Melalui pelatihan selama bertahun-tahun, Angkatan Laut Ekuador kini telah bersiaplah untuk melindungi Kepulauan Galapagos dan perairan sekitarnya yang penuh dengan keanekaragaman kehidupan laut, dan memberantas penangkapan ikan ilegal. Kapal-kapal penangkap ikan ilegal ini setiap tahunnya datang ke sana sehingga mengancam ekologi perairan kepulauan tersebut. Diantaranya, kapal-kapal nelayan penangkap ikan ilegal asal Tiongkok adalah yang paling merajalela.
Pada tahun 1978, UNESCO mendaftarkan Kepulauan Galapagos sebagai Situs Warisan Dunia, dan pada tahun 1986 menyatakan lautan seluas 70.000 kilometer persegi yang mengelilingi pulau-pulau tersebut sebagai cagar biosfer.
Menurut laporan Agence France-Presse pada Selasa (23 Juli), 6 unit kapal Ekuador berpartisipasi dalam program pelatihan bernama “Galapex III” yang diikuti oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, Peru dan Kolombia dari 23 Juni hingga 9 Juli, untuk melakukan simulasi tindakan mencegat dan menaiki kapal-kapal dengan tujuan untuk memerangi penangkapan ikan ilegal di laut.
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara pesisir, termasuk Ekuador, sering menuduh kapal nelayan Tiongkok melakukan penangkapan ikan berlebihan, yang telah menyebabkan kerusakan ekologi dan lingkungan yang serius di wilayah setempat.
Menurut laporan, pada tahun 2017, angkatan laut Ekuador mencegat kapal pengangkut laut “Fu Yuan Yu Leng 999” milik Perusahaan Perikanan Laut Fuzhou Honglong Provinsi Fujian di kawasan yang dilindungi. Ternyata ditemukan dalam lambung kapal tersebut 6.223 ekor hiu dengan sirip terpotong, termasuk 600 ekor hiu martil, 4.138 ekor hiu mata putih (silky shark), 631 ekor hiu perontok perairan dangkal, dan 218 ekor hiu mata panjang, yang terdaftar sebagai hewan dilindungi tingkat kedua. Saat itu, awak kapal penangkap ikan yang berbendera Tiongkok tersebut dijatuhi hukuman tiga tahun penjara pada tahun 2017 dan pemiliknya didenda USD.6 juta.
Saat ini, kapal tersebut telah digunakan kembali oleh Angkatan Laut Ekuador dan berganti nama menjadi “Hualcopo” sesuai prosedur hukum. Kapal tersebut akan diserahkan secara permanen ke Ekuador pada tahun 2020 dan akan melakukan patroli lingkungan di perairan dekat kepulauan tersebut.
Dalam beberapa dekade terakhir, aktivitas kapal-kapal penangkapan ikan Tiongkok di perairan Amerika Selatan telah meningkat secara signifikan, dan kapal Tiongkok berukuran jauh melebihi negara lain mana pun di dunia.
Pihak berwenang Tiongkok mengklaim bahwa kapal penangkap ikan mereka mematuhi peraturan perairan internasional, dan menambahkan, bahwa karakteristik operasional kapal penangkap cumi-cumi tidak dimungkinkan untuk menangkap ikan hiu atau satwa laut lainnya yang dilindungi.
Menurut laporan, pada Agustus 2020, pemerintah Ekuador menuduh sekitar 300 kapal Tiongkok melakukan penangkapan ikan berskala besar di zona ekonomi eksklusifnya dan mematikan sistem radar untuk menghindari deteksi.
Pada tahun 2016, sebuah kapal patroli Penjaga Pantai Argentina melepaskan tembakan dan menenggelamkan kapal penangkap ikan cumi-cumi Tiongkok “Lu Yan Yuan Yu 010” karena menangkap ikan secara ilegal di perairan Argentina.
Pada tahun 2022, kapal patroli Penjaga Pantai AS “James” mendekati kumpulan kapal penangkap ikan Tiongkok untuk melakukan inspeksi penangkapan ikan ilegal di perairan internasional di lepas pantai Kepulauan Galapagos, tiba-tiba ada salah satu kapal nelayan melancarkan serangan agresif seakan mau menabrakkan kapalnya ke “James”, Saat “James” melakukan tindakan mengelak, kapal nelayan pun melaju pergi dengan cepat.
Reuters mengutip ucapan Guillermo Miranda, kapten kapal patroli Valcopo melaporkan : “Masalahnya adalah ketika kapal penangkap ikan asing mencapai jumlah tertentu, mereka mulai menjarah ekosistem”
Dia menambahkan : “Ketika mereka menangkap ikan, hal ini berdampak pada spesies yang benar-benar bermigrasi, sedangkan dalam banyak kasus spesies ini merupakan bagian dari ekosistem laut Galapagos. Ini adalah masalah yang cukup serius, tidak hanya demi kepentingan Ekuador saja.” (sin)
EtIndonesia. Statistik yang memilukan mengungkap mengapa anggota keluarga tidak boleh terlalu berharap jika anggota keluarga yang sekarat tiba-tiba tampak mulai pulih.
Tidak pernah mudah melihat orang yang dicintai meninggal secara perlahan, sering kali kondisinya semakin memburuk di depan mata Anda.
Ini adalah kenyataan yang menyakitkan bagi banyak orang, dan merupakan proses yang rumit untuk dijalani.
Pada suatu hari, teman atau anggota keluarga Anda yang sekarat akan tampak ‘lebih baik’ dibandingkan hari sebelumnya, yang juga dapat membingungkan ketika Anda telah diberitahu oleh dokter bahwa tidak ada lagi yang dapat dilakukan.
Dan hal ini bahkan lebih membingungkan bagi sebagian orang, karena telah dilaporkan bahwa beberapa pasien mengalami ‘lonjakan’ energi ketika kematian sudah di ambang pintu.
Sebuah statistik telah terungkap, menunjukkan bahwa empat dari sepuluh orang akan mengalami ‘gelombang energi terakhir’ sebelum mereka meninggal, yang dapat menjadi sebuah hal yang menyegarkan untuk disaksikan oleh orang-orang tercinta.
Namun saat mereka menaruh harapan besar bahwa kesembuhan akan segera terjadi, orang yang mereka cintai meninggal dunia dengan sedih. Lantas, mengapa ‘lonjakan’ itu terjadi, dan seperti apa bentuknya?
Seperti apa bentuk ‘lonjakan’ itu?
‘Lonjakan’ energi dari orang yang sekarat dapat muncul dalam berbagai bentuk, tergantung pada apa yang mereka derita.
Namun menurut GoodRx Health, beberapa hal yang umum antara lain:
Tiba-tiba duduk di tempat tidur
Berbicara lebih jelas, dan dalam jangka waktu yang lebih lama
Menjadi jelas dalam pemikiran mereka padahal sebelumnya tidak
Ingin melakukan percakapan tertentu
Meminta makan atau minum
Kemungkinan besar ini adalah hal-hal yang sebelumnya sulit dilakukan oleh orang yang sekarat, dan terasa ajaib bagi orang-orang di sekitarnya.
Orang lain mengalami pengalaman akhir hidup yang berbeda, seperti bercakap-cakap dengan orang yang sebenarnya tidak ada, mendapat gambaran cahaya, mendapat penglihatan tentang orang lain yang sudah meninggal, dan seterusnya.
Mengapa ‘lonjakan’ itu terjadi?
Dari sudut pandang medis, tidak sepenuhnya jelas mengapa hal ini terjadi, namun banyak orang percaya bahwa jawabannya bersifat psikologis atau spiritual.
Dalam penelitian yang telah dilakukan, penjelasannya antara lain bahwa otak tampaknya bekerja lebih keras sesaat sebelum kematian.
Dari hasil pemindaian, pola gelombang otak pada orang yang sedang sekarat terlihat mirip dengan pola yang kita lihat ketika seseorang sedang memproses sesuatu atau mencoba memahami sesuatu.
Hal ini juga dikenal sebagai ‘reli akhir kehidupan’, dan dianggap oleh para ahli sebagai gagasan yang sangat kompleks.
Cara mengatasi orang tersayang mengalami ‘gelombang energi terakhir’
Meskipun saat ini dapat menjadi saat yang membingungkan bagi orang-orang di sekitar orang yang sedang sekarat, hal ini juga dapat memberikan rasa nyaman.
Anda mungkin menyadari bahwa ini sebenarnya memberikan kesempatan terakhir untuk percakapan yang bermakna, atau waktu untuk berbagi informasi penting.
Penting untuk bersikap terbuka terhadap apa pun yang dialami orang tersebut, dan menerima apa pun yang mungkin ia katakan.
Sekadar mendengarkan saja akan dihargai, sekaligus menormalkan segala sesuatu yang mungkin mereka alami. (yn)
KTT tahunan “Aliansi Antar Parlemen mengenai Tiongkok” (Inter-Parliamentary Alliance on China. IPAC) akan diadakan di Taipei pada 30 Juli. Sekitar 50 orang anggota parlemen dari 25 negara dan parlemen Eropa akan berpartisipasi dalam event terbesar di Taiwan sejauh ini.
“Aliansi Parlemen Transnasional mengenai Kebijakan Tiongkok” (sebelumnya diterjemahkan sebagai “Aliansi Parlemen Transnasional mengenai Kebijakan Tiongkok”) dikenal karena sikapnya yang keras terhadap Beijing. Saat ini, aliansi tersebut memiliki sekitar 250 anggota dari 35 negara. Sejak tahun 2021, KTT IPAC sudah diadakan di Roma, Washington DC, dan Praha. Tahun ini diadakan di Taipei.
Media “Central News Agency” yang mengutip pemberitaan IPAC pada 23 Juli melaporkan, bahwa anggota parlemen dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam pertemuan puncak tersebut akan tiba di Taiwan pada Minggu (28 Juli) untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat senior pemerintah Taiwan pada 29 Juli, dan menghadiri pertemuan puncak pada 30 Juli, kemudian mengadakan konferensi pers pada sore harinya.
Rencananya, KTT tersebut akan memutuskan tindakan spesifik apa yang perlu diambil oleh anggota IPAC dan berkoordinasi dengan Tiongkok di parlemen nasional masing-masing dan Parlemen Eropa. Yang pasti, situasi di Selat Taiwan menjadi topik utama dalam pertemuan puncak tersebut.
Selain itu, KTT juga akan berfokus pada masalah keamanan teknologi. IPAC menunjukkan bahwa ratusan akun email yang terkait dengan IPAC telah diserang oleh APT31, sebuah kelompok peretasan yang didukung oleh Kementerian Keamanan Negara Tiongkok. (sin)
EtIndonesia. Seorang pria Jepang baru-baru ini mengejutkan internet setelah mengumumkan bahwa dia berhasil menabung 132 juta yen (sekitar Rp 13,8 miliar) selama dua dekade terakhir dengan tujuan agar bisa pensiun dini dari pekerjaannya yang penuh tekanan.
Pria berusia 45 tahun yang tidak disebutkan namanya ini mengumumkan di media sosial bahwa dia akhirnya mencapai FIRE (Financial Independence, Retire Early) setelah mendedikasikan dua puluh tahun dan sepuluh bulan terakhir untuk tujuan ini.
Pada awal 2000-an, dia berhasil mendapatkan pekerjaan yang stabil tetapi sangat menuntut, di mana dia sering kali harus bekerja lembur hingga lewat tengah malam. Dia memiliki gaji yang cukup baik sekitar lima juta yen (sekitar Rp 524 juta) per tahun, jadi daripada berhenti dari pekerjaannya dan mencari sesuatu yang kurang stres, dia memutuskan untuk menghadapi semua kesulitan dan menabung sebanyak mungkin agar bisa pensiun dini. Namun, tingkat hemat yang dia jalani selama dua dekade terakhir membuat banyak orang bertanya-tanya apakah usahanya sepadan.
Dalam usahanya untuk menabung 100 juta yen secepat mungkin, pria Jepang ini mengubah gaya hidupnya sepenuhnya. Dia meninggalkan apartemen yang disewanya, memilih tinggal di asrama perusahaan yang sederhana di mana dia hanya membayar 30.000 yen (sekitar Rp 3 juta) per bulan. Alih-alih membeli peralatan dan furnitur yang dibutuhkannya, dia mencari barang-barang yang dibuang orang lain. Dia juga tidak pernah menggunakan pendingin udara di musim panas dan hanya menggunakan olahraga dan selimut untuk menghangatkan dirinya di musim dingin.
Namun, yang paling menderita adalah pola makannya. Dalam foto-foto yang dia bagikan secara teratur di media sosial dengan sesama calon pencapai FIRE, pria berusia 45 tahun yang memposting dengan nama samaran “Pria yang Pasti Akan Mengundurkan Diri” untuk memotivasi dirinya, kita bisa melihat bahwa makanannya sebagian besar terdiri dari nasi dan potongan kecil buah atau sayuran. Namun, pada hari-hari yang sangat sulit, makan malamnya hanya terdiri dari minuman energi sederhana.
Seperti orang Jepang hemat lainnya yang pernah kami ceritakan sebelumnya, pria pencari FIRE ini menggunakan kupon diskon untuk mendapatkan produk termurah. Untuk menghibur dirinya dengan murah, dia menghabiskan malam-malamnya di asrama menonton film bertema penjara dan bercanda bahwa hidupnya sangat mirip dengan seorang tahanan.
Awal tahun ini, setelah lebih dari dua dekade hidup sangat hemat, pria tersebut mengumumkan bahwa dia telah mencapai target yang direvisi yaitu 132 juta yen dalam tabungan, memungkinkan dia untuk pensiun dini. Sebagai bonus, pengalamannya yang unik juga menginspirasinya untuk menulis buku tentang pencapaian FIRE yang terbukti menguntungkan dan membantunya pensiun lebih cepat dari yang direncanakan.
Meskipun upaya terbaiknya untuk menabung sebanyak mungkin, mimpi pria tersebut untuk pensiun dini mungkin tidak bertahan lama, karena depresiasi yen yang drastis sejak awal tahun ini.
“Jika yen terus terdepresiasi, saya tidak akan pernah mencapai kebebasan finansial,” kata pria itu. “Untuk apa saya bekerja selama 21 tahun ini? Semuanya tidak ada artinya, sangat tragis.”
Pengalaman pria ini menjadi viral di internet di Jepang dan Tiongkok, mendapatkan tanggapan beragam dari netizen. Beberapa mengaku terkesan dengan tekad dan ketahanannya, sementara yang lain terkejut dengan gaya hidupnya, menambahkan bahwa itu adalah keajaiban dia tidak jatuh sakit karena pola makannya yang buruk.
“Hidupnya benar-benar menyedihkan,” tulis seseorang. “Pendapatannya tidak rendah di Jepang. Jika dia berinvestasi dalam emas daripada hanya menabung, dia tidak akan kehilangan begitu banyak.” (yn)
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa alasan dirinya memilih Senator AS dari Ohio J.D. Vance sebagai pasangannya dalam pemilu 2024 adalah karena “ada reaksi kimia yang muncul otomatis” di antara mereka. Trump menepis kritik Vance terhadap dirinya di masa lalu dengan mengatakan bahwa Vance “tidak memahami dirinya” pada saat itu.
Pada Senin (22 Juli), dalam sebuah wawancara dengan program “Jesse Waters Primetime” Fox News, saat ditanya soal alasan memilih Vance sebagai pasangannya Trump mengatakan : “Selalu ada reaksi kimia positif timbul di antara kita”.
Trump menjelaskan bahwa sebelumnya Vance bukanlah penggemarnya. Belakangan, setelah mereka saling mengenal, Vance berubah total. “Awalnya, Vance mungkin tidak cocok buat saya, karena dia tidak memahami saya. Ketika kami saling mengenal, dia menyukai saya melebihi yang lain. Dia akan mendukung saya, dia juga akan berjuang demi para pekerja, sama seperti saya berjuang untuk para pekerja.”
Merujuk pada dukungannya terhadap Vance untuk pemilihan Senat AS pada tahun 2022, Trump mengatakan : “Sebenarnya saya mendukung Vance untuk menjadi Senat AS di Ohio, dan akhirnya ia berhasil memenangkan perjuangan di wilayah yang cukup sulit”.
Trump juga menyinggung soal buku terlaris Vance, “Hillbilly Elegy”. Memoar tersebut merinci pengalaman Vance yang tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga yang miskin di Ohio, dengan ibunya yang terus berjuang dari kecanduan narkoba.
“Dia menulis sebuah buku, dan semua orang mengetahuinya, itu buku klasik. Ini semua tentang kelas pekerja dan bagaimana mereka diperlakukan tidak adil. Dalam hal ini dia benar. Saya mungkin memahami hal ini lebih baik daripada yang lain”, kata Trump.
Ketika merujuk pada nama calon wakil presiden, Trump mengatakan : “Dia (Vance) memiliki persaingan yang serius. Kami memiliki orang-orang hebat, semuanya”. “Banyak dari mereka memiliki lebih banyak bakat, lebih banyak pengalaman dalam pekerjaan pemerintahan daripada Vance”.
Tak lama setelah Trump mengumumkan Vance sebagai wakilnya, banyak kritikus menunjuk pada serangan pribadi Vance terhadap Trump di masa lalu. Dia pernah menyebut Trump sebagai “idiot” dan “beracun”, menggambarkan Trump sebagai “bajingan sinis” dan “Hitlernya Amerika”. Dia juga menggambarkan Trump dalam artikel Atlantic Monthly tahun 2016 sebagai “heroin budaya”.
Vance kemudian meminta maaf atas pernyataan tersebut, dengan mengatakan bahwa dia berbuat “salah” terhadap Trump.
Ketika ditanya soal pernyataan terhadap Trump sebelumnya, Vance dalam sebuah wawancara dengan CNN pada Mei mengatakan : “Saya selalu mengetahui hal ini… Dengarkan, saya salah menilai dia”. “Saya tidak berpikir bahwa dia akan menjadi presiden yang baik … dan saya sangat, sangat bangga terhadap pembuktiannya bahwa saya salah. Itulah salah satu alasan saya berjuang untuk membuatnya terpilih.” (sin)
EtIndonesia. Tetap terhidrasi – tapi hindari terlalu banyak minuman manis! Minumlah air – tapi jangan minum terlalu banyak!
Air selalu terasa seperti pilihan yang aman untuk kesehatan; ini adalah satu-satunya produk di luar sana yang tidak mengandung kalori, bahan tambahan, bahan olahan, atau bahan kimia misterius, namun ternyata cairan bening dan tidak berbahaya pun memiliki kelemahan.
Jelasnya, ini bukan berarti Anda harus berhenti minum air. Penting untuk tetap terhidrasi, dan tetap untuk mengonsumsi dengan batasan.
Scientific American mengatakan hal terbaiknya ketika melaporkan bagaimana air dapat menyebabkan beberapa masalah serius dalam sebuah artikel yang dimulai dengan ‘Aneh Tapi Benar’.
Masalahnya, meskipun air sangat penting bagi kehidupan, air juga bisa berakibat fatal jika Anda minum terlalu banyak.
Menurut Scientific American, minum terlalu banyak air dapat menyebabkan hiponatremia, yang berarti kekurangan garam dalam darah.
Kasus hiponatremia yang parah dapat menyebabkan apa yang disebut keracunan air; penyakit dengan gejala yang mirip dengan keracunan biasa, termasuk mual, muntah, dan sering buang air kecil.
Jika kita minum terlalu banyak air, hal ini dapat menyebabkan kekacauan pada ginjal, yang biasanya mengontrol jumlah air dan garam yang keluar dari tubuh dengan menyaring darah.
Jika terdapat terlalu banyak air dalam sistem, darah menjadi tergenang air. Kemudian ia tertarik ke daerah dimana konsentrasi garam dan zat terlarut lainnya lebih tinggi, dan pada titik ini ia memasuki sel yang membengkak untuk mencoba memberikan ruang bagi sel tersebut.
Sebagian besar sel mampu meregang, namun tidak demikian halnya di otak karena sel tersebut berada di dalam tengkorak. Akibatnya, pembengkakan apa pun di otak bisa berbahaya.
M. Amin Arnaout, kepala nefrologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Harvard Medical School, mengatakan kepada publikasi tersebut: “Hipopnatremia yang cepat dan parah menyebabkan masuknya air ke dalam sel-sel otak yang menyebabkan pembengkakan otak, yang bermanifestasi sebagai kejang, koma, henti napas, batang otak herniasi dan kematian.”
Mengonsumsi air dalam jumlah yang berpotensi fatal jarang terjadi, namun salah satu contohnya terjadi pada tahun 2007 ketika seorang wanita berusia 28 tahun meninggal setelah meminum sekitar enam liter air dalam tiga jam sebagai bagian dari kompetisi radio untuk untuk memenangkan Nintendo Wii.
Berita bahwa minum terlalu banyak air bisa berakibat fatal telah membuat banyak orang khawatir, salah satunya menulis: “Wow, itu menakutkan.”
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa sulit untuk minum terlalu banyak air, terutama jika Anda memperhatikan asupannya.
University Hospitals telah menyatakan ‘tidak ada batasan jumlah air yang menyebabkan keracunan air’, namun disebutkan bahwa ginjal dapat memproses sekitar satu liter cairan per jam, sehingga berisiko jika mengonsumsi air dalam jumlah melebihi jumlah tersebut selama beberapa jam terus menerus. (yn)
Liu Cong, seorang praktisi Falun Gong dari Kota Huludao, Provinsi Liaoning, Tiongkok diculik secara ilegal pada 12 Juli dan saat ini ditahan secara ilegal di Pusat Penahanan Kota Huludao. Diketahui bahwa dia melakukan mogok makan untuk memprotes penganiayaan sejak dia ditangkap secara ilegal. Keluarga Liu Cong meminta dunia luar untuk segera menyelamatkannya.
Pada 15 Juli, situs web Falun Dafa, Minghui.org melaporkan bahwa beberapa praktisi Falun Gong di Kota Huludao, Provinsi Liaoning, diculik pada 12 Juli, termasuk Liu Cong dari Distrik Longgang.
Adik perempuan Liu Cong, Liu Xiyue berkata: “Kali ini saudara perempuan saya ditangkap secara ilegal sekitar pukul 08.00 pagi pada 12 Juli tahun ini. Sejauh ini kami belum menerima kabar apa pun dari pejabat Tiongkok. Kami mengetahui bahwa saudara perempuan kami ditangkap secara ilegal masih dari laporan Minghui.”
Adik perempuan Liu Cong, Liu Xiyue berada di Jepang bersama orang tuanya. Setelah mengetahui dari Internet bahwa Liu Cong ditangkap secara ilegal, anggota keluarganya sangat khawatir.
Liu Xiyue: “Ketika bibi tertua saudara perempuan saya kembali ke rumah, dia menemukan bahwa rumahnya berantakan. Semuanya berantakan. Tidak ada yang rapi di mana pun. Semuanya kacau seperti para bandit yang menggeledah rumah orang. Sekarang, Kunci mobil kami tidak dapat ditemukan. Mobil kami adalah mobil buatan Amerika dan harganya relatif mahal. Kami belum menemukan ponsel kami, dan kami juga belum menemukan dompet kami, karena rumahnya sangat berantakan. ”
Menurut informasi yang ada, saat ini Liu Cong ditahan secara ilegal di pusat penahanan Kota Huludao. Sejak hari penangkapannya yang dilakukan secara ilegal, ia telah melakukan mogok makan untuk memprotes penganiayaan tersebut.
Laporan dari Minghui.org mengatakan bahwa alasan penangkapan Liu Cong kali ini adalah karena penganiayaan terhadap Liu Yuping, seorang praktisi Falun Gong di Kota Xingcheng. Putri Liu Yuping, Zhang Xiaoheng, secara terbuka mengajukan tuntutan terhadap pelaku penganiayaan. Liu Cong, yang berhubungan dengan Zhang Xiaoheng, kemudian diculik.
Liu Xiyue berkata bahwa saudara perempuannya telah memberikan bantuan hukum kepada praktisi Falun Gong setempat.
Liu Xiyue: “Di daerah kami, banyak praktisi Falun Gong yang mengalami penganiayaan. Adik saya memberikan bantuan kepada mereka, termasuk mewakili keluarga mereka untuk melakukan pembelaan, menjalani berbagai proses hukum, dan memberitahu mereka bagaimana membela diri dan melindungi hak-hak hukum mereka. Karena itu, adik saya sangat sibuk setiap hari, terlibat dalam berbagai upaya melawan penganiayaan. Ponselnya disadap, sehingga lokasi dan kegiatannya selalu terekspos. Namun, adik saya tidak menyerah dan terus membantu praktisi Falun Gong yang diperlakukan secara tidak adil, mengajukan banding, memberikan pembelaan, menyusun dokumen, dan memfasilitasi pertemuan dengan keluarga mereka.”
Pengetahuan hukum Liu Cong juga dikumpulkan dalam proses penyelamatan suaminya. Suaminya, Luan Changhui, adalah seorang insinyur senior di Galangan Kapal Bohai di Kota Huludao. Dia berpendidikan tinggi dan pekerja keras, serta terkenal di unit tersebut. Namun, pada Juli 2021, ia tiba-tiba diculik oleh polisi dan kemudian dijatuhi hukuman empat tahun penjara secara ilegal.
Liu Xiyue: “Suami adik saya berlatih Falun Dafa, dengan ketat menjaga moralitasnya dan tidak pernah menerima suap. Karena itulah reputasinya sangat baik. Namun, hanya karena berlatih Falun Dafa dan mengikuti prinsip ‘Sejati, Baik, Sabar’ untuk menjadi orang baik, Partai Komunis Tiongkok menangkap dan menganiaya praktisi Falun Gong.”
Transformasi Liu Cong: Sebelum berlatih Falun Gong, Liu Cong adalah orang yang introvert. Setelah berlatih, dia menjadi lebih ceria dan baik hati, serta aktif membantu orang lain. Selama beberapa tahun terakhir, Liu Cong meninggalkan pekerjaannya dan setiap hari secara sukarela membantu orang lain dalam memperjuangkan hak mereka. Namun, pihak keamanan nasional mempersulitnya, menipu untuk mengambil paspornya, sehingga dia tidak bisa pergi ke Jepang untuk berkumpul dengan keluarganya, dan sekarang ditangkap secara ilegal.
Liu Xiyue: “Sebagian besar aparat penegak hukum yang bertugas saat ini adalah generasi muda yang lahir setelah tahun 1990-an dan 2000-an. Mereka masih sangat muda dan banyak yang telah dicuci otak oleh Partai Komunis Tiongkok. Banyak petugas muda di lembaga peradilan tidak menyadari bahwa tindakan mereka tidak memiliki dasar hukum dan tidak mengikuti aturan hukum, hanya menjalankan perintah dan tugas pribadi. Akibatnya, mereka harus bertanggung jawab atas tindakan mereka di masa depan, dan tidak ada yang bisa lolos dari tanggung jawab itu. Saya berharap mereka bisa segera sadar, memperlakukan praktisi Falun Gong dengan baik, dan berhenti melakukan kejahatan mereka, serta tidak membantu Partai Komunis Tiongkok dalam melakukan kejahatan.” (Hui)
Pada Senin (22 Juli) Kementerian Kehakiman AS memberitakan bahwa seorang pria WN Tiongkok didakwa atas dugaan penyelundupan prekursor fentanyl dalam jumlah besar. Hal ini diyakini sebagai salah satu kasus penyelundupan prekursor fentanyl terbesar di Amerika Serikat.
Kementerian Kehakiman AS menyebutkan bahwa, Minsu Fang, 48 tahun, telah didakwa dengan empat kejahatan yang melibatkan konspirasi untuk mengimpor, mengekspor dan memproduksi fentanil.
Menurut dokumen tuntutan, Minsu Fang dan rekan-rekannya menyelundupkan lebih dari 2.000 kilogram bahan kimia prekursor fentanil dari Tiongkok ke Amerika Serikat yang dibagi dalam 100 kali pengiriman antara Agustus hingga Oktober 2023. Bahan kimia itu kemudian dikirim ke Meksiko untuk diproses menjadi berbentuk pil, setelah itu dikirim kembali ke Amerika Serikat untuk dijual dan didistribusikan.
Berdasarkan dakwaan tersebut, Fang dan rekan-rekannya berusaha menghindari intersepsi penegakan hukum atas kiriman tersebut dengan menyatakan kiriman tersebut bernilai kurang dari USD.800,- dan mencampur ke dalam kotak yang berisi bahan kimia prekursor dengan barang impor yang bernilai rendah.
Akibatnya, pengiriman tersebut berhasil masuk ke Amerika Serikat tanpa melalui pemeriksaan yang ketat, dan Minsu Fang kemudian mengirim bahan kimia tersebut ke Meksiko melalui para konspiratornya.
Pada 19 Juni tahun ini, Minsu Fang tertangkap di New York dan diadili pada 17 Juli.
Pada Selasa (23 Juli) pagi, Minsu Fang dihadapkan kepada hakim AS untuk diinterogasi. Jika terbukti bersalah, setiap dakwaan bisa terkena hukuman maksimum penjara seumur hidup dan denda sebesar USD.10 juta.
Jaksa Agung Merrick B. Garland mengatakan : “Terdakwa tersebut mengimpor bahan kimia prekursor fentanil dari Tiongkok dalam jumlah yang dapat membunuh jutaan orang warga Amerika Serikat”.
“Fentanil adalah ancaman narkoba paling mematikan yang pernah dihadapi Amerika Serikat, dan Kementerian Kehakiman berkomitmen untuk membongkar setiap mata rantai pasokan fentanil global”, tegas Jaksa Agung Merrick B. Garland.
Direktur Badan Pengawasan Narkoba AS (Drug Enforcement Administration. DEA) Anne Milgram mengatakan, Minsu Fang dituduh menjual lebih dari 2.000 kilogram prekursor fentanil.
“Ini menandai penyitaan bahan kimia prekusor fentanil terbesar yang dilakukan DEA di Amerika Serikat hingga saat ini”, katanya. “Dengan menggagalkan operasi penyelundupan Minsu Fang, DEA dan mitra kami menyelamatkan banyak nyawa warga Amerika Serikat”.
Alamdar S. Hamdani, Jaksa AS untuk Distrik Selatan Texas, mengatakan : “Kantor saya berfokus pada operasi menggagalkan dan membongkar organisasi kriminal transnasional yang menyelundupkan fentanil, obat jenis narkotika yang bisa membunuh anak-anak kita di Amerika Serikat”.
Dia mengatakan beberapa anak mendapat pil dari temannya, tanpa mengetahui bahwa pil tersebut mengandung fentanil, setelah diminum tidak lagi bangun keesokan harinya. Ia mendorong para orang tua untuk mendiskusikan bahaya fentanil dengan anak-anak mereka.
“Minsu Fang diduga mengimpor lebih dari 2.000 kilogram bahan mentah dari Tiongkok dan mengirimkannya ke seluruh Meksiko untuk memproduksi fentanil. Penyitaan bersejarah ini mewakili kolaborasi multi-lembaga yang mencegah pengiriman jutaan pil fentanil dengan dosis mematikan,” kata Alamdar S. Hamdani. (sin)
EtIndonesia. Pemahaman kita tentang asal usul kehidupan berpotensi mengalami perombakan drastis menyusul penemuan mengejutkan jauh di dasar laut.
Peneliti kelautan sedang mengamati pegunungan di kedalaman Samudera Pasifik ketika mereka melihat sesuatu yang aneh.
Instrumen yang digunakan oleh tim terus mencatat peningkatan kadar oksigen, namun area yang mereka analisis – lebih dari 4.000 meter di bawah laut – berada dalam kegelapan total, yang berarti produksi oksigen seharusnya tidak mungkin dilakukan.
Bagaimanapun juga, kita diajari bahwa bahan penyusun penting kehidupan ini berasal dari tumbuhan dan fitoplankton, yang memanfaatkan sinar matahari untuk memecah karbon dioksida dan air serta melepaskan O2 – sebuah proses yang dikenal sebagai fotosintesis.
Jadi, tanpa cahaya seharusnya tidak ada oksigen.
Memang benar, Profesor Andrew Sweetman, dari Asosiasi Ilmu Kelautan Skotlandia, yang memimpin ekspedisi tersebut mengakui: “Saat kami pertama kali mendapatkan data ini, kami mengira sensornya rusak karena setiap penelitian yang dilakukan di laut dalam hanya melihat oksigen yang dikonsumsi daripada yang diproduksi.”
Dia melanjutkan dalam sebuah pernyataan: “Kami akan pulang dan mengkalibrasi ulang sensor, tetapi, selama 10 tahun, pembacaan oksigen yang aneh ini terus muncul.”
Hanya setelah berbagai metode pendeteksian oksigen memberikan hasil yang sama, Sweetman dan rekan-rekannya mengetahui bahwa mereka “menemukan sesuatu yang inovatif dan tidak terpikirkan”.
Mereka segera menyadari bahwa endapan logam seukuran kentang yang berserakan di dasar laut melepaskan oksigen dalam kegelapan total dan tanpa bantuan organisme hidup.
Produksi oksigen laut dalam ini, yang oleh Sweetman dan timnya disebut sebagai “oksigen gelap”, merupakan pertama kalinya para ilmuwan mengamati oksigen dihasilkan tanpa keterlibatan organisme.
Dengan melakukan hal ini, hal ini secara mendasar menantang apa yang kita ketahui tentang penciptaan kehidupan di Bumi, dan pencarian kita akan kehidupan di luar planet kita.
Mereka berpendapat bahwa endapan logam kecil, yang ditemukan di Clarion-Clipperton Zone (CCZ) Pasifik, menghasilkan oksigen melalui elektrolisis air laut. Proses ini melibatkan pemecahan air laut menjadi oksigen dan hidrogen dengan adanya muatan listrik.
Para peneliti percaya bahwa muatan ini mungkin berasal dari perbedaan potensial listrik yang ada antara ion logam di dalam nodul. Hal ini kemudian mengarah pada redistribusi elektron, menurut penelitian tersebut.
Nodul polimetalik seperti ini biasa terjadi di dataran jurang samudera – daerah datar di dasar laut antara 3.000 dan 6.000 meter di bawah permukaan laut, seperti yang dicatat oleh Live Sciencenotes.
Mereka sebagian besar terdiri dari oksida besi dan mangan, tetapi juga mengandung logam termasuk kobalt, nikel dan litium.
Selain itu, produk ini mengandung unsur tanah jarang, seperti cerium, yang merupakan komponen penting elektronik dan teknologi rendah karbon.
Sweetman dan rekan-rekan ahli biokimianya, awalnya berupaya mempelajari dampak potensial terhadap ekosistem dasar laut dari penambangan nodul-nodul ini di CCZ – sebuah dataran jurang yang membentang sekitar 4,5 juta kilometer persegi antara Hawaii dan Meksiko.
Untuk melakukan penilaian, tim mengukur perubahan konsentrasi oksigen menggunakan ruang eksperimen khusus yang ditempatkan di beberapa lokasi.
Biasanya, semakin dalam Anda menyelam ke laut, semakin banyak kadar oksigen yang turun. Hal ini karena lebih sedikit cahaya yang tersedia, yang berarti jumlah organisme fotosintetik lebih sedikit sehingga produksi oksigen lebih rendah.
Namun, alih-alih penurunan oksigen seperti yang diperkirakan, data justru menunjukkan emisi yang stabil dari dasar laut.
Penemuan luar biasa ini melemahkan keyakinan lama bahwa oksigen bumi hanya diproduksi secara alami melalui fotosintesis (dan, pada tingkat lebih rendah, oksidasi amonia).
Akibatnya, para ilmuwan harus memikirkan kembali bagaimana kehidupan dimulai di Bumi sekitar 3,7 miliar tahun lalu.
“Agar kehidupan aerobik dapat dimulai di planet ini, harus ada oksigen dan pemahaman kita adalah bahwa pasokan oksigen di bumi dimulai dari organisme fotosintetik,” jelas Sweetman.
“Tetapi kita sekarang tahu bahwa ada oksigen yang dihasilkan di laut dalam, di mana tidak ada cahaya. Saya pikir kita perlu meninjau kembali pertanyaan-pertanyaan seperti: di mana kehidupan aerobik dimulai?”
Selain itu, temuan timnya menimbulkan kekhawatiran baru mengenai penambangan nodul polimetalik, mengingat nodul tersebut dapat mewakili sumber oksigen penting bagi ekosistem laut dalam.
“Melalui penemuan ini, kami memunculkan banyak pertanyaan yang belum terjawab,” simpul Sweetman.
“Dan saya pikir kita harus memikirkan banyak hal mengenai bagaimana kita menambang modul-modul ini, yang sebenarnya merupakan baterai dalam sebuah batu.”
Hasil penyelidikan Sweetman dipublikasikan pada Senin (22 Juli) di jurnal Nature Geoscience. (yn)
EtIndonesia. Seorang gadis remaja menjadi yatim piatu setelah orangtua dan dua saudara perempuannya meninggal dalam kecelakaan yang secara tragis merenggut seluruh keluarganya.
Poppie Morgan-Roller, 11 tahun, memilih untuk tidak bergabung dengan keluarganya selama sehari, melainkan pergi ke rumah temannya sementara ibunya, Shannen Morgan, ayahnya, Shane Roller, dan saudara perempuan Rubie, 9 tahun, dan Lillie, 4 tahun, pergi keluar.
Namun, keempatnya tidak pernah kembali, setelah sebuah mobil Ford Focus mereka bertabrakan dengan sepeda motor dalam perjalanan pulang – menewaskan kedua orangtua dan dua anak bungsu mereka.
GoFundMe untuk gadis tersebut, dari Kota Barnsley di South Yorkshire, Inggris, telah mengumpulkan hampir £330,000 (sekitar Rp 6,9 miliar ) sejak tragedi tersebut terjadi pada hari Minggu, Metro melaporkan.
Penyelenggaranya, teman keluarganya Paul Hepple, merawat Poppie pada saat itu dan menggambarkannya sebagai “gadis muda yang cerdas dan tangguh” yang beralih ke musik Taylor Swift untuk menemukan kenyamanan setelah dia “kehilangan seluruh dunianya dalam sekejap”.
“Meski mengalami kehilangan yang tak terbayangkan, dia menunjukkan kekuatan luar biasa setiap hari,” tulisnya di penggalangan dana.
“Poppie kini menghadapi masa depan yang tidak pasti. Dengan kepergian keluarga dekatnya, dia membutuhkan dukungan untuk memastikan dia memiliki lingkungan yang stabil dan penuh kasih sayang di mana dia dapat pulih dan tumbuh.”
Kengerian itu terjadi pada Minggu sore ketika keluarga tersebut sedang bepergian dengan mobil mereka melalui jalan utama di Inggris utara.
Gambar mengejutkan yang diambil setelah kejadian mengerikan itu menunjukkan puing-puing mobil keluarga yang terbakar.
Shannen, 30 tahun, Shane, 33 tahun, dan putri mereka Rubie dan Lillie semuanya dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Pengendara sepeda motor dan seorang penumpang wanita bernama Christopher Barton, 56 tahun, dan istrinya Janine, menurut BBC. Mereka juga tewas dalam tabrakan tersebut.
Hepple mengatakan semua orang baru saja menikmati makan malam panggang ketika telepon berdering membawa berita buruk.
“Ibunya sebenarnya menghubungi kami dan bertanya apakah kami boleh mengawasi [gadis itu] karena dia tidak ingin ikut berjalan-jalan seperti yang mereka lakukan,” katanya kepada Mail Online.
“Dia bersama putri kami bersenang-senang. Dan dalam perjalanan pulang, saat itulah kecelakaan terjadi.
“Kami sedang makan malam hari Minggu sebagai sebuah keluarga, dan bibi [gadis itu] ada bersama kami dan tentu saja, [dia] juga.
“Dan kemudian dia mendapat panggilan telepon dan dia segera pergi untuk melihat apa yang terjadi.”
Teman dan keluarga yang hancur kini memberikan penghormatan kepada keluarga tersebut di media sosial, dan bersumpah untuk menjaga Poppie.
Kakak laki-laki Shane, Callum, mengatakan dia “kehilangan kata-kata”, dan menambahkan: “Saya benar-benar patah hati. Saya akan merindukan kalian semua! Anda semua memiliki hati emas. Hatiku hancur berkeping-keping!”
Teman Shannen, Chelsea Element, menulis: “Kamu adalah dan akan selalu menjadi salah satu teman terdekatku.
“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa kehilangan yang ditimbulkan terhadap keluarga/teman dan komunitas di sekitar kita.
“Saya harap Anda damai Shannen Morgan dan Shane Roller, dengan gadis-gadis cantik Anda.
“Semua orang akan selalu menjaga [gadis tertua], dia tidak akan pernah menginginkan apa pun karena dia dicintai semua orang.”
Sepupunya Beth Brittain berkata: “Hatiku sakit, otakku tidak mau menerima apa yang terjadi.
“Shannen, kamu selalu menjadi adik perempuanku, bukan hanya sepupuku, kita tumbuh bersama. Saya tidak bisa berbicara. Tidak ada kata-kata. Tidurlah yang nyenyak, keluarga Roller kecilku, kenanganmu akan hidup selamanya.”
Inspektur Alan Travis dari Kepolisian Distrik Wakefield mengatakan: “Ini adalah insiden yang benar-benar tragis yang mengakibatkan hilangnya enam nyawa.
“Pikiran kami tertuju kepada keluarga korban meninggal yang bekerja sama dengan kami untuk memberikan dukungan saat ini.” (yn)
EtIndonesia. Sebelum melakukan perjalanan ke jalan raya, sudah menjadi kebiasaan bagi pengemudi truk untuk melakukan pemeriksaan sebelum perjalanan, memastikan semuanya dalam keadaan baik agar perjalanannya dapat berjalan lancar.
Namun hari itu, seorang pengemudi truk di Ohio sedang menyelesaikan pemeriksaan seperti biasa ketika dia melihat ada bola bulu kecil tersangkut di antara roda truknya.
Di sana, terjepit di antara ban roda, ada seekor anak kucing kecil berwarna abu-abu dan putih, sendirian.
Karena terkejut dan khawatir dengan kucing tersebut, pengemudi truk menghubungi Ohio State Highway Patrol untuk meminta bantuan.
Petugas sigap merespons, bersyukur sopir truk telah melakukan tindakan yang benar.
“Saya pikir sangat bagus bahwa pengemudi truk melakukan pemeriksaan sebelum perjalanan dengan teliti dan menemukan anak kucing itu,” kata perwakilan dari Ohio State Highway Patrol kepada The Dodo. “Dia menyelamatkan nyawa anak kucing itu.”
Tim penyelamat dengan hati-hati membuka salah satu rodanya. Akhirnya bebas, anak kucing itu berkedip ke arah pahlawannya, matanya yang lebar mengamati semuanya.
“Anak kucing itu tampak sangat tenang dan mungkin [kelelahan] karena tekanan situasi,” kata perwakilan tersebut.
Watch this meow-velous rescue of a kitten stuck in a semi's wheel well. This seemingly im-paw-sible rescue mission had a happy ending…thanks to the purrfect teamwork by all on scene! 🐱🚔 pic.twitter.com/XYqk7tWpXB
Petugas menemukan anak kucing itu sebagai rumah sementara di Portage Animal Protection League. Aman dengan ahli hewan, anak kucing itu akhirnya bisa bersantai.
Pada bulan Juni, sebuah keluarga setempat bertemu dengan anak kucing tersebut dan jatuh cinta. Saat ini, anak kucing yang pernah menempel di truk seumur hidup menghabiskan sore harinya bersantai bersama keluarga barunya, tidur siang dan bermain dengan tenang tanpa peduli dengan dunia. (yn)
Pada Selasa (25/6) Waktu AS Bagian Timur, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengesahkan rancangan undang-undang yang sangat menarik, “Undang-Undang Perlindungan Falun Gong”. Menurut prosedur legislatif Amerika, rancangan undang-undang serupa akan disahkan oleh Senat dan kemudian ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat sebelum secara resmi berlaku.
RUU baru ini akan menjadi kelemahan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan akan menjadi “pisau tajam” bagi Amerika Serikat untuk melawan Partai Komunis Tiongkok, karena ia memiliki tiga fitur yang sangat unik:
Pertama, ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan penyelidikan terhadap situasi sebenarnya dari transplantasi organ di Tiongkok. Partai Komunis Tiongkok telah menutupi kejahatan pengambilan organ dari orang yang masih hidup selama lebih dari 20 tahun, dan hal ini akan segera terungkap.
RUU ini mengharuskan Menteri Luar Negeri AS, Menteri Kesehatan AS, dan Direktur Institut Kesehatan Nasional untuk menyerahkan laporan yang relevan dalam waktu satu tahun, dan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Orang-orang akan mengetahui bahwa Partai Komunis Tiongkok yang tampak seolah “melayani rakyat” di dalam negeri dan dengan berani mengaku “menunjukkan arah bagi umat manusia” di dunia internasional, namun kenyataannya, mereka adalah kelompok anti-kemanusiaan yang terang-terangan.
Kedua, RUU ini berduri dan mempunyai efek menghukum.
RUU tersebut mensyaratkan: “Dalam waktu 180 hari sejak tanggal berlakunya undang-undang ini, Presiden harus menyerahkan kepada komite kongres yang sesuai daftar warga negara asing, termasuk pejabat senior pemerintah, pemimpin militer, dan lainnya, yang menurut Presiden termasuk dalam daftar tersebut adalah wilayah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Mereka yang secara sadar bertanggung jawab atau terlibat, maupun secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam pengambilan organ secara paksa, akan dilarang membekukan aset mereka dan dilarang memasuki Amerika Serikat. Aset yang mereka hasilkan dengan susah payah untuk dipindahkan ke luar negeri akan hilang.
Anggota Kongres Amerika Serikat, Scott Perry, sponsor utama rancangan undang-undang tersebut, percaya bahwa penganiayaan terhadap Falun Gong adalah “genosida”. Dia ingin memastikan bahwa mereka yang terlibat dalam pengambilan organ “dengan cara apa pun” akan dimintai pertanggungjawaban.
Mengenai mereka yang bertanggung jawab atas pengambilan organ di Tiongkok, saya akan menganalisisnya untuk Anda sebentar lagi. Tingkat politik mereka sangat tinggi, dan jumlah mereka yang besar juga mencengangkan. Termasuk anggota Komite Tetap Biro Politik Partai Komunis Tiongkok, anggota Biro Politik, dan banyak dokter, tentara, dan polisi… Serta kelompok pejabat dan dokter yang sama yang mengancam seluruh rakyat Tiongkok saat ini.
RUU tersebut juga mengharuskan Amerika Serikat melarang kerja sama dengan PKT di bidang transplantasi organ, mengambil tindakan yang diperlukan untuk memaksa PKT menghentikan pengambilan organ tubuh hidup-hidup, serta berkonsultasi dengan negara sekutu dan lembaga multilateral untuk memperhatikan penganiayaan terhadap Falun Gong dan bersama-sama memberikan sanksi kepada PKT.
Praktisi Falun Gong dari Jakarta dan sekitarnya menggelar aksi damai dalam rangka memperingati 25 tahun penindasan yang dialami oleh para praktisi Falun Gong di Tiongkok. Kegiatan digelar di Depan Kedubes Tiongkok, Jakarta Selatan, Sabtu 13 Juli 2024 (Foto : Epoch Times Indonesia)
Artinya, di satu sisi, Amerika Serikat dan sekutunya akan mengambil landasan moral yang tinggi dalam tindakan mereka untuk mengepung dan menindak Partai Komunis Tiongkok. Karena di masa lalu, perang dagang yang dilakukan pemerintah AS dan pembatasan teknologi tinggi Partai Komunis Tiongkok, Eropa dan Kanada menindaklanjuti dengan mengenakan tarif pada kendaraan listrik Tiongkok yang lebih didasarkan pada kepentingan dan keamanan nasional.
Dan kita tahu bahwa di dalam suatu negara atau antarnegara, tuntutan kepentingannya berbeda-beda, dan oleh karena itu, serangan terhadap PKT sangat dibatasi. Misalnya, sanksi Amerika terhadap Partai Komunis Tiongkok masih memiliki banyak celah besar setelah pemerintahan Trump dan Biden, sementara Eropa bahkan lebih ragu-ragu dan menunda-nunda.
Namun sekarang berbeda, karena pengambilan organ tubuh yang dilakukan oleh PKT adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan genosida. Semua negara harus mengambil sikap. Mereka yang di masa lalu tidak mau memutuskan hubungan dengan PKT demi kepentingan, harus membuat pilihan!
Di sisi lain, ketika kejahatan pengambilan organ tubuh yang dilakukan oleh PKT terkonfirmasi, hal ini juga akan memicu sanksi yang lebih besar dan lebih intensif terhadap PKT oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Pada 2020, Scott Perry, sponsor RUU ini, dan pihak lain memprakarsai RUU yang mengharuskan PKT diakui sebagai “kelompok kriminal transnasional” dan mengharuskan penuntutan serta sanksi terhadapnya. Konteksnya adalah Partai Komunis Tiongkok membiarkan virus COVID-19 meledak secara global. Perry mengatakan: “Para pemimpin Partai Komunis membungkam para dokter Tiongkok, menghancurkan sampel tes, dan menyembunyikan informasi medis penting dari komunitas internasional. Kami memperkirakan ribuan warga Tiongkok meninggal karena virus ini tanpa mengumumkannya kepada publik.”
Awalnya merupakan rancangan undang-undang yang bagus, namun karena perselisihan antara kedua Partai AS pada saat itu, beberapa anggota parlemen lain dan banyak orang Amerika mengira ini adalah alasan yang dibuat oleh pemerintahan Trump untuk melalaikan tanggung jawab, sehingga RUU ini sempat terbengkalai.
Praktisi Falun Gong berbaris dalam sebuah pawai yang menyerukan diakhirinya penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok selama 25 tahun terhadap latihan spiritual tersebut, di New York City pada tanggal 20 Juli 2024. (Larry Dye / The Epoch Times)
Namun, semua orang menyadari bahwa zaman sekarang sudah berbeda. Saat ini, kedua partai politik dan lebih dari 80% masyarakat Amerika menyadari kejahatan PKT. Ketika kejahatan pengambilan organ tubuh kemudian dikonfirmasi oleh tiga raksasa Amerika Serikat: Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, dan Direktur Institut Kesehatan Nasional, maka Amerika Serikat pasti akan menerapkan tindakan yang lebih tegas terhadap RUU Partai Komunis Tiongkok. Akhir dari PKT semestinya tidak lama lagi.
Ketiga, RUU baru ini juga mewajibkan Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, dan Direktur Institut Kesehatan Nasional AS untuk memberikan daftar semua penyandang dana Amerika Serikat yang telah mendukung penelitian transplantasi organ tubuh Tiongkok atau kerja sama antara entitas Tiongkok dan Amerika Serikat dalam bidang tersebut selama sepuluh tahun terakhir. Diharapkan peserta dari luar negeri akan secara proaktif memberikan lebih banyak bukti kejahatan PKT kepada pemerintah AS untuk melindungi diri mereka sendiri.
Pejabat dalam Sistem ini Telah Melakukan Kejahatan di Seluruh Negeri: 5 Kerabat Pemimpin Provinsi Memiliki Organ Tubuh yang Cocok
Ada beberapa bagian dalam RUU baru ini yang mengejutkan saya:
(9) Pada 14 Juni 2021, pakar hak asasi manusia PBB mengeluarkan pernyataan bersama mengenai “laporan tentang apa yang disebut ‘pengambilan organ’ yang menargetkan praktisi Falun Gong, kaum Uyghur, Tibet, Muslim, dan Kristen serta kelompok minoritas lainnya yang ditahan di Tiongkok”. “Sangat mengejutkan.”
Dengan kata lain, PKT telah memperluas tangan hitamnya ke lebih banyak orang di Tiongkok.
Pada 24 Juni, seorang pejabat dalam sistem PKT menyampaikan berita ini kepada The Epoch Times dan berkata: “Informasi setiap orang transparan di bawah data besar. Oleh karena itu, tidak sulit untuk menjelaskan mengapa orang sering hilang dalam beberapa tahun terakhir, dan memang banyak orang hilang. Semua organ tubuhnya diambil. Paman dari teman saya pernah menjadi pemimpin utama di suatu provinsi. Dia menderita leukemia dan harus pergi ke Beijing untuk berobat. Pamannya menggunakan koneksinya untuk membantunya mengatur pengobatan. Kepala dokter secara langsung mengatakan kepadanya bahwa ada 5 organ sehat yang cocok dengannya!”
RUU baru itu juga menyebutkan:
(12) Majalah BMC Medical Ethics menerbitkan jumlah donasi organ di Tiongkok pada 2019. Berdasarkan analisis statistik forensik, disimpulkan sebagai berikut: “(Pemerintah) Tiongkok telah dengan jelas dan sistematis memalsukan statistik donasi organ tubuh nasional. Data ini secara serius melemahkan upaya tulus Tiongkok untuk berintegrasi dengan dunia.”
Dengan kata lain, apa yang disebut propaganda PKT bahwa donasi organ tubuh dari masyarakat akan menggantikan organ tubuh tahanan yang dieksekusi mulai 2015 adalah palsu, sama seperti Biro Statistik PKT yang memalsukan bahwa tingkat lapangan kerja bagi kaum muda Tiongkok dan tingkat pertumbuhan PDB tetap pada 5%. Itu palsu, semuanya palsu! Pada 2015, Huang Jiefu, Wakil Menteri Kesehatan Partai Komunis Tiongkok, mengalihkan tanggung jawab kepada Zhou Yongkang, mantan anggota Komite Tetap Biro Politik Partai Komunis Tiongkok, hanya untuk “pertunjukan semu” kepada dunia, untuk menutupi bahwa masih ada pengambilan organ tubuh dari orang yang masih hidup di Tiongkok.
(13) Pada 2019, terdapat sekitar 145 juta pendonor organ tubuh terdaftar di Amerika Serikat: 19.257 orang mendonor organ tubuh, mencapai 39.719 transplantasi; rasio donor aktual terhadap donor terdaftar adalah sekitar 0,00013. Inggris, Kanada, dan negara-negara lain mempunyai angka serupa. Sebagai perbandingan, Tiongkok mengklaim memiliki lebih dari 900.000 donor organ tubuh terdaftar pada awal 2019. Data dari Tiongkok juga menunjukkan bahwa terdapat 5.818 donor organ dan 19.454 operasi transplantasi pada 2019. Rasio antara donor aktual dan donor terdaftar adalah sebesar 0,0057.
Sejak zaman kuno, masyarakat Tiongkok percaya bahwa “rambut dan kulit tubuh diwarisi dari orang tua” sehingga tubuh harus dibiarkan utuh setelah kematian. Tidak ada tradisi mendonorkan organ atau jenazah. Setelah hampir 10 tahun kerja keras Partai Komunis Tiongkok, hanya ada beberapa juta orang yang secara sukarela mengisi formulir untuk mendonorkan organ tubuhnya. Namun, jumlah transplantasi organ tubuh yang dicapai setiap tahun sebenarnya menyamai Amerika Serikat, di mana terdapat ratusan juta orang menyumbang, dan rasio donasi organ tubuh Tiongkok lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat, yaitu 43 kali lebih banyak! Sekali lagi, angka transplantasi di Tiongkok “sungguh luar biasa”. Dan mereka berani mengada-ada, percayakah?
Hal ini semacam sebuah “kelompok amal” nasional khusus, di mana pemimpinnya adalah penjahat
RUU baru ini mengharuskan Presiden AS untuk menyerahkan daftar pejabat senior pemerintah Tiongkok, pemimpin militer, dan pihak lain yang bertanggung jawab. Jadi, ini termasuk siapa saja? Mari kita bahas itu juga.
Pada 15 Juni tahun ini, WOIPFG memperbarui laporan investigasinya tentang “Pengambilan Organ Tubuh praktisi Falun Gong yang Masih Hidup oleh PKT, Bukti Langsung Kejahatan Genosida Negara”. Wang Zhiyuan, Ketua WOIPFG, mengatakan: “Ada 730 bukti rekaman dan lebih dari 2.000 bukti dokumenter… Sudah ada 58 bukti yang secara langsung mengakui, memberikan kesaksian, atau melaporkan pengambilan organ tubuh dari praktisi Falun Gong. Ini termasuk lima anggota teratas Komite Tetap Politbiro, Menteri Pertahanan Nasional, Menteri Logistik Umum dan Kesehatan, serta saksi di lokasi pengambilan organ hidup-hidup, dan laporan dari anggota keluarga pengambilan organ tubuh hidup-hidup.”
Anggota Komite Tetap Politbiro yang disebutkannya antara lain Jiang Zemin, Li Changchun, Zhou Yongkang, dan lain-lain. Di antara mereka, Li Changchun dengan jelas menyatakan bahwa penanggung jawab pengambilan organ tubuh hidup-hidup adalah Zhou Yongkang; sementara Bai Shuzhong, mantan Menteri Kesehatan Departemen Logistik Umum Tentara Pembebasan Rakyat Partai Komunis Tiongkok, bersaksi bahwa Jiang Zemin memerintahkannya dan empat universitas kedokteran militer diperintahkan untuk melaksanakannya: Bo Xilai, mantan anggota Politbiro dan Sekretaris Komite Partai Kota Chongqing, menuduh Jiang Zemin memberikan perintah tersebut; Liang Guanglie, mantan Menteri Pertahanan dan anggota Komisi Militer Pusat, mengatakan bahwa Komisi Militer Pusat telah mengadakan pertemuan untuk membahas (masalah pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong).
Rekaman spesifik tersedia di situs web WOIPFG. Karena keterbatasan waktu, saya tidak akan membacakannya untuk Anda satu per satu. Anda dapat mendengarkannya sendiri:
Dari laporan tersebut, saya menemukan bahwa pengambilan organ tubuh oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) dari orang yang masih hidup terbagi menjadi beberapa kalangan, dan orang yang berbeda mempunyai tingkat kerahasiaan yang berbeda. Yang paling inti adalah anggota Komite Tetap Biro Politik PKT, kemudian Organisasi 610 yang secara langsung menganiaya Falun Gong, dan kemudian anggota PKT yang paling terpercaya, yaitu militer, itulah sebabnya rumah sakit militer dan polisi bersenjata Tiongkok memiliki banyak organ tubuh, dan kemudian ada beberapa rumah sakit inti lokal. Setelah 1 Januari 2015, Palang Merah, yang diserukan oleh PKT untuk menutupi pengambilan organ tubuh dari orang yang masih hidup, sebenarnya hanya mengetahui sedikit tentang hal tersebut.
Misalnya, dalam laporan yang dibantah oleh Huang Jiefu yang diterbitkan oleh WOIPFG pada 2018, saya menemukan bahwa dalam rekaman panggilan para penyelidik ke Perhimpunan Palang Merah dari tiga kotamadya yang berada langsung di bawah Pemerintah Pusat di Beijing, Tianjin, dan Shanghai pada Desember 2015, Perkumpulan Palang Merah Beijing sedang bertugas. Staf Perkumpulan Palang Merah Beijing mengatakan bahwa sumbangan mereka sedang dipersiapkan dan belum dimulai; staf Perkumpulan Palang Merah Tianjin mengatakan bahwa sejak pendirian bank donasi organ tubuh pada 2003, lebih dari 170 donasi telah dilakukan sejauh ini; staf Kantor Donasi Organ Palang Merah Distrik Huangpu Shanghai mengatakan, pekerjaan ini baru dimulai pada paruh pertama tahun lalu, dan sejauh ini hanya ada 5 kasus donasi organ di Pemerintah Kota Shanghai. Namun, pada 2015 dan belasan tahun sebelumnya, ribuan transplantasi organ tubuh dilakukan setiap tahun di tiga kota tersebut. Dari mana asalnya?
Setelah 2015, orang yang sebenarnya bertanggung jawab atas pengambilan organ juga merupakan aliansi yang disebut Organisasi Pengadaan Organ Tubuh Manusia Tiongkok (OPO). Organisasi ini sepertinya bekerja sama dengan Palang Merah dan tampak seperti organisasi yang taat hukum. Namun kenyataannya, tiga ketua utama Aliansi OPO, Ketua Kehormatan Huang Jiefu, Ketua Zheng Shusen, dan Ketua Eksekutif Ye Qifa, seorang profesor di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, semuanya terlibat dalam pengambilan organ tubuh.
Di antara mereka, Zheng Shusen juga mantan ketua Asosiasi anti-Sekte Provinsi Zhejiang, yang didirikan khusus untuk menganiaya Falun Gong. Dalam beberapa tahun terakhir, makalahnya dibatalkan oleh International Journal of Organ Transplantation dan dilarang berkontribusi seumur hidup karena tidak menjelaskan sumber organ dalam 563 kasus.
Selain itu, Zhu Yunsong, Direktur Departemen Urologi di Rumah Sakit Umum Guangzhou di Wilayah Militer Guangzhou, rumah sakit anggota pertama aliansi OPO, mengakui menggunakan organ tubuh dari praktisi Falun Gong; 20 rumah sakit di aliansi OPO mengaku mengambil organ tubuh praktisi Falun Gong selama penyelidikan melalui telepon. Bahkan media resmi Tiongkok telah melaporkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Militer Guangzhou dan Rumah Sakit Militer 304 terlibat dalam perdagangan organ tubuh, dan Rumah Sakit Afiliasi Ketiga Universitas Sun Yat-sen terlibat dalam kejahatan pembunuhan tunawisma dan pencurian organ tubuh mereka.
Adapun Huang Jiefu sendiri, media resmi Tiongkok melaporkan bahwa ia melakukan lebih dari 500 transplantasi hati pada 2012, hanya satu di antaranya yang merupakan donasi organ tubuh; di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Sun Yat-sen di mana dia bekerja, seorang dokter bermarga Han secara pribadi mengakui pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong secara hidup-hidup. Selain itu, pada sore hari 28 September 2005, saat menghadiri acara peringatan 50 tahun berdirinya Daerah Otonomi Xinjiang bersama Luo Gan, Sekretaris Komite Urusan Politik dan Hukum Partai Komunis Tiongkok, Huang Jiefu mendemonstrasikan autologous transplantasi hati di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Xinjiang. Untuk mencegah kecelakaan selama operasi, dia meminta Guangzhou, Universitas Kedokteran Militer Ketiga Chongqing, dan Xinjiang masing-masing membawa hati cadangan. Namun, menurut analisis para profesional medis, ketiga pihak yang disebut membawa “hati cadangan” ini sebenarnya adalah tiga orang yang masih hidup, karena Huang Jiefu membutuhkan waktu 15 jam operasi dan 24 jam observasi sebelum dia mengumumkan bahwa operasinya berhasil dan tidak diperlukan lagi hati cadangan. Waktu yang lama sekali, andai saja bisa membuktikan bahwa operasi itu adalah berasal dari organ tubuh orang yang masih hidup!
Hal yang sama berlaku untuk Ye Qifa. Dengan kata lain, tiga ketua organisasi yang mengaku sebagai organisasi yang menyumbangkan organ untuk mengobati penyakit dan menyelamatkan nyawa itu sebenarnya adalah penjahat!
Jadi, semua orang paham apa yang dimaksud dengan donasi organ oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT)?
Tentu saja, Hukum Langit akan selalu adil dan tidak ada kelalaian, sehingga akan selalu ada balasan bagi para pelaku kejahatan. Sekarang, rancangan undang-undang Amerika Serikat yang akan memberikan sanksi kepada PKT akan segera diajukan. Bisakah para penjahat ini lolos dari hukuman? Mari kita tunggu dan lihat! (Lin/mglian)
Menurut laporan terbaru dari ITAR News, menurut data dari departemen statistik PKT, pada Mei 2024, pembelian Tiongkok atas uranium yang diperkaya dan unsur radioaktif lainnya, isotop dan senyawa dari Rusia berjumlah $233 juta, di mana US$231,5 juta di antaranya untuk uranium yang diperkaya, dan $1,4 juta untuk senyawa lainnya, menciptakan rekor tertinggi sejarah. Ini merupakan nilai terbesar sejak statistik dikumpulkan pada 2015.
Data juga menunjukkan bahwa Tiongkok membeli uranium yang diperkaya senilai hampir $70 juta pada April tahun ini. Karena lonjakan pembelian pada Mei, Beijing membeli uranium dan unsur lainnya dari Moskow dalam lima bulan pertama tahun ini, senilai US$311 juta. Sedangkan pada akhir tahun lalu, Rusia telah menjual unsur radioaktif senilai US$440 juta kepada Partai Komunis Tiongkok, di mana US$418 juta di antaranya adalah uranium yang diperkaya.
Di antara pemasok bahan bakar nuklir dunia, Rosatom “adalah pemasok uranium yang diperkaya terbesar di pasar global.” Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 dan mendapat sanksi berat dari Barat, negara tersebut terus mengekspor produk uranium yang diperkaya dalam jumlah besar.
Menurut analisis data statistik publik yang dilakukan oleh Royal United Services Institute, negara-negara di seluruh dunia diperkirakan mengimpor uranium yang diperkaya senilai sekitar US$1,29 miliar dari Rusia pada 2021, dan angka impor pada 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 2,03 miliar dolar AS dolar, US$2,7 miliar, menunjukkan tren meningkat. Pada 2022, Rosatom memasok sekitar 30% uranium yang diperkaya yang dibeli oleh negara-negara UE, dan 23% uranium yang diperkaya yang dibeli oleh perusahaan utilitas AS.
Untuk menghilangkan ketergantungan mereka pada bahan bakar nuklir Rusia, negara-negara Barat bekerja keras untuk meningkatkan swasembada nuklir mereka, termasuk meningkatkan kemampuan pengayaan uranium dan membangun lokasi produksi bahan bakar nuklir baru, dan PKT juga mengambil kesempatan untuk meningkatkan pembeliannya dari Rusia, dari tahun lalu hingga tahun ini, PKT telah membeli lebih dari 700 juta uranium yang diperkaya, apa tujuan PKT?
Uranium yang diperkaya yang dipasok oleh Rusia ke Tiongkok dapat digunakan sebagai bahan bakar nuklir dalam reaksi nuklir dan sebagai salah satu bahan mentah utama pembuatan senjata nuklir.
Tiongkok adalah negara besar yang mempunyai energi nuklir, saat ini ada 55 reaktor nuklir yang sedang beroperasi dan 22 reaktor lainnya sedang dibangun. Dari tahun 2022 hingga Mei tahun ini, Partai Komunis Tiongkok telah mengimpor uranium yang diperkaya dalam jumlah besar dari Rusia. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan persediaan strategis dalam negeri guna memenuhi kebutuhan bahan bakar nuklirnya. China Atomic Energy Corporation pernah menyatakan bahwa “Stok uranium yang diperkaya secara strategis di dalam negeri harus diperluas untuk mengatasi fluktuasi harga, risiko rantai pasokan, dan tantangan lainnya.”
Masih ada satu tujuan lain yakni membuat senjata nuklir. Kerja sama nuklir antara Tiongkok dan Rusia dapat ditelusuri kembali ke tahun 1950-an, saat itu Uni Soviet memberikan dukungan dalam bidang bahan, teknologi dan pakar nuklir.
Seiring dengan hubungan kedua negara menjadi tegang, Uni Soviet menghentikan bantuan nuklir, namun Tiongkok dan Rusia melanjutkan kerja sama pada abad ke-21. Terutama dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama semakin diperkuat.
Misalnya, ketika Xi Jinping mengunjungi Rusia pada Maret 2023, dia mengumumkan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Rosatom dan Badan Energi Atom Tiongkok telah menandatangani kontrak proyek kerja sama jangka panjang untuk mengembangkan reaktor neutron cepat dan sistem siklus bahan bakar nuklir tertutup.
Pada 4 Mei, pemerintah Rusia secara resmi menyetujui TVEL Fuel Company, anak perusahaan Rosatom, untuk mengekspor bahan bakar nuklir baru dengan pengayaan uranium-235 tidak lebih dari 30,4% ke proyek demonstrasi reaktor cepat Xiapu di Fujian, Tiongkok, untuk tiga tahun ke depan. Dua reaktor nuklir neutron cepat proyek ini memiliki kapasitas pembangkit lstrik sebesar 600 megawatt.
Pada uranium alam, uranium-238 yang tidak mudah dibelah menyumbang 99,2%, dan uranium-235 hanya menyumbang 0,8%, uranium-235 ini adalah bahan bakar reaktor konvensional dan merupakan satu-satunya bahan alami di alam yang rentan terhadap fisi. Rusia menyetujui ekspor uranium-235 ke Partai Komunis Tiongkok, secara langsung menghilangkan proses pemurnian yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok.
Dengan uranium yang diperkaya dengan kemurnian lebih tinggi, Partai Komunis Tiongkok dapat menggunakan reaktor nuklir neutron cepat untuk memproduksi plutonium, yang merupakan bahan fisil utama untuk produksi senjata nuklir.
Laporan Voice of America tahun lalu menyebutkan bahwa Patty-Jane Geller, mantan analis kebijakan pencegahan nuklir dan pertahanan rudal di Heritage Foundation, menulis bahwa semakin dalamnya kerja sama nuklir antara Tiongkok dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan orang-orang khawatir, “Perkembangan ini berarti semakin banyak bahan bakar yang disediakan Rusia, semakin banyak plutonium yang bisa diproduksi Tiongkok. Semakin banyak plutonium yang bisa diproduksi Tiongkok, semakin banyak pula senjata nuklir yang bisa dibuatnya.”
Namun, Alex Wellerstein, seorang sejarawan senjata nuklir Amerika dan pencipta simulator senjata nuklir online NUKEMAP, mempunyai pandangan berbeda. Dia mengatakan kepada VOA bahwa Panel Bahan Fisil Internasional memperkirakan bahwa PKT telah memiliki sekitar 14 Metrik ton uranium yang sangat diperkaya dan kira-kira 3 metrik ton plutonium yang dipisahkan, cukup untuk membuat hulu ledak nuklir sebanyak mungkin.
Menurut laporan Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm pada 2023, Tiongkok adalah negara pemilik senjata nuklir terbesar ketiga di dunia, hanya dalam satu tahun, jumlah senjata nuklir meningkat dari 350 pada 2022 menjadi 410 pada 2023 dan terus meningkat, dia percaya bahwa suatu saat Tiongkok (Partai Komunis Tiongkok) ) jika menetapkan mereka perlu, maka akan memiliki potensi untuk memperluas jumlah rudal balistik antarbenua ke tingkat Amerika Serikat dan Rusia pada 2030.
“Laporan Kekuatan Militer Tiongkok” yang dirilis oleh Departemen Pertahanan AS pada 2023 meramalkan bahwa kecepatan Tiongkok daratan memproduksi senjata nuklir dipercepat, hingga tahun 2035 akan memiliki hulu ledak nuklir sebanyak 1500,Tiongkok tidak secara langsung menyangkal atau mengakui hal ini, namun menekankan bahwa perkembangan senjata nuklir baru-baru ini bersifat defensif.
Tentu saja, peningkatan jumlah hulu ledak nuklir Partai Komunis Tiongkok secara langsung berkaitan dengan penguatan kerja sama dengan industri nuklir Rusia dan impor uranium yang diperkaya dari Rusia dalam skala besar.
Selain dua tujuan di atas, Partai Komunis Tiongkok juga bertujuan memanfaatkan sanksi Barat terhadap Rusia untuk mengekspor uranium yang diperkaya dan mendapatkan keuntungan. Kemungkinan lainnya adalah Rosatom dan Badan Energi Atom Tiongkok memiliki perjanjian rahasia, yaitu Rusia mengekspor uranium yang diperkaya melalui saluran/jalur? Tongkok yang belum kena sanksi, dan PKT memanfaatkan peluang tersebut untuk mendapatkan keuntungan.
Laporan dari Royal United Services Institute Inggris menunjukkan bahwa pada 2022, Tiongkok hanya mengekspor 97 ton uranium yang diperkaya, tidak jauh berbeda dengan 95 ton pada 2021.
Namun, pada 2023, ekspor uranium yang diperkaya Tiongkok melonjak sebesar 288% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 368 ton. Lonjakan ekspor uranium yang diperkaya Tiongkok pada 2023 terutama disebabkan oleh pasar AS. Menurut statistik Tiongkok, Tiongkok mengekspor 175 ton uranium ke Amerika Serikat, namun data AS menunjukkan volume impor uranium yang diperkaya dari Tiongkok mencapai 293 ton.
Selain itu, China Atomic Energy Corporation juga telah menandatangani kontrak pasokan dengan Korea Hydropower and Nuclear Power Corporation mulai 2026 hingga 2031. Apa trik di balik ini?
Tentu saja, sehubungan dengan peningkatan mendadak dalam jumlah uranium yang diperkaya yang diimpor oleh PKT, Amerika Serikat, Eropa dan negara-negara Barat lainnya harus tetap waspada. Pertama, untuk berjaga-jaga peningkatan hulu ledak nuklir PKT, yang kedua adalah menghindari risiko beralihnya ketergantungan pada Rusia ke PKT dalam rantai pasokan pengayaan uranium. (lin/mgl)
Tiongkok adalah satu-satunya negara di dunia di mana negaranya, Partai Komunis Tiongkok, mengawasi perdagangan komersial gelap organ manusia
John A. Deller
Jika penganiayaan terhadap lebih dari 70 juta praktisi Falun Gong di Tiongkok telah diungkap dan ditentang oleh negara-negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia segera setelah penganiayaan dimulai, dapatkah penganiayaan ini berlanjut selama 25 tahun?
Pada 20 Juli 1999, hanya 10 tahun setelah pembantaian Lapangan Tiananmen, Partai Komunis Tiongkok kembali menyerang. Kali ini bukan hanya para mahasiswa, tetapi seluruh penduduk Tiongkok yang menjadi sasaran.
“Kejahatan” mereka? Ditujukan kepada kebudayaan tradisional Tiongkok yang berharga—di Tiongkok—dan praktik disiplin meditasi Falun Gong, juga disebut Falun Dafa.
Berakar pada tradisi Budha, latihan spiritual Tiongkok itu berpusat pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.
Perdagangan Hak Asasi Manusia
Pada akhir tahun 1999, dunia bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di Tiongkok. Apa itu Falun Gong?
Partai Komunis Tiongkok telah belajar dari pembantaian pada tahun 1989 bagaimana cara menyembunyikan serangan-serangannya terhadap warga Tiongkok dengan lebih baik, menegakkan kepatuhan, dan menjelek-jelekkan sebuah kelompok yang ingin mereka musnahkan.
Pada September 1999, pemimpin Partai Komunis Tiongkok saat itu Jiang Zemin mengunjungi Australia kemudian Selandia Baru untuk pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, dan secara pribadi ia memberikan propaganda anti-Falun Gong kepada para pejabat yang ditemuinya.
Jiang Zemin melobi Presiden Amerika Serikat saat itu Bill Clinton untuk mendukung masuknya Tiongkok ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia. Pada tahun 2001, Tiongkok bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia. Maka dimulailah keterikatan hak asasi manusia dengan perdagangan oleh Partai Komunis Tiongkok.
Selama 25 tahun terakhir, jutaan praktisi Falun Gong di Tiongkok menderita penahanan sewenang-wenang, pemenjaraan, penyiksaan fisik, penyiksaan mental, penyiksaan seksual dan penyiksaan jiwa, dan ribuan orang terbunuh.
Tak terhitung banyaknya orang yang dibunuh demi memasok industri transplantasi organ yang didukung negara Tiongkok, dan negara Tiongkok mengalami peningkatan besar dalam jumlah transplantasi organ di tengah meningkatnya penganiayaan tersebut.
Tiongkok tetap menjadi satu-satunya negara di dunia di mana pihak-pihak berwenang, Partai Komunis Tiongkok, mengawasi perdagangan gelap organ-organ manusia.
Menganiaya hingga Mengendalikan
Kebencian Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong berasal dari ketakutan Partai Komunis Tiongkok bahwa kendali penuh Partai Komunis Tiongkok terhadap warganegaranya akan hilang ketika orang-orang Tiongkok terhubung kembali dengan akar-akar spiritual tradisional Tiongkok—sesuatu yang Partai Komunis Tiongkok telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk berupaya menghancurkannya.
Prinsip Sejati, Baik, dan Sabar yang diajarkan oleh Falun Gong telah membantu orang-orang Tiongkok untuk, sekali lagi, memahami dan menghargai aspek spiritual kehidupan—sebuah keyakinan yang melampaui kerangka materialisme Marxis yang dipromosikan oleh Partai Komunis Tiongkok.
Terlepas dari penganiayaan tersebut, para praktisi di Tiongkok terus-menerus secara damai membela hak mereka untuk menjalankan keyakinan mereka. Dengan risiko besar bagi diri mereka sendiri, mereka telah membantu puluhan juta orang Tiongkok memahami kebaikan Falun Gong, dan menyadarkan sifat jahat Partai Komunis Tiongkok.
Undang-Undang Perlindungan Falun Gong Amerika Serikat
Pada 25 Juni 2024, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengesahkan H.R. 4132, “Undang-Undang Perlindungan Falun Gong.”
Rencana Undang-Undang yang bersejarah ini adalah undang-undang federal Amerika Serikat pertama yang diusulkan untuk secara khusus memerangi pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang telah berlangsung selama puluhan tahun yang dialami oleh puluhan juta praktisi Falun Gong, khususnya kejahatan keji berupa pengambilan organ secara paksa.
Australia belum memiliki sebuah rancangan undang-undang untuk usulan undang-undang seperti undang-undang Amerika Serikat, namun saat ini Australia sudah memiliki usulan anggota swasta yang diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat, dan minat terhadap usulan Senat untuk menegaskan dukungan bagi diakhirinya penganiayaan terhadap Falun Gong.
Mosi-mosi Senat, atau mosi-mosi anggota DPR swasta, tidak mengungkapkan atau menentukan kebijakan luar negeri Australia. Namun mosi-mosi tersebut dapat mengungkapkan rasa kewajiban moral dan kemanusiaan para anggota DPR atas nama rakyat yang memilihnya.
Berbicara mewakili para praktisi Falun Gong membantu memecah keheningan seputar kampanye penganiayaan yang tidak manusiawi ini dan mengungkap kekejaman-kekejaman hak asasi manusia yang terus berlanjut.
Hal ini juga baik bagi Australia dan negara-negara demokratis lainnya untuk bebas dari paksaan dan ketergantungan terhadap rezim komunis Tiongkok.
Tetap diam di depan umum terhadap penganiayaan terhadap Falun Gong berarti membebaskan Partai Komunis Tiongkok dari hukuman. Jika seorang penjahat merasa bahwa imbalannya melebihi hukuman atas suatu kejahatan, di manakah insentif untuk berhenti melakukan pelanggaran?
Partai Komunis Tiongkok tidak akan tergoyahkan untuk memperlakukan manusia bukan sebagai makhluk suci namun sebagai objek yang dapat digunakan atau disalahgunakan demi kepentingan Partai Komunis Tiongkok—sampai kejahatannya terungkap kepada rakyat Tiongkok dan dunia.
Penganiayaan terhadap Falun Gong harus diakhiri. Hari itu akan segera tiba, ketika Partai Komunis Tiongkok menghadapi konsekuensi dari tindakan-tindakannya sendiri. (Vv)