Perang di Timur Tengah Dorong Harga Minyak Naik, IEA Akan Lepas 400 Juta Barel Minyak Mentah Cadangan

Setelah pecahnya perang di Timur Tengah, Iran meningkatkan serangan terhadap kawasan Teluk Persia yang kaya sumber minyak. Untuk menekan lonjakan harga minyak mentah, International Energy Agency (IEA) pada Rabu (11/3/2026) mengusulkan pelepasan 400 juta barel minyak, yang mana akan menjadi pelepasan cadangan terbesar dalam sejarah.

EtIndonesia. Pekan ini harga minyak dunia berfluktuasi tajam. Pada Senin (9/3/2026), harga sempat melonjak hingga hampir 120 dolar AS per barel. Setelah turun pada Selasa, pada Rabu pagi waktu Amerika Timur, harga minyak Brent naik 3,4% menjadi 90,77 dolar per barel, sementara harga minyak mentah AS naik 2,8% menjadi 86,01 dolar per barel.

Akibat serangan dan blokade Iran, pengiriman tanker minyak dan transportasi barang yang melewati Strait of Hormuz mengalami gangguan serius.

Untuk menekan lonjakan harga minyak selama perang, negara-negara anggota International Energy Agency sepakat melepaskan setidaknya 400 juta barel minyak dari cadangan darurat selama dua bulan ke depan. Ini akan menjadi pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah.

 “Negara-negara anggota IEA akan memasok 400 juta barel minyak ke pasar. Ini merupakan langkah besar untuk meredakan dampak langsung dari gejolak pasar. Namun yang paling penting untuk memulihkan stabilitas pasokan minyak dan gas adalah memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz,” kata Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol. 

Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure menyatakan bahwa negara-negara anggota IEA memiliki lebih dari 1 miliar barel cadangan minyak, sehingga pelepasan sebagian cadangan dapat membantu menstabilkan harga.

European Commission, serta pemerintah Spanyol, Jerman dan Austria juga menyatakan dukungannya. Sementara itu, Japang akan mulai menggunakan sebagian cadangan minyaknya mulai minggu depan.

 “Pertama, kami akan melepaskan cadangan swasta yang setara dengan 15 hari konsumsi, serta cadangan nasional yang setara dengan satu bulan konsumsi, untuk segera memasok minyak ke kilang-kilang Jepang,” ujar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Sejak perang pecah, harga rata-rata bensin di seluruh Amerika Serikat telah naik hampir 50 sen per galon. Menurut American Automobile Association (AAA), pada Rabu harga rata-rata bensin nasional mencapai 3,578 dolar AS per galon, tertinggi sejak 2024.

 “Secara historis, harga minyak mentah internasional dan harga minyak di Amerika Serikat pada dasarnya mengikuti tren yang sama. Kadang ada sedikit keterlambatan atau selisih. Harga 120 dolar itu lebih merupakan lonjakan panik jangka pendek, jadi saya rasa belum perlu terlalu khawatir,” kata Ekonom dari UCLA Anderson School of Management, Yu Weixiong. 

Para ahli menilai bahwa solusi mendasar tetaplah menstabilkan situasi geopolitik secepat mungkin.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada 10 Maret mengatakan:
“Begitu tujuan keamanan nasional dari ‘Operasi Epic Fury’ sepenuhnya tercapai, rakyat Amerika akan melihat harga minyak dan gas turun dengan cepat, bahkan mungkin lebih rendah dari sebelum operasi dimulai. Kita akan hidup di dunia di mana Iran tidak lagi dapat mengancam Amerika Serikat dan sekutunya dengan senjata nuklir.”

Laporan oleh NTD Television, dari Amerika Serikat.

Negara-Negara Teluk Mencegat Rudal dan Drone Iran

EtIndonesia. Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ke-12 pada Rabu (11/3/2026).  Pada 10 Maret, Menteri Perang AS Pete Hegseth menyatakan bahwa hari itu merupakan “hari dengan serangan udara paling intens” dalam perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Juru bicara Gedung Putih Karolina Leavitt mengatakan bahwa tuntutan Presiden Donald Trump mengenai “penyerahan tanpa syarat” berarti Iran harus kehilangan kemampuan untuk mengancam Amerika Serikat dan sekutunya.

Iran Terus Menyerang Negara-Negara Teluk, Rudal dan Drone Dicegat

Menurut laporan Al Jazeera, negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) terus menjadi sasaran serangan Iran, namun banyak rudal dan drone berhasil dicegat.

  • Qatar
    Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan bahwa sebuah rudal berhasil dicegat pada pagi hari. Pejabat Qatar juga menyatakan bahwa saat ini belum ada komunikasi dengan Teheran, dan memperingatkan bahwa serangan Iran terhadap fasilitas energi di kawasan tersebut telah menciptakan “preseden berbahaya.”
  • Kuwait
    Garda Nasional Kuwait mencegat delapan drone yang menargetkan negara tersebut, termasuk satu drone yang menyerang tangki bahan bakar di bandara, menewaskan dua petugas keamanan. Penyelidikan masih berlangsung.
  • Bahrain
    Iran melancarkan serangan di dekat Manama, tepatnya di wilayah Sitra, menyebabkan puluhan orang terluka, termasuk anak-anak. Setelah serangan drone, sebuah fasilitas di Ma’ameer terbakar.
  • Uni Emirat Arab
    Sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat rudal dan drone dari Iran. Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa sejak perang dimulai, negara tersebut memiliki hak untuk menanggapi lebih dari 1.000 serangan yang terjadi.
  • Arab Saudi
    Saudi menyatakan telah menjatuhkan tujuh drone yang menargetkan ladang minyak Shaiba di dekat perbatasan dengan UEA. Selain itu, Saudi juga mencegat rudal balistik di wilayah timur negara itu.

Saudi Sudah Mengantisipasi? Pipa Minyak Cadangan Jika Selat Ditutup

Akun X The Battlefield melaporkan bahwa 45 tahun lalu Arab Saudi membangun pipa minyak sepanjang 1.200 km yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Merah, sebagai langkah antisipasi jika Selat Hormuz diblokir.

Militer Israel Hancurkan Markas Polisi Iran

Pada 11 Maret, akun X The Battlefield merilis video yang menunjukkan Angkatan Udara Israel menghancurkan markas polisi Iran di kota Borujerd, provinsi Lorestan.

Militer AS: Beberapa Kapal Angkatan Laut Iran Ditenggelamkan

United States Central Command juga mengumumkan melalui akun resmi X bahwa pada 10 Maret, militer AS menenggelamkan beberapa kapal angkatan laut Iran di dekat Selat Hormuz, termasuk 16 kapal penebar ranjau laut.

Militer AS juga menyatakan bahwa dalam operasi yang disebut “Operation Epic Fury”, ratusan pesawat tempur terus melancarkan serangan yang menghancurkan terhadap rezim Iran.

Israel Umumkan Target Serangan di Pusat Komando Iran

Pada 10 Maret, Israel Defense Forces mengumumkan serangan terhadap fasilitas militer Iran di Teheran dan Tabriz. Target serangan meliputi:

  • Pusat komando pasukan khusus di Tabriz
  • Kamp militer pasukan keamanan “Imam Hassan” di Teheran
  • Pusat komando pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas peluncuran rudal balistik dan artileri
  • Markas polisi intelijen dan keamanan di Maragheh
  • Kamp besar milisi Basij di Tabriz

Israel: Komandan Senior Hezbollah Tewas

Israel Defense Forces juga mengumumkan bahwa Hassan Salameh, komandan unit “Nasser” dari Hezbollah, telah tewas.

Salameh tewas pada 8 Maret malam dalam serangan udara presisi oleh Angkatan Udara Israel di wilayah Jwaya. Ia diketahui memegang beberapa posisi penting dalam organisasi Hezbollah.

Pada 11 Maret 2026, Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal terhadap kota pesisir Israel Netanya, dengan jejak roket terlihat di langit Israel.

Pada hari yang sama, tim sepak bola wanita Iran tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur setelah mengikuti AFC Women’s Asian Cup 2026 di Australia. Sebelumnya, setidaknya lima pemain tim tersebut mengajukan suaka politik di Australia pada 10 Maret, karena di dalam negeri mereka dituduh sebagai “pengkhianat” setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan. (hui)

Pemimpin Baru Iran, Putra Khamenei, Menghilang dari Publik; Sumber Ungkap Fakta di Baliknya

EtIndonesia. Sejak putra Ali Khamenei, yaitu Mojtaba Khamenei, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran, ia belum pernah muncul di hadapan publik maupun mengeluarkan pernyataan resmi. Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa Mojtaba sebenarnya dipaksa oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) untuk tampil sebagai pemimpin.

Seorang pejabat tinggi Iran mengatakan kepada Reuters bahwa IRGC telah merencanakan proses pemilihan ini dengan sangat hati-hati. Karena lokasi pertemuan awal dihancurkan akibat serangan, lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi, yaitu Assembly of Experts, terpaksa berkumpul di lokasi rahasia. Bahkan beberapa anggotanya tidak dapat ikut memberikan suara karena komunikasi terputus.

Seorang mantan pejabat reformis yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa IRGC mengancam para pengkritik Mojtaba, sehingga anggota Assembly of Experts akhirnya terpaksa mendukungnya.

Menurut sumber tersebut, IRGC memilih Mojtaba karena mereka menganggapnya lebih mudah dikendalikan dibanding ayahnya, sehingga dapat membantu Garda Revolusi menguasai kebijakan dalam negeri dan luar negeri di masa depan.

Selama bertahun-tahun, Mojtaba beroperasi di balik layar dan mengelola kantor ayahnya. Dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel, ayahnya dan istrinya dilaporkan tewas, sementara Mojtaba sendiri diduga juga mengalami luka.

Seorang pembawa acara televisi pemerintah Iran dalam siaran langsung menggambarkan Mojtaba sebagai “janbaz”, yaitu veteran yang terluka secara terhormat dalam apa yang disebut Iran sebagai “Perang Ramadan”, istilah yang digunakan Iran untuk konflik saat ini.

Di media sosial, beredar video yang menunjukkan bahwa dalam upacara sumpah setia kepada Mojtaba, ia tidak hadir secara langsung, dan IRGC hanya menggunakan potongan karton bergambar dirinya.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Mojtaba mungkin terluka atau sedang bersembunyi, karena Amerika Serikat dan Israel telah menjadikannya target serangan.

Saat ini, kondisi kesehatan Mojtaba masih belum dapat diverifikasi secara pasti oleh pihak luar. Namun diamnya yang terus berlanjut telah memicu berbagai spekulasi.

Peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace, Karim Sadjadpour, baru-baru ini mengatakan kepada CNN bahwa seorang sumber yang telah mengenal Mojtaba selama bertahun-tahun mengatakan bahwa yang dipikirkan Mojtaba saat ini bukanlah bagaimana memerintah negara, tetapi bagaimana menyelamatkan dirinya sendiri.

Di kalangan masyarakat Iran, pemimpin yang dianggap sebagai penerus secara turun-temurun ini juga menghadapi ketidakpercayaan luas. Media sosial dipenuhi humor gelap tentang dirinya.

Salah satu unggahan yang banyak dibagikan menulis:  “Sebelum mereka menampilkannya ke publik, kita bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati.”

Beberapa unggahan lain setengah bercanda mengatakan bahwa pengumuman Mojtaba sebagai pemimpin sebenarnya bisa menyelesaikan beberapa masalah politik sekaligus:
“Mengumumkan Mojtaba sebagai pemimpin sebenarnya sangat cerdas. Anda tidak bisa membunuh seseorang yang sudah mati.”

Unggahan lain dengan humor gelap serupa menulis:
“Tahukah Anda apa yang lebih baik daripada satu Khamenei yang sudah mati? Dua Khamenei yang sudah mati.”

(Penanggung jawab redaksi: Tang Ying)

Iran Menyerang Uni Emirat Arab, Kilang Minyak Terbesar Terpaksa Ditutup

EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab pada Selasa (10 Maret) menyatakan bahwa Iran menembakkan 9 rudal balistik ke wilayah UEA. Dari jumlah rudal yang ditembakkan, 8 berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara 1 rudal jatuh ke Teluk Persia.

Pada saat yang sama, Iran juga meluncurkan 35 drone untuk melakukan serangan. Dari jumlah itu, 9 drone berhasil menembus sistem pertahanan udara dan jatuh di wilayah UEA.

Menurut data pihak UEA, sejak awal perang hingga sekarang, Iran telah menembakkan 262 rudal balistik dan 1.475 drone ke negara tersebut. Namun pemerintah menyatakan bahwa lebih dari 90% target yang datang berhasil dicegat, dengan keterlibatan rudal pertahanan udara, pesawat tempur, dan helikopter.

Dalam serangan terbaru ini, sebuah fasilitas energi penting di UEA juga terkena serangan. Menurut laporan Bloomberg, salah satu kilang minyak terbesar di Timur Tengah terpaksa ditutup setelah diserang drone. Di lokasi sempat terjadi kebakaran, namun tidak ada laporan korban jiwa.

Kantor Media Abu Dhabi menyatakan bahwa kebakaran terjadi di sebuah fasilitas di Kawasan Industri Ruwais. Kilang tersebut dapat memproses sekitar 920.000 barel minyak mentah per hari, menjadikannya pusat penting dalam sistem energi UEA. Otoritas terkait telah melakukan penanganan darurat dan kebakaran saat ini sedang dikendalikan.

Data juga menunjukkan bahwa dalam periode ini jumlah serangan terhadap UEA bahkan melebihi beberapa negara lain. Beberapa rudal dan drone juga jatuh di daerah padat penduduk, termasuk kawasan perumahan, gedung perkantoran, dan jalan raya, yang telah menyebabkan 4 warga sipil tewas.

Pihak Iran menyatakan bahwa UEA menjadi target karena negara tersebut memiliki kerja sama keamanan yang erat dengan Amerika Serikat. Tahun lalu, Amerika Serikat menetapkan UEA sebagai “mitra pertahanan utama”, dan UEA juga telah lama mengandalkan AS dalam urusan keamanan.

Laporan CNN mengutip analisis peneliti Chatham House, Sanam Vakil, yang mengatakan bahwa serangan Iran terhadap UEA memiliki dua tujuan:

  1. Menargetkan sekutu penting Amerika Serikat.
  2. Mengirim sinyal kepada negara-negara kawasan bahwa bahkan negara yang merupakan pusat perdagangan global, penerbangan, dan jaringan keuangan pun sulit sepenuhnya menghindari konflik ini.

(hui)

Sumber : NTDTV.com

Militer AS Kerahkan Ratusan Pesawat Tempur untuk Serangan Udara, Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Dekat Selat Hormuz– Video Dirilis

Etindonesia. Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat. Baru-baru ini muncul laporan bahwa Iran menempatkan ranjau laut di jalur energi utama dunia, yaitu Selat Hormuz. Pada 10 Maret, militer Amerika Serikat menghancurkan 16 kapal penebar ranjau milik Iran di dekat selat Hormuz. Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa hari itu merupakan serangan paling intens sejak perang melawan Iran dimulai.

Selat Hormuz merupakan jalur transportasi energi paling penting di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan produk energi global melewati kawasan ini. 

Menurut laporan CNN yang mengutip sumber dari komunitas intelijen Amerika Serikat, jumlah ranjau laut yang telah ditempatkan Iran di selat itu masih relatif terbatas, sekitar beberapa puluh ranjau, sehingga belum mencapai tingkat blokade penuh.

Namun pihak AS menilai bahwa Iran masih memiliki sekitar 80% hingga 90% kapal cepat kecil dan kapal penebar ranjau. Jika Iran meningkatkan operasi, mereka dapat menyebarkan ratusan ranjau laut dalam waktu singkat, yang berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi transportasi energi global.

Menanggapi hal ini, pada 10 Maret Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social untuk memperingatkan bahwa jika Iran menempatkan ranjau di Selat Hormuz, Amerika Serikat menuntut agar ranjau tersebut segera disingkirkan. Jika tidak, Iran akan menghadapi “konsekuensi yang sangat serius yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Pada 11 Maret, United States Central Command mengumumkan melalui platform X (Twitter) bahwa pada 10 Maret militer AS telah menghancurkan sejumlah kapal angkatan laut Iran, termasuk 16 kapal penebar ranjau di dekat Selat Hormuz.

Unggahan tersebut juga menyertakan video operasi militer yang memperlihatkan penghancuran kapal-kapal Iran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menulis di X bahwa:  “Di bawah arahan Presiden Trump, Komando Pusat AS terus menyingkirkan kapal penebar ranjau yang belum digunakan di Selat Hormuz—menghancurkannya dengan presisi tanpa belas kasihan. Kami tidak akan pernah membiarkan teroris menyandera Selat Hormuz.”

Ia juga memperingatkan:  “Untuk rezim Iran yang lemah: kalian telah secara resmi diperingatkan!”

Pada hari yang sama, United States Central Command menyatakan bahwa militer AS sedang melemahkan kemampuan rezim Iran dalam memproyeksikan kekuatan di laut dan mengganggu pelayaran internasional. Selama bertahun-tahun, militer Iran telah mengancam kebebasan navigasi di perairan yang sangat penting bagi keamanan dan kemakmuran Amerika Serikat, kawasan, dan dunia.

Komando Pusat AS juga mengatakan bahwa dalam “Operation Epic Fury”, ratusan pesawat tempur terus melakukan serangan yang menghancurkan terhadap rezim Iran.

Pada 10 Maret pagi, Menteri Perang Pete Hegseth dan Kepala Joint Chiefs of Staff Jenderal Dan Caine mengadakan konferensi pers di Pentagon.

 “Hari ini sekali lagi akan menjadi hari dengan intensitas serangan udara tertinggi terhadap target di dalam Iran. Kami akan mengerahkan lebih banyak pesawat tempur dan pembom, melakukan lebih banyak serangan udara, dan intelijen kami lebih akurat serta lebih andal daripada sebelumnya,” kata Hegseth. 

Ia juga menyatakan bahwa jumlah rudal yang diluncurkan Iran dalam 24 jam terakhir adalah yang paling sedikit dibandingkan kemampuan peluncuran mereka.

Sementara itu, Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa serangan berkelanjutan militer AS telah menurunkan peluncuran rudal Iran terhadap Israel dan sekutunya di Teluk hingga 90%, dan serangan drone satu arah berkurang 83%.

Operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel sejauh ini telah menyerang sekitar 5.000 target di dalam Iran, dan Amerika Serikat terus melemahkan kekuatan angkatan laut Iran. (Hui)

Harga Minyak di Tiongkok Naik dan Tak Pernah Turun, Memicu Gelombang Kenaikan Harga, Bahan Baku Plastik “Melonjak Gila-gilaan”

Setelah perang Iran meletus, harga minyak internasional sempat naik lalu turun kembali. Namun demikian, harga bahan bakar di Tiongkok justru hanya naik dan tidak turun, sehingga memicu kritik dari warganet yang menuduh pemerintah Partai Komunis Tiongkok “memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan”. Kenaikan harga minyak juga memicu kenaikan harga di berbagai sektor lain. Beredar kabar bahwa harga bahan baku plastik “melonjak gila-gilaan.”

EtIndonesia. Iran sebelumnya menyatakan memblokir Selat Hormuz. Dampaknya mendorong harga minyak internasional naik tajam sebelum kemudian turun dengan cepat. Namun, pemerintah Tiongkok tetap mempertahankan kebijakan lama di mana harga minyak domestik “hanya naik dan jarang turun.” Setelah memerintahkan perusahaan minyak milik negara menaikkan harga, tidak ada lagi kabar tentang penurunan harga.

Menurut laporan dari daratan Tiongkok, harga minyak yang terus melonjak menyebabkan banyak stasiun pengisian bahan bakar dipadati antrean panjang kendaraan. Kenaikan harga minyak juga mendorong industri hilir ikut menaikkan harga, terutama bahan baku plastik yang mengalami kenaikan sangat drastis.

Beberapa media independen melaporkan bahwa di Dongguan, khususnya di Zhangmutou Town di provinsi Guangdong, yang merupakan salah satu pusat distribusi bahan baku plastik terbesar di Tiongkok, terlihat antrean panjang truk yang menunggu mengambil barang.

Proses bongkar muat yang biasanya memakan waktu 1–2 jam kini membuat sopir harus menunggu hingga hampir 6 jam.

Kepanikan pembelian ini menyebabkan ketidakseimbangan serius antara pasokan dan permintaan, sehingga harga melonjak tajam.

  • Harga plastik ABS naik dari sekitar 8.000 yuan per ton menjadi lebih dari 13.000 yuan, meningkat lebih dari 60%.
  • Harga plastik PC (polycarbonate) naik dari 11.000 yuan per ton menjadi lebih dari 16.000 yuan, naik lebih dari 40%.

Seorang pemilik usaha wanita di industri tersebut mengatakan dalam sebuah video bahwa industri plastik “benar-benar melonjak gila-gilaan.”

Ia menyebutkan bahwa:

  • Butadiene naik 3.000 yuan dalam satu hari
  • ABS naik 5.000 yuan dalam satu hari
  • GPPS melonjak hingga 13.500 yuan

Ia mengeluh bahwa kenaikan harga bahan baku plastik yang sangat tajam telah menyebabkan biaya produksi melonjak drastis, dan mempertanyakan berapa banyak pemilik pabrik yang bisa bertahan selama tiga bulan ke depan. Ia berkata, “Bagaimana pabrik bisa terus beroperasi seperti ini?”

Pemilik usaha lain bahkan mengatakan dalam video bahwa jika harga tidak turun dalam sepuluh hari, mereka akan mematikan listrik dan menghentikan produksi.

Saat ini harga minyak internasional sedang turun dengan cepat, tetapi harga minyak di Tiongkok masih terus naik. Hal ini terkait dengan apa yang disebut kebijakan “pengendalian harga” pemerintah Tiongkok.

Selama bertahun-tahun, harga minyak di Tiongkok sering naik mengikuti kenaikan harga internasional, tetapi ketika harga global turun, penurunan harga jarang terjadi. Praktik “hanya naik tidak turun” ini membuat harga bahan bakar terus meningkat, sementara perusahaan minyak milik negara memperoleh keuntungan besar dari masyarakat domestik.

Selain itu, ekonomi Tiongkok sangat bergantung pada minyak Iran, sehingga serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran juga berdampak pada pasokan minyak ke Tiongkok. Ditambah lagi dengan kebijakan harga yang “hanya mengikuti kenaikan”, serta pemberitaan yang dianggap membesar-besarkan perang Iran, membuat masyarakat menjadi cemas dan panik. Pembelian secara besar-besaran pun semakin mendorong kenaikan harga.

Seorang sopir truk mengungkapkan dalam video bahwa harga bahan bakar naik beberapa sen setiap hari, sementara tarif pengiriman yang diberikan oleh platform logistik sangat rendah, sehingga keuntungan mengemudi truk hampir tidak ada. Banyak sopir truk bahkan memutuskan berhenti mengangkut barang.

Sopir truk lain yang menggunakan gas alam juga mengeluh bahwa harga gas naik dari 3 yuan menjadi 6 yuan hanya dalam satu hari, sehingga sudah tidak mampu lagi menanggung biayanya.

Kenaikan harga energi juga memicu gelombang kenaikan harga di berbagai industri. Ada warganet yang memposting gambar yang menunjukkan bahwa bahkan youtiao (gorengan khas Tiongkok) dan minyak pijat ikut naik harga.

Namun keaslian gambar-gambar tersebut sulit diverifikasi, dan sebagian orang menduga mungkin hanya gambar editan  sebagai bentuk sindiran di internet. (Hui)

Teror di Toronto, Pelaku Menembak ke Arah Konsulat Amerika Serikat Lalu Melarikan Diri

EtIndonesia. Terjadi insiden penembakan di dekat Konsulat Amerika Serikat di Toronto, Kanada,  Selasa (10/3/2026) dini hari. Polisi menemukan bukti adanya tembakan di lokasi kejadian, namun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hingga kini pelaku belum teridentifikasi. Jalanan di sekitar lokasi telah ditutup untuk penyelidikan.

Kepolisian dari Toronto Police Service menyatakan bahwa pada pukul 05.29 pagi mereka menerima laporan dan segera tiba di lokasi. Di tempat kejadian ditemukan sekitar 10 selongsong peluru, dan kaca pada pintu konsulat AS juga terlihat mengalami kerusakan.

Petugas forensik dari polisi Toronto mencari barang bukti di Konsulat Amerika Serikat di Toronto pada 10 Maret 2026. Polisi sedang menyelidiki laporan bahwa konsulat Amerika Serikat di pusat kota Toronto menjadi sasaran tembakan pada 10 Maret pagi (Tangkapan layar NTD)

Saat ini belum ada informasi mengenai tersangka, dan motif penyerangan masih dalam penyelidikan. Jalan-jalan di sekitar lokasi telah ditutup, dan polisi meminta siapa pun yang memiliki informasi untuk memberikan petunjuk.

Petugas forensik dari polisi Toronto mencari barang bukti di Konsulat Amerika Serikat di Toronto pada 10 Maret 2026. Polisi sedang menyelidiki laporan bahwa konsulat Amerika Serikat di pusat kota Toronto menjadi sasaran tembakan pada 10 Maret pagi (Tangkapan layar NTD)

“Berdasarkan keterangan saksi, sebuah mobil Honda CRV putih melaju ke barat di Dundas Street, lalu berbelok ke selatan di University Avenue dan berhenti di depan Konsulat Amerika Serikat di nomor 361. Dua pria turun dari mobil dan menembakkan senjata yang diduga pistol ke arah bagian depan gedung, kemudian kembali ke mobil dan melarikan diri ke arah selatan,” kata wakil Kepala Polisi Toronto, Frank Barredo.

Petugas forensik dari polisi Toronto mencari barang bukti di Konsulat Amerika Serikat di Toronto pada 10 Maret 2026. Polisi sedang menyelidiki laporan bahwa konsulat Amerika Serikat di pusat kota Toronto menjadi sasaran tembakan pada 10 Maret pagi (Tangkapan layar NTD)

Pelaku Serangan Konsulat Akan Dihukum Berat

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pemerintahnya akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangkap pelaku penyerangan terhadap konsulat dan memastikan mereka dihukum setimpal.

“Saya pastikan para pelaku akan merasakan hukuman yang setimpal,” kata Carney kepada wartawan pada 10 Maret.

Perdana Menteri Provinsi Ontario Doug Ford juga mengecam keras insiden tersebut. Ia menegaskan siapa pun yang terlibat akan menghadapi proses hukum secara penuh.

Ford menyebut aksi penembakan itu “sama sekali tidak dapat diterima” dan tidak menutup kemungkinan adanya kaitan dengan jaringan sel tidur di Kanada.

“Ini hanya pandangan saya, tetapi saya percaya sel tidur ada di berbagai negara,” kata Ford dalam konferensi pers di Queen’s Park. “Kita tahu mereka ada di Amerika Serikat dan juga di Kanada. Orang-orang seperti ini harus ditemukan dan dimintai pertanggungjawaban.”

Sementara itu, Kepala Superintendent Kepolisian Kanada untuk Operasi Kriminal di Ontario, Chris Leather mengatakan pihaknya belum memiliki bukti terkait keberadaan sel tidur dalam kasus tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa badan intelijen Kanada, Canadian Security Intelligence Service (CSIS), sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penembakan di kedutaan terjadi beberapa hari setelah polisi di Toronto meningkatkan patroli keamanan di seluruh kota. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan setelah pecahnya perang Iran yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Leather mengatakan keamanan di konsulat Amerika Serikat dan Israel di Toronto serta Ottawa juga telah diperketat.

Menurutnya, peningkatan pengamanan diperlukan mengingat sejumlah insiden yang terjadi belakangan ini.

“Konsulat-konsulat tersebut membutuhkan pengawasan dan perlindungan yang lebih ketat saat ini. Kami berharap ketegangan dapat mereda dalam beberapa hari atau minggu ke depan,” katanya.


Sejumlah Sinagoga Juga Ditembaki

Insiden penembakan di kedutaan terjadi setelah beberapa rumah ibadah Yahudi di wilayah Toronto juga menjadi sasaran tembakan.

Ford mengatakan ia sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan terhadap tempat ibadah.

“Ini tidak bisa diterima terjadi di kota dan negara kita. Pemerintah tidak akan ragu mengeluarkan sumber daya untuk menangkap dan menghukum para pelaku,” ujarnya.

Kepala penyelidik polisi Barredo mengatakan pihaknya sedang meneliti kemungkinan hubungan antara penembakan di Kedutaan Besar AS dan penembakan yang terjadi di beberapa sinagoga di wilayah Toronto.

“Kami tidak melihat kasus-kasus ini secara terpisah. Kami meneliti semuanya secara keseluruhan. Jika ada hubungan, tentu akan memengaruhi arah penyelidikan,” kata Barredo.

Polisi Toronto saat ini sedang menyelidiki penembakan di Shaarei Shomayim Synagogue pada 7 Maret serta penembakan larut malam di Temple Emanu-El Synagogue pada 2 Maret. Tidak ada korban luka dalam kedua kejadian tersebut.

Sementara itu, York Regional Police juga menyelidiki dua kasus serupa, yaitu penembakan di Beth Avraham Yoseph of Toronto Synagogue pada 7 Maret serta penembakan pada 1 Maret di sebuah pusat kebugaran milik aktivis Iran-Kanada Salar Gholami.

Tempat kebugaran tersebut diserang dua minggu setelah pemiliknya ikut mengorganisasi aksi protes anti-pemerintah Iran di Toronto yang dihadiri sekitar 350.000 orang. Tidak ada korban dalam dua insiden tersebut.

Insiden di Kanada terjadi di tengah meningkatnya ancaman keamanan terhadap lembaga diplomatik Amerika Serikat di berbagai negara.

Pada 8 Maret, di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo,  Norwegia, terjadi serangan alat peledak rakitan. Polisi setempat sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitannya dengan situasi di Timur Tengah sebagai tindakan terorisme.

Akhir pekan lalu di New York City, juga terjadi serangan bom terhadap pengunjuk rasa anti-Islam. Dua pria yang terlibat telah didakwa dengan tuduhan terorisme dan penggunaan senjata pemusnah massal.

Menghadapi meningkatnya ancaman keamanan ini, polisi Toronto mengumumkan akan meningkatkan penempatan personel keamanan di seluruh kota untuk mencegah kemungkinan aktivitas kriminal selama konflik dengan Iran.

“Karena insiden ini melibatkan keamanan nasional, pihaknya telah mengaktifkan Tim Penegakan Keamanan Nasional Terpadu (INSET) dan sedang bekerja sama dengan polisi Toronto serta lembaga lain untuk menyelidiki motif para pelaku,” kata Chris Leather.

Laporan oleh jurnalis NTDTV, Shu Can, dari Kanada.

Trump Ungkap Iran Ingin Berunding, Jika Tidak, Serangan Akan Ditingkatkan 20 Kali Lipat

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump pada Selasa (10 Maret) mengungkapkan bahwa Iran kini sangat ingin berunding dengan Amerika Serikat. Mengenai ancaman Iran untuk melakukan pembunuhan terhadap dirinya, Trump mengatakan ia tidak takut sama sekali. Namun ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendesak Partai Demokrat agar menyetujui pendanaan sehingga Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dapat terus beroperasi secara normal.

Pada hari yang sama, Menteri Energi AS Chris Wright mengumumkan bahwa militer AS telah berhasil mengawal sebuah kapal tanker melewati Selat Hormuz, dan ke depan akan ada lebih banyak kapal tanker yang melintasi selat tersebut.

Namun menurut data pelacakan kapal, sebuah tanker yang membawa 2 juta barel minyak mentah Iran memang telah melewati Selat Hormuz pada Senin (9 Maret) dengan tujuan Tiongkok.

Kapal tanker tersebut bernama “Kuma”, yang termasuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat.

Pada  Senin, Presiden Donald Trump mengkritik Iran karena selama bertahun-tahun mengancam negara lain dengan kemungkinan menutup jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz. Ia menegaskan kembali bahwa militer AS akan memberikan pengawalan jika diperlukan.

“Kami berada dalam posisi yang sangat baik (pasokan minyak cukup). Tetapi jika Iran menutup Selat Hormuz, itu sangat tidak adil bagi wilayah lain di dunia, misalnya bagi Partai Komunis Tiongkok. Maksud saya, apa yang kami lakukan (menyerang Iran) sebenarnya juga untuk kepentingan wilayah lain di dunia, termasuk Tiongkok,” katanya. 

Setelah itu, Trump memperingatkan Iran agar tidak memblokir Selat Hormuz, jika tidak maka serangan Amerika Serikat terhadap Iran akan meningkat hingga 20 kali lipat dibanding sebelumnya.

Pada Selasa, Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani mengancam bahwa Teheran telah menyiapkan berbagai rencana untuk membunuh Trump.

Ini bukan pertama kalinya Iran mengeluarkan ancaman seperti itu, namun Presiden Donald Trump mengatakan ia tidak takut sama sekali. Pada Senin, ia juga menyinggung soal agen rahasia Iran yang disusupkan ke negara-negara Barat.

Trump berkata: “Mereka (Iran) sudah lama berusaha melakukan hal ini (menempatkan agen di negara Barat). Kami selalu memantau masalah ini dengan sangat ketat.”

Trump juga mendesak Partai Demokrat untuk menyetujui anggaran bagi Departemen Keamanan Dalam Negeri, agar agen federal yang memantau para teroris tersebut dapat menerima gaji mereka.

Pada Selasa, dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah mencapai hasil besar, dan kini Iran sangat ingin berunding dengan Amerika Serikat.

Ia mengatakan kemungkinan untuk berunding memang ada, tergantung pada syarat-syaratnya, tetapi menurutnya saat ini belum tentu perlu melakukan perundingan.

Trump juga mengungkapkan bahwa tim negosiasi Amerika Serikat telah mengetahui klaim Iran bahwa mereka memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk membuat 11 bom nuklir. Ia mengatakan bahwa jika Amerika Serikat dan Israel tidak bertindak pada 28 Februari, Iran berencana menyerang Amerika Serikat dan Israel dalam waktu tiga hari.

Mengenai pemimpin baru Iran, Trump menilai bahwa Mojtaba Khamenei kemungkinan tidak akan dapat bertahan lama dengan aman.

Pada Senin, Trump juga kembali mendesak agar Kongres AS meloloskan SAVE Act, yaitu undang-undang yang mewajibkan verifikasi identitas pemilih. Ia juga mengumumkan akan memberikan sumbangan kepada Partai Republik.

Trump berkata: “Sejak saya menjadi presiden, saya tidak pernah lagi menyumbang uang, karena keuntungan terbesar menjadi presiden adalah tidak perlu menyumbang lagi. Tidak ada yang meminta uang dari saya; mereka hanya menginginkan dukungan saya.”

Ia menambahkan bahwa pada acara penggalangan dana tersebut telah terkumpul 19 juta dolar AS, yang merupakan rekor baru. Trump kemudian mengatakan kepada Ketua DPR AS Mike Johnson bahwa 20 juta dolar terdengar lebih baik, lalu ia sendiri menyumbang 1 juta dolar, yang mana menurutnya merupakan sumbangan pertama sejak ia menjabat sebagai presiden. (Hui)

Laporan oleh wartawan NTDTV, Ren Hao, dari Washington, Amerika Serikat.

Sepotong Tiket Setengah Harga — Ironi di Tengah “Dinginnya Hati Manusia”

EtIndonesia. Di sebuah kereta menuju Xi’an, seorang pramugari yang cantik menatap tajam seorang pria paruh baya berpakaian sederhana seperti buruh bangunan.

“Periksa tiket,” katanya dengan suara keras.

Pria itu panik, meraba-raba seluruh tubuhnya, akhirnya menemukan tiketnya, tetapi ia menggenggamnya erat di telapak tangan.

Pramugari itu tersenyum sinis.
“Ini tiket anak-anak.”

Wajah pria itu memerah. Ia berkata pelan,
“Bukankah harga tiket anak-anak sama dengan harga tiket penyandang disabilitas?”

Pramugari memandangnya dari atas ke bawah.
“Apakah Anda penyandang disabilitas?”

“Saya penyandang disabilitas.”

“Tunjukkan kartu disabilitas Anda.”

Pria itu semakin gugup.
“Saya tidak punya kartu. Saat membeli tiket, petugas juga meminta kartu itu. Karena saya tidak punya, saya terpaksa membeli tiket anak-anak.”

Pramugari mencibir.
“Tanpa kartu, bagaimana membuktikan Anda penyandang disabilitas?”

Tanpa berkata apa-apa, pria itu perlahan melepas sepatunya, lalu menggulung celana. Ia hanya memiliki setengah telapak kaki.

Pramugari melirik sekilas dan berkata dingin,
“Saya mau lihat dokumen resmi, bukan kaki Anda. Harus ada stempel resmi dari dinas terkait.”

Pria itu menjelaskan dengan wajah penuh kesulitan,
“Saya bukan penduduk setempat, jadi tidak bisa mengurus kartu. Saya juga bekerja di proyek swasta. Setelah kecelakaan, bos saya kabur. Saya tidak punya uang untuk menjalani pemeriksaan resmi di rumah sakit…”

Kepala kondektur datang menghampiri. Setelah mendengar penjelasan yang sama, ia hanya bertanya satu hal:
“Di mana kartu Anda?”

Pria itu kembali menunjukkan kakinya.
Namun sang kondektur bahkan tidak melihatnya.

“Kami hanya mengakui dokumen, bukan orangnya. Ada kartu berarti penyandang disabilitas. Tidak ada kartu, Anda harus membayar selisih.”

Pria itu panik. Ia mengeluarkan semua isi sakunya—hanya beberapa lembar uang kecil. Tidak cukup untuk menambah tiket.

Dengan suara bergetar ia berkata,
“Sejak kaki saya tergilas mesin, saya tidak bisa bekerja lagi. Saya bahkan tidak punya uang untuk pulang kampung. Tiket ini pun dibelikan hasil patungan teman-teman sekampung. Tolonglah…”

“Tidak bisa,” jawab kondektur tegas.

Pramugari menyela,
“Suruh saja dia ke depan untuk menyekop batu bara sebagai kerja paksa.”

Kondektur mengangguk.

Saat itulah seorang lelaki tua yang duduk di seberangnya berdiri.

Ia menatap kondektur dan bertanya,
“Apakah Anda seorang pria?”

Kondektur bingung.
“Tentu saja. Apa hubungannya?”

“Kalau begitu, buktikan. Tunjukkan kartu pria Anda.”

Penumpang lain mulai tertawa.

Kondektur tersendat.
“Saya berdiri di sini sebagai pria, apakah itu belum cukup?”

Lelaki tua itu menggeleng.
“Saya seperti Anda—hanya mengakui dokumen, bukan orangnya. Ada kartu pria berarti pria. Tidak ada kartu, berarti bukan.”

Kondektur terdiam.

Pramugari mencoba membela,
“Saya bukan pria. Katakan saja pada saya!”

Lelaki tua itu menunjuknya dan berkata,
“Kalau begitu, Anda bahkan bukan manusia.”

Pramugari marah besar.
“Apa maksud Anda?!”

Dengan tenang lelaki tua itu menjawab,
“Kalau Anda manusia, tunjukkan kartu manusia Anda.”

Kereta kembali dipenuhi tawa.

Namun ada satu orang yang tidak tertawa—pria dengan setengah telapak kaki itu. Air matanya mengalir. Entah karena rasa malu, rasa terharu, atau rasa pahit yang selama ini ia telan.


Antara Aturan dan Nurani

Dari sudut pandang petugas kereta, mereka hanya menjalankan aturan. Tanpa aturan, administrasi bisa kacau. Jika setiap orang membawa alasan pribadi, sistem bisa runtuh. Dan pelaksana aturan pun bisa terkena sanksi jika melanggar.

Namun dari sudut pandang pria itu—apakah kenyataan kehilangan setengah kakinya kalah sah dibanding selembar kertas?

Kartu disabilitas seharusnya dibuat untuk melindungi martabat penyandang disabilitas, agar mereka tidak perlu membuktikan luka mereka di depan umum. Tetapi ketika aturan diterapkan tanpa hati, justru martabat itu kembali terinjak.

Aturan dibuat untuk menyelesaikan masalah.
Namun aturan yang kaku bisa menciptakan masalah baru.


Siapa yang Salah?

Kadang yang terlihat salah bukanlah pelaksana di lapangan. Mereka hanya berada di antara dua tekanan: aturan di atas dan realitas di depan mata.

Masalahnya sering kali ada pada sistem yang tidak sempurna.

Jika aturan tidak memberi ruang kebijaksanaan, maka orang-orang baik pun bisa terpaksa menjadi keras.

Di sinilah pertanyaan moral muncul:

Jika Anda berada di posisi pelaksana, dan aturan jelas-jelas tidak sesuai dengan kenyataan di depan mata—apa yang akan Anda lakukan?

Apakah Anda akan tetap patuh demi keamanan diri?
Ataukah berani mengambil risiko demi keadilan?
Atau mencari jalan lain untuk memperbaiki sistem itu?

Tidak ada jawaban yang mudah.

Namun satu hal pasti:
Hukum tanpa rasa kemanusiaan akan terasa dingin.
Dan kemanusiaan tanpa aturan akan menjadi kacau.

Kebijaksanaan terletak di antara keduanya.

Karena pada akhirnya, selembar dokumen memang penting.
Tetapi di atas segalanya, yang paling penting tetaplah: manusia itu sendiri. (jhon)

Guru yang Tidak Bisa Membaca

EtIndonesia. Pada masa itu, mahasiswa asing di Amerika hanya bisa bertahan kuliah dengan bekerja keras saat liburan musim panas. Penulis pun demikian. Mengandalkan tenaga muda dan tubuh yang kuat, penulis menerima pekerjaan bergaji tinggi sebagai penebang kayu di Colorado.

Mandor memperkenalkan penulis pada seorang rekan kerja—seorang pria kulit hitam tua, bertubuh besar dan kekar, mungkin sudah lebih dari enam puluh tahun. Semua orang memanggilnya “Luther”.

Sepanjang musim panas, ia tak pernah memanggil nama penulis. Di antara bibir tebalnya, penulis selalu menjadi:
“Anakku.”

Awalnya penulis sedikit takut padanya. Namun ketika terpaksa berinteraksi, penulis menemukan sesuatu yang tak terduga—di balik kulit gelap dan tubuh kokohnya, tersimpan hati yang lembut dan penuh pengertian.

Seiring waktu, penulis mulai mengaguminya. Dan ketika musim panas berakhir, ia menjadi salah satu orang yang paling membekas dalam hidup penulis—seorang tua yang membimbing jiwa muda yang masih naif untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda.


Matahari Pasti Terbenam

Suatu hari, pagi-pagi dahi penulis terbentur batang besi truk hingga membengkak. Siang harinya, ibu jari penulis tertimpa alat berat. Namun di bawah terik matahari sore, saya tetap harus menebang pohon.

Ia mendekati penulis. Penulis menggeleng sambil mengeluh,
“Hari ini benar-benar sial dan menyakitkan.”

Ia menunjuk matahari dan berkata lembut,
“Jangan takut, anakku. Seberat apa pun satu hari, benda itu pasti akan terbenam. Dan dalam kenangan, tidak ada lagi kesialan dan rasa sakit.”

Kami pun kembali bekerja. Tak lama, matahari benar-benar tenggelam di ufuk barat.


Selangkah dari Neraka

Suatu ketika, dua pekerja bertengkar hebat. Mereka sudah menggulung lengan baju, siap berkelahi. Luther berjalan mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga masing-masing.

Entah apa yang ia katakan, keduanya perlahan menurunkan tangan dan akhirnya saling berjabat tangan.

Saya penasaran dan bertanya,
“Apa yang kau katakan pada mereka?”

Ia tersenyum tipis.
“Aku hanya bilang: kalian berdiri tepat di tepi neraka. Mundurlah satu langkah.”


Roti yang Dibagi

Saat makan siang, ia selalu membawa roti panjang. Ia memanggil penulis untuk mematahkan sepotong.

Suatu hari penulis berterima kasih dengan sungkan. Ia mengangkat bahu sambil tertawa,
“Roti dibuat panjang-panjang, mungkin supaya mudah dibagi. Dengan begitu rasanya lebih enak.”

Sejak itu, setiap potongan roti yang kami bagi bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghangatkan hati.


Kata-kata yang Dikunyah Ulang

Para penebang kayu sering bercanda kasar dan saling mengejek. Namun Luther selalu berbicara lembut dan manis.

Penulis bertanya mengapa.

Ia menjawab,
“Kalau orang mau mengunyah ulang kata-kata yang mereka ucapkan siang hari saat malam sunyi tiba, mereka pasti akan memilih kata-kata yang lebih lembut dan manis.”

Kebiasaan itu masih penulis praktikkan hingga hari ini.


“Aku Tidak Bisa Membaca”

Suatu hari ia membawa sepucuk surat dan meminta penulis membacakannya.

Ia tersenyum malu,
“Aku tidak bisa membaca.”

Saya terkejut. Setelah membacakan surat itu, saya bertanya,
“Bagaimana mungkin Anda tidak bisa membaca, tetapi memahami begitu banyak kebenaran hidup?”

Ia menengadah ke langit dan berkata pelan,

“Anakku, Tuhan tahu tidak semua orang bisa membaca huruf. Selain Kitab Suci, Ia juga menuliskan kebenaran di langit dan bumi. Selama kamu bisa bernapas, kamu bisa membacanya.”


Renungan

Mungkin penulis telah melupakan banyak nama orang hebat di dunia. Namun penulis tidak pernah melupakan Luther.

Ia mungkin buta huruf, tetapi tidak buta kebijaksanaan.

Ia mengajarkan bahwa kebenaran tidak selalu datang dari buku tebal atau gelar tinggi. Alam, pengalaman, dan hati yang jernih juga bisa menjadi guru.

Kita bisa belajar dari tiram tentang kesabaran.
Dari ikan badut dan anemon tentang hidup berdampingan.
Dari burung tentang terbang lebih tinggi saat melawan angin.
Dari semut tentang ketekunan.

Kebijaksanaan bukan tentang menaklukkan alam, melainkan memahami dan menyesuaikan diri dengannya.

Air bah tak bisa ditahan selamanya dengan bendungan tinggi. Namun jika diarahkan dengan bijak, ia bisa menjadi sumber tenaga.

Begitu pula hidup.

Tak semua orang bisa membaca huruf.
Namun siapa pun yang mau membuka hati, bisa membaca makna yang tertulis di setiap hari yang ia jalani. (jhon)

Melewatkan Kesempatan

EtIndonesia. Seorang pemuda sangat ingin menikahi putri cantik seorang peternak. Ia pun datang melamar.

Sang peternak memandangnya dari atas hingga bawah, lalu berkata,
“Kita pergi ke ladang. Saya akan melepaskan tiga ekor banteng secara berurutan. Jika kamu berhasil menangkap ekor salah satunya, kamu boleh menikahi putriku.”

Mereka pun menuju ladang. Pemuda itu berdiri dengan tegang, menunggu banteng pertama dilepaskan.

Tak lama kemudian, pintu kandang terbuka. Seekor banteng berukuran sangat besar dan tampak garang berlari lurus ke arahnya.

Pemuda itu terkejut. “Ini banteng terbesar dan terburuk yang pernah kulihat. Mungkin banteng berikutnya akan lebih mudah,” pikirnya. Ia pun membiarkannya lewat.

Pintu kandang terbuka lagi. Banteng kedua keluar—lebih besar dan lebih ganas dari yang pertama.

“Ini mengerikan! Banteng ketiga pasti lebih baik,” katanya dalam hati. Ia buru-buru meloncat ke balik pagar dan membiarkan banteng kedua lewat.

Tak lama kemudian, pintu kandang terbuka untuk ketiga kalinya.

Kali ini, wajah pemuda itu berseri. Banteng ketiga kecil dan kurus. Tampak lemah dan jauh lebih mudah ditangkap.

“Inilah kesempatan yang tepat!” pikirnya.

Saat banteng itu berlari mendekat, ia bersiap, menghitung waktu, lalu melompat untuk meraih ekornya.

Namun—banteng itu tidak memiliki ekor.


Kesempatan Datang, Lalu Pergi

Setiap orang dalam hidup pasti diberi kesempatan. Namun kesempatan sering kali tidak datang dalam bentuk yang nyaman atau sempurna.

Kadang ia tampak besar dan menakutkan.
Kadang ia terasa berisiko.
Kadang ia terlihat “terlalu sulit”.

Karena berharap ada pilihan yang lebih baik, kita menunda.
Karena menunggu yang lebih ideal, kita melepas yang ada di depan mata.

Namun ketika kesempatan yang “sempurna” akhirnya datang, bisa jadi ia sudah tidak memiliki “ekor” untuk kita raih.


Terlalu Banyak Pilihan, Justru Kehilangan

Sering kali kegagalan bukan karena tidak ada peluang.
Justru karena terlalu banyak pilihan.

Kita menjadi ragu.
Kita ingin yang paling mudah, paling aman, paling sempurna.

Padahal hidup jarang memberi yang sempurna. Ia memberi yang cukup—asal kita berani mengambilnya.

Kesempatan sering kali tidak kembali dua kali.
Dan waktu tidak pernah menunggu sampai kita benar-benar siap.


Renungan

Terkadang kesempatan pertama memang sulit.
Kesempatan kedua mungkin lebih menakutkan.
Tetapi yang ketiga—yang terlihat paling mudah—bisa jadi sudah tidak lagi lengkap.

Belajarlah menilai peluang bukan dari tampilannya saja, tetapi dari keberanian diri sendiri.

Karena hidup bukan tentang menunggu kesempatan yang paling ideal,
melainkan tentang berani menangkap kesempatan yang ada, sebelum ia berlalu.

Jangan sampai suatu hari kita menyadari bahwa yang hilang bukanlah peluang—
melainkan keberanian kita untuk mengambilnya. (jhon)

Wisma Jerman Buka Peluang Studi dan Karier di Jerman Lewat Media Gathering Surabaya

Surabaya, 11 Maret 2026 – Wisma Jerman menggelar Media Gathering bersama sejumlah jurnalis di Surabaya pada Rabu (11/3) sebagai upaya memperkenalkan berbagai program bahasa, layanan konsultasi pendidikan, serta peluang karier di Jerman kepada masyarakat luas.

Acara yang berlangsung interaktif ini menjadi ajang bagi Wisma Jerman untuk memaparkan beragam jenis kursus bahasa Jerman yang tersedia untuk umum. Tak hanya itu, lembaga yang berfokus pada promosi bahasa dan budaya Jerman ini juga menyediakan layanan konsultasi mengenai studi di Jerman dan program Ausbildung—program pendidikan vokasi yang menggabungkan pelatihan kerja di perusahaan dengan pendidikan di sekolah kejuruan Jerman.

Melalui program Ausbildung, terbuka peluang pekerjaan di berbagai sektor seperti perhotelan, gastronomi, teknik, hingga bidang kesehatan. Wisma Jerman pun aktif melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah, kampus, dan komunitas untuk memberikan informasi langsung mengenai bahasa Jerman, kesempatan studi, serta prospek karier di Jerman. Sebaliknya, institusi pendidikan maupun komunitas juga dapat mengunjungi Wisma Jerman untuk mengenal lebih dalam program-program yang ditawarkan.

Selain program bahasa dan konsultasi, Wisma Jerman secara rutin menyelenggarakan kegiatan budaya dan edukasi, seperti konser musik klasik, Open House, serta pemutaran film dalam rangka festival Europe on Screen dan Kinowochenende.

Dalam rangkaian Media Gathering tersebut, para jurnalis berkesempatan mengikuti Schnupperkurs—kursus kilat bahasa Jerman secara gratis—untuk merasakan pengalaman belajar bahasa Jerman secara langsung. Suasana semakin akrab dengan adanya permainan ringan yang melibatkan seluruh peserta dan tim Wisma Jerman.

Melalui kegiatan ini, Wisma Jerman berharap dapat memperluas penyebaran informasi mengenai peluang belajar, studi, dan karier di Jerman kepada masyarakat melalui kerja sama dengan media.

Menabung Air Foundation Sebagai Panitia Nasional Jambore KTI Kota Madiun 2026 Audiensi dengan Zulkifli Hasan

Jakarta Selatan, 27 Februari 2026 — Menabung Air Foundation (MAF) bersama Panitia Nasional Jambore Kampung Tematik Indonesia (KTI) 2026 melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta Selatan. Audiensi ini membahas dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan Jambore Kampung Tematik Indonesia (KTI) 2026 yang akan digelar di Madiun pada 30 Mei–1 Juni 2026.

Dalam kegiatan ini, MAF terlibat sebagai bagian dari Panitia Nasional Jambore KTI 2026 bersama berbagai komunitas dari Jaringan Kampung Tematik Indonesia. Selain itu, MAF juga akan berperan sebagai narasumber yang membawakan materi konservasi air dalam rangka mendorong penguatan pengelolaan sumber daya air di tingkat komunitas.

Audiensi dihadiri oleh Koordinator Nasional Jaringan Kampung Tematik Indonesia Bambang Irianto, Ketua Panitia Nasional Jambore KTI 2026 Hariyadi Eko Romadon, Wakil Bendahara Panitia Bella Resma, serta Community Organizer Menabung Air Foundation Syifa Aura.

Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif penyelenggaraan Jambore Kampung Tematik Indonesia yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi antar komunitas serta mendorong pengembangan potensi daerah berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan ini baik untuk memperkuat kolaborasi antar komunitas dan mendorong potensi daerah. Saya menyambut baik undangan ini dan insyaallah siap menghadiri pembukaan,” ujar Zulkifli Hasan.

Ketua Panitia Nasional Jambore Kampung Tematik Indonesia 2026, Hariyadi Eko Romadon, menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan kampung tematik di Indonesia.

“Kami harap kehadiran Bapak Menko Pangan dalam pembukaan Jambore Kampung Tematik Indonesia 2026 dapat memberikan semangat dan dukungan bagi berbagai komunitas kampung tematik agar terus berinovasi dalam pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap Jambore Kampung Tematik Indonesia 2026 dapat menjadi momentum memperkuat jejaring antar komunitas sekaligus menghadirkan berbagai praktik baik pemberdayaan masyarakat, termasuk inovasi konservasi air yang akan dibawakan oleh Menabung Air Foundation dalam rangkaian kegiatan jambore.

Di Momentum Ramadhan, IHGMA Jawa Timur Ajak Ngabuburit dan Bukber Anak Panti Asuhan

SURABAYA – Bulan suci Ramadan menjadi momentum tepat untuk berbagi kebahagiaan. Dewan Pimpinan Daerah Indonesian Hotel General Manager Association (DPD IHGMA) Jawa Timur mewujudkannya melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mengajak puluhan anak panti asuhan buka puasa bersama dan menonton bioskop di Ciputra World Surabaya, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti jajaran anggota IHGMA Jawa Timur bersama anak-anak dari sejumlah panti asuhan di Surabaya. Acara diawali dengan kebersamaan, nonton bioskop bersama, bermain di lokasi permainan dilanjutkan buka puasa bersama, dan ditutup dengan bagi-bagi angpao yang menjadi momen istimewa bagi anak-anak.

Ketua DPD IHGMA Jawa Timur sekaligus General Manager ARTOTEL Cabin Bromo, Sugiono Turwibowo, CHIA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Bulan Ramadan adalah momen yang sangat baik untuk memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan. Melalui kegiatan CSR ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik dari panti asuhan serta memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi mereka. Semoga kegiatan sederhana ini dapat memberikan kenangan indah dan membawa semangat positif bagi kita semua,” ujar Sugiono.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat silaturahmi antar anggota IHGMA Jawa Timur yang berasal dari berbagai hotel di wilayah Jawa Timur. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, IHGMA berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

Sebagai organisasi yang menaungi para General Manager hotel di Indonesia, IHGMA tidak hanya berperan dalam pengembangan industri perhotelan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Armada Kapal Hantu Ditemukan di Selat Hormuz, 1.100 Kapal Tanker Minyak Dilanda Kerusakan Navigasi

EtIndonesia. Jalur utama transportasi energi dunia, Selat Hormuz, baru-baru ini mengalami gangguan elektronik serius. Jalur pelayaran yang biasanya sangat sibuk itu terlihat kacau dalam tampilan pelacakan satelit. Layar dipenuhi ribuan kapal “hantu” yang tampak aneh.

Pada saat yang sama, harga minyak global pada Selasa turun tajam, terutama karena pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang meredakan kekhawatiran pasar tentang kemungkinan konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.

Menurut laporan Bloomberg, data pelacakan terbaru menunjukkan bahwa di sekitar Selat Hormuz muncul setidaknya 12 kelompok kapal, dan beberapa kelompok bahkan berisi lebih dari 200 kapal berbagai jenis.

Di layar pemantauan, kapal-kapal tersebut membentuk pola yang aneh. Misalnya, muncul formasi lingkaran di wilayah daratan Abu Dhabi, sementara di lepas pantai Ruwais terlihat susunan kapal berbentuk huruf “Z terbalik”.

Yang lebih aneh lagi, kecepatan kapal yang dilaporkan menunjukkan data yang “tidak masuk akal”. Contohnya, kapal tanker “Aspruda” pada 9 Maret tercatat memiliki kecepatan 102,2 knot, sekitar 190 km/jam, padahal kecepatan maksimum normal kapal tanker jenis ini hanya sekitar 16 knot atau sekitar 30 km/jam.

Perusahaan intelijen maritim Windward menyatakan bahwa gangguan elektronik telah muncul sejak awal konflik dan sejauh ini telah mempengaruhi lebih dari 1.100 kapal di Teluk Persia.

Para ahli mengatakan bahwa anomali tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan elektronik, yang biasanya terjadi ketika ketegangan geopolitik meningkat dan militer melakukan perang elektronik. Ketika sistem navigasi terganggu, posisi dan kecepatan kapal pada platform pelacakan bisa menampilkan data yang tidak wajar.

Seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah, industri pelayaran semakin khawatir terhadap risiko di kawasan tersebut. Baru-baru ini beberapa kapal telah diserang rudal atau senjata lainnya, menyebabkan premi asuransi melonjak tajam, bahkan beberapa perusahaan asuransi besar menolak memberikan perlindungan bagi kapal-kapal tersebut.

Untuk memulihkan ketertiban pelayaran, pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan menyediakan asuransi kapal dan pengawalan angkatan laut guna mendorong kapal kembali berlayar di jalur tersebut.

Pada Senin (9/3/2026), Presiden Donald Trump juga mengatakan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran hampir berakhir, dan Washington sedang mempertimbangkan untuk “mengambil alih” pengawasan Selat Hormuz.

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran menyatakan dengan tegas bahwa jika serangan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut, Teheran tidak akan mengizinkan “bahkan satu liter minyak pun” keluar dari kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump kemudian memperingatkan bahwa jika Iran menghalangi ekspor minyak, Amerika Serikat akan melancarkan serangan yang lebih keras terhadap Iran.

Pada saat yang sama, beberapa sumber menyebutkan bahwa pemerintah Trump juga sedang mempertimbangkan melonggarkan sanksi terhadap minyak Rusia serta melepaskan cadangan minyak darurat untuk menekan lonjakan harga minyak.

Pada Selasa, dua kontrak utama minyak mentah sempat turun hingga 11% dalam perdagangan intraday, setelah sehari sebelumnya mencapai level tertinggi dalam tiga tahun.

Hingga pukul 12:30 siang waktu Pantai Timur AS (10 Maret):

  • Minyak mentah Brent turun 10,30% menjadi US$88,77 per barel.
  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 10,09% menjadi US$85,21 per barel.

Pada Selasa, dalam wawancara dengan Fox News, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia mungkin akan berdialog dengan Iran.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa hari Selasa akan menjadi “hari dengan serangan paling intens” dalam operasi militer terhadap Iran saat ini.

Namun, JPMorgan Chase memperingatkan bahwa jika keamanan pelayaran di Selat Hormuz tidak dapat dipastikan, maka kebijakan-kebijakan tersebut mungkin hanya memiliki dampak terbatas terhadap harga minyak, karena dalam dua minggu ke depan pasokan global bisa berkurang hingga 12 juta barel per hari.

Laporan oleh wartawan NTDTV, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.