Kamu Juga Seorang Kaya

EtIndonesia. Di dunia ini, kekayaan tanpa diragukan lagi merupakan sesuatu yang sangat penting sekaligus sangat menarik bagi banyak orang. Namun seringkali manusia hanya mengagumi kekayaan orang lain, sementara kekayaan yang mereka miliki sendiri justru tidak mereka sadari.

Seperti kisah seorang pemuda berikut ini…

Ada seorang pemuda yang setiap hari hanya menghela napas panjang dan mengeluh. Ia merasa hidupnya sangat miskin. Ia tidak memiliki rumah sendiri, bahkan pekerjaan pun belum ia dapatkan.

“Hai… andaikan saja aku seorang kaya. Betapa bahagianya hidupku!”

Hampir setiap hari ia mengeluh dan bermimpi seperti itu.

Suatu hari, pemuda itu bertemu dengan seorang jutawan yang buta serta kehilangan kedua tangan dan kedua kakinya. Tanpa sadar, pemuda itu langsung mengungkapkan rasa iri hatinya kepada orang kaya tersebut.

Ia berkata: “Kalau saja saya bisa memiliki 10% dari kekayaan Anda… tidak, bahkan hanya 1% saja, saya sudah merasa sangat puas!”

Jutawan itu tersenyum lalu berkata:

“Baiklah. Kalau begitu, berikan kedua tanganmu kepadaku. Sebagai gantinya, aku akan memberimu dua ratus ribu.”

Pemuda itu langsung terkejut.

“Memberikan tangan saya kepada Anda? Tapi kalau saya tidak punya tangan, meskipun saya punya banyak uang, saya juga tidak bisa menggunakannya.”

Jutawan itu melanjutkan:

“Kalau begitu, berikan saja kedua kakimu kepadaku. Aku juga akan memberimu dua ratus ribu.”

Pemuda itu semakin bingung.

“Ini… ini juga tidak bisa. Kalau saya tidak punya kaki, saya bahkan tidak bisa berjalan.”

Jutawan itu berkata lagi:

“Kalau begitu, berikan saja kedua matamu kepadaku. Aku akan membayar lebih mahal lagi… bahkan aku bersedia menukar seluruh hartaku dengan kedua matamu!”

Kali ini tawaran sang jutawan benar-benar sangat menggoda.

Namun setelah berpikir lama, pemuda itu tetap menolak.

“Tidak bisa… kalau saya tidak punya mata, saya tidak bisa melihat apa pun.”

Saat itulah sang jutawan berkata dengan nada serius dan penuh makna:

“Saya rasa sekarang kamu sudah mengerti… sebenarnya kamu juga seorang kaya.”

“Karena kamu memiliki sesuatu yang bahkan tidak bisa dibeli dengan uang sebanyak apa pun:
dua tangan yang sehat,
dua kaki yang utuh,
dan sepasang mata yang terang.”

“Dengan semua itu, kamu sebenarnya bisa menciptakan kekayaan yang tak terbatas.”


Renungan Hidup

Sepasang tangan yang sehat, dua kaki yang utuh, dan sepasang mata yang terang bukan hanya sekadar kekayaan, tetapi merupakan kekayaan yang paling berharga.

Namun banyak orang tetap merasa miskin.

Bukan karena mereka benar-benar tidak memiliki apa-apa, tetapi karena mereka tidak menyadari bahwa diri mereka sendiri sebenarnya sudah sangat kaya — sehingga mereka tidak pernah memanfaatkan kekayaan itu untuk menciptakan masa depan mereka. (jhon)

Pelajaran dari Seorang Petugas Kebersihan

EtIndonesia. Suatu hari ada seorang pria paruh baya yang kehilangan pekerjaan. Ia sudah lama mencari pekerjaan ke sana kemari, tetapi tidak juga mendapatkan kesempatan kerja.

Suatu ketika ia melihat sebuah pengumuman bahwa Microsoft sedang membuka lowongan untuk petugas kebersihan, maka ia pun datang untuk melamar.

Setelah proses wawancara selesai, manajer sumber daya manusia di Microsoft bertanya kepadanya:

“Apakah Anda bisa menggunakan internet? Jika Anda diterima bekerja, kami akan mengumumkannya melalui situs web kami.”

Pria itu menjawab dengan jujur,
“Maaf, saya tidak bisa menggunakan internet.”

Manajer tersebut langsung berkata dengan nada tidak percaya,
“Tidak bisa menggunakan internet tetapi ingin melamar pekerjaan di Microsoft? Apa Anda tidak salah?”

Setelah berkata demikian, ia langsung mengusir pria itu keluar.

Pria tersebut pulang dengan perasaan sangat kecewa. Saat berjalan, ia merogoh saku dan menyadari bahwa ia hanya memiliki 10 dolar tersisa.

Tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya.

Ia pergi ke sebuah toko dan membeli satu karung besar kentang, lalu mulai mengetuk pintu rumah-rumah warga untuk menjual kentangnya.

Tak disangka, semua kentang itu benar-benar habis terjual.

Bahkan ia memperoleh keuntungan 30 dolar.

Sejak saat itu ia terus menggunakan cara yang sama—menjual dari rumah ke rumah. Perlahan-lahan usahanya berkembang.

Dari modal ratusan dolar, ia akhirnya mendirikan perusahaan pengiriman sayur dan buah segar ke rumah-rumah pelanggan. Usahanya semakin besar hingga berkembang menjadi jaringan toko besar.

Akhirnya, pria itu pun menjadi seorang miliarder.

Suatu hari, seorang agen asuransi datang menemuinya untuk menawarkan produk asuransi.

Di tengah percakapan, agen tersebut bertanya dengan santai,
“Apakah Anda menggunakan internet? Produk-produk perusahaan kami dijelaskan secara sangat rinci di website kami.”

Miliarder itu menjawab,
“Saya tidak menggunakan internet.”

Agen asuransi itu sangat terkejut dan berkata,
“Anda adalah seorang miliarder yang mengelola bisnis sebesar ini, tetapi Anda tidak menggunakan internet?”

Mendengar pertanyaan itu, sang miliarder kemudian menceritakan kisahnya ketika dulu melamar pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Microsoft.

Setelah selesai bercerita, ia berkata sambil tersenyum:

“Jika dulu saya bisa menggunakan internet, mungkin sampai sekarang saya masih menjadi petugas kebersihan.”


Tiga Pelajaran dari Kisah Ini

Kisah ini memberikan tiga pelajaran menarik:

Pertama, jika ingin melamar pekerjaan di Microsoft, kamu harus bisa menggunakan internet. Jika tidak, bahkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan pun mungkin tidak akan diterima.

Kedua, tidak bisa menggunakan internet bukan berarti seseorang tidak bisa sukses. Bahkan seseorang masih bisa menjadi miliarder.

Ketiga, jika kamu bisa membaca artikel ini, berarti kamu bisa menggunakan internet.

Dan kemungkinan besar…
peluangmu menjadi petugas kebersihan justru lebih besar daripada menjadi miliarder. (Jhon)

Perang di Teluk Persia Meluas ke Kapal Dagang, Dilaporkan Kapal Tanker Terkait AS Diserang di Lepas Pantai Irak

EtIndonesia. Dua kapal tanker diserang pada 11 Maret di perairan dekat Irak. Insiden tersebut menyebabkan satu awak kapal meninggal dunia dan 38 orang berhasil diselamatkan. Pihak berwenang menyebut salah satu kapal berbendera Malta dan dilaporkan memiliki kontrak dengan perusahaan Amerika Serikat. Sejak 28 Februari, jumlah kapal yang diserang di wilayah tersebut setidaknya telah mencapai 16 kapal.

Kelompok media pemerintah Irak mengatakan kepada Iraqi News Agency (INA):  “Dua kapal tanker telah mengalami aksi sabotase.”

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), staf dari General Company for Ports of Iraq mengatakan kepada televisi nasional bahwa satu awak kapal telah meninggal dunia, sementara 38 orang berhasil diselamatkan, dan pencarian terhadap korban yang masih hilang masih berlangsung.

Seorang pekerja di terminal minyak Basra mengatakan kepada AFP bahwa masih belum jelas apakah serangan dilakukan oleh drone atau perahu kecil bermuatan bahan peledak.

Dua pejabat pelabuhan Irak juga menyatakan bahwa kapal yang diserang oleh kapal bersenjata di perairan Persian Gulf dekat Irak pada 11 Maret malam adalah:

  • Kapal tanker Safesea Vishnu, terdaftar di Marshall Islands
  • Kapal tanker Zefyros, berbendera Malta

Kedua kapal tersebut saat itu sedang memuat bahan bakar di Irak.

Menurut State Organization for Marketing of Oil (SOMO), kapal Safesea Vishnu disewa oleh sebuah perusahaan Irak yang memiliki kontrak dengan SOMO, sementara Zefyros mengangkut produk kondensat dari Basra Gas Company.

Kepala perusahaan pelabuhan Irak menyatakan bahwa setelah serangan tersebut, pelabuhan minyak Irak telah sepenuhnya menghentikan operasinya, meskipun pelabuhan komersial masih tetap beroperasi.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 10 Maret mengatakan bahwa sejak pecahnya perang di Timur Tengah lebih dari satu minggu lalu, militer AS telah menyerang 28 kapal Iran yang digunakan untuk menebar ranjau laut.

Televisi pemerintah Al-Ikhbariya menayangkan rekaman sebuah kapal di laut yang mengeluarkan asap tebal dan terbakar hebat.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan kapal tanker SafeSea Vishnu, yang disebut memiliki hubungan dengan Amerika Serikat, serta kapal tanker lain terbakar di Teluk Persia bagian utara dekat Basra.

Selain itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran pada 11 Maret menyatakan bahwa mereka menyerang sebuah kapal milik Israel yang berbendera Liberia serta sebuah kapal kargo Thailand di Selat Hormuz, setelah kedua kapal tersebut mengabaikan perintah untuk berhenti.

Foto yang diambil pada 11 Maret 2026 menunjukkan kapal pengangkut barang curah Thailand “Mayuree Naree” mengeluarkan asap tebal setelah diserang di dekat Selat Hormuz. (Dokumen yang diberikan / ANGKATAN LAUT KERAJAAN THAILAND / AFP via Getty Images)


Dilaporkan bahwa tiga awak kapal dari kapal kargo Thailand Mayuree Naree masih terjebak di kapal. Bahkan, hingga 12 Maret belum berhasil diselamatkan.

Sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel memulai operasi militer terhadap Iran, jumlah kapal yang diserang di kawasan tersebut telah meningkat menjadi sedikitnya 16 kapal.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Saat ini jalur laut tersebut hampir tidak terbuka bagi kapal tanker minyak. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Perusahaan Alat Medis AS Diserang Hacker, Perangkat Karyawan Tiba-tiba Dinonaktifkan

Laporan The Wall Street Journal pada Rabu (11 Maret) menyebutkan perusahaan perangkat medis Stryker Corporation mengalami serangan siber besar, yang menyebabkan ponsel dan laptop milik karyawan tiba-tiba tidak dapat digunakan. Para peretas mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai balasan untuk Iran.

EtIndonesia. Tak lama setelah tengah malam waktu Pantai Timur Amerika Serikat, para karyawan Stryker menemukan bahwa perangkat seperti ponsel dan laptop yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows telah dihapus datanya (di-reset).

Dalam pemberitahuan kepada karyawan, perusahaan menyarankan agar tidak mengklik tautan mencurigakan, dan mendesak karyawan untuk segera menghapus aplikasi Mobile Device Management (MDM) serta pengaturan akun kerja dari ponsel mereka.

Pemberitahuan tersebut menyatakan:  “Masalah ini berskala luas dan secara serius mempengaruhi kemampuan pengguna untuk mengakses sistem dan layanan.”

Perusahaan mengatakan penyebab utama insiden tersebut belum dipastikan, dan saat ini sedang bekerja sama secara aktif dengan Microsoft untuk melakukan penyelidikan.

Laporan The Wall Street Journal yang mengutip sumber internal serta unggahan media sosial menunjukkan bahwa logo “Handala” muncul di halaman login perusahaan.

Handala diketahui sebagai kelompok peretas pro-Palestina yang menurut sejumlah perusahaan intelijen ancaman siber diduga memiliki hubungan dengan Iran.

Kelompok tersebut menyatakan di kanal Telegram mereka bahwa serangan ini merupakan aksi balasan atas serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Iran.

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan lebih dari 160 anak. Saat ini United States Department of Defense (Pentagon) sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa jika Iran benar-benar melancarkan serangan siber terhadap perusahaan besar Amerika, hal tersebut dapat menandakan eskalasi baru dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya, Iran telah:

  • meluncurkan ratusan drone ke pangkalan militer AS,
  • menembakkan roket ke Israel,
  • serta menanam ranjau laut di Strait of Hormuz untuk mencoba memutus jalur pengiriman minyak.

Namun serangan siber terhadap Stryker Corporation menunjukkan bahwa konflik tersebut kini meluas ke ruang siber, yang memicu kekhawatiran bahwa serangan digital serupa dapat meningkat di masa depan.

Pejabat keamanan nasional Amerika Serikat, baik yang masih menjabat maupun yang sudah pensiun, telah lama memperingatkan bahwa Iran kemungkinan akan merespons serangan militer melalui operasi siber yang merusak atau mengganggu, dengan perusahaan-perusahaan Amerika sebagai target potensial.

CEO perusahaan intelijen ancaman siber Flashpoint, Josh Lefkowitz, mengatakan bahwa serangan terhadap Stryker mencerminkan tren yang mengkhawatirkan.

“Alih-alih langsung menyerang rumah sakit atau fasilitas medis garis depan, pihak penyerang lebih mungkin menargetkan pemasok penting dan perusahaan logistik. Karena jika bagian ini terganggu, dampaknya bisa menyebar secara berantai ke seluruh sistem kesehatan,” katanya. (Hui)

MYZE Hotel Sumenep by Artotel Hadirkan Festival “Kuliner Lebaran Serba 25K”, Rayakan Hangatnya Idul Fitri Bersama Masyarakat

Sumenep, Maret 2026 — Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, berbagai cara dilakukan pelaku industri pariwisata dan perhotelan untuk menghadirkan pengalaman istimewa bagi masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh MYZE Hotel Sumenep by Artotel yang menghadirkan festival kuliner bertajuk “Kuliner Lebaran Serba 25K”.

Festival ini dirancang sebagai bentuk perayaan hangat menyambut momen Lebaran sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana hotel dengan harga yang terjangkau. Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat menikmati beragam makanan dan minuman khas yang ditawarkan hanya dengan harga Rp25.000 per menu.

Program kuliner tersebut diharapkan menjadi alternatif rekreasi bagi masyarakat Sumenep dan wilayah Pulau Madura yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga maupun kerabat dalam suasana santai namun tetap berkelas.

Menghidupkan Suasana Lebaran di Hotel

Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang identik dengan kebersamaan, silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan. Setelah sebulan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, masyarakat biasanya merayakan kemenangan dengan berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan khas Lebaran, serta mengunjungi tempat-tempat yang menghadirkan suasana perayaan.

Melihat tradisi tersebut, MYZE Hotel Sumenep by Artotel berinisiatif menghadirkan konsep festival kuliner yang tidak hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga pengalaman bersantai di lingkungan hotel yang nyaman.

Festival “Kuliner Lebaran Serba 25K” akan berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Maret 2026, setiap hari dari pukul 11.00 hingga 18.00 WIB. Lokasi acara berada di area poolside hotel yang dikenal memiliki suasana estetik dan santai.

Dengan konsep semi-outdoor di tepi kolam renang, pengunjung dapat menikmati makanan sambil merasakan suasana liburan yang menyenangkan. Area ini juga dirancang agar cocok untuk berbagai kalangan, mulai dari keluarga, anak muda, hingga komunitas yang ingin berkumpul.

Kuliner Terjangkau di Lingkungan Hotel

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah harga yang sangat terjangkau. Setiap menu, baik makanan maupun minuman, dibanderol dengan harga Rp25.000 nett.

Konsep ini sengaja dibuat untuk menghilangkan anggapan bahwa menikmati hidangan di hotel selalu identik dengan harga mahal.

Melalui program ini, pihak hotel ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan pengalaman bersantap di hotel tanpa harus khawatir dengan biaya.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk memperkenalkan fasilitas dan layanan hotel kepada masyarakat lokal yang mungkin belum pernah berkunjung sebelumnya.

Sajian Menu dari Sae Rassa Restaurant

Dalam festival kuliner ini, seluruh hidangan disiapkan oleh tim dapur dari Sae Rassa Restaurant, restoran yang berada di dalam MYZE Hotel Sumenep by Artotel.

Restoran tersebut telah menyiapkan berbagai pilihan menu yang dirancang untuk memanjakan lidah pengunjung. Menu yang disajikan merupakan kombinasi makanan populer yang disukai berbagai kalangan.

Menu Makanan

Beberapa pilihan makanan yang tersedia antara lain:

  • Bakso
  • Burger mini
  • Sosis bakar
  • Aneka gorengan
  • Rujak manis

Menu tersebut dipilih karena mudah dinikmati dalam suasana santai dan cocok disantap bersama keluarga maupun teman.

Bakso, misalnya, menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat Indonesia yang hampir selalu diminati di berbagai kesempatan. Sementara burger mini dan sosis bakar memberikan sentuhan makanan modern yang populer di kalangan anak muda.

Aneka gorengan juga menjadi sajian khas yang hampir tidak pernah absen dalam berbagai acara kumpul-kumpul masyarakat Indonesia.

Sedangkan rujak manis memberikan pilihan menu segar dengan perpaduan buah-buahan dan bumbu khas yang menggugah selera.

Menu Minuman

Tidak hanya makanan, festival ini juga menghadirkan berbagai pilihan minuman yang menyegarkan.

Menu minuman yang tersedia antara lain:

  • Aneka Sae Rassa Kopi
  • Es campur
  • Pilihan jus buah segar

Kopi Sae Rassa menjadi salah satu minuman unggulan yang menawarkan cita rasa khas racikan barista hotel. Bagi pecinta kopi, minuman ini dapat menjadi teman yang tepat untuk bersantai di tepi kolam.

Selain itu, es campur dan jus buah segar menjadi pilihan yang menyegarkan, terutama jika dinikmati pada siang hingga sore hari.

Suasana Santai di Poolside

Pemilihan lokasi festival di area poolside bukan tanpa alasan.

Area kolam renang di MYZE Hotel Sumenep by Artotel dikenal memiliki desain yang estetik dan nyaman untuk bersantai.

Dengan tata pencahayaan yang hangat serta dekorasi yang modern, tempat ini sering menjadi salah satu spot favorit tamu hotel untuk bersantai atau berfoto.

Selama festival berlangsung, area tersebut akan diatur sedemikian rupa agar memberikan pengalaman yang lebih meriah namun tetap nyaman.

Meja dan kursi santai akan disediakan di sekitar kolam, memungkinkan pengunjung menikmati makanan sambil berbincang santai dengan keluarga atau teman.

Suasana ini diharapkan menciptakan pengalaman berbeda dari sekadar menikmati makanan di tempat biasa.


Strategi Menarik Wisatawan Lokal

Kehadiran festival kuliner ini juga menjadi bagian dari strategi hotel untuk menarik lebih banyak pengunjung lokal.

Sebagai salah satu hotel modern di Sumenep, MYZE Hotel Sumenep by Artotel tidak hanya melayani tamu yang menginap, tetapi juga ingin menjadi ruang sosial bagi masyarakat sekitar.

Melalui berbagai acara kuliner dan hiburan, hotel dapat menjadi tempat berkumpul yang terbuka bagi publik.

Program seperti ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan atmosfer hotel tanpa harus menginap.

Bagi industri perhotelan, pendekatan tersebut dinilai efektif untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat hubungan dengan komunitas lokal.

Komitmen MYZE Hotel Sumenep

General Manager MYZE Hotel Sumenep by Artotel, Anndy Bramasto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat.

Menurutnya, momen Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan sosial dan berbagi kebahagiaan.

Ia menegaskan bahwa hotel ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang inklusif, sehingga siapa pun dapat menikmatinya.

Dalam keterangannya, Anndy Bramasto mengatakan bahwa festival ini dirancang untuk menghadirkan suasana hangat Lebaran dalam lingkungan hotel yang nyaman.

Melalui konsep harga seragam Rp25.000 per menu, pihak hotel berharap masyarakat dapat menikmati hidangan berkualitas tanpa merasa terbebani oleh biaya.

Ia juga mengajak seluruh warga Sumenep dan daerah sekitarnya untuk datang bersama keluarga maupun teman.

Dengan suasana santai di tepi kolam, acara ini diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul yang menyenangkan selama masa libur Lebaran.

Menghapus Stigma Kuliner Hotel Mahal

Salah satu pesan utama dari festival “Kuliner Lebaran Serba 25K” adalah menghapus stigma bahwa makanan di hotel selalu mahal.

Selama ini, banyak masyarakat yang menganggap restoran hotel hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu.

Melalui program ini, MYZE Hotel Sumenep by Artotel mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif.

Dengan harga yang sama untuk setiap menu, pengunjung dapat memilih berbagai hidangan tanpa perlu memikirkan perbedaan harga.

Konsep ini juga memudahkan keluarga yang datang bersama anak-anak atau rombongan besar.

Potensi Event Kuliner di Sumenep

Festival kuliner seperti ini juga memiliki potensi untuk mendorong aktivitas pariwisata lokal.

Sebagai salah satu wilayah di East Java, Sumenep memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang cukup beragam.

Kehadiran berbagai acara kuliner di hotel maupun ruang publik dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Event seperti “Kuliner Lebaran Serba 25K” juga dapat menjadi contoh bagaimana sektor perhotelan berkolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan aktivitas wisata yang menarik.

Dengan semakin banyaknya acara serupa, potensi pariwisata lokal diharapkan dapat berkembang lebih pesat.

Lebaran sebagai Momentum Kebersamaan

Hari Raya Eid al-Fitr atau Idul Fitri selalu menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia.

Selain menjadi perayaan keagamaan, Lebaran juga identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga, saling memaafkan, serta berbagi kebahagiaan.

Dalam konteks ini, kehadiran festival kuliner di hotel dapat menjadi alternatif tempat berkumpul yang menyenangkan.

Tidak hanya menikmati hidangan lezat, pengunjung juga dapat merasakan suasana berbeda yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain.

MA Tolak Kasasi Google, Putusan KPPU atas Google Play Billing Berkekuatan Hukum Tetap

Jakarta, 13 Maret 2026 – Upaya hukum terakhir yang ditempuh perusahaan teknologi global Google LLC dalam perkara dugaan praktik monopoli terkait sistem pembayaran di platform distribusi aplikasi Android resmi kandas. Mahkamah Agung Republik Indonesia menolak permohonan kasasi yang diajukan Google dalam sengketa antimonopoli mengenai penerapan Google Play Billing pada layanan distribusi aplikasi digital melalui Google Play Store.

Putusan Mahkamah Agung tersebut sekaligus menguatkan keputusan yang sebelumnya dijatuhkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Dengan demikian, sanksi denda sebesar Rp202,5 miliar terhadap Google kini resmi berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Putusan kasasi tersebut diputus pada 10 Maret 2026 oleh majelis hakim Mahkamah Agung yang diketuai Syamsul Ma’arif, dengan anggota Nurul Elmiyah dan Nani Indrawati. Penolakan kasasi ini sekaligus menutup seluruh jalur upaya hukum yang sebelumnya ditempuh oleh Google dalam perkara Nomor 03/KPPU-I/2024.

Keputusan tersebut tidak hanya mewajibkan Google membayar denda ratusan miliar rupiah, tetapi juga memerintahkan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu untuk melakukan perubahan kebijakan terkait sistem pembayaran di ekosistem aplikasi Android di Indonesia.

Putusan ini dinilai menjadi salah satu tonggak penting dalam penegakan hukum persaingan usaha di sektor ekonomi digital nasional.

Awal Mula Perkara Google Play Billing

Kasus ini bermula dari penyelidikan inisiatif yang dilakukan oleh KPPU terhadap kebijakan Google terkait penggunaan Google Play Billing System (GPB).

GPB merupakan sistem pembayaran yang digunakan untuk melakukan transaksi digital di dalam aplikasi (in-app purchase) yang didistribusikan melalui Google Play Store. Sistem tersebut mencakup pembelian konten digital seperti langganan aplikasi, item dalam permainan, hingga layanan digital lainnya.

Masalah muncul ketika Google menerapkan kebijakan yang mewajibkan semua pengembang aplikasi (developer) yang mendistribusikan aplikasi melalui Google Play Store untuk menggunakan Google Play Billing sebagai satu-satunya sistem pembayaran resmi.

Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2022.

Selain kewajiban penggunaan sistem pembayaran tunggal, Google juga mengenakan biaya layanan (service fee) kepada pengembang aplikasi dengan besaran antara 15 persen hingga 30 persen dari setiap transaksi digital yang dilakukan melalui platform tersebut.

Bagi sebagian developer, kebijakan ini dinilai memberatkan.

Banyak pengembang aplikasi menilai sistem tersebut menghilangkan fleksibilitas dalam menentukan metode pembayaran dan meningkatkan biaya operasional aplikasi.

Hal ini kemudian memicu perhatian regulator persaingan usaha di Indonesia.

KPPU Mulai Penyelidikan

Ketertarikan KPPU terhadap kebijakan Google bermula dari penelitian internal mengenai dampak kebijakan platform digital terhadap persaingan usaha di Indonesia.

Pada 14 September 2022, melalui rapat komisi, KPPU memutuskan untuk menindaklanjuti penelitian tersebut dengan membuka penyelidikan inisiatif terkait dugaan pelanggaran hukum persaingan usaha oleh Google.

Penyelidikan tersebut fokus pada dua isu utama:

  1. Dugaan praktik monopoli dalam distribusi aplikasi digital
  2. Dugaan penyalahgunaan posisi dominan di pasar aplikasi Android

KPPU menilai bahwa Google memiliki posisi yang sangat kuat di pasar distribusi aplikasi Android di Indonesia.

Berdasarkan temuan KPPU, Google Play Store menguasai sekitar 93 persen pangsa pasar distribusi aplikasi Android di Indonesia.

Dominasi tersebut membuat kebijakan yang diterapkan Google berpotensi memiliki dampak signifikan terhadap ekosistem aplikasi digital nasional.

Dalam analisis awalnya, KPPU menilai kebijakan kewajiban penggunaan Google Play Billing dapat menimbulkan beberapa dampak negatif terhadap persaingan usaha, antara lain:

  • Menghambat masuknya penyedia layanan pembayaran digital lain
  • Mengurangi pilihan metode pembayaran bagi developer dan konsumen
  • Meningkatkan biaya distribusi aplikasi
  • Menghambat inovasi di ekosistem aplikasi digital

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi KPPU untuk membawa perkara ini ke tahap persidangan.

Persidangan di KPPU

Perkara dugaan pelanggaran persaingan usaha oleh Google resmi memasuki tahap persidangan pada 28 Juni 2024 melalui Sidang Majelis Komisi Pemeriksaan Pendahuluan.

Sidang tersebut merupakan bagian dari proses pemeriksaan dalam perkara Nomor 03/KPPU-I/2024.

Dalam persidangan tersebut, investigator KPPU memaparkan laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan Google terkait kebijakan Google Play Billing.

Investigasi KPPU menyimpulkan bahwa kebijakan Google yang mewajibkan penggunaan Google Play Billing berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Selama proses persidangan, berbagai pihak dihadirkan sebagai saksi maupun ahli.

Beberapa pengembang aplikasi memberikan kesaksian bahwa kebijakan Google menyebabkan meningkatnya biaya transaksi bagi developer.

Selain itu, sistem pembayaran tunggal dinilai membatasi pilihan metode pembayaran yang bisa ditawarkan kepada pengguna aplikasi.

KPPU juga menghadirkan sejumlah ahli di bidang ekonomi digital, teknologi informasi, dan hukum persaingan usaha untuk memberikan analisis terhadap praktik bisnis Google.

Dugaan Pelanggaran yang Ditemukan

Setelah melalui serangkaian persidangan yang berlangsung selama lebih dari lima bulan, KPPU akhirnya menyimpulkan bahwa Google terbukti melakukan pelanggaran terhadap dua pasal dalam Undang-Undang Persaingan Usaha.

Kedua pasal tersebut adalah:

Pasal 17
yang mengatur larangan praktik monopoli.

Pasal 25 ayat (1) huruf b
yang mengatur penyalahgunaan posisi dominan.

Menurut KPPU, Google dianggap melakukan praktik yang mengarah pada tying atau penjualan bersyarat, yaitu mengaitkan penggunaan Google Play Store dengan kewajiban menggunakan Google Play Billing.

Dengan kata lain, developer yang ingin mendistribusikan aplikasi di Play Store tidak memiliki pilihan selain menggunakan sistem pembayaran milik Google.

KPPU menilai praktik ini dapat menghambat persaingan di pasar layanan pembayaran digital.

Putusan KPPU

Setelah melalui pemeriksaan perkara dari Juni hingga Desember 2024, Majelis Komisi KPPU akhirnya menjatuhkan putusan pada 21 Januari 2025.

Dalam putusan tersebut, Google dinyatakan terbukti melanggar hukum persaingan usaha.

KPPU kemudian menjatuhkan sanksi berupa:

  1. Denda administratif sebesar Rp202,5 miliar kepada Google
  2. Perintah untuk menghentikan kewajiban penggunaan Google Play Billing
  3. Kewajiban memberikan pilihan sistem pembayaran alternatif bagi developer

Selain itu, KPPU juga memerintahkan Google untuk memberikan kesempatan kepada pengembang aplikasi mengikuti program User Choice Billing (UCB).

Program ini memungkinkan developer menggunakan sistem pembayaran alternatif di dalam aplikasi.

Sebagai insentif, KPPU mewajibkan Google memberikan pengurangan biaya layanan minimal 5 persen selama satu tahun bagi developer yang mengikuti program tersebut.

Putusan tersebut disambut positif oleh sejumlah pelaku industri aplikasi di Indonesia.

Banyak pengembang menilai keputusan KPPU memberikan ruang bagi kompetisi yang lebih sehat dalam ekosistem aplikasi digital.

Google Ajukan Keberatan

Tidak menerima putusan KPPU, Google kemudian menempuh upaya hukum dengan mengajukan keberatan ke pengadilan.

Pada 7 Februari 2025, Google mengajukan keberatan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tepatnya melalui Pengadilan Niaga.

Dalam permohonannya, Google berargumentasi bahwa kebijakan Google Play Billing merupakan bagian dari sistem keamanan dan integritas ekosistem Android.

Perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa kebijakan tersebut diterapkan untuk melindungi pengguna dari risiko penipuan serta memastikan keamanan transaksi digital.

Namun, setelah melalui proses persidangan, Pengadilan Niaga menolak seluruh permohonan keberatan Google.

Dalam putusan yang dibacakan pada 19 Juni 2025, pengadilan menyatakan bahwa keputusan KPPU sudah sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dengan demikian, putusan KPPU tetap berlaku.

Kasasi ke Mahkamah Agung

Setelah kalah di Pengadilan Niaga, Google kembali melanjutkan perlawanan hukumnya.

Perusahaan tersebut mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung sebagai upaya hukum terakhir.

Namun, Mahkamah Agung akhirnya menolak permohonan kasasi tersebut.

Putusan penolakan kasasi ini berarti seluruh proses hukum telah selesai.

Putusan KPPU kini berkekuatan hukum tetap dan harus dilaksanakan oleh Google.

Dampak Putusan bagi Google

Dengan putusan Mahkamah Agung tersebut, Google wajib melaksanakan seluruh amar putusan KPPU.

Kewajiban tersebut meliputi:

  • Pembayaran denda Rp202,5 miliar
  • Perubahan kebijakan sistem pembayaran di Google Play Store
  • Pemberian pilihan sistem pembayaran alternatif bagi developer

Bagi Google, keputusan ini menjadi salah satu putusan antimonopoli penting di pasar Asia Tenggara.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa regulator persaingan usaha di Indonesia semakin aktif mengawasi praktik bisnis perusahaan teknologi global.

Dampak bagi Ekosistem Digital Indonesia

Putusan ini memiliki dampak luas terhadap industri digital nasional.

Beberapa dampak potensial antara lain:

1. Membuka Persaingan Sistem Pembayaran

Dengan adanya kewajiban memberikan pilihan metode pembayaran alternatif, berbagai penyedia layanan pembayaran digital berpeluang masuk ke ekosistem aplikasi.

2. Mengurangi Beban Biaya Developer

Biaya layanan Google yang sebelumnya mencapai 15-30 persen dinilai cukup tinggi bagi sebagian pengembang aplikasi.

Dengan adanya alternatif pembayaran, developer memiliki peluang untuk menekan biaya transaksi.

3. Mendorong Inovasi Digital

Persaingan yang lebih terbuka dapat mendorong inovasi dalam pengembangan aplikasi maupun sistem pembayaran digital.

Tren Regulasi Global terhadap Big Tech

Kasus Google di Indonesia bukanlah satu-satunya perkara antimonopoli yang melibatkan perusahaan teknologi global.

Di berbagai negara, regulator juga semakin aktif mengawasi praktik bisnis perusahaan teknologi besar.

Uni Eropa, misalnya, telah menjatuhkan sejumlah denda besar terhadap perusahaan teknologi terkait praktik monopoli di pasar digital.

Amerika Serikat juga tengah meningkatkan pengawasan terhadap dominasi platform digital.

Langkah Indonesia melalui KPPU dinilai sejalan dengan tren global tersebut.

Penegakan Hukum Persaingan di Era Ekonomi Digital

Perkembangan ekonomi digital membawa tantangan baru bagi penegakan hukum persaingan usaha.

Platform digital sering kali memiliki karakteristik pasar yang berbeda dengan industri konvensional.

Dominasi platform dapat muncul dengan cepat karena efek jaringan (network effects) dan skala ekonomi digital.

Dalam konteks ini, regulator perlu memastikan bahwa dominasi tersebut tidak digunakan untuk menutup akses pasar bagi pelaku usaha lain.

Kasus Google Play Billing menjadi salah satu contoh bagaimana regulator mencoba menyeimbangkan inovasi teknologi dengan prinsip persaingan usaha yang sehat.

Penolakan kasasi Google oleh Mahkamah Agung menandai berakhirnya sengketa hukum antara Google dan KPPU terkait kebijakan Google Play Billing di Indonesia.

Putusan ini tidak hanya memperkuat kewenangan KPPU dalam menegakkan hukum persaingan usaha, tetapi juga memberikan pesan kuat bahwa praktik bisnis perusahaan digital global tetap harus tunduk pada regulasi nasional.

Dengan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap ini, perhatian kini tertuju pada bagaimana Google akan menyesuaikan kebijakannya di Indonesia.

Perubahan tersebut diharapkan dapat membuka peluang persaingan yang lebih sehat di ekosistem aplikasi digital sekaligus memberikan manfaat bagi developer, pelaku industri teknologi, serta jutaan pengguna aplikasi di Indonesia.

CIPS Dorong Regulasi Gig Economy yang Lebih Tepat Sasaran di Indonesia

Jakarta — Pertumbuhan ekonomi digital dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah wajah pasar tenaga kerja di Indonesia. Munculnya berbagai platform digital membuka peluang kerja baru yang lebih fleksibel, berbasis proyek, dan tidak terikat pada hubungan kerja konvensional. Model kerja ini dikenal sebagai gig economy dan kini semakin umum dijumpai di berbagai sektor, mulai dari transportasi daring hingga pekerjaan lepas berbasis digital.

Namun, pesatnya perkembangan sektor ini belum sepenuhnya diikuti oleh kerangka regulasi yang jelas dan komprehensif. Banyak pekerja yang terlibat dalam ekonomi gig masih menghadapi ketidakpastian status kerja, perlindungan sosial yang terbatas, serta hubungan kerja yang tidak sepenuhnya terdefinisi dalam regulasi ketenagakerjaan yang ada.

Menanggapi kondisi tersebut, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), sebuah lembaga think tank independen dan nonpartisan yang berbasis di Jakarta, mendorong pemerintah untuk mengembangkan pendekatan regulasi yang lebih tepat sasaran bagi pekerja gig di Indonesia.

Melalui policy brief terbaru berjudul “Navigating the Future of Work: Policy Approaches for Gig Work in Indonesia”, CIPS menyoroti pentingnya kebijakan yang mampu melindungi pekerja yang rentan tanpa menghambat inovasi serta fleksibilitas yang menjadi karakter utama ekonomi digital.

Perkembangan Gig Economy di Indonesia

Dalam satu dekade terakhir, transformasi digital telah mendorong lahirnya berbagai model bisnis baru berbasis platform digital. Model ini mempertemukan penyedia jasa dengan konsumen melalui aplikasi atau situs daring, memungkinkan proses transaksi berlangsung secara cepat, efisien, dan fleksibel.

Salah satu sektor yang paling terlihat dalam perkembangan ekonomi gig di Indonesia adalah transportasi online. Pengemudi ojek dan taksi daring kini menjadi bagian dari lanskap perkotaan, melayani jutaan pengguna setiap hari.

Beberapa platform besar yang mendominasi sektor ini antara lain Gojek, Grab, dan inDrive. Ketiganya menyediakan layanan transportasi, pengiriman barang, hingga layanan pesan-antar makanan yang melibatkan jutaan mitra pengemudi di berbagai kota di Indonesia.

Selain transportasi, gig economy juga berkembang pesat di sektor logistik dan pengiriman e-commerce. Meningkatnya transaksi belanja daring membuat kebutuhan terhadap kurir pengiriman barang meningkat signifikan.

Tidak hanya itu, gig economy juga mencakup pekerjaan berbasis digital seperti desain grafis, pemrograman, penulisan konten, penerjemahan, hingga pemasaran digital. Pekerja di sektor ini biasanya menawarkan jasanya melalui berbagai platform freelance atau jaringan profesional daring.

Bagi banyak orang, gig work menjadi alternatif pekerjaan yang menarik karena memberikan fleksibilitas dalam menentukan waktu kerja, memilih proyek, serta mengatur ritme kerja secara mandiri.

Namun fleksibilitas tersebut juga membawa tantangan baru yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam sistem ketenagakerjaan konvensional.

Kontribusi Gig Economy terhadap Perekonomian

Penelitian CIPS menunjukkan bahwa gig economy telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia.

Berdasarkan estimasi dalam policy brief tersebut, nilai kontribusi ekonomi gig di Indonesia mencapai sekitar US$7 miliar, atau sekitar 0,62 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2019.

Meski angka tersebut masih tergolong kecil dibandingkan sektor ekonomi lainnya, para peneliti menilai bahwa potensi pertumbuhan gig economy di Indonesia sangat besar.

Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain:

  • meningkatnya penetrasi internet dan smartphone
  • pertumbuhan ekonomi digital dan e-commerce
  • perubahan preferensi konsumen terhadap layanan berbasis aplikasi
  • fleksibilitas model kerja yang menarik bagi generasi muda

Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa serta tingkat adopsi teknologi yang terus meningkat, peluang bagi pengembangan platform digital dan gig economy diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Seiring dengan itu, jumlah pekerja yang terlibat dalam aktivitas gig juga diperkirakan akan terus bertambah.

Tantangan yang Dihadapi Pekerja Gig

Meski membuka peluang kerja baru, gig economy juga menghadirkan sejumlah tantangan bagi para pekerja.

Berbeda dengan pekerja formal yang memiliki hubungan kerja jelas dengan perusahaan, pekerja gig umumnya dikategorikan sebagai mitra atau pekerja mandiri. Status ini membuat mereka tidak selalu mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan seperti jaminan sosial, asuransi, atau kepastian pendapatan.

Banyak pekerja gig menghadapi kondisi kerja yang tidak stabil, pendapatan yang fluktuatif, serta keterbatasan daya tawar terhadap platform digital tempat mereka bekerja.

Dalam beberapa kasus, pekerja gig juga harus menanggung sendiri berbagai biaya operasional seperti kendaraan, bahan bakar, perawatan peralatan, hingga perangkat digital.

Situasi ini menciptakan dinamika hubungan kerja yang unik dan sering kali sulit dikategorikan dalam kerangka hukum ketenagakerjaan yang ada.

Fenomena “Disguised Employment”

Salah satu temuan penting dalam penelitian CIPS adalah adanya fenomena yang disebut sebagai disguised employment.

Konsep ini menggambarkan kondisi ketika seseorang secara formal dianggap sebagai pekerja mandiri, namun dalam praktiknya memiliki karakteristik yang mirip dengan pekerja tetap.

Misalnya, seorang pengemudi ride-hailing yang sepenuhnya bergantung pada satu platform digital untuk memperoleh pendapatan. Meski secara administratif berstatus mitra, pekerja tersebut memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap platform.

Ketergantungan ini dapat terlihat dari beberapa hal, seperti:

  • penggunaan aplikasi platform sebagai satu-satunya sumber pekerjaan
  • keterikatan terhadap sistem algoritma platform
  • ketergantungan pada kebijakan tarif dan insentif yang ditentukan perusahaan

Dalam situasi seperti ini, pekerja memiliki otonomi yang relatif terbatas dalam menentukan pendapatan maupun kondisi kerja mereka.

Empat Kategori Pekerja Gig

Dalam policy brief tersebut, CIPS menekankan bahwa pekerja gig tidak dapat diperlakukan sebagai satu kelompok yang homogen.

Berdasarkan tingkat otonomi kerja serta hubungan mereka dengan platform atau klien, penelitian ini mengidentifikasi empat kategori utama pekerja gig.

1. Disguised Employment

Kategori pertama adalah pekerja yang memiliki tingkat otonomi rendah dan sangat bergantung pada satu platform.

Contoh paling jelas dari kategori ini adalah sebagian pengemudi ride-hailing yang bekerja hampir sepenuhnya melalui satu aplikasi.

Meskipun mereka secara hukum bukan karyawan perusahaan, dalam praktiknya mereka memiliki pola kerja yang menyerupai hubungan kerja formal.

2. Dependent Self-Employment

Kategori kedua adalah pekerja mandiri yang masih memiliki ketergantungan tinggi pada satu atau beberapa klien utama.

Misalnya seorang freelancer yang sebagian besar pendapatannya berasal dari satu perusahaan tertentu.

Pekerja dalam kategori ini memiliki otonomi yang lebih tinggi dibandingkan disguised employment, tetapi masih menghadapi risiko ketergantungan ekonomi.

3. Constrained High-Leverage Self-Employment

Kategori ketiga mencakup pekerja dengan keterampilan tinggi, namun menghadapi keterbatasan dalam hal akses modal, jaringan profesional, atau sumber daya lainnya.

Sebagai contoh, seorang programmer freelance yang memiliki kemampuan teknis tinggi tetapi kesulitan menjangkau pasar global karena keterbatasan jaringan atau platform.

4. Independent Self-Employment

Kategori terakhir adalah pekerja mandiri yang benar-benar independen.

Mereka memiliki kontrol penuh terhadap usaha yang dijalankan, memiliki banyak klien, serta tidak bergantung pada satu platform atau perusahaan tertentu.

Pekerja dalam kategori ini umumnya memiliki tingkat otonomi tinggi dan risiko ketergantungan yang relatif rendah.

Perbedaan Kebutuhan Kebijakan

CIPS menekankan bahwa perbedaan karakteristik tersebut membuat kebutuhan kebijakan bagi pekerja gig juga berbeda.

Pekerja yang berada dalam kategori disguised employment membutuhkan perlindungan yang lebih kuat karena memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi.

Sementara itu, pekerja yang berada dalam kategori independent self-employment lebih membutuhkan dukungan dalam bentuk peningkatan akses pasar, pengembangan keterampilan, serta kemudahan dalam menjalankan usaha.

Pendekatan kebijakan yang menyamaratakan seluruh pekerja gig berpotensi menciptakan regulasi yang tidak efektif dan bahkan menghambat inovasi dalam ekonomi digital.

Pandangan Peneliti CIPS

Jimmy Daniel Berlianto, Senior Research and Policy Analyst di Center for Indonesian Policy Studies, menegaskan bahwa kebijakan terkait gig work harus dirancang dengan mempertimbangkan keragaman kondisi pekerja di sektor tersebut.

Menurutnya, pendekatan regulasi yang terlalu umum berisiko menghilangkan fleksibilitas yang justru menjadi daya tarik utama gig economy.

Ia menyatakan bahwa kebijakan sebaiknya difokuskan pada perlindungan pekerja yang berada dalam kondisi disguised employment tanpa menghambat peluang bagi pekerja gig lainnya.

Dengan pendekatan yang lebih terarah, pemerintah dapat memastikan perlindungan bagi pekerja yang rentan sekaligus menjaga ruang inovasi dalam ekonomi digital.

Rekomendasi Kebijakan CIPS

Dalam policy brief tersebut, CIPS memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan kepada pemerintah Indonesia.

1. Menghindari Regulasi Menyeluruh

CIPS mendorong pemerintah untuk menghindari pendekatan regulasi yang bersifat menyeluruh atau blanket regulation.

Regulasi yang terlalu luas dapat membatasi fleksibilitas kerja dan menghambat perkembangan model bisnis berbasis platform.

Sebaliknya, kebijakan sebaiknya dirancang secara lebih spesifik untuk kelompok pekerja yang benar-benar membutuhkan perlindungan tambahan.

2. Perlindungan bagi Pekerja Rentan

Pemerintah disarankan untuk memprioritaskan perlindungan bagi pekerja yang memiliki tingkat otonomi rendah dan ketergantungan tinggi terhadap platform.

Hal ini dapat mencakup penguatan akses terhadap jaminan sosial, mekanisme penyelesaian sengketa, serta transparansi dalam sistem kerja platform.

3. Transparansi Algoritma Platform

Salah satu rekomendasi penting dalam penelitian ini adalah peningkatan transparansi algoritma yang digunakan oleh platform digital.

Algoritma memiliki peran besar dalam menentukan berbagai aspek kerja pekerja gig, seperti:

  • penentuan tarif layanan
  • besaran komisi platform
  • sistem insentif
  • mekanisme penalti atau sanksi

Kurangnya transparansi dalam sistem ini dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pekerja dan mempengaruhi pendapatan mereka.

Karena itu, CIPS mendorong agar platform digital memberikan informasi yang lebih jelas mengenai bagaimana algoritma tersebut bekerja.

Pentingnya Mekanisme Penyelesaian Sengketa

Selain transparansi, CIPS juga menyoroti pentingnya mekanisme penyelesaian sengketa antara pekerja gig dan platform.

Hubungan kerja berbasis platform sering kali melibatkan kebijakan otomatis yang ditentukan oleh sistem algoritma.

Dalam beberapa kasus, pekerja dapat mengalami penalti atau penonaktifan akun tanpa proses yang jelas.

Oleh karena itu, diperlukan mekanisme penyelesaian sengketa yang transparan dan adil agar pekerja memiliki saluran untuk menyampaikan keluhan atau banding terhadap keputusan platform.

Menjaga Inovasi Ekonomi Digital

Para peneliti CIPS menekankan bahwa regulasi yang tepat tidak hanya bertujuan melindungi pekerja, tetapi juga harus mempertimbangkan dinamika inovasi dalam ekonomi digital.

Gig economy telah menjadi bagian penting dari transformasi digital di Indonesia dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan akses layanan bagi masyarakat.

Regulasi yang terlalu ketat atau tidak tepat sasaran berpotensi menghambat perkembangan sektor ini.

Sebaliknya, pendekatan kebijakan yang seimbang dapat menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi semua pihak, baik pekerja, perusahaan platform, maupun konsumen.

Masa Depan Gig Economy di Indonesia

Dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, gig economy diperkirakan akan terus menjadi bagian penting dari pasar tenaga kerja Indonesia.

Banyak perusahaan mulai mengadopsi model kerja yang lebih fleksibel, sementara pekerja juga semakin tertarik pada pola kerja yang memberikan kebebasan dalam mengatur waktu dan jenis pekerjaan.

Namun perubahan ini juga menuntut adaptasi dari sisi kebijakan publik.

Kerangka regulasi yang dirancang pada era hubungan kerja konvensional perlu disesuaikan dengan realitas baru yang dibawa oleh ekonomi digital.

Harapan bagi Regulasi yang Lebih Adaptif

Melalui policy brief ini, CIPS berharap pemerintah Indonesia dapat mengembangkan pendekatan regulasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan gig economy.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi pekerja yang rentan tanpa mengurangi fleksibilitas yang menjadi ciri khas pekerjaan berbasis platform.

Dengan kebijakan yang tepat sasaran, Indonesia dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital secara optimal sekaligus memastikan kesejahteraan para pekerja yang menjadi bagian dari ekosistem tersebut.

Pada akhirnya, keseimbangan antara perlindungan pekerja dan inovasi ekonomi akan menjadi kunci dalam membangun masa depan dunia kerja yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Laporan Intelijen Mengejutkan : Rusia Bantu Iran Melancarkan Serangan Drone ke Militer AS

EtIndonesia. Serangan presisi militer Amerika Serikat pada Rabu (11/3/2026) kembali dilaporkan berhasil. United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa seluruh kapal perang kelas “Soleimani” milik Iran telah dihancurkan, sehingga kekuatan angkatan laut Iran pada kelas tersebut lumpuh sepenuhnya.

Namun pada hari yang sama, serangan drone Iran terhadap pelabuhan Salalah Port di Oman membuat penggunaan drone kembali menjadi fokus utama dalam konflik ini. Informasi intelijen menunjukkan bahwa Russia diduga mulai ikut campur dalam perang dengan membimbing Iran melancarkan serangan drone secara bergelombang, sementara dukungan dari Tiongkok juga menimbulkan kekhawatiran di pihak Amerika.

Armada Kapal Perang Iran Dihancurkan, Selat Hormuz Jadi Titik Strategis

Militer AS merilis video yang menunjukkan serangan terhadap beberapa kapal angkatan laut Iran serta kapal penebar ranjau di dekat Strait of Hormuz.

“Kemarin saja, hampir setiap jam kami melancarkan serangan udara terhadap Iran dari berbagai lokasi dan arah. Kami juga menghancurkan kapal terakhir dari empat kapal perang kelas Soleimani. Itu berarti seluruh kapal perang kelas ini kini telah keluar dari medan pertempuran,” ujar seorang perwira dari United States Central Command, Cooper. 

CENTCOM pada Rabu juga memperingatkan masyarakat sipil bahwa pemerintah Iran menggunakan pelabuhan sipil di sepanjang Selat Hormuz untuk operasi militer.

Pada hari yang sama, tiga kapal dagang di Selat Hormuz dilaporkan diserang oleh objek terbang tak dikenal. Salah satunya adalah kapal kargo berbendera Thailand yang mengalami kerusakan, dengan tiga awak kapal dilaporkan hilang.

Selain itu, dua drone Iran jatuh di dekat Dubai International Airport di Dubai, menyebabkan empat orang terluka.

Video yang beredar di internet juga menunjukkan serangan terhadap Salalah Port, di mana sebuah gudang penyimpanan bahan bakar di pelabuhan tersebut meledak dan terbakar.

Militer Iran pada Rabu juga memperingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi kenaikan harga minyak hingga 200 dolar per barel, dan mengancam bahwa serangan akan terus dilakukan secara bertahap dan berulang.

Intelijen Barat: Rusia Membantu Iran Menggunakan Drone

Pejabat intelijen Barat mengatakan kepada CNN bahwa Russia memanfaatkan pengalaman mereka dalam perang Rusia-Ukraina untuk membantu Iran menggunakan drone Shahed dalam serangan bergelombang.

Serangan tersebut dilakukan dengan mengirim banyak drone secara bersamaan dan sering mengubah jalur terbang, sehingga dapat menghindari sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan negara-negara Teluk.

Sumber intelijen mengatakan bahwa bantuan Rusia tidak lagi hanya sebatas berbagi informasi, tetapi sudah mencakup strategi taktis penggunaan drone secara langsung.

Saat ini, Ukraine telah mengirim para ahli ke kawasan Teluk untuk membantu negara-negara di sana menghadapi drone Iran. Ukraina juga mengembangkan drone pencegat kecil dengan biaya hanya sekitar 5.000 dolar AS, yang dapat diproduksi dengan cepat dalam jumlah besar.

Terakhir, pejabat intelijen juga menyebut bahwa dukungan dari Tiongkok terhadap Iran “mengkhawatirkan”, meskipun rincian lebih lanjut belum diungkapkan.

Sementara itu, militer Israel pada Rabu menyatakan bahwa mereka siap menghadapi perang jangka panjang dengan Iran, hingga semua ancaman terhadap keberadaan negara tersebut dihapuskan. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter NTD Television Yi Jing.

Trump Umumkan Militer AS Menenggelamkan 16 Kapal Penebar Ranjau dalam Semalam

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (11/3/2026) mengumumkan bahwa militer Amerika menenggelamkan seluruh 16 kapal penebar ranjau milik Iran dalam satu malam. Ia mengatakan bahwa rezim Iran menerima akibat dari tindakan mereka sendiri.

Reporter NTD di Washington, Zhang Liang, melaporkan bahwa sebelum meninggalkan The White House, Trump menjelaskan operasi militer tersebut. Ia mengatakan bahwa pasukan AS berhasil menenggelamkan 16 kapal Iran yang digunakan untuk menanam ranjau laut, dan menurutnya pemerintah Iran saat ini tidak lagi mampu membangun kembali kekuatan militernya yang telah dihancurkan.

 “Dalam semalam kami menenggelamkan 16 kapal penebar ranjau. Belum pernah ada yang melihat hasil seperti ini,” kata Trump. 

Ia juga menyatakan: “Mereka (pemerintah Iran) sudah kehilangan angkatan lautnya. Mereka sudah kehilangan angkatan udaranya. Mereka tidak memiliki sistem pertahanan udara lagi. Mereka tidak memiliki radar. Para pemimpin mereka juga telah meninggal dunia.”

Trump mengatakan bahwa meskipun angkatan laut Iran terlihat besar, namun tidak efektif. Ia menambahkan bahwa 16 kapal tersebut merupakan seluruh kapal penebar ranjau milik Iran.

Menurutnya, setelah militer AS menghancurkan angkatan laut dan angkatan udara Iran, maka tidak ada lagi ranjau di Selat Hormuz, sehingga kapal tanker minyak dapat kembali berlayar dengan bebas.

 “Mereka telah mengganggu dunia selama 47 tahun. Sekarang mereka harus menanggung konsekuensi besar dari tindakan mereka,” ujar Trump. 

Ketika seorang wartawan menanyakan apakah Spanyol sekarang bekerja sama dengan militer AS, Trump mengkritik pemerintah di Madrid karena menurutnya menikmati perlindungan dari NATO tetapi tidak membayar kontribusi pertahanan yang seharusnya.

Ia juga mengatakan masih mempertimbangkan kemungkinan memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol.

 “Izinkan saya mengatakan kabar baik: rakyat Spanyol sangat hebat. Tetapi para pemimpin mereka… tidak begitu baik,” tambah Trump. 

Laporan oleh reporter NTD Television Zhang Liang dan Ren Hao dari Amerika Serikat.

Orang yang Menciptakan Keajaiban

EtIndonesia. Keberkahan itu seperti air, sedangkan kita bagaikan perahu yang mengapung di atas permukaan air.

Jika keberkahan melimpah, air akan naik dan perahu pun terangkat tinggi sehingga perjalanan menjadi mudah.

Namun jika keberkahan sedikit, air akan surut dan perahu bisa kandas—bahkan melangkah sedikit pun terasa sulit.

Suatu sore, saya berjalan-jalan di daerah pinggiran kota bersama seorang teman.

Tiba-tiba seorang lelaki tua berpakaian lusuh mendekati kami. Di tangannya ia membawa beberapa kantong sayuran hijau yang ia tawarkan untuk dijual. Sayuran itu tampak sangat tidak menarik—daunnya layu karena kehilangan air, warnanya menguning, bahkan terdapat banyak lubang kecil bekas gigitan ulat.

Namun tanpa banyak bicara, teman saya langsung membeli tiga kantong sekaligus.

Dengan wajah agak malu, lelaki tua itu menjelaskan,
“Sayuran ini saya tanam sendiri. Beberapa waktu lalu hujan turun sangat deras, banyak tanaman saya terendam air dan rusak. Jadi penampilannya memang tidak bagus. Maafkan saya.”

Setelah lelaki tua itu pergi, saya bertanya kepada teman saya,
“Apakah kamu benar-benar akan memakan sayuran itu di rumah?”

Tanpa berpikir panjang ia menjawab,
“Tidak. Sayuran itu sebenarnya sudah tidak bisa dimakan.”

Saya kembali bertanya,
“Kalau begitu, kenapa kamu tetap membelinya?”

Ia menjawab dengan tenang,
“Karena sayuran seperti itu hampir pasti tidak akan ada orang yang mau membeli. Jika saya juga tidak membelinya, mungkin lelaki tua itu tidak akan mendapatkan penghasilan hari ini.”

Kebaikan teman saya membuat saya sangat kagum. Maka saya pun mengejar lelaki tua itu dan membeli beberapa sayuran darinya.

Lelaki tua itu tampak sangat gembira dan berkata,
“Hari ini saya berjualan seharian, hanya kalian yang mau membeli sayuran saya. Terima kasih banyak.”

Beberapa ikat sayuran yang sebenarnya sudah tidak layak dimakan justru memberi saya sebuah pelajaran yang sangat berharga.


Catatan

Ketika kita berada dalam masa sulit, kita sering berharap ada keajaiban yang datang menolong kita.

Namun ketika kita memiliki kemampuan untuk membantu orang lain, apakah kita bersedia menjadi orang yang menciptakan keajaiban itu?

Ada orang yang percaya bahwa di dunia ini tidak ada keajaiban.
Ada juga yang selalu berharap keajaiban datang menghampiri dirinya.

Namun pernahkah kita menjadi orang yang menciptakan keajaiban bagi orang lain?

Selama setiap orang bersedia melakukan kebaikan kecil, sesungguhnya kebaikan itu dapat berkumpul dan melahirkan harapan yang sangat besar.

Ketika seseorang mencapai usia tertentu dan mulai memahami apa yang pantas dimiliki dan apa yang tidak, itulah sebuah kebijaksanaan.

Jika kamu merasa dirimu masih belum matang, maka kamu masih bisa terus bertumbuh.
Namun jika kamu merasa dirimu sudah sepenuhnya matang, maka kamu hanya tinggal menunggu untuk membusuk.

Jika apa yang kamu lakukan bermanfaat bagi dirimu sendiri, itu disebut kesuksesan.
Tetapi jika apa yang kamu lakukan bermanfaat bagi orang lain, itu disebut pencapaian yang bermakna.

Kecantikan fisik hanyalah sementara. Ia tidak bertahan lama dan pada akhirnya bisa menjadi biasa saja.

Kebijaksanaanlah yang merupakan keindahan sejati yang abadi.

Hargailah hari ini,
karena hari ini akan menjadi kenangan indah di masa depan.

“Keberkahan” berasal dari hati yang tahu bagaimana memberi dan berbagi.


Renungan

Masyarakat kadang terasa semakin dingin dan kurang memiliki rasa kemanusiaan, karena banyak orang hanya menghitung keuntungan.
Berapa banyak yang diberikan harus sebanding dengan berapa banyak yang diperoleh.

Jika tidak ada keuntungan, orang enggan memberi.
Apalagi jika sudah jelas akan mengalami kerugian, hampir tidak ada orang yang mau melakukannya.

Sama seperti sayuran di tangan lelaki tua itu—jelek dan berkualitas rendah. Tidak ada orang yang rela mengeluarkan uang untuk membeli sayuran seperti itu, karena dianggap tidak sepadan dan tidak memberi nilai keuntungan.

Namun bagi lelaki tua itu, sayuran-sayuran tersebut adalah harapan hidup yang ia selamatkan dari ladangnya untuk menyambung kehidupannya.

Ia berharap bisa bertahan hidup.
Ia berharap akan datang sebuah keajaiban.

Perasaan itu sebenarnya sama seperti kita ketika berada dalam kesulitan—kita juga berharap ada keajaiban yang menolong.

Jika manusia bersedia, ketika mereka memiliki kemampuan, untuk menjadi pencipta keajaiban bagi orang lain…

Bukankah di mana pun kita berada, tempat itu bisa menjadi surga? (Jhon)

Kita Semua Terhubung oleh Nasib yang Sama

EtIndonesia. Suatu hari, seekor tikus melihat seorang petani membeli sebuah perangkap tikus.

Tikus itu segera berlari keluar ke halaman dengan penuh ketakutan dan berkata kepada hewan-hewan lain,
“Di dalam rumah ada perangkap tikus!”

Ayam jantan hanya berkokok santai dan berkata,
“Itu adalah kuburan yang berkaitan denganmu, bukan denganku. Itu tidak penting bagiku dan tidak menggangguku.”

Babi berkata dengan nada simpati,
“Aku sangat ingin membantu, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Namun aku akan mendoakanmu.”

Tikus kemudian beralih kepada sapi. Sapi menjawab dengan tenang,
“Aku turut prihatin, tapi itu bukan urusanku. Perangkap tikus itu bahkan tidak bisa menyentuhku sedikit pun.”

Tidak ada satu pun hewan yang mau memikirkan cara untuk menolongnya.

Dengan kepala tertunduk dan hati penuh kecewa, tikus itu kembali ke dalam rumah dan menghadapi perangkap tikus itu sendirian.

Pada suatu malam, perangkap itu akhirnya menangkap sesuatu.

Mendengar suara jebakan, istri petani segera bergegas melihatnya. Karena suasana sangat gelap, ia tidak menyadari bahwa yang tertangkap bukanlah tikus, melainkan seekor ular berbisa.

Ular itu langsung menggigit lengannya.

Petani pun segera membawa istrinya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Untuk memulihkan kesehatan istrinya, petani menyembelih ayam dan memasaknya menjadi sup ayam agar istrinya bisa meminumnya. Namun kondisi istrinya tetap tidak membaik.

Ketika para tetangga datang untuk membantu merawat sang istri, petani kembali menyembelih babi untuk menjamu mereka.

Beberapa hari kemudian, kondisi sang istri semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Banyak orang datang menghadiri pemakaman.

Untuk menjamu para kerabat dan tamu yang datang, petani pun menyembelih sapi.


Renungan

Seekor kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya dapat memicu badai di belahan bumi lain.

Banyak hal yang tampaknya tidak berkaitan dengan kita, tetapi pada akhirnya dapat menghasilkan dampak yang sama sekali tidak kita duga.

Dalam kisah ini, perangkap tikus yang tampaknya hanya menjadi masalah bagi tikus ternyata berakhir dengan pengorbanan ayam, babi, dan sapi—hewan-hewan yang sebelumnya merasa tidak ada hubungannya sama sekali.

Kita hidup di dunia yang saling terhubung.

Nasib kita sebenarnya merupakan nasib bersama.

Karena itu, jangan menjadi orang yang egois.
Jangan berpikir bahwa sesuatu yang tidak berkaitan langsung dengan kita boleh diabaikan begitu saja.

Berikan sedikit lebih banyak perhatian kepada orang-orang di sekitar kita.
Berikan sedikit lebih banyak kepedulian.

Perubahan kecil saja mungkin dapat memengaruhi perkembangan berbagai peristiwa di kemudian hari.

Ketika kita membantu orang lain, sebenarnya kita juga sedang membantu diri kita sendiri.


Manusia seharusnya saling membantu dan saling peduli.

Kita tidak boleh hidup dengan sikap egois, berpikir bahwa selama suatu masalah tidak menyangkut diri sendiri maka tidak perlu dipedulikan.

Dunia ini sebenarnya adalah sebuah ekosistem kehidupan yang saling bergantung.

Tidak ada seorang pun yang tahu apakah suatu peristiwa yang saat ini tampaknya tidak ada hubungannya dengan kita, setelah melalui serangkaian perkembangan, pada akhirnya justru akan berdampak pada diri kita sendiri.

Jika kita bersedia memberikan sedikit perhatian dan sedikit bantuan kepada orang lain, mungkin kita bisa mencegah sebuah bencana bahkan sebelum bencana itu terjadi. (jhon)

Kisah Beruang Kutub

Dalam perjalanan hidup kita, ketika mengejar kebahagiaan, sering kali kita juga bisa menjadi seperti beruang kutub itu—terutama jika kita memegang pandangan hidup yang keliru.

Banyak orang bekerja sangat keras dan sangat lama. Mereka percaya bahwa keberhasilan dalam karier adalah hal yang paling penting dalam hidup.

EtIndonesia. Pernahkah kamu mendengar kisah tentang beruang kutub?

Di kawasan Lingkar Arktik, beruang kutub hampir tidak memiliki musuh alami. Namun orang-orang Eskimo yang cerdas ternyata dapat menangkapnya dengan sangat mudah, bahkan tanpa perlu banyak tenaga.

Bagaimana mereka melakukannya?

Inilah yang bisa disebut sebagai kecerdasan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia.

Orang-orang Eskimo akan membunuh seekor anjing laut, lalu menampung darahnya di dalam sebuah ember. Setelah itu mereka menancapkan sebuah pisau bermata dua tepat di tengah darah tersebut. Karena suhu di wilayah Arktik sangat rendah, darah anjing laut itu segera membeku. Pisau itu pun terperangkap di dalam gumpalan darah yang membeku—seperti es loli raksasa.

Kemudian “es darah” itu dikeluarkan dari ember dan dilemparkan begitu saja di atas hamparan salju.

Beruang kutub memiliki satu sifat yang sangat kuat:
ia sangat menyukai bau darah.

Sifat inilah yang akhirnya membawanya pada kematian.

Indra penciumannya sangat tajam. Bahkan dari jarak beberapa kilometer pun ia dapat mencium bau darah. Ketika mencium bau tersebut, ia pasti akan menemukan “es darah” yang ditinggalkan orang Eskimo di salju, lalu segera datang untuk memakannya.

Beruang kutub mulai menjilati es darah itu.
Semakin dijilat, lidahnya perlahan mulai mati rasa karena dingin. Namun ia tidak mau berhenti menikmati “makanan lezat” tersebut.

Tiba-tiba rasa darah yang ia cicipi terasa semakin segar.

—Darah yang lebih baru.
—Darah yang hangat.

Maka ia pun menjilatinya semakin bersemangat.

Padahal darah itu sebenarnya adalah darahnya sendiri.

Yang sebenarnya terjadi adalah: ketika beruang itu menjilat hingga mencapai bagian tengah es darah, pisau yang tertanam di dalamnya mulai melukai lidahnya. Darah pun mulai mengalir keluar.

Namun karena lidahnya sudah mati rasa akibat dingin, ia tidak merasakan sakit sama sekali.

Sebaliknya, hidungnya yang sangat sensitif justru mencium bau darah yang lebih segar. Akibatnya ia terus menjilat dengan lebih rakus.

Semakin dijilat, luka di lidahnya semakin dalam.
Darah semakin banyak mengalir.
Dan semuanya ia telan sendiri ke dalam tenggorokannya.

Pada akhirnya, beruang kutub itu kehilangan terlalu banyak darah hingga mengalami syok dan pingsan. Saat itulah orang Eskimo datang dan dengan mudah menangkapnya tanpa harus bersusah payah.


Renungan Kehidupan

Dalam perjalanan hidup kita, ketika mengejar kebahagiaan, sering kali kita juga bisa menjadi seperti beruang kutub itu—terutama jika kita memegang pandangan hidup yang keliru.

Banyak orang bekerja sangat keras dan sangat lama. Mereka percaya bahwa keberhasilan dalam karier adalah hal yang paling penting dalam hidup.

Mereka memang menghasilkan banyak uang—sangat banyak.

Namun mereka tidak memiliki waktu untuk menikmatinya. Bahkan ketika suatu saat mereka memiliki waktu, sering kali mereka tidak lagi tahu bagaimana menggunakan uang itu.

Mereka mendapatkan uang, tetapi kehilangan banyak hal lain—bahkan mungkin kehilangan hal-hal yang jauh lebih penting dalam hidup.

Hubungan mereka dengan keluarga menjadi sangat sedikit.
Anak-anak mereka bahkan hampir tidak mengenal mereka—dalam arti mereka tidak pernah benar-benar hadir menemani anak-anak tumbuh dewasa.

Mereka tidak pernah bermain, tidak memiliki kehidupan santai, dan bahkan tidak pernah sempat membantu orang lain.

Ada orang yang ketika kariernya sedang berada di puncak tiba-tiba mengalami serangan jantung dan meninggal dunia.
Ada yang tiba-tiba terkena stroke dan kehilangan kemampuan bergerak.
Ada pula yang suatu hari menyadari bahwa keluarganya telah meninggalkannya.

Majalah Amerika TIME pernah melakukan sebuah survei terhadap para CEO perusahaan besar dunia yang telah pensiun. Mereka diminta mengisi sebuah kuesioner.

Salah satu pertanyaan dalam survei tersebut adalah:

“Jika hidup bisa diulang kembali, hal apa yang paling tidak ingin Anda lewatkan?”

Menariknya, para pemimpin dari sepuluh perusahaan terbesar memberikan jawaban yang sama.

Jika hidup dapat dimulai kembali, mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk menemani anak-anak mereka tumbuh besar.

Banyak orang berkata bahwa mereka tidak pernah menyesali keputusan yang telah mereka buat.

Masalahnya adalah: sebelum membuat keputusan, mereka sebenarnya belum benar-benar memikirkannya dengan matang. Pada akhirnya, mereka tetap menyesal.

Karena itu, mari kita berpikir dengan jernih sekarang:

Apakah kamu adalah beruang kutub itu?

Apakah kamu sedang “menghisap darahmu sendiri” sambil merasa sedang menikmati kebahagiaan?

Hidup hanya terjadi satu kali.
Waktu yang sudah lewat tidak akan pernah kembali.

Jangan menjadi beruang kutub besar itu.
Sebuah karier yang dibangun dengan mengorbankan kehidupan sendiri pada akhirnya mungkin membuatmu memperoleh seluruh dunia—

tetapi kehilangan hal yang paling berharga dalam hidupmu.


Cara orang Eskimo berburu beruang kutub sebenarnya jauh lebih menarik daripada sekadar nasihat moral yang muncul di akhir cerita.

Mereka menggunakan darah anjing laut untuk membungkus pisau tajam. Ini adalah contoh bagaimana kecerdikan bisa mengalahkan kekuatan.

Jika kita melihat kembali masyarakat manusia, situasi seperti ini sebenarnya sering terjadi di berbagai sudut kehidupan.

Orang Eskimo menggunakan keuntungan yang tampak di depan mata untuk menarik beruang kutub.
Kemudian hawa dingin membuat perasaan beruang itu menjadi mati rasa.

Akhirnya beruang itu mati dalam keyakinan bahwa ia sedang memperoleh keuntungan—padahal sumber “keuntungan” itu sebenarnya berasal dari dirinya sendiri.

Bukankah dalam banyak hal kita juga seperti beruang kutub?

Beberapa pengelola atau pemimpin yang pandai berhitung kadang memberi kita berbagai manfaat di satu sisi, tetapi di sisi lain mereka mengambil jauh lebih banyak dari kita.

Seperti pepatah lama mengatakan:
“Bulu domba tetap berasal dari tubuh domba itu sendiri.”

Ketika kita merasa sedang menghasilkan lebih banyak uang, kita mungkin tanpa sadar juga kehilangan waktu dan kesehatan.

Dan ketika kesehatan telah hilang, sebanyak apa pun uang yang kita miliki tidak akan mampu menukar kembali kesehatan dan waktu yang telah pergi. (Jhon)

Kebakaran Gedung Tinggi Terjadi Lagi di Hong Kong, Asap Tebal Membumbung Tinggi, Lebih dari 100 Orang Dievakuasi 

EtIndonesia. Baru-baru ini, kebakaran kembali terjadi di sebuah gedung tinggi di Hong Kong. Asap tebal bergulung-gulung dan terlihat dari kejauhan. Beberapa saksi mata segera melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang, dan sekitar 130 orang berhasil dievakuasi dengan selamat.

Beberapa video yang beredar di internet menunjukkan bahwa sekitar pukul 18.00 pada 10 Maret 2026, sebuah proyek pembangunan gedung di Kwu Tung North New Development Area, tepatnya di Area 24, tiba-tiba terbakar. Asap tebal keluar dari bagian bawah bangunan dan merambat naik sepanjang dinding luar gedung. Dalam beberapa menit saja, seluruh gedung tertutup asap hitam.

Dalam video terlihat bahwa bagian luar gedung menggunakan rangka perancah logam yang dilapisi jaring pelindung konstruksi.

Seorang saksi yang merekam video tersebut berkata dengan nada prihatin:
“Ini benar-benar bencana.”

Rekaman juga memperlihatkan beberapa mobil pemadam kebakaran telah tiba di lokasi, dan para petugas pemadam menggunakan selang air untuk memadamkan api.

Menurut laporan media Hong Kong 01, setelah menerima laporan, petugas pemadam segera menuju lokasi kebakaran. Mereka mengonfirmasi bahwa sebuah gedung setinggi 30 lantai yang masih dalam tahap pembangunan di kawasan Kwu Tung North terbakar. Api berhasil dipadamkan pada pukul 18.46 malam.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa kebakaran kemungkinan disebabkan oleh bahan bangunan dan barang-barang konstruksi yang terbakar. Area kebakaran diperkirakan sekitar 20 meter × 20 meter, dan sebagian perancah bangunan terlihat hangus oleh asap.

Setelah kebakaran terjadi, sekitar 130 orang dievakuasi dari lokasi. Tidak ada korban luka. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Dilaporkan bahwa proyek gedung yang terbakar tersebut sedang dibangun sebagai perumahan relokasi khusus oleh Asosiasi Perumahan Hong Kong. Pihak asosiasi menyatakan bahwa berdasarkan informasi awal, kebakaran ini tidak akan mempengaruhi jadwal pembangunan proyek.

Mengingatkan pada Kebakaran Besar Tahun Lalu

Kebakaran gedung tinggi ini kembali menarik perhatian masyarakat, karena sebelumnya pada 26 November 2025, terjadi kebakaran besar mematikan di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po.

Peristiwa tersebut menewaskan 161 orang dan membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal, sehingga mengejutkan masyarakat dunia.

Baru-baru ini, beberapa wisatawan dari Tiongkok merekam video saat melihat gedung-gedung yang hangus terbakar dan menjadi puing-puing di Wang Fuk Court. Mereka berkata dengan sedih :  “Sudah terbakar seperti ini… waktu itu lebih dari 160 orang meninggal dunia. Sangat menyedihkan.”

Dalam video lain, seorang warga Hong Kong mengatakan bahwa dari delapan gedung di kompleks tersebut, hanya satu yang tidak terbakar, sementara tujuh gedung lainnya dilalap api dan menimbulkan korban jiwa.

Ia juga mengatakan bahwa tujuh gedung tersebut akan dibongkar oleh pemerintah dan rencananya akan diubah menjadi taman, karena terlalu banyak korban meninggal dunia dan warga mengalami trauma psikologis sehingga tidak ingin lagi tinggal di sana.

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui

Tornado Menerjang AS, 2 Orang Tewas dan Banyak Terluka Hingga Puluhan Juta Orang Terancam

Serangkaian badai dahsyat melanda wilayah tengah Amerika Serikat dan memicu beberapa tornado kuat  pada Selasa (10/3/2026) malam.  Saat badai bergerak ke arah timur pada Rabu pagi, ancaman utama berubah menjadi banjir bandang dan angin kencang yang merusak. Badai diperkirakan baru akan melemah pada Kamis.

EtIndonesia.  Pada Selasa sore, tornado besar menyapu wilayah Kankakee, Illinois, Amerika Serikat menyebabkan setidaknya 7 orang mengalami luka ringan, merusak beberapa rumah, serta memaksa sejumlah jalan ditutup sementara.

Seorang warga setempat berkata :  “Semua orang cepat masuk ke rumah dan pergi ke ruang bawah tanah agar aman. Orang-orang yang masih berada di dalam mobil itu terlalu berbahaya. Saya sekarang akan turun ke ruang bawah tanah. Sampai jumpa semuanya.”

Sebelumnya, badai super (supercell) yang sama telah memicu tornado kuat di dekat Pontiac, Illinois. Badai kemudian bergerak ke arah timur, menyapu dari wilayah tengah Illinois hingga ke bagian utara Indiana.

Menurut pejabat setempat di Indiana, sepasang pasangan lansia tewas akibat bencana tersebut. Di Newton County, Indiana, lebih dari 2.500 rumah mengalami pemadaman listrik.

Cuaca buruk ini juga membawa hujan es berukuran sangat besar, dengan beberapa butir es berdiameter lebih dari 5 inci, yang kemungkinan memecahkan rekor baru di negara bagian tersebut.

Di Texas, hujan es besar juga terjadi, bahkan sebagian berukuran sebesar bola bisbol.

Badan meteorologi menyatakan bahwa lebih dari 55 juta orang berada dalam risiko badai petir kuat tingkat 2, yang membentang dari Texas, Louisiana, hingga Pennsylvania.

Diperkirakan pada Kamis minggu ini, ancaman badai kuat akan berkurang secara signifikan, namun dampaknya kemungkinan masih bisa berlanjut hingga akhir pekan.

Laporan oleh reporter NTD Television Liu Jiajia dari Amerika Serikat

KPPU Temukan Praktik “Tying-in” Minyakita di Sejumlah Daerah Jelang Lebaran

JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar inspeksi mendadak (sidak) harga dan pasokan bahan pokok secara serentak di tujuh wilayah pada Senin (9/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Medan, Bandar Lampung, Bandung, Surabaya, Samarinda, Makassar, hingga Yogyakarta ini bertujuan memantau stabilitas harga serta mengawasi potensi praktik persaingan usaha tidak sehat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Hasil pemantauan menunjukkan secara umum pasokan bahan pokok dalam kondisi aman, meskipun sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga akibat peningkatan permintaan selama Ramadan. Namun yang menjadi sorotan utama adalah ditemukannya praktik penjualan bersyarat atau tying-in pada distribusi minyak goreng rakyat Minyakita di beberapa daerah.

Di Provinsi Lampung, KPPU menemukan praktik yang mewajibkan pembeli membeli produk lain untuk mendapatkan Minyakita. Di Kota Metro, konsumen diharuskan membeli satu truk produk tambahan untuk memperoleh 40 karton Minyakita. Sementara di Bandar Lampung, pembeli harus membeli lima karton minyak goreng merek lain untuk mendapatkan satu karton Minyakita.

Praktik serupa juga ditemukan di Kalimantan Timur. Berdasarkan pemantauan KPPU di pasar tradisional Balikpapan dan Samarinda, pedagang yang ingin membeli Minyakita dari distributor diminta membeli minyak goreng merek lain dengan harga lebih mahal. Kondisi ini menyebabkan pedagang menaikkan harga Minyakita di tingkat konsumen sebagai bentuk subsidi silang, sehingga melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Selain temuan tersebut, pemantauan KPPU di berbagai daerah mencatat sejumlah dinamika harga:

Di Kota Medan, sidak di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing menunjukkan harga daging ayam ras berada pada kisaran Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram, masih di atas harga acuan pemerintah sekitar Rp40.000 per kilogram. Sementara komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang justru mengalami penurunan harga akibat pasokan yang mencukupi.

Di Bandung Raya, harga cabai rawit merah tercatat tinggi pada kisaran Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Minyakita dijual mencapai Rp19.000 per liter, melampaui HET sebesar Rp15.700 per liter. Pedagang menyebutkan harga pembelian dari pemasok yang tinggi membuat produk tersebut sulit dijual sesuai ketentuan.

Di Surabaya, sidak di Pasar Wonokromo bersama Polda Jawa Timur, Dinas Perdagangan, dan Bulog menunjukkan ketersediaan komoditas cukup memadai, meski terjadi kenaikan harga cabai rawit merah dan minyak goreng yang masih di atas HET di beberapa titik.

Di Makassar, pemantauan di Pasar Terong mencatat harga ayam potong berkisar Rp60.000 hingga Rp65.000 per ekor, sementara telur ayam ras dijual sekitar Rp58.000 per rak. KPPU mencermati adanya peningkatan permintaan ayam dan telur yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun pasokan masih aman tanpa indikasi penahanan oleh distributor.

Di Yogyakarta, sidak di Pasar Kranggan menunjukkan harga cabai rawit merah mencapai Rp90.000 per kilogram, naik dari Rp60.000 per kilogram pada awal tahun. Kenaikan dipengaruhi gangguan pasokan akibat curah hujan tinggi serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

KPPU menegaskan bahwa pemantauan harga dan distribusi bahan pokok akan terus dilakukan hingga mendekati Idulfitri guna memastikan stabilitas pasokan serta mencegah praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara wajar dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar.