Mantan Pejabat Tinggi Jepang Bongkar Strategi ‘Jebakan Madu’ Wanita Cantik Partai Komunis Tiongkok, Bahkan Pria Tampan Sempat Ditugaskan Mendekati Abe

Etindonesia. Sejumlah media Taiwan  pada 22 Desember 2025, mengutip sebuah video wawancara dengan Ono Hirofumi, mantan penasehat Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Jepang, yang mengungkap cara-cara Partai Komunis Tiongkok (PKT) menggunakan apa yang disebut “jebakan wanita cantik”. Pengungkapan ini juga kembali menyoroti kisah lama tentang mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang pernah menolak apa yang disebut sebagai “jebakan pria tampan”.

Menurut laporan tersebut, dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan media daring Jepang, Ono Hirofumi mengungkapkan bahwa ia sendiri pernah mengalami upaya “jebakan wanita cantik” dari PKT. Namun, karena sebelumnya telah mendapat peringatan mengenai cara Beijing biasanya melancarkan metode tersebut, ia berhasil lolos tanpa terjerat.

Ono menceritakan bahwa saat ia melakukan kunjungan ke Tiongkok, ketika kembali ke kamar hotelnya, seorang perempuan sudah menunggunya di dalam kamar. Perempuan tersebut memiliki wajah yang sangat mirip dengan seorang aktris yang sangat ia sukai saat itu, dan juga fasih berbahasa Jepang.

Sang pembawa acara wawancara terkejut dan mengatakan bahwa PKT tampaknya telah menyelidiki secara menyeluruh latar belakang dan preferensi pribadinya. Ono menanggapi bahwa mungkin saja ia pernah tanpa sengaja menceritakan kepada orang lain tentang aktris yang ia sukai. Meski ia tahu jelas bahwa perempuan tersebut bukanlah aktris yang dimaksud, situasi itu tetap membuat seseorang tanpa sadar berpikir, “Jangan-jangan memang dia orangnya.”

Ono menambahkan bahwa atasannya di PBB saat itu pernah memperingatkannya: begitu seseorang memakan “hidangan manis” yang disediakan PKT, hampir pasti nasibnya akan terikat seumur hidup sebagai ‘budak’ PKT. 

Mendengar peringatan tersebut, ia mengaku sangat ketakutan dan harus menahan godaan sesaat. Ia juga secara tersirat menyebutkan bahwa ketika melihat banyak politisi masa kini menetapkan kebijakan yang condong pada negara asing—terutama PKT—orang tidak bisa tidak bertanya-tanya: “Apakah karena mereka pernah memakan ‘hidangan manis’ yang disiapkan pihak lain?”

Metode “jebakan wanita cantik” PKT juga pernah menimbulkan kisah yang terdengar ironis. Pada tahun 2022, majalah Modern Weekly melaporkan pengakuan Ikawa Takayoshi, mantan ketua Daio Paper dan sahabat dekat Shinzo Abe, yang menyebut bahwa Beijing juga pernah mencoba menggunakan “jebakan wanita cantik” terhadap Abe, tetapi berulang kali ditolak, hingga pihak PKT bahkan menyimpulkan bahwa Abe tidak menyukai perempuan cantik.

Dalam suatu kunjungan ke Tiongkok, Shinzo Abe dan mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi kembali ke kamar masing-masing yang telah disiapkan pihak Tiongkok setelah agenda resmi. Ketika Koizumi membuka pintu kamarnya, ia mendapati deretan perempuan Tiongkok yang cantik sudah menunggu di dalam. Namun, ketika Abe membuka pintu kamarnya, yang ada justru sekelompok pria muda berwajah tampan, mirip idola.

Setelah kejadian itu, Abe sambil tersenyum pahit mengeluh kepada teman-temannya:
“Orang Tiongkok (PKT) mungkin mengira saya menyukai pria.” (Hui)

Tiongkok Menjadi Negara Berbasis Ekonomi Gig, Para Ahli Menganalisis 4 Risikonya

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Tiongkok terus lesu dan ekonomi gig (pekerjaan serabutan) berkembang pesat. Semakin banyak orang menjadi pekerja gig. Para pakar menilai, jika Tiongkok terus berubah menjadi negara ekonomi gig, hal ini dapat membawa empat potensi risiko serius.

Etindonesia. Tiongkok kini telah menjadi negara ekonomi gig. Berdasarkan data resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT), sejak tahun 2022 jumlah pekerja gig telah mencapai 200 juta orang.

“Pekerja gig” atau pekerja lepas mencakup kurir makanan, kurir paket, pengemudi ojek online, pengemudi taksi daring, pengasuh, petugas kebersihan, hingga pekerja konstruksi.

Pekerja gig umumnya menghadapi beban kerja tinggi, pendapatan rendah, tanpa jaminan kesejahteraan sosial, serta harus menanggung sendiri berbagai risiko dalam pekerjaan.

“Kita tahu pendapatan pekerja gig sangat berfluktuasi, jam kerja tidak stabil, dan tidak ada jaminan minimum. Akibatnya, keluarga sulit melakukan perencanaan keuangan jangka panjang. Hasilnya, masyarakat cenderung meningkatkan tabungan untuk berjaga-jaga dan menekan konsumsi, sehingga permintaan domestik Tiongkok semakin sulit menjadi penopang yang stabil,” ujar profesor Sun Guoxiang dari Departemen Urusan Internasional dan Manajemen Bisnis Universitas Nanhua. 

Seiring memburuknya ekonomi Tiongkok, runtuhnya sektor properti, banyaknya perusahaan bangkrut dan tutup, serta hengkangnya modal asing dalam skala besar, kondisi ketenagakerjaan semakin berat dan jumlah pekerja gig terus membengkak.

Data menunjukkan bahwa jumlah kurir makanan di Tiongkok saja telah melebihi 14 juta orang, sementara pengemudi kendaraan daring mencapai 7,5 juta orang, meningkat 200 persen dalam empat tahun. 

Kini, banyak lulusan universitas ternama serta mantan pengusaha bangkrut ikut masuk ke sektor ini, menyebabkan persaingan internal yang sangat ketat, dengan jumlah pesanan dan pendapatan terus menurun.

“Jika kondisi ekonomi ke depan kembali memburuk, kelompok pekerja gig akan semakin terpukul oleh pemotongan pesanan, penurunan tarif, dan tekanan lainnya,” Sun Guoxiang menambahkan. 

Para pakar memperingatkan bahwa jika Tiongkok terus menjadi negara ekonomi gig, hal ini dapat memunculkan empat potensi bahaya utama.

“Pertama, kualitas pekerjaan menurun dan fluktuasi pendapatan semakin besar. Kedua, kesenjangan dalam jaminan sosial dan perlindungan risiko akan terus melebar. Ketiga, semakin banyak pekerjaan bergaji rendah dan konsumsi rendah, membentuk lingkaran setan ekonomi gig yang makin nyata, sehingga permintaan domestik semakin sulit terdongkrak,” ujar Ekonom Amerika, Huang David. 

“Keempat, tenaga kerja dalam jumlah besar terserap ke sektor jasa bernilai tambah rendah yang penuh persaingan internal, bukan inovasi produktivitas. Hal ini menekan peningkatan teknologi dan membuat efisiensi produksi semakin rendah,” tambahnya. 

Laporan hasil wawancara oleh reporter New Tang Dynasty Television, Li Yun dan Qiu Yue.

Epidemi Mewabah di  Daratan Tiongkok, Varian Virus Bermutasi di 7 Titik, Tingkat Kematian Mencapai 10%

Epidemi virus influenza H3N2 merebak di berbagai wilayah Tiongkok. Tingkat infeksi dan jumlah kematian melonjak tajam. Para dokter memperingatkan bahwa virus flu kali ini sangat mudah menyebabkan komplikasi serius pada anak-anak, seperti miokarditis (radang otot jantung) dan ensefalitis nekrotik. Sejumlah kalangan industri menyebutkan bahwa strain virus kali ini telah mengalami tujuh mutasi, dengan tingkat kematian yang bisa mencapai 10%.

EtIndonesia. Berdasarkan data pemantauan yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok, musim puncak flu tahun ini datang sekitar sebulan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Sejak akhir Oktober, aktivitas flu nasional terus meningkat. Jumlah pasien di klinik demam di berbagai rumah sakit melonjak drastis, dan banyak keluarga mengalami kondisi “satu orang terinfeksi, seluruh keluarga tertular”. Saat ini, strain yang beredar didominasi oleh influenza tipe A H3N2.

Sejak pertengahan Desember, klinik pediatri di berbagai rumah sakit mulai memasuki puncak kunjungan pasien. Data pemantauan menunjukkan bahwa tingkat hasil positif virus flu dalam sampel saluran pernapasan kasus mirip influenza mencapai 54,2%. Sementara itu, tingkat infeksi rhinovirus mencapai 5,2%.

Pada 18 Desember, Wakil Direktur CDC Provinsi Hunan menyatakan dalam konferensi pers bahwa di rumah sakit Hunan, proporsi pasien dengan gejala mirip flu yang terdeteksi mengandung virus influenza telah melampaui 60%.

Banyak orang tua mendapati anak-anak mereka sering mengalami hidung tersumbat dan pilek, dan ada pula anak yang mengalami “paru-paru putih” akibat flu.

Sejumlah sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar karena terlalu banyak siswa terinfeksi, dan ada pula sekolah yang mulai melakukan disinfeksi menyeluruh. Seorang warganet mengatakan bahwa belakangan ini cukup banyak anak yang meninggal akibat flu. Di kelasnya sendiri, banyak teman sekelas yang izin tidak masuk, sehingga ia juga mempertimbangkan apakah perlu mengambil cuti.

Pada 21 Desember, seorang warga Beijing bermarga Xu mengatakan kepada reporter New Tang Dynasty bahwa wabah flu di Beijing juga sangat parah, dan banyak teman di sekitarnya telah terinfeksi.

 “Kali ini flu tipe A, kami sudah memilih untuk sebisa mungkin bekerja dari rumah. Kami berusaha menghindari datang ke kantor dan kontak satu sama lain. Kalau harus datang, kami pastikan hanya ada dua orang di dalam ruangan. Jika Anda datang, semua harus memakai masker agar tidak saling menularkan. Flu tipe A di Beijing memang selalu parah,” ujar Warga Beijing, Tuan Xu. 

Xu mengatakan bahwa sejak Oktober, banyak orang mengalami infeksi berulang. Saat ia pergi ke Rumah Sakit Universitas Perminyakan Tiongkok pada akhir pekan untuk berobat, ia melihat banyak orang mengantri di klinik demam.

Warga Beijing, Tuan Xu:  “Saya merasa ini mungkin lebih parah daripada COVID-19. Karena ada orang yang sudah menjalani infus tetapi belum sembuh, sudah hampir seminggu infus tetap saja tidak nyaman. Saya punya teman seperti itu. Demamnya memang sudah turun, tapi dia masih merasa sangat tidak enak badan.”

Pada 16 Desember, Wakil Direktur CDC Shanghai mengatakan bahwa Shanghai saat ini juga telah memasuki puncak epidemi penyakit menular saluran pernapasan akut. Strain yang beredar terutama influenza A H3N2, dengan proporsi lebih dari 95%.

Pada 9 Desember, seorang dokter dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Kota Pingxiang, Provinsi Jiangxi, mengingatkan bahwa flu kali ini telah menyapu seluruh negeri dan masyarakat perlu meningkatkan perlindungan diri.

 “Hanya dalam tiga bulan terakhir, jumlah kasus flu A berat dan kematian secara nasional meningkat 40,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada anak-anak, sangat mudah memicu komplikasi serius seperti pneumonia, miokarditis, dan ensefalitis nekrotik,” kata Dokter RS Ibu dan Anak Pingxiang, Jiangxi. 

Tokoh industri daratan, Wang Ping, mengatakan bahwa pada tahun 1968, H3N2 pernah menyebabkan pandemi besar di Asia, dan kali ini situasinya bahkan lebih serius.

 “Dibandingkan dengan strain tahun 1968, virus kali ini telah mengalami tujuh mutasi dan termasuk subtipe K. Selain itu, bagaimana sebenarnya efektivitas obat produksi dalam negeri? Tidak pernah terdengar adanya uji klinis fase tiga atau fase empat yang jelas. Tiba-tiba saja obat itu diluncurkan ke pasar. Kemungkinan besar digunakan sambil berjalan uji klinisnya, jadi sebaiknya kelompok pertama sebisa mungkin tidak menggunakannya,” kata Tokoh industri daratan Tiongkok, Wang Ping. 

Wang Ping mengatakan bahwa pihak berwenang awalnya menekan informasi tentang virus flu H3N2, dan baru secara bertahap mengungkapkan tingkat keseriusannya setelah tidak mampu lagi menutupinya.

“Sekarang, tingkat keparahan yang diungkap sudah sampai pada tahap ini, yakni ringan bisa menyebabkan miokarditis, berat bisa berujung kematian. Negara secara perlahan mengungkap sebagian kebenaran, tetapi sebenarnya dampaknya—terutama pada anak-anak—jauh lebih serius. Dari 100 orang, mungkin 10 orang bisa meninggal. Apakah tingkat kematian ini tinggi? Ini sudah mencapai tingkat kematian COVID-19 varian Alpha dan Delta pada tahap awal,” ujarnya. 

Pakar virologi Amerika Serikat, Lin Xiaoxu, mengatakan bahwa virus flu H3N2 kali ini memiliki kemampuan penularan dan pelarian imun yang lebih kuat, sehingga menyebabkan wabah besar di banyak tempat di dunia. Namun, bukti penelitian tidak menunjukkan bahwa H3N2 memiliki tingkat fatalitas yang lebih tinggi.

 “Namun, situasinya di Tiongkok berbeda, karena COVID-19 masih beredar di sana. Berdasarkan data resmi, pada November tahun ini masih terdapat hampir 14.000 kasus terkonfirmasi di seluruh Tiongkok. Jadi secara keseluruhan, situasi di Tiongkok adalah musim flu baru yang datang bersamaan dengan COVID-19 yang masih menyebar, sehingga muncul kasus-kasus seperti paru-paru putih,” ujar pakar virologi AS, Lin Xiaoxu. 

Arsip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa pada tahun 1968–1969, wabah flu H3N2 merebak di Hong Kong dan secara internasional dikenal sebagai “Virus Hong Kong” atau “Virus Mao Zedong”. Diperkirakan saat itu menyebabkan antara 1 hingga 4 juta kematian di seluruh dunia.(Hui) 

Li Yun/Chen Jianming

Bencana PLTN Fukushima Masih Membayangi, PLTN  Terbesar di Dunia Akan Segera Beroperasi Kembali

Parlemen Provinsi Niigata, Jepang, pada Senin (22 Desember) meloloskan mosi kepercayaan yang mendukung pengaktifan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa. PLTN terbesar di dunia ini berpeluang mulai beroperasi kembali pada awal tahun depan. Dalam beberapa tahun terakhir, demi mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, baik kalangan politik maupun masyarakat Jepang terus menyerukan agar pembangkit listrik tenaga nuklir diaktifkan kembali. Sementara itu, hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa tingkat dukungan terhadap Kabinet Takaichi tetap berada di atas 70% selama tiga bulan berturut-turut, mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat Jepang terhadap kebijakan pemerintah di bidang energi dan keamanan.

EtIndonesia. Parlemen Provinsi Niigata pada Senin (22/12) meloloskan mosi kepercayaan terhadap Gubernur Hideyo Hanazumi, yang mendukung pengaktifan kembali PLTN Kashiwazaki-Kariwa. Hal ini menandai momen krusial menuju pengoperasian kembali pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia tersebut.

PLTN ini akan menjadi pembangkit nuklir pertama milik Tokyo Electric Power Company (TEPCO)—operator yang sebelumnya mengelola PLTN Fukushima—yang diaktifkan kembali. TEPCO juga sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali reaktor pertama dari tujuh reaktor yang ada pada 20 Januari tahun depan.

PLTN Kashiwazaki-Kariwa memiliki kapasitas pembangkit total 8,2 gigawatt, cukup untuk memasok listrik bagi jutaan rumah tangga.

Pada saat yang sama, sekitar 300 demonstran berkumpul di luar kompleks PLTN di tengah cuaca dingin, membawa spanduk bertuliskan “Tolak Nuklir”, “Menentang Pengaktifan Kembali PLTN Kashiwazaki-Kariwa”, dan “Dukung Fukushima”.

Ayako Oga, seorang warga yang ikut berdemonstrasi, mengatakan: “Sebagai korban bencana nuklir Fukushima, saya berharap baik di Jepang maupun di mana pun di dunia, tidak ada lagi orang yang harus menanggung akibat dari kecelakaan nuklir.”

Pada tahun 2011, setelah gempa bumi besar dan tsunami melanda Jepang, PLTN Kashiwazaki-Kariwa—yang terletak sekitar 220 kilometer di barat laut Tokyo—ditutup bersama dengan 53 reaktor nuklir lainnya. Saat itu, PLTN Fukushima Daiichi dihantam tsunami hebat, memicu bencana nuklir terparah sejak kecelakaan Chernobyl.

Anggota Dewan Kota Kashiwazaki, Yukihiko Hoshino, mengatakan:  “Banyak warga merasa khawatir. Belakangan ini pemerintah telah melakukan berbagai kampanye dan langkah lain untuk meningkatkan pemahaman publik, tetapi kekhawatiran terbesar warga setempat tetap sama: ‘Apa yang terjadi jika kecelakaan benar-benar terjadi?’ dan ‘Apakah kami bisa menyelamatkan diri?’”

Untuk mendapatkan dukungan masyarakat setempat, awal tahun ini TEPCO berjanji akan menginvestasikan 100 miliar yen (sekitar 641 juta dolar AS) ke Provinsi Niigata dalam sepuluh tahun ke depan. Namun, survei yang dirilis Pemerintah Provinsi Niigata pada Oktober menunjukkan bahwa 60% warga menilai syarat pengaktifan kembali belum terpenuhi.

Meski demikian, Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang mulai menjabat dua bulan lalu, secara konsisten mendukung pengaktifan kembali PLTN guna memperkuat keamanan energi dan menghadapi kenaikan biaya impor bahan bakar fosil. Saat ini, sekitar 60% hingga 70% listrik Jepang masih bergantung pada bahan bakar fosil impor, sementara sejumlah reaktor nuklir mulai diaktifkan kembali secara bertahap.

Sementara itu, jajak pendapat yang dirilis Nikkei dan TV Tokyo pada Senin (22) menunjukkan bahwa tingkat dukungan terhadap Kabinet Takaiichi mencapai 75%, dan telah bertahan di atas 70% selama tiga bulan berturut-turut.

Meski sebagian masyarakat masih meragukan cara pemerintah mengendalikan kenaikan harga dan ada pula kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara, secara keseluruhan masyarakat memberikan penilaian positif yang tinggi terhadap arah kebijakan dan sikap keamanan pemerintah Takaiichi.

Selain itu, seiring memburuknya hubungan Jepang–Tiongkok, menurut laporan The Paper (Pengpai News), mulai 23 Desember tahun ini hingga 5 Januari tahun depan, sebanyak 46 rute penerbangan Jepang–Tiongkok dibatalkan seluruhnya. (Hui)

Laporan komprehensif oleh reporter New Tang Dynasty, Guo Yuexi.

Banyak Hal Terlihat Mustahil Sebelum Dia Benar-benar Berhasil

EtIndonesia. Suatu kali saya membaca kisah seorang penulis daring yang menceritakan perjalanan hidupnya.

Setelah lulus SMP, dia pergi merantau ke selatan dan bekerja sebagai pelayan restoran. Beberapa waktu kemudian, dia merasa pekerjaan itu tak memiliki masa depan, lalu mulai menulis.

Saat tidak ada pelanggan, dia meletakkan buku menu di hadapannya, berpura-pura sedang mempelajari menu, padahal diam-diam dia menulis beberapa paragraf.

Dia tidak memiliki komputer. Seusai kerja, dia pergi ke warnet kecil yang gelap, bising, dan penuh sesak. Uangnya sangat terbatas, setiap kali ke warnet dia harus menghitung dengan cermat berapa lama dia bisa menulis, seberapa cepat dia harus mengetik. Dia tak punya kemewahan untuk berpikir terlalu lama. Begitu selesai menulis, dia harus segera keluar, kalau tidak, biayanya akan membengkak.

Perlahan-lahan, tulisannya mulai dimuat di majalah dan dia memperoleh honor. Dia membeli komputer, menyewa kamar kecil, berhenti dari pekerjaannya, dan fokus menulis. Seharian penuh dia menulis, lapar pun cukup diatasi dengan mie instan.

Setahun kemudian, dia mulai menulis novel.

Lalu novelnya terbit—satu, dua, hingga sepuluh, bahkan belasan buku.

Novel-novelnya kemudian diadaptasi menjadi film dan serial televisi.

Suatu hari, saat menatap rak buku berisi belasan karyanya sendiri, namanya tercetak di sampul-sampul itu, dia tiba-tiba merasa seperti sedang bermimpi. Menoleh ke belakang, dia hanyalah seorang gadis pekerja dengan pendidikan SMP. Dahulu, tak seorang pun yang percaya pada tulisannya—bahkan keluarga dan teman-temannya pun tak yakin dia bisa hidup dari menulis.

Bagaimana dia bisa sampai sejauh ini? Tiga atau empat tahun sebelumnya, dia bahkan tak pernah berani membayangkannya.

Saya selalu mengagumi seorang guru ternama.

Dia mengajar bahasa, gemar berinovasi. Dia naik ke panggung lomba mengajar, mengikuti berbagai kompetisi tingkat daerah, hingga akhirnya melaju ke tingkat nasional. Di usia muda, dia sudah menonjol.

Dalam membina kelas, dia terus bereksperimen dan akhirnya dikenal sebagai wali kelas yang luar biasa.

Dia juga konsisten menulis. Banyak tulisannya terpilih dan dimuat dalam berbagai kumpulan referensi akademik. Dia menulis di blog. Suatu hari, ketika membuka lemari berisi setumpuk sertifikat penghargaan, dia menatap semua pencapaian itu dengan perasaan tak nyata. Dia bahkan meragukan dirinya sendiri—apakah dia benar-benar sehebat yang orang katakan? Dia merasa minder.

Padahal, dia hanya lulusan diploma. Dia berasal dari pegunungan terpencil di Sichuan–Chongqing, seorang guru desa. Dari desa terpencil dia pindah ke kota kabupaten, lalu ke kota besar Chongqing, kemudian ke Beijing, mengajar di sekolah unggulan, dan akhirnya melangkah ke sekolah terbaik lainnya. Sementara itu, banyak orang seumur hidup tak pernah berpindah dari satu tempat.

Dalam Filsafat Kebahagiaan, Zhou Guoping pernah berkata:

“Sebagai seseorang yang mempelajari filsafat, bisa memiliki pembaca sebanyak ini, dan buku-buku saya dua puluh tahun lalu masih dicetak puluhan ribu eksemplar setiap tahun—itu benar-benar di luar dugaan saya. Saya ini orang yang cukup rendah diri. Saat muda, ketika membayangkan peta hidup saya, sama sekali tidak pernah terpikir untuk menjadi penulis terkenal. Tidak pernah. Bahkan dalam mimpi pun tidak. Jadi apa yang disebut ‘kesuksesan’ yang saya miliki sekarang ini sepenuhnya di luar perkiraan saya, bukan tujuan yang sejak awal saya kejar.”

Banyak kesuksesan memang datang tanpa pernah direncanakan.

Banyak hal, sebelum berhasil, tampak mustahil. Banyak mimpi, sebelum terwujud, terlihat begitu jauh dan hampir tanpa harapan.

Namun justru mimpi-mimpi yang tampak mustahil itulah yang paling berharga.

Kita menjadi lebih baik selangkah demi selangkah. Mimpi kita pun terwujud sedikit demi sedikit. Sejauh apa pun jalan yang ditempuh, akan selalu ada titik akhir. Yang terpenting bukan seberapa panjang jalannya, melainkan apakah kita rela tenggelam dalam mediokritas atau berani menolaknya.

Yu Minhong pernah berkata:  “Kesuksesan itu sederhana—teruslah melangkah maju.”(jhn/yn)

Tekanan Naik Level: AS Blokade Tanker Minyak Ketiga, Maduro di Ujung Tanduk

Pejabat Amerika Serikat pada 21 Desember mengkonfirmasi bahwa militer AS telah mencegat kapal tanker ketiga yang terkena sanksi di perairan internasional dekat Venezuela. Kapal tersebut diketahui pernah mengangkut minyak mentah ke Tiongkok. Pemerintah AS menyatakan akan memberlakukan blokade yang lebih ketat terhadap kapal-kapal tanker yang dikenai sanksi, serta terus mengerahkan kekuatan militer di kawasan Karibia untuk meningkatkan tekanan terhadap rezim Nicolás Maduro.

EtIndonesia Pejabat AS pada  21 Desember mengonfirmasi bahwa Penjaga Pantai Amerika Serikat mencegat kapal tanker ketiga, “Bella 1”, di perairan internasional dekat Venezuela. Kapal ini merupakan bagian dari armada bayangan yang dikenai sanksi AS dan berlayar dengan mengibarkan bendera palsu.

Dokumen internal Perusahaan Minyak Nasional Venezuela menunjukkan bahwa kapal tanker tersebut pernah mengangkut minyak mentah Venezuela ke Tiongkok pada tahun 2021. Lembaga pemantau kapal juga menyebutkan bahwa kapal ini sebelumnya pernah mengangkut minyak mentah dari Iran.

Pada 20 Desember, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengkonfirmasi bahwa Penjaga Pantai AS, dengan bantuan Departemen Perang AS, telah mencegat kapal pengangkut minyak kedua bulan ini. Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, terlihat personel militer AS turun dari helikopter dan mendarat di atas kapal tanker bernama “Century”.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS kemudian mengungkapkan bahwa kapal tanker tersebut sebenarnya milik Century Shipping Company yang berbasis di Hong Kong, namun berlayar dengan mengibarkan bendera Panama.

Data dari lembaga pemantau global minyak mentah dan transportasi kapal tanker menunjukkan bahwa “Century” memuat sekitar 1,8 hingga 2 juta barel minyak mentah di pelabuhan Venezuela.

Setelah menyita kapal tanker pertama yang dikenai sanksi awal bulan ini, pemerintah AS mengumumkan pemberlakuan blokade terhadap seluruh kapal tanker yang dikenai sanksi dan keluar-masuk Venezuela, sehingga semakin meningkatkan tekanan terhadap rezim Maduro.

Sementara itu, militer AS terus melakukan pengerahan kekuatan di kawasan Karibia. Pemerintahan Trump telah mengirim ribuan personel militer ke wilayah tersebut, serta mengerahkan gugus tempur kapal induk, kapal perang, dan pesawat tempur untuk menindak kapal-kapal penyelundup narkoba di kawasan itu.

Presiden Trump sebelumnya memperingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan AS akan melancarkan serangan darat terhadap target di dalam wilayah Venezuela. Pengamat menilai, masa kekuasaan Nicolás Maduro mungkin tinggal menghitung hari.

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Zhao Fenghua.

Wabah Flu Mengganas di Kanada, Lonjakan Pasien Inap Mengguncang Sistem Kesehatan

EtIndonesia. Belakangan ini, wabah influenza di Kanada terus memburuk. Tingkat rawat inap akibat flu hampir meningkat dua kali lipat, sementara jumlah kasus infeksi naik hampir 30 persen. Berikut laporannya.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Kanada menunjukkan bahwa situasi flu secara nasional terus memburuk, dengan jumlah kasus memperlihatkan tren kenaikan yang jelas.

Dalam sepekan hingga 13 Desember, jumlah kasus flu baru di seluruh Kanada meningkat sekitar 70 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Varian yang paling dominan adalah influenza tipe A (H3N2). Provinsi British Columbia, Alberta, Saskatchewan, Ontario, dan Quebec mencatat total 11 wilayah yang telah memasuki tahap penyebaran luas.

Pada saat yang sama, tingkat rawat inap mingguan akibat flu hampir dua kali lipat, dengan jumlah pasien rawat inap mencapai 2.134 orang. Kelompok usia 65 tahun ke atas serta anak-anak dan remaja di bawah 19 tahun merupakan kelompok dengan risiko tertinggi terhadap infeksi dan rawat inap.

Selain itu, tekanan terhadap sistem layanan kesehatan juga terus meningkat. Dalam pekan yang sama hingga 13 Desember, tercatat 47 pasien flu harus dirawat di ruang ICU. Sejak 24 Agustus, jumlah kematian akibat flu yang dilaporkan secara nasional telah mencapai 74 orang.

Para ahli menyarankan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri, menjaga kebiasaan pencegahan yang baik seperti sering mencuci tangan dan mengenakan masker bila diperlukan. Jika muncul gejala, masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis. (Hui)

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Shu Can, Kanada.

Seorang Jenderal Senior Rusia Tewas Dibom, Ukraina Puji Keberhasilan Pembicaraan di Florida

EtIndonesia. Pada Senin (22 Desember), sebuah aksi pembunuhan terarah dengan bom mobil terjadi di sebuah kompleks permukiman di selatan Moskow. Kepala Direktorat Pelatihan Operasi Angkatan Darat Staf Umum Rusia, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, tewas di tempat kejadian. 

Pihak Rusia telah membuka penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan keterlibatan badan intelijen Ukraina. Sejak pecahnya perang Rusia–Ukraina, aksi pembunuhan terhadap perwira tinggi militer Rusia telah terjadi berulang kali. Sementara itu, pertemuan Amerika Serikat–Rusia–Ukraina yang berlangsung akhir pekan lalu di Florida tidak menghasilkan terobosan besar, dan perdamaian masih terasa jauh.

Jenderal Tinggi Rusia Tewas dalam Serangan Bom Mobil, Penyelidikan Mengarah ke Ukraina

Kendaraan lain di kompleks tersebut tampak utuh, hanya sebuah SUV putih yang hancur lebur akibat ledakan.

Pada Senin, terjadi serangan bom mobil yang ditargetkan di selatan Moskow. Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, Kepala Direktorat Pelatihan Operasi Angkatan Darat Staf Umum Rusia, tewas seketika saat bersiap meninggalkan lokasi dengan mobilnya.

Popov, warga setempat:  “Ini sangat mengerikan. Awalnya saya kira itu drone ‘Shahed’ atau drone Ukraina lainnya yang ditembak jatuh!”

Sarvarov tidak hanya terlibat dalam perang Ukraina, tetapi sebelumnya juga berpartisipasi dalam operasi militer Rusia di Chechnya dan Suriah. Saat ini, Komite Investigasi Federasi Rusia telah membuka penyelidikan atas kasus pembunuhan ini.

Juru bicara Komite Investigasi Federasi Rusia, Petrenko:  “Saat ini kami sedang menyelidiki berbagai kemungkinan versi pembunuhan. Salah satu kemungkinan tersebut melibatkan dugaan peran badan intelijen Ukraina dalam perencanaan kejahatan ini.”

Sejak pecahnya perang Rusia–Ukraina, telah terjadi sejumlah aksi pembunuhan yang menargetkan pejabat militer tinggi Rusia.

  • Pada April tahun ini, Wakil Kepala Direktorat Operasi Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia berusia 59 tahun, Moskalyk, tewas dalam sebuah serangan.
  • Pada Desember tahun lalu, Komandan Pasukan Pertahanan Radiologi, Kimia, dan Biologi Rusia, Kirillov, bersama asistennya, juga dibunuh. Kyiv menuduh Kirillov menggunakan senjata kimia di medan perang Ukraina dan melakukan kejahatan perang.

Pertemuan AS–Ukraina–Rusia di Florida Berakhir, Intelijen Sebut Putin Tak Tinggalkan Tujuan Perang

Setelah tiga hari konsultasi, utusan khusus AS Steve Witkoff pada  21 Desember  menyatakan bahwa serangkaian pertemuan antara Amerika Serikat, Ukraina, dan Eropa berlangsung efektif dan konstruktif. AS dan Ukraina juga mengadakan pertemuan bilateral yang konstruktif terkait penyempurnaan “Rencana Perdamaian 20 Poin”, koordinasi kerangka jaminan keamanan multilateral dan AS, serta rencana kemakmuran ekonomi Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin mengonfirmasi bahwa 90% isi rencana perdamaian yang paling krusial bagi Ukraina telah disepakati, dan menyebut draf tersebut terlihat “cukup bagus”.

 “Yang penting, ini adalah hasil kerja bersama kami (Ukraina) dan Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa kita sangat dekat untuk mencapai hasil yang substansial. Menurut saya, kerangka dasar semua dokumen pada prinsipnya sudah siap,” katanya. 

Sehari sebelumnya, perwakilan Amerika Serikat dan Rusia juga menyelesaikan perundingan perdamaian di Miami. Witkoff mengatakan bahwa dua hari dialog tersebut juga berlangsung efektif dan konstruktif.

Namun, Reuters mengutip enam sumber yang menyebutkan bahwa badan intelijen AS memperingatkan Presiden Vladimir Putin belum mengubah tujuan perangnya. Ia disebut masih mengincar seluruh Ukraina, serta wilayah bekas Uni Soviet lainnya, termasuk negara-negara anggota NATO.

Sementara itu, Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, mengatakan tuduhan tersebut adalah kebohongan dan propaganda, seraya menegaskan bahwa Rusia bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menaklukkan Ukraina, apalagi menginvasi dan menduduki Eropa.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Ryabkov pada Senin menyatakan bahwa Rusia siap menegaskan secara hukum dalam perjanjian bahwa Moskow tidak berniat menyerang Uni Eropa maupun aliansi militer NATO yang dipimpin Amerika Serikat.

Meski demikian, “perang hibrida” Rusia terus menjadi perhatian negara-negara Barat. Sejumlah lembaga intelijen Barat memperingatkan bahwa Rusia mungkin sedang mengembangkan senjata anti-satelit baru yang disebut “zone-effect”. 

Senjata ini diduga bekerja dengan menyebarkan ratusan ribu partikel mikro berdensitas tinggi di orbit, membentuk awan puing yang merusak untuk melumpuhkan satelit Starlink milik Elon Musk, sehingga melemahkan keunggulan Barat di bidang antariksa. Layanan Starlink sendiri merupakan pilar utama komunikasi medan perang Ukraina.

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty, Yi Jing.

Pertemuan Khusus ASEAN Mendesak Gencatan Senjata Antara Thailand dan Kamboja, Thailand Akan Mengadakan Pembicaraan dengan Kamboja 

EtIndonesia. Pertemuan khusus para menteri luar negeri ASEAN digelar di Kuala Lumpur pada Senin (22 Desember). Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mendesak negara-negara anggota ASEAN untuk bekerja sama membantu mengakhiri konflik antara Kamboja dan Thailand. Ini juga menjadi kontak tatap muka pertama antara kedua pihak sejak pecahnya konflik terbaru. Pada hari yang sama, pertempuran di lapangan masih terus berlanjut. Kamboja mengklaim seorang warga negara Tiongkok terluka, namun tidak ada rincian lebih lanjut yang diungkapkan.

Pada pertemuan khusus ASEAN tersebut, Menlu Malaysia Mohamad Hasan mendesak kedua pihak yang bertikai untuk kembali melaksanakan perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya dicapai dengan mediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 “Sebagai ketua, kami mendesak kedua pihak untuk melaksanakan secara penuh dan efektif perjanjian-perjanjian serta kesepakatan damai tersebut,” kata Hassan. 

Pada hari yang sama, menteri luar negeri Thailand dan Kamboja juga menghadiri pertemuan itu, menandai pertemuan langsung pertama mereka sejak konflik terbaru pecah.

Menurut data resmi terbaru, sejak bentrokan kembali terjadi pada 7 Desember, konflik tersebut telah menewaskan sedikitnya 43 orang, terdiri dari 23 orang di Thailand dan 20 orang di Kamboja. Selain itu, lebih dari 900.000 warga di wilayah perbatasan kedua negara terpaksa mengungsi.

Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyatakan bahwa Thailand akan mengadakan pembicaraan dengan Kamboja pada Rabu (24 Desember).

Ia mengungkapkan bahwa melalui berbagai saluran, Thailand mendengar klaim dari pihak Kamboja bahwa mereka bersedia melakukan gencatan senjata tanpa syarat, namun klaim tersebut tidak pernah disampaikan langsung kepada Thailand.

 “Mereka mendatangi Tiongkok, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan banyak negara lainnya, menanyakan mengapa Thailand tidak menerima. Padahal kami tidak pernah menerima usulan apa pun, dan tidak pernah menerima proposal yang disampaikan langsung kepada kami,” ujar Sihasak Phuangketkeow.

Thailand telah berulang kali mengajukan protes, menuduh Kamboja menanam ranjau darat baru yang menyebabkan prajurit Thailand terluka saat melakukan patroli perbatasan.

Pada 20 Desember, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan yang menegaskan:  “Amerika Serikat terus menyerukan kepada Kamboja dan Thailand untuk menghentikan permusuhan, menarik senjata berat, menghentikan penanaman ranjau darat, serta sepenuhnya melaksanakan Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur, termasuk mempercepat pembersihan ranjau kemanusiaan dan mekanisme penyelesaian masalah perbatasan.” (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty, An Qi dan Wang Yanqiao.

Pagi yang Mengguncang Henan, Tiongkok : 11 Pasien, Satu Dokter, Semua Divonis Kanker Stadium Lanjut

Baru-baru ini, di sebuah rumah sakit kanker di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok, seorang dokter menemukan fakta mengejutkan saat melakukan pemeriksaan rutin terhadap pasien. Dalam satu pagi, 11 pasien yang ia periksa semuanya didiagnosis menderita kanker esofagus (kerongkongan) stadium lanjut, sehingga menarik perhatian luas.

EtIndonesia. Berdasarkan laporan berbagai media daratan Tiongkok, seorang wakil kepala dokter di Rumah Sakit Kanker Provinsi Henan mengatakan bahwa 11 orang yang ia periksa tersebut semuanya dipastikan mengidap kanker esofagus stadium akhir, yang berarti 7 hingga 8 orang di antaranya kemungkinan tidak dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun. Ia mengaku sangat terpukul dan sedih atas kondisi tersebut.

Dokter tersebut menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kanker jenis ini adalah kebiasaan sehari-hari mengkonsumsi makanan yang terlalu panas, yang menyebabkan kerusakan jangka panjang pada esofagus. 

“Tangan kita akan refleks menghindar jika menyentuh makanan yang terlalu panas, tetapi esofagus tidak bisa menghindar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dinding bagian dalam esofagus normalnya hanya mampu menahan suhu sekitar 40 hingga 60 derajat Celsius. Jika terkena rangsangan panas bersuhu terlalu tinggi, esofagus mudah mengalami cedera, bahkan bisa terbakar. Paparan panas berulang dalam jangka panjang dapat menyebabkan pembengkakan mukosa esofagus, perubahan atipikal, dan pada akhirnya berpotensi memicu kanker.

Sejumlah warganet di Tiongkok berpendapat bahwa meskipun kebiasaan makan memang sangat penting bagi kesehatan, hal tersebut bukanlah penyebab utama kanker. Mereka menilai bahwa beragam bahan tambahan makanan, serta semakin banyaknya makanan beracun di Tiongkok, membuat masyarakat sulit menghindarinya, sehingga menjadi faktor utama meningkatnya angka kejadian kanker. (Hui)

Grand Whiz Hotel Praxis Rayakan Natal 2025 dengan Nuansa Hangat “Season of Togetherness”

SURABAYA – Menyambut Hari Raya Natal 2025, Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya menghadirkan perayaan Natal bernuansa hangat dan penuh kebersamaan melalui tema Season of Togetherness. Tema tersebut diusung untuk menegaskan makna Natal sebagai momen berbagi kasih dan kebahagiaan bersama keluarga serta orang-orang terdekat.

Suasana Natal terasa sejak tamu memasuki area hotel. Beragam dekorasi khas Natal, mulai dari pohon Natal berukuran besar hingga sentuhan ornamen elegan di sejumlah sudut hotel, dihadirkan untuk menciptakan atmosfer yang nyaman dan berkesan.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, Grand Whiz Hotel Praxis menawarkan promo kamar spesial Natal dengan harga mulai Rp900.000 nett per malam. Paket tersebut sudah termasuk makan malam Natal (Christmas Dinner) untuk dua orang serta sarapan pagi untuk dua orang, sehingga menjadi pilihan praktis bagi tamu yang ingin merayakan Natal tanpa repot.

Selain itu, hotel juga menghadirkan pengalaman makan malam Natal di Palazzo Restaurant dengan harga mulai Rp150.000 nett per orang. Khusus anak-anak di bawah usia lima tahun tidak dikenakan biaya, sementara anak usia enam hingga 11 tahun mendapatkan potongan harga 50 persen. Para tamu juga berkesempatan bertemu langsung dengan Santa Claus pada malam Natal, 24 Desember 2025.

“Konsep ini kami hadirkan agar para tamu dapat merasakan kehangatan Natal dalam suasana yang intim dan penuh kebersamaan,” ujar Ghoffar, Food & Beverage Manager Grand Whiz Hotel Praxis.

Kesan positif turut disampaikan oleh para tamu yang menginap. Alexander, salah satu pengunjung, mengungkapkan bahwa dekorasi dan suasana hotel membuat momen Natal terasa lebih hangat. “Dekorasinya sederhana namun elegan, dan kami benar-benar menikmati kebersamaan bersama keluarga,” ujarnya.

General Manager Grand Whiz Hotel Praxis, Ari Perdana, berharap perayaan Natal ini dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi setiap tamu. “Kami ingin Grand Whiz Hotel Praxis menjadi tempat bagi para tamu untuk menciptakan momen Natal yang hangat, penuh kebahagiaan, dan tak terlupakan, sejalan dengan semangat Season of Togetherness,” katanya.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, masyarakat dapat mengunjungi akun Instagram @grandwhizpraxis.surabaya atau menghubungi WhatsApp di nomor 0812 3450 6250.

Kamu Cukup Berusaha, Sisanya Serahkan pada Waktu

EtIndonesia. Suatu kali, materi kelas kebugaran adalah tinju. Setelah berlatih setengah sesi, aku duduk di pinggir lapangan untuk beristirahat sambil minum air.

Aku bertanya kepada pelatih : “Pelatih, menurutmu, apa aku bisa jadi pelatih suatu hari nanti?”

Sebenarnya aku tidak benar-benar ingin menjadi pelatih. Aku hanya mencari bahan obrolan agar bisa beristirahat sedikit lebih lama—maklum, pelatih ini terkenal sebagai pelatih bertangan besi di gym.

“Kamu tidak bisa,” jawabnya singkat, tanpa menoleh sedikit pun, sambil tetap minum air.

“Kenapa?” Aku terkejut. Meski perut dan pinggangku belum rata, ambisiku boleh dong tinggi sedikit!

“Aku sendiri dulu tidak pernah berpikir akan menjadi pelatih,” katanya sambil duduk di sampingku, lalu mulai bercerita.  “Aku mulai belajar tinju pertama kali saat usia 11 tahun. Aku memang suka, jadi berlatih bertahun-tahun. Setelah itu pelatih bilang aku sudah bisa ikut pertandingan, ya aku ikut. Aku menang beberapa kejuaraan, tubuhku juga makin kuat, lalu perlahan mulai mengenal fitness dan latihan sendiri.”

“Latihan satu-dua tahun, tubuhku makin matang dan perkembangannya cepat. Aku ikut beberapa kompetisi binaraga. Lalu pelatih memintaku membantu sebagai asisten. Setelah beberapa waktu, aku disuruh mengambil sertifikat pelatih kebugaran. Dari usia 11 sampai benar-benar menjadi pelatih, hampir 10 tahun. Sekarang sudah hampir 30 tahun aku menekuni jalan ini.”

“Aku memulainya dari tempat latihan kecil di kampung halaman, sedikit demi sedikit, sampai akhirnya bekerja di gym di Beijing. Begitu saja jalannya.”

Pelatih ini memang keras tapi tidak pandai berkata-kata. Namun aku paham maksudnya: Jika kamu benar-benar mencintai sesuatu, kamu akan fokus berusaha, bukan sibuk memikirkan hasilnya sejak awal.

Jika tujuan awalnya hanya ingin menjadi pelatih, besar kemungkinan aku tidak akan menjadi pelatih yang baik—paling banter hanya orang yang berlatih satu-dua tahun, punya tubuh lumayan, lalu merasa berhak menggurui orang lain.

Saat itu aku langsung teringat, sebelumnya cukup sering ada orang yang bertanya kepadaku di internet. Mereka ingin menulis untuk cari penghasilan tambahan, lalu bertanya bagaimana cara menulis agar mudah dimuat, atau bagaimana jalur menerbitkan tulisan dan buku. Jujur saja, aku tidak bisa menjawab.

Karena aku sendiri hanya menulis dan terus menulis, tanpa pernah memikirkan hasil akhirnya. Penulis biasa juga sebenarnya tidak menghasilkan banyak uang. Tulisan dimuat, seribu kata dibayar seratus sudah termasuk tinggi. Banyak juga yang dimuat ulang tanpa izin dan tanpa bayaran. Tanpa cinta yang sungguh-sungguh, mustahil bertahan.

Menyadari hal itu, aku paham maksud pelatih—dan juga paham bahwa aku sendiri masih punya sisi ingin cepat berhasil, tergoda oleh hasil yang terlihat gemerlap.

Di Douban ada artikel fitness yang cukup terkenal berjudul “Membentuk Tubuh 300 Hari: Bagaimana Waktu Menggores Kulitku”. Hanya dari judulnya saja sudah terasa dalam.

Aku masih ingat hari pertama tes fisik dengan pelatih. Semua data hampir di titik terendah. Sekilas terlihat pinggang besar, kaki tebal, bokong tidak berbentuk. Memang bisa ditutupi dengan pakaian mahal, tapi dalam hati tetap ada rasa minder.

Sekarang sudah hampir dua setengah bulan berlalu. Tubuhku memang belum langsung bergaya Eropa-Amerika, tapi pinggang sudah lebih ramping, kaki dan lengan jauh lebih kuat, bokong juga jelas lebih terangkat. Bahkan keringat deras tiga sampai empat kali seminggu membuat kondisi kulitku membaik sampai tak perlu lagi scrub atau sabun khusus.

Aku tahu persis bagaimana semua itu tercapai.
Dari pagi-pagi yang tidur jam dua tapi tetap harus bangun jam tujuh.
Dari mata setengah terpejam membeli minuman energi di halte bus.
Dari squat tanpa beban sampai akhirnya mengangkat 30 kilogram.
Dari tantangan gerakan dan beban yang dulu terasa mustahil.

Sudah bertahun-tahun aku tidak berkeringat deras, tidak membeli pakaian olahraga, tidak memakai sepatu olahraga, bahkan hampir lupa bau keringat itu seperti apa. Kemarin, setelah kelas tinju, saat pelatih membuka perban di tanganku, dia berkata : “Bahkan perbannya sudah basah semua.”

Dalam hal membentuk tubuh, waktu adalah jawaban terbaik.

Aku punya seorang teman di Douban. Saat pengikutnya masih hanya beberapa orang, dia menulis surat padaku, mengatakan ingin menulis dengan serius. Aku mengikutinya. Dua tahun terakhir, hampir setiap dua atau tiga hari ia menulis satu artikel, dengan sangat sungguh-sungguh.

Beberapa kali aku bahkan berkomentar:  “Kamu tidak kerja? Menulis sesering ini, padahal sudah menikah, punya anak, dan masih bekerja.”

Dia menjawab: “Kalau terpikir, ya ditulis saja. Tidak merasa capek.”

Sekarang, pengikutnya sudah puluhan ribu, tapi dia tetap menulis dengan ritme yang sama.

Aku juga punya teman Douban lain, Fugen’er—pemilik pengikut terbanyak di Douban. Baru beberapa hari lalu aku membuka halamannya. Aku tidak melihat tulisan yang terlalu puitis, tapi aku melihat albumnya: 1.600 album tema.

1.600 itu apa artinya? Aku bahkan tidak punya 1.600 foto, apalagi 1.600 album. Berapa banyak waktu, energi, dan kecintaan yang dibutuhkan untuk membangun angka seperti itu? Gelar nomor satu itu ditempa jam demi jam, hari demi hari—yang bisa kita lakukan hanya bertepuk tangan kagum.

Aku pernah melihat kalimat ini di New Oriental: “Jika sejak awal kamu memilih pekerjaan yang bisa mewujudkan diri sendiri, dan mencurahkan seluruh jiwa pada pekerjaan yang kamu cintai, selama sistem perusahaan sehat dan mekanisme berjalan baik, maka kenaikan gaji dan promosi hanyalah produk sampingan yang akan datang dengan sendirinya.”

Orang-orang seperti itu selalu membuatku hormat. Mereka punya daya tahan luar biasa—menundukkan kepala untuk bekerja keras, dan menyerahkan sisanya kepada waktu.

Transaksi Pelabuhan Panama Terjebak Kebuntuan, Mampukah PKT Memperoleh Kendali?

Transaksi penjualan 43 bisnis pelabuhan luar negeri milik Grup CK Hutchison Holdings (Changhe), yang berada di bawah konglomerat Hong Kong Li Ka-shing, terus terjebak dalam kebuntuan. Beredar kabar bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) menuntut agar raksasa pelayaran milik negara, COSCO Group, ikut serta dalam akuisisi dan memperoleh hak kendali. Namun pihak Amerika Serikat secara tegas menyatakan tidak dapat menerima Beijing terus memperluas pengaruhnya atas Terusan Panama.

EtIndonesia. Pada 17 Desember, The Wall Street Journal mengutip sumber yang mengetahui masalah ini melaporkan bahwa Beijing awalnya mendorong COSCO untuk bergabung sebagai mitra setara dalam konsorsium yang mengakuisisi pelabuhan luar negeri milik CK Hutchison. 

Kini, Beijing justru menuntut agar COSCO memperoleh saham mayoritas dan menguasai kewenangan kunci dalam pengelolaan pelabuhan. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, Beijing akan menghalangi kelanjutan transaksi tersebut.

Awal tahun ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Terusan Panama telah berada di bawah kendali PKT dan bersumpah akan “mengambil kembali” kepentingan Amerika. 

Tak lama kemudian, CK Hutchison mengumumkan akan menjual 43 bisnis pelabuhan luar negerinya dengan nilai 22,8 miliar dolar AS kepada konsorsium internasional yang terdiri dari raksasa manajemen aset AS BlackRock serta perusahaan pelayaran Mediterranean Shipping Company (MSC) milik keluarga miliarder Italia Aponte.

Dalam paket penjualan tersebut termasuk pelabuhan Balboa dan Cristóbal yang terletak di kedua ujung Terusan Panama dan memiliki arti strategis yang sangat penting.

BlackRock dan MSC sebelumnya menyatakan bersedia memberikan porsi saham yang setara kepada COSCO, namun tidak dapat menerima jika pihak PKT memperoleh kendali mayoritas atau hak veto dalam operasional pelabuhan.

Doktor ilmu politik dari Universitas New South Wales, Australia, Lin Song, mengamati bahwa waktu ketika PKT menaikkan tuntutan dari “kepemilikan saham setara” menjadi “kepemilikan saham mayoritas” bertepatan dengan saat pengadilan memutuskan pendiri Apple Daily, Jimmy Lai, bersalah.

Pada 15 Desember, pengadilan Hong Kong memutuskan bahwa Jimmy Lai bersalah atas tiga tuduhan pelanggaran Undang-Undang Keamanan Nasional, termasuk berkonspirasi dengan kekuatan asing dan menerbitkan materi hasutan. Ia terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Amerika Serikat, Inggris, Australia, Uni Eropa, serta berbagai organisasi hak asasi manusia internasional ramai-ramai mengecam putusan tersebut sebagai bermotif politik dan menyerukan pembebasan segera Jimmy Lai.

 “Secara umum, sangat sulit bagi PKT mengajukan tuntutan seperti ini—meminta kepemilikan saham mayoritas—itu hampir mustahil. Namun kemungkinan hal ini berkaitan dengan kasus Jimmy Lai, karena Trump ingin membebaskannya. PKT lalu menjadikan Jimmy Lai sebagai sandera diplomatik, sebagai alat tawar untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Artinya, jika AS menuntut pembebasan Jimmy Lai, maka PKT ingin mendapatkan saham mayoritas dan mengendalikan Terusan Panama,” ujar Lin Song. 

Terusan Panama merupakan salah satu jalur strategis terpenting dalam perdagangan global. Sejak kedaulatan terusan diserahkan dari Amerika Serikat kepada Panama pada 1999, hubungan AS–Panama dan netralitas terusan selalu dipandang sebagai pilar penting keamanan pelayaran dunia.

Data Otoritas Terusan Panama menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen angkutan peti kemas Amerika Serikat harus melewati jalur air tersebut untuk mengangkut barang dari Asia ke benua Amerika.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Washington telah secara tegas menolak tuntutan Beijing. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump menilai bahwa jika PKT memperoleh kendali atas pelabuhan-pelabuhan di terusan, hal itu akan melanggar Perjanjian Amerika Serikat–Panama dan membahayakan keamanan nasional serta ekonomi AS.

Kepala Divisi Strategi dan Sumber Daya di Institut Penelitian Keamanan Nasional Taiwan, Su Tzu-yun, mengatakan bahwa setelah PKT menjalin hubungan diplomatik dengan Panama, Beijing melalui rantai modal merah berinvestasi dan mengoperasikan pelabuhan, logistik, pergudangan, dan layanan pelayaran di kedua ujung terusan, sehingga secara bertahap mengumpulkan pengaruh.

 “Bagi Amerika Serikat sendiri, tanpa Terusan Panama, kapal-kapal dari pantai Atlantik ke Pasifik harus memutar hingga ke Argentina, jaraknya sangat jauh. Karena itu, pentingnya Terusan Panama bagi AS sebenarnya lebih besar daripada bagi pelayaran dunia secara umum. Sementara PKT ingin menancapkan pengaruh di Amerika Selatan, dengan mengendalikan jalur perairan ini sebagai cara menambah daya tawar strategis terhadap Amerika Serikat,” Su Tzu-yun menjelaskan. 

Laporan tersebut mengutip sumber yang terlibat dalam negosiasi yang mengungkapkan bahwa perjanjian akuisisi kini telah mengalami kebuntuan. Seorang pejabat tinggi PKT bahkan secara terang-terangan menyatakan bahwa Beijing berencana menjadikan kendali atas pelabuhan sebagai alat tawar dalam negosiasi perdagangan dan tarif antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

 “Amerika Serikat sama sekali tidak mungkin melepaskan kendali, karena dalam konteks ‘Doktrin Monroe versi baru’, kedua pihak kemungkinan akan terus berebut kepemilikan saham. Perkembangan di masa depan mungkin membuka jalan kompromi, yakni PKT hanya memegang sebagian saham, sementara hak pengelolaan perusahaan terusan harus tetap berada di tangan negara-negara Barat sebagai garis merah,” tambah Su Tzu-yun. 

Saat ini, Grup CK Hutchison masih terus mengoperasikan pelabuhan-pelabuhan terkait dan menyatakan bahwa transaksi kompleks semacam ini sulit diselesaikan dalam waktu singkat.

Selain itu, sumber yang mengetahui situasi mengungkapkan bahwa PKT telah memerintahkan seluruh badan usaha milik negara untuk membekukan semua transaksi apa pun dengan CK Hutchison serta perusahaan lain yang terkait dengan keluarga Li Ka-shing. (Hui)

Kanwil IV KPPU Perkuat Pengawasan Harga dan Pasokan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

Surabaya – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Kantor Wilayah IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Kanwil IV KPPU) mengintensifkan pemantauan ketersediaan pasokan dan pergerakan harga bahan pangan di Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta mencegah potensi praktik persaingan usaha tidak sehat yang dapat merugikan masyarakat.

Pemantauan yang dilakukan pada Selasa, 23 Desember 2025, berlangsung di Pasar Tradisional Wonokromo, Surabaya, dan dilaksanakan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Satgas Pangan Polda Jawa Timur. Plt Kepala Kanwil IV KPPU Romi Pradhana Aryo dan Kepala Bagian Administrasi Kanwil IV KPPU Dyah Paramita turut mendampingi kegiatan tersebut, bersama jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Dinas Perdagangan dan Peternakan Provinsi Jawa Timur, serta Bulog Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian dan tim melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai komoditas strategis, antara lain beras, cabai, bawang, daging, telur, dan minyak goreng. Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras SPHP tercatat Rp60.000 per kemasan 5 kg atau Rp12.000 per kg. Bawang merah dijual Rp40.000 per kg, bawang putih Rp35.000 per kg, dan gula Rp17.000 per kg. Sementara itu, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp31.000 per kg, daging sapi Rp120.000–Rp125.000 per kg, dan daging ayam ras Rp39.000 per kg.

Dalam pemantauan tersebut, Menteri Pertanian menemukan minyak goreng kemasan bantal merek Minyakita dijual pedagang dengan harga Rp16.000 per kemasan, atau Rp300 di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan penyerahan barang bukti berupa tiga kemasan Minyakita kepada Direktur Reskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Pol. Roy H.M. Sihombing.

“Harga komoditas di Pasar Wonokromo relatif stabil, namun penyimpangan kecil seperti ini tetap harus ditindak agar tidak membebani masyarakat, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegas Menteri Pertanian.

Dari sisi pengawasan KPPU, Kanwil IV terus memantau pergerakan harga secara berkelanjutan sebagai bagian dari early warning system. Dibandingkan pemantauan pada 16 Desember 2025, sejumlah komoditas menunjukkan tren penurunan harga, antara lain cabai merah keriting dari Rp55.000 per kg menjadi Rp35.000 per kg, cabai merah besar dari Rp40.000 per kg menjadi Rp30.000 per kg, serta bawang merah dari Rp50.000 per kg menjadi Rp40.000 per kg. Adapun daging ayam ras mengalami kenaikan tipis dari Rp38.000 per kg menjadi Rp39.000 per kg.

Usai dari Pasar Wonokromo, tim Kanwil IV KPPU bersama Satgas Pangan Polda Jatim melanjutkan pemantauan ke toko modern Indogrosir untuk memastikan konsistensi harga dan ketersediaan stok di seluruh rantai distribusi.

Romi menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat pasar, tetapi juga mencakup rantai pasok dari hulu ke hilir. “Kanwil IV KPPU berkomitmen mencegah potensi praktik persaingan usaha tidak sehat yang dapat menghambat pasokan atau memicu gejolak harga tidak wajar, sehingga merugikan petani maupun konsumen,” ujarnya.

Secara umum, kondisi pasokan bahan pangan di wilayah Surabaya terpantau relatif aman, baik di pasar tradisional maupun toko modern. “Stok tersedia dengan cukup dan harga masih berada dalam koridor kewajaran, dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan penawaran serta faktor iklim dan cuaca,” pungkas Romi.

Video Sejumlah Besar Ikan Sarden Mati Terdampar di Pantai Hokkaido, Pemandian Air Panas Terbuka Ditutup untuk Umum

EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah pemandian air panas terbuka yang terkenal di wilayah selatan Hokkaido, Jepang, terpaksa melarang pengunjung untuk berendam karena masuknya bangkai ikan sarden dalam jumlah besar.

Menurut laporan FNN Prime Online, pemandian air panas terbuka Mizunashi Seaside Onsen yang terletak di pinggiran Kota Hakodate, Hokkaido selatan, dipenuhi bangkai ikan sarden. Pemandangan langka ini mengejutkan warga sekitar. Kolam pemandian dipenuhi ikan mati yang terus mengeluarkan bau menyengat, sehingga saat ini area tersebut dilarang untuk dimasuki.

Warga setempat pada 15 Desember menemukan sejumlah besar ikan sarden mati di sepanjang garis pantai terdekat. Bangkai ikan kemudian mengalir masuk ke kolam pemandian. Meski petugas terus melakukan pembersihan, saat air laut pasang, ikan mati dan minyak ikan tetap terseret masuk ke kolam. Akibatnya, sejak  17 Desember, pemandian tersebut ditutup untuk umum.

FNN melaporkan bahwa pada Desember tahun ini, masuknya ikan sarden dalam jumlah besar ke pelabuhan perikanan di wilayah selatan Hokkaido menyebabkan hasil budi daya ikan trout, salmon, dan ikan Atka mackerel di beberapa pelabuhan hampir gagal total.

Pada pagi hari 18 Desember, sebuah pemandangan aneh terjadi di Pelabuhan Iura. Sejumlah besar ikan sarden terjerat jaring kolam budi daya, yang akhirnya menyebabkan sekitar 2.000 ekor ikan Atka mackerel yang dibudidayakan mati seluruhnya. Ikan-ikan Atka mackerel ini sebenarnya dipelihara untuk penangkapan musim dingin dan direncanakan dipasarkan sekitar musim semi 2026.

 “Ikan sarden kemungkinan besar sedang dikejar oleh makhluk besar tertentu, sehingga panik dan berenang keluar,” ujar Wakil profesor Mitsuhiro Nakaya dari Fakultas Ilmu Perikanan Universitas Hokkaido. 

Seorang warga setempat mengatakan:  “Mungkin mereka dikejar oleh lumba-lumba. Di daerah itu memang banyak lumba-lumba.”

Ikan yang ketakutan akan mengkonsumsi oksigen lebih banyak dari biasanya. Oleh karena itu, diduga bahwa masuknya ikan secara tiba-tiba ke pelabuhan menyebabkan kadar oksigen di perairan sekitar menurun dengan cepat, sehingga mengakibatkan kematian massal ikan-ikan budidaya.

Selain itu, seorang warganet Jepang pada 7 Desember mengunggah tulisan di platform X, menyebutkan bahwa di pantai dekat kampung halamannya di Hokkaido, sejumlah besar ikan sarden terdampar di pantai.

Ia mengatakan sekitar 2.000 ekor ikan sarden terdampar. Meski sebagian besar sudah mati, ikan-ikan tersebut terlihat sangat gemuk dan kaya minyak. Keluarganya hanya memungut secukupnya untuk memenuhi satu ember, lalu mengolahnya menjadi ikan kering atau masakan rebus.

Namun, di kolom komentar unggahan tersebut, beberapa warganet berspekulasi apakah fenomena ini merupakan tanda awal gempa bumi, karena pada 8 Desember kemudian terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 di wilayah Aomori, Jepang. Meski demikian, pemilik unggahan menyatakan bahwa daerah tempat tinggalnya tidak terdampak gempa dan ia tidak mengetahui apakah terdamparnya ikan sarden berkaitan dengan gempa tersebut. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter Jin Jing / Lin Qing