Gowes, Tabur Bunga, hingga Parikan: Grand Whiz Hotel Praxis Tutup Rayakan 1st Anniversary dengan Napak Tilas Kepahlawanan

Surabaya, 31 Mei 2026 – Semangat Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 sekaligus penutup rangkaian perayaan 1st Anniversary Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya berlangsung meriah namun penuh makna. Berkolaborasi dengan Ikasmada Cycling Community (Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Surabaya), hotel bintang empat ini menggelar kegiatan “Gowes Bersama dan Napak Tilas Kepahlawanan” yang diikuti oleh anggota komunitas sepeda, alumni lintas angkatan, serta tamu undangan.

Dari RHYTHM Lounge ke Taman Pahlawan

Kegiatan dimulai sejak pagi hari di pekarangan RHYTHM Lounge and Bar Surabaya. Setelah registrasi, pemanasan, dan senam bersama, para peserta dengan penuh semangat mengayuh sepeda menuju Taman Makam Pahlawan Mayjend Sungkono. Di sanalah inti dari napak tilas: prosesi tabur bunga yang berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa dan sejumlah tokoh serta mantan Wali Kota Surabaya yang telah membangun Kota Pahlawan.

Tak hanya mengenang jasa pahlawan nasional, peserta juga memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh daerah yang berkontribusi besar bagi kemajuan Surabaya dari masa ke masa.

Parikan Ibu-Ibu: Gelak Tawa Mewarnai Penutupan

Setelah prosesi penghormatan selesai, seluruh peserta kembali ke RHYTHM Lounge untuk acara ramah tamah. Puncak kemeriahan justru terjadi saat kompetisi parikan (pantun khas Surabaya) yang diikuti oleh ibu-ibu Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Surabaya dari berbagai angkatan. Gelak tawa dan semangat kebersamaan mewarnai sesi ini sekaligus menjadi bentuk pelestarian budaya lokal yang identik dengan warganya yang dikenal lugas dan humoris.

GM Grand Whiz Hotel: Dedikasikan Anniversary untuk Masyarakat

Ari Perdana, General Manager Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen yang sangat bermakna bagi pihak hotel.

“Perayaan ulang tahun pertama Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya kami dedikasikan tidak hanya sebagai pencapaian bisnis, tetapi juga bentuk apresiasi kepada masyarakat Surabaya yang telah menerima dan mendukung kami selama satu tahun terakhir. Melalui gowes dan tabur bunga ini, kami ingin mengajak peserta terus menjaga semangat kepahlawanan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Kota Surabaya. Kami bangga dapat menutup rangkaian 1st Anniversary dengan kegiatan yang memiliki nilai historis dan sosial yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Rizal, perwakilan Ikasmada Cycling Community, menyambut positif kolaborasi tersebut.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman berbeda karena tidak hanya olahraga bersama, tetapi juga mengingatkan kami akan jasa para pahlawan dan tokoh yang membangun Surabaya. Kami mengapresiasi Grand Whiz Hotel yang menghadirkan konsep inspiratif sekaligus mempererat silaturahmi antaragota komunitas,” tuturnya.

Komitmen Jadi Bagian dari Masyarakat Surabaya

Melalui kegiatan ini, Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya berharap dapat terus menjadi bagian dari komunitas dan masyarakat Kota Pahlawan, tidak hanya memberikan pengalaman menginap yang nyaman tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian nilai budaya, sejarah, dan kebersamaan.

Kerja Sama Rudal AS-Jepang Diperkuat, Indo-Pasifik dan Eropa Bersatu Hadapi Ancaman Tiongkok

EtIndonesia.com. Dialog Shangri-La di Singapura baru saja berakhir, kerja sama antara Amerika Serikat dan Jepang semakin diperdalam. Negara-negara di kawasan Indo-Pasifik juga terus memperkuat koordinasi, menambah persenjataan, serta saling menyediakan dukungan alutsista untuk bersama-sama menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pada saat yang sama, hubungan antara NATO dan Jepang juga semakin erat, yang memicu reaksi keras dari pihak PKT.

Dikutip pada Selasa (2/6/2026) menteri perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, dalam Dialog Shangri-La menyatakan bahwa meskipun Amerika Serikat saat ini berfokus pada keamanan dalam negeri dan kawasan Belahan Barat, Washington tetap akan memastikan kawasan Indo-Pasifik tidak berada di bawah ancaman “hegemoni dominan”, yang merujuk pada PKT.

“Kekhawatiran terhadap pembangunan militer PKT yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta aktivitas militernya di dalam negeri maupun di kawasan yang lebih luas, adalah sesuatu yang wajar,” katanya. 

Pengamat militer Mark berpendapat bahwa sikap Amerika Serikat terhadap PKT tahun ini terlihat sedikit lebih lunak dibanding sebelumnya. Menurutnya, ada dua alasan utama:

  1. Pemerintahan Trump saat ini ingin hubungan AS-Tiongkok lebih difokuskan pada bidang ekonomi dan perdagangan.
  2. Pembersihan politik internal yang terjadi di tubuh PKT telah menguras energi rezim tersebut sehingga tidak memiliki kapasitas untuk memulai konflik militer besar.

Mark menjelaskan:”Jika militer AS terus bersikap sangat agresif atau Menteri Pertahanan AS terus-menerus mengecam PKT, hal itu bisa menimbulkan ketegangan yang tidak perlu. Karena itu Amerika Serikat mengambil pendekatan yang relatif lebih terkendali dibanding sebelumnya. Dengan cara ini dapat dihindari kesalahan perhitungan dari pihak PKT yang berpotensi memicu konflik.”

Untuk meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman dari PKT, Hegseth meminta negara-negara sekutu agar lebih mandiri dalam bidang pertahanan dan meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga mencapai 3,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang ia sebut sebagai “standar emas” (gold standard).

Sebagai negara strategis yang berada di rantai pulau pertama (First Island Chain), hubungan Jepang dengan Tiongkok belakangan ini memburuk hingga mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam situasi tersebut, Amerika Serikat secara aktif mendukung Jepang untuk memperkuat kemampuan pertahanannya sendiri.

Pentagon mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat akan:

  • Menempatkan sementara sistem rudal berbasis darat AS di pangkalan Pasukan Bela Diri Jepang.
  • Mempercepat pengembangan dan produksi rudal secara bersama antara kedua negara.

Kedua pihak juga menegaskan kembali pentingnya kerja sama trilateral antara Amerika Serikat, Jepang, dan Australia, serta memuji kerangka berbagi data pertahanan udara dan pertahanan rudal yang telah dibangun oleh ketiga negara tersebut.

Di sisi lain, kerja sama Jepang dengan negara-negara Indo-Pasifik dan Eropa juga terus berkembang.

Setelah menandatangani perjanjian ekspor kapal perang dengan Australia, Filipina mengumumkan rencana pembelian lima kapal fregat dari Jepang.

Korea Selatan dan Jepang juga mulai membahas kemungkinan tercapainya perjanjian dukungan logistik militer antara kedua negara.

Selama berlangsungnya Dialog Shangri-La, Jepang juga menyelesaikan penugasan empat personel Pasukan Bela Diri Jepang ke Komando Bantuan Keamanan dan Pelatihan NATO untuk Ukraina.

Langkah tersebut dipandang sebagai cerminan semakin eratnya hubungan antara kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik. Menurut laporan ini, tren kerja sama global untuk menghadapi pengaruh PKT semakin terlihat jelas.

Tindakan Jepang tersebut kembali memicu keberatan dari pihak PKT.

Mark menilai bahwa Jepang akan menjadi salah satu sekutu paling penting bagi Amerika Serikat dalam menghadapi PKT di masa mendatang.

“Baik sektor manufaktur maupun industri perkapalan Jepang pada dasarnya membantu mengurangi beban Amerika Serikat. Pada saat yang sama, hal itu meningkatkan fleksibilitas sumber pasokan persenjataan Amerika. Jepang juga akan memainkan peran positif dalam berbagai penempatan dan operasi militer Amerika Serikat di masa depan,” katanya. 

Laporan oleh Li Jiayin dan Qiu Yue, wartawan NTD Television di Amerika Serikat

Trump Berbicara dengan Israel dan Hizbullah, Berhasil Memediasi Gencatan Senjata Israel–Lebanon

EtIndonesia.com  Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (2/6/2026)  mengumumkan bahwa setelah melakukan serangkaian komunikasi intensif, ia telah berhasil memediasi penghentian konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Kedua pihak telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Kantor Kepresidenan Lebanon juga mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa Hizbullah telah menyetujui proposal terkait gencatan senjata tersebut.

Pada saat yang sama, di tengah beredarnya berbagai informasi yang saling bertentangan mengenai perundingan AS-Iran, Presiden Trump juga mengeluarkan pernyataan untuk membantah rumor yang beredar. Ia menegaskan bahwa Iran bukan hanya tidak menghentikan komunikasi dengan Amerika Serikat, tetapi justru kedua pihak sedang mempercepat proses negosiasi.

Setelah sebuah drone MQ-1 milik militer AS ditembak jatuh di atas perairan internasional, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan serangkaian “serangan bela diri” terhadap sasaran militer di wilayah Iran.

Target serangan meliputi fasilitas radar di Goruk dan Pulau Qeshm, serta pusat komando dan pengendalian drone. Sasaran juga mencakup sistem pertahanan udara Iran, sebuah stasiun kendali darat, serta dua drone serang satu arah yang dianggap mengancam kapal-kapal dagang yang melintasi jalur pelayaran.

Serangan tersebut memicu ancaman balasan dari Iran, yang menyatakan akan meluncurkan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat.

CENTCOM mengonfirmasi bahwa pada pukul 23.00 waktu Pantai Timur AS pada 31 Mei, militer Amerika berhasil mencegat dua rudal balistik Iran yang diarahkan ke pasukan AS yang ditempatkan di Kuwait. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dari pihak AS.

CENTCOM menegaskan bahwa selama masa gencatan senjata saat ini, mereka akan terus “melindungi aset dan kepentingan Amerika Serikat serta menanggapi tindakan agresi Iran yang tidak memiliki pembenaran.”

Kementerian Luar Negeri Kuwait mengecam keras apa yang disebut sebagai serangan Iran yang “berbahaya dan berulang kali terjadi”. Sebelumnya, pasukan pertahanan udara Kuwait telah mencegat sejumlah rudal dan drone Iran.

Arab Saudi juga mengutuk tindakan Iran yang dianggap melanggar kedaulatan Kuwait dan hukum internasional, serta menyatakan dukungannya kepada Kuwait.

Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Iran telah menghentikan komunikasi dan negosiasi dengan Amerika Serikat. Sejumlah media juga memberitakan bahwa “Iran telah menghentikan komunikasi dengan AS”.

Namun, dalam pernyataan terbarunya, Presiden Trump mengatakan bahwa pembicaraan dengan Republik Islam Iran masih terus berlangsung dan berkembang dengan sangat cepat. Ia membantah laporan sebelumnya yang menyebutkan negosiasi telah terhenti.

Di tengah tarik-ulur negosiasi AS-Iran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya sempat memerintahkan peningkatan operasi militer terhadap Beirut, Lebanon.

Namun, menurut pernyataan terbaru Trump, setelah melakukan pembicaraan yang “produktif” dengan Netanyahu, pasukan Israel tidak akan memasuki Beirut, dan unit-unit yang sebelumnya bergerak menuju kota tersebut akan diperintahkan untuk kembali.

Trump juga menyatakan bahwa melalui mediasi para pejabat tingkat tinggi, ia telah melakukan “komunikasi yang sangat lancar” dengan Hizbullah. Menurutnya, Israel dan Hizbullah telah mencapai kesepakatan untuk segera menghentikan seluruh aksi saling serang.

Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan bahwa mereka telah menewaskan komandan unit rudal Hizbullah, Mohammed Moussa Mteirek. Ia disebut bertanggung jawab atas ratusan serangan rudal dan drone terhadap warga sipil serta tentara Israel.

Tak lama sebelumnya, pasukan Israel berhasil merebut Benteng Beaufort di Lebanon selatan, dekat wilayah Nabatiyeh.

Operasi tersebut memungkinkan Israel menguasai dataran tinggi strategis yang di puncaknya berdiri sebuah benteng peninggalan era Perang Salib. Ini disebut sebagai penetrasi terdalam pasukan Israel ke wilayah Lebanon dalam lebih dari seperempat abad terakhir, dan dianggap sebagai pencapaian penting dalam konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah.

Foto-foto yang beredar menunjukkan tentara Israel beraktivitas di sekitar benteng kuno tersebut dan mengibarkan bendera Israel di atasnya.

Menurut laporan, Israel pernah menduduki benteng tersebut pada tahun 1982 dan baru menarik pasukannya dari Lebanon pada tahun 2000.

Saat ini, perhatian internasional juga tertuju pada kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, serta bagaimana pemerintahan Trump akan memastikan Iran mematuhi perjanjian tersebut.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam wawancaranya dengan Fox News menyatakan bahwa Presiden Trump akan menggunakan tekanan militer dan ekonomi untuk memastikan Iran memenuhi komitmennya.

Bessent juga mengatakan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk Persia merupakan sebuah “kesalahan besar”, karena justru mendorong negara-negara tersebut untuk bekerja sama lebih erat dengan Amerika Serikat dalam membekukan aset dan sumber pendanaan Iran.

Laporan oleh Wang Ziyi, wartawan NTD Television di Amerika Serikat.

Revolusi TOEFL iBT 2026: Skala Nilai Baru 1–6 dan Tes Adaptif Resmi Diluncurkan di Jakarta

JAKARTA – Sebuah angin segar bagi pelajar Indonesia yang bercita-cita kuliah di luar negeri. Educational Testing Service (ETS), lembaga asesmen global, bersama Indonesian International Education Foundation (IIEF) meluncurkan pembaruan besar-besaran TOEFL iBT 2026 dalam acara TOEFL Experience Day di The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Pembaruan kali ini bukan sekadar penyempurnaan kecil. ETS memperkenalkan skala penilaian baru 1–6 (menggantikan skala 0–30 sebelumnya), desain tes adaptif, serta penekanan lebih kuat pada keterampilan komunikasi akademik yang relevan dengan dunia pendidikan dan profesional masa kini.

“Pendidikan dan komunikasi berkembang sangat cepat, sehingga asesmen juga perlu ikut beradaptasi. Melalui pembaruan TOEFL iBT 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman asesmen yang lebih relevan dengan keterampilan komunikasi masa depan,” ujar Sidnei De SouzaExecutive Director, Global Partnerships and Sales Management ETS, di hadapan para tenaga pendidik, konselor, dan mitra pendidikan.

Menurut Sidnei, tes baru ini menghadirkan tipe-tipe tugas yang lebih autentik, seperti menulis email dan interaksi berbasis wawancara, yang merefleksikan komunikasi nyata di lingkungan kampus dan tempat kerja.

Acara yang berlangsung interaktif ini memberikan kesempatan peserta untuk mencoba langsung simulasi TOEFL iBT terbaru, mengikuti diskusi panel, serta berdialog langsung dengan perwakilan ETS dan IIEF.

Diana KartikaExecutive Director IIEF, menegaskan bahwa kebutuhan akan sertifikasi bahasa Inggris kini meluas. “Tidak hanya untuk studi luar negeri, tetapi juga untuk program beasiswa, pertukaran pelajar, dan berbagai jalur pendidikan internasional lainnya. Pelajar saat ini semakin mempertimbangkan asesmen yang fleksibel dan relevan,” jelasnya.

IIEF berkomitmen memperluas kerja sama dengan mitra lokal guna meningkatkan kesadaran, menyediakan sumber persiapan, dan mendukung akses TOEFL iBT bagi pelajar di berbagai wilayah Indonesia.

Turut hadir Chuong NguyenChannel Management Director – Southeast Asia ETS, yang memaparkan kebutuhan asesmen bahasa Inggris di kawasan Asia Tenggara serta bagaimana TOEFL iBT terus beradaptasi dengan dinamika pelajar dan institusi.

Dengan lebih dari 13.000 institusi di 160 negara menerima TOEFL iBT, pembaruan 2026 ini diharapkan semakin memudahkan pelajar Indonesia bersaing di kancah pendidikan global.

Israel Serbu Lebanon Selatan, Benteng 900 Tahun Jatuh! Iran Dihantam Rentetan Insiden Misterius

EtIndonesia.com.  Di hari 31 Mei 2026 menjadi hari yang penuh gejolak di kawasan Timur Tengah. Sejumlah insiden keamanan terjadi hampir bersamaan, mulai dari serangan rudal Iran ke wilayah Kurdistan Irak, ledakan misterius di beberapa lokasi di Iran, hingga eskalasi besar konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan.

Perkembangan tersebut semakin memperlihatkan meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran, Israel, kelompok-kelompok bersenjata di kawasan, serta berbagai aktor internasional yang mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik.

Rudal Iran Hantam Basis Kelompok Kurdi di Irak

Menurut laporan yang dikutip media Kurdistan dari seorang pejabat partai setempat, pada 31 Mei 2026, sebuah rudal Iran menghantam salah satu pangkalan yang berafiliasi dengan Partai Kebebasan Kurdistan di wilayah Kurdistan Irak.

Juru bicara Partai Kebebasan Kurdistan, Sanani, menjelaskan bahwa markas utama organisasi tersebut yang terletak di dekat Darashakran, sekitar barat laut Erbil, diserang pada pukul 05.54 pagi waktu setempat.

Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian panjang operasi militer yang selama beberapa tahun terakhir dilakukan Iran terhadap kelompok-kelompok Kurdi yang beroperasi di wilayah perbatasan Irak-Iran. Teheran selama ini menuduh sejumlah kelompok Kurdi menggunakan wilayah Kurdistan Irak sebagai basis untuk melakukan aktivitas anti-pemerintah dan operasi lintas batas.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat serangan tersebut.

Ledakan Besar Kembali Terjadi di Iran

Di tengah meningkatnya ketegangan regional, Iran juga kembali diguncang serangkaian ledakan yang menimbulkan berbagai spekulasi.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Mehr pada 31 Mei 2026, ledakan besar kembali terjadi di sekitar Pulau Qeshm, salah satu wilayah strategis Iran yang berada di dekat Selat Hormuz.

Tak lama setelah kejadian, media pemerintah Iran menyatakan bahwa ledakan yang terdengar di kawasan Qeshm dan Bandar Abbas tersebut berasal dari proses pemusnahan atau penanganan amunisi sisa perang.

Namun penjelasan resmi tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan pertanyaan publik, mengingat beberapa bulan terakhir sejumlah fasilitas militer dan industri strategis Iran juga dilaporkan mengalami insiden serupa.

Ledakan Apartemen di Teheran Picu Spekulasi Operasi Rahasia

Pada hari yang sama, sebuah gedung apartemen berisi sekitar 40 unit hunian di Kota Andisheh, kawasan pinggiran Teheran, mengalami ledakan hebat yang menyebabkan kepanikan warga.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kebocoran gas.

Menurut laporan resmi, ledakan mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Meski demikian, berbagai spekulasi segera bermunculan di media sosial.

Sejumlah akun yang mengklaim memiliki akses terhadap informasi internal menyebut bahwa ledakan tersebut kemungkinan bukan kecelakaan biasa, melainkan bagian dari operasi pembunuhan terarah terhadap seorang pejabat yang memiliki hubungan dengan Garda Revolusi Iran.

Nama yang banyak disebut dalam berbagai unggahan media sosial adalah Vahid Haqqani, seorang tokoh yang dikabarkan terlibat dalam proyek impor antena satelit dan sejumlah kontrak pembangunan strategis.

Bahkan muncul dugaan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh serangan drone yang secara khusus menargetkan individu tertentu.

Hingga saat ini belum ada bukti independen yang dapat memverifikasi klaim tersebut, dan otoritas Iran tetap mempertahankan penjelasan bahwa ledakan terjadi akibat kebocoran gas.

Netanyahu Perintahkan Perluasan Operasi Militer di Lebanon

Sementara itu, situasi di perbatasan Israel-Lebanon memasuki fase yang lebih berbahaya.

Pada 31 Mei 2026, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa dirinya telah memerintahkan militer Israel untuk memperluas operasi militer di Lebanon selatan serta meningkatkan tekanan terhadap kelompok Hizbullah.

Keputusan tersebut diambil setelah beberapa hari terjadi pertempuran intensif di sepanjang perbatasan kedua negara.

Israel Rebut Kastel Beaufort Setelah 26 Tahun

Salah satu perkembangan paling signifikan terjadi ketika pasukan Israel berhasil menguasai Kastel Beaufort, benteng bersejarah yang terletak di Lebanon selatan.

Menurut berbagai laporan, benteng yang dibangun pada masa Perang Salib sekitar 900 tahun lalu itu memiliki posisi strategis karena berada di dataran tinggi yang dapat mengawasi wilayah luas Lebanon selatan maupun Israel utara.

Keberhasilan merebut benteng tersebut menjadi momen penting karena merupakan pertama kalinya Israel kembali menguasai lokasi itu sejak menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan pada tahun 2000, sekitar 26 tahun lalu.

Sebelum direbut, kawasan sekitar benteng menjadi arena pertempuran sengit selama beberapa hari antara pasukan Israel dan pejuang Hizbullah yang didukung serangan udara intensif.

Para analis militer menilai penguasaan Kastel Beaufort memberikan keuntungan strategis yang besar bagi Israel dalam memantau pergerakan pasukan Hizbullah di wilayah selatan Lebanon.

Serangan Hizbullah Picu Operasi Darat Israel

Eskalasi terbaru dipicu oleh serangan yang dilancarkan Hizbullah pada 30 Mei 2026.

Kelompok tersebut menembakkan roket dan mengirim drone ke wilayah utara Israel, menyebabkan sejumlah sekolah ditutup dan memaksa ribuan warga sipil berlindung atau mengungsi dari daerah perbatasan.

Militer Israel menyebut serangan itu sebagai salah satu yang paling intens sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada April lalu.

Sebagai respons, pasukan Israel meluncurkan operasi darat baru ke Lebanon selatan dan berhasil merebut Kastel Beaufort serta beberapa titik ketinggian strategis lainnya.

Pihak militer menjelaskan bahwa lokasi-lokasi tersebut memiliki nilai militer yang sangat penting karena dapat digunakan untuk pengamatan jarak jauh, pengendalian wilayah, dan pengawasan jalur pergerakan pasukan lawan.

Israel Tegaskan Operasi Belum Berakhir

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada 1 Juni 2026 menegaskan bahwa pasukan Israel akan terus mempertahankan kendali atas Kastel Beaufort dan memasukkan kawasan tersebut ke dalam zona keamanan Israel di Lebanon selatan.

Dalam pernyataannya, Katz menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut.

“Kampanye militer ini belum berakhir. Kami bertekad menghancurkan Hizbullah sepenuhnya.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi operasi militernya dalam waktu dekat.

Korban Sipil Terus Bertambah di Lebanon

Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon, serangan udara Israel pada malam 31 Mei 2026 menghantam Desa Deir ez-Zahrani di Lebanon selatan.

Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Pada hari berikutnya, Israel juga melancarkan lebih dari 40 serangan udara tambahan ke berbagai wilayah Lebanon selatan.

Militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga yang tinggal di wilayah selatan Sungai Zahrani, serta mengumumkan bahwa operasi militer sedang berlangsung di sekitar Nabatieh untuk menghancurkan infrastruktur militer Hizbullah.

Di sisi lain, militer Israel juga mengonfirmasi bahwa seorang tentaranya gugur dalam operasi terbaru tersebut.

Dewan Keamanan PBB Didesak Gelar Sidang Darurat

Meningkatnya intensitas pertempuran membuat komunitas internasional mulai bereaksi.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan bahwa pihaknya akan mendorong United Nations Security Council untuk menggelar sidang darurat pada 2 Juni 2026 guna membahas perkembangan situasi di Lebanon.

Prancis menilai konflik yang terus membesar berpotensi mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk

Konflik yang berlangsung sejak 2 Maret 2026, ketika Hizbullah mulai melancarkan serangan roket ke wilayah Israel dan dibalas dengan operasi militer Israel, telah menyebabkan dampak kemanusiaan yang sangat besar.

Menurut data pemerintah Lebanon:

  • Lebih dari 1,2 juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka.
  • Sedikitnya 3.300 orang dilaporkan tewas sejak konflik meningkat.
  • Ribuan bangunan mengalami kerusakan akibat serangan udara dan artileri.

Sementara di pihak Israel:

  • 24 tentara Israel dilaporkan tewas.
  • 4 warga sipil kehilangan nyawa akibat serangan Hizbullah.
  • Puluhan ribu warga Israel di wilayah utara harus mengungsi dari daerah perbatasan.

Dengan meningkatnya serangan lintas perbatasan, operasi militer yang semakin meluas, serta keterlibatan tidak langsung Iran dalam berbagai perkembangan terbaru, banyak pengamat menilai Timur Tengah kini berada pada salah satu titik paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir. Jika tidak ada upaya diplomatik yang berhasil meredakan situasi, konflik Israel-Lebanon berpotensi berkembang menjadi konfrontasi regional yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak negara di kawasan. (***)

Jurnalis Jan Jekielek : Mendobrak Blokade Informasi Partai Komunis Tiongkok untuk Mengungkap Kejahatan Pengambilan Organ Hidup Secara Terbuka

EtIndonesia.com. Ketika warga Kanada yang membutuhkan transplantasi jantung mungkin harus menunggu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk menemukan donor yang cocok, di Tiongkok, organ itu dapat diperoleh hanya dalam hitungan minggu, kata Jan Jekielek, penulis buku laris New York Times dan editor senior The Epoch Times, dalam sebuah acara bedah buku di Toronto. Namun, menurutnya, terdapat kenyataan yang sangat kelam di balik hal ini.

Jekielek, seorang peneliti masalah Tiongkok, menerbitkan buku barunya yang berjudul “Killed to Order: China’s Organ Harvesting Industry and the True Nature of America’s Biggest Adversary” pada  Maret lalu dan mengadakan acara bedah buku serta sesi tanya jawab di Balai Kota Toronto pada 27 Mei.

“Jika saya adalah seorang wisatawan transplantasi kaya raya yang memiliki moral yang sangat longgar dan memiliki uang US$100.000 atau US$200.000 untuk dibelanjakan, saya bisa datang, membayar uang tersebut, dan pada saat itu juga ada sebuah basis data berisi orang-orang,” kata Jekielek dalam acara itu.

“Killed to Order,” karya Jan Jekielek, editor senior Epoch Times dan pembawa acara “American Thought Leaders,” di Trump-Kennedy Center, Washington, pada 16 Maret 2026. Madalina Kilroy/The Epoch Times

Ia mencatat bahwa terdapat para praktisi Falun Gong yang dipenjara, dan dalam beberapa tahun terakhir juga Muslim Uighur, yang membentuk kelompok “donor yang disebut-sebut sebagai donor” yang telah menjalani pencocokan golongan darah dan tipe jaringan sebelumnya. Hal ini memungkinkan seorang donor yang cocok untuk “dikirim dan dibunuh sesuai pesanan” guna menyediakan organ yang dibutuhkan. 

Dalam acara pemutaran film dokumenter State Organs  yang diselenggarakan di Balai Kota Toronto, Kanada, pekan lalu, Jan Jekielek membagikan pengalamannya serta kisah di balik penulisan buku “Killed to Order”  yang ditulis bersama sejumlah pakar medis. Ia menyerukan agar masyarakat mengambil tindakan untuk menembus blokade informasi dan membuat kebenaran diketahui publik.

Jan Jekielek, menyoroti bagaimana Partai Komunis Tiongkok (PKT) kerap menciptakan alasan untuk menindas kelompok tertentu dengan terlebih dahulu mencitrakan mereka secara negatif. Ia mencontohkan praktisi Falun Gong yang menjalankan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, yang sejak tahun 1999 menjadi sasaran utama penindasan PKT.

“Praktisi Falun Gong pada dasarnya adalah kelompok pertama yang, dalam jumlah besar dan secara kolektif, menolak apa yang disebut PKT sebagai ‘pendidikan ulang’. Dalam proses itu, pihak berwenang menahan sejumlah besar praktisi Falun Gong,” katanya. 

“Kondisi ini kemudian menjadi dasar bagi terbentuknya sistem penahanan yang sangat besar, sekaligus memungkinkan berkembangnya industri pengambilan organ paksa berdasarkan permintaan dalam skala luas,” ujarnya. 

Pada tahun 2019, sebuah tribunal rakyat independen yang dipimpin oleh mantan jaksa Pengadilan Kriminal Internasional, Sir Geoffrey Nice QC, di London, Inggris, menyimpulkan bahwa terdapat bukti yang jelas mengenai praktik pengambilan organ secara paksa yang berlangsung di Tiongkok “dalam skala yang signifikan,” dan bahwa para praktisi Falun Gong merupakan salah satu sumber utama organ-organ tersebut.

Gambar menunjukkan pada 16 Mei 2019, para praktisi Falun Gong berparade di Manhattan, menyerukan kepada masyarakat dunia untuk memperhatikan kekejaman pengambilan organ hidup oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). (Edward Dye/The Epoch Times edisi bahasa Inggris)

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual tradisional Tiongkok yang berpusat pada peningkatan diri. Praktik ini mencakup lima perangkat latihan meditasi serta ajaran moral yang berlandaskan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Praktik ini berkembang pesat pada tahun 1990-an, dan statistik pemerintah menunjukkan bahwa antara 70 juta hingga 100 juta orang telah mempraktikkannya.

Meskipun disiplin spiritual ini saat ini dipraktikkan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, Falun Gong mengalami penganiayaan di Tiongkok setelah Partai Komunis Tiongkok (PKT) meluncurkan kampanye penindasan yang keras terhadap praktik tersebut pada tahun 1999. 

PKT memandang Falun Gong sebagai ancaman terhadap kekuasaannya dan bertekad untuk melenyapkannya. Penganiayaan di Tiongkok masih berlanjut hingga saat ini, dengan berbagai laporan mengenai penyiksaan, kerja paksa, indoktrinasi, pengawasan, pembunuhan, serta pengambilan organ dari orang yang masih hidup.

Seorang peserta acara menyebutkan bahwa hingga kini masih banyak anak muda yang hilang di Tiongkok, yang kemungkinan berkaitan dengan perdagangan organ. Namun, masih banyak orang yang karena kurang memahami PKT, menolak mempercayai bahwa praktik pengambilan organ paksa benar-benar terjadi.

“Pemerintah-pemerintah demokratis dan bebas di seluruh dunia sebenarnya dapat melakukan satu hal yang relatif mudah, yaitu membantu menembus blokade informasi ini sehingga rakyat Tiongkok sendiri dapat mengetahui kebenaran. Hal itu akan memainkan peran penting dalam mendorong perubahan pada sistem yang ada di Tiongkok,” katanya. 

Para peserta juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa Kanada belakangan ini semakin memperdalam kerja sama dengan PKT. Mereka menilai hal tersebut berpotensi dimanfaatkan PKT untuk melakukan represi lintas negara serta mengancam keamanan nasional Kanada melalui infiltrasi yang mendalam.

“Jika Anda terburu-buru mendekat kepada sebuah rezim totaliter yang berniat menggulingkan atau melemahkan sistem Anda, hasil terbaiknya adalah Anda menjadi negara bawahan. Hasil terburuknya adalah kemampuan Anda untuk berfungsi sebagai masyarakat yang bebas akan sangat dibatasi. Bagi saya, itu sungguh tidak masuk akal. Kita seharusnya tidak melakukan hal seperti itu,” ujarnya. 

Seorang peserta acara mengatakan: “Terima kasih banyak karena telah menyelenggarakan kegiatan ini. Menurut saya, ini adalah acara yang sangat penting. Saya merasa bahwa di negara ini, di Amerika Serikat, di Eropa, bahkan di Tiongkok sendiri, masih banyak orang yang sama sekali tidak mengetahui bahwa kekejaman seperti ini sedang terjadi.” 

“Langkah pertama untuk menghentikan kekejaman adalah dengan mengungkapkannya dan menyorotinya secara luas. Jadi sekali lagi, terima kasih kepada semua yang terlibat dalam proyek ini, yang telah bersuara dan membuat kebenaran terlihat. Hal-hal seperti ini memprihatinkan dan jahat. Saya berharap PKT suatu hari akan runtuh.”

Laporan wawancara oleh tim koresponden NTD Television Kanada dan The Epoch Times edisi Bahasa Inggris 

AS dan Israel Sudah Membombardir Iran, Tapi 1.000 Rudal Balistik Masih Siap Diluncurkan?

EtIndonesia.com.  Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan mengajukan kerangka kesepakatan baru yang lebih tegas kepada Iran pada 1 Juni 2026. Di saat bersamaan, Teheran tengah melakukan revisi terhadap draf terbaru nota kesepahaman serta rancangan perjanjian gencatan senjata yang sedang dibahas melalui jalur diplomatik.

Namun, meskipun proses negosiasi masih berlangsung, pemerintah Iran tetap menunjukkan sikap keras terhadap berbagai tuntutan baru yang diajukan Washington. Perbedaan pandangan antara kedua negara masih menjadi hambatan utama dalam upaya meredakan ketegangan yang telah meningkat selama beberapa bulan terakhir.


Trump Ajukan Kerangka Kesepakatan Baru yang Lebih Ketat

Menurut laporan media Israel, kerangka proposal terbaru yang diajukan Amerika Serikat pada 1 Juni 2026 disebut mengandung sejumlah syarat yang lebih ketat dibandingkan rancangan sebelumnya.

Usulan tersebut muncul setelah berbagai upaya diplomatik antara Washington dan Teheran mengalami kemajuan yang terbatas. Pemerintahan Trump berupaya memastikan bahwa setiap kesepakatan baru tidak hanya mencakup isu program nuklir Iran, tetapi juga menyentuh aspek pengembangan rudal balistik, produksi drone militer, serta stabilitas keamanan kawasan Teluk Persia.

Sementara itu, para pejabat Iran dilaporkan sedang mempelajari dan merevisi isi nota kesepahaman terbaru yang menjadi dasar pembicaraan gencatan senjata. Kendati demikian, sejumlah sumber menyebut bahwa Teheran masih menolak beberapa poin utama yang dianggap terlalu membatasi kemampuan pertahanan nasional Iran.

Situasi ini menunjukkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan permanen masih menghadapi tantangan besar meskipun jalur diplomatik tetap terbuka.


Citra Satelit Ungkap Pangkalan Rudal Iran Kembali Beroperasi

Di tengah proses negosiasi tersebut, perkembangan militer di lapangan justru memunculkan kekhawatiran baru.

Berdasarkan analisis citra satelit terbaru, sebagian besar jaringan pangkalan rudal bawah tanah Iran yang sebelumnya menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah kembali beroperasi.

Data yang dianalisis dari foto satelit menunjukkan bahwa dari 69 pintu masuk terowongan bawah tanah yang teridentifikasi di berbagai fasilitas rudal Iran, sekitar 50 pintu masuk kini telah dibuka kembali dan menunjukkan aktivitas operasional.

Temuan ini mengindikasikan bahwa dampak serangan udara sebelumnya kemungkinan tidak sebesar yang diperkirakan pada awal konflik.

Para analis militer menilai bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel lebih banyak menghancurkan akses masuk, fasilitas pendukung, gudang logistik, serta infrastruktur permukaan. Namun, sebagian besar ruang penyimpanan utama yang berada jauh di dalam jaringan terowongan kemungkinan tetap bertahan.

Karena sistem penyimpanan rudal Iran dirancang berada ratusan meter di bawah permukaan tanah, banyak aset strategis disebut masih dapat diselamatkan meskipun fasilitas di atas tanah mengalami kerusakan berat.


Iran Diperkirakan Masih Memiliki Sekitar 1.000 Rudal Balistik

Sejumlah lembaga pemantau pertahanan memperkirakan bahwa Iran saat ini masih menyimpan sekitar 1.000 rudal balistik dalam berbagai kategori.

Jumlah tersebut dinilai cukup besar untuk mempertahankan kemampuan serangan jarak menengah dan jarak jauh, termasuk terhadap sasaran di kawasan Timur Tengah.

Keberadaan persediaan rudal yang masih signifikan ini menjadi salah satu alasan mengapa Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Teluk terus memantau perkembangan militer Iran secara ketat.

Para pengamat menyebut bahwa kemampuan Iran untuk mempertahankan stok rudal setelah gelombang serangan udara menunjukkan tingkat ketahanan infrastruktur militer yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal.


Intelijen Israel: Pemulihan Industri Rudal Iran Berjalan Sangat Cepat

Perhatian lain muncul dari hasil penilaian intelijen Israel yang menyebut bahwa proses pemulihan industri pertahanan Iran berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan prediksi sebelumnya.

Menurut laporan tersebut, fasilitas produksi drone Iran diperkirakan dapat kembali beroperasi dalam skala besar hanya dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, kemampuan produksi rudal balistik dalam jumlah besar diperkirakan dapat dipulihkan dalam waktu sekitar satu tahun apabila tidak terjadi serangan lanjutan yang signifikan.

Penilaian tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan perencana keamanan regional karena menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh operasi militer sebelumnya mungkin hanya bersifat sementara.

Jika pemulihan tersebut berjalan sesuai perkiraan, Iran berpotensi kembali membangun kapasitas militernya dalam waktu relatif singkat.


Laporan Eksklusif: UEA Diduga Terlibat Serangan Rahasia ke Iran

Di sisi lain, sebuah laporan eksklusif yang diterbitkan media Amerika mengungkap dugaan keterlibatan langsung Uni Emirat Arab dalam operasi militer terhadap Iran selama konflik tahun ini.

Menurut laporan tersebut, Abu Dhabi diduga melaksanakan puluhan serangan udara terhadap berbagai target strategis di wilayah Iran secara diam-diam.

Apabila informasi tersebut terbukti benar, maka keterlibatan UEA dalam konflik akan jauh lebih besar daripada yang selama ini diketahui publik.

Laporan itu juga menyebut bahwa operasi tersebut dilakukan melalui koordinasi erat dengan Amerika Serikat dan Israel.


Sejumlah Fasilitas Strategis Iran Dilaporkan Menjadi Sasaran

Beberapa target yang disebut menjadi sasaran serangan antara lain:

  • Pulau Qeshm
  • Pulau Abu Musa
  • Bandar Abbas
  • Pulau Lavan
  • Kawasan industri petrokimia di Assaluyeh

Target-target tersebut memiliki nilai strategis tinggi karena berkaitan dengan ekspor energi, logistik militer, dan jalur perdagangan maritim Iran.

Beberapa fasilitas penyulingan minyak dan kompleks petrokimia dilaporkan mengalami kerusakan dalam rangkaian operasi tersebut.


Diduga Sebagai Respons atas Serangan Iran ke Wilayah UEA

Menurut sejumlah sumber yang dikutip dalam laporan tersebut, operasi rahasia itu dilakukan sebagai respons terhadap serangan rudal dan drone Iran yang sebelumnya menghantam sejumlah fasilitas energi serta bandara di wilayah Uni Emirat Arab.

Meski demikian, hingga 2 Juni 2026, pemerintah UEA belum memberikan konfirmasi maupun bantahan resmi terkait tuduhan keterlibatan dalam serangan udara tersebut.

Ketiadaan tanggapan resmi membuat berbagai spekulasi terus berkembang mengenai sejauh mana peran negara-negara Teluk dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.


Ketegangan Timur Tengah Masih Berpotensi Meningkat

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih berjalan, situasi keamanan di Timur Tengah tetap berada dalam kondisi yang rapuh.

Di satu sisi, Amerika Serikat dan Iran masih berusaha mencari titik temu melalui pembahasan kesepakatan baru. Namun di sisi lain, pemulihan cepat infrastruktur militer Iran serta munculnya laporan mengenai keterlibatan negara-negara regional dalam operasi rahasia menunjukkan bahwa risiko eskalasi konflik belum sepenuhnya mereda.

Dengan masih aktifnya sebagian besar jaringan rudal bawah tanah Iran dan belum tercapainya kesepakatan final antara Washington dan Teheran, kawasan Timur Tengah diperkirakan akan tetap menjadi salah satu titik geopolitik paling sensitif di dunia dalam beberapa bulan mendatang.  (***)

Pertahanan Rusia Jebol? Drone Ukraina Menembus Wilayah Dalam, Pangkalan dan Pelabuhan Diserang

EtIndonesia.com. Perang Rusia-Ukraina kembali memasuki babak baru yang menunjukkan meningkatnya kemampuan serangan jarak jauh Ukraina. Di tengah berlanjutnya gelombang serangan rudal dan drone Rusia terhadap berbagai kota di Ukraina, Kyiv kini semakin intensif membawa medan pertempuran jauh ke dalam wilayah Rusia.

Dalam beberapa hari terakhir, militer Ukraina melancarkan serangkaian operasi drone jarak jauh yang menargetkan fasilitas militer, pelabuhan strategis, serta infrastruktur energi penting Rusia. Serangan tersebut tidak hanya terjadi di wilayah yang dekat dengan garis depan, tetapi juga menjangkau lokasi yang berjarak lebih dari 1.300 kilometer dari zona pertempuran aktif.

Bandara Militer Taganrog Jadi Sasaran Serangan Presisi

Menurut keterangan resmi yang dirilis militer Ukraina pada 30 Mei 2026, Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina melaksanakan operasi serangan presisi terhadap Bandara Militer Taganrog yang berada di Wilayah Rostov, Rusia bagian selatan.

Operasi tersebut dijalankan oleh Pusat Pertama Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina (First Center of Unmanned Systems Forces) dengan sasaran utama berbagai fasilitas militer strategis Rusia yang berada di kawasan pangkalan udara tersebut.

Rekaman udara yang dipublikasikan oleh pihak Ukraina menunjukkan sejumlah drone berkecepatan tinggi berhasil menembus area pertahanan udara di sekitar pangkalan.

Dalam salah satu rekaman, sebuah drone terlihat menghantam langsung sebuah pesawat militer besar bermesin empat baling-baling yang sedang terparkir di landasan. Benturan tersebut memicu ledakan besar yang diikuti kobaran api dan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara.

Beberapa laporan militer Ukraina menyebut sasaran yang terkena serangan kemungkinan merupakan pesawat patroli maritim jarak jauh milik Rusia. Namun hingga kini belum ada konfirmasi independen yang sepenuhnya memverifikasi jenis pesawat yang mengalami kerusakan.

Sistem Rudal Iskander Dilaporkan Ikut Hancur

Tidak hanya menyasar pesawat militer, rekaman lain yang dirilis Ukraina juga memperlihatkan serangan terhadap sistem peluncur rudal balistik Iskander milik Rusia.

Iskander merupakan salah satu sistem rudal taktis paling penting yang dimiliki Angkatan Bersenjata Rusia dan selama perang digunakan untuk meluncurkan serangan terhadap berbagai target militer maupun infrastruktur di Ukraina.

Dalam video tersebut terlihat sebuah ledakan besar disertai bola api raksasa setelah drone menghantam target yang diduga sebagai kendaraan peluncur rudal Iskander. Jika laporan ini terbukti akurat, maka kerugian yang dialami Rusia akan cukup signifikan karena jumlah sistem Iskander yang operasional tidak terlalu banyak dan memiliki nilai strategis tinggi.

Pelabuhan Taganrog Turut Diguncang Serangan

Serangan Ukraina tidak hanya terfokus pada fasilitas militer.

Pada waktu yang hampir bersamaan, drone Ukraina juga menyerang kawasan Pelabuhan Taganrog, salah satu pusat logistik penting Rusia di pesisir Laut Azov.

Gubernur Wilayah Rostov, Yuri Slyusar, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pelabuhan.

Menurut pernyataan resmi pemerintah daerah, sebuah tangki bahan bakar, kapal tanker minyak, serta bangunan administrasi pelabuhan mengalami kerusakan dan kebakaran akibat hantaman drone.

Selain kerusakan material, serangan itu juga menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.

Taganrog memiliki posisi strategis bagi Rusia karena terletak di tepi Laut Azov dan hanya sekitar 40 kilometer dari wilayah Donetsk yang saat ini berada di bawah kendali Rusia.

Kota tersebut selama ini berfungsi sebagai pusat transportasi laut, logistik militer, dan distribusi pasokan bagi operasi Rusia di Ukraina timur. Oleh karena itu, meningkatnya frekuensi serangan drone terhadap Taganrog menunjukkan bahwa wilayah belakang Rusia kini semakin rentan terhadap serangan jarak jauh Ukraina.

Ukraina Serang Fasilitas Energi di Wilayah Kirov

Namun operasi Ukraina tidak berhenti di Rostov.

Menurut laporan yang muncul pada 1 Juni 2026, Ukraina juga melancarkan serangan drone jarak jauh terhadap Pusat Pengolahan Minyak dan Gas Lazarevo yang berada di Wilayah Kirov, Rusia.

Lokasi fasilitas tersebut menjadi perhatian karena berada sangat jauh dari garis depan perang, yakni lebih dari 1.300 kilometer dari wilayah pertempuran aktif.

Pusat energi Lazarevo merupakan salah satu simpul penting dalam jaringan distribusi energi Rusia. Fasilitas tersebut berperan dalam mengalirkan minyak dari kawasan Siberia menuju berbagai kilang pengolahan di Rusia bagian Eropa, sekaligus mendukung jalur ekspor menuju pelabuhan di Laut Hitam dan Laut Baltik.

Laporan awal menyebutkan bahwa serangan tersebut mengakibatkan dua tangki penyimpanan minyak dengan kapasitas gabungan sekitar 630.000 barel terbakar hebat.

Kebakaran besar yang muncul setelah serangan dilaporkan berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran setempat.

Zelenskyy: “Kami Membawa Perang Kembali ke Sumbernya”

Menanggapi rangkaian operasi tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pernyataan melalui media sosial.

Menurut Zelenskyy, Ukraina saat ini berupaya meningkatkan tekanan terhadap Rusia dengan menyerang fasilitas yang mendukung operasi perang Moskow.

“Kami sedang membawa perang kembali ke sumbernya. Rusia sebenarnya bisa menghentikan agresi sejak lama, tetapi mereka memilih untuk melanjutkan perang.”

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik, termasuk setelah serangan rudal besar Rusia terhadap kawasan permukiman di Kyiv pada pertengahan Mei 2026 yang menewaskan sedikitnya 24 warga sipil, termasuk beberapa anak-anak.

Perang Drone Memasuki Fase Baru

Para analis militer menilai bahwa serangkaian operasi terbaru ini menunjukkan perubahan signifikan dalam kemampuan perang drone Ukraina.

Jika pada awal konflik sebagian besar serangan Ukraina berfokus pada wilayah perbatasan dan garis depan, kini Kyiv semakin mampu menjangkau target-target strategis jauh di dalam wilayah Rusia.

Kemampuan untuk menyerang pangkalan udara, sistem rudal balistik, pelabuhan logistik, hingga fasilitas energi yang berjarak lebih dari seribu kilometer menunjukkan bahwa Ukraina telah membangun kapasitas serangan jarak jauh yang jauh lebih matang dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Bagi Rusia, perkembangan ini menimbulkan tantangan baru. Selain harus mempertahankan garis depan sepanjang ribuan kilometer di Ukraina, Moskow kini juga dituntut memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur strategis di wilayah belakangnya yang sebelumnya dianggap relatif aman dari ancaman langsung.

Dengan kedua pihak terus meningkatkan intensitas serangan dan kemampuan teknologi militernya, perang Rusia-Ukraina tampaknya semakin bergerak menuju fase konflik jarak jauh yang lebih kompleks, di mana pangkalan militer, fasilitas energi, dan pusat logistik menjadi sasaran utama dalam upaya melemahkan kemampuan lawan untuk melanjutkan perang. (***)

Purwanto dan Keyakinan bahwa Kebaikan Masih Menjadi Pilar Peradaban

oleh: Fadjar Pratikto

Di tengah sorotan publik terhadap dunia pendidikan dan karakter generasi muda, sosok Dr. H. Purwanto, M.Pd. muncul sebagai figur yang menarik untuk diperbincangkan. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta itu kini memegang amanah yang jauh lebih besar sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Jabatan tersebut bukan sekadar posisi birokrasi bergengsi. Di pundaknya kini bertumpu harapan lebih dari lima juta peserta didik Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Tantangan yang dihadapi Purwanto juga tidak ringan. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terbuka pernah mengingatkan bahwa keberhasilan menjaga dan membina karakter generasi muda menjadi salah satu ukuran keberhasilan kepemimpinannya.

Saat pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di kawasan industri BYD, Subang, Mei 2025 lalu, Dedi Mulyadi meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan kebijakan jam malam pelajar berjalan efektif.

Menurut Dedi, anak-anak sekolah harus sudah berada di rumah paling lambat pukul 21.00 WIB, kecuali dalam kondisi tertentu seperti bersama orang tua, bekerja membantu ekonomi keluarga, atau keadaan darurat lainnya.

Lebih jauh, Dedi menegaskan bahwa apabila masih terjadi peristiwa yang menimpa pelajar pada jam malam tersebut, maka Kepala Dinas Pendidikan harus bertanggung jawab.

Pernyataan itu menjadi perhatian publik. Namun bagi Purwanto, tugas membangun karakter generasi muda bukanlah sesuatu yang baru. Ia telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan dan pembentukan karakter manusia.

Dari Guru Desa Menjadi Doktor Pendidikan Karakter

Purwanto lahir di Kabupaten Ciamis pada 5 Maret 1974. Kariernya dimulai dari bawah, sebagai guru sekolah dasar di SDN Buniwangi, Kabupaten Sukabumi pada tahun 1997.

Empat tahun kemudian ia berpindah ke Purwakarta dan mengajar di SDN Munjuljaya. Pengalaman sebagai guru kelas inilah yang membentuk cara pandangnya tentang pendidikan. Ia memahami langsung bagaimana sekolah menjadi ruang pertama yang membentuk watak seorang anak setelah keluarga.

Kariernya kemudian berkembang ke ranah birokrasi. Ia pernah bertugas di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purwakarta, menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan, hingga dipercaya menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta sejak 2018.

Di tengah kesibukannya sebagai pejabat publik, Purwanto tidak berhenti belajar. Ia menyelesaikan studi doktoralnya di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan predikat cum laude.

Disertasinya berjudul Model Kepemimpinan Partisipatif Kepala Sekolah Dasar dalam Implementasi Pendidikan Berkarakter di Kabupaten Purwakarta.

Tema tersebut bukan sekadar kajian akademik. Itu adalah refleksi dari keyakinannya bahwa pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan siswa yang pintar secara intelektual, tetapi juga harus melahirkan manusia yang berkarakter.

“Guru terbaik adalah pengalaman. Ujian sesungguhnya ada pada kehidupan sehari-hari. Semoga kita semua menjadi orang yang terus bisa memperbaiki diri dan bermanfaat untuk alam semesta,” ujar Purwanto usai meraih gelar doktor.

Selain aktif di dunia pendidikan, Purwanto juga memiliki pengalaman panjang dalam organisasi. Ia pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, Ketua KNPI Purwakarta, pengurus KAHMI Jawa Barat, Ketua PGRI Purwakarta, hingga aktif dalam Gerakan Pramuka.

Pengalaman tersebut membentuk pandangannya bahwa pendidikan tidak bisa dikerjakan sekolah sendirian.

Kebaikan, Spiritualitas, dan Pendidikan yang Manunggal

Di balik sosok birokrat yang tegas, Purwanto dikenal memiliki pandangan filosofis yang kuat tentang kehidupan.

Menurutnya, persoalan moral yang muncul di masyarakat modern tidak bisa hanya disalahkan kepada teknologi, media sosial, atau perubahan zaman.

Ia melihat akar masalahnya justru terletak pada kedangkalan pengetahuan dan kurangnya pengasahan batin manusia.

“Pengetahuan yang luas dan gerak batin yang senantiasa diasah akan menumbuhkan perilaku kreatif dan sikap yang bijak. Karena itulah pendidikan dan spiritualitas itu penting. Bagi saya pendidikan dan spiritualitas sesungguhnya manunggal,” katanya.

Pandangan ini kemudian diterjemahkannya dalam berbagai kebijakan pendidikan karakter.

Saat masih memimpin Dinas Pendidikan Purwakarta, ia menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Purwakarta untuk memperkuat pendidikan karakter hingga ke tingkat desa.

Baginya, sekolah tidak mungkin bekerja sendiri.

“Masalah pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak. Tidak ada pendidikan yang maju tanpa kolaborasi dari semua unsur masyarakat,” tegasnya.

Ia menyebut konsep tersebut sebagai “partisipasi semesta”, yaitu keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, desa, organisasi masyarakat, dan lingkungan sosial dalam membentuk karakter anak.

Purwanto juga dikenal sebagai sosok yang berani mengkritisi dampak negatif penggunaan teknologi yang tidak terkendali pada anak-anak.

Ia pernah mengusulkan pembatasan penggunaan telepon genggam bagi anak-anak karena meyakini berbagai bentuk kekerasan dan penyimpangan perilaku sering kali dipicu oleh stimulasi negatif yang diperoleh melalui dunia digital.

Namun di sisi lain, ia tidak anti teknologi. Baginya teknologi harus menjadi alat untuk membangun, bukan merusak karakter.

Karena itulah ketika Jawa Barat meraih Anugerah Pengimbasan dan Pemanfaatan Rumah Pendidikan Terbaik dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Desember 2025, Purwanto menyebut penghargaan tersebut sebagai bukti bahwa inovasi digital dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Jawa Barat memanfaatkan platform Rumah Pendidikan secara optimal.

“Ini adalah bukti komitmen insan pendidikan Jawa Barat yang terus berinovasi dan berkolaborasi untuk kemajuan pelayanan pendidikan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Tim Sangkuriang dari SMAN 6 Bandung juga berhasil menjadi juara nasional Hackathon Rumah Pendidikan 2025.

Menurut Purwanto, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang positif dan produktif.

Sekolah Sebagai Pusat Peradaban

Setelah dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto membawa satu gagasan besar yang sejalan dengan visi Gubernur Dedi Mulyadi, yakni menjadikan sekolah sebagai pusat peradaban.

Baginya, sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat belajar matematika, bahasa, atau sains. Sekolah harus menjadi ruang tumbuhnya budaya, etika, disiplin, dan tanggung jawab sosial.

Karena itulah ia sangat memperhatikan kondisi fisik lingkungan sekolah.

Ketika meninjau SMAN 2 Subang pada Juni 2025, Purwanto bahkan meminta pembongkaran bangunan garasi sekolah yang dianggap kumuh dan tidak sesuai dengan kebijakan larangan pelajar membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

“Sekolah merupakan pusat peradaban,” katanya.

Pandangan tersebut kemudian diwujudkan dalam Standardisasi Sekolah Jawa Barat 2026.

Melalui kebijakan itu, seluruh SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat diwajibkan menerapkan standar pengelolaan lingkungan yang mencakup empat aspek utama: pengelolaan sampah, sistem air limbah, penataan bangunan, dan penghijauan.

Menurut Purwanto, kebersihan lingkungan sekolah merupakan bagian dari pendidikan karakter.

“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang bersih. Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk mengabaikan kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Ia bahkan dikenal sering melakukan inspeksi mendadak ke sekolah-sekolah dan memberikan teguran langsung apabila menemukan kondisi lingkungan yang tidak terawat.

Bagi Purwanto, disiplin tidak cukup diajarkan melalui ceramah. Disiplin harus hadir dalam tata ruang, kebiasaan, dan budaya sehari-hari.

Menata Masa Depan Jawa Barat Melalui Pendidikan

Kini, setelah lebih dari setahun memimpin Dinas Pendidikan Jawa Barat, berbagai program besar mulai berjalan.

Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Rp112,5 miliar untuk membangun 24 unit sekolah baru yang terdiri atas 17 SMA negeri, 4 SMK negeri, dan 3 SLB negeri.

Pembangunan tersebut diproyeksikan menambah daya tampung sekitar 5.000 peserta didik baru mulai tahun 2027.

Menurut Purwanto, pembangunan infrastruktur pendidikan bukan sekadar membangun gedung.

“Melalui pembangunan ini kami berharap dapat meningkatkan kapasitas layanan pendidikan, memperpendek jarak tempuh peserta didik ke satuan pendidikan, serta mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak,” ujarnya.

Komitmen itu sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang terus memperkuat digitalisasi pendidikan melalui penguatan ekosistem data pendidikan nasional.

Bagi Purwanto, pendidikan masa depan harus mampu memadukan teknologi, karakter, lingkungan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Di balik seluruh kebijakan dan program yang ia jalankan, ada satu keyakinan yang terus dipegangnya hingga hari ini.

Ia percaya bahwa kebaikan adalah fondasi utama kehidupan.

Pengalaman hidupnya yang pernah ditolong banyak orang membuatnya meyakini bahwa manusia tidak pernah benar-benar hidup sendiri.

“Kebaikan itu teman abadi kita,” katanya.

Menurut Purwanto, teman sekolah akan berpisah, rekan kerja akan berganti, bahkan keluarga suatu saat akan menempuh jalannya masing-masing. Namun kebaikan yang pernah dilakukan akan tetap hidup, bahkan setelah seseorang meninggalkan dunia.

Mungkin itulah sebabnya ia begitu percaya pada pendidikan karakter. Sebab pada akhirnya, tujuan tertinggi pendidikan bukan hanya melahirkan orang pintar, melainkan melahirkan manusia yang mampu menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Kebaikan di Era Digital

Komitmen Purwanto dalam membangun karakter generasi muda tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan pendidikan formal, tetapi juga melalui perhatian terhadap ekosistem digital yang digunakan anak-anak dan remaja.

Jauh sebelum menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, saat masih memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto telah menunjukkan perhatian serius terhadap tantangan dunia digital yang dihadapi peserta didik. Ia meyakini bahwa kemajuan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat karakter, bukan justru menjadi sarana yang merusak perkembangan moral generasi muda.

Sekitar dua tahun lalu, Purwanto memfasilitasi sebuah webinar pengenalan Gan Jing World (GJW), sebuah platform digital yang mengusung konsep “Dunia Bersih” dan mengampanyekan slogan “Kebaikan itu Keren”. Kegiatan tersebut diikuti para kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Purwakarta.

Dalam forum tersebut, para pendidik diperkenalkan pada alternatif ruang digital yang dinilai lebih ramah bagi keluarga, dunia pendidikan, dan pengembangan karakter anak. Menurut Purwanto, dunia pendidikan perlu mengenalkan kepada peserta didik berbagai pilihan platform yang dapat mendukung tumbuhnya budaya literasi, kreativitas, dan nilai-nilai positif.

Ketertarikan Purwanto terhadap platform tersebut bukan sekadar sebagai pengamat. Ia bahkan memiliki kanal pribadi di Gan Jing World yang berisi berbagai konten mengenai pendidikan karakter, kepemimpinan, nilai kebajikan, serta refleksi tentang pembangunan manusia.

Bagi Purwanto, literasi digital tidak cukup hanya mengajarkan kemampuan menggunakan teknologi. Literasi digital juga harus membekali generasi muda dengan kemampuan memilih informasi yang sehat, membangun kebiasaan bermedia yang bertanggung jawab, serta menumbuhkan kesadaran etis dalam memanfaatkan teknologi.

Pandangan ini sejalan dengan filosofi yang selama ini ia pegang, yakni bahwa pendidikan dan spiritualitas tidak dapat dipisahkan. Teknologi, menurutnya, hanyalah alat. Yang menentukan arah penggunaannya adalah karakter manusia yang mengendalikan teknologi tersebut.

Karena itu, ketika berbicara mengenai masa depan pendidikan, Purwanto selalu menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama. Kemajuan digital, kecerdasan buatan, dan berbagai inovasi teknologi akan membawa manfaat besar apabila dibimbing oleh nilai-nilai moral yang kuat.

Di tengah derasnya arus informasi yang membanjiri kehidupan anak-anak dan remaja saat ini, Purwanto melihat pentingnya menghadirkan ruang-ruang digital yang mampu menginspirasi, mengedukasi, dan menumbuhkan kebiasaan berbuat baik. Baginya, membangun karakter generasi masa depan tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga di ruang digital tempat anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya.

Karena itulah, berbagai upaya penguatan literasi digital yang sehat dan berbasis nilai kebajikan menjadi bagian dari ikhtiar panjang yang terus ia dorong, baik ketika memimpin pendidikan di Purwakarta maupun setelah dipercaya mengemban amanah yang lebih besar di Jawa Barat.

Dan di tengah berbagai tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini, keyakinan sederhana itu tampaknya menjadi kompas yang terus menuntun langkah Purwanto dalam memimpin pendidikan Jawa Barat. Ia meyakini bahwa kebaikan masih menjadi pilar peradaban.

April Gunawan turut berkontribusi pada laporan ini

Hadapi Ancaman Bawah Laut Tiongkok, AS-Inggris-Australia Kembangkan Kendaraan Selam Nirawak Bersama

EtIndonesia.com.  Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth pada 30 Mei mengumumkan dalam Dialog Shangri-La di Singapura bahwa, sebagai bagian dari perjanjian pertahanan trilateral AUKUS antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, ketiga negara sedang bersama-sama mengembangkan kendaraan selam nirawak (unmanned underwater vehicles/UUV). Sistem tersebut diperkirakan mulai dikirimkan pada tahun 2027. 

Pada kesempatan yang sama, Hegseth juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) mendominasi kawasan Indo-Pasifik. Para akademisi menilai pernyataan itu mencerminkan strategi jangka panjang Amerika Serikat.

Dalam pidato utamanya di Dialog Shangri-La, Hegseth mengatakan bahwa proyek kendaraan selam nirawak multimisi akan meningkatkan kemampuan pengintaian dan serangan ketiga negara, sekaligus memperkuat keunggulan mereka dalam perang antikapal selam, perang melawan kapal permukaan, penanggulangan ranjau laut, peperangan elektronik, serta operasi manuver di wilayah pesisir yang dipersengketakan.

Hegseth juga bertemu dengan menteri pertahanan Australia dan Inggris untuk meninjau perkembangan perjanjian AUKUS.

Pilar pertama AUKUS berfokus pada penyediaan kapal selam bertenaga nuklir bersenjata konvensional kepada Australia, sedangkan pilar kedua menghimpun kekuatan industri pertahanan ketiga negara untuk mengembangkan kemampuan militer canggih.

Aliansi AUKUS dibentuk oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Australia pada tahun 2021 dengan tujuan bersama mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir dan berbagi keahlian militer.

Pakar keamanan dan pertahanan Taiwan, Shen Mingshi, menjelaskan bahwa proyek utama AUKUS adalah mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir bagi Australia, namun penyelesaiannya kemungkinan baru tercapai sekitar tahun 2035. Dalam situasi tersebut, Amerika Serikat terlebih dahulu menyediakan kapal selam nuklir yang saat ini masih aktif digunakan kepada Australia serta melatih mereka dalam pengoperasiannya.

“Kita tahu bahwa saat ini kapal nirawak bawah laut, terutama yang berukuran besar, sangat penting karena dapat menjalankan fungsi yang sama seperti kapal selam dengan biaya yang lebih rendah. Inilah tren peperangan berteknologi tinggi saat ini, sehingga AUKUS mulai mengembangkan kapal nirawak tersebut,” ujar Shen Mingshi. 

Wakil Rektor Universitas Kainan Taiwan sekaligus pakar geopolitik, Chen Wenjia, mengatakan: “Dalam beberapa tahun terakhir, perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa kendaraan nirawak sedang mengubah bentuk peperangan dengan cepat. Di masa depan, medan perang maritim akan didominasi oleh sistem nirawak yang cerdas, berbiaya rendah, dan sangat tersembunyi.” 

“Dibandingkan kapal selam tradisional yang mahal dan terbatas dalam penempatannya, kendaraan selam nirawak dapat menjalankan misi pengintaian, pemantauan, perang antikapal selam, pembersihan ranjau, dan patroli infrastruktur dasar laut dalam jangka waktu lama, sehingga secara signifikan meningkatkan kemampuan pemantauan situasi maritim.”

Chen Wenjia menambahkan bahwa pengembangan bersama kendaraan selam nirawak oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Australia merupakan tonggak penting yang menandai transformasi AUKUS dari konsep menjadi kemampuan tempur nyata. 

Menurutnya, hal ini bukan hanya peningkatan teknologi militer, tetapi juga menandakan bahwa persaingan keamanan Indo-Pasifik telah memasuki era strategi bawah laut dengan dampak strategis yang luas.

Salah satu alasan lain ketiga negara mempercepat pengembangan teknologi kendaraan selam nirawak adalah untuk menghadapi meningkatnya ancaman Tiongkok dan Rusia terhadap infrastruktur bawah laut global.

Tahun lalu, kapal-kapal Tiongkok dicurigai merusak kabel bawah laut di perairan sekitar Taiwan dan wilayah perairan Swedia. Selain itu, Laut Baltik dalam beberapa waktu terakhir juga berulang kali dilaporkan mengalami kerusakan kabel bawah laut.

“Seiring ekspansi berkelanjutan Angkatan Laut PKT dan meluasnya aktivitas kapal selam mereka ke Pasifik Barat dan Samudra Hindia, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia berharap membangun jaringan pengawasan bawah laut 24 jam melalui kendaraan selam nirawak guna meningkatkan kemampuan deteksi dan peringatan dini antikapal selam,” kata Chen Wenjia. 

“Selain itu, sistem ini juga bertujuan melindungi infrastruktur bawah laut yang vital. Lebih dari 90 persen lalu lintas internet dan informasi keuangan internasional bergantung pada kabel bawah laut. Jika kabel-kabel tersebut dirusak, dampaknya terhadap keamanan nasional dan operasional ekonomi akan sangat besar,” ujarnya. 

Chen menilai bahwa seringnya insiden kerusakan kabel bawah laut di berbagai wilayah dunia dalam beberapa tahun terakhir telah memaksa banyak negara memberikan perhatian lebih besar terhadap keamanan bawah laut.

Dalam konferensi tersebut, Hegseth juga menyampaikan pesan strategis bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan PKT mendominasi Indo-Pasifik.

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah “negara Pasifik” dan tetap menuntut agar Tiongkok menghormati posisi jangka panjang Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Hegseth menekankan bahwa ekspansi militer PKT yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta aktivitas militernya di Indo-Pasifik dan wilayah yang lebih luas, merupakan hal yang patut diwaspadai. Amerika Serikat akan membangun dan mempertahankan sistem pertahanan penangkalan yang kuat di Pasifik Barat untuk memastikan bahwa agresi tidak akan berhasil dan perang dianggap sebagai pilihan yang tidak rasional.

Hegseth juga memuji kontribusi para sekutu, termasuk Korea Selatan, Jepang, Filipina, dan Australia.

“Pernyataan ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari kebijakan Amerika Serikat. Tahun lalu Hegseth juga menyampaikan pernyataan serupa di Dialog Shangri-La, dan laporan strategi pertahanan yang dirilis awal tahun ini juga menegaskan hal yang sama. Tujuannya adalah menghalangi ekspansi Tiongkok di Rantai Pulau Pertama dan mendorong kerja sama negara-negara di kawasan tersebut,” ujar Shen Mingshi. 

Menurut Shen, Hegseth menyoroti klaim PKT atas “Garis Sembilan Putus” di Laut Tiongkok Selatan serta klaimnya terhadap berbagai pulau milik Filipina dan negara lain sebagai bentuk ekspansionisme. Selain itu, Selat Taiwan bukanlah perairan internal Tiongkok.

Shen menambahkan bahwa pelayaran kapal perang Kanada melalui Selat Taiwan dan pelayaran kapal perang Belanda di sekitar Kepulauan Paracel (Xisha) di Laut Tiongkok Selatan,  baru-baru ini merupakan bentuk pernyataan bahwa Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Barat. Pernyataan itu tidak menerima interpretasi PKT yang bersifat ekspansionis mengenai kedaulatan maritim di Pasifik Barat, khususnya di kawasan Rantai Pulau Pertama. (***)

Ayah 66 Tahun di Jepang Tewaskan Putra 11 Tahun, Diduga Terdesak Kesulitan Hidup

EtIndonesia.com.  Seorang pria berusia 66 tahun di Kota Narita, Prefektur Chiba, Jepang, diduga berusaha mengakhiri hidup bersama putranya. Ia dituduh mencekik hingga tewas putranya yang berusia 11 tahun di rumah mereka. Polisi menduga pria tersebut melakukan tindakan itu karena terjerat kesulitan hidup. Setelah keluar dari rumah sakit, ia ditangkap dan mengakui perbuatannya.

Media Jepang melaporkan bahwa menurut polisi, tersangka yang menganggur bernama Toshihiko Yoshii tinggal berdua dengan putranya. Ia diduga membunuh anaknya yang masih duduk di kelas enam sekolah dasar dan baru berusia 11 tahun di apartemen tempat tinggal mereka pada 27 Mei.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pada 29 Mei, kepala sekolah tempat anak itu bersekolah melaporkan kepada polisi bahwa sang murid “tidak masuk sekolah sejak tanggal 27”. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan menemukan ayah serta anak itu terbaring di lantai sebuah kamar dengan selimut menutupi mereka.

Saat ditemukan, bocah tersebut diperkirakan telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. Sementara itu, tersangka tidak mengalami luka luar yang jelas dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Setelah keluar dari rumah sakit, ia ditangkap atas dugaan pembunuhan.

Dalam pemeriksaan, ia mengakui perbuatannya dan mengatakan: “Saya mencekik leher anak saya dengan tangan di rumah dan membunuhnya.”

Sumber yang terlibat dalam penyelidikan mengungkapkan bahwa tersangka diduga telah lama mengalami kesulitan keuangan. Kepada polisi ia mengatakan bahwa dirinya “tidak bisa meninggalkan anaknya sendirian”. Berdasarkan keterangan tersebut, polisi menduga ia berusaha bunuh diri bersama putranya akibat tekanan hidup, namun upaya bunuh dirinya sendiri tidak berhasil.

Saat ini, polisi masih terus menyelidiki kronologi rinci kejadian tersebut, termasuk kondisi kehidupan dan situasi keluarga sebelum peristiwa itu terjadi.

Sumber : NTDTV.com

Rincian Dokumen Bocor Ungkap Perusahaan Tiongkok Diam-Diam Mengirim Bahan Bakar Rudal ke Iran

EtIndonesia.com.  Media oposisi Iran yang berbasis di Inggris, Iran International, mengungkap bahwa dokumen yang diperoleh kelompok peretas menunjukkan sebuah perusahaan Tiongkok membantu Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperoleh bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi rudal balistik.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa dokumen-dokumen itu diperoleh oleh kelompok peretas Prana dan dibagikan kepada Iran International. Inti dari jaringan yang terungkap dalam dokumen tersebut adalah Haokun Energy (昊坤能源). Perusahaan ini selama ini berperan sebagai perantara penjualan minyak Iran kepada kilang-kilang minyak di Tiongkok atas nama Garda Revolusi Iran. Empat tahun lalu, Haokun Energy dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat karena mendanai Pasukan Quds, unit operasi luar negeri Garda Revolusi Iran.

Dokumen yang bocor menunjukkan bahwa Haokun Energy menyebut adanya perjanjian dengan sebuah perusahaan bernama Golden Globe Demir Celik (GDCP) yang berkaitan dengan penyediaan produk kimia untuk peralatan khusus. Dokumen tersebut menyatakan bahwa, demi menjaga kerahasiaan, izin ekspor diterbitkan melalui jalur rahasia.

Dokumen juga menunjukkan bahwa Haokun menyatakan telah mendirikan sebuah perusahaan bernama Mosta untuk memperoleh jaminan bank. Perusahaan tersebut dikendalikan oleh GDCP. Karena alasan yang berkaitan dengan sanksi, tidak ada warga negara Iran yang boleh menjadi anggota dewan direksinya.

Haokun mengklaim bahwa mereka berkoordinasi dengan bea cukai Partai Komunis Tiongkok melalui saluran rahasia dan meminta pihak Iran untuk mencegah kebocoran informasi apa pun.

Haokun juga menyatakan bahwa mereka berencana mengirimkan 2.000 ton natrium klorat dan 10.000 ton natrium perklorat ke Iran melalui GDCP. Natrium perklorat merupakan bahan utama dalam pembuatan bahan bakar rudal padat. Dokumen menunjukkan bahwa jumlah tersebut cukup untuk memproduksi bahan bakar padat yang dibutuhkan sekitar 2.500 rudal balistik. Nilai pengiriman tersebut mencapai 43 juta dolar AS.

Meskipun GDCP terdaftar di Turki, korespondensi email menunjukkan bahwa pengirimnya adalah warga negara Iran bernama Mohammad Reza Sadr. Dalam surat-menyurat tersebut, Haokun mengidentifikasi GDCP sebagai entitas yang berada di bawah Republik Islam Iran. Salah satu email bahkan berupa surat dari Haokun yang ditujukan kepada “Komandan Mohammadzadeh”.

Tokoh tersebut tampaknya adalah Ahmad Mohammadzadeh, mantan Wakil Koordinator Angkatan Laut Garda Revolusi Iran. Menurut laporan, ia merupakan salah satu figur penting dalam Markas Pourjafari, yang menjadi bagian dari jaringan penjualan minyak Garda Revolusi Iran.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan dari penjualan minyak digunakan untuk membeli natrium perklorat dari Tiongkok. Sementara itu, Haokun Energy sebagai perantara transaksi disebut menggunakan penjualan senjata, bahan bakar rudal, dan berbagai komoditas lainnya untuk melunasi utang yang mencapai ratusan juta dolar kepada Garda Revolusi Iran.

Menurut situs resmi Haokun Energy, perusahaan tersebut didirikan pada tahun 2012 dan merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang perdagangan energi dan sumber daya komoditas. 

Berdasarkan informasi dari Baidu Baike, perusahaan itu juga terlibat dalam proyek “Jalur Sutra Udara” dalam inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road) Partai Komunis Tiongkok, termasuk proyek pembangunan terminal baru Bandara Teheran di Iran.

Sumber : NTDTV.com

Saat Malam Juara Liga Champions PSG Berujung Ricuh, Kerusuhan Besar Meletus di Paris

Final Liga Champions Eropa pada 30 Mei, Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4:3. Namun, perayaan para pendukung di berbagai wilayah Prancis kemudian berubah menjadi kerusuhan. Bentrokan antara pelaku kerusuhan dan polisi menyebabkan sedikitnya 219 orang terluka, termasuk delapan orang yang mengalami luka serius. Selain itu, 57 polisi juga dilaporkan terluka.

EtIndonesia.com Pada 31 Mei, kawasan sekitar Menara Eiffel dipadati para penggemar yang berbaris di sepanjang jalan untuk menyambut dan memberikan dukungan kepada para pemain serta staf PSG.

Pada malam 30 Mei di Budapest, Hungaria, PSG mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dan meraih gelar juara Liga Champions.

Puluhan ribu penggemar berparade di sepanjang boulevard dekat Arc de Triomphe (Gerbang Kemenangan). Sebagian menyalakan kembang api dan membunyikan klakson kendaraan sebagai bentuk perayaan.

Namun, pihak berwenang menyatakan bahwa sejumlah pelaku kekerasan memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan aksi vandalisme yang kemudian memicu kerusuhan.

Rekaman video menunjukkan sejumlah orang membakar sepeda listrik di jalanan, memecahkan kaca toko, serta membakar kendaraan. Layanan bus, kereta api, dan transportasi rel di Paris juga terdampak akibat kerusuhan tersebut.

Paris berada dalam status siaga tinggi dengan pengerahan 8.000 personel polisi di seluruh kota. Di pusat kota Paris, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan bahwa polisi Paris telah menangkap 480 orang, dengan 277 orang ditahan, termasuk 82 anak di bawah umur. Di berbagai wilayah Prancis, total 780 orang telah ditangkap terkait aksi kekerasan tersebut, dan lebih dari 450 orang di antaranya ditahan.

“Secara keseluruhan, situasi masih berada dalam kendali,” ujar Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez. 

Tahun lalu, ketika PSG menjuarai Liga Champions, insiden kekerasan serupa juga terjadi dan perayaan kemenangan saat itu juga berkembang menjadi kerusuhan.

Laporan disusun oleh reporter NTD, Yu Liang.

Dokumen Rahasia Terungkap, Perusahaan Tiongkok Kembali Terseret dalam Jaringan Rudal Iran

EtIndonesia.com Media Iran International baru-baru ini memperoleh sejumlah dokumen yang menunjukkan bahwa sebuah perusahaan Tiongkok diduga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Turki dan Uni Emirat Arab untuk membantu Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperoleh bahan kimia yang diperlukan dalam produksi rudal balistik.

Dokumen-dokumen tersebut diperoleh oleh kelompok peretas Prana dan kemudian diserahkan kepada Iran International. Isinya menunjukkan bahwa entitas Tiongkok tidak hanya terlibat dalam pasokan barang, tetapi juga diduga membantu Iran menghindari sanksi Amerika Serikat melalui jaringan perusahaan multinasional untuk menyelesaikan transaksi terkait.

Menurut dokumen tersebut, perusahaan inti dalam jaringan ini adalah Haokun Energy. Selama bertahun-tahun, perusahaan itu berperan sebagai perantara yang membantu Garda Revolusi Iran menjual minyak kepada kilang-kilang di Tiongkok. Empat tahun lalu, Haokun Energy telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena diduga mendanai Pasukan Quds, unit operasi luar negeri Garda Revolusi Iran.

Haokun Energy diketahui pernah mencapai kesepakatan dengan perusahaan bernama Golden Globe Demir Celik (GDCP) terkait penyediaan produk kimia untuk apa yang disebut sebagai “peralatan khusus”.

Yang menarik perhatian, Haokun Energy menyatakan bahwa aktivitas terkait dilakukan melalui jalur rahasia dengan koordinasi pihak bea cukai Tiongkok, serta meminta pihak Iran untuk mencegah kebocoran informasi apa pun.

Berdasarkan dokumen tersebut, GDCP tidak hanya bertanggung jawab membeli bahan baku yang dibutuhkan untuk bahan bakar rudal balistik, tetapi juga mewakili Garda Revolusi dalam penjualan minyak.

Dengan kata lain, jaringan ini membantu Garda Revolusi menjual minyak sekaligus menggunakan sebagian pendapatan minyak tersebut untuk membeli bahan baku bahan bakar rudal seperti natrium perklorat (sodium perchlorate) dari Tiongkok. Sementara itu, Haokun Energy sebagai perantara berupaya melunasi utangnya yang mencapai ratusan juta dolar AS kepada Garda Revolusi melalui penjualan senjata, bahan baku bahan bakar rudal, dan berbagai komoditas lainnya. Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, perusahaan itu saat ini masih memiliki utang pendapatan minyak kepada Garda Revolusi yang melebihi US$1 miliar.

Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa ledakan mematikan yang terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee, Iran, pada April tahun lalu kemungkinan berkaitan dengan satu pengiriman natrium perklorat. Bahan kimia tersebut merupakan salah satu komponen utama dalam pembuatan bahan bakar rudal berbahan bakar padat.

Dalam setahun terakhir, berbagai laporan mengenai pengiriman natrium perklorat dari Tiongkok ke Iran telah berulang kali muncul. Pada 12 Mei lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menuduh PKT membantu Garda Revolusi Iran memperoleh komponen rudal balistik. Namun, pihak Tiongkok membantah tuduhan terkait.

Sumber : NTDTV.com

Garda Revolusi Iran Ambil Alih Kekuasaan? Presiden Pezeshkian Dikabarkan Ajukan Pengunduran Diri

EtIndonesia.com  Media Iran International yang berbasis di Inggris mengutip seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut dan melaporkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menyerahkan surat pengunduran diri resmi kepada kantor Pemimpin Tertinggi Iran.

Menurut sumber tersebut, dalam surat pengunduran diri yang diajukan pada hari Minggu, Pezeshkian menegaskan bahwa presiden dan pemerintah secara efektif telah dikesampingkan dari proses pengambilan keputusan penting negara. 

Kekosongan kekuasaan yang diakibatkannya disebut telah memungkinkan faksi garis keras di dalam Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengambil alih kendali urusan negara.

Pezeshkian juga menyatakan bahwa dalam kondisi seperti itu, ia tidak lagi mampu menjalankan pemerintahan maupun melaksanakan tugas-tugas konstitusionalnya sebagai presiden. Oleh karena itu, ia meminta agar pengunduran dirinya segera disetujui.

Namun hingga saat ini belum jelas apakah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akan menerima pengunduran diri Pezeshkian. Meski demikian, isi surat itu disebut mencerminkan adanya perpecahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di tingkat tertinggi struktur kekuasaan Iran.

Sebelumnya, Iran International juga melaporkan bahwa Garda Revolusi Islam secara bertahap telah membatasi berbagai kewenangan presiden dan pada praktiknya mengendalikan sejumlah lembaga penting dalam pemerintahan.

Sumber yang sama mengungkapkan bahwa situasi tersebut telah membuat pemerintahan Pezeshkian terjebak dalam kebuntuan politik dan administratif. Perundingan diplomatik tidak menunjukkan kemajuan, sementara rencana restrukturisasi kabinet juga tidak dapat diselesaikan maupun dilaksanakan.

Namun demikian, Wakil Direktur Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Tabatabaei, membantah laporan Iran International melalui platform media sosial X. Ia menyebut laporan tersebut sebagai “berita palsu” dan menengklaim bahwa Pezeshkian tidak akan berhenti melayani rakyat Iran.

Sumber : NTDTV.com