mulai berspekulasi bahwa pemimpin Tiongkok,  Xi Jinping mungkin kurang tertarik untuk benar-benar menggerakkan ekonomi daripada menghindari malu akibat kegagalan finansial. Mereka menunjukkan bahwa kecenderungan ini terlihat jelas dalam kebijakan September yang menekankan suku bunga, pelonggaran moneter, dan bantuan khusus untuk sektor keuangan.

Namun, tidak semua upaya Beijing pada  September berfokus pada sektor keuangan dan perusahaan keuangan. Pihak berwenang mengambil langkah-langkah untuk menghidupkan kembali pembelian rumah dan membersihkan pasar dari surplus unit. Termasuk suku bunga hipotek yang lebih rendah dan cara baru bagi pemilik rumah untuk mengurangi beban pembiayaan. Tetapi, seperti yang disebutkan dalam diskusi 2 Oktober, upaya ini tidak cukup untuk mengimbangi dampak penurunan nilai properti sebesar 12 persen sejak 2021, apalagi rentetan kegagalan di antara pengembang perumahan seperti Evergrande dan County Garden selama periode ini.

Kekecewaan terhadap upaya Beijing yang terbaru ini sangat mendalam karena datang setelah serangkaian kesalahan kebijakan oleh para perencana pusat Tiongkok. Banyak dari kesalahan tersebut berkontribusi pada masalah yang kini coba diperbaiki oleh para perencana. Kesalahan ini dan masalah ekonomi Tiongkok  dimulai dengan kebijakan “nol-COVID” Xi. Kebijakan ini memperpanjang penutupan terkait pandemi hingga dua tahun setelah negara lain mulai membuka ekonomi mereka kembali. Kebijakan ini tidak hanya mengganggu hubungan dagang yang penting bagi ekonomi dan bisnis Tiongkok, tetapi juga melemahkan kepercayaan pekerja Tiongkok bahwa mereka dapat mengandalkan pendapatan yang stabil. Ketidakpastian ini masih terasa hingga kini.

Jika kebijakan pandemi belum cukup membebani ekonomi Tiongkok, Beijing pada 2020–2021 memutuskan bahwa negara perlu beralih dari pengembangan real estate sebagai mesin pertumbuhan ke bidang teknologi tinggi. Setelah puluhan tahun mempromosikan pengembangan real estate melalui berbagai dukungan finansial dan hubungan erat dengan pemerintah lokal — kebijakan yang pernah membuat sektor ini mencapai hampir 45 persen dari ekonomi — Beijing tiba-tiba menarik dukungan tersebut tanpa memberikan waktu bagi pihak terkait untuk beradaptasi.

Tidak mengherankan, pengembang besar yang telah sangat berutang untuk memanfaatkan dukungan di masa lalu mulai gagal. Pola buruk ini dimulai dengan kegagalan besar Evergrande pada 2021 dan sejak itu menyebar ke seluruh pengembang properti. Karena Beijing tidak banyak melakukan apa pun untuk mengurangi dampaknya hingga 2023, kegagalan finansial ini menyebabkan penurunan pembelian rumah, penurunan tajam harga properti, dan membebani keuangan Tiongkok sehingga tidak dapat mendukung pertumbuhan seperti yang seharusnya.

Dalam kesalahan kebijakan yang lebih baru, para perencana pada 2023 memutuskan bahwa mereka dapat menggantikan mesin pertumbuhan Tiongkok  yang gagal dengan fokus pada industri kritis, termasuk kendaraan listrik, kecerdasan buatan, dan kegiatan berorientasi teknologi lainnya. Beijing mengalirkan dana ke bidang ini — dana yang mungkin lebih baik digunakan untuk meringankan beban konsumen, bisnis terkait, dan pasar keuangan di Tiongkok.

Karena ekonomi Tiongkok yang sudah lemah tidak dapat mendukung peningkatan output di bidang ini, dan keteguhan Beijing yang keras dalam menghadapi keluhan dari mitra dagang Barat dan Jepang membuat mereka enggan membeli dari peningkatan kapasitas teknologi tinggi Tiongkok, semua kapasitas yang baru dibangun ini tidak meningkatkan aktivitas yang lebih tinggi.

Dengan catatan ini, sulit membayangkan kepercayaan pada upaya masa depan Partai Komunis Tiongkok untuk memenuhi kebutuhan ekonomi atau sektor keuangan. Probabilitasnya tampaknya mengarah pada prospek pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dan di bawah standar di Tiongkok untuk masa mendatang. (asr)

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times

Milton Ezrati adalah editor kontributor di The National Interest, afiliasi dari Center for the Study of Human Capital di University at Buffalo (SUNY), dan kepala ekonom di Vested, sebuah firma komunikasi yang berbasis di New York. Sebelum bergabung dengan Vested, ia menjabat sebagai kepala strategi pasar dan ekonom untuk Lord, Abbett & Co. Dia juga sering menulis untuk City Journal dan menulis blog untuk Forbes. Buku terbarunya adalah “Thirty Tomorrows: The Next Three Decades of Globalization, Demographics, and How We Will Live.”

Putin Mengawasi Latihan Pasukan Nuklir Rusia di Tengah Meningkatnya Ketegangan Internasional

ETIndonesia. Presiden Rusia Vladimir Putin mengawasi latihan peluncuran rudal kekuatan nuklir darat, laut, dan udara Rusia pada 28 Oktober. Putin juga memimpin serangkaian latihan senjata nuklir pada 29 Oktober, di tengah kekhawatiran Barat yang semakin meningkat bahwa ia akan meningkatkan perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Kremlin mengumumkan bahwa Putin mengawasi latihan nuklir pada  Selasa, yang mencakup uji peluncuran rudal balistik dan rudal jelajah. Latihan tersebut melibatkan uji coba dari tiga komponen triad nuklir Rusia. Pasukan rudal berbasis darat Rusia meluncurkan rudal balistik antarbenua Yars dari Kosmodrom Uji Negara Plesetsk di Rusia barat ke lokasi uji Kura di wilayah Kamchatka, Rusia timur.

Kapal selam nuklir strategis Novomoskovsk meluncurkan rudal balistik di Laut Barents di Lingkaran Arktik, sementara kapal selam bertenaga nuklir Knyaz Oleg juga melakukan peluncuran dari Laut Okhotsk di lepas pantai Pasifik Rusia. Pembom jarak jauh Tu-95MS, yang mewakili komponen udara dari triad nuklir Rusia, juga meluncurkan rudal balistik selama latihan pada hari Selasa.

Ini adalah latihan nuklir kedua yang diadakan Moskow dalam dua minggu terakhir. Latihan hari Selasa ini mengikuti latihan pada 18 Oktober di wilayah Tver, barat laut Moskow, yang melibatkan satu unit yang dilengkapi dengan rudal balistik antarbenua Yars yang mampu mencapai kota-kota di Amerika Serikat.

Ancaman penggunaan kekuatan nuklir terus membayangi selama 2 1/2 tahun konflik antara Rusia dan Ukraina. Berbicara pada sebuah konferensi yang diadakan oleh Financial Times pada September, Direktur CIA Bill Burns mengatakan bahwa dia percaya ada risiko nyata pada musim gugur 2022 bahwa pasukan Rusia mungkin menggunakan senjata nuklir taktis di tengah konflik di Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy  berulang kali meminta Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya untuk memberi Ukraina senjata jarak jauh dan izin untuk menggunakannya jauh di dalam wilayah Rusia. Sebaliknya, Moskow  menyatakan bahwa mereka dapat menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklirnya.

Bulan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan bahwa Moskow memiliki “niat jelas” untuk merevisi postur nuklirnya sebagai tanggapan atas dukungan Barat yang semakin meningkat bagi Ukraina untuk melawan pasukan invasi Rusia. Bulan lalu, Putin juga menyarankan bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir sebagai respons terhadap serangan besar-besaran di Rusia dengan “pesawat strategis atau taktis, rudal jelajah, drone, hipersonik, dan pesawat lainnya.”

Menanggapi latihan nuklir pada Selasa, Putin mengatakan bahwa kekuatan nuklir tetap menjadi “langkah ekstrim dan luar biasa untuk memastikan keamanan negara,” tetapi juga merupakan “penjamin yang andal” atas kedaulatan dan keamanan nasional Rusia.

“Mengingat meningkatnya ketegangan geopolitik dan munculnya ancaman serta risiko eksternal baru, penting untuk memiliki kekuatan strategis modern yang selalu siap untuk digunakan dalam pertempuran,” kata presiden Rusia tersebut pada  Selasa.

Putin berjanji bahwa Rusia akan terus memodernisasi kekuatan nuklirnya.

Latihan nuklir pada 18 dan 29 Oktober juga dilakukan setelah laporan bahwa Korea Utara mengirim ribuan tentaranya ke Rusia, yang mungkin akan berperang bersama pasukan Rusia melawan Ukraina.

Pentagon pada 28 Oktober mengatakan bahwa 10.000 tentara Korea Utara  dikerahkan ke Rusia timur untuk pelatihan. Pada konferensi pers, juru bicara deputi Pentagon Sabrine Singh mengatakan bahwa pengerahan pasukan Korea Utara dalam perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung akan menjadi “eskalasi lebih lanjut” dalam konflik tersebut. Singh mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan membatasi pasukan Ukraina untuk menggunakan senjata yang dipasok AS terhadap tentara Korea Utara.

Pada hari yang sama, NATO juga mengatakan bahwa Korea Utara telah mengirim pasukan ke Rusia untuk membantu dalam perang tersebut. 

“Hari ini, saya dapat mengonfirmasi bahwa pasukan Korea Utara telah dikirim ke Rusia, dan bahwa unit militer Korea Utara telah dikerahkan ke wilayah Kursk,” kata Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam sebuah pernyataan.

Pyongyang membantah klaim awal tentang tentara Korea Utara di Rusia. Moskow belum secara langsung mengkonfirmasi dugaan pengerahan pasukan Korea Utara tersebut.

Putin tidak membantah tuduhan tersebut ketika ditanya pada konferensi pers 24 Oktober. Dia secara khusus menyebutkan pasal pertahanan bersama dari perjanjian kemitraan Rusia dengan Korea Utara dan bahwa “apa yang kami lakukan dalam kerangka pasal ini adalah urusan kami.”

Reuters berkontribusi pada artikel ini.

Sumber : The Epoch Times

Praktik Perdagangan Tidak Adil Tiongkok : Subsidi, Kredit Murah, Insentif Pajak

oleh Antonio Graceffo

Partai Komunis Tiongkok (PKT) memanfaatkan sistem subsidi negara secara langsung dan tidak langsung yang tidak transparan untuk menekan harga ekspor, yang mana memungkinkan Tiongkok mendominasi sektor manufaktur utama sesuai dengan tujuan strategis jangka panjangnya.

Tiongkok  mensubsidi industri-industri yang sesuai dengan prioritas ekonominya. Subsidi ini—mulai dari dukungan keuangan langsung hingga insentif pajak, kredit murah, dan bahan baku yang lebih murah—dirancang untuk memastikan posisi Tiongkok sebagai negara eksportir terkemuka, mendominasi manufaktur hijau secara global, mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, dan menjadikan negara tersebut sebagai pemasok global utama. Akibatnya, perusahaan-perusahaan Tiongkok dengan cepat berkembang, mendominasi pasar domestik dan semakin memasuki pasar asing, seperti Uni Eropa, dalam sektor-sektor seperti panel surya, baterai kendaraan listrik (EV), kendaraan listrik (BEV), dan energi angin.

Sebuah studi terbaru oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) menemukan bahwa dukungan negara untuk industri mencapai setidaknya $238 miliar pada tahun 2019, yang mewakili 1,73 persen dari PDB-nya. Tingkat subsidi industri ini jauh melampaui negara-negara ekonomi utama lainnya, baik secara absolut maupun sebagai bagian dari PDB. Subsidi Tiongkok sekitar tiga kali lebih tinggi dari Prancis (0,55 persen dari PDB) dan empat kali lebih tinggi dari Jerman (0,41 persen) dan Amerika Serikat (0,39 persen). 

Perkiraan lebih lanjut menunjukkan bahwa subsidi Tiongkok  berkisar tiga hingga sembilan kali lebih besar dibandingkan dengan negara-negara anggota Uni Eropa dan Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), menyoroti peran signifikan intervensi negara dalam sektor industrinya.

Pada tahun 2023 saja, 99 persen perusahaan Tiongkok yang terdaftar menerima total $34 miliar dalam bentuk subsidi langsung. Meskipun subsidi langsung ini besar dan lebih mudah dideteksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan mitra dagang lainnya, Tiongkok  semakin mengandalkan subsidi tersembunyi, seperti insentif pajak, yang sering kali melebihi jumlah yang diberikan melalui dukungan langsung. Antara tahun 2013 dan 2023, insentif pajak untuk perusahaan-perusahaan besar Tiongkok melonjak hingga 400 persen. Misalnya, BYD menerima $1,27 miliar dalam bentuk subsidi langsung sambil menerima $5,08 miliar dalam bentuk insentif pajak. Demikian pula, BOE mendapatkan keuntungan sebesar $8,2 miliar dalam bentuk pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) selama lima tahun.

Banyak dari insentif ini berasal dari pengembalian PPN, yang standar untuk eksportir tetapi tumbuh jauh lebih cepat daripada ekspor, menimbulkan kecurigaan bahwa mereka berfungsi sebagai subsidi tersembunyi. 

Selain itu, PKT  sering menyesuaikan tingkat insentif pajak dan menawarkan insentif penelitian dan pengembangan, yang menunjukkan bahwa mereka memanipulasi sistem pajak untuk lebih menguntungkan sektor ekspornya.

Kredit di bawah harga pasar adalah bentuk subsidi tidak langsung lainnya, terutama untuk perusahaan milik negara (BUMN). Faktanya, kredit di bawah harga pasar untuk BUMN mencapai 0,52 persen dari PDB Tiongkok, menurut CSIS. 

Sebuah studi OECD yang mencakup tahun 2005–2019 menemukan bahwa perusahaan industri Tiongkok menerima dukungan pemerintah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan perusahaan di negara lain, mencapai sekitar 4,5 persen dari pendapatan mereka—terutama melalui pinjaman di bawah harga pasar. Tingkat dukungan ini hampir sembilan kali lebih besar daripada yang diterima oleh perusahaan sejenis di OECD.

Beijing juga memberikan dukungan melalui berbagai metode lainnya, termasuk bahan baku dan energi bersubsidi dari perusahaan milik negara, transfer teknologi paksa, dan perlakuan istimewa dalam pengadaan publik. Walaupun praktik ini tidak eksklusif untuk Tiongkok, skala dan frekuensinya sangat besar, sehingga secara signifikan meningkatkan daya saing global industri Tiongkok. Akibat dari subsidi yang tidak adil ini, Tiongkok telah menjadi pemimpin global dalam produksi sel surya dan baterai serta berupaya meraih dominasi serupa dalam sektor teknologi hijau lainnya, seperti EV, turbin angin, dan peralatan kereta api.

Kontroversi terbesar di antara mitra dagang Tiongkok, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, berpusat pada EV, di mana kenaikan pesat Tiongkok sebagai pasar dan pusat produksi terbesar dunia untuk BEV didorong oleh subsidi pemerintah yang luas. Tidak seperti banyak negara Barat, di mana subsidi biasanya diberikan langsung kepada konsumen, di Tiongkok, subsidi pembelian BEV dibayarkan langsung kepada produsen namun hanya untuk kendaraan yang diproduksi secara domestik, secara efektif mendiskriminasi impor. Subsidi ini sangat penting selama fase pertumbuhan industri. Antara tahun 2010 dan 2022, Tiongkok mengalokasikan sekitar $5,67 miliar untuk mendukung kendaraan energi baru (NEV). Sebelum 2020, rata-rata subsidi per kendaraan adalah $2.461, yang dikurangi menjadi $1.391 pada 2022 saat subsidi tersebut dihentikan.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah mengkritik Tiongkok atas kurangnya transparansi dalam program subsidi industrinya, terutama dalam sektor-sektor utama seperti EV, semikonduktor, dan baja. Meskipun WTO melarang subsidi tertentu, organisasi ini tidak mengklasifikasikan insentif pajak sebagai subsidi, sehingga memungkinkan Tiongkok menghindari aturan tersebut. Ketidaktransparanan sistem subsidi Tiongkok  ini membuat sulit membedakan antara dukungan domestik dan subsidi yang dirancang untuk mengganggu perdagangan dengan mempromosikan ekspor.

Sebagai tanggapan, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada telah menaikkan tarif untuk impor Tiongkok , terutama EV, dengan alasan bahwa subsidi tersebut mendistorsi persaingan global. Uni Eropa telah memperkenalkan tarif hingga 45 persen, sementara Amerika Serikat dan Kanada memberlakukan tarif 100 persen, secara efektif memblokir EV Tiongkok dari pasar mereka. Peningkatan ini telah menimbulkan kekhawatiran atas pengaruh Tiongkok yang semakin besar di pasar global dan potensi perang dagang. (asr)

Antonio Graceffo, PhD, adalah seorang analis ekonomi Tiongkok yang telah menghabiskan lebih dari 20 tahun di Asia. Mr. Graceffo adalah lulusan dari Shanghai University of Sport, memegang gelar Tiongkok-MBA dari Shanghai Jiaotong University, dan saat ini sedang mempelajari pertahanan nasional di American Military University. Beliau adalah penulis “Beyond the Belt and Road: China’s Global Economic Expansion” (2019).

Mendekati Batas Krisis! Konflik Israel-Iran Berubah Menjadi Panggung Perang Modern?

EtIndonesia. Ketika publik internasional berharap ketegangan di Timur Tengah akan mereda setelah serangan udara besar-besaran oleh ratusan jet tempur Israel terhadap Iran, situasi justru kian memanas. Meskipun Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sempat memberikan sinyal kesediaan untuk mengakhiri konfrontasi, Israel secara tegas menyatakan bahwa masalah ini masih jauh dari selesai.

Pada 28 Oktober 2024, kabinet Israel mengumumkan bahwa serangan pekan lalu adalah balasan atas serangan rudal Iran terhadap Israel pada awal bulan ini. Namun, Israel menegaskan bahwa pembalasan belum berakhir, terutama mengingat adanya serangan drone terhadap kediaman Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang diduga dilakukan oleh kelompok Al-Nujaba, milisi yang beroperasi di Lebanon dengan dukungan Iran. 

“Kami akan membalas pada saat yang tepat,” ujar seorang juru bicara Israel, mengindikasikan komitmen negara tersebut untuk menindak setiap serangan yang mengancam kedaulatan mereka.

Sikap Tegas Israel: Pantang Menyerah

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah menunjukkan ketegasan yang kuat, dengan reputasi sebagai negara yang tidak ragu membalas setiap ancaman terhadapnya. Negara ini, yang dikenal memiliki kapabilitas militer dan teknologi tinggi, menunjukkan bahwa tindakan konkret lebih bermakna daripada sekadar diplomasi.

Perdana Menteri Netanyahu, dalam pernyataan terbarunya, menegaskan kembali fokus Israel terhadap program nuklir Iran yang dinilai sebagai ancaman serius. 

“Kami akan terus berupaya menghilangkan ancaman dari Iran,” ujarnya.

Langkah-Langkah Mengejutkan Israel: UNRWA Ditetapkan sebagai Organisasi Teroris

Israel telah mengambil dua langkah signifikan yang mengejutkan komunitas internasional. Pertama, Israel mengumumkan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, sebagai persona non grata di negara itu. Langkah ini diambil karena Guterres dinilai gagal mengecam serangan rudal Iran terhadap Israel secara tegas dan dianggap mendukung terorisme.

Kedua, pada 28 Oktober 2024, parlemen Israel menetapkan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) sebagai organisasi teroris, memutuskan semua kontak, dan melarang operasinya di Israel. Israel menuduh bahwa organisasi tersebut telah disusupi oleh Hamas, kelompok militan yang mendapat dukungan Iran. Dukungan finansial dari negara-negara Eropa, termasuk AS dan Jerman, juga terhenti setelah investigasi internal PBB menunjukkan dugaan keterlibatan sembilan karyawan UNRWA dalam serangan teroris oleh Hamas pada Oktober lalu.

Peningkatan Kapasitas Pertahanan Israel: Sistem Iron Beam

Di tengah ketegangan, Israel juga memperkuat pertahanannya dengan meluncurkan sistem Iron Beam, teknologi laser yang dirancang untuk melengkapi Iron Dome. Dengan jangkauan efektif 7,2 kilometer, Iron Beam mampu menghancurkan target seperti drone dan roket dengan biaya operasi hanya dua dolar per tembakan, jauh lebih ekonomis daripada Iron Dome. Teknologi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keamanan Israel dari ancaman rudal, terutama dari wilayah-wilayah konflik di sekitar mereka.

Namun, sistem Iron Beam memiliki keterbatasan, yakni efektivitas yang terganggu oleh cuaca ekstrem dan jarak maksimum 20 kilometer. Israel berencana mengintegrasikan sistem ini dengan Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow-3 sebagai bagian dari sistem pertahanan berlapis yang siap menghadapi berbagai ancaman eksternal.

Ketegangan Meningkat dengan Keterlibatan Al-Nujaba dan Dukungan Iran

Pada 29 Oktober 2024, milisi Al-Nujaba, yang berafiliasi dengan Iran, mengumumkan pengangkatan Naim Qassem sebagai Sekretaris Jenderal baru, menyusul kematian beberapa pemimpin mereka dalam serangan Israel. Qassem, yang saat ini berlindung di Iran, sebelumnya telah dikenai sanksi oleh AS pada 2018. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, memberikan respons keras terhadap pengangkatan ini dengan peringatan bahwa jabatan tersebut tidak akan bertahan lama.

Pada malam yang sama, Israel melancarkan operasi militer di timur laut Lebanon dan Tepi Barat Sungai Yordan. Dalam operasi tersebut, sekitar 260 militan ditangkap, puluhan alat peledak dihancurkan, dan berbagai aset milik kelompok militan disita. Aktivitas Israel di selatan Lebanon terus meningkat, dengan laporan tentang rudal-rudal jelajah yang melintasi Laut Mediterania, menjadi pengingat tegas bagi milisi-milisi yang mendukung Iran.

Peringatan Netanyahu untuk Suriah

Perdana Menteri Netanyahu juga memberikan peringatan keras kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad, agar tidak melanjutkan dukungannya terhadap Iran dan kelompok Al-Nujaba. Jika dukungan ini berlanjut, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan ragu untuk bertindak lebih lanjut di Suriah.

Konflik Memanas di Wilayah Lain: Ukraina dan Keterlibatan Tentara Korea Utara

Pada hari yang sama, konflik Rusia-Ukraina mendapat perhatian global ketika tentara Ukraina menyerang markas tentara Korea Utara di wilayah Kursk, Rusia, yang menyebabkan sekitar 200 tentara tewas. Langkah ini terjadi setelah foto tentara Korea Utara di Rusia tersebar luas, menampilkan simbol Kim Il-sung dan Kim Jong-il di barak mereka.

Sebagai respons terhadap eskalasi ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin, segera mengumumkan latihan nuklir dengan peluncuran rudal balistik antarbenua Yars dan Sineva, menandai kesiapan militer Rusia dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi menuju konflik berskala global.

Bayangan Perang Dunia Ketiga Semakin Nyata

Serangkaian peristiwa ini menandakan peningkatan ketegangan di beberapa wilayah dunia, dengan Timur Tengah dan Eropa Timur menjadi pusat perhatian. Ketegasan Israel dalam menanggapi ancaman dari Iran, keterlibatan Rusia dan Korea Utara dalam konflik Ukraina, serta langkah diplomatik kontroversial di PBB menunjukkan bahwa geopolitik global sedang berada dalam titik kritis, dengan ancaman serius terhadap perdamaian dunia.

CDC AS Peringatkan Meningkatnya Kasus Mycoplasma Pneumoniae Sepanjang Tahun Ini

Infeksi bakteri ini ‘khususnya’ meningkat pada anak-anak kecil, menurut CDC

oleh Jack Phillips

Kasus mycoplasma pneumoniae, yang kadang-kadang dikenal sebagai “pneumonia atipikal,” meningkat tahun ini, seperti yang disampaikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dalam pembaruan terbaru. Infeksi bakteri ini telah “khususnya” meningkat pada kasus yang melibatkan “anak-anak kecil,” kata CDC pada 18 Oktober, dengan penambahan bahwa kasus mulai meningkat di seluruh Amerika Serikat sejak musim semi dan tetap tinggi sejak saat itu.

“Proporsi pasien yang keluar dari ruang gawat darurat dengan diagnosis pneumonia terkait M. pneumoniae atau bronkitis akut telah meningkat selama enam bulan terakhir, mencapai puncaknya pada akhir Agustus,” kata lembaga tersebut.

Jumlah kunjungan ke ruang gawat darurat dengan kasus pneumonia pada anak-anak usia 2 hingga 4 tahun meningkat dari 1 persen menjadi lebih dari 7 persen tahun ini, menurut CDC. Anak-anak usia 5 hingga 17 tahun juga mengalami peningkatan dari 3,6 persen menjadi 7,2 persen dalam periode yang sama.

Secara umum, infeksi mycoplasma “secara historis tidak dikenal sebagai penyebab utama pneumonia” pada kelompok usia 2 hingga 4 tahun, kata CDC. Namun, antara 31 Maret dan 5 Oktober tahun ini, data menunjukkan “peningkatan di semua kelompok usia di seluruh Amerika Serikat, mencapai puncaknya pada bulan Agustus, dan tetap tinggi,” tambah CDC.

Pejabat federal kini menyarankan para penyedia layanan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang infeksi bakteri ini, waspada terhadap penyakit ini, menganjurkan penggunaan antibiotik, dan mempertimbangkan penggunaan usap nasofaring dan tenggorokan untuk mendeteksi kasus mycoplasma, menurut CDC.

Pada saat yang sama, CDC mendorong masyarakat untuk segera mencari perawatan medis jika terdapat dugaan kasus mycoplasma atau jika gejala infeksi memburuk atau berkelanjutan. Lembaga ini juga menyerukan masyarakat untuk mengikuti strategi pencegahan dasar seperti mencuci tangan, memperbaiki kualitas udara, dan menghindari situasi di mana bakteri dapat menyebar.

Dikenal sebagai “pneumonia ringan” atau “pneumonia paru-paru putih,” penyakit ini meningkat di seluruh dunia sejak berakhirnya era pandemi COVID-19. Kasus bakteri ini diyakini menyebabkan lonjakan rawat inap dan kunjungan ruang gawat darurat di Tiongkok pada akhir 2023.

Gejala

Bakteri ini terutama memengaruhi saluran pernapasan, berpotensi merusak lapisan tenggorokan, paru-paru, dan trakea atau saluran pernapasan, kata pejabat kesehatan.

Biasanya, lebih umum bagi orang untuk mengembangkan trakeobronkitis, atau peradangan pada trakea dan bronkus, yang merupakan saluran udara utama yang menghubungkan paru-paru ke trakea. Namun, menurut CDC, beberapa orang dapat mengalami pneumonia, yaitu infeksi yang menargetkan paru-paru itu sendiri.

Beberapa orang yang terinfeksi bakteri ini mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi bisa memakan waktu antara 1 hingga 4 minggu setelah terpapar hingga gejala muncul. Jika muncul, gejala bisa bertahan beberapa minggu.

Tanda dan gejala trakeobronkitis yang disebabkan oleh mycoplasma, atau pilek dada, dapat mencakup demam, sakit kepala, kelelahan, batuk yang memburuk secara perlahan, dan sakit tenggorokan. Pada anak kecil, mereka mungkin mengalami diare, bersin, sakit tenggorokan, pilek, mata berair, muntah, dan mengi.

Jika seseorang mengalami pneumonia akibat Mycoplasma pneumoniae, gejalanya dapat mencakup kelelahan, batuk, demam dan menggigil, serta sesak napas.

Bakteri ini dapat menyebabkan “gejala yang lebih ringan yang muncul lebih bertahap daripada jenis pneumonia lainnya yang lebih serius,” menurut situs web Mayo Clinic.

“Orang dengan pneumonia yang disebabkan oleh M. pneumoniae mungkin tampak lebih sehat dari yang diharapkan pada seseorang dengan infeksi paru-paru,” tambah CDC. “Dengan gejala ringan, orang mungkin tidak tinggal di rumah atau di tempat tidur. Karena itulah muncul istilah ‘pneumonia atipikal’.”

Namun, komplikasi dapat terjadi, peringatan CDC, terutama jika seseorang memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti asma, ensefalitis, anemia hemolitik, disfungsi ginjal, pneumonia serius, atau gangguan tertentu seperti sindrom Stevens-Johnson. (asr)

Perwira Korut Berteriak pada Tentara yang Membantu Rusia: “Jangan Menjadi Korban Meriam untuk Kim Jong Un”

ETIndonesia. Pemerintah Korea Utara mengirimkan sejumlah besar tentara untuk berperang di Rusia, menarik perhatian internasional. Seorang perwira militer Korea Utara yang membelot merilis sebuah video, menyerukan kepada tentara Korea Utara yang dikirim ke medan perang Rusia-Ukraina agar tidak menjadi korban untuk pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. 

Dalam sebuah video yang beredar di platform X luar negeri, perwira militer Korea Utara yang membelot itu berteriak kepada tentara Korea Utara yang berada di medan perang Rusia-Ukraina: “Teman-teman terkasih, namaku Lee Hyun, aku pernah bertugas di batalyon artileri Korps Keempat dan beberapa institut seni bela diri Cheongcheon”. 

“Pada tahun 2004, aku dan banyak temanku menjalani enam bulan pelatihan ketat di sebuah kamp pelatihan, dan sekarang dengan hati yang tulus aku menyampaikan pesan ini kepada teman-temanku.”

“Sekarang, teman-temanku terlibat dalam perang agresi Rusia terhadap Ukraina, sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan, dan tidak ada alasan untuk mengorbankan diri. 

“Kim Jong Un menukar nyawa teman-temanku dengan dolar AS, hanya untuk mengejar kenikmatan pribadi dan kekuasaan. Perang yang teman-temanku ikuti bukanlah perang keadilan, bukan untuk membela tanah air, apalagi untuk diri sendiri dan keluarga, ini hanya perang yang dilancarkan oleh Kim Jong Un demi keuntungan pribadi dan kekuasaan otoriter.”

“Teman-temanku, jika kamu mencari kebebasan, lihatlah dunia di sekitarmu, kamu akan menemukan bahwa kita terjebak di bawah rezim tiga generasi keluarga Kim. Teman-temanku, kamu memiliki pilihan lain, sebuah jalan baru telah dibuka, jika kamu berani memilih kebebasan, kamu tidak perlu mengorbankan nyawamu lagi, di mana ada keberanian, di sana ada harapan.” 

Video ini memicu diskusi hangat di kalangan netizen, salah satu netizen berkomentar: “Perwira Korea Utara membelot, mengajak temannya: Jangan jadi korban untuk Kim.” Ada juga netizen yang berkomentar: “Harus ada cara untuk menyampaikan pesan ini kepada tentara Korea Utara dengan efektif.”

Baru-baru ini, pengiriman tentara Korea Utara untuk membantu Rusia menarik perhatian internasional. Pada 25 Oktober, Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina mengungkapkan audio yang diintersep pada malam 23 Oktober dari saluran transmisi terenkripsi Rusia. Audio tersebut menyebutkan bahwa tentara Rusia memanggil tentara Korea Utara yang akan datang sebagai “Kamp K” dan bersikap meremehkan terhadap mereka, pada satu titik menyebut mereka sebagai “Orang Tiongkok sialan”. 

Menurut lembaga intelijen Korea Selatan, Korea Utara berencana mengirim 12.000 pasukan khusus ke Rusia, dengan 3.000 tentara sudah berada di Rusia untuk pelatihan. Presiden Ukraina Zelensky menyatakan bahwa tentara Korea Utara pertama akan ditempatkan di garis depan perang Rusia-Ukraina pada 27 Oktober.

Selain itu, pada 15 Oktober, seorang pejabat tinggi militer Ukraina mengatakan kepada dunia luar bahwa telah terjadi pelarian besar-besaran tentara Korea Utara di wilayah perbatasan Rusia-Ukraina. Diyakini bahwa tentara Korea Utara ini baru-baru ini dikirim untuk membantu Rusia. 

“Chosun Ilbo” pada 16 Oktober mengutip informasi yang diungkapkan oleh pejabat tinggi militer Ukraina yang menyatakan, “Kami menerima informasi bahwa 18 tentara Korea Utara melarikan diri sekitar 7 kilometer barat laut perbatasan Ukraina antara Bryansk Oblast dan Kursk Oblast di Rusia, dan tentara Rusia sedang mengejar mereka.” “Sepertinya mereka belum tertangkap,” tambah pejabat tersebut, “pasukan militer lokal Rusia sedang mencoba menyembunyikan fakta ini dari atasan mereka.” 

Tidak jelas ke mana tentara Korea Utara ini, dan apa penyebab pelariannya. Korea Utara mengirim tentara untuk mendukung Rusia, tetapi tidak memberi tahu rakyatnya tentang fakta sebenarnya. 

Pada 21 Oktober, militer Korea Selatan mulai memainkan program radio “Suara Kebebasan” di perbatasan Korea, memberitahu tentara di kamp dan warga Korea Utara bahwa mereka bisa sewaktu-waktu dikirim oleh Kim Jong Un ke Rusia untuk mengantar nyawa. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Bank Indonesia Gelar Symphony Rupiah dan Student Summit 2024 di Surabaya untuk Dorong Edukasi Keuangan dan Digitalisasi

Surabaya – Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur sukses menggelar rangkaian acara “Symphony Rupiah dan Student Summit 2024” pada 22-26 Oktober di Surabaya. Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, kegiatan ini kembali hadir bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda, memberikan semangat baru dalam literasi keuangan bagi masyarakat dan generasi muda.

Dalam acara puncak yang digelar di Grand City Surabaya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Erwin G. Hutapea, menyampaikan bahwa “Symphony Rupiah dan Student Summit” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mencintai, memahami, dan menghargai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperluas penerapan digitalisasi dalam sistem pembayaran dan memperkuat literasi keuangan digital. “Kegiatan ini mendukung masyarakat agar lebih memahami produk keuangan serta memahami manfaat dan risiko untuk melindungi diri sebagai konsumen,” kata Erwin.

Bank Indonesia berupaya meningkatkan adopsi pembayaran digital, terutama bagi masyarakat yang sudah memiliki akun pembayaran namun belum terbiasa menggunakan kanal digital, termasuk QRIS. Selain mempromosikan akseptasi digital, BI juga menggencarkan literasi mengenai manfaat dan keamanan transaksi melalui kampanye Pelindungan Konsumen dengan slogan PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan). Rangkaian edukasi ini dilakukan melalui Financial Talk dan Motivational Session, menghadirkan tokoh muda inspiratif untuk merayakan Sumpah Pemuda, serta menyediakan booth pengalaman QRIS dan layanan konsultasi perlindungan konsumen.

Symphony Rupiah dan Student Summit 2024 juga mencakup berbagai inisiatif kolaboratif. Bersama PT PLN Nusantara Power Unit Paiton, Bank Indonesia mengelola pemanfaatan limbah operasional untuk keberlanjutan lingkungan. Selain itu, kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kemenag Jatim mendorong integrasi materi edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP), literasi digital, dan kebanksentralan ke dalam kurikulum sekolah di berbagai kota termasuk Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember.

Dalam agenda tahun ini, Gerakan Peduli Koin berhasil mengumpulkan 6,6 juta keping koin senilai Rp2,49 miliar, meningkat lima kali lipat dari tahun sebelumnya. Lomba “Ngonten” bertemakan CBP Rupiah juga dilaksanakan, melibatkan masyarakat luas untuk memperkuat literasi keuangan melalui konten kreatif.

Kegiatan “Symphony Rupiah dan Student Summit 2024” diharapkan semakin mempererat persatuan bangsa melalui kesadaran akan pentingnya penggunaan satu mata uang, Rupiah. Sesuai makna dari “Symphony,” Bank Indonesia terus berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mencapai tujuan bersama dalam membangun bangsa yang melek keuangan dan siap menghadapi era digital.