Menjadi “Akademisi” bagi Orang Sekampung

EtIndonesia. Sejak kecil, Yaliang adalah anak yang penurut dan berprestasi. Prestasi akademiknya selalu membanggakan, sehingga orangtua dan kerabat menaruh harapan besar padanya. Yaliang pun tidak mengecewakan—dia berhasil masuk ke fakultas kedokteran di sebuah universitas ternama, mengambil jurusan kedokteran klinis, lalu melanjutkan hingga jenjang pascasarjana.

Orang-orang sekampung sering berkata dengan bangga : “Kelak Yaliang pasti jadi dokter terkenal, pakar besar!”

Ayahnya bahkan berkata :  “Cita-cita terbesarku adalah melihatmu menjadi anggota Akademi Teknik Nasional dan menerima tunjangan negara.”

Awalnya, Yaliang memang menjadikan itu sebagai tujuan hidupnya. Namun, seiring waktu, dia makin sadar betapa jauhnya target tersebut. Menjelang kelulusan, urusan mencari pekerjaan menjadi beban berat di hatinya: rumah sakit besar sulit ditembus, sementara rumah sakit kecil terasa tidak sepadan dengan jerih payah bertahun-tahun belajar.

Di sela-sela mengirim lamaran dan mengikuti wawancara, pikiran Yaliang selalu tertuju pada neneknya yang tinggal sendirian di kampung. Demi membiayai sekolah Yaliang dan adik-adiknya, kedua orangtuanya merantau bertahun-tahun, meninggalkan nenek sendirian di rumah—bukan karena tega, tetapi karena keadaan.

Setiap liburan musim panas, ketika teman-temannya berwisata, magang, atau mengikuti kegiatan sosial, Yaliang selalu pulang ke kampung untuk menemani neneknya sepanjang liburan. 

Saat kuliah, dia sering memikirkan neneknya: “Seharian aku sibuk kuliah dan belajar, waktu berlalu begitu cepat. Tapi seorang lansia yang sendirian menjaga satu rumah—betapa lambat dan sepinya waktu berjalan. Dan jika sakit, siapa yang merawat?”

Ini adalah liburan musim panas terakhir sebelum dia benar-benar bekerja. Setelah itu, dia tahu, kesempatan untuk menemani nenek akan semakin sedikit. Meski masa depan karier membuatnya resah, Yaliang tetap pulang.

Setiap kali Yaliang tiba, neneknya yang telah berusia lebih dari delapan puluh tahun selalu gembira seperti anak kecil—menggenggam tangannya erat-erat, bahkan tubuh renta itu seolah ingin meloncat kegirangan. 

Melihat betapa neneknya merindukannya, Yaliang ingin sekali membawa nenek tinggal bersamanya. Namun dia sadar, dirinya belum cukup mapan untuk melakukannya. Ironisnya, saat pulang ke rumah, justru neneklah yang kembali merawat Yaliang, memasakkan makanan seperti ketika dia masih kecil.

Namun usia tak bisa ditipu.

Suatu sore, nenek terbaring di tempat tidur dan tak mampu bangun. Saat Yaliang menyentuh keningnya, ternyata nenek demam—lebih dari 38 derajat. Ini berbahaya. Rumah sakit terdekat berada di kota kecil sejauh sepuluh kilometer. Malam telah tiba, jalanan sulit dilalui, membawa nenek ke rumah sakit hampir mustahil. Yaliang menyelimuti neneknya, lalu pergi sendiri ke kota untuk mengambil obat.

Dokter jaga tanpa banyak bertanya langsung meresepkan obat penurun panas. Yaliang tahu ini bukan pendekatan yang tepat. Demam sering kali merupakan tanda penyakit lain dan juga mekanisme perlindungan tubuh. Menurunkan panas secara sembarangan justru bisa berbahaya, terlebih bagi lansia.

Untungnya, demam neneknya hanya disebabkan oleh flu ringan. Setelah minum obat, nenek tertidur. Namun hati Yaliang justru semakin gelisah. Di tanah kelahirannya ini, ada begitu banyak lansia seperti neneknya, sementara fasilitas medis sangat terbatas. Jika malam itu bukan sekadar flu, bukankah risikonya sangat besar?

Desa ini sangat membutuhkan dokter. Lalu mengapa dia justru memaksakan diri masuk rumah sakit besar di kota?

Selama beberapa hari menemani nenek, Yaliang membuat keputusan besar. 

Saat hendak pergi, dia berkata pada neneknya :  “Nenek, kali ini aku pergi… tapi aku akan segera kembali.”

Tak lama kemudian, Yaliang mendirikan klinik kesehatan kecil di pintu masuk desa. Klinik itu berada di bawah naungan rumah sakit kecamatan. Dia menerima gaji dari rumah sakit dan tidak mengambil satu rupiah pun keuntungan dari obat-obatan warga.

Yaliang menjadi lulusan pascasarjana pertama yang kembali mengabdi ke desa. Sambutan warga luar biasa—setiap hari kliniknya dipenuhi pasien.

Dia paham betul perannya: penyakit berat harus dirujuk ke rumah sakit besar. Tugasnya adalah mencegah sebelum sakit, dan mencegah penyakit bertambah parah. Selain mengobati, Yaliang aktif memberikan edukasi kesehatan. Untuk para lansia yang sulit datang ke klinik, dia rutin melakukan kunjungan rumah, memantau kondisi, dan memberikan perawatan yang tepat.

Dalam beberapa bulan saja, Yaliang sudah hafal betul penyakit yang sering muncul di desa, struktur penduduk, bahkan keluarga mana yang membutuhkan perhatian khusus.

Kehadirannya bukan hanya memudahkan warga berobat, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup sehat. Banyak orang datang ke klinik bukan karena sakit, melainkan untuk belajar. Yaliang mengajarkan senam kesehatan tradisional seperti Ba Duan Jin dan Wu Qin Xi. Perlahan, latihan-latihan ini menjadi kebiasaan, dikenal oleh tua-muda, pria-wanita.

Di desa Yaliang, kesehatan tak lagi sekadar kebutuhan hidup, melainkan bagian dari budaya.

Dulu, ayahnya sangat menentang keputusan Yaliang pulang ke desa. Namun kemudian, orangtuanya pun berhenti merantau dan kembali ke kampung. 

Melihat perubahan desa dan rasa hormat warga kepada putranya, sang ayah berkata dengan bangga: “Kamu memang tidak menjadi anggota akademi seperti yang kuimpikan…
tapi kamu telah menjadi ‘akademisi’ bagi orang sekampungmu.”

Kini, nenek Yaliang hidup ditemani anak-cucu, menikmati masa tua dengan sehat dan bahagia—seorang lansia panjang umur yang disegani.(jhn/yn)

Hampir 700 Lubang Raksasa Ambles Ditemukan di Turkiye

Wilayah pertanian penting di Turkiye tengah, Dataran Konya, tengah menghadapi krisis geologi serius. Akibat kekeringan ekstrem dan pengambilan air tanah secara berlebihan dalam jangka panjang, hampir 700 lubang runtuhan besar telah muncul. Lubang-lubang dengan diameter hingga 30 meter ini semakin cepat “menelan” lahan pertanian dan menimbulkan ancaman serius terhadap sektor pertanian serta keselamatan penduduk setempat.

EtIndonesia. Menurut laporan Reuters pada 24 Desember 2025, di Karapınar, Provinsi Konya, lahan pertanian yang ditanami jagung, gandum, dan bit gula dipenuhi lubang runtuhan raksasa. Di beberapa tempat, satu petak sawah bahkan dipenuhi belasan lubang. Di daerah pegunungan, lubang runtuhan kuno yang dulu berisi air kini sebagian besar telah mengering.

Profesor geologi dari Universitas Teknologi Konya, Fettullah Arık, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir laju pembentukan lubang runtuhan di Cekungan Konya semakin cepat, dengan jumlah total kini mendekati 700 lubang.

Arık menjelaskan bahwa penyebab utama meningkatnya jumlah lubang runtuhan adalah perubahan iklim dan kekeringan. Sejak tahun 2000, perubahan iklim dan kekeringan telah mempengaruhi seluruh dunia, menyebabkan permukaan air tanah terus menurun dari tahun ke tahun.

Ia menyebutkan bahwa saat ini penurunan muka air tanah telah mencapai 4 hingga 5 meter per tahun, jauh melampaui angka sekitar 0,5 meter per tahun pada awal tahun 2000-an. Kondisi ini semakin memperparah kekhawatiran di sektor pertanian utama Turki.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kekeringan dan menyusutnya cadangan air tanah memaksa petani setempat untuk menggali lebih banyak sumur, di mana banyak di antaranya tidak memiliki izin resmi. Hal ini semakin menguras sumber daya air tanah dan memperburuk situasi.

Arık menambahkan bahwa meskipun lubang runtuhan yang baru terbentuk belum menimbulkan korban jiwa, sifatnya yang tidak dapat diprediksi telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan jiwa dan harta benda penduduk setempat.

Laporan itu juga mengisahkan pengalaman seorang petani lokal, Mustafa Sık, yang dalam dua tahun terakhir mendapati dua lubang runtuhan muncul di lahannya. Ia mengenang bahwa ketika lubang kedua terbentuk pada Agustus 2024, saudaranya sedang bekerja di ladang tidak jauh dari lokasi tersebut, dan ia mendengar “suara gemuruh mengerikan yang memekakkan telinga”.

Setelah melakukan survei di ladang milik Sık, para ahli geologi menemukan dua lokasi lain yang berpotensi menjadi lubang runtuhan, namun tidak dapat memprediksi kapan tepatnya runtuhan tersebut akan terjadi.

Menurut laporan AccuWeather, Badan Penanggulangan Bencana dan Keadaan Darurat Turki (AFAD) mencatat bahwa hingga kini telah terkonfirmasi 684 lubang runtuhan di seluruh Turki, dengan 534 di antaranya berada di Provinsi Konya, wilayah pertanian terbesar di negara tersebut.

Dataran Konya menyumbang sekitar 11% dari total lahan pertanian nasional Turki. Rekaman drone menunjukkan bahwa lanskap pertanian yang dulunya datar kini dipenuhi lubang-lubang raksasa yang sangat dalam. Beberapa di antaranya berdiameter lebih dari 30 meter dan memiliki kedalaman hingga puluhan meter, seolah-olah permukaan bumi terkoyak.

Universitas Teknologi Konya menyatakan bahwa dalam satu tahun terakhir, wilayah Karapınar saja telah menambah lebih dari 20 lubang runtuhan besar, sebagian dengan skala yang mencengangkan. Jika sebelumnya dalam beberapa dekade hanya sesekali muncul sedikit lubang, kini wilayah Konya hampir setiap tahun mengalami penambahan puluhan titik runtuhan.

Para ahli memperingatkan bahwa saat ini telah terdeteksi sekitar 1.850 titik potensi amblesan tanah, menandakan bahwa krisis ini masih terus meluas. (Hui)

Beijing Diketahui Kerahkan Lebih dari 100 Rudal Balistik Antar Benua, Dunia Diminta Perkuat Pertahanan

Sebuah draf laporan Pentagon yang terbaru dan bocor menunjukkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT), demi memiliki kemampuan merebut Taiwan dengan kekuatan militer pada akhir tahun 2027, diduga telah mengerahkan lebih dari 100 rudal balistik antarbenua (ICBM) di wilayah perbatasan Tiongkok–Mongolia. Sejumlah analis menilai bahwa Amerika Serikat, Taiwan, serta negara-negara demokratis lainnya perlu memperkuat kekuatan militer mereka sendiri untuk menghalangi ambisi PKT.

EtIndonesia. Menurut laporan eksklusif Reuters, laporan Departemen Pertahanan AS  menunjukkan bahwa PKT kemungkinan telah menempatkan lebih dari 100 rudal balistik antarbenua di tiga kompleks silo peluncuran rudal yang terletak dekat perbatasan Mongolia. Meskipun Departemen Pertahanan AS sebelumnya telah mengungkap keberadaan silo-silo tersebut, ini merupakan pertama kalinya jumlah rudal yang benar-benar ditempatkan di dalamnya diungkapkan.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa persediaan hulu ledak nuklir PKT pada 2024 masih berada di angka rendah sekitar 600 unit, namun sedang diperluas dan dimodernisasi dengan cepat. 

Diperkirakan pada 2030 jumlahnya akan melebihi 1.000 hulu ledak. Selain itu, PKT dinilai tidak menunjukkan minat terhadap perundingan pengendalian senjata, yang berpotensi mengancam stabilitas strategis global.

“Ini menunjukkan bahwa ambisi militer PKT terus berkembang. Di satu sisi, secara konvensional mereka akan mencegah negara lain mendekati Taiwan untuk melakukan bantuan pertahanan. Di sisi lain, mereka menggunakan pencegahan nuklir, yaitu dengan ancaman senjata nuklir agar negara lain tidak berani membantu Taiwan. Inilah niat Beijing,” ujar Direktur Institut Strategi dan Sumber Daya di Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Su Ziyun. 

Komentator militer senior Mark menyatakan:  “Bagi PKT, musuh nomor satu mereka adalah Amerika Serikat. Karena itu, seluruh pengembangan persenjataan mereka, termasuk senjata nuklir, ditujukan kepada Amerika Serikat.”

Ia menambahkan:  “Dalam sepuluh tahun terakhir, perkembangan senjata nuklir PKT berlangsung sangat cepat. Tujuan utama mereka adalah agar jumlah hulu ledak nuklir pada dasarnya dapat menyamai, bahkan melampaui, Amerika Serikat.”

Analisis dalam laporan tersebut menyebutkan bahwa PKT tengah menyempurnakan pengerahan militernya dengan tujuan memiliki kemampuan menyerang dan merebut Taiwan pada akhir 2027, salah satunya melalui kemampuan menyerang target yang berjarak 1.500 hingga 2.000 mil laut dari wilayah Tiongkok.

 “PKT berupaya memiliki kemampuan untuk berperang melawan Taiwan dan memenangkan perang tersebut pada akhir 2027. Selain itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, juga menyatakan bahwa jika PKT menyerang Taiwan, hal itu dapat mendorong Rusia melakukan aksi terkait di Eropa guna mengalihkan sumber daya Eropa dari Amerika Serikat atau Taiwan. Ini semua patut menjadi perhatian kita,” ujar Su Ziyun. 

Para pakar menilai bahwa meskipun kondisi ekonomi Tiongkok terus memburuk, pemimpin PKT masih mungkin melancarkan perang terhadap Taiwan untuk mengalihkan krisis kekuasaan. Oleh karena itu, negara-negara lain perlu memperkuat kemampuan militernya demi menjaga perdamaian melalui kekuatan.

Mark mengatakan:  “Jika Xi Jinping benar-benar menghadapi krisis kekuasaan, ia mungkin akan melancarkan perang untuk mengalihkan perhatian. Hal seperti ini pernah terjadi di masa lalu. Karena itu, saya pikir semua negara demokratis harus memperkuat kekuatan militernya agar dapat menghalangi PKT dan mencegahnya melangkah ke arah invasi.”

Su Ziyun menambahkan:  “Ini menegaskan pentingnya Taiwan memanfaatkan waktu untuk meningkatkan anggaran pertahanan guna memperkuat kemampuan pertahanan nasional. Hal ini sangat krusial, karena hanya dengan kekuatanlah perdamaian dapat dipertahankan.” (Hui)

Laporan wawancara oleh reporter New Tang Dynasty Television Zhang Qin dan Luo Ya.

Rusia Memperketat Kontrol Atas Media Sosial, Memaksa Para Blogger untuk Menyebarkan Propaganda Negara

EtIndonesia. Dewan Rusia sedang menyiapkan undang-undang yang akan mewajibkan blogger untuk menyebarkan iklan propaganda negara, menurut Pusat Pemberantasan Disinformasi (CCD) di bawah Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina.

Rancangan undang-undang di Rusia akan mewajibkan blogger dan platform online utama untuk memuat konten propaganda wajib, mengalokasikan setidaknya 5% dari seluruh ruang iklan untuk pesan yang mempromosikan apa yang disebut “nilai-nilai tradisional,” “patriotisme,” dan “budaya.”

Berdasarkan proposal tersebut, semua pemilik saluran publik besar dan akun media sosial akan diwajibkan untuk menempatkan konten tersebut. CCD menggambarkan inisiatif ini sebagai langkah lain menuju kontrol Kremlin yang komprehensif atas media sosial dan blogger di Rusia.

Pusat tersebut mencatat bahwa sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, pihak berwenang secara sistematis telah memanfaatkan blogger untuk secara terbuka membenarkan perang dan memperkuat narasi negara. Mereka yang menolak untuk bekerja sama, menurut peringatan CCD, menghadapi hukuman hingga hukuman penjara sungguhan berdasarkan undang-undang yang mengkriminalisasi penyebaran apa yang disebut “berita palsu” tentang angkatan bersenjata Rusia.

Propaganda dan pengendalian informasi

Langkah-langkah pengendalian juga diperketat di Krimea, di mana akses internet dapat diputus tanpa pemberitahuan. Menurut pejabat Ukraina, dinas keamanan mendorong pemutusan akses selama “periode yang tidak tepat,” seperti penembakan, insiden penting, atau lonjakan ketidakpuasan publik. Internet seluler dipandang sebagai risiko karena perannya dalam pengorganisasian diri yang cepat, mendokumentasikan pelanggaran, dan menyebarkan informasi tidak resmi.

CCD juga telah menyoroti kampanye disinformasi yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk mendiskreditkan pasukan Ukraina, termasuk video yang dihasilkan AI dan cerita kejahatan palsu yang secara keliru dikaitkan dengan anggota militer Ukraina, serta klip TikTok palsu yang menuduh “penyerahan massal” di dekat Pokrovsk. (yn)

Pesawat Pengebom Rusia Terbang Dekat Inggris, NATO Mengerahkan Jet Tempur

EtIndonesia. Presiden Rusia, Vladimir Putin mengirimkan pesawat pengebom berkemampuan nuklir untuk mengancam Inggris bagian utara, melakukan penerbangan jarak jauh menjelang Natal di atas Laut Norwegia. NATO mengerahkan jet tempur, lapor Mirror.

Seperti yang dilaporkan, NATO terpaksa mengerahkan jet tempur untuk memantau pesawat Rusia yang besar tersebut.

Jet tempur Su-33 mengawal pesawat pengebom jarak jauh selama penerbangan, yang menurut para jurnalis, mungkin merupakan upaya yang disengaja untuk mengganggu Barat di dekat rute penerbangan Santa Claus dari Kutub Utara.

“Pesawat pengebom jarak jauh Tu-95MS dari Angkatan Udara Rusia melakukan penerbangan terjadwal di wilayah udara di atas perairan netral Laut Barents dan Laut Norwegia. Durasi penerbangan lebih dari tujuh jam,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Kementerian Rusia menambahkan bahwa di titik-titik tertentu di sepanjang rute, pesawat pengebom jarak jauh tersebut didampingi oleh jet tempur dari negara-negara asing, tetapi tidak menyebutkan angkatan udara NATO mana yang mencegat pesawat Tu-95MS tersebut.

Diketahui bahwa Rusia juga telah menggunakan pesawat pembom semacam itu untuk menyerang Ukraina.

Pencegatan pesawat Rusia

Pada bulan Oktober, Polandia mengerahkan jet tempur MiG-29 untuk mencegat pesawat pengintai Il-20 Rusia. Ini adalah insiden ketiga dalam seminggu.

Pada bulan September, NATO mengerahkan jet tempur setelah pesawat pengintai Rusia terdeteksi di atas Laut Baltik. Dua hari sebelumnya, pada tanggal 19 September, jet tempur MiG-31 Rusia melanggar wilayah udara Estonia dan berada di sana selama 12 menit.

Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Estonia memanggil kuasa usaha Rusia untuk memprotes, dan pemerintah meminta sekutu NATO untuk berkonsultasi berdasarkan Pasal 4. Rusia membantah adanya pelanggaran.

Selain itu, Norwegia melaporkan bahwa Rusia telah melanggar wilayah udaranya tiga kali tahun ini, dengan setiap pelanggaran berlangsung dari satu hingga empat menit.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio sebelumnya mengatakan negara-negara NATO bermaksud untuk menembak jatuh hanya pesawat Rusia yang menyerang wilayah mereka.

Pada saat yang sama, Rusia mengancam NATO dengan perang jika pesawat-pesawatnya ditembak jatuh.(yn)

Ketika Pertandingan  Tersisa 28 Detik 

EtIndonesia. Pada tahun 2019, Piala Dunia Basket digelar di Tiongkok. Tim nasional Jepang dan Amerika Serikat tergabung dalam satu grup—sebuah nasib yang bisa dibilang kurang beruntung bagi Jepang. Pasalnya, kekuatan basket Amerika Serikat sudah lama dikenal hampir tak terkalahkan. Kekalahan Jepang seolah tak terelakkan, hanya tinggal menunggu seberapa besar selisih poinnya.

Benar saja, setelah empat kuarter pertandingan berlangsung, Amerika Serikat menang tanpa kesulitan berarti dengan skor 98–45, unggul telak 53 poin dari Jepang. Meski perbedaan kekuatan begitu mencolok, pelatih kepala Amerika Serikat, Gregg Popovich, sama sekali tidak bersikap santai. Sepanjang pertandingan, dia terus berdiri di pinggir lapangan, fokus memberi arahan, tanpa sedikit pun meremehkan lawan.

Ada yang berseloroh, untuk apa bersusah payah? Bahkan jika dia meninggalkan lapangan dan tidur pun, Amerika Serikat tetap akan menang. Namun Popovich justru menatap pertandingan dengan penuh perhatian, tak melewatkan satu detail pun.

Yang paling mengesankan terjadi ketika pertandingan hanya menyisakan 28 detik. Saat itu, Amerika Serikat unggul hingga 55 poin. Kemenangan sudah pasti di tangan. Bahkan jika mereka berhenti menyerang dan membiarkan Jepang bermain sekuat tenaga, hasil pertandingan tak mungkin berubah.

Namun Popovich tidak berpikir demikian.

Pada detik ke-28 terakhir, bola berada di tangan pemain Amerika Serikat, tetapi dijaga ketat oleh pemain Jepang hingga kesulitan bergerak. Dalam situasi yang sudah tidak menentukan apa pun ini, Popovich justru segera memberi isyarat dari pinggir lapangan, memerintahkan pemain lain untuk melakukan screen. Para pemain langsung merespons instruksi tersebut, melakukan kerja sama tim, dan berhasil memecah pertahanan Jepang.

Baru ketika peluit akhir dibunyikan, Popovich memperlihatkan senyum di wajahnya.

Sikapnya ini mungkin tampak terlalu serius bagi sebagian orang. Namun Popovich punya prinsip yang jelas. 

Dia berkata: “Selama pertandingan belum berakhir, perjuangan tidak boleh berhenti. Itu adalah bentuk penghormatan kepada lawan, sekaligus penghormatan kepada diri sendiri.”

Dengan sikap seperti itulah, Popovich layak disebut sebagai salah satu pelatih legendaris NBA—seorang profesional sejati yang memahami bahwa sportivitas dan kesungguhan tidak mengenal situasi, bahkan di saat kemenangan sudah pasti diraih.(jhn/yn)

Natal Berdarah bagi Rusia: 635 Drone Hancur, Kapal Selam Terpukul, Kupiansk Resmi Lepas

EtIndonesia. Menjelang malam Natal 2025, Rusia justru menelan rangkaian pukulan strategis di hampir seluruh domain perang—udara, laut, darat, hingga ekonomi. Serangan udara besar-besaran yang diharapkan menjadi “pamer kekuatan” berubah menjadi kegagalan signifikan. Pada saat yang sama, Ukraina mencatat tonggak penting: jet tempur F-16 tampil dalam debut tempur paling menentukan sejak resmi masuk ke sistem pertahanan nasional.

Di laut, Rusia menghadapi tekanan ganda di kawasan Laut Hitam. Di darat, Kupiansk—simpul logistik vital—akhirnya sepenuhnya dikuasai Ukraina. Di balik semua itu, biaya tersembunyi mesin perang Rusia kian menggunung, sementara pendapatan energi terus menyusut meski volume ekspor meningkat.

Serangan Udara Rusia Menjelang Natal: Skala Besar, Hasil Minim

Diduga sebagai respons atas kematian Letnan Jenderal Fanil Sarvarov akibat ledakan di Moskow beberapa waktu sebelumnya, Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar sepanjang akhir 2025 ke wilayah Ukraina pada malam 24 Desember hingga dini hari 25 Desember.

Menurut laporan resmi Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan:

  • 635 drone berbagai tipe
  • 38 rudal, termasuk rudal jelajah Kh-101 dan Iskander-K

Hasilnya justru berbalik arah. Sistem pertahanan udara Ukraina berhasil:

  • Menjatuhkan sekitar 587 drone
  • Mencegat 35 rudal

Tiga rudal hipersonik Kinzhal memang sempat menembus lapisan pertahanan, namun diduga kuat mengalami gangguan elektronik sehingga melenceng dari target dan tidak menimbulkan kerusakan berarti. Hingga laporan ini disusun, Ukraina masih memverifikasi titik jatuh akhirnya.

F-16 Ukraina: Debut Tempur yang Mengubah Permainan

Letkol Yurii Ihnat, juru bicara Angkatan Udara Ukraina, menegaskan bahwa jet tempur F-16 memainkan peran penentu. Seluruh 34 rudal jelajah yang berhasil dicegat ditembak jatuh oleh F-16—menjadikannya penampilan tempur paling representatif sejak pesawat ini resmi dioperasikan Ukraina.

Namun, keberhasilan ini bukan semata soal keahlian pilot. Faktor kunci justru terletak pada:

  • Sistem komando dan kendali yang terintegrasi
  • Radar dan peringatan dini yang bekerja presisi
  • Koordinasi cepat yang mengarahkan F-16 ke zona intersepsi optimal

Kombinasi inilah yang memungkinkan Ukraina menekan kerugian seminimal mungkin di tengah serangan udara yang sangat padat.

Korban Sipil Tetap Ada, Zelenskyy Soroti Tekanan Internasional

Meski pertahanan berhasil, Ukraina mengonfirmasi:

  • 21 lokasi di berbagai oblast terkena serangan
  • 8 titik ditemukan puing-puing jatuh

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan serangan ini menewaskan sedikitnya tiga warga sipil, termasuk seorang anak berusia 4 tahun, serta merusak infrastruktur energi dan fasilitas publik yang kini diperbaiki secara darurat.

Zelenskyy menegaskan, pilihan Moskow melancarkan serangan besar tepat menjelang Natal menunjukkan bahwa tekanan internasional terhadap Rusia masih belum cukup kuat untuk memaksa perang dihentikan.

Tekanan Balasan Ukraina & Guncangan di Laut Hitam

Di saat bersamaan, Ukraina meningkatkan tekanan ke wilayah Rusia. Moskow mengklaim berhasil menembak jatuh 172 drone Ukraina, sementara Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan ledakan di selatan Moskow yang menewaskan dua polisi lalu lintas dan satu individu mencurigakan—detailnya masih diverifikasi.

Ukraina mengungkapkan bahwa sebelum serangan drone laut ke Novorossiysk, mereka lebih dulu menghantam Pangkalan Udara Yeysk, menghancurkan satu pesawat patroli anti-kapal selam Il-38, serta menyerang target strategis lain, termasuk salah satu pabrik karet sintetis terbesar Rusia.

Pada 15 Desember 2025, drone laut Ukraina menghantam sebuah kapal selam kelas Varshavyanka di pelabuhan Novorossiysk. Pada saat yang sama, pesawat Il-38 yang hendak menjalankan misi pencarian justru terkena serangan dan jatuh. Rekaman visual kemudian dipublikasikan Ukraina.

Awalnya Rusia membantah kerusakan berat, namun bukti visual memicu keraguan luas. Banyak pengamat menilai operasi ini menandai kematangan baru serangan terpadu laut-udara Ukraina, yang secara simultan melumpuhkan target pelabuhan dan dukungan udara Rusia.

Kebakaran Galangan Kapal & Serangan Industri di Pedalaman Rusia

Tekanan tidak berhenti di garis depan. Pada 23 Desember 2025, kebakaran besar melanda Galangan Kapal Borskaya dekat Moskow. Api membakar area hampir 1.000 meter persegi, disertai beberapa ledakan, dan menghancurkan setidaknya satu kapal derek besar. Galangan ini diketahui memasok komponen kapal bagi militer Rusia.

Meski Moskow menyebutnya kecelakaan, banyak pihak menduga keterkaitan dengan serangan drone Ukraina. Konfirmasi citra satelit masih dinantikan.

Pada malam yang sama, drone Ukraina juga menyerang pabrik karet Yefremov di Oblast Tula—salah satu produsen karet sintetis tertua Rusia. Rekaman warga menunjukkan kobaran api besar dan respons darurat yang masif. Pabrik ini sebelumnya pernah diserang dan sempat menghentikan produksi selama beberapa pekan.

Kupiansk Resmi Jatuh: Retaknya Narasi Pro-Rusia

Di medan darat, perkembangan paling simbolis datang dari Kupiansk. Akun militer pro-Rusia Rybar—yang dikenal berhati-hati menjaga narasi positif bagi Moskow—untuk pertama kalinya menandai Kupiansk sepenuhnya berada di bawah kendali Ukraina.

Bagi pengamat, ini bukan sekadar pembaruan peta. Kupiansk adalah simpul logistik utama yang menghubungkan Donbas dengan front utara. Kehilangannya berarti:

  • Rusia harus menarik garis suplai lebih jauh
  • Biaya logistik meningkat
  • Risiko serangan terhadap jalur belakang kian besar

Sebaliknya, Ukraina memperoleh dorongan moral dan politik signifikan, memperkuat argumen kelanjutan dukungan Barat.

Front Lain: Mundur Taktis, Pertahanan Berlapis

Di arah Siversk, pada 23 Desember, Staf Umum Ukraina mengonfirmasi penarikan pasukan secara taktis untuk melindungi personel dan menjaga daya tempur. Meski mundur, serangan jarak jauh terhadap target Rusia tetap berlanjut. Data Institut Studi Perang menunjukkan Rusia membutuhkan 41 bulan hanya untuk maju sekitar 12 km dari Lysychansk ke pinggiran Siversk—kemajuan mahal dengan hasil minim.

Di Pokrovsk, Rusia melancarkan serangan mekanis besar dengan empat kolom lapis baja. Serangan ini dipukul mundur oleh Garda Nasional Ukraina dan unit khusus lainnya. Kerugian Rusia dilaporkan mencapai:

  • 6 tank
  • 9 IFV
  • 5 APC
  • 10 kendaraan ringan

Ukraina juga telah membangun “Garis Pertahanan Donbas Baru”, sistem pertahanan berlapis yang terlihat jelas pada citra satelit. Artinya, sekalipun beberapa kota depan tertekan, pertahanan utama tetap solid.

Biaya Manusia Perang: Angka yang Mengguncang

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, korban Rusia sepanjang 2024–2025 telah melampaui 400.000 orang. Hingga akhir 2025, total korban diperkirakan mendekati atau bahkan melampaui 1,25 juta orang—lebih besar dari kekuatan awal militernya sendiri.

Beban ini tidak merata. Wilayah miskin dan kelompok minoritas menanggung korban terbesar, sementara kota besar seperti Moskow dan St. Petersburg relatif terlindungi. Pola rekrutmen menyasar daerah terpencil dengan iming-iming gaji tinggi dan penghapusan utang—efektif jangka pendek, namun meninggalkan luka sosial jangka panjang.

Gas Mengalir ke Timur, Pendapatan Justru Menyusut

Di sektor energi, ekspor gas Rusia ke Tiongkok diperkirakan naik 25% pada 2025. Namun pendapatan justru turun tajam. Perhitungan Reuters menunjukkan pendapatan gas Rusia tahun 2025 hanya sekitar 470 miliar rubel, jauh di bawah puncak 1,63 triliun rubel pada 2022.

Peralihan dari Eropa ke Asia memang menjaga volume, tetapi:

  • Harga ditekan kontrak jangka panjang
  • Margin keuntungan menyusut
  • Tantangan pendanaan, teknologi, dan transisi energi global kian berat

Pipa semakin sibuk, tetapi kas negara semakin ketat—menutup tahun 2025 dengan tekanan berlapis bagi Moskow.

Kesimpulan

Rangkaian peristiwa menjelang Natal 2025 memperlihatkan gambaran yang semakin jelas: inisiatif strategis Rusia terus tergerus, sementara Ukraina menunjukkan peningkatan kemampuan tempur yang matang dan terkoordinasi. Dari udara hingga ekonomi, tekanan terhadap Moskow tidak lagi bersifat episodik—melainkan struktural dan berkelanjutan.

“Kita Punya Satu Harapan”: Zelenskyy Berharap Putin Mati dalam Pidato Natal

EtIndonesia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy tampaknya berharap kematian bagi rekan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin. Dalam pesan video yang diunggah di X pada Malam Natal, Zelenskyy menyatakan bahwa “terlepas dari semua penderitaan yang ditimbulkan Rusia, mereka tidak mampu menduduki atau membom apa yang paling penting. Itu adalah hati Ukraina kita, kepercayaan kita satu sama lain, dan persatuan kita.”

Tanpa menyebut nama Putin, dia berkata: “Hari ini, kita semua berbagi satu mimpi,” menambahkan: “Dan kita punya satu harapan untuk semua orang: ‘Semoga dia binasa,’ seperti yang dikatakan semua orang kepada diri mereka sendiri.”

Kemudian dia berbicara tentang perdamaian di Ukraina dan berkata: “Tetapi ketika kita berpaling kepada Tuhan, tentu saja, kita meminta sesuatu yang lebih besar. Kita meminta perdamaian untuk Ukraina. Kita memperjuangkannya, kita berdoa untuknya, kita pantas mendapatkannya.”

Harapan Natalnya ini muncul setelah Rusia menyerang Ukraina dengan rudal dan drone pada hari Selasa, yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan memicu pemadaman listrik.

Dalam pidatonya, Zelenskyy mengatakan: “Pada malam Natal, Rusia sekali lagi menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya. Penembakan besar-besaran, ratusan ‘syahid’, rudal balistik, serangan Kinzhal – semuanya digunakan. Beginilah serangan yang tidak bertuhan itu.”

Pemimpin Ukraina itu juga membagikan detail rencana 20 poin dalam sebuah pengarahan kepada wartawan. Dia mengatakan Kyiv akan menarik pasukan dari jantung industri timur negara itu sebagai bagian dari rencana untuk mengakhiri perang. Namun, dia mengatakan bahwa ini hanya mungkin jika Moskow juga mundur dan daerah tersebut kemudian menjadi zona demiliterisasi yang dipantau oleh pasukan internasional.

Proposal tersebut menandai indikasi paling jelas sejauh ini tentang kompromi yang bersedia dilakukan pemimpin Ukraina di wilayah Donbas, yang kendalinya merupakan poin penting dalam negosiasi perdamaian.

Pengaturan serupa mungkin dilakukan untuk daerah sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang saat ini berada di bawah kendali Rusia, kata Zelenskyy. Dia mengatakan bahwa setiap rencana perdamaian perlu diajukan ke referendum.

Rusia belum mengindikasikan bahwa mereka akan terbuka terhadap penarikan pasukan dari wilayah yang telah mereka rebut. Hingga saat ini, Rusia telah merebut sebagian besar Luhansk dan 70 persen Donetsk, yang membentuk Donbas – wilayah yang menurut Putin harus diserahkan oleh Zelenskyy. Ukraina telah menolak ultimatum tersebut.

Para negosiator Amerika telah melakukan serangkaian pembicaraan dengan Ukraina dan Rusia secara terpisah sejak Presiden AS, Donald Trump mengajukan rencana untuk mengakhiri perang bulan lalu, sebuah proposal yang secara luas dianggap menguntungkan Moskow, yang menginvasi negara tetangganya hampir empat tahun lalu. Sejak itu, Ukraina dan sekutunya di Eropa telah berupaya untuk mendekatkan rencana tersebut dengan posisi Kyiv.(yn)

 “Segera Bertindak” Adalah Sebuah Kebiasaan Baik

EtIndonesia. Frank Bettger paling menyukai sebuah kalimat berikut: “Tanamkan sebuah tindakan, maka kamu akan menuai kebiasaan; tanamkan sebuah kebiasaan, maka kamu akan menuai karakter; tanamkan sebuah karakter, maka kamu akan menuai takdir.”

Agar benar-benar bisa bertindak secara positif, selain mengendalikan diri, kita juga perlu memberi dorongan dari dalam diri sendiri. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan motivasi?

Motivasi adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk mengambil keputusan dan bertindak—sebuah dorongan internal.

Naluri, gairah, emosi, kebiasaan, sikap, impuls, keinginan, atau ide, semuanya bisa menjadi pemicu tindakan. Tidak ada seorang pun yang melakukan sesuatu tanpa adanya motivasi. Di antara sekian banyak dorongan tersebut, ada sepuluh motivasi dasar yang paling umum:

  1. Keinginan untuk melindungi diri
  2. Perasaan cinta
  3. Perasaan takut
  4. Dorongan seksual
  5. Harapan akan kehidupan di masa depan
  6. Keinginan akan kebebasan fisik dan batin
  7. Emosi kemarahan
  8. Emosi kebencian
  9. Keinginan untuk dikenal dan mengekspresikan diri
  10. Keinginan memperoleh kekayaan materi

Semua dorongan ini membutuhkan pengendalian diri sekaligus motivasi diri. Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang memiliki kesadaran, dan hanya manusia yang mampu mengendalikan dirinya secara rasional.

Motivasi diri dapat memberimu kekuatan yang luar biasa. Rahasia motivasi diri sesungguhnya hanya satu kata: bertindak.

Prinsip “memulai dari diri sendiri” pada dasarnya dapat dirangkum dalam satu kalimat motivasi: “Segera bertindak!”

Kapan pun kalimat “segera bertindak” muncul dari alam bawah sadarmu ke dalam kesadaran, saat itulah kamu harus langsung bertindak.

Biasakanlah dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan dorongan “segera bertindak” dalam hal-hal kecil. Dengan begitu, ketika situasi darurat muncul atau peluang datang dengan sendirinya, kamu pun akan mampu bereaksi dengan cepat dan tegas.

Misalnya, kamu sebenarnya perlu menelepon seseorang, tetapi karena kebiasaan menunda, telepon itu tak kunjung dilakukan. Jika dorongan “segera bertindak” bekerja dalam kesadaranmu, kamu akan langsung mengangkat telepon dan melakukannya.

Atau misalnya, kamu menyetel alarm pukul enam pagi. Saat alarm berbunyi, rasa kantuk masih berat, lalu kamu mematikannya dan kembali tidur. Lama-kelamaan, kamu akan terbiasa bangun terlambat. Namun, jika kamu mematuhi perintah “segera bertindak”, kamu akan langsung bangun dan tidak kembali ke tempat tidur.

Seorang seniman yang tekun berusaha untuk tidak membiarkan satu pun ide menguap begitu saja. Begitu sebuah inspirasi muncul, dia segera mencatatnya—bahkan di tengah malam sekalipun. Kebiasaan ini baginya terasa alami dan tanpa paksaan, seperti halnya seseorang yang spontan tersenyum saat terlintas sebuah pikiran menyenangkan.

Banyak orang memiliki kebiasaan menunda. Karena kebiasaan ini, mereka bisa terlambat berangkat, tertinggal kendaraan, datang terlambat ke kantor, bahkan kehilangan peluang emas yang seharusnya dapat mengubah arah hidup mereka. Dalam sejarah, tidak sedikit peperangan yang berakhir dengan kekalahan hanya karena seseorang terlambat mengambil tindakan yang tepat.

Ingatlah kalimat pemicu tindakan ini: “Segera bertindak!”

Kalimat ini dapat memengaruhi seluruh aspek kehidupanmu. Dia membantumu melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak ingin kamu lakukan, tetapi harus dilakukan. Dia juga membantumu melakukan hal-hal yang memang ingin kamu lakukan. Lebih dari itu, dia menolongmu menangkap peluang berharga yang sekali hilang, tidak akan pernah kembali—bahkan peluang sederhana seperti menelepon seorang sahabat dan mengatakan: “Aku merindukanmu.”

Kalimat “segera bertindak” adalah dorongan motivasi diri yang sangat penting. Mengingat dan menerapkannya berarti kamu sudah melangkah maju satu langkah besar dalam hidup.(jhn/yn)

Kekayaan Ada di Dalam Pikiran Kita

EtIndonesia. Ungkapan “cara berpikir menentukan jalan keluar, sudut pandang menentukan kekayaan, dan kekayaan sesungguhnya ada di dalam pikiran kita” mungkin terdengar sulit diterima, bahkan bisa membuat orang merasa bingung. Namun, hal itu tidak masalah. 

Kita mungkin sepakat bahwa semua orang kaya di dunia adalah mereka yang unggul dalam kecerdasan dan pemikiran. Kita juga bisa mengakui kenyataan bahwa sebagian besar orang mencari nafkah dengan menjual tenaga, sementara hanya sedikit—bahkan sangat sedikit—yang mampu menggunakan kecerdasan mereka untuk menghasilkan kekayaan yang ratusan atau ribuan kali lipat lebih besar dari orang lain.

Apa pun sudut pandangnya, semua itu membuktikan satu kebenaran yang tak pernah berubah: segelintir orang bisa meraih kekayaan besar karena mereka mampu berpikir dengan cara yang tidak dilakukan oleh kebanyakan orang.

Bisnis Tanpa Modal, Bermodal Pikiran

Tradd adalah seorang insinyur yang ingin terjun ke bisnis minyak, tetapi dia tidak memiliki modal. Suatu hari, dia menonton berita di televisi yang melaporkan bahwa Argentina mengalami kelebihan produksi daging sapi, sementara produk minyak—terutama gas butana—sangat langka.

Dari situ dia mendapat ide: Timur Tengah memiliki minyak melimpah. Jika daging sapi Argentina bisa ditukar dengan minyak dari Timur Tengah, maka peluang bisnis pun terbuka.

Dia pun mulai bertindak:

  • Pertama, dia menemui sebuah perusahaan dagang di Argentina dan menandatangani perjanjian pembelian daging sapi, dengan syarat perusahaan tersebut membeli gas butana senilai yang sama darinya.
  • Kedua, dia menemui sebuah galangan kapal di Spanyol dan menandatangani perjanjian pembelian sebuah kapal tanker raksasa, dengan syarat galangan tersebut membeli daging sapi darinya.
  • Ketiga, dia menemui perusahaan minyak di Timur Tengah dan menandatangani perjanjian pembelian gas butana, dengan syarat pengangkutan dilakukan menggunakan kapal tanker miliknya.

Dengan perputaran cerdas ini, ketiga perjanjian berhasil diwujudkan. Argentina, Spanyol, dan Timur Tengah sama-sama menjual produk surplus mereka dan mendapatkan apa yang dibutuhkan. Sementara Tradd, melalui biaya pengangkutan minyak, berhasil menutup harga kapal tanker tersebut. Setelah semua transaksi selesai, dia pun memiliki sebuah kapal tanker —tanpa mengeluarkan modal uang tunai.

Sekilas kisah ini terdengar seperti mimpi di siang bolong, tetapi kejadiannya nyata dan tak terbantahkan.

Kekayaan Besar Lahir dari Keputusan Cerdas

Sejak dahulu hingga kini, baik di luar negeri maupun di Tiongkok, banyak orang yang meraih kekayaan lewat kecerdasan berpikir. Salah satu contoh paling terkenal adalah Li Ka-shing.

Pada akhir 1950-an, melalui analisis tajam, dia menyadari bahwa Hong Kong akan memasuki era pasca-industri dan pemerintah kolonial Inggris akan menerapkan kebijakan harga tanah tinggi. Melihat peluang ini, Li Ka-shing segera membeli sebidang tanah di wilayah Tuen Mun, New Territories, untuk membangun pabrik.

Namun pada awal 1960-an, bisnis bunga plastik perusahaannya mulai menurun. Menghadapi situasi tersebut, dia dengan tegas mengubah arah bisnis dan terjun besar-besaran ke sektor properti. Dalam waktu singkat, dia membeli ratusan ribu meter persegi tanah dan bangunan tua.

Tak lama kemudian, harga tanah dan properti di Hong Kong melonjak tajam. Li Ka-shing pun melompat dari jutawan menjadi miliarder dan menjelma sebagai raksasa properti Hong Kong.

Ketika Hong Kong mendekati masa kembalinya ke pangkuan Tiongkok, banyak pengusaha yang panik. Mereka khawatir konflik bersenjata akan terjadi, lalu menjual aset dengan harga murah dan bersiap melarikan diri. Namun Li Ka-shing melihatnya berbeda. Dia yakin Tiongkok tidak akan menggunakan kekerasan, dan gejolak tersebut hanya bersifat sementara.

Dia bahkan secara terbuka menyatakan: “Kalian menjual besar-besaran, saya justru membeli besar-besaran.”

Dia membeli gedung demi gedung dengan harga rendah, lalu memanfaatkan saat harga bahan bangunan sedang turun untuk membangun secara besar-besaran. Bisa dikatakan, Li Ka-shing menjadi pengusaha Tionghoa paling sukses di dunia bukan karena dia sudah kaya lalu menghasilkan uang, melainkan karena dia menggunakan kecerdasan untuk menciptakan kekayaan.

Penutup

Hargailah kekuatan berpikir. Setiap orang sesungguhnya memiliki peluang untuk menjadi kaya, karena kekayaan sejati ada di dalam pikiran kita sendiri.(jhn/yn)

“Selamat Natal untuk Semua”: Trump Melancarkan Serangan Mematikan Terhadap ISIS di Nigeria

EtIndonesia. Presiden Donald Trump mengatakan pasukan AS melakukan serangan “dahsyat dan mematikan” pada hari Kamis (25/12) terhadap militan ISIS di Nigeria barat laut, setelah dia memperingatkan kelompok tersebut untuk berhenti membunuh umat Kristen di negara itu.

Departemen Pertahanan mengatakan “beberapa teroris ISIS” tewas dalam serangan yang dilakukan atas permintaan otoritas Nigeria, tetapi sedikit detail yang diberikan.

Serangan tersebut menghantam target ISIS pada Hari Natal, menurut Trump.

“Saya sebelumnya telah memperingatkan para teroris ini bahwa jika mereka tidak menghentikan pembantaian umat Kristen, akan ada konsekuensi yang berat, dan malam ini, konsekuensi itu telah terjadi,” katanya dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.

“Semoga Tuhan memberkati militer kita,” katanya, menambahkan secara provokatif, “SELAMAT NATAL untuk semua, termasuk para teroris yang tewas, yang jumlahnya akan jauh lebih banyak jika pembantaian umat Kristen terus berlanjut.”

Komando Afrika AS mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa mereka melakukan serangan “atas permintaan otoritas Nigeria di (negara bagian Sokoto) dan menewaskan beberapa teroris ISIS.”

Kepala Pentagon Pete Hegseth juga menggunakan X untuk memuji kesiapan departemennya dalam mengambil tindakan di Nigeria, dan mengatakan bahwa ia “bersyukur atas dukungan dan kerja sama pemerintah Nigeria.”

Serangan tersebut menandai serangan pertama pasukan AS di Nigeria di bawah pemerintahan Trump, dan terjadi setelah pemimpin Partai Republik itu secara tak terduga mengecam negara Afrika Barat tersebut pada bulan Oktober dan November, dengan mengatakan bahwa umat Kristen di sana menghadapi “ancaman eksistensial” yang setara dengan “genosida” di tengah berbagai konflik bersenjata di Nigeria.

Serangan diplomatik tersebut disambut baik oleh sebagian orang tetapi ditafsirkan oleh sebagian lainnya sebagai pemicu ketegangan agama di negara terpadat di Afrika, yang telah mengalami beberapa kali kekerasan sektarian di masa lalu.

Pemerintah Nigeria dan analis independen menolak untuk membingkai kekerasan di negara itu dalam konteks penganiayaan agama — narasi yang telah lama digunakan oleh kelompok Kristen sayap kanan di Amerika Serikat dan Eropa.

Namun Trump, yang menyoroti apa yang menurut pemerintahannya merupakan penganiayaan global terhadap umat Kristen, menekankan bahwa Washington siap mengambil tindakan militer di Nigeria untuk melawan pembunuhan tersebut.

Amerika Serikat tahun ini kembali memasukkan Nigeria ke dalam daftar negara-negara “yang menjadi perhatian khusus” terkait kebebasan beragama, dan telah membatasi penerbitan visa kepada warga Nigeria.

Nigeria hampir terbagi rata antara wilayah utara yang mayoritas Muslim dan wilayah selatan yang sebagian besar Kristen.

Wilayah timur lautnya telah dilanda kekerasan jihadis selama lebih dari 15 tahun oleh kelompok Islamis Boko Haram, yang telah merenggut lebih dari 40.000 nyawa dan menyebabkan dua juta orang mengungsi.

Pada saat yang sama, sebagian besar wilayah barat laut, utara, dan tengah negara itu telah dilanda oleh geng kriminal yang dikenal sebagai “bandit” yang menyerang desa-desa, membunuh dan menculik penduduk.(yn)

Gencatan Senjata Natal Terancam Gagal: Diplomasi Miami Berputar, Medan Perang Tak Pernah Diam

EtIndonesia. Dalam tiga hari terakhir, sejak 21 hingga 23 Desember 2025, Negara Bagian Florida—khususnya Kota Miami—secara mendadak menjelma menjadi pusat perhatian diplomasi internasional. Di balik suasana libur akhir tahun, sebuah pusaran diplomasi senyap namun sangat intens berlangsung hampir tanpa jeda.

Amerika Serikat menggelar perundingan terpisah dengan Ukraina dan Rusia, sekaligus pertemuan multilateral antara Amerika Serikat, Ukraina, dan Uni Eropa. Durasi pembahasan berlangsung panjang, putaran konsultasi berlapis, dan nyaris tidak memberi ruang bagi dunia luar untuk mencerna hasilnya secara utuh.

Secara luas, komunitas internasional menilai putaran pertemuan Miami sebagai konsultasi krusial terbaru terkait rencana perdamaian Rusia–Ukraina 20 poin yang diajukan Washington. Waktu pelaksanaannya pun sangat sensitif, karena berlangsung menjelang Hari Natal—momen yang sebelumnya diharapkan menjadi titik awal gencatan senjata.

Harapan Gencatan Senjata Natal Mulai Meredup

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam beberapa pekan terakhir berulang kali mengirim sinyal bahwa Washington berharap dapat mendorong gencatan senjata Rusia–Ukraina sebelum Natal 2025. Namun, informasi yang sejauh ini muncul justru menunjukkan arah sebaliknya.

Sejumlah analis menilai, gencatan senjata Natal berpotensi bernasib sama dengan gencatan senjata Thanksgiving sebelumnya—menguap perlahan tanpa hasil konkret. Indikasinya terlihat jelas dari pernyataan resmi para pihak yang terlibat.

Pernyataan Seragam, Informasi Nyaris Nol

Pada 21 Desember 2025, usai perundingan Amerika Serikat–Rusia, Steve Witkoff, Utusan Khusus Presiden AS, mengunggah pernyataan singkat di platform X. Dia merangkum hasil pertemuan dengan frasa klasik diplomasi: “produktif dan konstruktif.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Rusia tetap berkomitmen pada perdamaian di Ukraina serta menghargai peran Amerika Serikat. Namun, tidak satu pun rincian substantif disampaikan.

Menariknya, frasa yang hampir identik digunakan Witkoff untuk menggambarkan pertemuan tiga hari antara Amerika Serikat, Ukraina, dan negara-negara Eropa di Miami. Media Politico mencatat bahwa Rustem Umerov, Kepala Delegasi Ukraina sekaligus Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, langsung me-retweet pernyataan tersebut—nyaris tanpa perubahan kata.

Tak lama kemudian, Kirill Dmitriev, Perwakilan Khusus Presiden Rusia yang hadir dalam pertemuan AS–Rusia, juga membagikan unggahan serupa.

Tiga pihak, satu frasa diplomatik yang sama—namun kandungan informasi hampir nol. Di mata pengamat, justru keseragaman yang sangat hati-hati ini mencerminkan satu realitas: kesenjangan posisi masih sangat lebar dan sulit dijembatani dalam waktu singkat.

Tidak Ada Dialog Langsung Rusia–Ukraina

Faktanya, meski pertemuan berlangsung padat, Rusia dan Ukraina tidak melakukan dialog langsung satu sama lain. Seluruh proses masih berjalan melalui diplomasi ulang-alik yang dipimpin Amerika Serikat.

Pada hari yang sama, Yuri Ushakov, ajudan Presiden Rusia, secara terbuka menyatakan bahwa proposal perdamaian yang dibahas di Miami sebagian besar berasal dari Ukraina dan Eropa, serta dinilai “kurang konstruktif.”

Dia juga menekankan bahwa pertemuan tiga pihak AS–Rusia–Ukraina belum pernah dibahas secara serius, dan meminta semua pihak menghormati konsensus yang dicapai para pemimpin Rusia dan AS di Alaska pada Agustus 2025.

Tekanan Eropa Terus Menguat di Luar Meja Perundingan

Di luar forum resmi, tekanan politik dari Eropa terus meningkat. Pada 21 Desember 2025, kantor berita Reuters melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Trump untuk membahas Ukraina.

London menegaskan bahwa negara-negara “koalisi relawan” tengah mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan tekanan terhadap Moskow.

Empat Dokumen Kunci dalam Pertemuan AS–Ukraina

Dalam pernyataan bersama pasca-pertemuan Amerika Serikat–Ukraina, kedua pihak mengonfirmasi fokus pada empat dokumen utama:

  1. Penyempurnaan rencana perdamaian 20 poin
  2. Koordinasi kerangka jaminan keamanan multilateral bagi Ukraina
  3. Perjanjian jaminan keamanan bilateral AS–Ukraina
  4. Rencana pembangunan ekonomi pascaperang Ukraina

Meski membahas langkah lanjutan, tidak ada jadwal pertemuan berikutnya yang diumumkan. Prioritas bersama ditegaskan tetap pada penghentian pembunuhan, jaminan keamanan, serta penciptaan kondisi bagi rekonstruksi dan stabilitas jangka panjang Ukraina.

Tiga Fungsi Utama Pertemuan Miami

Sejumlah analis menyimpulkan bahwa pertemuan Miami memiliki tiga fungsi utama:

  1. Saluran pesan dan umpan balik
    Washington menjaga agar mekanisme perundingan tidak terputus dan menyelaraskan sikap melalui negosiasi tidak langsung.
  2. Sarana tekanan, terutama terhadap Rusia
    Moskow menegaskan garis merah: isu wilayah adalah prasyarat negosiasi, tidak bisa digantikan isu jaminan keamanan.
  3. Memperebutkan posisi Amerika Serikat
    Ukraina ingin mengikat AS melalui jaminan keamanan dan rekonstruksi, sementara Rusia berharap kerja sama ekonomi dapat mencegah eskalasi sanksi di era Trump.

Namun, perebutan posisi ini tidak berarti kompromi.

Isu Wilayah Tetap Menjadi Penghalang Utama

Hambatan terbesar perundingan tetap satu isu tak terhindarkan: wilayah.

Rusia bersikeras Ukraina harus mengakui Donbass dan Krimea sebagai bagian dari Rusia. Ukraina menolak keras dan hanya bersedia berunding berdasarkan garis kontak saat ini. Perbedaan inilah yang menjadi tembok paling keras dalam proses perdamaian.

Akibatnya, peluang gencatan senjata sebelum Natal dinilai sangat kecil. Pertemuan Miami menjaga proses tetap berjalan, tetapi belum mendekatkan pada garis akhir.

Kyiv Konsolidasikan Eropa, Tekan Washington

Usai pertemuan dengan Berlin pada Selasa, 23 Desember, Kyiv terlihat mempercepat konsolidasi dukungan Eropa. Strateginya jelas: menstabilkan Eropa terlebih dahulu, lalu melalui Eropa memengaruhi arah perundingan yang dipimpin Amerika Serikat.

Presiden Volodymyr Zelenskyy secara terbuka menuntut tekanan menyeluruh terhadap Rusia. Dia menilai tekanan terhadap Presiden Putin belum cukup kuat, dan menyerukan perluasan bantuan militer AS serta sanksi ekonomi yang lebih keras.

Zelenskyy juga menegaskan kembali garis merah politik, termasuk penolakan pemilu di wilayah pendudukan Rusia dan penolakan campur tangan Moskow dalam urusan demokrasi Ukraina.

Medan Perang: Negosiasi Berjalan, Pertempuran Tak Mereda

Sementara diplomasi terus berputar, medan perang tetap bergolak. Di Kupiansk, pasukan Ukraina mencatat kemajuan baru meski berada di bawah tekanan Rusia pada 19–20 Desember. Di sektor lain, unit elite Ukraina melancarkan serangan presisi terhadap pasukan dan logistik Rusia.

Menurut laporan Noel Report, unit Phoenix Penjaga Perbatasan Ukraina dan Brigade Mekanis ke-60 berhasil menghancurkan sejumlah kendaraan Rusia, melemahkan mobilitas lawan.

Uni Eropa Perpanjang dan Perketat Sanksi

Pada 22 Desember 2025, European Union secara resmi memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Rusia hingga 31 Juli 2026. Pernyataan Dewan Uni Eropa menegaskan: selama konflik berlangsung, dukungan terhadap Ukraina tidak akan berhenti dan tekanan terhadap Rusia siap ditingkatkan.

Sepanjang 2025, Uni Eropa telah meluncurkan paket sanksi ke-16 hingga ke-19, menargetkan armada bayangan, sektor energi, keuangan, industri militer, hingga gas alam cair Rusia—menandai fase tekanan paling keras sejak perang dimulai.

Perang Memasuki Hari ke-1.399

Pada 23 Desember 2025, perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.399. Garis depan relatif buntu, namun biaya serangan Rusia terus meningkat, sementara efektivitas perang nirawak Ukraina semakin terlihat.

Kesimpulan besar dari Miami hingga medan tempur sangat jelas:
diplomasi dipercepat, tetapi perang belum mendekati akhir. Selama isu wilayah tak tersentuh kompromi, perdamaian tetap jauh di cakrawala.

Perang Hampir 4 Tahun, Ukraina Ajukan Syarat Final: Rusia Terima atau Hadapi Konsekuensi?

EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun kembali memasuki babak penting. Pada 23 Desember 2025, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara terbuka mempublikasikan Rencana Perdamaian 20 Poin Ukraina, sebuah dokumen komprehensif yang untuk pertama kalinya diumumkan secara lengkap kepada publik internasional.

Dokumen ini merupakan hasil konsultasi intensif selama beberapa hari antara Ukraina dan Amerika Serikat, yang dilakukan menjelang akhir tahun 2025. Rencana tersebut disusun dengan mengacu pada versi awal rencana perdamaian 28 poin yang pernah dibahas dengan pemerintahan Donald Trump, namun telah direvisi secara signifikan. Sejumlah klausul yang dinilai tidak dapat diterima oleh Ukraina—termasuk kewajiban untuk melepaskan tuntutan hukum terhadap penjahat perang—secara tegas dihapus.

Menurut Kyiv, versi 20 poin ini mencerminkan posisi final Ukraina, sekaligus menjadi garis merah yang tidak dapat dinegosiasikan lebih lanjut.

Tiga Pilar Utama Perdamaian Ukraina

Zelenskyy menegaskan bahwa inti rencana ini bertumpu pada tiga syarat utama yang mutlak harus dipenuhi agar perang dapat dihentikan secara berkelanjutan.

Pertama, pengakuan penuh atas kedaulatan Ukraina. Ini disebut sebagai prinsip paling fundamental dan tidak dapat ditawar. Ukraina menolak segala bentuk pengakuan terhadap pendudukan wilayahnya oleh Rusia.

Kedua, penandatanganan perjanjian non-agresi antara Rusia dan Ukraina. Perjanjian ini dimaksudkan untuk mengakhiri siklus invasi dan gencatan senjata semu yang berulang sejak aneksasi Krimea pada 2014.

Ketiga, jaminan keamanan nyata bagi Ukraina. Zelenskyy menekankan bahwa tanpa jaminan keamanan yang kuat, gencatan senjata hanya akan menjadi jeda sementara sebelum agresi berikutnya. Ukraina, menurutnya, telah “belajar dari kesalahan sejarah” dan tidak akan mengulang pengalaman pahit untuk ketiga kalinya.

Konsesi Militer dan Jaminan Barat

Sebagai bentuk kompromi, poin keempat menetapkan pembatasan jumlah personel militer Ukraina pada masa damai hingga maksimal 800.000 personel. Kyiv menilai angka ini rasional untuk negara dengan luas wilayah dan ancaman keamanan seperti Ukraina.

Poin kelima menyebutkan bahwa Amerika Serikat, NATO, dan negara-negara Eropa akan memberikan jaminan keamanan setara Pasal 5 NATO. Artinya, jika Rusia kembali menyerang, respons militer kolektif serta sanksi otomatis akan diberlakukan.

Selain itu, poin keenam mewajibkan Rusia memasukkan prinsip non-agresi terhadap Ukraina dan Eropa ke dalam hukum nasionalnya sendiri, bukan sekadar komitmen politik sementara.

Integrasi Eropa dan Rekonstruksi Pascaperang

Dalam poin ketujuh, Ukraina menuntut kejelasan jadwal keanggotaan di Uni Eropa, bukan sekadar janji politik tanpa batas waktu.

Sementara itu, poin kedelapan hingga kesepuluh berfokus pada pemulihan ekonomi pascaperang. Inti dari bagian ini adalah pembentukan Dana Rekonstruksi Ukraina senilai sekitar 800 miliar dolar AS, serta rencana penandatanganan perjanjian perdagangan bebas Amerika Serikat–Ukraina untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Pada poin kesebelas, Ukraina menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas regional.

PLTN Zaporizhzhia dan Sengketa Wilayah: Titik Paling Sensitif

Ketegangan paling tajam muncul pada poin kedua belas, yang membahas PLTN Zaporizhzhia. Amerika Serikat sempat mengusulkan pengelolaan bersama oleh Ukraina, AS, dan Rusia dengan kepemilikan setara. Namun Kyiv menolak keras keterlibatan Rusia dan menegaskan bahwa pengelolaan hanya boleh dilakukan oleh Ukraina dan Amerika Serikat, tanpa transaksi energi apa pun dengan Moskow.

Isu paling kompleks tercantum dalam poin keempat belas, yakni soal wilayah. Rusia menuntut penarikan penuh pasukan Ukraina dari Donetsk. Ukraina menyatakan bersedia menarik sebagian pasukan, dengan syarat Rusia juga melakukan penarikan secara seimbang, termasuk dari wilayah-wilayah yang mengancam daerah inti Ukraina seperti Dnipropetrovsk dan Sumy.

Ukraina juga menegaskan bahwa garis kontak militer saat ini harus dibekukan, dengan gencatan senjata di posisi masing-masing.

Amerika Serikat mengajukan opsi kompromi berupa zona demiliterisasi atau zona ekonomi bebas di Donetsk, yang dikelola pasukan internasional atau diputuskan melalui referendum di masa depan. Sengketa wilayah akan “dibekukan” dan diserahkan kepada generasi berikutnya.

Pendidikan Perdamaian dan Ketentuan Penutup

Di antara pasal-pasal sensitif tersebut, poin ketiga belas muncul sebagai ketentuan yang unik. Ukraina dan Rusia diminta mengembangkan sistem pendidikan yang menanamkan toleransi, pemahaman lintas budaya, serta penghapusan rasisme dan prasangka di sekolah-sekolah.

Menurut Kyiv, jika generasi sekarang gagal menyelesaikan konflik sejarah, maka generasi mendatang harus dipersiapkan dengan kebijaksanaan yang lebih besar.

Poin-poin berikutnya mencakup larangan penggunaan kekuatan militer untuk mengubah perjanjian (poin ke-15), kebebasan Ukraina memanfaatkan Sungai Dnieper dan Laut Hitam (poin ke-16), pertukaran seluruh tawanan perang dan warga sipil (poin ke-17), serta penyelenggaraan pemilihan presiden Ukraina pascaperjanjian (poin ke-18).

Dalam poin ke-19, Ukraina bahkan mengusulkan Donald Trump sebagai ketua Dewan Perdamaian untuk mengawasi gencatan senjata, lengkap dengan sanksi langsung bagi pelanggar. Poin ke-20 menutup dokumen dengan seruan gencatan senjata total dan segera setelah perjanjian ditandatangani.

Respons Rusia dan Prospek Gencatan Senjata

Proposal ini telah diserahkan Amerika Serikat kepada Rusia. Dari Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa posisi Rusia telah disampaikan kepada Washington dan dialog akan terus berlanjut, tanpa memberikan penolakan atau persetujuan eksplisit.

Para analis menilai dua hambatan terbesar tetap sama: tuntutan Rusia atas penguasaan penuh Donetsk dan penolakan Moskow untuk melepaskan kendali atas PLTN Zaporizhzhia.

Meski demikian, Zelenskyy menyatakan optimisme terbatas. Ia menilai Rusia akan berhati-hati menolak rencana ini secara terbuka karena berpotensi memicu kemarahan Trump dan berujung pada peningkatan bantuan militer serta sanksi maksimum terhadap Moskow.

Situasi Medan Tempur Tetap Membara

Di luar meja perundingan, pertempuran masih berlangsung sengit. Menurut intelijen pertahanan Inggris, sepanjang tahun 2025 saja, korban Rusia diperkirakan melampaui 400.000 orang, dengan total korban sejak perang dimulai mencapai lebih dari 1,11 juta jiwa—angka yang bahkan melampaui jumlah personel aktif Angkatan Bersenjata Rusia pada 2021.

Ukraina juga terus berinovasi di medan perang. Menjelang akhir Desember 2025, Kyiv merilis rekaman langka Angkatan Udara Ukraina yang menunjukkan jet tempur F-16 berhasil mengejar dan menghancurkan rudal jelajah KH-101 Rusia, memperlihatkan fleksibilitas dan efektivitas pesawat tersebut.

Penutup

Kemunculan Rencana Perdamaian 20 Poin Ukraina menjelang pergantian tahun dipandang sebagai peluang diplomatik paling serius sejak perang dimulai. Apakah ini akan menjadi jalan menuju gencatan senjata pada awal 2026, atau justru sekadar jeda sebelum eskalasi baru, kini sepenuhnya bergantung pada respons Rusia.

Yang jelas, bagi Ukraina, dokumen ini adalah tawaran maksimal—dan mungkin kesempatan terakhir—untuk mengakhiri perang melalui meja perundingan, bukan melalui kehancuran total di medan tempur.

Gubernur California Nyatakan Keadaan Darurat: Banjir dan Longsor Mengancam Saat Hari Natal

EtIndonesia. LOS ANGELES— Gubernur California, Amerika Serikat, Gavin Newsom mengumumkan keadaan darurat di enam county pada Malam Natal setelah serangkaian badai musim dingin dahsyat melanda sebagian besar negara bagian, memicu banjir bandang, longsor, aliran puing, dan penyelamatan darurat. 

Para ahli cuaca memperingatkan bahwa sistem badai berikutnya bisa membuat Hari Natal kali ini menjadi yang terbasah dalam beberapa tahun di California Selatan.

Deklarasi keadaan darurat yang diterbitkan pada 24 Desember mencakup Los Angeles, Orange, Riverside, San Bernardino, San Diego, dan Shasta. Keputusan ini memungkinkan penempatan cepat sumber daya negara saat sungai atmosfer—sistem badai panjang penuh uap air dari Pasifik—membasahi California dan berpotensi terus melanda hingga Hari Natal.

“California bertindak cepat dan tegas untuk menghadapi badai musim dingin yang berbahaya,” kata Newsom. “Negara bagian telah menyiapkan sumber daya, mengaktifkan otoritas darurat, dan bekerja sama dengan mitra lokal untuk melindungi komunitas dan menjaga keselamatan warga California.”

Meskipun hujan sempat mereda di beberapa wilayah California Selatan pada Rabu malam, para ahli cuaca memperingatkan kemungkinan gelombang badai berikutnya dengan hujan deras dan petir pada Hari Natal, yang memperpanjang risiko banjir dan longsor. Wilayah yang kehilangan vegetasi akibat kebakaran hutan sebelumnya sangat rentan, sehingga peringatan evakuasi dan instruksi bertahan di tempat diberlakukan.


Penyelamatan dan Evakuasi di Wilayah Pegunungan

Pemadam kebakaran San Bernardino mengevakuasi beberapa orang yang terjebak di kendaraan saat Malam Natal setelah lumpur dan puing-puing menerjang jalan menuju Wrightwood, kota resor pegunungan di San Gabriel Mountains, sekitar 80 mil timur laut Los Angeles. Pejabat belum merinci jumlah korban yang diselamatkan.

Tim pemadam juga memeriksa rumah dari pintu ke pintu, sementara otoritas mengeluarkan perintah bertahan di tempat. Evakuasi juga diberlakukan untuk Lytle Creek setelah banjir menghancurkan satu-satunya jembatan yang menghubungkan komunitas pegunungan kecil tersebut.

Travis Guenther, warga Lytle Creek, mengatakan keluarganya dan puluhan tetangga terjebak setelah arus air memisahkan akses keluar masuk kawasan.

“Semua yang berangkat kerja pagi ini terjebak. Setengah keluarga di sini, setengah di sisi lain sungai,” ujarnya.

Warga pun mengoordinasikan bantuan secara lokal, dengan dua perawat di jalan mereka siap memberikan pertolongan medis.

Janice Quick, presiden kamar dagang lokal Wrightwood, mengatakan kebakaran hutan 2024 meninggalkan sebagian besar wilayah sekitar gundul, sehingga hujan deras membawa puing dan lumpur dari pegunungan ke permukiman.

Dillan Brown menceritakan bahwa ia, istri, dan putri 14 bulan mereka terjebak di kabin sewaan dengan persediaan makanan minim dan popok cukup untuk satu hari, setelah jalan tertutup batu dan puing. Bantuan dari warga lokal tiba dalam satu jam setelah permintaan dikirim melalui grup Facebook.

“Kami sedikit sedih karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga, tapi kebaikan yang ditunjukkan benar-benar luar biasa,” ujarnya.


Sungai Atmosfer Memicu Dampak Luas

Badai ini dipicu oleh beberapa sungai atmosfer yang membawa kelembapan tropis ke California di salah satu minggu perjalanan tersibuk tahun ini. California Selatan biasanya menerima 1,3–2,5 cm hujan akhir Desember, tetapi pekan ini beberapa wilayah diperkirakan menerima 10–20 cm, dengan jumlah jauh lebih tinggi di pegunungan.

Hujan lebat memicu perintah evakuasi di dekat bekas kebakaran di Orange County dan banjir di komunitas pesisir, termasuk Malibu. Beberapa jalan utama ditutup, termasuk bagian Interstate 5 dekat Bandara Burbank.

Di California Utara, peringatan angin dan banjir diberlakukan di Sacramento Valley dan San Francisco Bay Area, dengan peringatan banjir bandang di beberapa bagian Sacramento dan San Francisco. Sistem badai lain bergerak dari laut menuju daratan, memperparah risiko.

“Kondisi berbahaya diperkirakan terjadi di sepanjang pantai,” kata NWS San Francisco. “Bahaya termasuk ombak tinggi, arus kuat, dan gelombang besar. Jauhi batuan dan jangan pernah membelakangi laut!”

Peringatan dini pada Hari Natal dari NWS Sacramento menyebutkan advis banjir regional berlaku hingga pukul 21.00, mencakup Sacramento, Stockton, Modesto, Elk Grove, Roseville, Citrus Heights, dan Folsom.

“Putar balik, jangan mencoba menerobos jalan yang banjir. Sebagian besar korban banjir terjadi di kendaraan,” kata NWS Sacramento.

Di ketinggian, salju lebat dan angin kencang menciptakan kondisi “hampir putih total” di Sierra Nevada, dengan risiko longsor signifikan di sekitar Danau Tahoe. Peringatan badai musim dingin berlaku hingga Jumat pagi.

“Kondisi badai yang mengancam jiwa diperkirakan berlanjut sepanjang Hari Natal di California Selatan, di mana banjir bandang meluas,” kata NWS.


Imbauan Resmi

Pejabat negara bagian meminta warga menghindari jalan yang banjir, mematuhi perintah evakuasi, memantau peringatan resmi, dan menyiapkan perlengkapan darurat. NWS Los Angeles mengingatkan, bahaya dapat tetap ada meski hujan dan banjir mulai reda.

“Harap perhatikan penutupan jalan yang tersisa, dan ingat bahwa longsor dan aliran lumpur bisa terjadi berhari-hari setelah hujan berhenti,” peringatnya.

Laporan ini disusun dengan kontribusi The Associated Press dan Reuters.