Pembersihan Pasukan Roket? Wu Guohua Mantan Wakil Komandannya Meninggal Dunia, Otoritas Partai Merahasiakannya

oleh Han Fei

Wu Guohua, mantan wakil komandan Tentara Roket Partai Komunis Tiongkok  meninggal dunia pada awal Juli lalu. Para pejabat partai komunis Tiongkok sempat merahasiakannya. Obituari baru dikeluarkan 21 hari setelah kematiannya.  Dunia luar berspekulasi bahwa kematiannya berhubungan dengan pembersihan tingkat tinggi Tentara Roket oleh otoritas PKT.

Laporan surat kabar di daratan Tiongkok mengklaim bahwa Wu Guohua meninggal dunia karena sakit. Meski demikian, beberapa netizen mengatakan bahwa Wu Guohua bunuh diri dan  terkait dengan fakta bahwa Li Yuchao, komandan Pasukan Roket dibawa pergi untuk penyelidikan.

Yao Cheng, seorang mantan perwira staf letnan kolonel dari Komando Angkatan Laut PKT berkata : “Komandan Tentara Roket (Li Yuchao) dibawa pergi selama rapat, dan sifat penculikannya sangat serius. Pada akhirnya, semua orang mengungkapkan bahwa salah satunya adalah putra komandan (Li Yuchao) belajar di Amerika Serikat, diperkirakan putra komandan yang mengungkapkan semuanya.”

Tak lama setelah Li Yuchao dibawa pergi, ada kabar bahwa Wu Guohua bunuh diri. Kini rumor tersebut telah terkonfirmasi. Namun, Li Yuchao sudah lama menghilang dari situs resminya, dan absen dari upacara kenaikan pangkat militer pada akhir Juni, kini hidup dan matinya masih menjadi misteri.

Analisis percaya bahwa perombakan tingkat tinggi Angkatan Roket  terkait dengan laporan Angkatan Roket yang diungkapkan oleh Akademi Angkatan Udara A.S pada tahun lalu.

Pada Oktober tahun lalu, tak lama setelah Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok, Akademi Angkatan Udara Amerika Serikat secara khusus merilis laporan penyelidikan tentang pasukan Roket PKT. Lapoan mulai dari struktur personel internal militer, struktur organisasi, sistem komando, dan pangkalan logistik, termasuk nama beberapa orang yang bertanggung jawab, semuanya tersedia, dan bahkan lokasi regu pembuatan ditandai dengan jelas.

Yao Cheng berkata : “Saya kaget, karena menurut saya, Pasukan Roket adalah unit dengan tingkat kerahasiaan tertinggi.”

Komentator urusan internasional Tang Hao berkata : “Seseorang di iternal PKT secara pasti telah membocorkan rahasia, dan kebocoran yang terjadi adalah rahasia tingkat tinggi. PKT tidak hanya kehilangan muka sama sekali, tetapi juga mengguncang moral militer PKT.”

“Chosun Ilbo” melaporkan bahwa setelah laporan “Rocket Army Intelligence” AS dirilis, PKT tampaknya mulai menyelidiki kebocoran tersebut.  Media Hong Kong dan Taiwan melaporkannya sebagai penangkapan dan bunuh diri.”

Pasukan Roket  adalah cabang militer strategis yang bertanggung jawab atas rudal balistik nuklir antar benua Tiongkok dan dituduh sebagai ancaman utama bagi Taiwan. Xi Jinping pernah berkata: “Pasukan Roket adalah kekuatan inti dari pencegahan strategis Tiongkok.”

Yao Cheng percaya bahwa saat ini PKT ingin berperang melawan negara asing, tidak hanya melawan Taiwan, tetapi juga melawan Amerika Serikat, dan satu-satunya yang dapat digunakan PKT adalah tentara roket dan misilnya. Sebaliknya, bagi Amerika Serikat, begitu perang dimulai, pasukan roket harus dihancurkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, ketakutan pasukan roket terhadap perang sangat serius.

Yao Cheng: “Fenomena ini telah menyebabkan Pasukan Roket, di satu sisi, enggan berperang, dan di sisi lain, karena ditekan oleh para petinggi Xi Jinping, pasukan ini dapat dikatakan hidup dalam ketakutan, sehingga tidak stabil.

Komentator urusan internasional Tang Hao percaya bahwa pembersihan Pasukan Roket baru-baru ini oleh PKT mungkin bertujuan untuk menyelidiki kebocoran rahasia, dan pada saat yang sama membersihkan “rasa takut akan perang” yang mungkin muncul di Pasukan Roket. Pembersihan pasukan roket juga merupakan upaya lebih lanjut untuk menindak kekuatan anti-Xi  di dalam militer karena takut akan pemberontakan.

Ada juga rumor bahwa apa yang dialami Qin Gang baru-baru ini mungkin disebabkan oleh kedekatannya dengan para petinggi pasukan roket.

Tang Hao: “Jika kita melihat serangkaian peristiwa ini, kita dapat melihat bahwa Partai Komunis Tiongkok tidak hanya mengalami pergulatan internal dalam sistem diplomatik, tetapi juga pergulatan internal dalam sistem militer, atau bahkan pemberontakan. Ada kekuatan yang berkumpul untuk melancarkan serangan balik terhadap Komite Sentral Partai. Oleh karena itu, situasi politik berikutnya di Zhongnanhai mungkin akan ada pertunjukan besar yang akan datang.” (Hui)

Aksi Protes Pecah di Xi’an, Tiongkok Terkait Sumber Daya Pendidikan

Gary Du

Ribuan orangtua setempat yang marah mendatangi beberapa instansi pemerintah di Kota Xi’an, provinsi Shaanxi, Tiongkok pada 21 Juli untuk memprotes kebijakan pemerintah yang mempersempit kesempatan siswa untuk mengenyam pendidikan di sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Para orang tua mengeluh bahwa pemerintah mengizinkan sejumlah besar siswa dari Provinsi Henan untuk berpartisipasi dalam ujian masuk sekolah menengah setempat, dengan menaikkan standar kelulusan. Akibatnya, banyak siswa lokal yang gagal masuk ke sekolah menengah atas dan kehilangan kesempatan masa depan mereka untuk kuliah.

Para orangtua mengepung agen-agen tersebut dan berteriak: “Anak-anak Xi’an menginginkan kursi!” Mereka pergi tak lama setelah tengah malam setelah walikota berjanji untuk menyelidikinya.”

Menurut unggahan di media sosial, 40.000 siswa dari total 100.000 peserta ujian tidak terdaftar sebagai siswa lokal, atau yang disebut sebagai siswa “arus balik”. Registrasi rumah tangga mereka berada di Kota Xi’an, tetapi mereka tidak mendaftar di sekolah mana pun di kota tersebut.

Hal ini menyebabkan nilai kualifikasi mereka naik 16 poin. Mereka yang tidak mendapatkan 600 poin (dari nilai penuh 700) tidak akan bisa masuk sekolah menengah atas dan tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Para orang tua murid  berkumpul di berbagai instansi pemerintah sejak 14 Juli, ketika nilai tersebut dirilis.

Departemen Pendidikan Kota mengklaim pada  18 Juli bahwa total 3.608 siswa yang berpartisipasi dalam “flow-back”, yang hanya 3,5 persen dari total keseluruhan.

Namun, banyak orang tua yang tidak percaya. Mereka mengeluh bahwa hanya ada 80.000 siswa kelas dua di sekolah tahun lalu, jadi bagaimana mungkin ada peningkatan 20.000 siswa hanya dalam waktu satu tahun?

Beberapa orang tua mengangkat spanduk bertuliskan “Anak saya bukan tumbal kebijakan baru atau kebijakan malas,” di depan Pemerintah Distrik Yangling, Kota Xi’an. Beberapa juga melakukan protes di Departemen Pendidikan Provinsi Shaanxi pada  20 Juli. Polisi menahan dua orang ibu-ibu. 

Pada Jumat 21 Juli, para orang tua memadati Pusat Penerimaan Petisi di kota tersebut, di mana warga dapat mengajukan banding atas keputusan yang dibuat oleh kota. Mereka meminta penjelasan resmi. Beberapa berteriak, beberapa memohon, dan beberapa bernyanyi.

Pihak berwenang mengerahkan polisi dengan kendaraan pemblokir sinyal ponsel. Sementara itu, semua unggahan di media sosial yang terkait dengan peristiwa tersebut telah dihapus.

Menurut laporan setempat, Walikota Ye Niuping berbicara dengan perwakilan orangtua murid. Dia berjanji untuk membentuk gugus tugas untuk menyelidiki dan memverifikasi pendaftaran dan nilai dari 3.608 siswa yang “mengalir kembali”.

Kesempatan pendidikan di Tiongkok sangat terbatas dan tidak merata. Provinsi Shaanxi, dengan populasi 40 juta jiwa, memiliki 16 jurusan di 7 universitas yang terdaftar dalam Rencana Universitas Kelas Satu Ganda dari Kementerian Pendidikan Tiongkok. Sementara Provinsi Henan, dengan populasi hampir 100 juta, hanya memiliki 4 jurusan di 2 universitas yang terdaftar. Skor kualifikasi untuk ujian masuk perguruan tinggi di kedua provinsi ini berbeda karena ketidakseimbangan tersebut. Untuk masuk ke perguruan tinggi atau perguruan tinggi yang lebih baik, banyak penduduk Henan yang mengambil resiko melanggar hukum untuk pindah ke Shaanxi.

Pemerintah Berinisiatif Bongkar Praktik Kasus IMEI Ilegal

ETIndonesia- Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pihaknya sejak lama telah berkomitmen membongkar praktik akses ilegal terhadap Centralized Equipment Identity Register (CEIR). CEIR merupakan basis data yang menyimpan nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) dari ponsel yang beredar di Indonesia. 

“Ketika Pemerintah meluncurkan program registrasi IMEI, tentu juga dibarengi dengan upaya untuk bisa mengurangi telepon seluler (ponsel) ilegal yang masuk ke Indonesia. Sehingga, ponsel impor yang masuk Indonesia bersifat legal dan dikenai pajak. Upaya ini juga untuk mendorong tumbuhnya industri ponsel di dalam negeri,” ujar Menperin di Jakarta, Jumat (28/7) dalam siaran persnya. 

Menperin menjelaskan, dalam perjalanannya, tata kelola registrasi IMEI perlu disempurnakan. Salah satu contoh penyimpangan yang terjadi adalah adanya upaya mendaftarkan IMEI secara ilegal. Ia telah menugaskan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kementerian Perindustrian untuk membongkar praktik-praktik ilegal tersebut.

Terkait dengan kasus tindak pidana akses ilegal CEIR, Menperin menyambut baik langkah dari Kepolisian untuk menegakkan aturan yang berlaku. 

“Kami telah mengetahui dan sejak kira-kira setahun lalu telah memerintahkan untuk membongkar praktik-praktik tersebut. Sehingga saat ini merasa senang karena memang telah memberikan arahan terkait itu,” kata Agus.

Menperin juga meminta kepada Kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap hal ini secara menyeluruh dan adil, juga terhadap pihak-pihak terkait yang memiliki akses ke CEIR. Selain Kemenperin, pihak yang dapat mengakses CEIR adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, serta para operator ponsel.

Dalam program pengendalian IMEI dengan CEIR, berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2020, Kemenperin bertugas melakukan pendaftaran IMEI yang berasal dari produsen Handphone, Komputer, dan Tablet (HKT) maupun importir terdaftar HKT.

Untuk menjalankan tugas ini dengan baik, Kemenperin juga telah mengeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1870 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas Pengawasan dan Pengendalian IMEI Nasional. 

“Satuan tugas (satgas) ini terdiri dari perwakilan banyak instansi yang bertugas menangani pengawasan dan pengendalian alat/perangkat telekomunikasi yang terhubung ke jaringan bergerak seluler melalui identifikasi IMEI sesuai dengan kewenangan masing-masing,” pungkas Menperin. (asr)

Menghindari Forum Tingkat Tinggi OBOR, Eropa Menjaga Jarak dengan Xi Jinping dan Putin

oleh Zhang Ting

Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping berencana untuk menyelenggarakan sebuah forum berprofil tinggi untuk mempromosikan inisiatif “One Belt  One Road” yang ia gagaskan beberapa tahun silam, tetapi menghadapi satu masalah yang memusingkan kepala, yaitu pejabat asing yang mau berpartisipasi tidak banyak, terutama beberapa negara Eropa tidak ingin hadir. “Wall Street Journal” menyebutkan bahwa ini mencerminkan hubungan yang tidak lagi harmonis antara Eropa dengan Tiongkok.

Partai Komunis Tiongkok berencana mengadakan forum tingkat tinggi OBOR pada pertengahan bulan Oktober mendatang. Sumber yang mengetahui masalah ini memberitakan Wall Street Journal bahwa pejabat Tiongkok masih sedang gencar mengupayakan kehadiran para pejabat negara asing. Minggu ini, hanya Kremlin yang mengatakan bahwa Putin bersedia hadir. Namun partisipasi Putin semakin mendorong para pemimpin Eropa untuk menghindari forum tersebut.

Sejak pecahnya perang Rusia – Ukraina, Xi Jinping telah menolak untuk menyebut perang tersebut sebagai invasi Rusia ke Ukraina, bahkan meningkatkan hubungan perdagangan dengan Rusia untuk memberi Moskow jalur ekonomi pada saat Barat memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia. Hal mana menambah ketidakpuasan Barat terhadap Beijing.

Pemerintah Tiongkok telah lama menginginkan Eropa bergabung dengan inisiatif infrastruktur OBOR, tetapi para pemimpin Eropa, seperti Amerika Serikat, telah mewaspadai peningkatan ketergantungan pada ekonomi Tiongkok.

Forum tingkat tinggi OBOR tahun ini merupakan yang pertama sejak epidemi melanda dunia,  forum ini akan menguji sejauh mana daya tarik platform diplomatik ekonomi khas Xi Jinping tersebut. Diplomat Tiongkok tentunya akan berusaha sekuat tenaga untuk “mendatangkan” pejabat asing.

Pejabat senior pemerintah mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz saat ini tidak memiliki rencana untuk menghadiri Forum OBOR tahun ini. Menurut seseorang yang mengkoordinasikan rencana perjalanan Perdana Menteri Italia, bahwa Georgia Meloni, Perdana Menteri Italia, juga tidak ada rencana untuk hadir. Meskipun Italia adalah satu-satunya negara di antara tujuh kelompok industri besar (G7) yang telah menandatangani perjanjian Inisiatif OBOR dengan Beijing.

Meloni telah berulang kali mengisyaratkan rencanabya untuk menghentikan perjanjian OBOR. Dia mengatakan kesepakatan tersebut adalah sebuah “kesalahan besar” yang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya, dan ia berjanji mau meninjau kembali kerja sama tersebut.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Swiss mengatakan, bahwa Swiss juga sedang mempertimbangkan apakah akan menghadiri forum tingkat tinggi OBOR tahun ini. Swiss, yang secara historis tergolong negara netral, telah 2 kali mengirim presidennya ke 2 KTT OBOR di waktu lalu. Sedangkan Yunani, yang bergabung dengan Inisiatif OBOR pada 2018, telah memberi tahu Beijing bahwa perdana menterinya tidak akan hadir. Seorang juru bicara pemerintah Ceko mengatakan tidak ada presiden atau pejabat senior yang diharapkan hadir di forum Oktober nanti. Republik Ceko bergabung dengan inisiatif tersebut pada 2015.

Wall Street Journal mengatakan bahwa tingkat kehadiran forum tingkat tinggi OBOR yang rendah akan melemahkan upaya Beijing dalam menciptakan “citra pengaruh globalnya yang terus berkembang”.

Sekarang, seiring dengan Eropa berusaha mengurangi pengaruh ekonomi Tiongkok di Eropa, jadi banyak negara sedang menjauhkan diri dari proyek infrastruktur PKT itu. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pada Maret, bahwa tujuan eksplisit PKT adalah untuk secara sistematis mengubah tatanan internasional sehingga kelak berpusat di Tiongkok. Von der Leyen mengusulkan strategi “mengurangi risiko” Tiongkok. Strategi ini diterima secara luas oleh negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, tetapi menimbulkan kegusaran PKT. Sampai-sampai Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang dalam pidatonya di Forum Davos Musim Panas yang diadakan di Tianjin menentang “de-risking” Barat.

Noah Barkin, seorang ahli yang berfokus pada urusan Eropa dan Tiongkok di firma riset Rhodium Group, mengatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir, negara-negara Eropa telah bersifat terbuka terhadap inisiatif OBOR Tiongkok. Sekarang, persepsi telah bergeser, mereka umumnya menganggap program tersebut sebagai “alat untuk menyebarkan pengaruh Tiongkok (PKT) ke luar negeri”.

Wall Street Journal mengatakan, bahwa sejauh ini, respons Eropa yang lesu terhadap inisiatif tersebut menunjukkan, bahwa lanskap global kini semakin menantang bagi Xi Jinping yang memiliki ambisi diplomatik. Jika di masa lalu negara-negara Eropa pernah mempertimbangkan untuk bergabung dengan OBOR, sekarang mereka malahan ingin bersaing dengannya.

Pada akhir Oktober nanti, pemerintah Eropa akan mengundang para pemimpin bisnis, pejabat, dan kepala negara dari Afrika, Amerika Latin, dan Asia (tidak termasuk Tiongkok) ke forum mereka sendiri untuk mempromosikan rencana infrastruktur “Global Gateway” Uni Eropa senilai USD. 333 miliar. “Global Gateway” ini mencakup dunia, terutama proyek pembangunan infrastruktur di Afrika, Asia, dan Amerika Latin, dan dirancang untuk melawan inisiatif OBOR dari PKT yang pelunasannya “mencekik”.

Para pejabat Barat menuduh inisiatif OBOR membebani negara-negara miskin dengan utang besar, tentunya tuduhan ini dibantah Tiongkok. (sin)

Pakar : Ekonomi Tiongkok Melesu Akan Menyebabkan Resesi Lebih Buruk Daripada yang Dialami Jepang

Jessica Mao dan Olivia Li

Tiongkok saat ini sedang bergulat dengan kesengsaraan ekonomi yang semakin parah, karena ekspor dan permintaan domestik  mengalami penurunan yang terus-menerus, sementara investasi swasta telah berkurang dan sektor real estate yang dulu pernah berkembang pesat kini kehilangan momentum.

Sementara beberapa analis mengatakan bahwa ekonomi Tiongkok kini mengalami stagnasi yang mirip dengan Jepang di awal “Dekade yang Hilang”, ungkap seorang ekonom dengan mengatakan bahwa masalah-masalah yang dihadapi Tiongkok lebih serius dibandingkan dengan masalah-masalah yang dihadapi Jepang di tahun 1990-an.

Dekade yang hilang adalah situasi di mana suatu negara atau wilayah mengalami kemerosotan ekonomi berkepanjangan yang berlangsung sekitar satu dekade. Contoh-contoh umum termasuk Inggris setelah Perang Dunia II, Amerika Latin setelah kemerosotan ekonomi yang berkepanjangan di tahun 1980-an, dan Jepang setelah pecahnya gelembung di tahun 1990-an.

Tak lama setelah Tiongkok merilis data ekonomi kuartal kedua, banyak media Barat menyadari bahwa pemulihan negara ini di kuartal pertama hanya berlangsung singkat. Baru-baru ini, Wall Street Journal meramalkan bahwa “Dekade yang Hilang” di Tiongkok bagi para investor telah terjadi.

Situasi Tiongkok Sangat Berbeda dengan Jepang

Frank Tian Xie, seorang pakar ekonomi, mengatakan kepada The Epoch Times pada 25 Juli bahwa ekonomi Tiongkok jelas berada dalam resesi yang serius.

Xie adalah seorang profesor John M. Olin Palmetto di bidang Bisnis di University of South Carolina Aiken.

Beberapa orang berpikir bahwa Tiongkok mungkin akan mengalami deflasi. Xie mengindikasikan bahwa masih belum pasti apakah deflasi tidak dapat dihindari di Tiongkok. Namun, Tiongkok memang menghadapi masalah serius dengan meledaknya gelembung real estat dan menunjukkan tanda-tanda peringatan dini krisis keuangan.

“Beberapa orang mengatakan bahwa Tiongkok berada dalam situasi yang mirip dengan ‘Dekade yang Hilang’ di Jepang, dan memang ada beberapa kemiripan,” kata Xie.

 “Memang benar bahwa Jepang mengalami kehancuran pasar saham dan kehancuran pasar perumahan pada saat itu, dan ekonomi Jepang melambat sepanjang tahun 1990-an. Faktanya, Dekade yang Hilang lebih dari satu dekade, telah diperpanjang menjadi 20 dan 30 tahun. Namun pada kenyataannya, situasi Tiongkok saat ini masih sangat berbeda dengan Jepang di tahun 1990-an.”

Pertama-tama, investasi berlebihan dan ekspansi perusahaan-perusahaan Jepang yang menyebabkan gelembung real estat dan pemborosan sumber daya adalah tindakan perusahaan, bukan tindakan pemerintah. Jepang, sebagai sebuah negara, tidak secara langsung terpengaruh oleh kebangkrutan perusahaan-perusahaan ini. Sebaliknya, masalah-masalah di Tiongkok disebabkan oleh situasi yang dipimpin oleh pemerintah, kata Xie.

“Berbagai pemerintah daerah di Tiongkok semuanya terlibat dalam real estat. Hutang pemerintah-pemerintah ini, hutang platform pembiayaan, dan hutang yang sangat tinggi dari bank-bank milik negara karena pinjaman real estat adalah masalah pemerintah, atau dengan kata lain, masalah seluruh penduduk,” lanjutnya. 

“Orang kaya dan berkuasa dari Partai Komunis Tiongkok, perwakilan bisnis mereka di industri real estat, dan beberapa pengembang telah diuntungkan oleh hal ini, tetapi pada kenyataannya semua rakyat jelata Tiongkok sekarang terlilit utang, yang sangat berbeda dengan situasi di Jepang.”

Konsumsi, investasi aset tetap, dan ekspor secara bersama-sama disebut sebagai “tiga kereta kuda”, pendorong utama ekonomi Tiongkok.

Xie menunjukkan bahwa di Tiongkok saat ini, semua “tiga gerbong kuda” telah terhenti.

“Tiongkok mengalami penurunan besar untuk impor dan ekspor, pembangunan infrastruktur yang berlebihan, dan permintaan domestik yang lesu, tetapi Jepang tidak mengalami masalah ini. Bagi orang Jepang, tidak pernah ada masalah dengan standar hidup atau tingkat konsumsi, dan mereka juga tidak pernah mengalami tingkat pengangguran yang tinggi seperti di Tiongkok,” lanjut Xie.

Dalam retrospeksi, beberapa analis memberikan beberapa perspektif baru tentang Dekade yang Hilang di Jepang, dengan mengatakan bahwa meskipun ada satu dekade resesi ekonomi, tidak ada masalah sosial yang serius. Selain itu, lingkungan ekonomi Jepang mengalami perubahan yang stabil sejak saat itu, dan perusahaan-perusahaan Jepang juga menyesuaikan diri selama periode ini dan mendapatkan kembali posisi kepemimpinan teknologi mereka karena mereka terus memajukan teknologi mereka. Jadi situasinya sangat berbeda dengan Tiongkok.

Xie berkata : “Jika Anda bersikeras bahwa ada kesamaan, di permukaan, pecahnya gelembung real estat terjadi di kedua negara. Namun dalam hal masalah yang sebenarnya, tidak ada perbandingan sama sekali.”

Hal ini karena tidak ada kerusuhan sosial atau ketidakstabilan politik di Jepang, dan juga tidak ada masalah dengan struktur sosial. Di sisi lain, jika harga rumah di Tiongkok terus menurun, ditambah dengan melonjaknya pengangguran dan menyusutnya pendapatan, kekuasaan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan stabilitas masyarakat akan benar-benar terancam, dan konsekuensinya akan jauh lebih parah daripada yang terjadi di Jepang, kata Xie.

Data Ekonomi Menunjukkan Depresi

Pada Juni, ekspor Tiongkok turun 12,4 persen year-on-year (YoY), penurunan terbesar sejak Februari 2020. Total impor turun 6,8 persen tahun-ke-tahun, turun 2,3 poin persentase dari bulan sebelumnya. Kinerja ekspor dan impor berada di bawah ekspektasi pasar.

Pada 10 Juli, Biro Statistik Nasional Tiongkok merilis data CPI untuk semua provinsi di Tiongkok pada bulan Juni. Diantaranya, CPI di 17 provinsi mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Selain itu, Indeks Harga Produsen (PPI) turun 5,4 persen pada bulan Juni, 0,8 poin persentase lebih tinggi dari penurunan pada  Mei. Ini menandai bulan keenam berturut-turut penurunan yang meluas dan level terendah sejak Januari 2016, menurut data resmi.

Pada 15 Juli, harga penjualan properti residensial di 70 kota besar dan menengah di Tiongkok dirilis sesuai jadwal. Kepala statistik Biro Statistik Nasional menafsirkan data penjualan tersebut, mengatakan bahwa harga penjualan properti residensial secara keseluruhan pada Juni turun dari bulan sebelumnya, dan kinerja pasar real estat pada  Juni masih berada di bawah ekspektasi.

Media pemerintah Tiongkok mengakui bahwa meskipun ada banyak kebijakan stimulus real estate, pasar properti telah mendingin sejak April, karena sebagian besar pembeli rumah yang memiliki kebutuhan untuk membeli rumah masih kurang percaya diri di pasar, dengan sikap “menunggu dan melihat”.

Sejumlah perusahaan properti yang terdaftar di saham A terpaksa dihapuskan dari daftar saham dalam tiga bulan terakhir, karena harga saham mereka berada di bawah satu yuan ($ 0,14) selama 20 hari perdagangan berturut-turut, sementara lebih dari 15 perusahaan properti di Bursa Efek Hong Kong masih ditangguhkan.

Tingkat pengangguran kaum muda yang tinggi di Tiongkok juga  menimbulkan kekhawatiran. Biro statistik melaporkan bahwa pengangguran di antara para pekerja berusia 16-24 tahun mencapai rekor 21,3% pada Juni. Namun, Zhang Dandan, seorang akademisi di Universitas Beijing, mengatakan bahwa jika sekitar 16 juta orang-mereka yang memilih untuk tidak bekerja dan hidup dari orang tua mereka-semuanya dihitung sebagai pengangguran, maka tingkat pengangguran kaum muda yang sebenarnya pada  Maret mencapai 46,5%.

Bahkan dari data ekonomi yang dirilis oleh rezim Tiongkok sendiri, situasi ekonomi saat ini di Tiongkok mirip dengan yang terjadi pada awal “Dekade yang Hilang” di Jepang. Mengingat sejarah panjang PKT dalam memalsukan semua jenis statistik untuk menutupi masalah, kondisi ekonomi Tiongkok yang sebenarnya kemungkinan besar akan jauh lebih buruk.

Kane Zhang berkontribusi dalam laporan ini.

Serangan Balik Ukraina Berhasil Menerobos Masuk Pertahanan Pasukan Rusia, Pembicaraan Damai Rusia Ditolak

 oleh Yu Liang dan Ming Yu

Ukraina mengumumkan bahwa tentaranya berhasil menerobos masuk ke daerah pertahanan pasukan Rusia. Putin mengakui bahwa usulan pembicaraan damainya telah ditolak Ukraina.

Tentara Ukraina : “Brigade ke-35 dan Batalyon Pertahanan Tanah Air “Arii” berhasil menyelesaikan misi mereka, merebut kembali desa Staromaiorske. Ini adalah kemenangan bagi Ukraina”.

Pada Jumat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam videonya menyebutkan bahwa setelah pertempuran sengit, tentara Ukraina akhirnya merebut kembali desa Staromaiorske dan masuk ke garis pertahanan “Gigi Naga” (dragon’s teeth) di Rusia selatan, benar-benar telah memotong jalur pasokan Rusia ke Bakhmut. Hal ini sangat besar artinya.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa pasukan Ukraina bergerak maju secara bertahap menuju ke selatan Bakhmut, dan pertempuran sengit di dekat desa Klishchiivka, Andriivka dan lainnya masih berlangsung.

Namun, Kementerian Pertahanan Rusia membantah telah kehilangan desa-desa tersebut.

Diungkapkan oleh seorang pejabat Rusia, bahwa dalam beberapa minggu terakhir, Ukraina telah menggunakan senjata yang disediakan oleh Barat dan pasukan elit yang dilatih oleh Barat untuk melancarkan serangan balik. Mereka mencoba menerobos masuk di beberapa lokasi di garis depan yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer.  Pertempuran antara pasukan kedua negara terjadi berulang kali, kekuatan tentara Rusia banyak tergerus. Pertempuran sengit berlanjut saat pasukan Ukraina memotong garis pertahanan pertama Rusia dalam serangan besar-besaran di front selatan wilayah Zaporozhye.

Kompleks kantor kementerian dalam negeri di Donetsk yang dikuasai Rusia mengalami kerusakan setelah pemboman pada hari Jumat. Tidak diketahui apakah ada korban. Rusia menuduh Ukraina yang melancarkan serangan itu dan bersumpah akan membalas dendam.

Pada Jumat (28 Juli) Presiden Putin mengatakan pada KTT Rusia – Afrika di St. Petersburg bahwa dirinya siap untuk bernegosiasi dengan Ukraina, tetapi ditolak oleh pihak Kiev.

Putin mengatakan : “Semua masalah seharusnya diselesaikan melalui negosiasi. Tapi masalahnya adalah mereka (Ukraina) menolak untuk berbicara dengan kami.” (sin)

Popcorn and Inspiration: “Dragon, the Bruce Lee Story”

Film yang Menghormati Legenda Layar Seni Bela Diri Tiongkok

Rudolph Lambert Fernandez

Pada 2023 menandai peringatan 50 tahun kematian Bruce Lee, seniman bela diri dan aktor yang lahir di San Francisco. Tahun tersebut juga menandai peringatan 50 tahun film “Enter the Dragon” yang melambungkan Bruce ke ketenaran global, dan peringatan 30 tahun film “Dragon: The Bruce Lee Story” karya penulis naskah dan sutradara Rob Cohen.

Rumor dan kontroversi begitu mengelilingi legenda Bruce sehingga terasa sia-sia untuk mencoba memisahkan fakta dari fiksi. Cohen bahkan tidak mencobanya. Filmnya bukanlah dokumen akurat yang teliti. Sebaliknya, film ini menghibur, menginspirasi, dan merayakan Bruce (Jason Scott Lee) sebagai manusia, mitos, master, dan bintang film.

Dalam film ini, orang tua Bruce mengirimnya kembali ke Amerika, dengan harapan bahwa belajar akan mengalihkan perhatiannya dari pertengkaran yang sepertinya tidak bisa ia hindari di Hong Kong. Mereka pindah ke Hong Kong setelah kelahirannya, dan itulah tempat dia dibesarkan sebagai seorang anak laki-laki. Saat mengajar, dia menyempurnakan pembelajarannya dalam seni bela diri. Dengan menikahi seorang wanita kulit putih, Linda (Lauren Holly), dia menemukan kekuatan dalam melawan rasisme. Manajer Bill Krieger (Robert Wagner), yang melihat pemahaman Bruce terhadap teater, memperkenalkannya pada dunia hiburan. Karisma Bruce melakukan sisanya.

Ini adalah kisah cinta. Ini tentang cinta Bruce terhadap Amerika, cinta terhadap Linda, dan cinta terhadap yang terbaik yang ditawarkan seni bela diri. Adegan pertarungan yang membara terjadi tidak hanya di dalam arena pertarungan tetapi juga di lokasi syuting film, di gym, di klub dansa, bahkan di halaman belakang dapur restoran.

Ini adalah kisah yang jelas, tentang seorang pria yang dikenal karena fisik asketisnya yang menakjubkan. Namun, kisah ini menggambarkan pertempuran terbesarnya sebagai pertempuran spiritual, menempatkannya di atas pertempuran fisik yang tidak diragukan lagi menakutkan baginya. 

Di tengah medan perang ini ada “Iblis,” sosok tinggi besar yang bersenjata dan berlapis baja yang menghantui mimpi ayah Bruce sebelum menghantui Bruce sendiri. Berperan sebagai Iblis, Sven-Ole Thorsen, seorang binaragawan yang hampir tingginya 192 cm, menjulang tinggi terlepas dari apakah Anda melihat Jason yang tingginya 179 cm atau membayangkan Bruce yang tingginya 170 cm.

Dalam tradisi Asia, Iblis mirip dengan gargoyle dalam tradisi Barat: Patung yang menakutkan yang menjaga situs-situs suci, bukan mewakili kejahatan (keegoisan, kesombongan, ketakutan, iri hati, ketamakan) tetapi untuk mengusirnya. Namun, meskipun menakutkan, di sini Iblis mewujudkan bawah sadar Bruce, yang membara di balik (dan di bawah) ketidakamanan sadarnya. 

Bruce Lee (Jason Scott Lee) dan istrinya, Linda (Lauren Holly), dalam “Dragon: The Bruce Lee Story.” (MovieStillsDB)

Pecinta Bruce Lee menganggap adegan puncak di ruangan cermin dalam film “Enter the Dragon” sebagai puncak spektakuler di layar; untuk drama murni, sulit untuk dikalahkan. Namun, Rob Cohen menggambarkannya sebagai pertempuran Bruce dengan dirinya sendiri, ketakutannya, egonya, dan perjuangannya untuk menemukan kepuasan yang terpisah dari ambisinya dan keterikatannya.

Bruce meninggal sebulan sebelum “Enter the Dragon” dirilis. Anehnya, skenario Rob Cohen menampilkan Bruce melindungi putrinya, Brandon dari Iblis; kenyataannya, Brandon meninggal beberapa minggu sebelum film Cohen dirilis.

Melawan Ego

Seniman bela diri jarang dianggap sebagai atlet seperti pelari cepat atau pelari maraton, yang mengimplikasikan lebih banyak seni dan keahlian dibandingkan keolahragaan. Dan seni, atau upaya untuk mencapainya, meresap dalam hidup Bruce: seni tetap menjadi seorang murid sambil mengajar, seni bangkit setelah setiap kejatuhan, seni membangun keseimbangan sambil merangkul ekstrem, dan seni bertahan melalui rutinitas latihan yang melelahkan sebagai syarat untuk keleluasaan yang dia kagumi saat pertarungan sengit.

Dalam film tentang pertarungan ini, Cohen, didukung oleh skor heroik Randy Edelman, menghabiskan waktu yang cukup lama untuk merenungkan rekonsiliasi. Bruce berdamai dengan kekayaan tiba- tiba dan reputasi yang melambung; dia berdamai dengan keluarga Linda yang sebelumnya rasialis, dengan kemunduran akibat cedera serius, dengan penolakan oleh studio film besar, dan dengan pembalikan keadaan akibat cedera hampir fatal.

(Ki – Kanan) Sutradara Rob Cohen, dibintangi oleh Lauren Holly dan Jason Scott Lee, dengan sinematografer David Eggby di lokasi syuting “Dragon: The Bruce Lee Story.” (MovieStillsDB)

Bruce memperingatkan bahwa kerendahan hati tidak boleh disalahartikan sebagai kelemahan. Tentu, dia belajar bahwa rasisme tidak selalu “kehilangan baju (sepadan untuk dipertaruhkan)”. Tetapi sejalan dengan gaya cerdik Cohen, dalam satu pertarungan sengit dengan seorang pengganggu yang rasialis, Bruce kehilangan bajunya dua kali!

Para Aktor

Dengan tepat, kesederhanaan Jason yang memenangkan perannya. Cohen tahu bahwa aktor Tionghoa akan bersorak-sorai dengan peran itu, menjual dengan keras kewarganegaraan mereka, fisik, dan kecakapan bela diri. Tetapi Jason, setelah melihat beberapa aktor berperan sebagai Bruce dengan buruk, dan waspada terhadap mengolok- olok ingatan Bruce dengan memperparah sandiwara itu, berkata, “Saya rasa Anda salah orang.” Seketika itu juga, Cohen tahu bahwa Jason akan sempurna, dan dalam film ini, dia memang sempurna.

Murid seni bela diri Bruce, Jerry Poteet, yang melatih Jason, memberinya nasihat yang sering diucapkan oleh Bruce: “Melihat berarti tertipu, mendengar berarti diperdaya, tetapi merasakan berarti mempercayai.”

Senyuman menenangkan Jason menggantikan fakta bahwa dia tidak terlihat seperti Bruce sebanyak aktor- aktor yang telah memerankan Bruce sebelumnya. Sebagai gantinya, dia berhasil menangkap semangat yang tak terkalahkan, keceriaan, dan “Chi” Bruce seperti yang tidak ada orang lain yang mampu melakukannya.

Linda, dengan suara latar di akhir, dengan penuh haru memberi penghormatan pada kualitas yang sulit dipahami Bruce ketika dia mengatakan bahwa meskipun banyak yang berspekulasi tentang bagaimana Bruce meninggal, dia lebih suka mengingat bagaimana dia hidup. Pada akhirnya, bukankah itulah yang penting? (sun)

Protes Membisu Kawula Muda di Tiongkok,  Dari “Telentang” hingga ‘Empat Tidak’ 

Chen Yuexiu

Baru-baru ini, survei khusus tentang “Status Perkembangan Muda-mudi Guangzhou” yang digelar oleh Komite Kota Guangzhou Liga Pemuda Komunis menunjukkan bahwa hampir 10% mahasiswa dan pekerja muda memenuhi karakteristik “empat tidak”. Empat tidak adalah: Tidak berpacaran, tidak menikah, tidak membeli rumah, dan tidak memiliki anak. Ini adalah gelombang mode baru lainnya di kalangan anak muda di Daratan Tiongkok setelah “involution“, “telentang”, dan “pembiaran”.

Memilih “Empat Tidak” adalah perlawanan diam-diam kaum muda

Selama tiga tahun lockdown epidemi, tingkat pertumbuhan ekonomi Tiongkok hampir turun ke level terendah dalam setengah abad ini, tingkat pengangguran kaum muda telah melebihi 20%. Kaum muda modern di RRT tidak melihat adanya harapan, dan tidak dapat melihat masa depan, sehingga penyebaran cepat dari “kaum muda empat tidak”, telah membentuk gelombang demi gelombang arus perlawanan diam nan putus asa.

Artikel “Saat ini fenomena ‘kaum muda empat tidak’ di kota kita sedang marak, direkomendasikan mengambil berbagai langkah untuk memperkuat pembangunan kota yang berorientasi pada pengembangan kaum muda” yang beredar di internet dicurigai dirilis oleh Komite Liga Pemuda Komunis Kota Guangzhou, yang diantaranya mengatakan bahwa dari pengumpulan 15.501 kuesioner yang valid, telah ditemukan, mahasiswa dan pekerja muda yang memenuhi karakteristik “empat tidak” berjumlah 1.215 orang.

Seorang netizen baru-baru ini berkata, “Saya seorang pria muda empat tidak, tidak mencari pacar, tidak menikah, tidak membeli rumah dan tidak menginginkan anak. Modal untuk berpacaran terlalu tinggi sekarang. Semua sikap dan ketulusan harus diakumulasikan dengan uang. Bukannya saya tidak mau bekerja keras, karena kerja keras tidak ada hasilnya. Sekarang involution begitu serius, pemerintahan RRT agak tidak berdaya. Cinta kebapakan paling besar dari saya adalah bahwa saya tidak akan membiarkan anak-anak saya datang ke dunia ini.”

Linghu Changbing (23), yang pergi ke Amerika Serikat pada tahun lalu, mengenang kondisi kehidupan di Tiongkok sebelum mewabahnya COVID-19 yakni pada masa 2019-an, ia mengatakan bahwa bukannya tidak ingin tidak mencari pasangan – membeli rumah – menikah dan punya anak, melainkan ia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mencapai cita-cita tersebut.

“Waktu itu saya sama sekali belum ada waktu untuk mencari pacar, karena jam kerjanya dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam, bahkan terkadang sampai jam 11 atau 12 tengah malam. liburan setiap bulan hanya sedikit, gaji lebih sedikit lagi, konsumsi sulit, tidak ada interaksi sosial, lebih-lebih jangan berpikir membeli rumah, dan mengatakan bahwa fenomena ‘pemuda empat tidak’ kebanyakan terkonsentrasi di kota, itu justru dikarenakan persaingan di perkotaan semakin ketat.”

Huang Yicheng, seorang pemuda Daratan Tiongkok yang dianiaya karena berpartisipasi dalam “Gerakan Kertas Putih” di Daratan Tiongkok, menunjukkan bahwa banyak rekannya yang lulus dari sekolah Ivy League bergengsi di Amerika Serikat kembali ke Tiongkok dan menjadi “kaum muda empat tidak” yang mendekam di rumah, meskipun latar belakang pendidikannya cukup menonjol, namun saat ini ekonomi Tiongkok merosot dan tingkat pengangguran melejit, mereka juga sangat sulit menemukan posisi mereka sendiri.

Tidak menikah, tidak melahirkan anak, Jumlah Bayi Baru Lahir di Tiongkok Mencapai Titik Terendah Baru

Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Urusan Sipil Tiongkok pada Juni lalu, jumlah pencatatan pernikahan di Daratan Tiongkok pada tahun lalu mencapai 6,833 juta pasang, rekor terendah sejak 1986. Hingga 2022, jumlah bayi baru lahir di Tiongkok telah menurun tajam selama enam tahun berturut-turut, dan pada 2022, jumlah bayi baru lahir telah menurun ke level terendah baru sejak 60 tahun terakhir, hanya 9,56 juta, diperkirakan tahun ini tidak akan melebihi 8 juta anak.

Anak muda yang seharusnya penuh semangat, dipenuhi harapan dan cita-cita memilih untuk tidak menikah hanya karena tidak tahan dengan tekanan hidup. Ma Rui, seorang pemuda dari Hohhot, Provinsi Mongolia Dalam berkata bahwa saat ini anak muda tidak lagi bisa dibodohi, kehidupan sendiri saja sulit untuk dilewati, jika memiliki anak, lalu bagaimana saya bisa merawat mereka.

Ma Rui berkata: “Generasi sebelumnya lantaran dicuci otak oleh Mao Zedong (dibaca: mao ce tung), harus memiliki banyak anak dan menganggap perempuan sebagai alat reproduksi saja, dan ketika mereka merasa jumlahnya sudah cukup, lalu mereka menerapkan kebijakan keluarga berencana. Anak muda saat ini mungkin telah menyaksikan banyak hal, dan tidak mau lagi diarahkan oleh nilai-nilai partai komunis, atau rumor yang disebarkan oleh media berita, mereka hanya percaya pada kenyataan, dapat menjalani kehidupan sendiri dengan baik sudah cukup, mengenai menikah atau tidak, biarlah mengikuti keadaan secara wajar.”

Tuan Gao dari Shenzhen (36) hingga kini belum menikah, ia menyatakan, “Beberapa tahun lalu, para bibi saya sering mendesak-desak, tetapi mereka sekarang tidak lagi mendesak saya, mereka menyuruh saya menjaga diri sendiri dan mengatur kesehatan tubuh sendiri sudah cukup.”

Tuan Liu, penanggung jawab ruang biliar di Provinsi Guangdong menyatakan: “Ketika Anda menikah dan memiliki anak, Anda diperbudak oleh orang lain. Karena kawula muda zaman sekarang melihat usia mereka yang belia dan melihat bahwa mereka tidak tahu bagaimana berbicara, tetapi mereka sangat memahami di dalam hati, dan menyadari bahwa mereka adalah budak, mereka adalah obyek yang disalah-gunakan. Mereka tidak ingin bekerja, tidak ingin menikah dan punya anak, mereka tidak mau melakukan apa-apa lagi, mereka mengerti dengan sangat baik.”

Meningkatkan indeks kebahagiaan Anak muda tidak mau menjadi budak rumah dan tidak membeli rumah

Sebuah postingan yang beredar luas di Daratan Tiongkok tertulis: Anda menghasilkan 20.000 yuan sebulan, Anda dahulu memiliki pinjaman selama 30 tahun dan tidak mampu lagi membeli apartemen dua kamar tidur di kota lapis kedua, misalnya sudah terlanjur beli masih harus mengalami penurunan harga, keuangan keluarga amat sangat rapuh, satu keluarga tiga orang semua harapan ditumpukan pada ujian masuk perguruan tinggi anak dan real estat. Sekarang Anda menghasilkan 20.000 RMB sebulan, jika Anda mengubah gaya hidup Anda, Anda akan menemukan bahwa 20.000 RMB adalah jumlah uang yang sangat besar, apabila Anda membelanjakan semuanya setiap bulan, Anda akan dapat meningkatkan indeks kebahagiaan Anda, asalkan Anda mengenali dengan tepat tiga prasyarat utama yakni ‘tidak beli rumah, tidak menikah dan tidak memiliki anak’.

Tuan Gao dari Shenzhen berkata: Saya dulu kenal sepasang suami-istri dengan pendapatan tinggi, dan mereka membeli rumah seharga beberapa juta yuan, dengan pendapatan yang stabil, mereka dapat melunasi hipotek, serta kehidupan kecil mereka tidak buruk. Tetapi sekarang lingkungan ini memburuk dan pekerjaan hilang, maka bank akan memutus pasokan, semua pembayaran dalam beberapa tahun terakhir telah tiada, tidak ada apa-apa lagi, apalagi orang-orang seperti kita.”

Sulit mencari pekerjaan, menghadapi pengangguran setelah lulus

Foto kelulusan beberapa mahasiswa tahun ini tidak lagi dengan bangga menunjukkan sertifikat kelulusan mereka, juga tidak dengan senang hati melemparkan topi wisuda mereka ke udara, sebaliknya ditampilkan beraneka ragam gaya ‘pembiaran’ dan ‘telentang’.

“Sulit mencari pekerjaan setelah lulus tahun ini? Baiklah! saya akan melakukan pembiaran, tinggal di rumah dan menonton TV sepanjang hari.” Tulis seorang netizen yang sedang berjuang mencari pekerjaan.

Ada netizen yang menulis: “Saya merasa masa muda saya benar-benar tidak berharga sama sekali, dan saya terus bertanya-tanya mengapa saya hidup, terasa sangat mati rasa!”

Penyanyi country ala Daratan Tiongkok Li Zhi menyanyikan lagu “Mereka They”, dengan lirik: “Mereka menunjuk ke kiri, mereka menunjuk ke kanan, mereka memiliki rumah besar sepanjang hidup mereka; kami tidak boleh mengatakan, kami tidak boleh melakukan, betapa indahnya kehidupan kami; kami tidak membuat onar, kami tidak gantung diri, begini saja masih tidak termasuk tulus dan jujur.”

Pada 2016, Alice Iron, yang lulus dari perguruan tinggi teknik di Chengdu, Provinsi Sichuan, jurusan arsitektur, mengakui dirinya sebagai “pemuda empat tidak”, dan pada 2019, ia bekerja di sebuah perusahaan real estate kecil di Chongqing. Ia berkata: “Tahun 2020 baik-baik saja. Sejak 2021, gaji subkontraktor mulai ditunggak, demikian pula, gaji karyawan unit A kami juga ditunggak. Selama periode ini, juga ada PHK, dan PHK pertama adalah insinyur lanskap. Kemudian pada paruh kedua 2022 mulai menunggak gaji, saya sejak awal sudah tak tahan dengan tunggakan gaji, lalu saya mengundurkan diri.” 

“Enam bulan selanjutnya adalah hari mencari kerja dengan penuh susah payah, dan awalnya saya ingin masuk BUMN, tapi belakangan asalkan diterima perusahaan apa saja sudah cukup. Orang tua saya setiap hari memaksa saya untuk mengikuti ujian umum, ujian kejuruan dan ujian wajib militer, pelamar profesional dari kejuruan saya luar biasa banyak, pada dasarnya 200 – 300 orang bersaing untuk mendapatkan satu pekerjaan, tetapi saya gagal lulus setelah dua tahun ikut ujian.”

Resesi ekonomi Tiongkok membuat kaum muda tidak melihat harapan

Lin Zhou (nama samaran), mantan reporter sebuah surat kabar di Daratan Tiongkok menyatakan, “Ekonomi Tiongkok sudah dalam resesi, terutama masalah pekerjaan bagi kaum muda sangat serius. Anda bekerja keras juga tidak bisa, ini adalah kenyataan dari hidup di Tiongkok, dan sangat menyedihkan. Kaum muda empat-tidak adalah manifestasi dari sejenis telentang. Mentalitas seperti ini telah mengubah sikap kehidupan sebelumnya, maka itu ia tidak dapat melakukan keseluruhan pekerjaannya, maka lantas langsung merebah telentang.”

Huang Jinqiu, seorang profesional media senior di Tiongkok menyatakan bahwa bonus dari reformasi dan keterbukaan di masa lalu telah sirna. Sedangkan kebijakan sekarang kebanyakan harus kembali ke era ekonomi terencana Mao Zedong, maka banyak anak muda tidak melihat adanya harapan.

Huang Jinqiu berkata: “Lingkungan saat ini adalah modal asing dan perusahaan asing sedang hengkang, hubungan RRT-AS juga tidak terlalu baik, dan Eropa pun ingin decoupling (melepaskan keterkaitan ekonominya) dari Tiongkok. Perusahaan swasta dan banyak orang kaya Tiongkok juga telah pergi ke Amerika Serikat. Ada banyak anak muda dan kelas menengah juga menempuh jalur imigran gelap dari Amerika Selatan menyelundup ke Amerika Serikat.”

Huang Jinqiu percaya bahwa dalam keadaan seperti itu, kaum muda merasakan bahwa berjuang pada akhirnya hanya bisa menjadi korban sistem ekonomi di Tiongkok. Hanya bisa menjadi manusia kelas paria, selesai berjuang toh juga akan menjadi manusia kelas paria, jadi tidak ada artinya, maka banyak anak muda lantas memilih telentang.

Ji Feng, seorang komentator politik di Beijing menyatakan bahwa banyak teman artisnya di Songzhuang bahkan tidak mampu membayar uang sewa rumah, jadi mereka tak henti-hentinya pindah ke arah Provinsi Hebei dan Yanjiao (kota di sebelah timur tak jauh dari Beijing. Red.). Karena lukisannya tidak laku dijual, begitu ekonominya berantakan, maka tidak ada bos yang membeli lukisan, jadi sang pelukis tak mampu bertahan hidup, apa lagi yang bisa dilakukannya, selain pergi ya tetap harus pergi, saat ini bisa bertahan hidup saja sudah lumayan baik. 

“Coba Anda bertanya kepada kaum muda secara pribadi, kebanyakan dari mereka akan memberi tahu Anda bahwa mereka sudah putus asa terhadap era ini. Mereka sudah tidak dapat lagi melihat harapan, tidak ada harapan sama saja dengan putus harapan, apabila kita masih seperti ini, mungkin dua atau tiga generasi setelah generasi ini tetap tidak memiliki solusi.”

Kaum muda Tiongkok telah kehilangan kepercayaan diri akan masa depan dan tidak melihat harapan, tetapi mereka juga tidak berdaya untuk mengubah situasi ini. Oleh karena itu, mereka hanya dapat melampiaskan ketidakberdayaan dan ketidakpuasan diri melalui “telentang”, “pembiaran” dan “empat tidak”. Seperti yang dikatakan oleh Zhang Ailun, seorang mahasiswi internasional di University of Sydney di Australia: “Ini dapat dianggap semacam revolusi! Semacam perlawanan kaum muda dalam situasi keputus-asaan! Ini mirip dengan jenis non-kooperasi, tetapi juga tidak melawan. Karena semua orang mengetahui bahwa perlawanan itu terlalu sulit, revolusi pertumpahan darah terlalu sulit.” (Lin/Whs)

Kebakaran di Yunani Menyebar Luas, Pesawat Pemadam Hingga Darurat di Sisilia, Italia

Di Yunani, yang dilanda kebakaran hutan, pada 25 Juli dilaporkan terjadi bahwa sebuah pesawat pemadam kebakaran jatuh. Selain itu, kebakaran hutan juga terjadi di negara tetangga Italia, Kroasia, Turki, dan negara lain, serta beberapa bandara terpaksa ditutup.

oleh Ren Hao

Gelombang panas terus melanda Yunani pada  25 Juli.  Suhu kembali melonjak hingga 40 derajat Celcius. Angin kencang meniup udara kering dan panas, membuat kebakaran hutan terus menyebar serta meluas hingga membuat api semakin sulit dikendalikan.

Pemerintah terpaksa mengevakuasi lebih banyak penduduk dari Corfu dan Evia dalam semalam.

Juru bicara pemerintahan Yunani Pavlos Marinakis berkata : “Sudah 12 hari berturut-turut, dan lebih dari 50 kebakaran baru terjadi setiap hari. Artinya, lebih dari 600 kebakaran hutan telah terjadi selama periode ini.”

Pada 25 Juloi, sebuah pesawat amfibi yang terlibat dalam pemadaman kebakaran di Pulau Evia tiba-tiba miring ke kanan setelah menyemburkan air dan jatuh di hutan, api dan asap tebal mengepul dari tempat kejadian.

Angkatan Udara telah mengirimkan helikopter untuk operasi penyelamatan dan mencari dua pilot di dalamnya.

Saat ini, setidaknya 10 negara Uni Eropa  telah mengirimkan 500 petugas pemadam kebakaran, 100 truk pemadam kebakaran, dan 7 pesawat pemadam kebakaran untuk bergabung dengan badan pemadam kebakaran lokal di Yunani. Israel, Mesir, dan negara lain juga telah mengirimkan tim pemadam kebakaran untuk mendukung mereka.

Pada  25 Juli, suhu tertinggi di Sisilia, Italia mendekati 48 derajat Celcius. Kebakaran hutan terjadi di dekat banyak kota  dan sejumlah besar turis segera melarikan diri.

Kebakaran hutan melahap pepohonan di sepanjang beberapa jalan raya di ibu kota, Palermo. Saat api menyebar ke sekitar bandara, Bandara Palermo ditutup sementara pada 24 Juli.

Selain itu, kebakaran hutan terjadi di wilayah Dubrovnik di resor Adriatik di Kroasia dan Kemer, kota resort Mediterania di Turki dan sejumlah besar penduduk dievakuasi.

Afrika, di pantai selatan Laut Mediterania, juga tak luput dari  kebakaran hutan. Aljazair memberi tahu pada tanggal 25 bahwa kebakaran telah menewaskan 34 orang, termasuk 10 tentara yang membantu evakuasi orang-orang. Setidaknya 197 lainnya terluka.

Saat ini, Aljazair telah mengerahkan sekitar 8.000 petugas pemadam kebakaran dengan melibatkan 530 mobil pemadam kebakaran. (Hui)

Pew Research Center : Separuh Orang AS Memandang Pemerintahan Partai Komunis Tiongkok Sebagai Ancaman Terbesar Bagi Amerika Serikat 

oleh Li Xin

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga think tank Amerika Pew Research Center menunjukkan bahwa setengah dari responden orang Amerika memandang pemerintah komunis Tiongkok sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat.

Pada Kamis (27 Juli) Pew Research Center merilis sebuah hasil survei yang menunjukkan bahwa ketika ditanya secara terbuka soal negara mana yang dianggap sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat, 50% responden memilih pemerintah komunis Tiongkok. Angka ini hampir mencapai 3 kali lipat lebih banyak dari responden yang menjawab Rusia (17%).

4% responden lainnya percaya bahwa tidak ada negara di dunia yang menjadi ancaman terbesar bagi Amerika Serikat.

Hanya 2% orang Amerika yang menganggap Korea Utara sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat, dan 2% lainnya menganggap bahwa ancaman terbesar bagi Amerika Serikat adalah Amerika Serikat sendiri.

Selain Tiongkok, Rusia, Korea Utara, dan Amerika Serikat sendiri, tidak ada negara lain yang dianggap oleh lebih dari 1% responden AS sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat. Hampir seperempat responden (24%) tidak menjawab, tetapi hal ini biasa terjadi pada pertanyaan yang terbuka.

Meskipun sulit untuk membandingkan tanggapan dari tahun ke tahun, tetapi “Orang Amerika tidak selalu memandang Tiongkok sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat”, Demikian laporan tersebut mencatat. Ketika Pew Research Center terakhir kali menanyakan pertanyaan semacam itu pada 2019, jumlah persentase yang menganggap Tiongkok atau Rusia adalah ancaman terbesar bagi Amerika Serikat adalah setara. Pada 2014, ancaman terbesar di mata orang Amerika adalah Rusia. Pada 2007 adalah Iran.

Pew RC menambahkan bahwa survei tersebut mencerminkan bahwa pandangan orang Amerika terhadap Tiongkok menjadi semakin negatif dari waktu ke waktu, terutama sejak tahun 2020. Jajak pendapat tersebut berlangsung antara 20 – 26 Maret 2023, yang diikuti oleh lebih dari 3.500 orang dewasa AS.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa meskipun masih ada perbedaan partisan dan ideologis mengenai masalah ini, baik Partai Demokrat maupun Republik sekarang percaya bahwa pemerintah komunis Tiongkok adalah ancaman terbesar yang dihadapi Amerika Serikat. Partai Republik dan independen yang condong ke Republik merupakan bagian terbesar, yakni mencapai 63%, dibandingkan dengan Demokrat dan independen condong ke Demokrat yang hanya 40%.

Selain itu, ada perbedaan usia dan jenis kelamin. Sekitar 61% orang Amerika berusia 65 tahun ke atas percaya bahwa Tiongkok adalah ancaman terbesar yang dihadapi AS, dibandingkan dengan 36% orang Amerika berusia 18 hingga 29 tahun yang tidak menganggap sebagai ancaman. Responden pria juga lebih cenderung memandang Tiongkok sebagai ancaman terbesar dibandingkan dengan wanitanya, masing-masing berbanding 59 : 42.

Selain itu, dalam menanyakan kepada responden soal negara mana yang mereka yakini sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat, para instruktur juga meminta responden untuk menyertakan pertimbangan dari perspektif ekonomi dan keamanan nasional.

Hampir semua responden yang memandang Tiongkok sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat percaya bahwa Tiongkok setidaknya merupakan ancaman yang cukup besar bagi ekonomi dan keamanan nasional AS. Sekitar 1/3 responden percaya bahwa pemerintah komunis Tiongkok yang menimbulkan ancaman besar bagi ekonomi dan keamanan nasional AS. (sin)

Sudut Pandang “Teori Evolusi” Bab 1a : Teori Evolusi adalah Hipotesa yang Belum Terbukti (I)

Seekor beruang melompat ke dalam air dan mulai berenang, agar bisa bernafas beruang membuka mulutnya semakin lebar, kepalanya semakin ditengadahkan, untuk menjaga hidungnya tetap muncul di atas air. Seiring dengan semakin tinggi kepalanya menengadah, mulutnya semakin menganga lebar, beruang yang berenang itu pun lambat laun berubah menjadi seekor ikan paus.

Orang yang mengarang cerita ini adalah Darwin, ia mengemukakan “Teori Evolusi Biologi”, yang lebih lanjut disimpulkan oleh generasi berikutnya sebagai asal muasal manusia dan spesies di bumi ini dengan alur cerita sebagai berikut: 

Sekitar 4 milyar tahun silam, di tengah lingkungan atmosfir lautan dan bumi purba yang begitu panas tak terkira, ada proses pemasakan sepanci besar sup kental yang penuh dengan bahan kimia sebagai bahan baku, yang disebut “sup primitif”. Di dalam sup dari panci itu, melalui proses reaksi bahan-bahan kimia yang bersintesis menjadi senyawa organik, yang bertabrakan dan menimbulkan biomolekul, membentuk suatu sel yang paling primitif, lalu bertabrakan lagi secara bertahap menimbulkan makhluk bersel, lalu menjadi tanaman air, hewan air, perlahan merangkak ke darat dan menjadi hewan amfibi dan reptil, dan berubah lagi menjadi hewan mamalia, lantas berubah menjadi kera yang naik ke atas pohon, kemudian balik turun lagi ke darat menjadi manusia kera, akhirnya berevolusi menjadi manusia modern yang beradab.

Dengan kata lain, kehidupan paling awal di bumi ini berasal dari sepanci sup primitif yang berisikan campuran anorganik. Leluhur umat manusia jika terus ditelusuri ke kakek, dan kakek buyut, hingga leluhur sampai pencipta… leluhur pada fase tertentu adalah kera, dan leluhur yang paling-paling-paling awal adalah sepanci “sup primitif”. 

Siapakah Charles Darwin sebenarnya? Bagaimana Darwin mengemukakan Teori Evolusi Biologi? Mari kita telaah sebagai berikut:

1. Bagaimana Darwin Mengemukakan “Teori Evolusi”?

Ahli biologi Inggris bernama Charles Robert Darwin (1809-1882), hidup pada masa kejayaan inggris, yakni pada zaman Viktoria, era ini merupakan salah satu era keemasan perkembangan ilmu pengetahuan yang dipenuhi dengan teori fisika dan kimia mutakhir. Daerah koloni Inggris pada masa itu tersebar di seluruh dunia, menjadikannya sebagai salah satu negara termakmur di dunia, lingkungan seperti itulah yang telah memberikan kondisi sangat menguntungkan bagi penelitian secara murni dari teori Darwin.

Darwin terlahir di suatu keluarga yang kaya raya di Shrewsbury, Inggris, pada 12 Februari 1809, sebagai anak kelima dari enam bersaudara. Kakek dan ayah Darwin berprofesi sebagai dokter. Sedangkan ibunya berasal dari keluarga terpandang Wedgwood yang terkenal di bidang industri keramik, sang ibu meninggal dunia saat Darwin masih berusia 8 tahun. Pengaruh sang ayah sangat besar terhadap kehidupan Darwin²*.

Dalam buku “On the Origin of Species” edisi pertama, Darwin menjelaskan cerita beruang hitam berubah menjadi ikan paus. (Sumber: “On the Origin of Species” edisi pertama

Dalam autobiografinya Darwin menuliskan, “Saya percaya ayah dan seluruh guru menilai saya sangat biasa, IQ saya lebih rendah daripada rata-rata.” Ayahnya pernah berkata padanya, “Jika kau hanya berfokus pada berburu, pelihara anjing, dan menangkap tikus, di kemudian hari kau akan kehilangan muka, dan keluarga pun akan malu.”

Darwin menuliskan, “Karena di sekolah saya tidak bisa apapun, ayah dengan bijak memberhentikan sekolah saya sejak dini, tadinya bersama kakak, kami berdua sekolah di University of Edinburgh.” Setelah dua semester kuliah, sang ayah melihat Darwin tidak akan bisa menjadi dokter, maka ia memindahkannya mempelajari teologi, dan dipersiapkan untuk menjadi seorang pendeta.

Demi menjadi pendeta, maka pada 1828 Darwin menuruti perintah sang ayah dan menempuh studi tiga tahun di University of Cambridge, hal ini sesuai dengan rencana yang ditetapkan oleh sang ayah, Darwin berhasil lulus ujian dan meraih gelar Bachelor of Arts (BA) pada 1831, dan waktu itu usianya 22 tahun. John Henslow, seorang guru botani dari University of Cambridge, sangat berpengaruh terhadap perkembangan profesi Darwin di kemudian hari.

Pada musim panas 1831, nahkoda kapal layar AL Kerajaan Inggris HMS Beagle yakni Kapten Fitz-Roy telah merencanakan suatu pelayaran jarak jauh, dengan berlayar ke arah Amerika Selatan, Kepulauan Hindia Timur dan sekitarnya. Nahkoda itu berniat mengundang seorang naturalis muda dalam pelayarannya, yang bertugas mengumpulkan berbagai spesimen di sepanjang perjalanan, untuk dikirim kembali ke Inggris agar diteliti oleh para akademisi. Profesor Henslow lantas merekomendasikan Darwin.

Dari Desember 1831 HMS Beagle berlayar hingga Oktober 1836 tiba di Falmouth, Inggris, Darwin telah berlayar bersama HMS Beagle selama hampir 5 tahun, termasuk juga melewati Kepulauan Galapagos yang merupakan wilayah Ekuador di Amerika Selatan. Dalam pelayaran itu, Darwin telah menikmati berbagai pemandangan di seluruh dunia, termasuk hutan hujan primitif, lapisan tanah (stratum), gunung berapi, serangga, unggas, hewan mamalia, dan adat istiadat berbagai suku bangsa, keragaman spesies yang unik telah meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi dirinya. Dia pun mulai mengumpulkan berbagai spesimen sesuai instruksi.

Hingga 1859, yakni 23 tahun setelah pelayaran HMS Beagle tersebut berakhir — di saat Darwin berusia 50 tahun, demi menjelaskan asal usul spesies, dorongan kuat untuk menambahkan penemuan ilmiah semunya bagi ilmu pengetahuan, walaupun tingkat pemahaman ilmu pengetahuannya terhadap kehidupan masih sangat terbatas, Darwin tetap saja menerbitkan buku “On the Origin of Spesies” itu, dan mengemukakan “teori evolusi”.

Sketsa “pohon kehidupan” Darwin (sumber: “On the Origin of Species” edisi pertama)

Kalimat pertama pada kata pengantar “On the Origin of Spesies” itu Darwin menuliskan: “Di sini saya akan mencoba untuk memberikan gambaran singkat, tetapi saya khawatir tidak sempurna, tentang kemajuan opini mengenai Asal-Usul Spesies. (I will here attempt to give a brief, but I fear imperfect, sketch of the progress of opinion on the Origin of Species.)” Kalimat ini benar-benar telah mencerminkan sikap keraguannya yang pada waktu itu ia merasa tidak sepenuhnya menguasai tentang teorinya sendiri.

Yang perlu diingatkan kepada pembaca adalah, yang dikemukakan oleh Darwin itu hanyalah suatu pandangan individu, suatu dugaan, suatu hipotesa yang masih harus dibedah dan dibuktikan lebih lanjut oleh para generasi penerus. Bayangkan jika pada masa itu Darwin memiliki sebuah mikroskop dan pengetahuan biologi molekuler seperti sekarang ini, melihat betapa rumit dan halusnya struktur serta fungsi sel, masih tetapkah Darwin akan mempublikasikan buku “On the Origin of Species”?

Darwin meninggal dunia pada 1882, tutup usia 73 tahun. Dalam autobiografinya ia menuliskan: “Jika saya bisa hidup dua puluh tahun lebih lama, juga masih boleh bekerja, betapa saya sangat ingin merevisi buku ‘On the Origin of Species’, seluruh pandangan di dalamnya patut untuk direvisi.” Terlepas dari apa maksud kata “revisi” itu, pada hari ini, perangkat teori Darwin tentang asal usul manusia dan spesies, memang patut ditinjau ulang.

Selanjutnya akan kami jelaskan isi konkret dari “teori evolusi”, memilah kesalahan logika hipotesa teori evolusi, menjabarkan berbagai eksperimen dan hasil yang dilakukan banyak orang untuk membuktikannya, begitu pula sejumlah fakta-fakta ilmiah dan komentar sejumlah ilmuwan terhadapnya. 

2. Konten Mendasar Hipotesa Teori Evolusi

Begitu menyebut “teori evolusi”, pada umumnya orang-orang akan merasa bahwa itu adalah sebuah teori yang telah diakui oleh kalangan ilmiah, sebenarnya tidak demikian. Sejak lahirnya teori evolusi sampai hari ini, sama sekali tidak pernah dibuktikan, dan masih berupa sebuah hipotesa atau dugaan.

Kita mulai dengan “beruang berubah menjadi ikan paus” pada awal cerita, kedengarannya seperti dongeng atau kisah fiksi, yang dituliskan oleh Darwin dalam buku “On the Origin of Species” edisi pertama, yang hampir seperti hipotesa teori evolusi Darwin versi yang dipadatkan. Seorang ahli geologi Inggris yakni Sir Charles Lyell meragukan cerita “beruang menjadi ikan paus” itu, maka dalam edisi berikutnya Darwin pun menghapus kisah tersebut. “Teori evolusi” yang dikemukakan Darwin, memiliki dua asumsi yang krusial, yaitu:

2.1 Nenek Moyang Yang Sama, Evolusi Spesies

Darwin berpendapat (gambar bawah “I think”) bahwa semua makhluk hidup berevolusi dari nenek moyang yang sama, dan makhluk hidup dapat berevolusi dari satu spesies menjadi spesies yang lain. Berdasarkan keterkaitan akan bentuk, struktur, dan karakter setiap jenis makhluk hidup, ia menggambarkan sebuah pohon evolusi (evolutionary tree), yang disebut juga “pohon kehidupan” (the Tree of Life, red.)

Spesies diurutkan berdasarkan urutan waktu kemunculannya, dari bagian batang utama pohon perlahan berevolusi sampai ke cabang, ranting dan daunnya. Sebuah pohon evolusi memiliki sejumlah simpul (node, red.), dan setiap simpul mewakili satu spesies, sedangkan garis di antara simpul melambangkan hubungan antar spesies, contoh: Darwin berasumsi manusia dan kera memiliki nenek moyang yang sama, jadi di belakang manusia dan kera ada sebuah garis yang menunjukkan nenek moyang yang sama, begitulah pikir Darwin. (Sud/Whs)

Bersambung 

Mikrobioma Usus yang Membantu Anda Hidup Hingga 100 Tahun

Para peneliti melihat lebih dekat pada bakteri — dan virus di dalamnya — yang ditemukan pada centenarian Jepang

George Citroner

Para peneliti menemukan mikrobioma usus yang berbeda saat memeriksa 195 centenarian (orang yang berusia lebih dari 100 tahun) dari Jepang dan Sardinia yang dapat membuka rahasia segmen umur panjang populasi yang luar biasa ini, tulis sebuah studi baru yang diterbitkan di Nature Microbiology.

Penelitian ini merupakan lompatan maju yang signifikan dalam memahami peran penting yang dimainkan oleh mikrobioma usus dalam menjaga kesehatan dan memerangi penyakit.

“Kami selalu ingin mengetahui mengapa beberapa orang hidup sangat lama,” penulis pertama studi Joachim Johansen, dari Program Penyakit Menular dan Mikrobioma di Broad Institute of MIT dan Harvard, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa bakteri usus warga Jepang kuno menghasilkan molekul baru yang membuat mereka kebal terhadap patogen — yaitu, mikroorganisme penyebab penyakit.”

Joachim lebih lanjut menekankan bahwa sifat pelindung dari mikrobioma unik orang-orang ini kemungkinan besar berkontribusi pada rentang hidup mereka yang lebih lama.

Virus Memainkan Peran Kunci dalam Kesehatan Usus

Mikrobioma usus terdiri dari triliunan mikroorganisme (bakteri, virus, jamur) dalam sistem pencernaan manusia. Tidak seperti bagian tubuh lainnya, sangat dinamis dan responsif terhadap faktor lingkungan, seperti asupan, pengobatan, dan stres.

Para peneliti menemukan bahwa virus sangat penting dalam menjaga mikrobioma yang sehat dan kesehatan secara keseluruhan.

Menurut penelitian, di antara tiga kelompok — orang dewasa muda, orang berusia antara 60 dan 99 tahun, dan centenarian— centenarian memiliki virome (kumpulan virus) yang paling beragam, termasuk virus yang sebelumnya tidak dikenal yang terkait dengan bakteri usus Clostridia.

Virus ini terutama menginfeksi sel bakteri, dan mengingat banyaknya jenis bakteri di usus kita, ada banyak virus bakteri.

Para peneliti telah menggunakan algoritma yang dirancang khusus untuk memetakan bakteri usus dan virus bakteri pada centenarian, yang bertujuan untuk memahami dinamika flora usus dan mengidentifikasi bakteri menguntungkan untuk meningkatkan kesehatan dan umur panjang.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan mikrobioma usus dengan berbagai hasil kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, dan masalah kesehatan mental. Meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, mikroorganisme di usus kemungkinan memengaruhi sistem kekebalan dan organ lain untuk mempertahankan fungsi yang sehat dan melindungi dari penyakit.

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, ketika virus menginfeksi bakteri usus, itu dapat meningkatkan kekuatan bakteri tersebut. Virus yang ditemukan pada centenarian Jepang yang sehat mengandung gen yang mendorong bakteri dan memfasilitasi transformasi molekul tertentu di usus, menstabilkan flora usus dan mengurangi peradangan.

Pentingnya Hidrogen Sulfida

Dalam wawancara email dengan The Epoch Times, Colby Kash, kepala operasional, dan salah satu pendiri Camelot Bio- Capital dan penulis “The Autoimmune Plague: How to Regain Sovereignty Over Your Body and Life” (Wabah Autoimun: Cara Mendapatkan Kembali Kedaulatan Atas Tubuh dan Hidup Anda), mencatat pentingnya zat tertentu yang terkait dengan virus yang diidentifikasi dalam studi mikrobioma centenarian.

“Gen tambahan [ditemukan dalam virus] mendukung produksi hidrogen sulfida, yang diketahui memiliki efek umur panjang yang menguntungkan dalam jumlah yang tepat,” kata Colby.

Menurut penelitian, puasa mendorong produksi hidrogen sulfida, yang mungkin menunjukkan manfaat kesehatan tertentu. Senyawa  ini  mendukung   ketahanan usus dan ketahanan terhadap patogen usus.

Bagaimana Mikrobioma Berubah, Penuaan Saling Memengaruhi

Apakah degradasi mikrobioma menyebabkan proses penuaan, atau apakah proses penuaan menyebabkan degradasi mikrobioma?

Mirip dengan bagaimana mikrobioma berbeda pada mereka yang kelebihan berat badan atau memiliki penyakit autoimun tertentu, tampaknya ada hubungan dua arah, ujar Colby Kash kepada The Epoch Times.

“Penuaan dapat berkontribusi pada pergeseran mikrobioma, dan pergeseran mikrobioma dapat berkontribusi pada penuaan,” katanya.

Colby Kash juga mengatakan kondisi penyakit dan pensinyalan di seluruh tubuh dapat memengaruhi mikrobioma dan mikrobioma yang tidak seimbang dapat berkontribusi pada masalah kesehatan secara keseluruhan.

Misalnya, individu dengan gangguan stres pasca-trauma mengalami pelepasan neurotransmiter dan hormon kronis karena trauma psikologis, yang berpotensi mengubah lingkungan mikroba.

“Sedangkan sebaliknya, pertumbuhan berlebih dari bakteri patogen dapat menghambat rangsangan saraf vagus ke otak sehingga menimbulkan kecemasan atau insomnia,” ujarnya.

KESEHATAN USUS

Cara lain untuk meningkatkan mikrobioma usus meliputi:

• Mengonsumsi makanan yang beragam: Penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan yang beragam menghasilkan mikrobioma yang lebih beragam dan mudah beradaptasi. Disarankan untuk mengonsumsi berbagai makanan nabati dan hewani.

• Berfokus pada makanan nabati: Bakteri bermanfaat seperti Bifidobacteria dapat mengurangi radang usus dan meningkatkan kesehatan usus. Mengonsumsi buah dan sayuran telah terbukti dapat meningkatkan kadar Bifidobacteria pada manusia.

• Mengonsumsi makanan fermentasi: Asupan 10 minggu yang kaya akan makanan fermentasi, seperti yogurt, kefir, keju cottage fermentasi, dan kimchi, terbukti meningkatkan keanekaragaman mikrobioma dan meningkatkan respons imun, menurut para peneliti Universitas Stanford.

Bagaimana Pengobatan Modern Dapat Menyakiti Usus

Beberapa faktor menonjol sebagai penyebab potensial perubahan mikrobioma seiring bertambahnya usia, termasuk gaya hidup yang tidak aktif, penurunan produksi hormon seperti testosteron dan hormon pertumbuhan, dan penggunaan antibiotik. Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa meskipun penggunaan antibiotik telah merevolusi perawatan medis, obat ini dapat secara signifikan mempengaruhi kesehatan mikrobioma, yang berdampak buruk pada kesehatan secara keseluruhan.

Antibiotik mengganggu keseimbangan mikroba, membahayakan jaringan dalam komunitas bakteri dan hubungan inang- mikrobiota. Gangguan ini menyebabkan munculnya bakteri yang kebal antibiotik, membuat perawatan klinis menjadi sulit.

Cara yang Didukung Sains untuk Meningkatkan Mikrobioma Usus Colby menyoroti pentingnya mikrobioma yang beragam dan kuat, menjelaskan bahwa hal itu mendorong stabilitas dan memungkinkan mikroba yang bermanfaat untuk mengalahkan yang berbahaya.

Menurut Colby, penelitian yang dipublikasikan di Nature Microbiology mengidentifikasi efek peningkatan kesehatan yang dapat dipromosikan dengan memodifikasi pola makan.

“Makalah itu menyebutkan virome menyebabkan peningkatan aktivitas litik,” katanya. 

“Ini adalah saat tubuh mendaur ulang sel dan organel tua yang rusak. Ini juga bisa dicapai melalui puasa.” (ajeng)

Meneliti Lebih Dalam Film Pelapis Produk Edipeel

Apakah lapisan pelindung baru buah dan sayuran ini merupakan solusi untuk limbah makanan ataukah potensi bahaya kesehatan?

Conan Milner

Buah dan sayur adalah pilihan makanan sehat—tetapi tidak dapat bertahan lama. Sebelum Anda sempat memakan buah alpukat, jeruk, atau apel, mungkin mereka telah rusak.

Hanya dalam beberapa hari setelah pembelian, banyak dari makanan yang mudah rusak ini dapat berubah menjadi limbah makanan.

Ini bukan hanya masalah dalam rumah tangga, namun merupakan kewajiban di seluruh rantai pasokan. Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), antara 30 dan 40 persen pasokan makanan nasional Amerika Serikat tidak pernah sampai ke perut.

Satu perusahaan telah mengembangkan produk yang ditujukan untuk mengatasi masalah ini dengan secara substansial meningkatkan umur simpan makanan yang cenderung cepat rusak.

Perusahaan itu bernama Apeel Sciences, dan solusi mereka untuk limbah makanan disebut Edipeel, yakni lapisan film tipis, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna yang digunakan untuk melapisi buah dan sayuran. Edipeel ini dirancang untuk memperlambat hi- langnya kelembapan dan mengurangi oksidasi pada produk sehingga lebih memungkinkan untuk melakukan perjalanan dari pertanian ke meja makan.

Anda mungkin belum menyadari lapisan tak kasat mata ini, tetapi mulai beberapa tahun yang lalu, Edipeel hadir untuk melapisi berbagai produk pangan dari seluruh dunia. Dan jangkauannya terus berkembang. Pada Mei, Apeel bermitra dengan petani lemon dan alpukat utama yang berbasis di California, Limoneira, untuk melapisi produk mereka. Limoneira juga memiliki hak untuk melisensikan Edipeel kepada produsen lemon lainnya.

Dalam upaya bersama untuk memperlambat pemborosan makanan, tujuan utamanya adalah menjadikan Edipeel sebagai standar industri. Pemilik Limoneira Harold Edwards mengatakan tujuannya adalah untuk melapisi setiap lemon di dunia dengan lapisan Apeel.

Dengan klaim bahwa Edipeel dapat memperpanjang umur simpan produk hingga lima kali lipat dari yang seharusnya, mudah untuk melihat daya tarik petani dan distributor.

Namun, beberapa dokter, pendukung makanan, dan konsumen tidak begitu yakin.

Sebagian besar kecurigaan datang dari organisasi yang berpikiran globalis di belakang perusahaan. CEO dan pendiri Apeel adalah Pemimpin Global Muda Forum Ekonomi Dunia. Dan hibah yang digunakan untuk memulai perusahaan pada tahun 2012 berasal dari Bill and Melinda Gates Foundation.

Namun, kekhawatiran tentang Edipeel melampaui afiliasinya. Kekhawatiran yang sama muncul dengan aditif makanan baru: Apakah itu sehat, dan apakah aman?

Itu tergantung pada siapa Anda bertanya. Regulator di seluruh dunia menjamin keamanan Edipeel. Namun, pembatasan dapat bervariasi. Produk ini diizinkan untuk digunakan pada semua buah dan sayuran di Kanada, Chili, Tiongkok, Kolombia, Jepang, Kenya, Meksiko, Peru, dan Afrika Selatan, tanpa batasan. Namun, di Uni Eropa, Norwegia, Swiss, dan Inggris Raya, Edipeel hanya diizinkan pada produk yang kulitnya tidak  biasa dikonsumsi: alpukat, jeruk, mangga, pepaya, melon, pisang, nanas, dan delima.

Edipeel secara umum diakui aman (GRAS) oleh Food and Drug Administration AS, dan bahkan  telah disetujui untuk melapisi produk organik bersertifikat.

Terbuat Dari Apa?

Premis Edipeel bukanlah hal baru. Lapisan film pelindung makanan telah ada selama ratusan tahun. Distributor makanan telah melapisi produk dengan berbagai lilin yang dapat dimakan sejak tahun 1920-an untuk menjaga kesegarannya.

Pelapis makanan warisan ini dibuat utamanya dari tanaman. Lilin Carnauba misalnya, berasal dari pohon palem Brasil.

Tapi apa sebenarnya Edipeel itu? Situs web perusahaan mengklaim bahwa itu adalah nabati, vegan, non-transgenik, dan “hanya terdiri dari bahan-bahan kelas makanan yang terbuat dari bahan yang ada di kulit, biji, dan ampas dari semua buah dan sayuran yang sudah kita konsumsi.”

Tapi sumber yang pasti dari pelapis film makanan ini tidak begitu jelas. Perusahaan memberikan banyak detail tentang apa yang tidak dikandungnya — terutama alergen makanan yang umum, seperti kedelai, gandum, dan kacang tanah.

Namun, bahan mentah sebenarnya untuk lapisan Apeel dapat bervariasi. Menurut sebuah artikel tahun 2016 di The New York Times, Edipeel dibuat “menggunakan daun, batang, kulit pisang, dan bahan tanaman segar lainnya yang tertinggal setelah buah dan sayuran dipetik atau diolah.”

Menurut situs web Apeel, elemen dasar yang digunakan perusahaan dapat ditemukan di hampir semua jenis tanaman.

“Kami berusaha keras untuk memilih dan menyesuaikan bahan kami berdasarkan kese- imbangan keberlanjutan dan ekonomi,” kata perusahaan itu.

Apa yang Membahayakan?

Materi sumber bukanlah yang menimbulkan kekhawatiran, melainkan berubah men- jadi apa. Kritikus Edipeel mengutuk perubahan kimia dari sisa makanan olahan ini yang akhirnya dapat Anda konsumsi.

Meski mungkin berasal dari sisa  buah dan sayuran, Edipeel adalah sejenis lemak. Dalam aplikasi GRAS mereka untuk FDA, Apeel menjelaskan bahwa produk mereka diproduksi melalui “esterifikasi asam lemak yang dikatalisis dengan gliserol yang dilindungi” dan “deproteksi yang dikatalisis dari ester lemak yang dilindungi.”

“Sisa pelarut dan reaktan ini dipantau untuk memastikan produk mematuhi peraturan makanan yang sesuai,” kata dokumen tersebut. Produk akhirnya adalah pengemulsi yang dikenal sebagai monogliserida dan digliserida, yang juga merupakan jenis lemak trans.

Lemak trans biasanya dibuat dari minyak (biasanya kedelai atau kanola) yang cair pada suhu kamar tetapi diubah menjadi lemak padat pada suhu tersebut. Tujuan dari proses ini adalah untuk memperlambat ketengikan dan memperpanjang umur simpan. Berkat atribut ini, lemak trans menjadi bahan utama makanan olahan selama beberapa dekade. Tetapi ketika banyak bukti mengungkapkan bahwa lemak yang diubah secara kimiawi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, produsen makanan perlahan-lahan meninggalkannya. 

Pada 2016, FDA menetapkan bahwa lemak trans “tidak aman untuk dimakan”.

Namun, perbedaan FDA hanya berlaku untuk trigliserida, bukan monogliserida atau digliserida, yang ditemukan di Edipeel.

Dalam   video   pendek   yang   membahas Edipeel, Jane Ruby, mantan peneliti farmasi dan pembawa acara “Dr. Jane Ruby Show” mengatakan, bahwa lemak ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung bagi sebagian orang.

“Ini serius karena penuh dengan mono- dan digliserida, yang akan menjenuhkan darah Anda dan, seiring waktu, membuat Anda sakit,” kata Jane Ruby.

Tetapi jika senyawa ini benar-benar berbahaya, masalah kesehatannya jauh melampaui Edipeel. Banyak makanan olahan mengandung pengemulsi ini, baik untuk memperpanjang umur simpan, mencegah pemisahan, atau memperbaiki tekstur. Anda dapat menemukannya di makanan yang dipanggang, es krim, minuman, permen karet, topping kocok, dan banyak lagi.

Faktanya, dalam artikel tahun 2017 dari Journal of Experimental Food Chemistry, sekitar 70 persen pengemulsi yang digunakan dalam industri makanan adalah monogliserida atau digliserida.

Tetapi tidak ada konsensus tentang seberapa aman pengemulsi ini. Dalam aplikasi GRAS-nya, Apeel menyatakan bahwa “sudah mapan dan diakui” bahwa monogliserida (atau monoasilgliserida) “terbentuk secara alami di saluran pencernaan dalam pemecahan trigliserida.”

“Mengingat sekuel metabolisme yang dijelaskan di atas, dan dengan menerapkan prosedur ilmiah, dapat disimpulkan bahwa campuran monoasilgliserida tidak akan menimbulkan bahaya kesehatan yang berbeda dari minyak makanan yang biasa dikonsumsi yang berasal dari tumbuhan atau hewan,” aplikasi tersebut menyatakan.

Namun, penelitian lain yang dipublikasikan secara online dalam edisi Desember 2019 dari Wiley Nutrition Bulletin mengungkapkan kekhawatiran bahwa “pengemulsi ini dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit usus dan metabolisme melalui perubahan pada mikrobiota usus, lapisan lendir usus, peningkatan translokasi bakteri, dan respons inflamasi terkait.”

Tapi berapa banyak dari makanan ini yang pada akhirnya akan kita makan? Penerapan GRAS menganggap konsumsi campuran monogliserida sebagai bahan makanan tambahan aman pada kadar hingga 218 mg per hari.

Seberapa banyak Edipeel yang dikonsumsi sehari adalah pertanyaan lain.

Seberapa banyak Anda akhirnya makan pada akhirnya bergantung pada jenis produk berlapis Edipeel yang Anda konsumsi. Untuk jeruk, alpukat, dan buah atau sayuran lain yang Anda kupas sebelum dimakan, kulit edipeelnya dibuang. Apeel Sciences menyatakan bahwa produk mereka “tidak diharapkan bermigrasi melalui kulit buah ke bagian yang dapat dimakan.” 

Sumber utama paparan konsumen terhadap Edipeel adalah buah mentah dengan kulit yang dapat dimakan. Dan kecuali Anda suka mengupas semua produk sebelum memakannya, Anda kemungkinan besar akan memakan beberapa Edipeel dalam prosesnya. Situs web Apeel mengatakan Anda dapat menghapus sedikit lapisannya dengan air dan menggosok, tetapi kecil kemungkinan Anda dapat menghapus semuanya tanpa merusak produk. Itu karena jika pelapisnya mudah dilepas, itu tidak akan berfungsi dengan baik.

Sebuah Ilusi Kesegaran

Produk pelapis buah dan sayur edipeel dirancang untuk bertahan lebih baik di supermarket daripada produk biasa, tetapi apakah produk ini benar-benar menjaga kesegarannya?

Dalam sebuah artikel yang membahas produk Apeel, Weston A. Price Foundation, sebuah kelompok yang secara teratur memperingatkan terhadap inovasi yang menyimpang dari cara makan nenek moyang kita, menyatakan bahwa produk Edipeel hanya menciptakan ilusi kesegaran.

“Konsumen yang terinformasi telah lama memahami bahwa cara terbaik untuk mendapatkan buah dan sayuran bernutrisi tinggi adalah dengan mengonsumsi produk musiman yang ditanam secara lokal dan organik atau biodinamis. Hal ini memungkinkan mereka untuk memeriksa produk mereka secara visual dan menggunakan penampilan sebagai indikator proksi untuk mengukur kesegaran dan kepadatan nutrisi. Karena lapisan penghalang Apeel menghentikan pembusukan visual buah dan sayuran (sebaliknya kejadian alami pascapanen), itu akan mencegah konsumen mengetahui berapa lama produk dipanen dan, oleh karena itu, akan membuat sulit untuk membuat kesimpulan tentang kepadatan gizi,” tulis artikel itu.

Contoh kasus baru-baru ini diunggah ke Twitter. Seorang konsumen yang secara tidak sengaja membeli mentimun berlapis Edipeel memutuskan untuk melakukan percobaan di rumah untuk melihat bagaimana sayuran tersebut akan membusuk dari waktu ke waktu. Selama enam minggu, ketimun kehilangan sebagian besar warnanya tetapi tetap keras.

Seperti halnya inovasi makanan baru, beberapa akan menerimanya, dan beberapa akan menghindarinya. Bahkan jika Anda memilih organik, Apeel memiliki formulasi Edipeel yang disetujui untuk Produk Organik Bersertifikat USDA. Karena Edipeel tidak terlihat, mereka yang ingin menghindari pelapisan harus menjadi pembeli yang jeli.

“Kami bekerja dengan mitra kami untuk memastikan produk Apeel diberi label sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat,” kata situs web perusahaan. (ajeng)

[Mengamati Tiongkok]  Peringatan Delapan Tahun Insiden 709

Ning Haizhong dan Hong Ning

Pada 9 Juli 2015, otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) meluncurkan tindakan keras menyeluruh terhadap ratusan pengacara dan pembela hak asasi manusia. Delapan tahun telah berlalu, dan penganiayaan yang dimulai sejak insiden “Penindasan 709″ masih berlangsung hingga hari ini, entah sampai kapan masa kegelapan itu akan berlangsung? Tetapi orang-orang juga menyaksikan makna positif dan arah terang dari para pengacara hak asasi manusia Tiongkok yang bersikeras di malam yang gelap.

Satu Lagi Malam Gelap 

Beberapa bulan terakhir ini sekali lagi menjadi waktu yang sangat kelam bagi para pengacara Tiongkok.

Wang Quanzhang (dibaca: wang chüèn cang) kemungkinan adalah salah satu pengacara paling awal di Tiongkok yang membela perkara Falun Gong, ia adalah pengacara terakhir yang dihukum secara ilegal dalam kasus 709 dan dibebaskan pada 5 April 2020. Namun, penganiayaan pihak penguasa tidak berakhir hanya karena ia telah dibebaskan dari penjara.

The Epoch Times melaporkan pada Juni lalu bahwa keluarga Wang terpaksa berpindah-pindah sebanyak 13 kali dalam dua bulan terakhir, karena tempat tinggal mereka terputus dari listrik, gas dan air.

Li Heping (dibaca: li he bing) adalah salah satu pengacara HAM (hak asasi manusia) terkenal yang ditangkap dalam Insiden 709 dan disiksa dengan kejam di balik dinding penjara. Setelah Li dibebaskan pada 9 Mei 2017, seluruh keluarganya mengalami kesulitan karena tidak ada tempat tinggal menetap di Beijing. Baru-baru ini, Li Heping dan keluarganya tidak punya pilihan lain selain meninggalkan Beijing setelah dipaksa berpindah berkali-kali.

Aktivis memegang plakat untuk mendukung pengacara hak asasi manusia Tiongkok yang ditahan pada rapat umum di luar Kantor Penghubung Tiongkok di Hong Kong pada 26 Desember 2018. (Anthony Wallace/AFP via Getty Images)

Pada 9 Juni, ketika Li dan istri serta putrinya bersiap untuk naik pesawat ke Thailand dari Bandara Tianfu Chengdu, polisi melarang mereka meninggalkan negara dengan alasan “kemungkinan membahayakan keamanan nasional”.

Xie Yanyi (dibaca: sié yèn i) Pengacara 709 juga dipaksa pindah beberapa kali. Pada Juli 2022, anak perempuan Xie yang berusia 6 tahun sudah berusia masuk sekolah, tetapi ditolak karena dia tinggal di rumah kontrakan dan memiliki registrasi rumah tangga non-Beijing.

Xie Yang Pengacara 709 kembali ditangkap oleh pihak berwenang dan ditahan secara anonim selama lebih dari setahun. Pada bulan lalu, ayahnya yang berusia 92 tahun tiba-tiba sakit kritis, dan anggota keluarga mempercayakan seorang pengacara untuk mengajukan permohonan rapat video ke pengadilan dan ditolak.

Pada pertengahan April tahun ini, beberapa pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock, silih berganti mengunjungi Tiongkok. Pada 13 April, pihak kepolisian Beijing menangkap pengacara HAM Yu Wensheng (dibaca: yü wen sheng) dan istrinya Xu Yan (dibaca: sü yèn) yang diundang ke delegasi Uni Eropa yang ditempatkan di Tiongkok.

Yu Wensheng dan Xu Yan didakwa pada Mei lalu itu “memprovokasi masalah dan menghasut penggulingan kekuasaan negara”. Putra mereka yang duduk di bangku SMA diawasi melekat oleh personil polisi di rumah, dan kedua pengacara itu berkehendak menandatangani perjanjian perwalian dengan putra mereka, tetapi dihalangi oleh polisi.

Selain pengacara yang terkait dalam kasus Insiden 709, sarjana hukum terkenal Xu Zhiyong dan pengacara HAM Ding Jiaxi, yang berpartisipasi dalam “Pertemuan Xiamen” pada 2019 juga ditahan selama lebih dari dua tahun, pada 10 April lalu masing-masing dijatuhi hukuman 14 dan 12 tahun penjara oleh PKT.

Pengacara Gao Zhisheng, yang dikenal sebagai “hati nurani Tiongkok”, dihilangkan secara misterius dari rumahnya di Yulin, Provinsi Shaanxi pada 13 Agustus 2017, dan hingga saat ini hidup atau matinya masih belum diketahui.

Seiring dengan penerapan Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong, kekuasaan totaliter PKT dengan cepat meluas dari daratan ke Hong Kong, HAM dan kebebasan pengacara setempat juga telah dirampas.

“Penghargaan Pengacara Hak Asasi Manusia Tiongkok” VII diubah namanya menjadi “Penghargaan Pengacara Hak Asasi Manusia 709”, yang diberi penghargaan bukan hanya pengacara HAM Tiongkok, tetapi juga mereka yang telah ditindas di Hong Kong dan di tempat lain. Penerima penghargaan tahun ini termasuk pengacara Yu Wensheng yang telah ditangkap sebelumnya, dan pengacara Zhou Shifeng yang masih dalam pengawasan setelah pembebasannya, serta pengacara besar Hong Kong dan mantan wakil ketua Aliansi Hong Kong dalam Mendukung Gerakan Demokrat Patriotik Tiongkok Zou Xingtong yang masih meringkuk di dalam penjara.

Meskipun pemerintah Barat telah berulang kali mengutuk penganiayaan PKT terhadap para pengacara HAM dan pembangkang, namun PKT bersilat lidah bahwa masalah ini adalah “urusan dalam negeri” Tiongkok.

Pengacara Domestik: Tiga Titik Waktu Ketika Lingkungan Sulit Permanen

Pengacara HAM di Tiongkok sebagian besar terlibat dalam sejumlah besar kasus sensitif mewakili tahanan politik, tahanan hati nurani, dan praktisi Falun Gong. Keberanian mereka menuai respek, tetapi penanganan kasus mereka sekarang tampaknya berada dalam situasi kondisi yang jauh lebih sulit. 

Tianliang (nama samaran), pengacara yang mewakili kasus 709 di Tiongkok, mengatakan pada  6 Juli bahwa otoritas PKT sekarang memiliki kontrol yang lebih ketat terhadap pengacara, tak peduli apakah itu pidato di luar pengadilan atau pembatasan di pengadilan.

“Di pengadilan, terutama untuk mewakili kasus perlindungan iman dan hak, seperti kasus yang melibatkan Falun Gong dan apa yang disebut subversi kekuasaan negara, pada dasarnya tidak diperbolehkan untuk mengaku tidak bersalah. Meskipun tidak ada dokumen yang secara jelas menyatakan, Biro Kehakiman, Asosiasi Pengacara, dan hakim pengadilan semuanya memiliki batasan seperti itu sebelum persidangan,” ujarnya. 

Dia memberitahukan keapda The Epoch Times dalam satu tarikan napas tiga titik waktu dari “lingkungan yang lebih sulit” : 709 hingga saat ini, tiga tahun sejak epidemi, dan masa jabatan ketiga Xi Jinping.

Dia berkata : “Sejak insiden 709, peradilan PKT semakin mundur, ditambah dengan situasi ekonomi yang semakin mundur, memperburuk lingkungan. Sejak tiga tahun epidemi, lingkungan peradilan semakin mundur. Sangat sangat sulit, dan saya selalu di bawah pengawasan Asosiasi Pengacara Keamanan Nasional. Jika ringan, diundang minum teh, jika parah, akan dihukum dengan inspeksi tahunan. Seharusnya setelah masa jabatan ketiga Xi Jinping, lingkungan menjadi lebih keras.”

Sun Lijun, mantan Wakil Menteri Kementerian Keamanan Publik, dan Fu Zhenghua, mantan Menteri Kehakiman, dianggap sebagai perwakilan dari penindasan PKT terhadap pengacara hak asasi manusia ketika mereka menjabat. Pemecatan mereka sempat menuai tepuk tangan dari masyarakat, termasuk para pengacara. Tetapi pihak berwenang masih terus menindak pengacara hak asasi manusia.

Chen Jiangang, seorang pengacara hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, mengatakan kepada The Epoch Times pada 8 Juli bahwa penindasan terhadap pengacara hak asasi manusia ditentukan oleh watak hakiki PKT, Meskipun Sun Lijun dan Fu Zhenghua telah jatuh, namun selama PKT masih berkuasa, dia pasti akan terus menindas para pengacara HAM. “Watak hakiki PKT adalah menolak hak asasi manusia, dan tugas wajib pengacara hak asasi manusia adalah melindungi hak asasi manusia. Keduanya ini ada kontradiksi DNA, yang tidak dapat didamaikan.”

“Sekalipun Xi Jinping tumbang, Partai Komunis akan tetap menindas pengacara HAM, hal Ini tidak ada hubungan langsung dengan kekuatan faksi manapun dalam Partai Komunis. Selama Partai Komunis tidak tumbang, pengacara HAM akan selalu menjadi musuh abadi Partai Komunis,” katanya.

Meskipun banyak orang yang pesimis tentang masa depan pengacara hak asasi manusia di Tiongkok, namun masih ada yang percaya bahwa pemerintah PKT tidak dapat sepenuhnya menghilangkan perbedaan pendapat di dalam negeri.

Wang Yu, pengacara pertama yang ditangkap dalam insiden 709, mengatakan kepada VOA, “Meskipun sebagian besar pengacara hak asasi manusia tidak lagi berani mengkritik pemerintah ketika mereka melihat bahwa kami menghadapi tindasan terus-menerus, tetapi masih ada bentuk-bentuk penentangan lainnya, misalnya seperti “gerakan kertas putih” yang menyebabkan berakhirnya kebijakan  “Hapus ke nol”.”

Pembela Hak Asasi Manusia, yang telah lama mengkhawatirkan hak dan kepentingan pengacara di daratan, baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel komentator khusus pada peringatan 8 tahun 709, menunjukkan bahwa penindasan pihak berwenang terhadap pengacara hak asasi manusia masih tetap “seperti biasa”, para pengacara masih tetap “pantang menyerah”, dan mereka tidak berhenti karena ini. Banyak pengacara muda tampil untuk mewakili kasus hak asasi manusia yang “sensitif”. Dan orang-orang yang berhati nurani dan masyarakat internasional juga terus mendukung dan menyerukan untuk pengacara hak asasi manusia Tiongkok.

Chen Jiangang: 3 Makna Utama Keberadaan dan Kegigihan Pengacara HAM Tiongkok

Chen Jiangang pernah berpraktik hukum di Beijing dan pernah mewakili kasus pengacara 709 Xie Yang. Dia menyinggung pihak berwenang karena mengungkapkan bahwa Xie Yang disiksa, dan kemudian pergi ke Amerika Serikat. Dia mengatakan kepada The Epoch Times bahwa di permukaan, pengacara hak asasi manusia Tiongkok membela hak asasi manusia di bawah sistem PKT dan memberikan bantuan sesuai kemampuan mereka kepada mereka yang dianiaya oleh PKT, upaya ini tampaknya telah gagal. Namun setidaknya ada tiga makna positif dalam proses tersebut :

Salah satunya adalah para pengacara secara efektif mengungkap kebohongan PKT dan mengungkap tirani PKT yang diktator. Chen Jiangang berkata : “Kami mengandalkan energi individu kami dan menggunakan kecerdasan pribadi kami. Ini adalah profesi yang beradab, kami menggunakan aturan beradab untuk bekerja dan menangani masalah, menggunakan fakta, hukum dan logika untuk menjelaskan benar dan salah. Dengan cara yang beradab ini, PKT tidak akan pernah menjadi lawan. Ini bukan keahlian PKT. Esensinya adalah kekerasan ditambah kebohongan, dan pengacara hak asasi manusia sedang mengungkap kebohongan mereka sedikit demi sedikit.”

Chen Jiangang mengatakan bahwa ketika PKT menyadari bahwa kebohongannya tidak lagi efektif, pada akhirnya akan menggunakan kekerasan terhadap pengacara hak asasi manusia. Namun hal ini menunjukkan bahwa arah PKT dan peradaban berlawanan, yang merupakan makna kedua.

“Kekuasaan PKT akhirnya diterapkan pada kekerasan. Kami jelas bukan lawan dalam menghadapi kekerasan. Terutama poin ini dapat memberikan bukti kepada pengamat, dunia yang beradab, dan orang-orang yang selalu peduli dengan Tiongkok yakni arah PKT kontradiktif dengan peradaban, selama kediktatoran satu partai PKT masih eksis maka perlindungan hak asasi manusia, pengejaran supremasi hukum, pengejaran keadilan yang adil, dan nilai-nilai universal lainnya tidak akan terwujud dan akan dihancurkan oleh kediktatoran satu partai PKT,” katanya.

Dia percaya bahwa upaya para pengacara hak asasi manusia juga dapat menjadi konfirmasi positif ketiga, yaitu untuk mengejar keadilan yang adil dan nilai-nilai universal, mutlak diperlukan untuk menghilangkan hambatan kediktatoran PKT.

“Jika kita menginginkan hak asasi manusia maka kita harus menggulingkan PKT. Meskipun kemampuan kita sangat terbatas, itu tergantung bagaimana Tuhan mengatur. Melihat situasi dunia, saya tidak tahu kapan hari seperti itu akan datang, tetapi saya yakin ini adalah suatu jalan yang harus dilewati. Selama PKT masih ada, nilai-nilai universal seperti hak asasi manusia, supremasi hukum dan konstitusionalisme tidak dapat diwujudkan di Tiongkok.”

Chen Jiangang menyimpulkan bahwa PKT pada dasarnya tidak berubah selama lebih dari 40 tahun, dan bahkan telah melangkah lebih jauh dalam hal kediktatoran, anti-hak asasi manusia dan anti-aturan hukum.

“Meskipun PKT telah menerapkan strategi reformasi dan keterbukaan untuk memungkinkan keberadaan profesi pengacara, selama profesi pengacara ada, pada akhirnya akan berkembang menjadi perlawanan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan despotisme menurut hukum, dan PKT pasti akan berpikir bahwa profesi pengacara mengancam kekuasaannya. Jadi saya pikir semua orang dapat melihat kebenaran ini, yang merupakan makna yang sangat besar,” katanya. (Lin/whs)

The Fed Menaikkan Suku Bunga 1 Poin ke Level Tertinggi Baru dalam 22 Tahun

oleh Lin Yi

Ketua bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve Jerome Powell padal 26 Juli mengumumkan kenaikan suku bunga lainnya, membawa suku bunga acuan federal ke kisaran 5,25% hingga 5,5%, tertinggi dalam 22 tahun.

“Pada pertemuan hari ini, Komite menaikkan suku bunga acuan federal sebesar seperempat poin persentase, membawa kisaran target ke kisaran 5,25% hingga 5,5%,” kata Ketua The Fed Jerome Powell.

Untuk mengekang inflasi, Federal Reserve menaikkan suku bunga lagi pada  Rabu sebesar satu  poin.Ini adalah kenaikan suku bunga ke-11 dalam siklus ini sejak dihentikan sekali pada Juni.

Namun demikian, Ketua Federal Reserve Powell juga mengisyaratkan bahwa ini mungkin kenaikan suku bunga terakhir pada putaran ini.

Kenaikan suku bunga baru diperkirakan akan menyebabkan kenaikan biaya lebih lanjut seperti hipotek rumah dan pinjaman mobil.

Sejak pertengahan tahun lalu, kebijakan kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve telah memperlambat inflasi, namun masih jauh dari target 2%.

Pasar khawatir kebijakan suku bunga yang agresif berisiko memicu resesi ekonomi. (Hui)