Team Vagos Juara SGGA 2025, Galaxy A36 5G Jadi Andalan di Panggung Final

Jakarta, 17 Desember 2025 — Team Vagos berhasil keluar sebagai juara Samsung Galaxy Gaming Academy (SGGA) 2025 powered by TL CUP setelah menaklukkan babak final offline bertajuk Bali Major yang digelar pada 13 Desember 2025. Kemenangan ini menegaskan potensi besar generasi gamer Indonesia yang terus berkembang seiring dukungan ekosistem dan teknologi yang tepat.

SGGA 2025 menerapkan format kompetisi East Region dan West Region guna membuka kesempatan lebih luas bagi talenta dari berbagai wilayah Indonesia. Ratusan tim bersaing ketat sejak babak penyisihan hingga akhirnya tim terbaik dari kedua region bertemu di partai puncak.

Head Coach SGGA 2025 powered by TL CUP, Saint De Lucaz, menilai turnamen ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi kemampuan teknis maupun mental pemain.
“Bukan hanya mekanik permainan, tetapi juga komunikasi, pengambilan keputusan, dan ketenangan di bawah tekanan. Performa perangkat yang stabil memungkinkan kami menilai kemampuan pemain secara objektif,” ujarnya.

Sepanjang turnamen, para finalis mengandalkan Galaxy A36 5G sebagai perangkat utama. Smartphone ini ditenagai Snapdragon 6 Gen 3, layar Super AMOLED 6,7 inci 120Hz, baterai 5.000 mAh dengan 45W fast charging, serta larger vapor chamber untuk menjaga suhu tetap stabil saat pertandingan intens. Dukungan konektivitas 5G juga memastikan latensi tetap rendah selama latihan dan pertandingan.

Kapten Team Vagos, Zekha, menyebut kemenangan di Bali Major menjadi momentum penting bagi timnya.
“Kami bukan hanya membawa pulang piala, tetapi juga kepercayaan diri untuk melangkah ke level berikutnya. Galaxy A36 5G membantu menjaga performa tetap konsisten dari latihan panjang hingga laga krusial,” katanya.

Samsung menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan esports Tanah Air melalui SGGA.
“Galaxy A36 5G kami hadirkan sebagai partner bagi gamer yang ingin berkembang dan tampil maksimal. SGGA 2025 membuktikan bahwa anak muda Indonesia dari berbagai daerah mampu mengasah kemampuan dan meraih level permainan yang lebih tinggi,” ujar Verry Octavianus, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Dengan berakhirnya SGGA 2025 powered by TL CUP, Samsung berharap program ini terus menjadi wadah pembinaan sekaligus batu loncatan bagi talenta esports Indonesia menuju panggung profesional.

Lima Faktor yang Mendasari Penindakan Intensif Partai Komunis Tiongkok terhadap Kewarganegaraan Ganda

Etindonesia. Belakangan ini, banyak warga Tionghoa melaporkan bahwa saat kembali ke Tiongkok dari Kanada dan negara lain, mereka menghadapi pemeriksaan “identitas ganda” di bea cukai Tiongkok. Petugas bea cukai langsung memulai prosedur penghapusan data kependudukan bagi mereka yang telah memperoleh kewarganegaraan asing namun masih mempertahankan hukou (registrasi rumah tangga) Tiongkok. Para analis menilai, langkah ini setidaknya melibatkan lima pertimbangan utama di baliknya.

Operasi Nasional Tanpa Masa Tenggang

Pada 3 Desember, media daratan Tiongkok melaporkan bahwa seluruh pos bea cukai utama di seluruh negeri telah meluncurkan operasi khusus untuk membersihkan kewarganegaraan ganda. Berbeda dengan praktik sebelumnya yang lebih bersifat “peringatan”, operasi kali ini tidak menyediakan masa tenggang. Pemegang kewarganegaraan ganda akan langsung memicu peringatan sistem saat melewati imigrasi.

Sebagai contoh, di pos perbatasan Hengshui, Provinsi Hebei, seorang pria etnis Tionghoa berkewarganegaraan Kanada dicegat oleh polisi bea cukai sesaat setelah turun dari pesawat dan dilarang masuk ke Tiongkok.

Dalam kasus lain, seorang pria etnis Tionghoa bernama Sam, yang telah lama menetap di Melbourne, Australia, pada September tahun ini bersiap meninggalkan Tiongkok melalui Hangzhou. Ia dicegat di pos pemeriksaan perbatasan dan diminta pulang ke kampung halamannya untuk membatalkan hukou terlebih dahulu, jika tidak maka ia tidak diizinkan keluar negeri. Akibatnya, tiket pesawat Sam hangus, dan ia dikenai denda penahanan sebesar 500 yuan per hari. Saat mengantri di bandara, ia melihat penumpang keturunan Tionghoa lainnya juga dicegat karena alasan yang sama.

Lima Pertimbangan di Balik Pembersihan Kewarganegaraan Ganda

Penulis dan aktivis Tionghoa Kanada Sheng Xue menganalisis bahwa langkah PKT membersihkan kewarganegaraan ganda setidaknya didorong oleh lima pertimbangan.

Sheng Xue mengatakan:  “Pertama, bagi PKT, identitas kewarganegaraan ganda berarti seseorang berada di bawah dua sistem nilai, dua sistem hukum, bahkan loyalitas kewarganegaraannya pun terbelah. Di mata PKT, orang seperti ini dianggap tidak dapat dipercaya.”

Menurut Sheng, logika kedua PKT adalah bahwa ketika rezim menghadapi tekanan, pengendalian terhadap penduduk harus semakin diperketat. Logika ketiga berkaitan dengan sistem otoritarianisme digital.

Sheng Xue menjelaskan:  “Teknologi otoritarianisme digital PKT memiliki posisi penting di tingkat internasional. PKT juga harus mewujudkan kemampuan kontrolnya dalam praktik pemerintahan. Pembersihan kewarganegaraan ganda merupakan sinyal kepada dunia internasional bahwa rezim ini memiliki kemampuan dan tekad untuk menerapkan kecerdasan buatan dan pengendalian hingga ke setiap individu.”

Sheng menilai logika keempat adalah pemutusan hubungan ke luar negeri dan penutupan celah di dalam negeri.

Ia mengatakan:  “Kelompok ini menikmati sumber daya PKT sekaligus perlindungan dunia bebas, dan dapat kapan saja menarik diri saat situasi berbahaya. Dalam logika PKT, hal ini tidak bisa diterima. Karena itu, pembersihan kewarganegaraan ganda juga berarti penutupan total, termasuk untuk persiapan mobilisasi masa perang, dengan pemeriksaan menyeluruh yang lebih terarah.”

Menurut Sheng, logika kelima adalah dengan mengikat semua orang secara erat ke dalam sistem kekuasaan PKT melalui identitas, hukou, keluarga, dan harta benda. Kebijakan ini juga memberikan dampak besar bagi pejabat PKT yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Namun, salah satu pendiri Partai Demokrat Tiongkok, Zhu Yufu, berpendapat bahwa PKT pasti memiliki cara tersendiri dalam menangani para pejabatnya.

 “Banyak pejabat tinggi, bahkan setingkat wakil negara atau menteri, diam-diam memiliki kewarganegaraan ganda. Sistem hukum Partai Komunis sangat sewenang-wenang. Segala kebijakan ditujukan untuk menjaga stabilitas kekuasaannya sendiri. Dari fenomena ini terlihat bahwa mereka bersiap menutup diri dari dunia luar; Revolusi Kebudayaan 2.0 akan dimulai di Tiongkok, dengan sikap anti-asing seperti dulu,” katanya. 

Motif Ekonomi dan Persiapan Perang

Mantan pengacara Beijing dan cendekiawan independen Lai Jianping menilai bahwa pembersihan kewarganegaraan ganda juga memiliki motif ekonomi yang jelas.

 “PKT saat ini menghadapi tekanan fiskal yang besar, dana pensiun sangat kekurangan, dan jumlah orang yang harus ditanggung semakin banyak. Untuk memangkas atau menghapus dana pensiun serta tunjangan sosial lainnya bagi warga berkewarganegaraan ganda, secara terus terang ini adalah perampasan harta mereka,” katanya. 

Operasi pembersihan ini tidak hanya terbatas di bandara. Seorang perempuan yang lama tinggal di Shenyang dan telah menjadi warga negara Kanada juga didatangi polisi ke rumahnya untuk pemeriksaan, diminta membatalkan hukou Tiongkok, dan jaminan sosial serta tunjangan terkait akan disesuaikan.

Lai Jianping lebih lanjut menganalisis bahwa langkah ini juga mungkin berkaitan dengan persiapan perang.

 “Jika PKT melancarkan perang agresi di Selat Taiwan atau Laut Cina Selatan, hal itu akan memicu reaksi keras dari komunitas internasional, dan akan muncul pertanyaan tentang loyalitas para pemegang kewarganegaraan ganda. PKT memaksa mereka untuk memilih pihak,” ujarnya. 

Data Penindakan

Media daratan melaporkan bahwa sejak operasi dimulai, jumlah orang yang dicegat di pos-pos utama meningkat 300% secara bulanan. Di bandara-bandara utama, total 8.300 orang telah diperiksa, 1.200 orang ditolak masuk, dan 3.700 orang diberi tenggat 60 hari untuk membatalkan hukou. Di Shanghai dan Shenzhen saja, lebih dari 1.000 pendaftaran hukou telah dihapus. (Hui)

Video Drama Jalanan Shanghai: Ribuan Orang Kepung Kantor Polisi, Gelar Aksi Aneh ‘Investor Menyelamatkan Penipu’”

EtIndonesia. Setelah Shanghai Xiai Group kolaps dan ketua direksinya ditangkap, para investor yang melakukan “pembelaan hak” justru berupaya keras “menyelamatkannya”. Alasannya sederhana: mereka tahu, begitu uang masuk ke tangan otoritas, uang itu tidak akan pernah keluar lagi. Drama absurd “korban membela pelaku” ini menyoroti gambaran suram kekuasaan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Media swadaya yang memantau insiden massa di  daratan Tiongkok, “Zuótiān” (Yesterday), mengungkapkan bahwa pada 17 Desember 2025 pagi, pintu depan Unit Investigasi Kejahatan Ekonomi Biro Keamanan Publik Distrik Baoshan di Jalan Tietong, Shanghai, diblokade rapat oleh ribuan investor Aixinghe.

Video di lokasi memperlihatkan massa aksi meneriakkan slogan “Bebaskan orangnya” secara serempak. Banyak di antara mereka mengangkat poster cetak bertuliskan “Kembalikan ketua kami, biarkan perusahaan beroperasi normal”. 

Seorang demonstran perempuan bahkan menyebut polisi di seberang sebagai “preman” dan mengatakan bahwa mereka baru saja merebut kembali seorang demonstran dari tangan polisi.

Menurut sumber tersebut, para demonstran juga membawa surat petisi bersama yang penuh cap telapak tangan merah, menuntut pembebasan Wu Fengqin, ketua Xiai Group, yang sebelumnya ditangkap atas dugaan penggalangan dana ilegal. Hingga larut malam hari itu, masih banyak investor yang bertahan di lokasi dan tidak mau bubar.

Dikabarkan bahwa Wu Fengqin adalah anggota PKT dan pernah dijatuhi sanksi karena penyelewengan keuangan. Setelah mendirikan Shanghai Xiai Health Technology Group pada 2017, ia membungkus dirinya sebagai “anggota Konferensi Permusyawaratan Politik”, “mentor kewirausahaan perempuan”, dan “pelopor bantuan pertanian”, sehingga memperoleh kepercayaan luas, terutama dari kalangan paruh baya dan lansia.

Pada 2023, Wu Fengqin meluncurkan “Aixinghe Mall”. Sejak 2024 hingga kini, melalui berbagai aplikasi seperti “Aixinghe”, “Aixing Youxuan”, dan “Mutual Aid Flash Auction Mall”, ia menjanjikan imbal hasil harian 1%–1,27% dengan tingkat pengembalian tahunan fantastis 365%–466%, dan dengan cepat menipu dana hingga ratusan miliar yuan.

Aixinghe kolaps pada November tahun ini. Para investor segera melancarkan berbagai aksi penagihan di Zhejiang, Shanghai, dan daerah lain, menuntut “hukuman berat bagi penipu Wu Fengqin”. 

Namun setelah Wu Fengqin ditangkap pada Desember ini, sikap para investor berbalik 180 derajat, dan mereka mulai dengan keras menuntut agar polisi “membebaskan ketua yang penuh cinta kasih”.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa perubahan sikap ini bukan karena para investor benar-benar mencintai Wu Fengqin, melainkan karena keputusasaan mereka terhadap polisi dan hukum partai komunis Tiongkok. Mereka tahu persis, selama uang masih berada di tangan Wu Fengqin, masih ada secercah harapan untuk mendapatkan kembali investasi mereka. Namun jika uang itu jatuh ke tangan polisi, artinya kerugian total tanpa harapan kembali.

Banyak kasus historis—termasuk Zhongzhi Group, Dingyifeng, Yongbeida, Shupai, dan lainnya—telah berulang kali membuktikan bahwa begitu kasus semacam ini masuk ke proses hukum, dana investasi akan diserap oleh pihak berwenang dan hampir mustahil untuk dipulihkan. 

Dalam kasus Haihui International, bahkan terjadi penahanan dana oleh polisi dalam jangka panjang dan penundaan penanganan perkara secara sengaja.

Oleh karena itu, para investor Aixinghe nekat mempertaruhkan segalanya untuk “menyelamatkan” Wu Fengqin, dengan harapan bahwa jika ia dibebaskan, setidaknya ia masih dapat mengembalikan sebagian dari investasi mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, seiring ketatnya keuangan PKT, perampasan aset perusahaan telah menjadi hal yang lazim. Bahkan media resmi PKT sendiri pernah melaporkan bahwa banyak pemerintah daerah sibuk melakukan apa yang disebut “penangkapan lintas laut”, yakni membidik perusahaan swasta dari daerah lain. 

Yang dimaksud dengan “penangkapan lintas laut” adalah aparat keamanan dan penegak hukum daerah merekayasa tuduhan, menangkap pemilik perusahaan swasta lintas wilayah, lalu memeras “uang tebusan” dalam jumlah besar. (Hui/asr)

Titik Balik TikTok di Amerika Serikat : Kesepakatan Usaha Patungan Final, Kepemilikan Beralih Awal Tahun Depan

Media Amerika Serikat melaporkan bahwa platform video pendek TikTok pada Kamis (18 Desember) menyatakan telah membentuk sebuah perusahaan patungan baru di Amerika Serikat bersama para investor, guna menghindari ancaman larangan akibat kepemilikan Tiongkok. Langkah ini memungkinkan TikTok untuk terus beroperasi di AS. Versi TikTok Amerika diperkirakan akan resmi berpindah tangan pada 22 Januari tahun depan.

EtIndonesia. Bloomberg dan media Axios, mengutip sebuah memo internal, melaporkan bahwa CEO TikTok Zhou Shouzi menyampaikan kepada karyawan bahwa TikTok dan perusahaan induknya di Tiongkok, ByteDance, telah sepakat membentuk entitas baru. Investor utama meliputi Oracle, perusahaan ekuitas swasta Silver Lake, serta lembaga investasi MGX yang berbasis di Abu Dhabi. 

TikTok telah menandatangani perjanjian dengan ketiga manajer investasi tersebut, dan transaksi dijadwalkan selesai pada 22 Januari tahun depan. Mulai saat itu, TikTok di Amerika Serikat akan dioperasikan secara resmi oleh perusahaan patungan baru.

Perusahaan patungan baru tersebut bernama “TikTok USDS Joint Venture LLC”. Sebanyak 50% saham dimiliki oleh konsorsium investor baru, di mana Oracle, Silver Lake, dan MGX masing-masing memegang sekitar 15% (sisa 5% saham dipegang oleh investor baru lain yang belum diumumkan).

Sebanyak 30,1% saham dimiliki oleh perusahaan afiliasi dari sebagian investor lama ByteDance, sementara ByteDance sendiri memegang sisa 19,9% saham, sesuai dengan ketentuan hukum federal AS yang menyatakan bahwa “perusahaan atau individu yang berbasis di Tiongkok tidak boleh memiliki lebih dari 20%”.

Zhou Shouzi menyatakan dalam memo tersebut bahwa bisnis TikTok di Amerika Serikat akan dijalankan di bawah struktur perusahaan patungan yang baru.

Ia juga mengatakan bahwa perusahaan patungan baru akan dikelola oleh dewan direksi baru yang terdiri dari 7 orang, dengan mayoritas warga negara Amerika Serikat, serta tunduk pada ketentuan yang bertujuan melindungi data warga AS dan keamanan nasional AS. Dewan ini juga bertanggung jawab atas perlindungan data pengguna AS, memastikan keamanan algoritma inti TikTok di Amerika, serta melakukan moderasi konten.

Memo tersebut menambahkan bahwa Oracle, selain sebagai investor, juga akan bertindak sebagai “mitra keamanan terpercaya”, yang bertanggung jawab melakukan audit dan verifikasi kepatuhan terhadap ketentuan keamanan nasional.

Sementara itu, menurut China Science and Technology Innovation Board Daily (科創板日報) yang mengutip sumber internal ByteDance, ByteDance tetap mempertahankan bisnis e-commerce dan periklanan TikTok di Amerika Serikat.

Perjanjian ini pada dasarnya mengkonfirmasi pengumuman Gedung Putih pada  September lalu. Saat itu, Gedung Putih menyatakan bahwa perusahaan patungan yang baru dibentuk akan memenuhi persyaratan undang-undang yang disahkan pada 2024, yang menetapkan bahwa TikTok akan menghadapi larangan jika ByteDance masih mempertahankan kepemilikan mayoritas.

Berdasarkan keputusan Presiden AS Donald Trump pada September yang kembali menunda kebijakan “jual atau dilarang” selama 120 hari, para pihak diberi waktu hingga sebelum 23 Januari untuk mencapai kesepakatan. Tanggal penyerahan operasi TikTok di AS kepada operator baru, yaitu 22 Januari, tepat sesuai dengan tenggat waktu tersebut. (Hui)

Kebijakan Suaka AS Kembali Diperketat, Banyak Pemohon Berpotensi Dideportasi ke Negara Ketiga

EtIndonesia. Setelah kasus Guan Heng terjadi, banyak warga Tionghoa yang sedang menunggu proses suaka di Amerika Serikat merasa khawatir bahwa mereka juga akan menghadapi kemungkinan “dideportasi ke Uganda atau negara ketiga lainnya”. Siapa saja yang akan terdampak, dan bagaimana cara melindungi keselamatan diri?

Siapa yang Berpotensi Dikirim ke Negara Ketiga?

Reporter NTD Li Jiayin menjelaskan bahwa saat ini, semua pemohon suaka yang masuk ke Amerika Serikat setelah 19 November 2019 memiliki kemungkinan untuk dikirim ke negara ketiga. 

Hal ini terutama didasarkan pada sebuah kebijakan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump pada masa jabatan pertamanya, yang mengizinkan pemerintah AS mendeportasi “pemohon suaka yang menghadapi penganiayaan di negara asalnya” ke negara ketiga yang aman dan telah menandatangani perjanjian dengan AS, di mana mereka dapat mengajukan suaka.

Pada Juni lalu, Mahkamah Agung Amerika Serikat secara resmi memutuskan bahwa pemerintah federal dapat menerapkan kebijakan pemulangan ke negara ketiga.

Banyak Kasus Diminta Ditutup

Doktor hukum Zheng Cunzhu mengatakan:  “Setahu saya, dalam satu hingga dua minggu terakhir, hampir semua pemohon yang sedang menunggu wawancara atau menunggu sidang besar telah diminta untuk menutup kasus mereka.”

Zheng menekankan bahwa sejak 19 November 2019, semua orang yang masuk ke AS dan mengajukan suaka, serta belum berhasil menjalani wawancara suaka, berpotensi menghadapi deportasi.

Zheng menambahkan:  “Bahkan jika Anda masuk ke Amerika Serikat secara legal dengan visa AS, selama Anda mengajukan suaka dan kasus Anda masih menunggu atau sedang diproses di pengadilan, Anda tetap bisa terdampak oleh kebijakan ini.”

Namun secara prosedural, pemohon suaka tidak akan langsung dideportasi. Pengacara memiliki hak untuk mengajukan sanggahan dan banding.

Masih Ada Waktu untuk Banding

Zheng menjelaskan:  “Selama masa banding, masih bisa diajukan permohonan penangguhan deportasi. Dalam kondisi seperti ini, dari saat permohonan suaka benar-benar dihentikan di pengadilan hingga pengadilan memutuskan bahwa banding terakhir gagal, prosesnya diperkirakan masih memakan waktu satu hingga dua tahun, bahkan bisa lebih lama.”

Uganda Dinilai Tidak Selalu Aman

Selain itu, Uganda dalam beberapa tahun terakhir menjalin hubungan erat dengan Partai Komunis Tiongkok. Bagi banyak pemohon suaka asal Tiongkok, Uganda belum tentu merupakan negara ketiga yang aman.

Zheng menjelaskan:  “Uganda adalah mitra kerja sama Belt and Road Tiongkok. Kepolisian Tiongkok, bahkan militer Tiongkok, memiliki kerja sama yang erat dengan Uganda. Ada pula kasus-kasus yang membuktikan bahwa Uganda bersedia menangkap apa yang disebut ‘buronan’ Tiongkok dan mengirim mereka kembali ke Tiongkok. Pengacara dapat mengajukan keberatan semacam ini untuk mencoba meyakinkan hakim agar tetap melanjutkan pemeriksaan kasus Anda.”

Pengetatan Kebijakan Suaka Terus Berlanjut

Untuk menertibkan gelombang besar imigrasi ilegal pada masa pemerintahan sebelumnya serta berbagai masalah ekonomi dan kriminal yang menyertainya, pemerintahan Trump kini secara agresif memperketat kebijakan suaka. (Hui)

Awan Gelap Menyelimuti Ekonomi Tiongkok: Fenomena “Manusia Tikus” dan Dilema Generasi Muda

EtIndonesia. Baru-baru ini, The Wall Street Journal menerbitkan sebuah laporan panjang tentang gaya hidup yang semakin populer di kalangan anak muda di Tiongkok daratan, yang dikenal sebagai fenomena “manusia tikus” (rat people). Di tengah tingginya tingkat pengangguran, persaingan internal yang semakin ketat (neijuan), serta melonjaknya biaya hidup, semakin banyak kaum muda memilih menurunkan hasrat hidup, mengurangi interaksi sosial, dan menarik diri ke ruang sempit untuk hidup layaknya tikus. 

Para pakar menilai bahwa ini bukan sekadar budaya bercanda atau menyindir diri sendiri, melainkan respons kolektif terhadap rasa tidak berdaya menghadapi realitas. Para ekonom pun memperingatkan bahwa jika ekosistem “manusia tikus” menjadi hal yang normal, hal itu dapat secara serius melemahkan daya konsumsi Tiongkok dan menantang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Manusia Tikus” Menyebar di Kalangan Generasi Z

Menurut laporan The Wall Street Journal, gaya hidup yang menyebut diri sebagai “manusia tikus” tengah menyebar cepat di kalangan generasi muda Tiongkok, khususnya Generasi Z. Istilah “manusia tikus” merujuk pada anak muda yang lama tinggal di ruang sempit, menghindari interaksi sosial, memiliki pola hidup terbalik siang–malam, serta mempertahankan kehidupan dengan biaya sangat rendah. Tagar terkait fenomena ini menjadi viral di media sosial Tiongkok, dengan jumlah penayangan mencapai puluhan miliar kali.

Laporan tersebut menekankan bahwa “manusia tikus” bukan sekadar cerminan kemalasan atau pengasingan diri, melainkan bentuk penarikan diri yang bersifat protektif. Ini adalah pilihan yang diambil anak muda di bawah tekanan berat akibat harga properti yang tinggi, biaya hidup mahal, persaingan ekstrem, dan kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Pengangguran Tinggi dan Tekanan Hidup

Dalam beberapa tahun terakhir, seiring terus melemahnya ekonomi Tiongkok, tingkat pengangguran kaum muda tetap berada pada level tinggi. Menurut data resmi, pada Juli tahun lalu tingkat pengangguran usia 16 hingga 24 tahun mencapai 17,1%, artinya satu dari enam anak muda menganggur—lebih dari tiga kali lipat tingkat pengangguran secara keseluruhan. Bahkan, kondisi nyata diyakini bisa lebih buruk dari angka resmi.

Banyak anak muda masa kini menyadari bahwa meskipun memiliki pendidikan tinggi, mereka tetap kesulitan memperoleh pekerjaan yang stabil dan menarik, dan upaya keras belum tentu membuahkan hasil. Karena itu, sebagian memilih apa yang disebut sebagai “cara bertahan alami”, guna meredakan rasa kesepian, kecemasan, dan ketidakberdayaan.

Evolusi dari Budaya “Rebahan”

Fenomena “manusia tikus” dipandang sebagai versi lanjutan dari budaya “tang ping” (rebahan dan pasrah). Jika “pasrah” merupakan bentuk perlawanan pasif terhadap persaingan berlebihan, maka gaya hidup “manusia tikus” bukan berarti berhenti mengkonsumsi, melainkan mengalihkan konsumsi ke arah yang berbiaya rendah dan bersifat ke dalam, seperti layanan streaming, gim ponsel, makanan pesan-antar, serta kebutuhan hidup murah.

Pergeseran ini diperkirakan akan memberi tekanan besar pada sektor-sektor yang bergantung pada peningkatan konsumsi, seperti otomotif, pariwisata, restoran, dan industri fesyen.

Ancaman bagi Konsumsi dan Pertumbuhan Jangka Panjang

Para ekonom memperingatkan bahwa tren ini dapat menimbulkan tantangan serius bagi struktur konsumsi dan pertumbuhan jangka panjang Tiongkok. Penurunan struktural dalam keinginan belanja kaum muda dapat menyebabkan “pengosongan” pasar produk dan jasa kelas menengah, sehingga menghambat potensi pertumbuhan ekonomi.

Hong Kong Economic Journal menganalisis bahwa fenomena “manusia tikus” mencerminkan perubahan mentalitas generasi muda Tiongkok dari kondisi “terjebak dalam persaingan internal” menuju “menarik diri dari arena”. Selain memperparah lemahnya konsumsi, hal ini juga berpotensi mempengaruhi pasar tenaga kerja dan inovasi sosial.

Bagi mereka yang menyebut diri sebagai “manusia tikus”, istilah tersebut sekaligus merupakan bentuk ejekan terhadap diri sendiri dan gambaran nyata tekanan hidup di perkotaan Tiongkok masa kini. (Hui/asr)

Musim Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, 2,9 Juta Kendaraan Diproyeksikan Tinggalkan Jakarta

EtIndonesia. Sebanyak 2,9 juta kendaraan diperkirakan akan meninggal Jakarta saat libur natal 2025 dan tahun baru 2026. Hal demikian disampaikan oleh Direktur Utama Jasa Marga Rivan  A. Purwantono menjelaskan kesiapan Jasa Marga Group dalam menghadapi lonjakan lalu lintas pada Libur Nataru 2025/2026.

“Pada momen Libur Nataru 2025/2026 ini, Jasa Marga berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kinerja terbaik dengan mengedepankan service excellent kepada masyarakat. Konsistensi dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di setiap titik hingga optimalisasi teknologi dan pengoperasian ruas tol secara fungsional yang menjadi kunci untuk menjaga kelancaran, kenyamanan dan keselamatan perjalanan pengguna jalan,” ujar Rivan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Senin (15/12/2025).

Jasa Marga memproyeksikan bahwa total volume kendaraan di empat Gerbang Tol (GT), di antaranya GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Ciawi dan GT Cikupa mengalami lonjakan pada periode Libur Nataru 2025/2026, dengan mobilitas keluar Jakarta diperkirakan mencapai 2,9 juta kendaraan selama periode H-7 s.d H+3 (18 Desember 2025 s.d 4 Januari 2026), naik 0,9% dibandingkan tahun lalu, sementara kendaraan yang masuk ke Jakarta diproyeksikan mencapai 2,8 juta selama periode H-7 s.d H+3, naik 1,9% dibanding tahun sebelumnya.

Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025 (H-5 Libur Natal) dengan pergerakan masyarakat keluar Jakarta sebanyak 197.948 kendaraan, naik 1% dari tahun lalu, sedangkan puncak arus balik yang jatuh pada Minggu, 4 Januari 2026 (H+3 Libur Tahun Baru) diperkirakan mencapai 196.616 kendaraan, meningkat 1% dari tahun lalu.

Dari sisi keselamatan, Jasa Marga menyiagakan kendaraan layanan seperti derek dan crane untuk mendukung pengelolaan lalu lintas secara optimal. Integrasi teknologi juga diperkuat dengan 36 unit CCTV deteksi insiden untuk mempercepat respons terhadap insiden dan Early Warning System Genangan Air di 14 titik rawan genangan untuk memberikan informasi dini tentang ketinggian permukaan air di suatu wilayah yang terkoneksi dengan Jasa Marga Integrated Digitalmap (JID) dan Dynamic Message Sign meminimalkan dampak pada arus lalu lintas. 

Selain itu, Jasa Marga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian, mendukung pengawasan kendaraan dan pengemudi berada dalam kondisi prima. Jasa Marga juga menyiapkan tim siaga longsor dan genangan sebanyak 77 tim serta 209 unit pompa untuk meminimalkan dampak cuaca buruk terhadap arus lalu lintas.

“Jasa Marga Group siap mengamankan perjalanan masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan menyiapkan lebih dari 6.000 petugas operasional dan lebih dari 500 kendaraan operasional,” tambah Rivan.

Jasa Marga juga menambah 28 unit kendaraan derek menjadi total 176 unit, 124 unit Mobile Customer Service (MCS), Mobile Crane untuk antisipasi kejadian khusus dari 1 unit menjadi 4 unit serta penambahan perlengkapan untuk percepatan penanganan gangguan kendaraan. Bahkan, menambah sarana prasarana lalu lintas seperti penambahan 6.120 buah rubbercone menjadi total 18.555 buah serta penambahan rambu rekayasa lalu lintas. Selain itu terdapat juga 55 unit ambulance dan 101 kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR).

Kenyamanan pengguna jalan pun menjadi perhatian utama Jasa Marga melalui optimalisasi 62 rest area (59 operasional dan 3 fungsional) yang dilengkapi dengan fasilitas umum (toilet, ruang laktasi ber-AC, taman lalu lintas, seating area, pedestrian), SPKLU Fast Charging di 56 rest area dari 128 menjadi 172 unit, posko kesehatan di 48 titik dan sistem manajemen rest area yang menyediakan informasi ketersediaan parkir melalui DMS dan aplikasi Travoy. Untuk mendukung kelancaran transaksi, Jasa Marga menambah 470 personil on call serta alat bantu transaksi sebanyak 736 unit mobile reader.

Dalam memperkuat pelayanan berbasis digital, Jasa Marga melakukan penerapan rencana rekayasa lalu lintas sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB), dengan mengintegrasikan teknologi melalui aplikasi JID yang bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian Daerah untuk pengawasan dan pengaturan lalu lintas.

 Peningkatan layanan juga didukung dengan penambahan  Traffic Counting di jalan tol fungsional dan jalan arteri. Jasa Marga juga mendorong pemanfaatan aplikasi Travoy serta JID untuk memudahkan akses informasi lalu lintas, lokasi rest area, rute perjalanan, dan notifikasi rekayasa lalu lintas.

Untuk menjaga kelancaran perjalanan, Jasa Marga menyiapkan ruas fungsional tanpa tarif Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Segmen Gending-Paiton sepanjang 24,08 km secara situasional sesuai diskresi Kepolisian. Ruas Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton direncanakan dibuka 2 arah mulai dari pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB pada tanggal 20 Desember 2025 s.d 4 Januari 2026.

Selain itu, sebagai stimulus bagi pengguna jalan, diskon tarif tol sebesar 20% berlaku untuk kedua arah dengan perjalanan menerus, yang akan diberlakukan di delapan (8) ruas strategis di Trans Jawa dan Trans Sumatra yang akan diterapkan selama 3 hari (22, 23 dan 31 Desember 2025) mencakup Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C, Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), serta Sulawesi (20 Desember s.d 10 Januari 2026), yaitu di Jalan Tol Manado-Bitung.

Rivan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan matang dan mengunduh aplikasi Travoy. Ia menegaskan bahwa Travoy memberikan informasi lalu lintas melalui CCTV real-time, lokasi rest area, fitur Travoy Pay, informasi tarif tol dan fitur menarik lainnya yang sangat berguna sehingga perjalanan dapat berlangsung aman, tenang dan berkeselamatan. (asr)

AS Lancarkan Serangan Udara Skala Besar Terhadap ISIS di Suriah, Menyebutnya Sebagai ‘Deklarasi Pembalasan’

EtIndonesia. AS telah melancarkan operasi militer skala besar terhadap kelompok ISIS di Suriah sebagai tanggapan atas pembunuhan dua tentara Amerika dan seorang penerjemah di Suriah tengah, menurut unggahan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dan pernyataan dari Komando Pusat AS.

“Hari ini, pasukan AS memulai OPERASI HAWKEYE STRIKE di Suriah untuk melenyapkan kelompok ISIS, infrastruktur, dan lokasi senjata,” tulis Hegseth.

Dia mencatat bahwa operasi tersebut merupakan tanggapan langsung terhadap serangan terhadap pasukan Amerika yang terjadi pada 13 Desember di daerah Palmyra.

Dalam pernyataannya, Pete Hegseth menekankan bahwa operasi tersebut bukan menandai dimulainya perang, tetapi merupakan tindakan pembalasan.

“Ini bukan awal dari perang — ini adalah deklarasi pembalasan. Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, tidak akan pernah ragu dan tidak akan pernah menyerah untuk membela rakyat kami,” katanya.

Hegseth menekankan bahwa Washington akan merespons dengan tegas terhadap setiap serangan terhadap warga negara Amerika di mana pun di dunia.

“Seperti yang kami katakan langsung setelah serangan brutal itu, jika Anda menargetkan warga Amerika — di mana pun di dunia — Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda yang singkat dan penuh kecemasan dengan mengetahui bahwa Amerika Serikat akan memburu Anda, menemukan Anda, dan membunuh Anda tanpa ampun,” tulis Menteri Pertahanan.

Militer AS melaporkan bahwa sejumlah besar militan ISIS telah dilenyapkan selama operasi di Suriah. Departemen Pertahanan menekankan bahwa serangan akan terus berlanjut.

Komando Pusat AS juga mengkonfirmasi serangan terhadap militan ISIS di Suriah.

“Pasukan AS telah memulai serangan skala besar terhadap infrastruktur dan situs senjata ISIS di Suriah. Serangan besar-besaran ini menyusul serangan terhadap pasukan AS dan sekutu di Suriah pada 13 Desember,” bunyi pernyataan tersebut.

Pada 13 Desember, seorang militan ISIS menyergap dan membunuh dua tentara Amerika dan seorang penerjemah sipil di Suriah. Saat itu, Presiden AS Donald Trump berjanji akan melakukan serangan balasan yang kuat.

Pemimpin Suriah Ahmed al-Sharaa mengutuk pembunuhan tersebut dan menyampaikan belasungkawa atas tragedi itu.(yn)

Menara Jeddah Arab Saudi Siap Melampaui Burj Khalifa, Siap Menjadi Gedung Tertinggi di Dunia

EtIndonesia. Menara Jeddah, yang siap menjadi gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter, telah mencapai hampir 80 lantai sejak konstruksi dilanjutkan pada Januari 2025. Konstruksi menara ini berjalan dengan cepat, dengan penambahan satu lantai setiap 3 hingga 4 hari. Menurut Gulf News, penyelesaiannya diperkirakan pada tahun 2028. Gedung pencakar langit ini akan sekitar 172 hingga 180 meter lebih tinggi dari Burj Khalifa, yang saat ini memegang rekor dengan ketinggian 828 meter.

Dahulu bernama Kingdom Tower, Menara Jeddah kini dijadwalkan selesai pada tahun 2028 sebagai bagian dari upaya Arab Saudi untuk merebut gelar gedung tertinggi di dunia dari Burj Khalifa di Dubai. Setelah selesai, gedung ini akan menjadi gedung pertama di dunia yang mencapai ketinggian satu kilometer.

Selain itu, ada rencana untuk membangun Rise Tower, sebuah struktur yang mencapai ketinggian dua kilometer.

Fitur-fitur Menara Jeddah

Menara Jeddah, yang siap menjadi struktur tertinggi di dunia, merupakan bagian penting dari Visi 2030 Arab Saudi. Konstruksi dilanjutkan pada Januari 2025 dan telah mencapai hampir 80 lantai, dengan kemajuan pesat dengan penambahan satu lantai setiap 3 hingga 4 hari.

  • Terletak di Kota Ekonomi Jeddah, menara ini akan melebihi 160 lantai dan melayani berbagai tujuan, termasuk menampung Hotel Four Seasons, hunian mewah, apartemen berlayanan, dan ruang kantor kelas atas.
  • Salah satu fitur yang paling dinantikan adalah dek observasi di ketinggian yang menawarkan pemandangan panorama Laut Merah dan kota di bawahnya.
  • Dirancang oleh Adrian Smith, yang juga ikut merancang Burj Khalifa, menara ini menggabungkan teknologi berkelanjutan, termasuk sistem hemat energi dan pendinginan canggih yang sesuai dengan iklim gurun.
  • Lift berkecepatan tinggi yang mampu mencapai lebih dari 10 meter per detik akan melayani menara ini.

Tentang Burj Khalifa

Sebagai keajaiban teknik dan arsitektur modern, Burj Khalifa saat ini memegang beberapa rekor dunia, termasuk gedung tertinggi, struktur berdiri bebas tertinggi, dan lantai berpenghuni tertinggi. Gedung ini memiliki 163 lantai, dengan dek observasi di lantai 124, 125, dan 148, yang menawarkan pemandangan Dubai yang menakjubkan. Pengunjung dapat menikmati santapan mewah di At.mosphere, restoran tertinggi di dunia, yang terletak di lantai 122. Eksterior gedung ini memiliki lebih dari 26.000 panel kaca, dengan sistem pelapis yang dirancang untuk menahan panas yang sangat tinggi di Dubai.

Pembangunan Burj Khalifa dimulai pada tahun 2004 dan membutuhkan waktu hampir enam tahun untuk diselesaikan, dengan melibatkan lebih dari 12.000 pekerja dan insinyur. Proyek ini menelan biaya sekitar 1,5 miliar dolar, menjadikannya salah satu bangunan termahal yang pernah dibangun. (yn)

NATO Konfirmasi Tiga garis Pertahanan yang Melindungi Ukraina untuk Mencegah Serangan Rusia

EtIndonesia. Pada Kamis (18/12/2025), Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa setelah tercapainya perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina, akan ada tiga lapis pertahanan untuk memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina. 

Selain itu, pada akhir pekan ini, perwakilan Rusia dan Ukraina masing-masing akan bertemu dengan pihak Amerika Serikat di Miami, Florida, untuk mengadakan pembicaraan mengenai rencana perdamaian. Presiden Donald Trump menilai bahwa kesepakatan sudah semakin mendekati tercapai.

Cegah Serangan Rusia, NATO Konfirmasi Tiga Lapis Pertahanan Ukraina

 “Putin harus memahami bahwa setelah perjanjian damai ditandatangani, jika ia kembali mencoba menyerang Ukraina, konsekuensinya akan bersifat menghancurkan,” kata Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Pada Kamis di Polandia, Rutte menyampaikan peringatan tersebut kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Mengingat Ukraina kini hampir tidak mungkin bergabung dengan NATO, maka mencari langkah pengamanan alternatif menjadi hal yang sangat mendesak. Rutte menyatakan bahwa Ukraina ke depan akan dilindungi oleh tiga lapis pertahanan.

 “Lapisan pertama adalah Angkatan Bersenjata Ukraina. Lapisan kedua tentu saja adalah aliansi negara-negara pemenang perang yang selama beberapa bulan terakhir sedang dirancang, dipimpin oleh Inggris dan Prancis: bagaimana negara-negara Eropa bersama Kanada memastikan agar perdamaian dapat dipertahankan. Amerika Serikat merupakan lapisan perlindungan ketiga,” katanya. 

Pengamat menilai bahwa ini sejalan dengan pernyataan pejabat AS setelah berakhirnya pertemuan AS-Ukraina di Berlin beberapa waktu lalu, yang menyebutkan adanya langkah jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina, mirip dengan pertahanan kolektif NATO, termasuk mekanisme pengawasan gencatan senjata yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Kanselir Jerman Friedrich Merz baru-baru ini mengungkapkan kepada media bahwa pasukan internasional akan menjaga zona non-militer di antara Rusia dan Ukraina. Jika Rusia melanggar perjanjian gencatan senjata, pasukan penjaga perdamaian akan mengambil langkah balasan, dan Amerika Serikat juga akan memenuhi komitmennya untuk melindungi Ukraina.

Polandia: Sistem Rudal Patriot Siap Tempur Sepenuhnya

Pada hari yang sama, Polandia mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Patriot miliknya telah berhasil diintegrasikan dengan Integrated Battle Command System (IBCS) yang dikembangkan Amerika Serikat dan kini telah mencapai kesiapan tempur penuh. Hal ini menandai kemajuan penting dalam modernisasi pertahanan nasional Polandia, sekaligus secara signifikan meningkatkan kemampuan negara anggota NATO di sayap timur ini dalam menghadapi ancaman dari Rusia.

Uni Eropa Hadapi Keputusan Krusial: Gunakan Aset Rusia yang Dibekukan untuk Bantu Ukraina?

Pada Kamis (18 Desember) malam, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di Warsawa dan dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Polandia Donald Tusk pada Jumat (19 Desember). Sebelumnya pada hari yang sama, Zelensky muncul di Brussel dan mendesak para pemimpin Uni Eropa untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan guna mendanai kebutuhan militer dan ekonomi Ukraina.


“Kami benar-benar menghadapi ancaman. Ancaman apa? Kekurangan pendanaan sebesar 40 hingga 50 miliar euro (tahun depan),” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. 

Zelenskyy memperingatkan bahwa jika bantuan Uni Eropa berikutnya tidak tersedia sebelum musim semi, kemampuan Ukraina untuk memproduksi drone serta melancarkan serangan jarak jauh terhadap infrastruktur energi Rusia akan sangat terbatas.

Dewan Eropa telah berjanji menyediakan bantuan pendanaan sebesar 90 miliar euro untuk Ukraina selama dua tahun ke depan. Namun, bagaimana cara memperoleh dana tersebut menjadi keputusan utama yang harus diambil dalam pertemuan tingkat tinggi berisiko tinggi ini.

Sebagian besar negara anggota, yang dipimpin oleh Jerman, berharap dapat menggunakan aset bank sentral Rusia yang dibekukan di Eropa untuk memberikan “pinjaman kompensasi” kepada Ukraina. Namun hingga kini, Uni Eropa belum berhasil meyakinkan Belgia—yang memegang sebagian besar aset tersebut—untuk mengubah sikap penolakannya.

Ukraina dan Rusia Bertemu AS Akhir Pekan Ini, Trump: Kesepakatan Hampir Tercapai

Zelenskyy juga mengumumkan bahwa Ukraina dan tim Amerika Serikat akan menggelar putaran baru pembicaraan mengenai rencana perdamaian pada Jumat dan Sabtu (20 Desember) di Florida. Setelah pertemuan AS-Ukraina tersebut, perwakilan Amerika Serikat dan Rusia juga akan bertemu di Miami.

Presiden Trump menilai bahwa kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina semakin dekat, namun ia berharap Ukraina dapat bergerak lebih cepat.

 “Saya berharap Ukraina bisa bertindak lebih cepat, karena Rusia ada di sana. Setiap kali mereka menunda terlalu lama, Rusia akan mengubah pikirannya,” kata Trump. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Yi Jing

Pensiunan Didenda Karena Meludahkan Daun Kering yang Tertiup Angin ke Mulutnya

EtIndonesia. Seorang pria Inggris berusia 86 tahun baru-baru ini didenda karena meludahkan daun kering yang tertiup angin ke mulutnya pada hari yang berangin.

Seorang pensiunan Inggris mengklaim menjadi korban petugas penegak hukum yang terlalu bersemangat di kota asalnya, Skegness, Lincolnshire, yang mendendanya karena diduga meludah di trotoar, padahal sebenarnya dia meludahkan daun pohon yang tertiup angin ke mulutnya. Meskipun mencoba menjelaskan kejadian tersebut kepada petugas, pensiunan itu mengklaim mereka mendendanya £250 (kemudian dikurangi menjadi £150).

“Saat saya duduk di sana, angin kencang menerbangkan sebatang alang-alang besar ke mulut saya. Saya meludahkannya dan tepat saat saya berdiri untuk pergi, dua orang [petugas penegak hukum] datang menghampiri saya,” kenang Roy Marsh. “Itu semua tidak perlu dan tidak proporsional.”

Kisah yang tidak biasa ini menjadi viral setelah putri Marsh, Jane Fitzpatrick, mempostingnya di Facebook.

“Baru-baru ini, ayah saya yang mengalami kesulitan berjalan tetapi berusaha sebaik mungkin untuk berjalan setiap hari di sekitar danau tempat berperahu, menghirup sehelai daun kecil yang membuatnya tersedak,” tulis wanita itu. “Ayah saya menderita asma parah dan penyakit jantung, dia berhasil batuk mengeluarkan daun itu dan meludahkannya (hanya daunnya). Dia segera didekati oleh petugas penegak hukum setempat yang sangat kasar kepadanya, mengatakan bahwa dia telah melanggar hukum dengan meludah dan mendendanya £150!!! Ayah saya mencoba menjelaskan tetapi petugas itu tidak mau mendengarkan. Ayah saya menunjukkan daun itu dan tidak ada ludah tetapi ia tetap didenda £150!!!!”

Roy Marsh kini menyerukan penegakan hukum terkait sampah yang “bertanggung jawab”, dan kisahnya telah meyakinkan banyak orang bahwa petugas penegak hukum mungkin terlalu keras.

Anggota dewan daerah Adrian Findley setuju bahwa petugas “bertindak terlalu jauh,” menambahkan bahwa “jika saya datang ke sini untuk berlibur dan didenda £250, saya tidak ingin mengambil risiko untuk kembali.”(yn)

Berani Mengambil Risiko

EtIndonesia. Bagi orang yang takut pada bahaya, bahaya ada di mana-mana.

Suatu hari di dasar laut, seekor lobster bertemu dengan seekor kelomang. Kelomang melihat lobster sedang melepaskan cangkang kerasnya, hingga hanya menyisakan tubuhnya yang lunak dan rapuh.

Dengan cemas, kelomang berkata :  “Lobster, bagaimana mungkin kamu melepaskan satu-satunya pelindung tubuhmu? Tidakkah kamu takut dimangsa ikan besar dalam sekali telan? Dengan kondisi seperti ini, bahkan arus laut yang kuat bisa menyeretmu ke bebatuan—kamu bisa mati!”

Lobster menjawab dengan tenang:  “Terima kasih atas perhatianmu. Namun kamu tidak memahami kami, para lobster. Setiap kali kami tumbuh, kami harus melepaskan cangkang lama agar bisa menumbuhkan cangkang baru yang lebih kuat. Bahaya yang kami hadapi sekarang hanyalah persiapan agar kami bisa berkembang lebih baik di masa depan.”

Kelomang pun merenung. Selama ini, dia hanya sibuk mencari tempat bersembunyi dan menumpang perlindungan, tanpa pernah memikirkan bagaimana cara membuat dirinya lebih kuat. Hidup terus di bawah perlindungan orang lain, wajar jika pertumbuhannya selalu terbatas.

Renungan

Setiap orang memiliki zona aman masing-masing. Namun jika kamu ingin melampaui pencapaianmu saat ini, jangan membatasi diri sendiri.

Beranilah menerima tantangan, isi dan kuatkan dirimu, maka kamu akan berkembang jauh lebih baik daripada yang kamu bayangkan.(jhn/yn)

Si Optimis dan Orang yang Pesimis

EtIndonesia. Orang yang optimis melihat peluang dalam setiap krisis, sementara orang yang pesimis melihat krisis dalam setiap peluang.

Seorang ayah berniat melakukan semacam “pembentukan karakter” terhadap sepasang anak kembarnya, karena yang satu terlalu optimis, sementara yang satunya lagi sangat pesimis.

Suatu hari, sang ayah membeli banyak mainan baru yang berwarna cerah dan memberikannya kepada anak yang pesimis. Sementara itu, anak yang optimis justru dimasukkan ke dalam sebuah gudang yang penuh dengan kotoran kuda.

Keesokan paginya, sang ayah melihat anak yang pesimis menangis tersedu-sedu. 

Dia pun bertanya: “Mengapa kamu tidak bermain dengan mainan-mainan itu?”

Anak itu menjawab sambil terus menangis : “Kalau dimainkan, nanti rusak.”

Ayahnya menghela napas, lalu pergi ke gudang. Di sana, dia justru melihat anak yang optimis berseri-seri, sedang mengais-ngais tumpukan kotoran kuda dengan penuh semangat.

“Ayah, dengar ini!” serunya dengan bangga. “Aku yakin di dalam tumpukan kotoran ini pasti ada seekor anak kuda yang tersembunyi!”

Renungan

Perbedaan antara orang optimis dan pesimis sungguh menarik: yang optimis melihat donat, sementara yang pesimis hanya melihat lubangnya.(jhn/yn)