Gelapkan Warisan, Tidur di Atas Uang Sejuta Yuan : Aksi Wanita Shanghai Bikin Heboh
Seorang perempuan paruh baya di Shanghai menggelapkan warisan ibunya sebesar lebih dari 2,8 juta yuan (RMB) dan digugat oleh adik-adiknya ke pengadilan. Meski rumahnya telah disita dan ia dua kali ditahan, ia tetap menolak melaksanakan putusan pengadilan. Hingga akhirnya, dalam penggeledahan oleh pengadilan ditemukan bahwa uang tersebut disembunyikan di rumahnya, dengan 1 juta yuan (Rp 2,37 miliar) di bawah tempat tidur dan beberapa kotak uang tunai lainnya, sehingga total mencapai 2,4 juta yuan.
EtIndonesia. Berdasarkan laporan gabungan media daratan Tiongkok perempuan tersebut—bermarga Zheng—adalah anak sulung dalam keluarga dan alamat kependudukannya sejak lama terdaftar di rumah lama ibunya.
Setelah rumah tersebut terkena penggusuran, uang kompensasi lebih dari 2,8 juta yuan langsung ditransfer ke atas namanya. Namun pada hakikatnya, dana tersebut adalah kompensasi atas properti milik sang ibu, bukan harta pribadi Zheng. Meski demikian, ia menguasai uang itu seorang diri.
Belakangan, sang ibu menggugat melalui jalur hukum, dan pengadilan akhirnya memutuskan bahwa uang kompensasi tersebut adalah milik ibu, serta Zheng wajib mengembalikannya.
Namun, tak lama setelah putusan berkekuatan hukum tetap, ibu tersebut mendadak meninggal dunia. Secara hukum, uang itu menjadi harta warisan yang seharusnya dibagi kepada seluruh anak. Akan tetapi, Zheng bersikeras menolak menyerahkan uang tersebut. Bahkan setelah ditetapkan sebagai pihak yang harus menjalani eksekusi, rumahnya disita, dan ia dua kali ditahan, ia tetap tidak menyerahkan dana itu.
Awalnya, suami Zheng mengklaim bahwa uang tersebut sudah habis dipakai. Kemudian ia berbohong dengan mengatakan uang itu digunakan untuk investasi, bahkan menghancurkan bukti-bukti terkait.
Karena tidak ada jalan lain, pengadilan memerintahkan penggeledahan rumah Zheng. Hasilnya, uang itu ternyata disembunyikan di dalam rumah—di bawah tempat tidur, di dalam kotak-kotak, bahkan di kotak susu, tersebar di berbagai tempat.
Dari penggeledahan tersebut, 1 juta yuan uang tunai ditemukan di bawah tempat tidur, ditambah beberapa kotak uang tunai lainnya, dengan total mencapai 2,4 juta yuan. Zheng berdalih bahwa uang tunai itu bukan uang kompensasi, melainkan tabungannya sendiri dan gaji anaknya.
Namun, ketika menghadapi ancaman tanggung jawab hukum, Zheng akhirnya terpaksa mengakui bahwa uang yang disembunyikan itu memang uang kompensasi penggusuran. Setelah menarik uang tersebut bertahun-tahun lalu, ia menyimpannya hingga kini, bahkan kemasan kertas uangnya masih utuh.
Pada akhirnya, setelah berulang kali dilakukan negosiasi dan mediasi, kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai, dan Zheng membagi warisan tersebut bersama saudara-saudaranya.
Peristiwa ini memicu perdebatan luas di kalangan warganet Tiongkok. Banyak yang berkomentar:
- “Dunia ini memang penuh hal aneh.”
- “Demi uang, sampai tak tahu malu.”
- “Perempuan ini terlalu kejam, demi uang sampai tak peduli hubungan keluarga.”
Ada pula yang menyayangkan:
- “Mengapa uang dipandang lebih penting daripada keluarga dan nyawa?”
- “Uang bisa menguji karakter seseorang.”
- “Di masyarakat sekarang, bahkan di antara saudara kandung pun uang bisa membuat orang tak berperasaan—semua diukur dengan uang.” (***)
Duka Mendalam di Tokyo: Ibu dan Tiga Putranya Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Selidiki Hingga Sempat Dobrak Pintu Rumah yang Dirantai
Berita tak bermaksud memberikan inspirasi kepada anda untuk melakukan tindakan serupa. Jika anda memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri dan mengakhiri hidup, segera berkunjung ke klinik kesehatan mental atau berkonsultasi ke psikiater
EtIndonesia. Pada 19 Desember 2025, terjadi sebuah kasus pembunuhan satu keluarga di Tokyo, Jepang. Seorang ibu berusia 36 tahun dan tiga putranya ditemukan tergeletak di berbagai bagian rumah. Ibu dan anak sulung ditemukan mengalami luka sayatan, sementara anak kedua dan anak ketiga memiliki bekas yang diduga akibat cekikan.
Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan memastikan bahwa keempatnya telah meninggal dunia. Pada saat yang sama, polisi juga memastikan tidak ada tanda-tanda masuk paksa dari luar. Kasus ini kini diselidiki dengan dugaan bahwa sang ibu membunuh anak-anaknya lalu bunuh diri.
Menurut laporan media setempat, sekitar pukul 17.30 pada 19 Desember 2025, sang ayah pulang ke rumah dan mendapati pintu masuk terkunci dengan rantai, sehingga merasa ada kejanggalan. Ia segera melaporkan hal tersebut kepada polisi. Setelah polisi mendobrak pintu, mereka menemukan empat orang ibu dan anak tersebut tergeletak di dalam rumah dan semuanya telah meninggal dunia.
Ketiga anak laki-laki tersebut masing-masing berusia 9 tahun, 11 tahun, dan 16 tahun. Sebelumnya, sang ibu sempat menghubungi ayah anak-anak itu melalui telepon dan media sosial.
Polisi menyatakan bahwa setelah sang ibu menutup telepon, ayah tersebut berulang kali mencoba menghubunginya kembali, namun tidak berhasil tersambung.
Polisi menjelaskan bahwa ibu dan anak sulung ditemukan di lantai kamar lantai dua, dengan luka tusukan benda tajam di leher. Di dekat mereka ditemukan kapak dan pisau dapur berlumuran darah. Sementara itu, dua anak lainnya ditemukan tergeletak di tempat tidur kamar lantai dua, dengan bekas cekikan di leher.
Berdasarkan penyelidikan awal, karena tidak ditemukan tanda-tanda pembobolan, serta pintu dan jendela tidak mengalami kerusakan, polisi untuk sementara menyimpulkan kasus ini sebagai pembunuhan yang diikuti bunuh diri. (Hui)
Aksi Protes di Pedesaan Meningkat Sepanjang 2025: Seberapa Jauh Tiongkok dari Pemberontakan Rakyat Berskala Besar?
Di tengah kemerosotan ekonomi Tiongkok yang terus berlanjut, ketegangan di lapisan bawah masyarakat meningkat secara nyata. Hingga akhir November tahun ini, jumlah aksi perlawanan di pedesaan Tiongkok telah meningkat sekitar 70% dibandingkan total sepanjang tahun lalu. Pada saat yang sama, otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada November secara tidak biasa mengajukan peringatan agar mencegah kepulangan besar-besaran dan pengangguran massal pekerja migran di desa, yang secara luas ditafsirkan oleh kalangan luar sebagai upaya mencegah pecahnya pemberontakan rakyat.
EtIndonesia. Menurut data yang dikutip media Inggris, The Guardian pada 19 Desember, selama 11 bulan pertama tahun ini telah tercatat 661 insiden perlawanan di pedesaan Tiongkok, meningkat sekitar 70% dibandingkan keseluruhan tahun lalu. Aksi-aksi tersebut sebagian besar terkait dengan penggusuran paksa, sengketa tanah, upah yang tidak dibayar, serta pemogokan dan protes buruh.
Eskalasi cepat ketidakstabilan ini mencerminkan realitas kemerosotan ekonomi Tiongkok, terutama tekanan yang semakin berat yang dialami pekerja berpenghasilan rendah.
Selama puluhan tahun, sejumlah besar penduduk pedesaan pergi ke kota untuk bekerja. Namun, seiring perlambatan ekonomi dan menyusutnya lapangan kerja, banyak pekerja migran terpaksa kembali ke desa asal.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah kerap melakukan pengambilalihan tanah dan perampasan lahan pertanian, yang kembali menghantam mata pencaharian petani. Rasa kehilangan dan ketidakpuasan pun terus menumpuk, sehingga memicu lonjakan aksi perlawanan.
Para analis menunjukkan bahwa aksi perlawanan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, bukan hanya lebih sering terjadi, tetapi juga memiliki karakteristik baru.
“Aksi perlawanan rakyat telah meluas dari kota ke desa, dari dunia maya ke kehidupan nyata, dari masalah ekonomi ke persoalan sosial. Berbagai bentuk perlawanan bermunculan bak gelombang besar. Selain itu, aksi perlawanan rakyat pada tahun 2025 menunjukkan tingkat keputusasaan yang sangat tinggi di kalangan masyarakat,” kata pakar hukum yang bermukim di Australia, Yuan Hongbing.
“Oleh karena itu, perlawanan ini mencerminkan bahwa rakyat Tiongkok tidak takut menderita, mereka hanya takut tidak memiliki harapan. Ciri ketiga adalah bahwa perlawanan rakyat saat ini menunjukkan kecenderungan politik yang semakin kuat,” tambahnya.
Pada akhir November, PKT secara terbuka dan jarang terjadi meminta berbagai daerah untuk secara ketat mencegah kepulangan massal serta pengangguran berkepanjangan pekerja migran di desa, yang secara luas ditafsirkan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi pemberontakan rakyat.
“Seiring dengan melemahnya ekonomi riil Tiongkok, tekanan fiskal pemerintah daerah pun semakin terlihat. Selama kelompok ini berada di kota, masih relatif dapat dikendalikan. Namun jika mereka menyebar ke berbagai daerah, ketika pengendalian tidak berjalan baik, maka ketidakpuasan rakyat—meski hanya percikan kecil—dapat dengan cepat menyulut kebakaran besar,” ujar Direktur Eksekutif Taiwan Inspiration Association, Lai Rongwei.
Pada saat yang sama, pengawasan dan sensor internet oleh PKT terus diperketat. Di sejumlah daerah, pemerintah setempat bahkan membangun tembok sensor tambahan di balik Tembok Api Besar (Great Firewall), yang disebut sebagai “tembok di dalam tembok”.
Kalangan luar menilai bahwa di tengah kemerosotan ekonomi dan akumulasi konflik antara pemerintah dan rakyat, kemungkinan terjadinya kudeta politik, pemberontakan militer, maupun pemberontakan rakyat di Tiongkok perlahan namun terus meningkat. (Hui)
Laporan wawancara wartawan New Tang Dynasty Television: Chen Yue dan koresponden khusus Luo Ya
Bentrokan Perbatasan Baru Meletus antara Thailand dan Kamboja, 900.000 Jiwa dari Kedua Negara Mengungsi
EtIndonesia. Thailand dan Kamboja kembali terlibat bentrokan yang menyebabkan lebih dari 500.000 ribu warga Kamboja dan sekitar 400 ribu warga Thailand terpaksa mengungsi. Kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu konflik. Selain itu, militer Thailand juga membombardir kawasan Poipet, pusat kasino di perbatasan Kamboja. Poipet merupakan salah satu pos perlintasan perbatasan terpenting antara kedua negara.
Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), Kementerian Dalam Negeri Kamboja pada Minggu (21 Desember) menyatakan dalam sebuah pernyataan: “Saat ini lebih dari 500 ribu warga Kamboja, termasuk perempuan dan anak-anak, terpaksa mengungsi dari rumah dan sekolah mereka demi menghindari tembakan artileri, serangan roket, dan serangan udara dari jet tempur F-16 Thailand. Kondisi mereka sangat memprihatinkan.”
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa total warga Kamboja yang dievakuasi telah mencapai 518.611 orang.
Sementara itu, pihak Bangkok menyatakan bahwa akibat kembali pecahnya konflik perbatasan, sekitar 400 ribu warga Thailand kini kehilangan tempat tinggal.
Akar konflik Thailand–Kamboja terletak pada perbedaan pandangan mengenai perbatasan sepanjang 800 kilometer antara kedua negara. Keduanya sama-sama mengklaim sejumlah kuil kuno yang tersebar di wilayah perbatasan, yang batasnya ditetapkan pada masa kolonial Prancis di Kamboja.
Thailand dan Kamboja juga saling menuduh pihak lawan menyerang warga sipil dan memicu eskalasi konflik baru. Pada bulan Juli tahun ini, pertempuran yang berlangsung selama lima hari telah menewaskan puluhan orang.
Menurut data resmi, dalam bentrokan terbaru bulan ini yang melibatkan tank, drone, dan artileri, telah menewaskan sedikitnya 22 orang di Thailand dan 19 orang di Kamboja.
Selain itu, Kementerian Pertahanan Kamboja pada 18 Desember menyatakan bahwa militer Thailand sekitar pukul 11.00 pagi menjatuhkan dua bom di kawasan perkotaan Poipet, Provinsi Banteay Meanchey. Poipet merupakan kota kasino yang sangat populer dan menarik banyak penjudi dari Thailand.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa serangan ini merusak sebuah gudang dan properti lainnya, serta menyebabkan dua warga sipil mengalami luka ringan.
Juru bicara Angkatan Udara Thailand, Jackkrit Thammavichai, mengatakan bahwa serangan udara tersebut menghancurkan sebuah “pusat logistik” yang digunakan untuk menyimpan roket.
Ia menyatakan: “Fasilitas-fasilitas ini selama ini digunakan untuk kepentingan militer.”
Sebelumnya, Perdana Menteri sementara Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa kasino di wilayah Kamboja tidak berada dalam yurisdiksi hukum Thailand. Namun ia juga menekankan bahwa
“Jika tempat-tempat tersebut digunakan sebagai kedok untuk aktivitas penipuan, maka Thailand perlu mengambil tindakan,” ujarnya.
Tiongkok, Uni Eropa, Amerika Serikat, Malaysia selaku Ketua Bergilir ASEAN, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan gencatan senjata.
Para menteri luar negeri negara-negara ASEAN, termasuk Thailand dan Kamboja, dijadwalkan pada 22 Desember bertemu di Kuala Lumpur untuk membahas konflik ini. (Hui)
Pertama dalam Sejarah! Kekayaan Bersih Elon Musk Melampaui Rp 11.620 Triliun
Pada 19 Desember, setelah CEO Tesla Elon Musk kembali mendapatkan paket gaji bernilai sangat besar, total kekayaannya melampaui 700 miliar dolar AS, menjadikannya miliarder terkaya pertama dalam sejarah yang mencapai level tersebut.
EtIndonesia. Belum lama ini, Mahkamah Agung Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat, membatalkan putusan pengadilan tingkat bawah dan memulihkan paket penghargaan opsi saham Tesla yang diberikan kepada Musk. Nilai pasar opsi saham tersebut saat ini diperkirakan mencapai sekitar 139 miliar dolar AS.
Menurut perkiraan Forbes, setelah banding Musk dikabulkan, total kekayaannya mencapai rekor 749 miliar dolar AS.
Setelah putusan Mahkamah Agung tersebut, Tesla kembali menjadi aset paling bernilai yang dimiliki Musk. Selain opsi saham Tesla, Musk juga memegang sekitar 12% saham biasa Tesla, dengan nilai pasar sekitar 199 miliar dolar AS. Total nilai kepemilikan Musk yang terkait dengan Tesla mencapai sekitar 338 miliar dolar AS.
Selain itu, pada November, Tesla juga memberikan kepada Musk sebuah paket kompensasi pemecah rekor. Jika Tesla dalam 10 tahun ke depan berhasil mencapai target kinerja yang disebut sebagai “misi Mars”—misalnya pertumbuhan nilai pasar lebih dari delapan kali lipat—Musk akan memperoleh tambahan saham hingga maksimal 1 triliun dolar AS.
Aset terbesar kedua Musk adalah kepemilikannya sekitar 42% saham SpaceX. Berdasarkan program pembelian saham privat yang dimulai bulan ini, valuasi perusahaan roket tersebut melonjak dua kali lipat, dari 400 miliar dolar AS pada Agustus menjadi sekitar 800 miliar dolar AS. Nilai saham SpaceX yang dimiliki Musk diperkirakan mencapai sekitar 336 miliar dolar AS.
Sebagai orang pertama dalam sejarah yang kekayaannya menembus 700 miliar dolar AS, selisih kekayaan Musk dengan orang terkaya kedua di dunia, salah satu pendiri Google Larry Page, mencapai angka mencengangkan sekitar 500 miliar dolar AS. Kekayaan Page diperkirakan sekitar 253 miliar dolar AS.
Kalangan luar memperkirakan bahwa perusahaan yang paling mungkin membawa Musk menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan mencapai 1 triliun dolar AS mungkin bukan Tesla, melainkan SpaceX. SpaceX berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 2026, dengan valuasi yang diperkirakan bisa mencapai 1,5 triliun dolar AS. (Hui)
Laporan gabungan wartawan Luo Tingting / Wen Hui
Riset AS–Inggris Peringatkan: Banyak Remaja Mencari Bantuan Psikologis ke AI
Paparan perangkat digital (3C: komputer, komunikasi, dan elektronik konsumen) yang terlalu dini pada remaja dapat menghambat perkembangan dan kemampuan sosial mereka. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa proporsi besar remaja bahkan mencari konsultasi kesehatan mental kepada AI.
EtIndonesia. Tiga lembaga riset di Amerika Serikat menemukan bahwa kaum muda kini menggunakan chatbot AI untuk mencari konseling psikologis. Ketiga lembaga tersebut adalah RAND Corporation, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Brown, dan Universitas Harvard. Studi ini didasarkan pada 1.058 responden kuesioner.
Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari seperdelapan (13,1%) anak muda usia 12–21 tahun menyatakan menggunakan chatbot untuk mencari konsultasi kesehatan mental. Angka ini lebih tinggi pada kelompok usia 18–21 tahun, dengan tingkat penggunaan mencapai 22,2%.
Di Inggris, proporsi remaja yang menggunakan AI untuk tujuan serupa jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat, yakni hampir seperlima (19%).
Profesor Ateev Mehrotra dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Brown menilai angka tersebut tidak lazim tinggi. Ia menyebutkan bahwa dalam satu tahun terakhir, sekitar 18% remaja usia 12–17 tahun mengalami episode depresi berat, dan 40% di antaranya tidak menerima perawatan kesehatan mental apa pun. Saat ini, Amerika Serikat tengah menghadapi apa yang disebut sebagai “krisis kesehatan mental kaum muda.”
Dalam beberapa tahun terakhir, juga telah muncul berbagai laporan yang menyebutkan bahwa AI memicu perilaku menyakiti diri sendiri, yang kemudian memicu sejumlah gugatan hukum. Gugatan-gugatan tersebut menuduh model AI berperan dalam mendorong pengguna hingga bunuh diri, termasuk anak-anak. (Hui)
Laporan gabungan wartawan New Tang Dynasty Television: Meilin
Jenderal Rusia Tewas Akibat Bom Mobil di Moskow
Letnan Jenderal Fanil Sarvarov tewas setelah sebuah bom meledak di Jalan Yasenevaya di bagian selatan ibu kota Rusia.
EtIndonesia. Seorang perwira tinggi Angkatan Darat Rusia tewas akibat bom yang dipasang di bawah mobilnya di Moskow pada 22 Desember 2025.
Kematian Letjen Fanil Sarvarov dikonfirmasi oleh Juru Bicara Komite Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko, yang mengatakan kepada kantor berita negara Rusia TASS pada Senin pagi.
“Menurut penyelidikan, pada pagi hari 22 Desember, sebuah alat peledak yang ditanam di bawah sebuah mobil di Jalan Yasenevaya, Moskow, telah diaktifkan. Fanil Sarvarov, kepala Direktorat Pelatihan Operasional Staf Umum, meninggal dunia akibat luka-luka dari ledakan tersebut,” katanya.
Menurut Petrenko, Direktorat Investigasi Utama Moskow telah membuka perkara pidana berdasarkan Bagian 2 Pasal 105 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Rusia, yang berkaitan dengan pembunuhan dengan cara yang membahayakan masyarakat, serta Pasal 222.1 yang menyangkut perdagangan ilegal bahan peledak.
Ia juga mengatakan bahwa para penyelidik sedang mengejar beberapa teori terkait pembunuhan ini, salah satunya adalah “bahwa kejahatan tersebut diorganisasi oleh badan keamanan Ukraina.”
Sarvarov (56) adalah kepala Direktorat Pelatihan Operasional di Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia dan sepanjang kariernya banyak bertugas di lingkungan militer Moskow. Menurut TASS, ia dianugerahi Orde Keberanian, Medali Suvorov, serta Orde Jasa untuk Tanah Air kelas satu dan dua.
Sekretaris pers Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin segera diberitahu mengenai kematian Sarvarov.
Pusat komunikasi strategis Spravdi Ukraina, yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Ukraina, juga mencatat kematian Sarvarov dalam sebuah unggahan di X.
“Para jenderal Rusia terus meledak di rumah mereka sendiri di Rusia, dengan satu lagi hari ini di Moskow,” tulis mereka.
“Mayor Jenderal Fanil Sarvarov meninggal dunia pagi ini pukul 07.00 ketika mobilnya meledak. Bertanggung jawab atas banyak kekejaman, Sarvarov berpartisipasi dalam operasi selama invasi ke Georgia, Chechnya, Suriah, dan Ukraina. Ia tidak akan lagi melakukan semua itu.”
Ini bukan pertama kalinya seorang petinggi militer Rusia tewas akibat serangan bom.
Setahun lalu, pada 17 Desember 2024, Letjen Igor Kirillov, kepala pasukan perlindungan nuklir, biologis, dan kimia militer, tewas akibat bom yang disembunyikan di sebuah skuter listrik di luar gedung apartemennya. Dalam serangan itu, asisten Kirillov juga tewas.
Dinas keamanan Ukraina mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Seorang pria asal Uzbekistan ditangkap dan didakwa telah membunuh Kirillov atas nama dinas keamanan Ukraina.
Pada April lalu, perwira militer senior Rusia lainnya, Letjen Yaroslav Moskalik, wakil kepala departemen operasional utama di Staf Umum, juga tewas akibat bom mobil di dekat gedung apartemennya di pinggiran Moskow.
Kematian Sarvarov terjadi ketika para pejabat Amerika Serikat secara terpisah bertemu dengan pejabat Rusia dan Ukraina di Miami, Florida, dalam upaya mengakhiri perang.
Para perunding AS bertemu dengan pejabat Ukraina dan Eropa pada hari Jumat, dan dengan pejabat Rusia pada hari Sabtu di “Negeri Matahari” (Florida).
Utusan khusus AS untuk misi perdamaian, Steve Witkoff, mengatakan dalam unggahan di X pada 21 Desember bahwa selama dua hari terakhir, “Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev mengadakan pertemuan yang produktif dan konstruktif dengan delegasi Amerika untuk memajukan rencana perdamaian Presiden Trump bagi Ukraina.”
“Rusia tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mencapai perdamaian di Ukraina. Rusia sangat menghargai upaya dan dukungan Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik Ukraina dan memulihkan keamanan global,” katanya.
Dalam unggahan sebelumnya, Witkoff mengatakan bahwa “Ukraina tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” dan bahwa pembicaraan mereka berfokus pada “pembahasan jadwal waktu serta urutan langkah-langkah selanjutnya.”
Dmitriev kemudian mengunggah foto dirinya di Miami, berdiri di balkon menghadap laut sambil mengenakan kaus bertuliskan slogan “Next Time In Moscow,” disertai lambang elang berkepala dua Rusia dan tanda tangan Putin.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada 20 Desember bahwa Amerika Serikat mengusulkan format pembicaraan damai yang akan mempertemukan kembali perwakilan Ukraina dan Rusia di meja yang sama.
Berbicara kepada wartawan di Kyiv, Zelenskyy mengatakan bahwa pertemuan trilateral yang diusulkan itu akan berlangsung di tingkat Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, bersama mitra dari AS dan Rusia.
Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai usulan tersebut dan menyatakan skeptis bahwa pertemuan semacam itu akan menambah hal baru, namun menambahkan bahwa ia akan mendukung usulan AS jika pertemuan tingkat penasihat keamanan nasional tersebut mengarah pada pertukaran lebih lanjut atau membuka jalan bagi pembicaraan trilateral di tingkat para pemimpin.
Jacob Burg dan Bill Pan berkontribusi dalam laporan ini.
Washington Post : Perang Putin di Ukraina Berisiko Mengakibatkan Keruntuhan Keuangan bagi Rusia
EtIndonesia. Rusia menghadapi kesulitan ekonomi yang serius akibat perang di Ukraina, dan situasinya dapat memburuk secara signifikan pada tahun 2026, menurut The Washington Post.
Meskipun pernyataan Presiden AS, Donald Trump mengklaim bahwa Rusia diduga mempertahankan keunggulan dalam perang melawan Ukraina, situasi ekonomi negara tersebut menunjukkan sebaliknya.
Pemimpin Rusia, Vladimir Putin telah menghabiskan sebagian besar cadangan kas dan dana pinjaman yang sebelumnya membiayai pengeluaran militer, dengan tantangan keuangan baru yang akan datang.
Dampak Sanksi terhadap Ekonomi
Sanksi AS yang baru dan lebih keras yang menargetkan sektor minyak Rusia memperluas defisit anggaran dan menciptakan risiko tambahan bagi sistem keuangan.
Pembatasan tersebut telah memukul perusahaan-perusahaan besar, termasuk Rosneft dan Lukoil, memaksa Moskow untuk menawarkan diskon minyak lebih dari 20 per barel dolar. Para ahli mengatakan industri minyak dan gas sedang menuju krisis, dan langkah-langkah baru ini hanya mempercepat proses tersebut.
Risiko Krisis Perbankan
Terdapat peningkatan risiko gagal bayar dan krisis perbankan tahun depan, bahkan jika pemimpin Rusia mempertahankan sikap keras dalam negosiasi untuk mengakhiri perang.
Para ekonom menekankan bahwa tahun 2026 bisa menjadi tahun pertama di mana perang benar-benar menjadi beban berat bagi perekonomian Rusia.
Reaksi Elite dan Masyarakat
Pada saat yang sama, sebagian besar perwakilan elite Rusia tidak mengharapkan protes sosial massal atau kesulitan ekonomi akan memengaruhi keputusan politik Kremlin.
Pada akhir tahun 2025, situasi ekonomi Rusia akan terus memburuk di tengah meningkatnya inflasi, defisit anggaran yang melebar akibat pengeluaran militer, dan penurunan pendapatan minyak dan gas, sementara pertumbuhan ekonomi melambat secara signifikan.
Persiapan untuk liburan Tahun Baru di Rusia berlangsung di tengah penurunan aktivitas konsumen yang jelas, karena kenaikan harga memaksa warga Rusia untuk mengurangi pengeluaran dan menunda pembelian yang biasa mereka lakukan.(yn)








