Amerika Serikat Akhiri Pembebasan Tarif untuk Ratusan Barang Tiongkok

Liu Haiying dan Jiang Diya – NTD

Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) mengumumkan pada Jumat 24 Mei bahwa Presiden Biden akan memberlakukan kembali tarif terhadap ratusan impor Tiongkok.

Kantor Perwakilan Dagang AS  mengumumkan bahwa pengecualian tarif Pasal 301 untuk 429 item akan berakhir pada 31 Mei.

Diantaranya, masa pembebasan tarif untuk 102 produk tidak akan diperpanjang lagi. Produknya beragam, antara lain pompa ASI, alat pemurni air ultraviolet genggam, suku cadang penyedot debu kolam renang, motor AC multifasa, sakelar putar, termometer digital, dan sebagainya. 

Pengecualian untuk 164 item selanjutnya akan diperpanjang hingga Mei 2025 untuk memberikan lebih banyak waktu untuk mengalihkan pembelian ke luar Tiongkok atau memberikan lebih banyak waktu jika pasokan produk di luar Tiongkok masih terbatas.

Masa pengecualian untuk komoditas lainnya akan diperpanjang hingga 14 Juni tahun ini, sehingga menyisakan masa transisi.

Mantan Presiden Trump memulai perang dagang AS-Tiongkok pada  2018 dan 2019 dengan memberlakukan tarif 25% pada 1.333 impor Tiongkok senilai $ 50 miliar, menggunakan Pasal 301 dari Undang-Undang Perdagangan 1974, yang menindak praktik-praktik yang tidak adil oleh mitra dagang.

Setelah Biden menjabat, ia melanjutkan kebijakan perdagangan Trump terhadap Tiongkok. Gedung Putih mengumumkan pada 14 Mei bahwa mereka akan menaikkan tarif impor Tiongkok senilai 18 miliar dolar AS, dan mulai tahun 2025, tarif impor kendaraan listrik Tiongkok akan dinaikkan menjadi 100%, dan produk semikonduktor dari 25% menjadi 50%. (Hui)

Korban Tewas Akibat Kebakaran Arena Game Zone di India Menjadi 27 orang, Ledakan Pabrik Dinamit Menewaskan 1 Orang dan Melukai 6 Orang

NTD

Kebakaran terjadi di arena Game Zone yang terbuat dari lembaran besi di Kota Rajkot, negara bagian kuno Chalati, India, Sabtu (25 Mei) sore. Insiden tersebut  menewaskan sedikitnya 27 orang, termasuk 4 anak. Setidaknya satu orang tewas dalam ledakan di pabrik bahan peledak di distrik Bemetara, negara bagian Chhattisgarh.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun surat kabar “Republik” India mengutip sumber yang mengatakan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh ledakan AC. Pihak pemadam  kebakaran menerima laporan dua jam setelah kebakaran terjadi.

Polisi setempat telah menahan pemilik dan manajer umum taman hiburan tersebut karena dicurigai terlibat kelalaian menyebabkan kematian.

India saat ini sedang mengalami musim panas yang terik. Petugas pemadam kebakaran mengatakan bahwa karena runtuhnya bangunan logam di arena Game Zone dan angin kencang, operasi pemadaman kebakaran dan SAR menjadi sulit. Sejumlah warga melaporkan kehilangan kerabat mereka.

Menurut polisi, jumlah korban tewas akibat kebakaran tersebut meningkat dari 24 orang menjadi 27 orang, empat di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 12 tahun. Banyak dari jenazah korban mengalami kerusakan parah akibat kebakaran tersebut. Selanjutnya memerlukan tes DNA untuk mengidentifikasi identitas mereka. .

Media India melaporkan bahwa lebih dari 300 orang sedang menikmati liburan akhir pekan musim panas mereka ketika api melanda game zone tersebut. Para korban yang selamat mengatakan mereka harus mendobrak pintu hingga terbuka atau melompat keluar jendela untuk menghindari kobaran api.

Polisi mengatakan, sebagian bangunan runtuh di dekat pintu masuk sehingga menjebak orang dan menyulitkan orang-orang untuk menyelamatkan diri. Struktur bangunan tersebut terbuat dari bahan yang mudah terbakar sehingga menyebabkan api cepat menyebar luas.

Setelah kejadian tersebut, Perdana Menteri Narendra Modi memposting di platform media sosial. Modi mengatakan pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada para korban.

Ketua Menteri Gujarat, Bhupendra Patel, juga berjanji untuk memberikan 400.000 rupee (sekitar Rp 77,3 juta ) sebagai pembayaran belasungkawa kepada keluarga setiap korban dan 50.000 rupee (Rp9,6 juta) sebagai subsidi medis untuk setiap korban luka.

Selain itu, ledakan terjadi  di pabrik bahan peledak lokal terbesar di distrik Bemetara di Chhattisgarh, India, yang berjarak 1.300 kilometer.

Terdapat sekitar 100 karyawan di pabrik pada saat ledakan terjadi. Beberapa orang mungkin masih terkubur di reruntuhan, namun operasi pencarian dan penyelamatan telah dihentikan setelah malam tiba. (Hui)

Elon Musk Memperingatkan Anak-Anak Sedang Dilatih oleh Media Sosial, Kecerdasan Buatan Digunakan untuk ‘Memaksimalkan Dopamin’

“Banyak media sosial yang berdampak buruk bagi anak-anak, begitu juga dengan persaingan yang ekstrem antara kecerdasan buatan media sosial untuk memaksimalkan dopamin!’ kata Elon Musk

 Katabella Roberts

Pengusaha Elon Musk telah memperingatkan orang tua mengenai risiko yang ditimbulkan oleh anak-anak mereka yang menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial, menyatakan kecerdasan buatan secara efektif digunakan untuk memastikan maksimalisasi dopamin.

Elon Musk, pemilik platform media sosial X, mengeluarkan peringatan tersebut ketika berbicara pada konferensi teknologi VivaTech 2024 di Paris pada  Kamis, di mana ia muncul dari jarak jauh melalui webcam.

CEO Tesla itu mendesak orang tua untuk membatasi jumlah waktu layar yang mereka izinkan untuk anak-anak mereka dalam menggunakan media sosial, mengingat semakin besarnya risiko yang terkait dengan kemajuan teknologi, khususnya dalam hal algoritma kecanduan yang membuat anak-anak terus menelusuri online.

“Saya khawatir anak-anak saat ini sedang dilatih oleh media sosial,” kata Elon Musk, seraya menambahkan bahwa algoritma kecerdasan buatan “pada dasarnya adalah pemaksimal dopamin.”

“Jadi algoritma kecerdasan buatan berupaya memaksimalkan kadar dopamin yang anda peroleh dengan menonton layar,” lanjut Elon Musk. “Boleh dikatakan, saya akan mendesak orang tua untuk membatasi jumlah media sosial yang dapat dilihat anak-anak mereka karena anak-anak mereka telah diprogram oleh kecerdasan buatan yang memaksimalkan dopamin.”

Elon Musk kemudian membagikan sebuah video penampilannya di konferensi teknologi di akun X miliknya, dengan tulisan di sampingnya: “Banyak sekali media sosial yang berdampak buruk bagi anak-anak, karena ada persaingan ekstrem antara kecerdasan buatan media sosial untuk memaksimalkan dopamin!”

Komentar Elon Musk muncul ketika tuntutan hukum terus meningkat terhadap Meta, perusahaan induk Facebook, yang juga memiliki Instagram.

Salah satu tuntutan hukum tersebut, yang diajukan oleh jaksa agung di 33 negara bagian, menuduh raksasa media sosial tersebut merancang dan menerapkan fitur-fitur berbahaya—–termasuk kecerdasan buatan–— untuk memanfaatkan pengguna muda dan kerentanan pengguna muda terhadap kecanduan, sehingga memicu krisis kesehatan mental pengguna muda.

Meta Mengubah ‘Realitas Sosial’ Kaum Muda 

“Meta telah memanfaatkan teknologi yang kuat dan belum pernah terjadi sebelumnya untuk memikat, terlibat, dan pada akhirnya menjerat generasi muda dan remaja,” demikian bunyi keluhan tersebut. “Motif Meta adalah keuntungan.”

Gugatan tersebut menambahkan algoritma platform Meta mengakibatkan pengguna terjerumus ke dalam masalah, di mana pengguna cenderung tinggal dalam jangka waktu lama, sementara Meta telah ”sangat mengubah realitas psikologis dan sosial  generasi muda Amerika Serikat” melalui teknologi yang meningkat keterikatan.

Gugatan tersebut juga menuduh raksasa media sosial itu secara aktif berupaya menyembunyikan bukti apa pun mengenai kerugian psikologis yang ditimbulkan oleh Meta.

Meta dengan keras membantah klaim-klaim yang dibuat dalam gugatan tersebut.

Namun, Meta juga menghadapi serangkaian tuntutan hukum lain dengan klaim-klaim serupa, termasuk bahwa aplikasi Meta memicu dismorfia dan paparan pengguna di bawah umur terhadap konten yang berpotensi membahayakan.

Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, juga menyelidiki raksasa media tersebut atas kekhawatiran bahwa Meta gagal melindungi anak-anak secara online dan mungkin melanggar hukum Uni Eropa.

Kecerdasan Buatan adalah ‘Guru yang Sangat Berpengetahuan’

Di tempat lain selama penampilan jarak jauhnya di VivaTech 2024, Elon Musk membahas bagaimana ia yakin kecerdasan buatan akan memengaruhi lanskap pendidikan di masa depan “secara dramatis,” menjembatani kesenjangan di wilayah dengan akses pendidikan yang terbatas dan memberi pelajaran yang dirancang secara khusus untuk anak-anak.

“Kecerdasan buatan adalah guru yang sangat berpengetahuan, sangat sabar, dan hampir selalu benar, dan dapat menyesuaikan pelajaran secara khusus untuk anak,” ujarnya. “Seolah-olah setiap anak mempunyai Einstein sebagai gurunya, jadi kecerdasan buatan akan sangat berarti.”

Pengusaha tersebut juga memperingatkan hadirin bahwa kecerdasan buatan cenderung akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan di masa depan.

“Mungkin tidak ada di antara kita yang memiliki pekerjaan,” kata Elon Musk.

Dalam skenario seperti itu, akan ada sebuah konsep pendapatan tinggi secara universal, di mana setiap anggota masyarakat menerima pendapatan yang tinggi dan tidak ada kekurangan barang atau jasa,” menurut Elon Musk.

Namun, skenario seperti itu kemungkinan besar juga akan membuat manusia mempertanyakan makna hidupnya, kata pengusaha itu.

“Pekerjaan apa pun yang dilakukan seseorang bersifat opsional seperti jika anda ingin melakukan suatu pekerjaan itu seperti hobi, anda dapat melakukan suatu pekerjaan, ”ujarnya. “Namun sebaliknya, kecerdasan buatan dan robot akan menyediakan barang dan jasa apa pun yang anda inginkan.” (Vv)

Pria Malaysia Menjalani Transplantasi Kornea Karena Mengucek Matanya Secara Berlebihan

EtIndonesia. Seorang pria Malaysia berusia 21 tahun baru-baru ini menjalani transplantasi kornea akibat mengucek matanya secara berlebihan hampir sepanjang hidupnya.

Muhammad Zabidi telah menderita alergi sepanjang yang dia ingat. Saat masih kecil, dia sering mengucek matanya hingga memerah, namun baru pada masa remajanya hal ini menjadi masalah yang serius.

Pada usia 15 tahun, dia mulai mengalami penglihatan kabur di mata kanannya, dan keadaannya semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Ketika akhirnya dia memutuskan untuk menemui dokter mengenai hal ini, dia diberitahu bahwa kornea matanya tergores parah karena terus-menerus mengucek mata dan dia sekarang membutuhkan yang baru untuk mendapatkan kembali penglihatannya.

“Sejak kecil saya suka mengucek mata karena saya punya alergi. Kadang saya mengucek mata sampai merah,” kata Zabidi dalam TikTok yang viral. “Saya menyadari penglihatan saya mulai kabur pada usia 15 tahun. Seiring berjalannya waktu, penglihatan saya semakin kabur. Saat saya berusia 21 tahun, sudah ada bekas luka di kornea mata saya.”

Pria muda tersebut baru-baru ini menjalani transplantasi kornea, suatu prosedur di mana kornea yang rusak diangkat dan diganti dengan yang baru. Dia dibius total, jadi tidak ada rasa sakit, tapi waktu pemulihannya cukup lama. Dokter Muhammad memberitahunya bahwa dia akan bisa membuka matanya dalam beberapa bulan, tapi butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih sepenuhnya.

“Saat ini kondisi saya stabil, namun mata kanan saya masih belum bisa terbuka. Dokter bilang mungkin butuh waktu 2 bulan untuk membukanya, dan butuh waktu 2 tahun sampai saya pulih sepenuhnya,” kata Zabidi.

Klip dari pria berusia 21 tahun itu menjadi viral di Malaysia, dengan sebagian besar orang menyatakan terkejut bahwa sesuatu yang tidak berbahaya seperti mengucek mata dapat menyebabkan transplantasi kornea, dan sebagian lainnya berharap agar dia cepat sembuh.

Jika Anda khawatir dengan kornea Anda sendiri, pastikan Anda tidak mengatur kecerahan layar ponsel cerdas Anda terlalu tinggi, karena hal itu dapat merusak kornea juga. (yn)

Sumber: odditycentral

5 Tahun Setelah Krisis Pinjaman P2P Tiongkok, Para Korban Mengatakan Mereka Sedang Ditekan oleh Partai Komunis Tiongkok

Mary Hong

Sudah lebih dari lima tahun sejak platform pinjaman peer-to-peer (P2P) Tiongkok runtuh, namun banyak eksekutif platform yang menghindari akuntabilitas. Hal ini menyebabkan banyak investor menjadi miskin dan tidak mampu mendapatkan restitusi.

Fenomena pinjaman P2P Tiongkok muncul sekitar  2006, memungkinkan pinjaman langsung antar individu melalui platform online, tanpa menggunakan perantara keuangan tradisional. Model ini melonjak popularitasnya pada  2013 di meledak dalam keuangan yang didukung internet, menurut laporan Institut Ekonomi Internasional Peterson.

Baru-baru ini, Zhao Ting (nama samaran), seorang penulis forum online di Tiongkok, menceritakan pengalamannya dengan runtuhnya platform keuangan internet Tiongkok. Menyaksikan banyak orang kehilangan segalanya tanpa bantuan keadilan, Zhao Ting terkejut saat mengetahui keterlibatan negara. Hal ini mendorongnya untuk meninggalkan kesetiaannya kepada Partai Komunis Tiongkok, mengubahnya dari seorang pendukung menjadi penentang keras Partai Komunis Tiongkok.

Bangkit dari Krisis Pinjaman P2P

Berkaca pada pengalamannya sendiri, Zhao Ting menceritakan kepada The Epoch Times edisi bahasa Mandarin, “Saya mulai berinvestasi di P2P pada  2016, selama tahap akhir. Platform seperti Ezubao dan Fanya sudah runtuh. Karena tidak dapat melewati sensor internet, saya mencari investasi-investasi yang dianggap aman, seperti YinPiaoWang, yang berurusan dengan uang kertas dan tagihan jatuh tempo serupa dengan deposito berjangka di bank.”

Menurut Zhao Ting, media pemerintah secara aktif mempromosikan YinPiaoWang, “Platform seperti YinPiaoWang didukung oleh entitas negara. Kami pernah dijamin melalui kunjungan pejabat senior dan dukungan dari badan-badan regulator.”

Catatan-catatan publik menunjukkan bahwa YinPiaoWang yang diluncurkan pada Agustus 2014 mendapat dukungan besar, namun pada  Juli 2018, Presiden YinPiaoWang, Yi Deqin, menyerah kepada pihak berwenang, dengan alasan kebangkrutan karena terganggunya rantai modal.

“Keluarga saya mempercayai penilaian saya dan berinvestasi, kehilangan lebih dari satu juta yuan (USD 140,000), termasuk tabungan paman saya selama hidupnya–—hampir 800,000 yuan (USD 112,670),” kata Zhao Ting.

Cheng Nuo (nama samaran), pemberi pinjaman pada platform P2P Huisheng yang berbasis di Tianjin, adalah salah satu dari sekian banyak korban krisis pinjaman P2P yang melepaskan kesetiaannya pada partai tersebut.

Berbicara kepada The Epoch Times, Cheng Nuo mengungkapkan rasa frustrasinya: “Jumlah korbannya banyak setidaknya 320 juta orang. Saya adalah salah satunya. Awalnya, saya percaya pada inisiatif pemerintah ini akan bermanfaat, namun pada akhirnya dianggap ilegal. Ketika kami berusaha membela hak-hak kami, kami ditangkap. Saya telah memperjuangkan hak-hak kami selama tiga atau empat tahun, namun sia-sia. Mereka menekan dan mengintimidasi kami, tetapi kami tidak bisa menerimanya.”

Nyonya Zhao (nama samaran) menginvestasikan 12,6 juta yuan (USD 1,74 juta) di Ezubao dan 3 juta yuan (USD 410,000) di Cedar International Trust, kehilangan semua tabungannya. Meskipun ia mengajukan banyak permohonan, ia menghadapi penindasan terus-menerus, sehingga ia menyadari sifat kejam Partai Komunis Tiongkok dan meninggalkan Partai Komunis Tiongkok.

“Produk keuangan P2P adalah sebuah tragedi,” kata nyonya Zhao. “Saat saya berinvestasi Ezubao, Ezubao mendapat dukungan pemerintah. Setelah pengesahan tersebut, tiba-tiba Ezubao diklasifikasikan sebagai ilegal. Dalam beberapa kasus, orang-orang hanya menerima sepuluh atau 20 persen uangnya kembali, tetapi sebagian besar tidak mendapat apa-apa. Dari 100 orang, mungkin 20 orang menerima uang. Saya tidak mendapat satu sen pun. Hal yang sama berlaku untuk uang yang saya investasikan di Cedar International Trust—–saya juga tidak mendapatkan imbalan apa pun. Saya sering pergi ke Beijing untuk mengajukan petisi, namun mereka menekan saya. Saya tidak bisa pergi ke mana pun; polisi setempat menuduh saya mengajukan petisi ilegal.”

Didukung, Dipromosikan, Tetapi Dianggap Ilegal Dalam Sekejap

Pemerintah Tiongkok awalnya mendukung pinjaman P2P, di mana Perdana Menteri Li Keqiang mendukung keuangan yang didukung internet pada laporan pemerintahannya 2015.

Namun, peringatan dari Ketua Perbankan Tiongkok dan Komisi Regulasi Asuransi Guo Shuqing pada  Juni 2018 mendahului runtuhnya banyak platform P2P yang menyamar dan didukung oleh perusahaan publik atau badan usaha milik negara. Banyak investor yang mengalami kehancuran keuangan.

Pada  Agustus 2020, lebih dari 5.000 perusahaan P2P telah lenyap, meninggalkan investor yang belum pulih dari kerugian total lebih dari 800 miliar yuan (USD 113 miliar).

Apa yang membuat investor semakin sulit menerima hal ini adalah bukan hanya mereka kehilangan segalanya, namun investasi yang dulu sangat dipuji oleh para pejabat kini telah dicap sebagai kegiatan keuangan terlarang.

Buntutnya terjadi protes di kota-kota besar yang ditanggapi dengan kekerasan dari pihak berwenang. Di Beijing, petisi massal pada bulan Agustus 2018 ditindas, berujung pada penangkapan dan tuduhan “mengganggu tatanan masyarakat.”

Menurut  Zhao, polisi menyerang para pengunjuk rasa seperti penjahat, dan dalam keputusasaan, setidaknya empat dari pengunjuk rasa bunuh diri.

Zhao, yang kecewa dengan pengkhianatan sistem itu, berusaha mengajukan banding kepada Perdana Menteri Li Keqiang.

“Saya naif, percaya bahwa pimpinan puncak dapat membantu, dan hal tersebut adalah kesalahan pimpinan pemerintah daerah,” ujarnya.

Zhao mengatakan ia dengan sungguh-sungguh menulis surat kepada Li Keqiang yang merincikan bencana keuangan di seluruh negeri dan penderitaan orang-orang yang tidak tertahankan, berharap bahwa pemerintah pusat dapat mengatasi masalah ini.

Namun, ia mendapati usahanya terhenti. “Keengganan pimpinan puncak untuk mengakui bahwa bencana keuangan itu adalah mengecewakan. Menjadi jelas bahwa mereka terlibat,” kata bapak Zhao.

Pada tahun 2018, dengan nama samaran Liu Yanlin, seorang veteran sektor keuangan Tiongkok, berbagi wawasannya dengan The Epoch Times edisi bahasa Mandarin, menyoroti kondisi genting platform pinjaman P2P Tiongkok.

Liu Yanlin menggarisbawahi kekurangan yang kritis: kurangnya akses lembaga-lembaga non-pemerintah ini ke data penting perusahaan seperti riwayat kredit, kesehatan keuangan, dan kapasitas pembayaran. Akibatnya, bisnis dengan kondisi kredit buruk, tidak mampu mendapatkan pinjaman melalui jalur tradisional, semakin beralih ke platform P2P sebagai jalur keuangan. Masuknya klien-klien berisiko tinggi ini, diperburuk oleh praktik manajemen risiko yang tidak memadai sebelum, selama, dan setelah pemberian pinjaman, secara eksponensial meningkatkan kerentanan keuangan. Akibatnya, meskipun jumlahnya semakin banyak, pinjaman P2P gagal mendapatkan daya tarik yang bermakna di negara-negara yang memiliki peraturan keuangan yang ketat.

Data Liu Yanlin memberikan gambaran yang jelas mengenai pertumbuhan eksplosif platform P2P di Tiongkok. Awalnya berjumlah 160 antara tahun 2007 hingga 2012, meroket sejak tahun 2013 dan seterusnya, melampaui 10.000 pada tahun 2018. Dari jumlah tersebut, lebih banyak 6.000 orang telah diakui secara resmi—–sebuah peningkatan yang sebagian besar disebabkan oleh kesengajaan dukungan pemerintah.

Peningkatan pesat di Tiongkok ini sangat kontras dengan perkembangan lintasan yang diamati di belahan dunia lainnya dalam sektor P2P. Menurut Liu Yanlin, fenomena ini bukanlah suatu kebetulan; sebaliknya, fenomena ini secara aktif dipupuk oleh rezim Tiongkok.

Liu Yanlin menuduh, “Partai Komunis Tiongkok mendorong inovasi keuangan melalui entitas-entitas media pemerintah yang semi-resmi. Bank-bank melepas aset-aset bermasalahnya ke platform P2P, yang secara diam-diam disetujui oleh pemerintah untuk digunakan kembali dan dibiayai kewajiban tersebut, yang kemudian tanpa disangka-sangka diserap oleh masyarakat. Arus-arus masuk modal yang dihasilkan mendukung bank-bank sambil secara sistematis melakukan transfer risiko finansial terhadap warganegara biasa.” 

Selain manuver keuangan, Liu Yanlin percaya bahwa ada motivasi Partai Komunis Tiongkok meluas ke agenda sosio-politik yang lebih luas, khususnya menyasar kelas menengah–—demografis yang dianggap menimbulkan ancaman ganda karena pemikiran mandiri dan kecakapan ekonomi Partai Komunis Tiongkok. “Ini bukan hanya mengenai pinjaman P2P,” tegas Liu Yanlin. “Pada fase selanjutnya, melalui strategi-strategi yang berdampak pada ekuitas swasta, pasar saham, dan real estate, Partai Komunis Tiongkok bermaksud untuk melakukan secara strategis mengacaukan dan memiskinkan kelas menengah.”

Liu Yanlin yakin sejarah telah menunjukkan bahwa secara sistematis Partai Komunis Tiongkok  memberantas ancaman terhadap otoritas terpusat, “Reformasi pertanahan pertama telah memusnahkan apa yang disebut kelas pemilik properti. Revolusi Kebudayaan memusnahkan para intelektual. Badai finansial ketiga akan melenyapkan kelas menengah. Ini semua direncanakan, selangkah demi selangkah.”

Menyadari bencana keuangan ini berdampak pada lebih dari 300 juta orang, dan puluhan juta diantaranya mereka telah kehilangan segalanya, kata bapak Zhao. “Satu-satunya jalan menuju keadilan bagi para korban terletak pada runtuhnya Partai Komunis Tiongkok.

“Satu-satunya cara korban bencana keuangan yang tidak terhitung jumlahnya untuk mendapatkan uang kembali adalah jika rezim Tiongkok digulingkan,” katanya.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Setelah Kematian Presiden Iran

‘Partai Komunis Tiongkok tidak ingin kesepakatan-kesepakatannya dengan negara-negara Barat dirusak oleh Iran,’ menurut seorang peneliti

Eva Fu

Menyusul kecelakaan helikopter  fatal yang menimpa Presiden Iran Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Partai Komunis Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia di Kazakhstan untuk membahas situasi di Tengah Timur.

Helikopter Ebrahim Raisi jatuh pada 19 Mei 2024, dan ia dipastikan meninggal pada 20 Mei 2024.

Kemudian pada 20 Mei 2024, Wang Yi bertemu dengan mitranya dari Rusia, Sergey Lavrov, pada pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai di Astana, Kazakhstan.

Organisasi Kerjasama Shanghai adalah organisasi politik, ekonomi, keamanan dan pertahanan yang dipimpin oleh Tiongkok dan Rusia.

Menurut laporan resmi Partai Komunis Tiongkok, kedua menteri luar negeri tersebut saling bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah selama pertemuan tersebut.

Wang Yi mengatakan kepada Sergey Lavrov bahwa kedua negara tersebut harus bersiap menghadapi lebih banyak pertukaran bilateral dalam tahun ini, terus saling meningkatkan dukungan, dan memantapkan landasan dasar kerjasama.

Setelah kematian Ebrahim Raisi, pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku telah kehilangan seorang “teman baik” dan memuji peran Ebrahim Raisi dalam mengembangkan kemitraan strategis antara kedua negara tersebut.

Pada pertengahan Maret, Tiongkok, Rusia, dan Iran melakukan berbagai latihan militer gabungan di Laut Arab. Tiongkok juga merupakan pembeli minyak Iran terbesar.

Chung Chih-tung, asisten peneliti di Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional di Taiwan, mengatakan kepada The Epoch Times pada  21 Mei 2024 bahwa Menteri Luar Negeri Tiongkok dan Menteri Luar Negeri Rusia biasanya bertukar informasi intelijen melalui pertemuan semacam itu dan bahwa mereka pasti mempunyai pandangan yang sama mengenai kecelakaan helikopter yang menimpa Ebrahim Raisi pada pertemuan ini.

Su Tze-yun, Direktur Divisi Strategi dan Sumber Daya Pertahanan di Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, mengatakan kepada The Epoch Times mengatakan kematian Ebrahim Raisi akan menyebabkan beberapa perubahan di Iran.

“Bagaimanapun, ada kekuatan yang berbeda di Iran, jadi setelah Presiden Ebrahim Raisi yang lebih pro-Tiongkok dan Rusia meninggal, seorang presiden baru harus dipilih,” kata Su Tze-yun.

“Dalam situasi ini, jika arah diplomasi Iran berubah, tentu saja hal itu menjadi kabar tidak baik bagi Beijing dan Moskow, terutama karena Beijing membutuhkan banyak minyak dari Iran.”

Chung Chih-tung mengatakan bahwa Iran, seperti Rusia, menghadapi sanksi berat dari Barat dan bahwa Partai Komunis Tiongkok telah mengadopsi pendekatan dua sisi yang sama dalam menangani hubungan dengan Iran seperti halnya hubungan dengan Rusia.

“Partai Komunis Tiongkok telah menggunakan Iran untuk memediasi masalah dengan negara-negara Arab dan untuk menunjukkan pengaruhnya di Timur Tengah. Negara-negara Barat juga mengharapkan hal yang sama melalui pengaruhnya terhadap Iran, Tiongkok dapat mempunyai apa yang disebut sebagai pengaruh terhadap konflik Timur Tengah dan masalah senjata nuklir,” kata Chung Chih-tung.

“Sangat penting untuk dicatat bahwa meskipun Partai Komunis Tiongkok dan Iran bergabung, Partai Komunis Tiongkok tidak ingin terkena dampak negatif dari Iran, karena Partai Komunis Tiongkok ingin membuat kesepakatan-kesepakatan dengan negara-negara Barat. Partai Komunis Tiongkok tidak ingin kesepakatan-kesepakatannya dengan negara-negara Barat dirusak oleh Iran.”

Su Tze-yun mengatakan mengingat dampak dari surat perintah penangkapan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Perdana Menteri Israel dan para pemimpin Hamas pada 20 Mei 2024, Presiden Iran yang baru kemungkinan besar akan berpikiran secara berbeda dan mungkin bersikap sedikit lebih melunak terhadap Barat.

“Tetapi Presiden Iran yang baru tidak akan berpaling dari kerjasama dengan Partai Komunis Tiongkok dan Rusia,” ujar Su Tze-yun. “Mungkin hanya sedikit meredakan situasi di Timur Tengah, itu saja.”

Chung Chih-tung mengatakan ia percaya bahwa kemitraan dan aliansi yang strategis di antara Partai Komunis Tiongkok, Iran, dan Rusia tidak akan berubah.

“Ketiga negara ini pada dasarnya diisolasi oleh komunitas internasional,” kata Chung Chih-tung. ”Ketiga negara ini bekerjasama untuk ‘kehangatan’. Tidak peduli siapa pun Presiden Iran, kerjasama ini tidak akan berubah.” (Vv)

Serbia Melaksanakan ‘Perintah Tiongkok’ dengan Menahan Praktisi Falun Gong Menimbulkan Kekhawatiran

“Tidak ada pemerintah yang boleh menyetujui tuntutan Tiongkok yang tidak liberal untuk menindas warganegaranya sendiri,’ kata tokoh komisaris kebebasan agama Amerika Serikat

Eva Fu

Keputusan Serbia untuk menahan praktisi keyakinan yang teraniaya demi Partai Komunis Tiongkok telah menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat, dan salah satu pengamat kebebasan beragama menyebutnya sebagai “kesepakatan Faustian.”

Tepat sebelum pemimpin rezim Tiongkok, Xi Jinping, berkunjung ke Beograd pada awal Mei 2024 yang mendapat banyak kemeriahan dan melakukan lusinan kesepakatan dengan pejabat Serbia, enam praktisi kelompok meditasi Falun Gong, bersama dua anggota keluarga ditahan dengan tuduhan bahwa mereka mengajukan “ancaman serius terhadap orang-orang yang berada di bawah perlindungan internasional.” Para tahanan, termasuk seorang wanita berusia 80 tahun, dibebaskan hanya setelah Xi Jinping meninggalkan negara tersebut.

Disiplin spiritual Falun Gong berfokus pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, dan pada akhir tahun 1990-an memiliki pengikut antara 70 juta hingga 100 juta di Tiongkok.

Sejak tahun 1999, rezim Tiongkok melakukan kampanye penganiayaan secara nasional melawan Falun Gong dan sejak itu rezim Tiongkok menahan, menyiksa, dan membunuh praktisi Falun Gong dalam jumlah yang tidak terhitung banyaknya.

Sekarang, kemampuan Beijing yang nyata-nyata untuk mempengaruhi sebuah negara Eropa sedemikian rupa hingga tingkat ini mengkhawatirkan para pembela hak asasi manusia.

“Di Tiongkok, pihak berwenang dengan kejam menganiaya praktisi Falun Gong karena pelanggaran kegiatan keagamaan yang mereka lakukan, di mana ribuan orang menghadapi penangkapan, pemenjaraan, dan bahkan kematian selama penahanan. Sayangnya, penganiayaan ini meluas hingga melampaui perbatasan Tiongkok juga,” Eric Ueland, Komisaris Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional, kepada The Epoch Times.

“Pemerintah Tiongkok sering melakukan penindasan transnasional untuk membungkam suara-suara yang kritis terhadap Partai Komunis Tiongkok dan melakukan penyalahgunaan kebebasan agama secara kasar. Tidak ada pemerintah yang boleh menyetujui tuntutan Tiongkok yang tidak liberal untuk menindas warganegaranya sendiri.”

Tindakan Serbia juga mengganggu Katrina Lantos Swett, Presiden Lantos Foundation untuk Hak Asasi Manusia dan Keadilan.

Serbia tampaknya bersedia “dengan jelas melakukan apa yang diminta Tiongkok” tanpa mempedulikan dampaknya terhadap warganegaranya, kata Katrina Lantos Swett kepada media mitra The Epoch Times, NTD.

“Praktisi Falun Gong adalah orang-orang yang taat hukum, yang sebenarnya merupakan berkah bagi komunitas di mana praktisi Falun Gong menjadi bagiannya,” kata Katrina Lantos Swett.

“Tetapi tidak ada keraguan mengenai fakta bahwa hal ini dilakukan, baik pada saat arahan Partai Komunis Tiongkok, atau yang bahkan lebih menjengkelkan jika hal ini terjadi, sebagai upaya Serbia untuk menunjukkan seberapa besar Serbia ingin menyenangkan Tiongkok, seberapa besar keinginan Serbia untuk menjilat rezim yang diktator dan represif ini.”

Serbia adalah negara komunis hingga tahun 1990-an ketika partai-partai komunis yang tersebar di Eropa Timur runtuh.

Di bawah komunisme, pihak berwenang menargetkan orang-orang yang mereka anggap mencurigakan dengan dalih “penahanan preventif.” Salah satu dari delapan tahanan itu, praktisi Falun Gong bernama Dejan Markovic, mengatakan bahwa penahanannya juga sama demikian.

Setelah menahan praktisi-praktisi Falun Gong untuk mengantisipasi kunjungan Xi Jinping, Dejan Markovic mengatakan Kepala Polisi Beograd memberitahunya bahwa Kepala Polisi Beograd mengetahui para praktisi Falun Gong adalah orang-orang baik.

“Saya tidak akan menanyai anda. Saya tidak perlu menanyai anda. Tetapi jaksa wilayah meminta kami menahan kalian selama 48 jam,” kata Kepala Polisi Beograd, demikian kata Dejan Markovic kepada The Epoch Times.

Praktisi Falun Gong Dejan Markovic bermeditasi di Beograd, Serbia, pada 9 Mei 2024. (Courtesy of Dejan Markovic)

Pilihan Serbia untuk “berpihak pada penindasan Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong di luar negeri” adalah “mengerikan,” menurut juru bicara Pusat Informasi Falun Dafa, Zhang Erping.

“Sangat disayangkan Serbia, yang beberapa waktu lalu merupakan negara komunis, kini melakukan kesepakatan Faustian dengan Partai Komunis Tiongkok,” kata Zhang Erping kepada The Epoch Times.

“Sejarah tidak akan memandang baik mereka yang berkolaborasi dengan sebuah rezim yang telah membunuh sekitar 60 juta nyawa yang tidak berdosa selama bertahun-tahun, terutama mengingat kejahatan mengerikan berupa pengambilan organ secara paksa dari praktisi Falun Gong.”

Apa yang terjadi di Serbia menunjukkan bahwa kampanye pengaruh Tiongkok dalam upaya melawan para pembangkang adalah “jauh lebih luas dan jauh lebih berbahaya daripada dipercayai orang-orang,” kata Katrina Lantos Swett.

“Kita perlu menghentikannya,” kata Katrina Lantos Swett. “Tiongkok, dengan segala kekuatannya, juga sangat sensitif, mereka tidak suka dikritik. Dan mereka sangat sadar dan sensitif terhadap reputasi global mereka.”

Katrina Lantos Swett mengatakan tokoh-tokoh politik, influencer media sosial, dan pihak lain yang memiliki pengaruh budaya, dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengungkap masalah ini. Katrina Lantos Swett mengatakan jika ada yang layak diprotes, adalah rezim Tiongkok, “yang telah melakukan lebih banyak tindakan penganiayaan yang meluas dan penindasan yang lebih kejam terhadap lebih banyak orang dibandingkan yang dilakukan negara lain manapun.” (Viv)

Kesadaran dan Energi, Kekuatan Untuk Mengubah Dunia…?

Kesadaran memiliki energi, dan setiap orang berpotensi untuk mengubah dunia. Lalu, bagaimana caranya meningkatkan energi kesadaran seseorang ? Sebagian besar dari kita menganggap kesadaran sebagai hasil dari otak, yang mendominasi anggota tubuh dan indera kita. Jika ada yang mengatakan bahwa kesadaran manusia memiliki tingkat energi yang lebih tinggi, yang tidak hanya dapat mengubah tubuh manusia, tetapi juga dapat mengubah lingkungan sekitar, bahkan dapat menentukan nasib seseorang. Bukankah ini menakjubkan ?

Memory dari Kehidupan Lampau yang Mencengangkan, Mungkin Kita Juga Punya

Pada bulan Maret 2020, ada sebuah berita headlines di Jepang, dikatakan bahwa seorang ibu menngunggah tweet dengan sederet kalimat di akun twiternya: “Saya sedang membantu putra saya yang berusia 7 tahun untuk mencari ibunya di kehidupan lampau.”Tak lama kemudian, Tweetnya itu dibagikan netizen setempat dan menarik perhatian luas. Bahkan media setempat ke rumahnya untuk wawancara. Keluarga itu terdiri dari tiga orang, sang ayah adalah seorang pegawai negeri dan ibu seorang perawat. Apa gerangan yang terjadi sebenarnya?

Aksi Protes Meluas ke Seluruh Taiwan, Masyarakat Waspada Terhadap Infiltrasi PKT

oleh Qiu Tianxi dan Huang Yanling dari NTD Asia Pacific TV di Taichung, Taiwan

Warga tujuh kabupaten dan kota di Taiwan pada Jumat (24 Mei), melancarkan aksi untuk protes rencana penerapan paksa RUU yang memperluas kewenangan parlemen. Warga yang melakukan protes di depan Stasiun Kereta Api Taichung mengatakan mereka tidak ingin melihat Kongres Hongkongnisasi dan meminta masyarakat Taiwan agar waspada terhadap infiltrasi Partai Komunis Tiongkok (PKT). 

Para pengunjuk rasa berkata: “Tanpa diskusi, ini bukan demokrasi.”

Sambil meneriakkan sejumlah slogan, lebih dari 500 orang datang ke Stasiun Kereta Api Taichung untuk memprotes desakan kedua partai untuk mengamandemen undang-undang atas nama reformasi parlemen.  Namun demikian, kenyataannya hanyalah  perluasan kekuasaan. Demonstran  berharap suara-suara dari daerah setempat dapat mencapai parlemen Taiwan (Legislatif Yuan). 

Chen, seorang anggota masyarakat di tempat kejadian berkata: “Karena hari ini adalah persatuan seluruh Taiwan, akan ada kegiatan terkait di seluruh Taiwan. Ia yakin mereka akan menerima pesan ini di Legislatif Yuan, yang memberikan tekanan kepada mereka untuk memperluas kekuasaan dari pembuat undang-undang. Jangan mengesahkan rancangan undang-undang yang menyalahgunakan kekuasaan.”

Li, seorang anggota masyarakat di lokasi kejadian berkata: “Rakyat Taiwan yang baik hati, ketika kita bersatu, cahaya kita akan mengalahkan kegelapan.”

Selain berharap untuk mencabut RUU tersebut, masyarakat yang berada di lokasi kejadian juga mengimbau Taiwan agar tetap waspada. Dengan mendorong perluasan kekuasaan Legislatif Yuan oleh legislator yang pro-netral, maka PKT akan lebih mudah melakukan penetrasi ke Taiwan dan melemahkan subjektivitas Taiwan. 

Li, seorang anggota masyarakat di lokasi kejadian berkata: “Ketika penyusupan (PKT) ini menyerang sistem hukum dan lembaga-lembaga negara dan menyebabkan negara tidak berfungsi, kita akan berada dalam kekacauan. Ini adalah kesempatan bagi PKT untuk mendapatkan keuntungan dan merebut (infiltrasi).”

Zhang, seorang anggota masyarakat di lokasi kejadian: “Kami hanya membahas kekacauan di Kongres. Kami tidak punya cara untuk menyelesaikan masalah ini. Yang harus kami selesaikan adalah penyebabnya. Kami harus menghentikan infiltrasi PKT.”

Masyarakat khawatir jika Kongres meloloskan amandemen yang relevan terhadap undang-undang tersebut, hal ini dapat mengarah pada Hong Kongisasi demokrasi perwakilan Taiwan.

Lin, salah satu masyarakat di lokasi kejadian: “Saya tidak ingin anak-anak saya hidup di dunia seperti itu di masa depan, jadi saya ingin menyelamatkan negara saya sendiri hari ini.”

Aksi protes merebak di seluruh penjuru Taiwan. Pada Jumat, demonstran berkumpul di luar Legislatif Yuan, serta di Taichung, Changhua, Chiayi, Tainan, Kaohsiung, dan Taitung.

Anggota Dewan Kota Taichung Huang Shou-dadari Partai Progresif Demokratik: “Gerakan ini sebenarnya bukan hanya masalah satu atau dua orang, atau satu atau dua partai, tetapi masalah seluruh Taiwan.”

Melihat warga memulai tindakan atas inisiatif mereka sendiri, bahkan membayar bus wisata dengan uang mereka sendiri serta pergi ke utara bersama-sama untuk melakukan aksi protes, Huang Shouda  mengatakan bahwa opini publik tidak dapat menerima kedua pihak memaksakan RUU tentang penyalahgunaan kekuasaan, itulah sebabnya mengapa warga mengambil tindakan di mana-mana, dan bahwa “tidak ada demokrasi tanpa diskusi” tentang RUU protes. (Hui)

Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Gencatan Senjata dengan Palestina, Militer Israel Temukan 3 Lagi  Jenazah Sandera

Yi Jing – NTD

Pada Jumat (24 Mei), Mahkamah Internasional memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militernya  kota Rafah di Gaza selatan, dan Israel meresponnya dengan keras. Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menemukan tiga jenazah  sandera di Gaza.

“Segera hentikan serangan militer terhadap kota Rafah di Gaza selatan dan tindakan lain apa pun yang mungkin berdampak buruk decara keseluruhan atau sebagian terhadap kehidupan warga Palestina di Gaza,” ujar Presiden Mahkamah Internasional (ICJ) Nawaf Salam.

Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag mengeluarkan keputusan tersebut pada Jumat atas permintaan Afrika Selatan, yang menuduh Israel melakukan “genosida”.

Putusan ICJ bersifat final dan mengikat, namun pengadilan tidak mempunyai kewenangan untuk menegakkan hukum.

Dewan Keamanan Nasional Israel dan Kementerian Luar Negeri segera mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan bahwa Israel belum dan tidak akan melancarkan operasi militer di Rafah yang “dapat menimbulkan bencana bagi kelangsungan hidup warga sipil Palestina.”

Foto kombo ini menunjukkan dari (Ki-Ka) Michel Nisenbaum, 59 tahun, Hanan Yablonka, 42 tahun, dan Oryon Hernandez Radoux, 30 tahun. (Markas Besar Forum Keluarga Sandera via AP)

Juru bicara pemerintah Israel, Avi Hyman mengatakan “Tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang dapat mencegah Israel untuk melindungi warganya dan mengejar elemen-elemen Hamas di Gaza.”

Sementara itu, Militer Israel mengatakan pada  Jumat bahwa mereka telah menemukan tiga jenazah lagi sandera di Gaza yang dibunuh oleh Hamas dalam serangan teroris pada 7 Oktober tahun lalu.

Juru bicara militer Israel Mayor Jenderal Daniel Hagari mengatakan: “Dengan berat hati saya sampaikan kepada Anda bahwa tadi malam, pasukan khusus Israel menyelamatkan jenazah 

Hanan Yablonka, Michel Nisenbaum, dan Orion Hernandez di Gaza.”

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan 121 sandera masih ditahan di Gaza,  setidaknya 37 di antaranya tewas. (Hui)

Sekolah Memberi Penghargaan Siswa Kelas 6 Atas Tindakan Kasih Sayang Selama Perlombaan

EtIndonesia. Untuk menunjukkan sportivitas dan kasih sayang yang luar biasa, siswa kelas enam Brinley Tatsey dari Sekolah Menengah Pertama Heart Butte dengan sengaja mengorbankan keunggulannya dalam perlombaan lintas alam untuk membantu sesama pesaing yang berada dalam kesulitan.

Dia meraih inhalernya dan menawarkan kenyamanan sambil menunggu bantuan datang. Dua atau tiga menit kemudian gadis itu berada di tangan yang tepat, jadi Tatsey kembali berlari.

Ketika ibunya, Gina Dosch, menanyakan tentang penyelesaian akhir anaknya yang lambat dan tidak seperti biasanya, Tatsey hanya mengangkat bahu dan berkata: “Kali ini saya lambat.”

Tindakan Tatsey yang tidak mementingkan diri sendiri mungkin luput dari perhatian jika bukan karena penonton yang jeli dari sekolah lain, yang menyaksikan keseluruhan episode.

Sangat tersentuh oleh tindakan Tatsey, pendukung anonim tersebut menulis surat yang menyentuh hati kepada departemen atletik Heart Butte, menyoroti perilaku teladan atlet muda tersebut.

“Brinley Tatsey menunjukkan tindakan tidak mementingkan diri sendiri dan kasih sayang yang benar-benar mewujudkan semangat sportivitas,” tulis penonton tersebut. “Dia menghentikan lombanya sendiri untuk membantu atlet yang kesulitan tanpa ragu-ragu. Setelah selesai, dia tidak membuat alasan atau mencari pujian, hanya menyatakan ‘Saya lambat hari ini’.”

Pada hari Senin, Tatsey mendapat penghargaan di pertemuan penghargaan tahunan sekolah. Sebagai pengakuan atas sportivitas, ketulusan, dan kemanusiaannya yang luar biasa, ia dianugerahi sebuah plakat khusus. Komunitas sekolah memujinya bukan hanya karena kehebatan atletiknya tetapi juga karena karakter dan empatinya. (yn)

Sumber: sunnyskyz

Tanah Longsor Melanda Banyak Desa di Papua Nugini, Menghancurkan Ribuan Rumah dan Ratusan Orang Dikhawatirkan Terkubur Hidup-hidup

NTD

Tanah longsor skala besar terjadi di sebuah desa terpencil di utara Papua Nugini, sebuah negara Pasifik Selatan, pada Jumat (24 Mei). Longsor tersebut berdampak terhadap 6 desa dan meluluhlantakkan ribuan rumah warga. Menurut seorang penduduk desa setempat, beberapa keluarga terkubur hidup-hidup. Menurut laporan awal, lebih dari 100 orang tewas. Korban tewas saat ini hampir mencapai 300 orang. Namun pihak berwenang belum mengkonfirmasinya.

Bencana tersebut terjadi di daerah terpencil di provinsi Enga, sekitar 600 kilometer barat laut ibu kota Port Moresby.  Insiden terjadi sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat pada  24 Mei.  Tanah longsor  membuat warga yang tertidur menjadi lengah.

Gambar dari lokasi kejadian menunjukkan bahwa celah besar terbuka akibat longsor di Gunung Mungalo yang semula tertutup rapat oleh vegetasi. Batu-batu besar seukuran mobil, pohon tumbang dan tanah longsor bersama batu tersebut, meninggalkan bekas celah yang lebar jalan menuju dasar lembah.

Pada 25 Mei 2024, warga menyaksikan rumah-rumah yang hancur di lokasi longsor di Desa Yambali, Distrik Maipu-Mulitaka, Provinsi Nka, Papua Nugini. (STR/AFP melalui Getty Images)

Puluhan pria dan wanita setempat memanjat tumpukan batu dan tanah, menggali melalui bebatuan sambil berteriak dan mendengarkan untuk melihat apakah ada yang masih selamat. Beberapa warga mengamati lokasi kejadian dengan ekspresi tidak percaya dan terdengar seorang wanita yang menangis .

Peter Ipatas, gubernur Provinsi Enka, mengatakan bahwa “lebih dari enam desa” dilanda tanah longsor dan bencana di lokasi tersebut merupakan “bencana alam yang belum pernah terjadi sebelumnya” di daerah tersebut, sehingga menyebabkan “kerugian besar”. 

Pada 24 Mei 2024, masyarakat berkumpul di lokasi longsor di kawasan Maipu-Mulitaka, Provinsi Nka, Papua Nugini. (STR/AFP melalui Getty Images)

Tim tanggap darurat yang terdiri dari personel medis, militer, polisi, dan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dikirim ke lokasi bencana untuk menilai kerusakan dan membantu korban luka.

Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan bahwa tanah longsor mengubur sebuah desa, dan penduduk memperkirakan jumlah korban tewas lebih dari 100 orang, namun pihak berwenang belum mengkonfirmasikannya.

PNG Post Courier mengutip seorang anggota parlemen yang mengatakan bahwa tanah longsor mengubur lebih dari 300 orang hidup-hidup dan menelan 1.182 rumah.

ABC melaporkan tanah longsor telah memblokir akses jalan raya dan saat ini hanya helikopter yang dapat digunakan untuk mencapai lokasi bencana. (hui)

{ Eps.2 }* Video Interogasi Alien di Area 51 AS Bocor. Pakar: Keaslian Videonya Sangat Tinggi.

Hari ini kita akan lanjutkan pembahasan tentang… “Rekaman Interogasi Alien Di Area 51” episode terakhir.Area 51 merupakan wilayah favorit bagi pecinta teori konspirasi yang terobsesi dengan invasi alien.Terletak di Danau Groom, danau kering dan tandus di Nevada, Amerika Serikat, tempat ini sering dikaitkan dengan upaya pemerintah untuk menutupi informasi tentang keberadaan alien, penelitian alien, dan mitos-mitos luar angkasa lainnya.Pada akhir tahun 1996, publik kembali dihebohkan dengan bocornya video AREA 51 : Alien Interview yang kemungkinan besar dilakukan oleh “orang dalam”.Menurut sumber, sebut saja “Victor” (nama samaran), adalah “orang dalam” yang mengungngkapkan bahwasannya pemerintah AS memiliki banyak dokumentasi dari kegiatan aktivitas Area tsb, salah satu dokumentasi yang diperolehnya adalah video tentang Alien yang sedang menjalani pemeriksaan berupa investigasi oleh pihak setempat.