Amerika Serikat Akan Tambah 5.000 Tentara ke Polandia

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (21 Mei) mengumumkan bahwa AS akan menambah 5.000 personel militer ke Polandia. Awal bulan ini, Trump sempat berbicara melalui telepon dengan Presiden Polandia Karol Nawrocki untuk membahas perubahan penempatan pasukan AS di Eropa setelah Washington mengumumkan pengurangan pasukan AS di Jerman.

Trump menulis di platform media sosial miliknya, Truth Social, bahwa berdasarkan terpilihnya Nawrocki sebagai Presiden Polandia serta hubungan baik antara keduanya, “saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menambah 5.000 tentara ke Polandia.”

Saat ini sekitar 8.500 tentara AS ditempatkan di Polandia, baik dalam misi North Atlantic Treaty Organization maupun operasi berdasarkan perjanjian bilateral kedua negara. Polandia merupakan sekutu penting di sayap timur NATO yang berbatasan dengan Rusia.

Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Paweł Zalewski, sebelumnya mengatakan kepada media Polandia bahwa pemerintah Polandia sedang berdiskusi dengan Pentagon untuk memperkuat penempatan militer AS di Polandia.

Rencana penempatan militer AS di Eropa belakangan menjadi perhatian besar. Setelah berselisih dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait perang Iran, Trump bahkan mengatakan bahwa ia mungkin mempertimbangkan keluar dari NATO. Pada awal Mei, Washington mengumumkan akan menarik sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance awal pekan ini mengatakan bahwa rencana pengerahan 4.000 tentara AS ke Polandia hanya ditunda, bukan dibatalkan. Namun, ia juga menegaskan bahwa Eropa harus “lebih mandiri dan memperkuat diri sendiri”.

Menurut data dari Defense Manpower Data Center milik Pentagon, hingga Desember 2025 terdapat sekitar 68.000 personel militer AS yang ditempatkan secara permanen di pangkalan luar negeri di Eropa. Angka tersebut belum termasuk personel rotasi maupun peserta latihan militer.

Sumber : NTDTV.com

Apakah Makanan Bisa Memengaruhi Suasana Hati? Tujuh Jenis “Makanan Ramah Emosi”

EtIndonesia. Banyak orang saat sedang sedih atau stres merasa sangat ingin makan makanan manis, dan setelah memakannya merasa seperti “energi kembali penuh”. Dari sudut pandang ilmu gizi, memang ada hubungan tertentu antara makanan dan suasana hati. Berikut tujuh jenis “makanan ramah emosi” yang diperkenalkan.

Pertama adalah pisang. Pisang mengandung triptofan, vitamin B6, dan magnesium, yaitu nutrisi yang berkaitan dengan pembentukan neurotransmiter. Zat-zat ini membantu tubuh mengatur emosi dengan lebih baik, sehingga pisang sering dianggap sebagai buah yang baik untuk suasana hati.

Kedua adalah buah-buahan sitrus seperti jeruk, mandarin, dan grapefruit. Penelitian menemukan bahwa orang yang sering mengkonsumsi buah sitrus memiliki risiko depresi sekitar 20% lebih rendah. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan bakteri baik di usus yang disebut “Faecalibacterium prausnitzii”. Probiotik ini mempengaruhi metabolisme serotonin dan dopamin, yaitu zat yang berhubungan dengan emosi, sehingga membantu menjaga kestabilan suasana hati.

Ketiga adalah blueberry. Blueberry kaya akan antosianin dan polifenol lainnya yang memiliki efek antioksidan, membantu menjaga kesehatan otak dan mengurangi stres oksidatif.

Keempat adalah bayam. Mengkonsumsi lebih banyak sayuran hijau tua seperti bayam baik untuk kesehatan tubuh maupun emosi.

Kelima adalah ikan laut dalam, seperti salmon dan sarden. Ikan-ikan ini kaya akan asam lemak Omega-3, terutama EPA dan DHA, yang sangat berperan dalam pengaturan emosi.

Keenam adalah kerang-kerangan. Makanan ini mengandung seng dan vitamin B12. Kekurangan seng dapat menyebabkan ketidakseimbangan neurotransmiter dan meningkatkan rasa cemas.

Terakhir adalah coklat hitam. Kakao dalam cokelat hitam mengandung flavonoid dan magnesium yang membantu mengurangi stres oksidatif serta memberikan efek positif bagi otak dan suasana hati.

Karena itu, kondisi “lingkungan usus” memang dapat mempengaruhi emosi. Pola makan sehat dan seimbang, ditambah jadwal hidup teratur serta olahraga yang cukup, memang dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan suasana hati tetap lebih baik.

Hari Falun Dafa Sedunia ke-27 : Lebih dari 40 Pejabat Negara Bagian New York Sampaikan Penghargaan dan Ucapan Selamat

Tanggal 13 Mei 2026 menandai peringatan ke-27 “Hari Falun Dafa Sedunia”. Hari tersebut juga merupakan peringatan 34 tahun diperkenalkannya Falun Dafa ke publik serta hari ulang tahun pendirinya, Master Li Hongzhi. Untuk merayakan penyebaran luas Falun Dafa di dunia, lebih dari 40 pejabat di Negara Bagian New York memberikan piagam penghargaan dan ucapan selamat. Senat Negara Bagian New York juga baru-baru ini meloloskan resolusi legislatif untuk memperingati “Hari Falun Dafa Sedunia ke-27”.

EtIndonesia. Lebih dari 40 pejabat, termasuk anggota Kongres AS, anggota legislatif negara bagian, anggota Dewan Kota New York, serta pejabat dari berbagai county, kota, dan wilayah di New York, secara berturut-turut memberikan penghargaan atau surat ucapan selamat untuk merayakan Hari Falun Dafa ke-27.

Pada 13 Mei 2026, anggota Kongres Negara Bagian New York, anggota legislatif negara bagian, anggota Dewan Kota New York, serta lebih dari 40 pejabat dari berbagai county, kota, dan distrik memberikan piagam penghargaan atau mengirimkan surat ucapan selamat untuk merayakan Hari Falun Dafa Sedunia ke-27. Foto menunjukkan sebagian anggota Majelis Negara Bagian New York di antara para pejabat tersebut. (Situs resmi/Epoch Times)

Para pejabat tersebut menyampaikan apresiasi kepada para praktisi Falun Gong yang, meski menghadapi penganiayaan dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), tetap secara damai dan teguh membela kebebasan berkeyakinan dan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan atas kontribusi jangka panjang praktisi Falun Gong bagi komunitas, Negara Bagian New York, dan masyarakat luas.

Anggota DPR AS dari Distrik Kongres ke-18 New York, Patrick K. Ryan, dalam pidatonya di “Catatan Kongres” (Congressional Records), menyatakan:

“Tuan Ketua, hari ini saya berdiri untuk memberikan penghormatan kepada Hari Falun Dafa Sedunia ke-27 dan kepada para praktisi Falun Dafa di distrik kongres ke-18 New York yang setiap hari membawa nilai-nilai Falun Dafa ke dalam komunitas kami.”

Anggota Majelis Negara Bagian New York untuk Daerah Pemilihan ke-141, Crystal D. Peoples-Stokes, menyampaikan salam kepada para praktisi Falun Gong di daerah pemilihannya (Buffalo), serta bersama warga Negara Bagian New York dan Kota Buffalo merayakan Hari Falun Dafa Sedunia. (Epoch Times)
Anggota Majelis Negara Bagian New York untuk Daerah Pemilihan ke-19, Edward P. Ra, “memberikan penghargaan atas perayaan tahunan Hari Falun Dafa Sedunia.” (Epoch Times)
Anggota Majelis Negara Bagian New York untuk Daerah Pemilihan ke-112, Mary Beth Walsh, menandatangani resolusi untuk memberikan penghargaan kepada Hari Falun Dafa Sedunia. (Epoch Times)
Anggota Majelis Negara Bagian New York untuk Daerah Pemilihan ke-98, Karl A. Brabenec, mengeluarkan piagam penghargaan. (Epoch Times)

Falun Dafa pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 13 Mei 1992 di Changchun, Tiongkok. Selama 34 tahun terakhir, praktik ini telah menyebar ke lebih dari 100 negara dan wilayah serta dicintai oleh ratusan juta orang. 

Dengan prinsip inti ‘Sejati, Baik, Sabar’, Falun Dafa memberikan jalan menuju kesehatan jasmani dan rohani, ketenangan batin, serta cara pandang yang mengutamakan kepentingan orang lain. Bagi banyak orang, Falun Dafa telah menjadi dasar gaya hidup, cara berinteraksi dengan sesama, dan praktik memahami makna kehidupan.”

Senat Negara Bagian New York secara resmi meloloskan “Resolusi Legislatif No. 1648” untuk merayakan 13 Mei sebagai “Hari Falun Dafa Sedunia ke-27”, sekaligus memberikan penghargaan atas kontribusi Falun Dafa dalam meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan kesejahteraan sosial.

Pemimpin sementara Senat Negara Bagian New York sekaligus pemimpin mayoritas, Andrea Stewart-Cousins, dalam pengumuman tertanggal 13 Mei mengenai penghormatan kepada Falun Dafa menulis:

“Lembaga legislatif ini dengan bangga memberikan penghargaan kepada para praktisi Falun Dafa atas dedikasi berkelanjutan mereka dalam mempromosikan kesehatan, kesadaran batin, belas kasih, dan keharmonisan dalam masyarakat.”

Selain itu, Suffolk County, Nassau County, Erie County, Orange County, Dutchess County, dan Kota Schenectady juga secara terpisah menetapkan tanggal 13 Mei sebagai “Hari Falun Dafa” di wilayah masing-masing.

Laporan jurnalis NTD Television, Yu Liang, dari New York.

Peringatan Ebola! AS Meningkatkan Pembatasan Masuk Hingga Ada Penerbangan Dialihkan ke Kanada

Menanggapi wabah Ebola di Afrika, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengumumkan peningkatan penuh terhadap pengawasan masuk dan pemeriksaan kesehatan. Penumpang yang dalam 21 hari terakhir pernah mengunjungi wilayah wabah wajib masuk melalui Bandara Internasional Dulles di Washington dan menjalani pemeriksaan kesehatan

EtIndonesia. CDC Amerika Serikat mengumumkan bahwa warga negara AS dan pemegang kartu penduduk tetap (green card) yang dalam 21 hari terakhir pernah bepergian ke Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, dan Uganda, wajib memasuki AS melalui Bandara Dulles di Washington untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Pada saat yang sama, pemerintah juga mengumumkan penangguhan masuk bagi warga negara asing terkait.

Selain itu, sebuah penerbangan Air France yang semula menuju Detroit terpaksa dialihkan dan mendarat di Montreal, Kanada, karena salah satu penumpang tidak memenuhi aturan masuk terbaru Amerika Serikat.

Pejabat karantina Kanada mengkonfirmasi bahwa penumpang tersebut tidak menunjukkan gejala, dan kemudian telah dipulangkan kembali ke Paris.

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa tujuan utama pemerintah adalah “memastikan virus Ebola tidak masuk ke Amerika Serikat.”

“Tadi malam ada sebuah penerbangan menuju Detroit yang dialihkan, karena kami harus melindungi rakyat Amerika. Jadi tujuan pertama adalah memastikan Ebola tidak pernah masuk ke Amerika Serikat. Tujuan kedua adalah melakukan segala yang kami bisa untuk membantu Republik Demokratik Kongo dan negara-negara tetangganya agar wabah ini tidak menyebar,” ujarnya. 

Ia juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah mengajukan program pendanaan untuk membangun 50 klinik sementara pertama di wilayah wabah Afrika guna mendukung penanggulangan epidemi.

Wabah kali ini melibatkan varian langka virus Ebola jenis “Bundibugyo”. World Health Organization telah menetapkan wabah ini sebagai “Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional”.

Berdasarkan statistik terbaru WHO, wabah ini telah menyebabkan 139 kematian dan sekitar 600 kasus suspek, namun skala sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar daripada angka yang ada saat ini.

Laporan jurnalis NTD Television, Zheng Shengxun, dari AS

Segitiga Abadi—Kunci Kuno Aristoteles untuk Komunikasi yang Efektif

Karakter pembicara, keadaan emosional audiens, dan struktur logis argumen membentuk segitiga komunikasi klasik Aristoteles

Duncan Burch

Baik ketika berusaha meyakinkan perusahaan agar mempekerjakan Anda, membujuk investor mendanai bisnis Anda, mendorong pelanggan membeli produk, maupun membentuk opini di pengadilan atau ruang publik, retorika yang kuat adalah kunci utama.

Retorika adalah seni kuno menggunakan bahasa untuk membujuk, memberi informasi, atau memotivasi audiens. Dalam banyak hal, kemampuan retorika seseorang memainkan peran penting dalam efektivitas dan keberhasilannya dalam hidup.

Lebih dari 2.300 tahun lalu, filsuf Yunani Aristotle menjelaskan tiga aspek utama komunikasi persuasif, dan sejak itu para seniman, politikus, serta pebisnis sukses terus mempelajari dan menggunakannya.

Dalam bukunya Rhetoric, Aristoteles mendefinisikan ketiga aspek tersebut sebagai berikut: “Jenis pertama bergantung pada karakter pribadi pembicara; jenis kedua pada kemampuan menempatkan audiens dalam keadaan pikiran tertentu; dan jenis ketiga pada bukti, atau bukti yang tampak, yang diberikan oleh kata-kata dalam pidato itu sendiri.”

Tiga istilah Yunani untuk segitiga abadi ini adalah Ethos, Pathos, dan Logos. Ethos merujuk pada karakter orang yang menyampaikan argumen; Pathos merujuk pada keadaan emosional audiens; dan Logos merujuk pada struktur logis dari argumen itu sendiri.

Pengaruh Aristoteles yang Bertahan Lama

Pada usia 18 tahun, Aristoteles pindah ke Athena untuk belajar di Akademi Plato, tempat ia belajar di bawah bimbingan filsuf terkenal Plato selama hampir 20 tahun dan menjadi salah satu murid paling unggul di akademi tersebut. Setelah Plato meninggal, Aristoteles diundang oleh Raja Philip II ke ibu kota Makedonia, Pella, untuk mengajar putra sang raja, yang kemudian dikenal sebagai Alexander the Great.

Sekitar usia 50 tahun, Aristoteles kembali ke Athena dan mendirikan akademinya sendiri untuk penelitian ilmiah dan filsafat di Lyceum. Karena gemar berjalan-jalan sambil mengajar di area Lyceum, akademinya kemudian dikenal sebagai Mazhab Peripatetik. Ia memimpin akademi itu selama 12 tahun, hingga menjelang wafatnya pada 322 SM. Selama masa tersebut, ia juga menulis banyak risalah ilmiah dan filsafatnya.

Tulisan-tulisan Aristoteles sangat berpengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, mulai dari fisika dan astronomi hingga biologi dan geologi. Pengaruhnya bahkan lebih besar lagi dalam bidang filsafat seperti etika, politik, ekonomi, dan tentu saja retorika. Karya-karyanya masih dipelajari di universitas-universitas di seluruh dunia hingga saat ini, dan ia diakui luas sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah.

Tiga buku yang membentuk Rhetoric masih dipelajari oleh pengacara, politikus, pembicara publik, dan penulis yang ingin menyusun argumen persuasif. Wawasannya tentang tiga aspek utama daya tarik retorika telah digunakan secara efektif selama lebih dari 2.000 tahun.

Ethos: Perhatikan Karakter Pembicara

Tak lama sebelum mengakhiri masa jabatan presiden keduanya, George Washington menyampaikan pidato perpisahan kepada rakyat Amerika, di mana ia mengumumkan keputusannya pensiun dari jabatan publik dan tidak mencalonkan diri kembali.

Meskipun pernah memimpin Tentara Kolonial dalam kemenangan melawan Britania Raya, menjadi arsitek Konstitusi Amerika Serikat, dan menjabat sebagai presiden pertama negara baru itu, kata-kata pembuka pidatonya justru menunjukkan kerendahan hati dan rasa syukur. Hal itu memperlihatkan kepada audiens bahwa ia adalah sosok yang berkarakter baik.

Di awal pidatonya, setelah berterima kasih kepada rakyat karena telah menaruh kepercayaan besar kepadanya, ia berkata, “Dalam menjalankan amanah ini, saya hanya bisa mengatakan bahwa dengan niat baik, saya telah memberikan upaya terbaik saya bagi organisasi dan administrasi pemerintahan, meskipun penilaian saya sangat mungkin keliru.”

Mengenai Ethos, Aristoteles menulis, “Kita lebih percaya kepada orang baik dibandingkan orang lain: Ini berlaku secara umum untuk semua persoalan, dan sepenuhnya benar ketika kepastian mutlak tidak mungkin dicapai dan pendapat terpecah.”

Dalam pidatonya, Washington memperingatkan bahaya menempatkan loyalitas partisan di atas kewajiban dan kesopanan, serta memperingatkan risiko keterikatan dengan kekuatan asing. Meski ia menyampaikan argumennya secara rasional dan membangkitkan patriotisme audiensnya, ia memulai dengan ethos, yaitu membangun kredibilitasnya untuk berbicara mengenai isu-isu tersebut.

Pathos: Menyentuh Emosi

Saat berusaha meyakinkan audiens, penting juga mempertimbangkan keadaan emosional mereka. Mengenai pathos, Aristoteles menulis bahwa “persuasi dapat muncul melalui para pendengar ketika pidato membangkitkan emosi mereka. Penilaian kita ketika senang dan bersahabat tidak sama dengan ketika kita tersakiti dan bermusuhan.”

Namun ia juga mengkritik banyak orang sezamannya karena hanya mengandalkan emosi. Ia menambahkan, “Para penulis retorika masa kini mengarahkan seluruh upaya mereka untuk menghasilkan efek-efek semacam itu.”

Apa yang benar pada zaman Aristoteles masih berlaku hingga sekarang. Banyak politikus, pengiklan, dan penulis modern cenderung hampir sepenuhnya mengandalkan emosi, sering kali tanpa berusaha membangun kredibilitas atau menggunakan logika.

Banyak politikus masa kini, khususnya, dengan menempatkan kepentingan partisan di atas akal sehat dan kesopanan, bukan hanya merusak kredibilitas mereka sendiri, tetapi juga membuat mereka tak lagi mampu menyampaikan argumen logis. Banyak jurnalis dan organisasi media modern juga kehilangan kredibilitas karena alasan serupa. Dengan menyajikan pemberitaan sepihak, mereka menjadi tidak mampu membahas isu secara objektif dan meyakinkan.

Akibatnya, mereka hanya bisa menarik emosi orang-orang yang memang sudah sepakat dengan mereka. Namun tanpa kredibilitas dan logika, argumen mereka sebagian besar gagal dalam hal persuasi.

Dalam beberapa kasus, pendekatan yang murni emosional memang bisa cukup efektif. Tetapi bagi audiens yang kritis, pendekatan semacam itu tidak akan pernah sekuat emosi yang diseimbangkan dengan kredibilitas dan logika.

Sebagai contoh, banyak iklan televisi menampilkan hewan yang disiksa atau anak-anak yang kekurangan gizi untuk menggugah emosi penonton dan meminta donasi. Namun iklan yang paling efektif juga menyertakan informasi mengenai sejarah dan pencapaian lembaga tersebut, sehingga calon donor percaya bahwa sumbangannya akan digunakan dengan baik.

Demikian pula, daya tarik emosional dari pengalaman keluarga yang menyenangkan di restoran atau tempat hiburan dapat memikat konsumen. Namun ketika dikombinasikan dengan bukti kualitas tempat tersebut dan nilai ekonominya, daya tarik itu menjadi jauh lebih kuat.

Meski memperingatkan bahaya ketergantungan berlebihan pada emosi, Aristoteles tetap mengakui bahwa keadaan emosional audiens adalah salah satu dari tiga sarana utama persuasi. Bahkan, sebagian besar Buku II dari Rhetoric berisi pembahasan rinci tentang berbagai emosi seperti ketidaksukaan, kemarahan, kebencian, ketakutan, rasa malu, belas kasihan, dan kemarahan moral, beserta lawan dari masing-masing emosi tersebut. Ia juga membahas jenis orang berdasarkan usia, status, kekayaan, dan faktor lainnya yang paling rentan terhadap emosi tertentu.

Dengan kata lain, ketika mencoba meyakinkan seseorang atau sekelompok orang untuk menerima suatu argumen, sangat penting memahami dan mempertimbangkan kondisi emosional serta kecenderungan audiens, terutama terkait dampak emosional dari bukti yang disampaikan.

Logos: Bangun Argumen yang Logis

Pada tahun 1963, Martin Luther King Jr. berdiri di tangga Memorial Lincoln di Washington dan menyampaikan pidato yang kemudian dikenal sebagai I Have a Dream. Dalam pidatonya, King menyerukan pemenuhan janji kebebasan bagi warga kulit hitam Amerika dan menuntut agar mereka memperoleh hak yang sama seperti warga kulit putih.

Ethos King telah terbentuk melalui berbagai aksi perlawanan tanpa kekerasan terhadap hukum-hukum rasis, dan semakin diperkuat oleh kefasihan serta retorikanya yang luhur. Daya tarik emosional pidato tersebut—Pathos—tidak diragukan lagi. Bahkan lebih dari 60 tahun kemudian, pidato itu masih dianggap sebagai salah satu pidato paling mengharukan dan paling kuat dalam sejarah Amerika. Namun, seindah apa pun bahasa puitis dan visi masa depan yang ia gambarkan, pidato itu tidak akan seefektif itu tanpa logika mendalam dan konsisten yang menjadi fondasinya.

Mengenai Logos, Aristoteles menulis bahwa “persuasi tercipta melalui pidato itu sendiri ketika kita membuktikan suatu kebenaran atau sesuatu yang tampak benar melalui argumen persuasif yang sesuai dengan kasus yang dibahas.”

Di awal pidatonya, King mengakui keberadaan patung Abraham Lincoln di belakangnya dan mengatakan bahwa meskipun Lincoln telah menandatangani Proklamasi Emansipasi lebih dari 100 tahun sebelumnya, warga kulit hitam masih belum menikmati hak dan kebebasan yang sama dengan warga kulit putih. Ia menunjukkan bahwa orang kulit hitam masih dicegah memilih di beberapa negara bagian, dan bahkan kesulitan memperoleh makanan atau penginapan saat bepergian di banyak wilayah negara yang masih memasang tanda “Whites Only”.

“Dalam arti tertentu, kita datang ke ibu kota negara untuk mencairkan cek,” kata King. “Ketika para pendiri republik ini menulis kata-kata agung dalam Konstitusi dan Deklarasi Kemerdekaan, mereka menandatangani surat janji yang menjadi hak waris setiap orang Amerika. Surat itu adalah janji bahwa semua manusia, ya, manusia kulit hitam maupun kulit putih, dijamin hak yang tidak dapat dicabut atas kehidupan, kebebasan, dan pencarian kebahagiaan.”

Berbeda dengan banyak tokoh sezamannya maupun orang-orang yang kemudian mengklaim meneruskan perjuangannya setelah ia dibunuh, King tidak merendahkan prinsip-prinsip dasar negara itu. Sebaliknya, ia merangkul prinsip-prinsip tersebut dan menegaskan bahwa semuanya harus berlaku sama bagi setiap orang tanpa memandang ras.

Pidatonya memberi dampak besar bukan hanya kepada mereka yang mendengarnya langsung—yang sebagian besar memang sudah sependapat dengannya—tetapi juga kepada orang-orang yang menontonnya di televisi atau mendengarkan rekamannya kemudian hari. Setelah itu terjadi perubahan besar dalam perlakuan terhadap warga kulit hitam di Amerika dan kemajuan signifikan menuju kesetaraan di hadapan hukum.

Bagaimanapun juga, tidak ada argumen yang lebih logis melawan rasisme selain gagasan sederhana yang disampaikan dalam pidato itu: bahwa seseorang seharusnya “tidak dinilai dari warna kulitnya, tetapi dari isi karakternya.”

Sebanyak apa pun kredibilitas dan emosi yang dimiliki, sebuah argumen tidak akan efektif jika tidak logis dan tidak mampu menyentuh akal sehat audiens.

Artikel ini terbit di The Epoch Times edisi Bahasa Inggris

Sebutir Telur per Minggu Dapat Menurunkan Risiko Alzheimer

Bisakah sarapan menjadi obat Anda?

Zena le Roux

Dr. Dale Bredesen, seorang ahli saraf yang telah menangani ribuan pasien dengan penurunan fungsi kognitif, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa nutrisi kini muncul sebagai faktor penting dalam membantu mengatasi penyakit Alzheimer, baik untuk pencegahan maupun memperlambat perkembangannya.

Salah satu bagian dari pendekatannya mungkin akan mengejutkan Anda: telur.

Banyak penelitian telah menunjukkan pengaruh telur terhadap Alzheimer.

Mengapa Telur Penting

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi lebih dari satu butir telur per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko terkena Alzheimer sebesar 47 persen, dibandingkan dengan orang yang makan telur kurang dari sekali sebulan atau tidak sama sekali. Konsumsi telur juga dikaitkan dengan kinerja yang lebih baik pada tes yang mengukur area otak yang terlibat dalam perencanaan, fokus, dan pengambilan keputusan.

“Hubungan ini masuk akal secara biologis,” kata Chantelle van der Merwe, seorang ahli gizi terdaftar, kepada The Epoch Times.

Telur menyediakan beberapa nutrisi yang sangat dibutuhkan otak. Salah satu yang paling penting adalah kolin. “Kolin adalah prekursor asetilkolin, neurotransmiter paling penting untuk memori,” kata Bredesen.

Telur juga mengandung antioksidan seperti lutein, yang membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan, serta asam lemak omega-3 yang mendukung struktur otak dan membantu mengatur peradangan.

Ada juga bukti bahwa penderita Alzheimer mengalami kekurangan kolin dan DHA, sejenis lemak omega-3, di otak mereka. Telur adalah salah satu dari sedikit makanan yang mengandung keduanya, dan kedua nutrisi ini terbukti bekerja lebih baik bersama-sama dibandingkan jika dikonsumsi sendiri-sendiri.

Kekurangan Kolin

Sekitar 39 persen penurunan risiko Alzheimer yang terkait dengan konsumsi telur dijelaskan oleh kolin saja, sehingga nutrisi ini penting untuk diperhatikan lebih dekat.

Sebagian besar orang yang menjalani pola makan Barat standar masih jauh dari kebutuhan kolin harian mereka. Asupan yang direkomendasikan sekitar 425 mg per hari untuk wanita dan 550 mg per hari untuk pria. Satu butir telur mengandung sekitar 150 mg kolin, menjadikannya salah satu sumber makanan terkaya akan kolin.

Kolin tidak hanya mendukung produksi neurotransmiter. Nutrisi ini membantu menjaga integritas struktural membran sel otak dan berkontribusi pada pembentukan mielin, lapisan pelindung di sekitar serabut saraf. Kolin juga memengaruhi bagaimana gen-gen yang terkait dengan memori, pembelajaran, dan kemampuan berpikir diaktifkan atau dinonaktifkan, sehingga memengaruhi fungsi otak jangka panjang.

Singkatnya, menurut van der Merwe, kolin terlibat dalam hampir setiap aspek bagaimana sel-sel otak dibangun, dipelihara, dan berkomunikasi.

Tubuh hanya mampu memproduksi sedikit kolin dan asam lemak omega-3 sendiri, sehingga sebagian besar kebutuhan otak harus diperoleh dari makanan. Kuning telur adalah salah satu sumber kolin terbaik, selain daging, ayam, ikan, dan produk susu, sementara makanan nabati hanya mengandung jumlah kecil.

Gambaran yang Lebih Besar

Bredesen menempatkan telur dalam kerangka nutrisi yang lebih luas. Ia mengatakan bahwa sindrom metabolik adalah salah satu faktor umum yang berkontribusi terhadap penyakit Alzheimer.

“Ada 100 juta warga Amerika yang mengalami sindrom metabolik, dan ini memang berkaitan dengan nutrisi,” kata Bredesen. “Hal ini sering dipicu oleh gaya hidup khas Amerika, termasuk pola makan tinggi karbohidrat yang memicu peradangan, kurang aktivitas fisik, dan stres.”

Dalam praktik klinisnya, ia mengamati bahwa pasien yang menerapkan pola makan bergizi—pola makan kaya tumbuhan dengan pendekatan ketogenik ringan—cenderung mengalami perbaikan paling cepat dan paling menyeluruh. Telur cocok secara alami dalam pola makan tersebut: padat nutrisi, mudah disiapkan, dan praktis untuk dikonsumsi rutin oleh lansia.

“Nutrisi optimal penting baik untuk pencegahan maupun pengobatan terbaik bagi pasien dengan penurunan kognitif,” tambah Bredesen.

Panggang Labu Gurih Penunjang Otak

Salah satu resep yang sering dibagikan van der Merwe kepada pasiennya untuk meningkatkan asupan kolin adalah Panggang Labu Gurih dengan Keju Cottage dan Tomat Kering.

Selain manfaat kognitif dari telur, labu gem menyediakan karbohidrat yang dilepaskan perlahan sehingga membantu menstabilkan gula darah dan mendukung energi kognitif yang stabil, berbeda dengan lonjakan dan penurunan energi akibat karbohidrat olahan.

Keju cottage menambahkan sumber protein yang menyediakan asam amino untuk produksi neurotransmiter. Bawang putih dan bawang bombai mengandung senyawa sulfur yang membantu mengurangi stres oksidatif yang berkaitan dengan penuaan otak. Rempah-rempah seperti oregano dan basil menambahkan polifenol yang memiliki sifat melindungi saraf.

Panggang Labu Gurih dengan Keju Cottage dan Tomat Kering

Waktu Persiapan: 40 menit
Waktu Memasak: 25–30 menit
Waktu Didiamkan: 10 menit
Porsi: 4–6 orang

Bahan-bahan

  • 4–5 buah labu gem, dibelah dua dan dibuang bijinya
  • 1 bawang bombai kecil, cincang halus
  • 1 siung bawang putih, dihancurkan
  • 1/4 cangkir tomat kering, dicincang
  • 1 cangkir keju cottage
  • 5 butir telur utuh
  • 1 sendok teh oregano kering
  • 1 sendok teh basil kering
  • 1/2 sendok teh paprika asap
  • Garam dan lada hitam secukupnya

Cara Membuat

  1. Rebus atau kukus labu gem hingga lunak (sekitar 20–25 menit). Keruk daging buahnya lalu haluskan ringan, sisakan sedikit tekstur.
  2. Tumis ringan bawang bombai dan bawang putih, lalu tambahkan tomat kering dan masak sebentar hingga aromanya keluar.
  3. Dalam mangkuk besar, campurkan labu yang telah dihaluskan, tumisan bawang, keju cottage, telur, rempah-rempah, bumbu, dan bahan tambahan opsional lainnya. Aduk hingga tercampur rata. Adonan harus kental tetapi masih mudah disendok.
  4. Pindahkan ke loyang panggang dan panggang pada suhu 350°F (sekitar 175°C) selama 25–30 menit hingga bagian tengah matang dan bagian atas berwarna keemasan.
  5. Diamkan selama lima hingga 10 menit sebelum dipotong agar bentuknya tetap kokoh.

Sajikan bersama salad sederhana dari mentimun dan tomat. Anda juga bisa menambahkan ayam atau ikan panggang untuk tambahan protein atau omega-3.

Barang Berserakan dan Rumah Berantakan Diam-diam Merusak Fokus, Memicu Stres, dan Menurunkan Kualitas Hidup

Memiliki lebih sedikit barang membebaskan waktu dan energi yang dapat kita gunakan untuk terhubung lebih dalam dengan diri sendiri, orang lain, dan keyakinan kita

Emma Suttie

Selama 20 tahun terakhir, gerakan minimalis berkembang pesat. Banyak orang mulai menjalani hidup dengan kepemilikan yang lebih sadar, ruang yang lebih rapi, dan ketenangan yang dihasilkannya bagi tubuh maupun pikiran mereka.

Namun demikian, berantakan dan barang yang berserakan masih menjadi masalah besar. Meski memiliki dampak negatif secara fisik dan psikologis, ketika kita secara sengaja mulai menyingkirkannya dari kehidupan dan lingkungan kita, kesehatan mental membaik dan kita menciptakan ruang untuk terhubung lebih dalam dengan diri sendiri, orang lain, dan nilai-nilai spiritual.

“Berantakan adalah kelimpahan barang yang berlebihan sehingga secara kolektif menciptakan ruang hidup yang kacau dan tidak teratur,” kata Joseph Ferrari kepada The Epoch Times.

Ferrari, yang meneliti psikologi kekacauan, membedakannya dari gangguan menimbun barang (hoarding). Menurutnya, selain merupakan gangguan kejiwaan, hoarding melibatkan penumpukan obsesif barang-barang yang sama, sedangkan kekacauan bersifat lebih luas dan umum.

“Hoarding itu sangat vertikal—Anda memiliki banyak barang yang sama,” katanya. “Sedangkan kekacauan lebih horizontal—lebih soal luas penyebarannya. Penimbun barang pasti memiliki kekacauan, tetapi orang yang hidup berantakan belum tentu penimbun.”

Otak Anda Saat Dikelilingi Barang Berserakan 

Barang-barang di sekitar kita memengaruhi otak dengan cara yang jarang disadari orang. Berantakan membuat lingkungan kita menjadi rumit secara visual dan mental, memaksa otak memproses informasi yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan tugas yang sedang dilakukan. Akibatnya adalah meningkatnya beban kognitif, menurunnya fokus, terganggunya pengambilan keputusan, dan kelelahan mental kronis.

Penelitian dari Princeton University Neuroscience Institute menemukan bahwa berantakan visual bersaing memperebutkan perhatian kita, sehingga lebih sulit untuk berpikir jernih dan efisien.

Sebuah studi dari University of California, Los Angeles yang mengamati keluarga di rumah mereka menemukan bahwa ruang hidup yang berantakan berkaitan dengan kadar kortisol yang lebih tinggi, terutama pada wanita yang melihat kekacauan sebagai pengingat visual terus-menerus atas tugas-tugas yang belum selesai.

Ferrari, seorang psikolog komunitas, bersama rekannya Catherine Roster, seorang psikolog konsumen, mempelajari konsep “rumah psikologis”—perasaan bahwa tempat tinggal mencerminkan diri kita dan memberikan kenyamanan sejati.

“Semakin banyak kekacauan dan barang yang Anda miliki, semakin rendah rasa nyaman Anda terhadap rumah,” kata Ferrari.

Dalam penelitiannya, Ferrari secara konsisten menemukan bahwa orang yang hidup dengan lebih banyak kekacauan melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah dan kualitas hidup yang menurun. Data menunjukkan bahwa memiliki lebih banyak barang tidak membuat orang lebih bahagia.

Mengapa Kita Terus Membeli

Akar dari berantakan modern sebenarnya relatif baru. Penulis sekaligus penganut minimalisme Joshua Becker mencatat dalam bukunya Uncluttered Faith bahwa konsumerisme pada dasarnya mulai berkembang setelah Perang Dunia II pada era 1940-an. Ia menulis bahwa rumah-rumah kini semakin besar, keluarga semakin kecil, dan kita memiliki begitu banyak barang sehingga rata-rata rumah di Amerika diperkirakan menyimpan sekitar 300.000 benda.

“Barang material lebih terjangkau daripada sebelumnya karena kini jauh lebih mudah diakses, dan saya pikir teknologi membuat daya tarik kepemilikan barang semakin kuat dibanding sebelumnya,” kata Becker kepada The Epoch Times. “Algoritma media sosial sangat pandai memberi tahu kita apa yang kita inginkan dan kapan harus menyodorkannya kepada kita.”

Mekanisme ini sebagian bersifat neurologis. Sebagian besar budaya konsumerisme modern dibangun di atas sistem penghargaan dalam otak. Membeli sesuatu yang baru memicu dopamin, neurotransmiter yang terkait dengan rasa senang, motivasi, antisipasi, dan penghargaan.

Namun efek itu hanya sementara. Otak dengan cepat beradaptasi, rasa puas memudar, dan kita mulai mencari pembelian berikutnya. Para psikolog menyebut pola ini sebagai “adaptasi hedonis,” yang membantu menjelaskan mengapa sebanyak apa pun kita membeli, rasanya tidak pernah cukup.

Meningkatkan Kesehatan Mental

Becker mengatakan salah satu alasan minimalisme dapat meningkatkan kesehatan mental adalah karena gaya hidup ini memungkinkan kita mengambil kembali kendali—bukan hanya atas lingkungan fisik, tetapi juga atas energi, sumber daya, sikap, dan pilihan hidup kita. Alih-alih menjalani hidup tanpa arah, kita bisa membuat keputusan yang membawa kita ke tujuan yang benar-benar diinginkan.

Mengalihkan fokus dari mengejar barang juga membebaskan energi untuk mencari tahu apa yang benar-benar membuat kita bahagia, apa yang penting bagi kita, dan bagaimana kita ingin menjalani hidup—lalu mengejar tujuan-tujuan tersebut.

Mungkin salah satu manfaat yang paling tidak disangka dari memiliki lebih sedikit barang adalah kita memiliki lebih banyak waktu, energi, dan sumber daya untuk memberi dengan tulus, membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar kita, serta menemukan makna dan tujuan hidup.

Meski terdengar bertentangan dengan intuisi, Becker mencatat bahwa ketika kita memiliki lebih sedikit, kita justru cenderung memberi lebih banyak.

“Salah satu kebahagiaan terbesar yang saya rasakan setelah menjadi seorang minimalis adalah akhirnya bisa memberi seperti yang selama ini saya inginkan,” tulisnya dalam bukunya.

Membersihkan kekacauan menciptakan ruang, baik secara fisik maupun batin. Hal itu juga mengurangi kelelahan fisik dan mental yang muncul akibat harus merawat semua barang yang kita miliki.

“Setiap barang di rumah kita membutuhkan perhatian,” tulis Becker. “Barang-barang itu harus dibersihkan, dirawat, diatur, diperbaiki, disimpan, dipindahkan, dan pada akhirnya disingkirkan. Tetapi ketika kita membersihkan kekacauan, sesuatu berubah. Rumah terasa lebih ringan, dan begitu juga diri kita.”

Terhubung dengan Hal yang Benar-Benar Penting

Bagi Ferrari, yang juga seorang diakon Katolik, dorongan untuk menyumbangkan barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan daripada membuangnya memiliki kepuasan tersendiri.

“Ada orang-orang yang tidak punya apa-apa,” katanya. “Jika keluarga Anda tidak menginginkannya, baiklah, tinggalkan warisan. Teruskan kebaikan, karena dunia bukan hanya tentang saya, tetapi tentang kita.”

Selain manfaat kesehatan mental, memiliki lebih sedikit barang juga membantu kita fokus pada apa yang benar-benar penting. Banyak dari kita berpikir bahwa memiliki lebih banyak adalah hal yang kita inginkan dan yang akan membuat bahagia, tetapi kita tidak pernah benar-benar sampai ke titik itu. Ketika “barang-barang” mulai disingkirkan dari hidup kita, hal-hal yang benar-benar penting mulai muncul dengan jelas.

Bagi Becker, minimalisme membantunya terhubung lebih dalam dengan keyakinannya, yang ia bahas dalam buku terbarunya.

“Siapa pun yang ingin bertumbuh dalam imannya, memiliki lebih sedikit barang akan membantunya melakukannya,” katanya kepada The Epoch Times.

Becker, yang telah menulis tentang minimalisme selama hampir dua dekade, mengatakan bahwa tujuan sebenarnya bukan menghilangkan keinginan, melainkan mengarahkannya menjauh dari benda-benda dan menuju hal-hal yang bermakna, termasuk cinta, keadilan, belas kasih, dan iman.

“Ketika konsumerisme menjadi bagian dari hati dan hidup kita, kita kehilangan kesempatan untuk mengalami kesunyian, ketenangan, dan meditasi, karena kesunyian adalah kebalikan dari dorongan untuk terus memiliki lebih banyak,” kata Becker. “Ketika saya bisa merasa cukup dengan apa yang saya miliki, saya dapat sedikit menarik diri, tenang bersama diri sendiri, dan menemukan kedamaian itu.”

Emma adalah seorang praktisi akupunktur dan telah banyak menulis tentang kesehatan untuk berbagai publikasi selama dekade terakhir. Kini ia menjadi reporter kesehatan untuk The Epoch Times dengan fokus pada pengobatan Timur, nutrisi, trauma, dan pengobatan gaya hidup.

Artikel ini sebelumnya terbit di The Epoch Times edisi Bahasa Inggris

Presiden Marcos Jr : Filipina Tak Punya Pilihan Selain Terseret dalam Perang atas Taiwan

Presiden Filipina dijadwalkan berkunjung ke Jepang pekan depan untuk bertemu Perdana Menteri Sanae Takaichi dan membahas tindakan agresif Tiongkok.

EtIndonesia. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan bahwa negaranya pada akhirnya akan terseret ke dalam konflik di Taiwan mengingat kedekatan geografis Filipina dengan pulau demokratis yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut, yang diklaim oleh Beijing.

“Bagi Filipina, kami tidak punya pilihan, karena Taiwan sangat dekat dengan Filipina, dan kami memiliki hampir 200.000 warga Filipina yang tinggal dan bekerja di Taiwan,” kata Marcos dalam diskusi meja bundar dengan media Jepang pada 18 Mei.

“Jadi kami memiliki banyak pertimbangan lain, tetapi pada akhirnya kami sampai pada posisi yang sama, yaitu ingin menghindari konfrontasi apa pun.”

Rezim komunis Tiongkok memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Dalam pertemuan puncak di Beijing pada 14 Mei, pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa kesalahan penanganan isu Taiwan dapat memicu situasi yang “sangat berbahaya” antara dua ekonomi terbesar dunia, menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Trump, saat berbicara kepada wartawan di dalam Air Force One dalam perjalanan menuju Washington, mengonfirmasi bahwa Taiwan menjadi topik utama dalam pembicaraannya dengan Xi. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tetap tidak berubah.

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara lain, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Namun, Undang-Undang Hubungan Taiwan (Taiwan Relations Act) menegaskan bahwa keputusan Washington menjalin hubungan diplomatik dengan Beijing alih-alih Taipei didasarkan pada harapan bahwa masa depan Taiwan akan ditentukan melalui cara damai.

Dalam beberapa tahun terakhir, rezim Tiongkok telah menggelar latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan dan mengirim pesawat serta kapal militernya ke dekat Taiwan hampir setiap hari. Tekanan militer yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran global akan potensi konflik di selat tersebut, yang merupakan jalur pelayaran penting dunia.

Berbicara kepada media Jepang pada 18 Mei, Marcos menegaskan bahwa ia ingin menghindari keterlibatan dalam konflik apa pun. Namun, kedekatan geografis membuat konflik atas Taiwan dapat menyeret negaranya.

“Jika terjadi konflik, cukup lihat peta, Anda bisa tahu bahwa Filipina bagian utara setidaknya akan menjadi bagian dari itu, atau akan merasakan dampaknya,” ujarnya. “Kami tentu tidak ingin menjadi bagian dari konflik apa pun di mana pun.”

Pulau paling utara Filipina, Mavulis, berjarak sekitar 88 mil dari daratan utama Taiwan.

Presiden Filipina itu juga menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan “Satu Tiongkok” negaranya, di mana Manila secara resmi mengakui Beijing, bukan Taipei.

“Kami selalu memegang kebijakan Satu Tiongkok. Dan kami akan terus melakukannya,” kata Marcos. “Setiap konflik harus diselesaikan secara damai.”

Saat diminta menanggapi pernyataan Marcos dalam konferensi pers rutin pada 19 Mei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun mendesak Manila untuk mengakui klaim kedaulatan Beijing atas Taiwan.

‘Tindakan Pemaksaan’ Beijing

Marcos dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke Jepang mulai 26 Mei, menandai kunjungan pertama presiden Filipina ke negara itu dalam lebih dari satu dekade.

Selain isu energi, Marcos mengatakan bahwa ia juga ingin membahas keamanan kawasan dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendatang.

“Jepang dan Filipina mengalami kesulitan yang sama terkait tindakan pemaksaan, terkait berbagai taktik zona abu-abu yang diterapkan di Laut Tiongkok Selatan dan di seluruh Laut Tiongkok,” kata Marcos kepada wartawan pada 18 Mei. “Jadi itu tentu akan menjadi sesuatu yang kami bahas.”

Manila sedang terlibat sengketa maritim dengan Beijing di Laut Tiongkok Selatan, wilayah kaya sumber daya alam yang hampir seluruhnya diklaim oleh Tiongkok.

Jepang juga terus khawatir atas kehadiran rutin kapal Penjaga Pantai Tiongkok di sekitar gugusan pulau yang dikelola Jepang di Laut Tiongkok Timur tetapi juga diklaim oleh Beijing. Menurut Penjaga Pantai Jepang, sepanjang Mei kapal-kapal besar penjaga pantai Tiongkok yang bersenjata berat terdeteksi setiap hari di dekat pulau tak berpenghuni tersebut—dikenal sebagai Senkaku oleh Jepang dan Diaoyu oleh Tiongkok.

Jepang juga menghadapi tekanan diplomatik dan ekonomi dari rezim Tiongkok sejak November 2025, ketika Takaichi mengaitkan kemungkinan konflik Taiwan dengan situasi yang dapat “mengancam kelangsungan hidup” Jepang—sebuah penetapan yang memungkinkan Tokyo mengerahkan pasukan.

Pulau paling barat Jepang, Yonaguni, hanya berjarak 68 mil dari Taiwan. Negara kepulauan itu juga menampung lebih dari 50.000 tentara Amerika beserta pesawat militer canggih AS.

Pada Januari lalu, Jepang dan Filipina menandatangani dua pakta pertahanan yang menurut para analis kepada The Epoch Times sangat penting untuk menghadapi agresi rezim Tiongkok.

Pada April, ketika Filipina dan Amerika Serikat menggelar latihan militer tahunan Salaknib, Jepang mematahkan tradisi puluhan tahun dengan mengerahkan Pasukan Bela Diri Daratnya untuk ikut berpartisipasi secara langsung.

Marcos, saat berbicara kepada wartawan Jepang pada 18 Mei, menyebut perubahan peran Jepang dari pengamat menjadi peserta sebagai “perkembangan signifikan” bagi kelanjutan kerja sama dan pelatihan personel menuju interoperabilitas yang lebih baik.

“Jepang kini mengizinkan dirinya berpartisipasi dalam latihan seperti itu,” kata Marcos. “Dan itu penting karena mengubah peta permainan. Perubahannya sangat signifikan.

“Kami ingin mendengar lebih banyak tentang apa sebenarnya yang ingin dilakukan Jepang, dan apa yang bersedia mereka lakukan.”

Sumber ; Theepochtimes.com

Pasutri Keturunan Tionghoa-Jerman Ditangkap karena Diduga Menggunakan Kuliah Palsu untuk Mengumpulkan Informasi Intelijen

EtIndonesia. Polisi Jerman pada Rabu (20 Mei) menangkap sepasang suami-istri warga negara Jerman keturunan Tionghoa dengan tuduhan terlibat aktivitas spionase untuk Partai Komunis Tiongkok (PKT), serta berupaya mencuri informasi teknologi canggih yang dapat digunakan untuk kepentingan militer. Jaksa menyebut pasangan itu mengundang ilmuwan Jerman ke Tiongkok dengan dalih memberikan “ceramah berbayar”, padahal audiens sebenarnya adalah personel perusahaan industri militer PKT.

Kantor Jaksa Federal Jerman menyatakan pasangan tersebut ditangkap di Munich. Jaksa menuduh keduanya “bekerja untuk sebuah badan intelijen PKT”.

Berdasarkan undang-undang privasi Jerman, nama lengkap mereka tidak diungkap. Mereka hanya disebut sebagai Xuejun C. dan Hua S. Dari namanya, keduanya diduga merupakan pasangan suami-istri keturunan Tionghoa.

Pasangan itu dituduh secara ilegal mendekati ilmuwan dari universitas dan lembaga penelitian Jerman, dengan target utama profesor di bidang dirgantara, ilmu komputer, dan kecerdasan buatan (AI).

Untuk mendekati target, pasangan tersebut diduga menyamar sebagai penerjemah atau karyawan industri otomotif.

Jaksa menyatakan bahwa mereka mengundang sejumlah ilmuwan ke Tiongkok dengan alasan memberikan “seminar berbayar kepada masyarakat”. Namun kenyataannya, para peserta seminar tersebut adalah staf perusahaan industri militer PKT.

Selain pasangan itu, jaksa juga menyebut pihak berwenang telah mengambil “langkah lanjutan” terhadap 10 orang lainnya di Munich, Berlin, dan daerah lain. Namun sejauh ini mereka belum dianggap tersangka, melainkan saksi yang kemungkinan memiliki informasi terkait kasus tersebut.

Belakangan ini, Jerman telah mengalami beberapa kasus spionase besar yang menarik perhatian publik dan berkaitan dengan PKT.

Awal pekan ini, Wakil Ketua Komite Pengawas Intelijen Jerman, Konstantin von Notz, juga memperingatkan bahwa ancaman dari PKT terus meningkat.

Sumber : NTDTV.com

Niat Sebenarnya Putin Terungkap : Militer Rusia Menderita Banyak Korban, Sangat Membutuhkan Bantuan dari Beijing

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (20 Mei) mengakhiri kunjungan dua harinya ke Beijing dan kembali ke Moskow setelah bertemu dengan pemimpin PKT, Xi Jinping. Meskipun kedua pihak saling menyebut sebagai “teman lama”, mereka tidak mencapai hasil substantif dalam isu-isu strategis dan ekonomi yang penting. Sementara itu, militer Rusia di garis depan Ukraina sedang menghadapi kebuntuan yang sulit ditembus. Para pengamat menilai Putin sangat membutuhkan “suntikan bantuan” dari Beijing.

EtIndonesia. Pada Rabu 20 Mei, setelah mengakhiri kunjungannya ke Beijing, Putin kembali dengan pesawat khusus. Sebelumnya pada hari yang sama, ia mengadakan pembicaraan dengan Xi Jinping dan menekankan hubungan kerja sama strategis antara Rusia dan Tiongkok. Putin mengatakan hubungan kedua negara telah mencapai “tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Setelah pertemuan, kedua pihak menandatangani pernyataan bersama dan 20 dokumen kerja sama. Namun, kerja sama energi yang telah lama diharapkan Rusia tidak menghasilkan terobosan besar. Terutama proyek pipa gas alam “Power of Siberia 2” yang sangat diperhatikan, masih belum mencapai kesepakatan terkait harga dan syarat kontrak.

Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia. Banyak pihak menilai bahwa selain ingin menunjukkan kedekatan hubungan Rusia-Tiongkok, Putin juga berharap memperoleh dukungan lebih lanjut dari Beijing, baik di bidang ekonomi maupun strategis.

Reporter CNN, Nick Paton Walsh, mengatakan: “Medan perang telah berubah drastis hanya dalam waktu satu tahun.”

Reporter CNN yang datang langsung ke garis depan di Kostiantynivka, Ukraina, menyaksikan bahwa dalam perang drone generasi baru, militer Ukraina mulai menggantikan kekurangan personel dengan perangkat militer otomatis. Ia menyebut laju serangan Rusia telah melambat drastis dan harus dibayar dengan harga sangat mahal.

Menurut data dari pihak Ukraina, jumlah korban tewas dan luka tentara Rusia mencapai sekitar 35.000 orang per bulan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan: “Bulan ini situasi berubah menguntungkan bagi kami, bagi Ukraina. Kami merebut lebih banyak posisi dan menyebabkan kerusakan yang lebih besar. Sanksi jangka panjang yang kami terapkan terhadap Rusia menunjukkan hasil yang sangat signifikan.”

Sementara itu, militer Rusia terus melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah Ukraina, termasuk Odesa dan Sumy, yang menyebabkan sejumlah orang terluka. (***)

Sumber : NTDTV.com

Seorang Wanita Sakit Kaki Selama Dua Tahun, Dokter Mengeluarkan “Ribuan Parasit” dari Sumsum Tulang Belakang

EtIndonesia. Seorang wanita bermarga Li berusia 57 tahun dari Provinsi Fujian, Tiongkok  berulang kali menjalani pengobatan akibat nyeri pinggang dan kaki. Setelah operasi selama 10 jam, dokter berhasil membersihkan ribuan parasit dari sumsum tulang belakangnya dan memastikan ia terinfeksi parasit langka Sparganosis yang disebut “Spirometra erinaceieuropaei” (cacing pita sparganum).

Menurut laporan media pemerintah setempat, Nyonya Li mulai mengalami sakit pinggang dan kaki sejak dua tahun lalu. Ia pernah menjalani pemeriksaan di rumah sakit setempat dan sempat dicurigai menderita tumor sistem saraf pusat. 

Pada operasi pertama, dokter hanya melakukan dekompresi dan biopsi, sehingga gejalanya hanya mereda sementara. Karena kondisi ekonomi yang kurang baik, ia tidak melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

Awal tahun ini, rasa sakitnya kambuh dan kondisinya memburuk dengan cepat. Setelah dua bulan perawatan tanpa hasil, ia mulai mengalami kelemahan pada anggota tubuh dan kesulitan berjalan, bahkan hampir lumpuh.

Setelah kembali dirawat di rumah sakit, dokter menelusuri riwayat kesehatan dan kebiasaan hidupnya secara rinci, lalu mulai mencurigai adanya infeksi parasit. Setelah operasi selama 10 jam, dokter terkejut menemukan ribuan parasit putih di dalam sumsum tulang belakangnya.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa Li terinfeksi “Spirometra erinaceieuropaei”, sejenis parasit langka yang sebelumnya lebih sering ditemukan di Eropa. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa dilaporkan meningkat di wilayah selatan Tiongkok.

Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mengkonsumsi hewan liar seperti katak, ular, atau belut sawah yang tidak dimasak matang, serta tidak meminum air mentah. Mereka juga mengimbau agar tidak menggunakan daging katak mentah sebagai obat tradisional untuk ditempelkan pada luka, karena dapat menyebabkan infeksi parasit.

Jika mengalami gejala saraf yang tidak diketahui penyebabnya, benjolan di bawah kulit, atau gangguan pada mata, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis dan memberi tahu dokter mengenai riwayat kontak atau konsumsi yang relevan agar diagnosis dan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat.

Sumber : NTDTV.com

Cendekiawan yang Melarikan Diri dari Tiongkok 20 Tahun Lalu Memperingatkan Infiltrasi Partai Komunis Tiongkok ke AS

EtIndonesia. Seluruh kepercayaan Zhang Tianliang terhadap Partai Komunis runtuh total di sebuah aula besar negara di Beijing.

Itu terjadi pada suatu hari di  Juli 1999. Sejak pagi yang panas dan pengap, ia bersama ratusan orang lainnya dikurung di dalam gedung sambil menunggu dengan penuh kebingungan.

Saat itu adalah awal dari sebuah penganiayaan berdarah yang skalanya belum pernah terjadi sejak Revolusi Kebudayaan, meskipun pada waktu itu belum ada yang mengetahuinya.

“Jam 3 sore kalian akan melihatnya di televisi,” kata polisi kepada mereka.

Tepat pukul 3 sore, kabar itu datang: Falun Gong — latihan spiritual yang pratiksi jutaan orang — resmi dilarang oleh pimpinan PKT.

Ketika orang-orang masih mencoba mencerna berita mengejutkan itu, layar televisi yang digantung di langit-langit mulai menayangkan film dokumenter resmi yang menyerang pendiri Falun Gong, Master Li Hongzhi.

Di antara semua tuduhan yang mengejutkan Zhang Tianliang, ada satu hal yang langsung menghancurkan kepercayaannya kepada partai: dokumenter itu memutar potongan ceramah Li Hongzhi yang pernah ia tonton secara lengkap beberapa bulan sebelumnya. Dalam versi dokumenter, satu kalimat sengaja dihapus sehingga makna aslinya berubah total.

Jika sebuah rezim bisa memanipulasi isi ceramah demi menciptakan bukti palsu, pikirnya, apa lagi yang tidak bisa mereka lakukan?

Saat itulah Zhang Tianliang sadar bahwa partai itu mungkin telah membohonginya sepanjang hidup.

Setahun kemudian, pada tahun 2000, ia melarikan diri dari Tiongkok ke Amerika Serikat.

Dua puluh enam tahun kemudian, kini ia menjadi profesor sejarah Tiongkok, komentator politik, dan penulis bersama sejumlah buku tentang komunisme yang telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa. Serial wawancara dan komentar politiknya, “Man Tan Dang Wenhua” (“Membahas Budaya Partai”), disebarkan ke seluruh Tiongkok melalui DVD dan siaran luar negeri, dengan jumlah penonton yang menurutnya mencapai puluhan juta orang.

Karya terbarunya adalah film dokumenter berbahasa Inggris “China’s Stealth Invasion” (“Penyusupan Diam-Diam Tiongkok”), yang mengungkap berbagai metode infiltrasi Beijing. Film itu disebut sebagai “dokumenter investigatif penting yang mengeksplorasi bagaimana PKT memanfaatkan keterbukaan, sistem, dan ketergantungan Amerika untuk memperluas pengaruhnya dari dalam.”

Zhang Tianliang mengatakan bahwa Amerika Serikat menerima dirinya ketika ia berada dalam kondisi paling rentan. Kini, ketika kebebasan “tanah air keduanya” itu terancam, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk berbicara.

“PKT memandang Amerika sebagai musuh nomor satu,” katanya kepada The Epoch Times. “Saya tidak bisa hanya diam melihat mereka memanipulasi negara ini dan menggerogoti cara hidup di sini.”

“Mempersenjatai Amerika”

Dari pernyataan terkenal Mao Zedong yang menyebut Amerika sebagai “macan kertas”, hingga ambisi Xi Jinping untuk membangun “komunitas masa depan bersama umat manusia”, para pemimpin PKT dari generasi ke generasi disebut selalu mengejar dominasi dunia.

Menurut Zhang Tianliang, apa pun bungkus retorikanya, tujuan mereka tetap sama: mengekspor ideologi komunisme ke seluruh dunia.

Pada tahun 2024, ia merasa menyaksikan hal itu terjadi langsung di depan matanya — kali ini di tanah Amerika sendiri.

Pola tersebut mengingatkannya pada kampanye propaganda PKT yang ia lihat di Tiongkok 25 tahun sebelumnya. Terhadap lembaga-lembaga yang didirikan praktisi Falun Gong di Amerika, media melancarkan kampanye negatif besar-besaran yang dipenuhi tuduhan tanpa dasar mengenai tindakan ilegal dan ekstrem.

Pada Desember tahun yang sama, seorang sumber internal yang memiliki akses ke lingkaran elite politik PKT mengungkap bahwa PKT sedang menjalankan operasi pengaruh global baru. Strateginya adalah memanfaatkan influencer media sosial, media Barat, dan sistem hukum Amerika untuk mendiskreditkan dan menekan Falun Gong di Amerika Serikat.

Saat itu Zhang Tianliang langsung teringat pada buku “America Against America” karya Wang Huning yang diterbitkan tahun 1991. Buku tersebut menggambarkan bagaimana perpecahan dan polarisasi dapat merusak Amerika dari dalam, sekaligus memperkuat keyakinan elite Tiongkok bahwa Amerika pada akhirnya akan runtuh.

Pandangan itu kemudian diperluas dalam buku Unrestricted Warfare yang ditulis dua kolonel militer Tiongkok pada 1999. Buku tersebut membahas berbagai metode non-tradisional yang bisa digunakan PKT untuk mengalahkan Amerika yang jauh lebih kuat.

Zhang Tianliang merasa semuanya mulai masuk akal: Falun Gong, yang memiliki jutaan pengikut di Tiongkok dan dunia, telah lama menjadi “laboratorium” bagi rezim itu untuk mengasah alat-alat penindasan mereka.

“Institusi Amerika sedang dipersenjatai untuk menyerang sebuah organisasi Amerika,” katanya.

Beberapa minggu sebelumnya, dua agen PKT dijatuhi hukuman karena mencoba menyuap seorang pejabat IRS palsu yang sebenarnya adalah agen FBI yang menyamar, dengan tujuan agar pemerintah menyelidiki Shen Yun Performing Arts, kelompok seni nirlaba yang didirikan praktisi Falun Gong di Amerika.

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa agen-agen tersebut juga pernah pergi ke markas Shen Yun di Orange County, New York, untuk memata-matai praktisi Falun Gong dan mengumpulkan informasi sebagai dasar kemungkinan gugatan lingkungan hidup guna menghambat perkembangan komunitas Falun Gong di sana.

Pada akhir 2024 hingga awal 2025, ribuan akun asal Tiongkok tiba-tiba bermunculan di platform X dan secara masif menyebarkan artikel yang menyerang Shen Yun. Setelah investigasi oleh The Epoch Times, platform tersebut menghapus banyak akun itu.

Menurut Zhang Tianliang, Falun Gong adalah contoh klasik untuk memahami bagaimana Beijing menjalankan operasi pengaruh luar negerinya. Selama lebih dari dua dekade, perlawanan damai praktisi Falun Gong telah menjadikan kelompok itu duri terbesar bagi PKT. Rezim pernah mengira Falun Gong bisa dihancurkan hanya dalam beberapa bulan, namun hampir 30 tahun kemudian kelompok itu masih bertahan.

“Perang Jiwa”

Pada paruh pertama hidupnya, Zhang Tianliang percaya kepada PKT dan slogan mereka “melayani rakyat”.

Namun keyakinan itu berubah pada tahun 1999. Saat berusia 26 tahun, karena keyakinannya ditekan, ia ingin mengajukan petisi kepada pemerintah tetapi malah dipaksa naik bus dan dibawa ke stadion untuk menghadiri rapat propaganda yang menghasut kebencian.

Setelah seminggu pergulatan batin, ia sadar bahwa Tiongkok tidak lagi menjadi rumahnya.

Pada tahun 2000, beberapa bulan setelah ibunya dipenjara selama satu tahun karena berlatih Falun Gong, ia naik pesawat menuju Amerika Serikat.

Di Amerika, setelah terbebas dari sensor internet PKT, ia mulai meninjau kembali seluruh pemahamannya. Ia menonton dokumenter, membaca memoar sejarah, dan mempelajari sebanyak mungkin materi tentang sejarah modern Tiongkok.

Hal pertama yang harus dia hadapi adalah 1989 Tiananmen Square protests and massacre.

Pada September 1989, tiga bulan setelah tragedi Tiananmen, Zhang Tianliang tiba di Beijing sebagai mahasiswa baru. Selama dua minggu pertama, mahasiswa hanya diberi tugas membaca dan menonton materi propaganda tentang peristiwa tersebut. Semua materi menyampaikan pesan yang sama: para mahasiswa pro-demokrasi adalah perusuh yang menciptakan kekacauan.

Meski sebelumnya bersimpati pada gerakan demokrasi 1989, ia mengaku akhirnya “dicuci otak sepenuhnya”.

“Saya dulu berpikir Partai Komunis benar. Kalau tidak, bagaimana mereka bisa membereskan kekacauan?” katanya. “Begitulah kuatnya pencucian otak.”

Pelajaran “Sejarah Revolusi Tiongkok” mengajarkan bahwa PKT membawa Tiongkok menuju kemerdekaan dan kemakmuran. Ia mempercayainya dan menganggap PKT hebat.

Namun ketika kemudian mengetahui sejarah pembantaian massal yang dilakukan rezim komunis, ia sangat terguncang.

Reformasi tanah pada awal 1950-an memicu konflik antara tuan tanah dan petani, menyebabkan jutaan korban jiwa. Dalam dua dekade berikutnya, bencana kelaparan akibat Lompatan Jauh ke Depan dan Revolusi Kebudayaan merenggut puluhan juta nyawa. Pada 1989, tank dan tembakan di Tiananmen kemungkinan menewaskan puluhan ribu orang hanya dalam satu malam.

Menjelang pergantian abad, partai itu kemudian mengarahkan serangannya kepada keyakinannya sendiri — Falun Gong — dengan menggunakan penghilangan paksa, penyiksaan, dan pengambilan organ hidup secara paksa.

Zhang Tianliang menyebut sejarah PKT sebagai “sejarah pembunuhan”.

“Ini benar-benar mengerikan,” katanya. Menurutnya, rezim komunis memerintah melalui paksaan dan ketakutan, dan setiap beberapa tahun meluncurkan kampanye teror baru sambil menghancurkan budaya, pemikiran, dan kepercayaan masyarakat Tiongkok.

“Ini adalah perang jiwa,” ujarnya.

“Kenali Dirimu dan Musuhmu”

Kini Zhang Tianliang mencurahkan hampir seluruh energinya untuk memperingatkan dunia tentang apa yang ia sebut sebagai “infiltrasi komunisme terhadap Amerika”.

Sebagai komentator terkenal di YouTube, ia telah menjangkau banyak komunitas Tionghoa di Barat. Kini ia ingin menyampaikan pesan itu kepada lebih banyak orang Amerika.

Ia juga mengungkap bahwa salah satu mantan mahasiswinya di Akademi Seni Feitian pernah sangat menghargai sekolah tersebut, bahkan mengundangnya ke pesta pernikahan. Namun setelah pergi ke Tiongkok dan bekerja sama dengan akademi tari milik negara Tiongkok, wanita itu tiba-tiba berubah sikap dan menggugat dirinya serta sekolah tersebut.

Dalam dokumenter barunya, Zhang Tianliang membahas fenomena yang ia sebut sebagai “perang hukum” PKT.

Pakar isu Tiongkok Sarah Cook menjelaskan dalam film bahwa ia melihat banyak gugatan tidak berdasar di berbagai negara yang digunakan Beijing untuk membungkam kritik. Walaupun sebagian besar gugatan akhirnya dibatalkan, proses hukumnya sendiri sudah mencapai dua tujuan: merugikan target secara finansial dan merusak reputasi mereka.

Zhang Tianliang kemudian mengutip ucapan pemimpin hak sipil Amerika Martin Luther King Jr.:

“Ketidakadilan di mana pun adalah ancaman bagi keadilan di mana pun.”

“Begitulah Partai Komunis,” katanya. “Kamu tidak perlu aktif melawannya. Selama kamu berbeda darinya dan memiliki integritas moral, kamu akan menjadi cermin yang memperlihatkan kejahatannya.”

Ia menambahkan bahwa untuk menghadapi ancaman infiltrasi PKT yang semakin serius, Barat harus tetap waspada.

Mengutip The Art of War karya Sun Zi: “Kenali dirimu dan kenali musuhmu, maka seratus pertempuran tidak akan berbahaya.”

Menurut Zhang Tianliang, Beijing memahami musuhnya dengan sangat baik. Pertanyaannya adalah: apakah Amerika juga benar-benar memahami musuhnya?

Artikel asli berjudul “A Scholar Escaped China Two Decades Ago. Now He’s Warning About Beijing’s Infiltration in America.” dimuat di The Epoch Times edisi bahasa Inggris.

Badai Pasir Melanda Banyak Wilayah Xinjiang, Tiongkok,  Langit Gelap Gulita, Pemandangannya Mencekam

EtIndonesia. Banyak daerah di Xinjiang dihantam badai pasir pada Rabu (20/5/2026). Debu kuning beterbangan di mana-mana, jarak pandang sangat rendah, dan pemandangannya tampak sangat mengejutkan sekaligus menyeramkan.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi Xinjiang, sejak siang 19 Mei hingga malam 20 Mei, sebagian besar wilayah Xinjiang Utara, serta wilayah Kashgar, Kizilsu, Hotan, Aksu, bagian utara Prefektur Bayingolin, Turpan, dan Hami mengalami angin barat laut dengan hembusan sekitar level 8. Di daerah celah angin, kekuatan angin mencapai level 11 hingga 12, sementara di beberapa kawasan tertentu hembusan angin bahkan mencapai level 13 hingga 14.

Akibat pengaruh udara dingin dan angin kencang, diperkirakan pada 20 Mei wilayah timur dan selatan Xinjiang, barat laut Qinghai, bagian barat Mongolia Dalam, barat Gansu, dan barat Ningxia akan mengalami cuaca berdebu atau debu melayang. Beberapa daerah di timur Xinjiang dan barat Mongolia Dalam diperkirakan mengalami badai pasir.

Dari 19 hingga 20 Mei, sebagian besar Xinjiang Utara, bagian barat Xinjiang Selatan, Prefektur Bayingolin, dan Xinjiang Timur mengalami cuaca berangin kencang. Di beberapa wilayah Xinjiang Utara terjadi badai pasir singkat, sementara Cekungan Xinjiang Selatan dan Xinjiang Timur mengalami debu beterbangan atau badai pasir.

Badan Meteorologi Prefektur Otonomi Mongol Bayingolin pada pukul 21:34 tanggal 20 Mei meningkatkan peringatan badai pasir dari level kuning menjadi oranye. Diperkirakan dalam 12 jam ke depan, sebagian wilayah Korla, Yuli, dan Luntai akan mengalami badai pasir kuat dengan jarak pandang kurang dari 500 meter, bahkan di beberapa lokasi kurang dari 50 meter.

Banyak video yang diunggah warganet menunjukkan angin bertiup sangat kencang dengan debu kuning memenuhi udara. Dalam beberapa rekaman, jalanan hampir tidak terlihat sama sekali sehingga sangat berbahaya bagi pengendara.

Seorang netizen berkata: “Siapa yang bisa tahan dengan kondisi seperti ini? Seluruh dunia jadi kuning… keluar rumah rasanya seperti makan pasir. Teman-teman di Korla, kalian baik-baik saja?”

Komentar lain mengatakan: “Saya warga setempat yang lewat. Memang badai pasirnya sangat besar. Bahkan di dalam rumah pun penuh pasir. Inilah ‘produk khas’ Xinjiang: badai pasir dengan langit penuh debu kuning.”

“Saya mengalaminya di Hami, meski tidak separah ini. Saya terjebak di area istirahat jalan tol selama enam jam.”

“Kalau datang ke Turpan tapi tidak ‘makan dua kilo pasir’, berarti belum benar-benar pernah ke Turpan.”

“Hari-hari makan debu memang tidak mudah.”

“Badai pasir pertama tahun ini di Golmud akhirnya kami alami.”

“Pada 20 Mei di Aksu masih langit biru cerah dan penuh awan putih. Dalam semalam badai pasir datang. Saat bangun pagi tanggal 21 Mei, saya melihat pemandangan yang sudah akrab dan mencium bau debu yang familiar.”

“Badai pasir hari ini agak menakutkan.”

“Anginnya benar-benar sangat kencang hari ini, dan langit benar-benar kuning.”

“Cuaca ekstrem terlalu sering terjadi, rasanya tidak normal.”

Sekitar 20 Mei pukul 19:00, wilayah Xitai Sebei di Dachaidan, Prefektur Haixi, Qinghai, juga mengalami badai pasir.

Sumber : NTDTV.com

Laporan: Email Pro-Beijing Terus Mengganggu Pertunjukan Shen Yun

Pusat Informasi Falun Dafa merilis laporan penelitian terbaru yang menyebutkan bahwa sebuah akun email pro-Beijing selama 114 hari terus melakukan ancaman dan gangguan terhadap Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts. Operasi tersebut melintasi enam negara dan telah menimbulkan dampak nyata. Mereka menyerukan kepada lembaga peradilan dan penegak hukum terkait agar memperlakukan aksi ini sebagai kejahatan terorganisir lintas negara dan mengalokasikan sumber daya investigasi yang memadai.

EtIndonesia. Pada 29 Maret 2026, Four Seasons Centre for the Performing Arts di Toronto terpaksa dievakuasi darurat akibat ancaman bom palsu melalui email. Teater tersebut kemudian membatalkan enam pertunjukan Shen Yun.

Dalam laporan penelitian terbaru yang dirilis 14 Mei, Pusat Informasi Falun Dafa menyatakan bahwa insiden itu bukan kejadian terpisah, melainkan bagian dari operasi ancaman, pelecehan, dan perang psikologis yang berlangsung selama 114 hari. Semua petunjuk mengarah pada satu akun Gmail: [email protected]. Nama akun tersebut tampaknya berasal dari pinyin Mandarin “拼命勇士” (pīn mìng yǒng shì), yang berarti “pejuang nekat”.

Dari 1 Januari hingga 24 April 2026, akun tersebut setidaknya mengirim 28 email berbahaya di tiga benua dan enam negara. Sasaran serangan mencakup praktisi Falun Gong, Shen Yun, teater, pejabat pemerintah, dan lembaga pemerintahan. Metodenya meliputi ancaman bom, ancaman pembunuhan, email pelecehan yang membanggakan aksi gangguan sebelumnya, hingga upaya menjebak Falun Gong.

Berbagai indikasi teknis dan perilaku menunjukkan keterkaitan akun itu dengan Tiongkok daratan, termasuk pola waktu pengiriman pesan, nomor telepon yang terdaftar di Tiongkok, serta informasi routing VPN. Dalam beberapa pesan, akun tersebut secara terbuka menyatakan loyalitas kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT). Pola operasinya juga dinilai sangat mirip dengan kampanye penindasan lintas negara PKT terhadap Falun Gong.

“Pertama, sebagian sumber email ancaman dan komunikasi menunjukkan berasal dari wilayah Tiongkok, bahkan melibatkan petunjuk akun komunikasi dari kota tertentu. Kedua, tindakan ini bukan insiden terpisah, melainkan muncul berulang kali secara lintas negara dalam jangka panjang, menunjukkan tingkat organisasi dan koordinasi tertentu,” ujar penasihat khusus lembaga think tank Indo-Pasifik Taiwan, Chen Wenjia. 

“Selain itu, pemerintah PKT dan kantor diplomatiknya di luar negeri selama ini secara terbuka mengkritik dan menekan Falun Gong serta Shen Yun, membentuk struktur ganda berupa propaganda politik dan gangguan nyata. Walaupun PKT selalu menyangkal keterlibatan langsung, jika melihat pola infiltrasi intelijen, united front, dan operasi pengaruh lintas batas yang selama ini ada, kemungkinan besar tindakan semacam ini berkaitan secara tidak langsung atau melalui perantara dengan sistem PKT,” katanya. 

Operasi ancaman siber dari akun “pīn mìng yǒng shì” juga berlangsung bersamaan dengan ofensif diplomatik PKT. Sejak 1 Januari 2026, kantor diplomatik PKT di sedikitnya lima negara — termasuk Inggris, Australia, Prancis, Denmark, dan Meksiko — telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyerang dan mendiskreditkan Shen Yun.

“Tidak ada kelompok atau individu lain yang memiliki alasan untuk melakukan tindakan seperti ini terhadap Shen Yun. Dari sisi motif, kemungkinan terbesar memang PKT yang melakukannya,” ujar ketua Aliansi Pengacara HAM Luar Negeri, Wu Shaoping. 

“Shen Yun sangat sukses dalam menyebarkan budaya Tionghoa dan mendapat pengakuan luas dari berbagai kalangan masyarakat, sesuatu yang tidak mampu dilakukan PKT. Selain itu, dalam pertunjukannya Shen Yun juga mengungkap pelanggaran HAM oleh PKT, dan itu adalah sesuatu yang tidak dapat ditoleransi oleh PKT,” tambahnya. 

Hingga saat ini, semua ancaman kekerasan tersebut akhirnya terbukti sebagai alarm palsu. Namun dalam kenyataannya, operasi ini telah menyebabkan sejumlah pertunjukan tertunda, evakuasi darurat gedung, serta peningkatan besar biaya keamanan bagi Shen Yun dan lokasi pertunjukan terkait.

“Dari sifat kejadiannya, ancaman-ancaman ini sudah melampaui ranah kebebasan berbicara dan telah menimbulkan kepanikan keamanan publik serta kerugian ekonomi nyata. Jika tindakan seperti ini memiliki koordinasi lintas negara, berkelanjutan, dan menargetkan sasaran tertentu, maka sudah memenuhi karakteristik aksi teror terorganisir lintas negara,” tambah Chen Wenjia. 

“Karena itu, lembaga peradilan dan penegak hukum berbagai negara harus meningkatkan tingkat penanganan kasus ini, memasukkannya ke dalam investigasi keamanan nasional dan anti-intervensi asing, serta memperkuat berbagi intelijen dan pelacakan sumber dana maupun informasi,” katanya. 

Pusat Informasi Falun Dafa menyatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut kemungkinan telah melanggar hukum pidana di berbagai yurisdiksi, namun hingga kini belum ada penindakan efektif. Mereka menyerukan agar aparat penegak hukum dan lembaga peradilan memperlakukan operasi ini sebagai kejahatan terorganisir lintas negara dan mengalokasikan sumber daya investigasi yang memadai. (***)

Sumber : NTDTV.com

Pembunuhan Demi Organ Tubuh ! Sidang Kongres AS Mengungkap Rahasia Mengerikan Partai Komunis Tiongkok

Baru-baru ini, Kongres Amerika Serikat mengadakan sidang dengar pendapat untuk menyelidiki tuduhan pengambilan organ hidup secara paksa oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Para ahli menyatakan bahwa PKT secara sistematis menganiaya praktisi Falun Gong, warga Uyghur, dan kelompok lainnya dengan memaksa mereka menjalani pemeriksaan kesehatan guna membangun basis data organ. 

Editor senior The Epoch Times edisi bahasa Inggris, Jan Jekielek, juga mengungkap bahwa penganiayaan terhadap umat Kristen di Tiongkok belakangan ini meningkat tajam. Para anggota parlemen menyerukan agar rancangan undang-undang untuk memerangi perdagangan organ segera disahkan.

EtIndonesia. Komisi Kongres dan Eksekutif Amerika Serikat untuk Tiongkok mengadakan sidang dengar pendapat pada 14 Mei terkait tuduhan “transplantasi organ paksa dan pengambilan organ hidup secara paksa” oleh PKT.

Sejumlah pembicara menyebut bahwa kelompok korban utama adalah praktisi Falun Gong, warga Uyghur, dan etnis Kazakh.

“Rezim ini pada dasarnya menargetkan populasi besar orang-orang sehat, memfitnah mereka, memenjarakan mereka, lalu melakukan tes golongan darah, pencocokan jaringan, dan pemindaian organ untuk membangun basis data,” ujar Jan Jekielek. 

Ia menunjukkan bahwa waktu tunggu transplantasi organ di Tiongkok jauh lebih singkat dibandingkan negara lain.

Komisi Kongres dan Eksekutif Amerika Serikat untuk Tiongkok mengadakan sidang dengar pendapat pada 14 Mei (tangkapan layar)

“Setiap kali ada kebutuhan transplantasi organ, baik untuk pejabat elite PKT maupun ‘wisatawan transplantasi organ’ dari luar negeri, pencocokan organ dapat dilakukan dengan cepat, lalu korban dibunuh sesuai kebutuhan,” tambahnya. 

Kesaksian dari sejumlah praktisi Falun Gong yang melarikan diri ke Amerika Serikat juga menyebutkan bahwa selama ditahan di Tiongkok, mereka dipaksa menjalani pengambilan darah dan berbagai pemeriksaan medis.

Komisi Kongres dan Eksekutif Amerika Serikat untuk Tiongkok mengadakan sidang dengar pendapat pada 14 Mei (tangkapan layar)

Dalam sidang tersebut, seorang mantan guru dari kamp konsentrasi di Xinjiang, Qelbinur Sidik, memberikan kesaksian jarak jauh. Ia menyebut adanya praktik pengambilan darah secara paksa, penyuntikan obat-obatan yang tidak diketahui, serta hilangnya sejumlah pria sehat secara misterius di dalam kamp.

Pada saat yang sama, Jan Jekielek juga memperingatkan meningkatnya tren penganiayaan PKT terhadap umat Kristen.

“Seiring meningkatnya penangkapan umat Kristen dari Gereja Zion serta pembatasan terhadap rohaniwan Katolik, retorika yang tidak memanusiakan kelompok-kelompok ini juga ikut meningkat,” katanya. 

Ia menekankan bahwa retorika semacam itu sering kali menjadi tanda awal penganiayaan yang lebih berat. Masyarakat internasional khawatir kelompok-kelompok tersebut juga dapat menjadi target pengambilan organ.

Anggota Kongres AS Chris Smith yang memimpin sidang tersebut menyerukan agar “Stop Forced Organ Harvesting Act” yang telah lolos di DPR AS segera didorong di Senat, serta agar sanksi dijatuhkan kepada pejabat tinggi PKT yang terkait.

Laporan reporter NTDTV, Zheng Shengxun, dari Amerika Serikat.